NEW
Font size
WorksheetsTeori Belajar dan Pembelajaran
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Untuk mencapai kompetensi praktik shalat, guru berulang-ulang membarikan contoh peragaan praktik shalat. Peserta didik diminta berlatih menirukan contoh yang diperagakan oleh guru. Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat dalam menirukan praktik shalat yang benar, dan sebaliknya memberikan teguran kepada peserta didik yang masih salah.
Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik
Kognitivistik
Humanistik
Konstruktivistik
Teori belajar sosial
Pada bagian pendahuluan dalam kegiatan pembelajaran, guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Peserta didik diminta untuk menjelaskan dasar hukum tarawih yang sudah dikuasai oleh peserta didik. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang pengertian dan dasar hukum, dan beberapa pendapat ulama mengenai jumlah rakaat tarawih.
Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik
Kognitivistik
Humanistik
Konstruktivistik
Teori belajar sosial
Dalam kegiatan pembelajaran, guru berulang-ulang memperdengarkan contoh bacaan Q.S. Al-Falaq yang fasih. Peserta didik diminta berlatih menirukan ucapan pelafalan yang didengarnya. Guru selalu memberikan pujian kepada siswa yang sudah fasih melafalkan Q.S. Al-Falaq, dan sebaliknya memberikan teguran kepada peserta didik yang masih salah dalam melafalkan Q.S. Al-Falaq.
Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik model Watson
Behavioristik model Guthrie
Behavioristik model Thorndike
Behavioristik model pembiasaan klasik
Behavioristik model Skinner
Dalam kegiatan pembelajaran, guru meminta beberapa orang peserta didik untuk melafalkan Q.S. Al-Lahab. Peserta didik lainnya yang ada di dalam kelas diberi kesempatan untuk menyampaikan komentar atas kekurangan bacaan temannya. Beberapa peserta didik yang sudah lebih fasih bacaan Q.S. Al-Lahab diberikan kesempatan untuk menunjukkan contoh bacaan yang tepat pada Q.S. Al-Lahab tersebut.
Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik
Kognitivistik
Humanistik
Konstruktivistik
Teori belajar sosial
Dalam kegiatan pembelajaran, guru meminta beberapa orang peserta didik untuk memperbaiki kemampuan membaca al-Quran. Peserta didik difasilitasi berdiskusi kelompok untuk menenyepakati tujuan dan rencana belajar untuk memperbaiki kemampuan melafalkan bacaan shalat secara mandiri dan kelompok. Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik
Kognitivistik
Humanistik
Konstruktivistik
Teori belajar sosial
Untuk mencapai kemampuan siswa dalam mempraktikan pemulasaraan jenazah, guru meminta peserta didik untuk memperhatikan video peragaan pemulasaraan jenazah. Setelah selesai memperhatikan video tersebut, peserta didik mencoba menirukan peragaan pemulasaraan jenazah seperti yang ditayangkan dalam video. Berdasarkan deskripsi kegiatan tersebut, teori belajar apa yang digunakan oleh guru dan peserta didik?
Behavioristik
Kognitivistik
Humanistik
Konstruktivistik
Teori belajar sosial
Untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang berbunyi “memahami jalur masuk Islam ke Nusantara” guru menyiapkan materi ajar berupa gambar-gambar bukti-bukti sejarah jalur masuk Islam ke Nusantara. Pendekatan pembelajaran yang tepat agar peserta didik memahami secara kritis memahmi jalur masuk Islam tersebut adalah ……
Keteladanan
Historis
Atraktif
Kontekstual
Problematik
Untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang berbunyi “memahami jalur masuk Islam ke Nusantara” guru menyiapkan materi ajar berupa gambar-gambar ilustrasi keterkaitan budaya Islam di Nusantara dengan budaya bangsa yang menjadi jalur masuk Islam ke Nusantara. Pendekatan pembelajaran yang tepat agar peserta didik memahami secara kreatif memahmi jalur masuk Islam tersebut adalah …
Ceramah
Diskusi
Discovery
Problem based learning
Project based learning
Di akhir suatu pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menumkan pengaruh zakat terhadap keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka guru PAI dapat menggunakan model pembelajaran …
Ceramah
Diskusi
Discovery
Problem based learning
Project based learning
Untuk mencapai kompetensi “memahami makna Q.S. al-Kafirun dengan baik dan benar”, dilakukan pembelajaran, di antaranya: 1. Membaca Q.S. al-Kafirun
2. Mengartikan Q.S. al-Kafirun
3. Mendengarkan penjelasan tentang Q.S. al-Kafirun
4. Mendiskusikan cara membaca Q.S. al-Kafirun
5. Mendiskusikan arti perkata Q.S. al-Kafirun
6. Mendiskusikan makna Q.S. al-Kafirun
Di antara urutan langkah pembelajaran yang tepat dengan menggunakan saintifik untuk mencapai kompetensi tersebut adalah ….
1, 2, 3, 4
1, 2, 3, 5
1, 2, 5, 6
2, 3, 4, 1
2, 3, 4, 6
Di antara strategi pembelajaran yang tepat untuk membelajarkan peserta didik pada keterampilan abad 21, literasi dan karakter adalah …
Discovery learning
Competitive advantage
Drill and practice
Lecturing
Simplification
Perhatikan KD dan IPK berikut ini KD: “Menganalisis hikmah ibadah haji,zakat, dan wakaf bagi individu dan Masyarakat” IPK: “Menunjukkan keterkaitan antara zakat dengan kesalihan individu dan sosial” Untuk mencapai IPK pada KD di atas, tentukan sumber belajar berbasis IT yang paling tepat!
Internet
Gambar animasi harta yang harus dizakati
Tayangan video dalil-dalil kewajiban zakat
Video pelaksanaan pembagian zakat
Video ceramah pengurus Baznas
Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil ditandai dengan mulai mampu melakukan bermacam-macam gerakan dasar yang semakin baik, yaitu gerakan-gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat, berjingkrak, melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih besar sebagai akibat dari pertumbuhan jaringan ...
Syaraf lebih kuat
Otot lebih besar
Fisik lebih berotot
Otot lebih panjang
Syaraf lebih sempurna
Perkembangan kesehatan menjadi fokus pemerintah, hal ini dikarenakan kesehatan juga menjadi salah satu tolok ukur human development index. Sebagai guru yang memperoleh amanah dalam pembinaan peserta didik untuk mewujudkan cita-cita dan masa depan yang gemilang, guru dituntut mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik peserta didik, antara lain:
Perkembangan otot, perkembangan fisik, perkembangan belajar, kemampuan berjalan, dan perkembangan spiritual
Bentuk tubuh, perkembangan otot, perkembangan belajar, kemampuan berjalan, dan perkembangan lingkungan sekolah
Gizi, kesehatan, nafsu makan, olahraga, dan jam tidur
Keluarga, gizi, kesehatan, jenis kelamin, dan gangguan emosional
Gizi, makanan, minuman, olahraga, dan pergaulan
Pola asuh otoriter dapat menghambat perkembangan psikomotorik anak. Saat orang tua menerapkan pola asuh otoriter atau terlalu memaksa, anak akan mengalami shock. Hal ini menyebabkan gangguan mental terhadap anak tersebut. Biasanya anak akan cenderung merasa canggung, merasa serba salah, tidak percaya pada diri sendiri dan merasa tertekan. Selain pola asuh perkembangan psikomotorik peserta didik juga dipengaruhi oleh ...
Materi pelajaran
Faktor genetik
Pesona dan kemampuan guru dalam mengajar
Gizi
Jenis kelamin
Proses kognitif dapat diterangkan dengan pendekatan sistem pemrosesan informasi. Inti dari pendekatan pemrosesan informasi ini adalah proses memori dan proses berpikir. Menurut pendekatan ini, anak-anak secara bertahap mengembangkan kapasitasnya untuk memproses informasi, dan karenanya pula secara bertahap mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang kompleks. Dari pendekatan pemrosesan informasi, kemampuan kognitif seseorang diperoleh melalui ...
Habituasi, ilmu, dan praktik
Persepsi, memori dan atensi
Persepsi, perspektif, dan persuasi
Ilmu pengetahuan, spiritual, dan psikomotorik
Kognitif, afektif, psikomotorik
Walgito (2010) menyatakan bahwa persepsi terjadi melalui tahap-tahap berikut: tahap pertama, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia; tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis, merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris; tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor; dan tahap keempat merupakan...
Hasil yang diperoleh dari proses belajar yaitu berupa tanggapan dan hasil belajar.
Hasil yang diperoleh dari proses pengenalan yaitu berupa pengetahuan dan perilaku.
Hasil yang diperoleh dari proses penginderaan yaitu berupa pandangan dan perilaku.
Hasil yang diperoleh dari proses penalaran yaitu berupa tanggapan dan pendapat
Hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku.
Memori jangka panjang merupakan tipe memori dengan penyimpanan banyak informasi dalam rentang waktu yang lama dan relatif permanen. Selama tahun-tahun usia sekolah, anak-anak menunjukkan perubahan-perubahan penting dalam bagaimana mereka mengorganisasi dan mengingat informasi. Selama masa awal kanak-kanak, memori jangka pendek mereka telah berkembang dengan baik. Namun setelah anak-anak berusia 7 tahun tidak terlihat adanya peningkatan yang berarti. Cara-cara mereka memproses informasi menunjukkan keterbatasan-keterbatasan dibandingkan dengan orang dewasa. Berbeda halnya dengan memori jangka panjang, terlihat adanya peningkatan seiring dengan penambahan usia selama masa usia sekolah. Hal ini dikarenakan ...
Memori jangka panjang sangat bergantung pada kegiatan belajar individu ketika mempelajari dan mengingat informasi.
Memori jangka panjang sangat bergantung pada latihan individu di sekolah.
Memori jangka panjang sangat bergantung pada faktor genetika seorang anak dalam mengingat informasi.
Memori jangka panjang tidak bergantung pada kapasitas memori seorang anak
Memori jangka panjang bergantung tidak bergantung pada kapasitas memori seorang anak
Selain perkembangan emosi dan sosial, terdapat perkembangan spiritual. Perkembangan spiritual dibagi dalam tiga tingkatan, pertama, the fairy tale stage (tingkat dongeng), yang mana onsep ketuhanan dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Hurlock (2012) menambahkan bahwa disebut sebagai tahap dongeng karena anak menerima semua keyakinanannya dengan unsur yang tidak nyata. Oleh karena itu, cerita-cerita agama dan kebesaran upacara agama sangat menarik anak-anak. Kedua, the realistic stage (tingkat kenyataan). Pada masa ini, anak mampu memahami konsep ketuhanan secara realistik dan konkrit. Sedangkan yang ketiga, the individual stage, yang terjadi pada usia remaja. Pada masa ini situasi jiwa mendukung untuk mampu berfikir abstrak dan emosi semakin sensitif. Pemahaman ketuhanan dapat ditekankan pada makna dan keberadaan Tuhan bagi kehidupan manusia. Masa the ralistic stage terjadi pada usia ...
8-11 tahun
7-12 tahun
8-16 tahun
7-11 tahun
6-10 tahun
Tahap perkembangan spiritual usia remaja ditandai dengan kesadaran terhadap simbolisme dan memiliki lebih dari satu cara untuk mengetahui kebenaran. Sistem kepercayaan remaja mencerminkan pola kepercayaan masyarakat pada umumnya, namun kesadaran kritisnya sesuai dengan tahap operasional formal, sehingga menjadikan remaja melakukan kritis atas ajaran-ajaran yang diberikan oleh lembaga keagamaan resmi kepadanya. Pada tahap ini remaja juga mulai mencapai pengalaman bersatu dengan yang transenden melalui simbol dan upacara keagamaan yang menurutnya sakral. Simbol-simbol identik kedalam arti itu sendiri “pribadi lain” yang berperan penting dalam kehidupan mereka, tahap ini juga disebut dengan ...
Tahap individuative-reflective faith
Tahapa mythic-literal faith
Tahap intuitive-projective
Tahap synthetic conventional faith
Tahap conjunctive-faith
Terdapat lima jenis kegiatan belajar yang turut menunjang pola perkembangan emosi anak. Statemen berikut adalah penjelasan tentang salah satu dari lima jenis kegiatan belajar tersebut: "dengan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati," hal ini disebut dengan ...
learning by identification
Learning by trial and error
Learning by imitation
Learning by condition
Learning by learn
Cara pandang generasi digital berbeda dengan para guru mereka, yang merupakan pendatang baru dunia digital. Para guru ini baru bersentuhan dengan komputer setelah bekerja, mereka agak terlambat dan gagap mempelajari internet. Para native digital hidup dalam paradigma jauh tapi dekat, dekat tapi jauh, yang berarti ...
Dunia saat ini tanpa batas karena internet menghubungkan orang-orang dari berbagai belahan bumi
Kecerdasan buatan membuat jarak tempuh menjadi lebih cepat dari sebelumnya
Mereka sering berkomunikasi dengan gawai, sehingga sering berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh, tetapi malah mengabaikan atau tidak sering berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya
Media sosial membuat manusia menjadi anti sosial
Media sosial merusak hubungan harmonis keluarga dan masyarakat
Generasi ini juga punya ciri khas yaitu terbiasa belanja makanan dan barang secara daring. Tidak hanya untuk keperluan sehari-hari mereka, keperluan penyelesaian tugas-tugas sekolah juga mereka lakukan dengan cara belanja daring. Dari proses ini anak-anak belajar tentang …
Tanggung jawab
Kejujuran
kemandirian dan eksplorasi
Ketekunan dan kedermawanan
Kesabaran dan keadilan
Tidak semua konten internet layak dikonsumsi atau baik bagi anak-anak. Guru dan orangtua harus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konten positif dan konten negatif. Tidak hanya soal pornografi, konten agama yang menyimpang juga perlu diwaspadai, seperti ...
Permusuhan
Pembunuhan
Ketidakadilan
Intoleransi
Moderasi
Baca dengan seksama informasi berikut:
1) Memiliki suatu keahlian yang khusus.
2) Diambil sebagai pemenuhan panggilan hidup.
3) Memiliki teori-teori yang baku secara universal.
4) Memiliki bakat, minat, panggilan, dan idealisme.
5) Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
6) Menampilkan Perilaku yang Mendekati Standar Ideal
7) Meningkatkan dan Memelihara Citra Profesi
8) Memanfaatkan setiap Kesempatan Pengembangan Profesional
9) Memiliki Kebanggaan Terhadap Profesinya
10) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
Motivasi instrinsik yang dapat dilihat dari etos kerja seorang guru profesional ditunjukkan pada nomor…
1), 2), 3), 4)
1), 3), 4), 5)
6), 7), 8), 9)
4), 5), 6), 7)
1), 5), 7), 10)
Pada UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menempatkan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sangat urgen. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk …
Meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
Mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Meningkatkan dan memelihara citra profesi
Meningkatkan kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga professional, dibuktikan dengan …
Ijasah akademik pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat
Mengikuti pendidikan dan pelatihan
Peran sebagai agen pembelajaran
Sertifikat pendidik
kompetensi
Baca lah informasi berikut: 1) Belajar tanpa batas sesuai minat 2) Keterampilan belajar mandiri (self-motivated learning) 3) Banyak belajar dari berbagai sumber (cetak maupun elektronik) 4) Berpikir analitis dalam penyelesaian masalah 5) Kreatifitas dan inovasi 6) Komputer dan literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan penting abad 21 yang sangat relevan menjadi orientasi pembelajaran di Indonesia adalah…
1) dan 2)
2) dan 3)
3 dan 4)
1) dan 5)
4) dan 6)
Dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas, yang memegang peranan sangat penting adalah sumberdaya manusia, dari kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Faktor yang paling esensial dalam proses pendidikan adalah manusia yang ditugasi dengan pekerjaan untuk menghasilkan perubahan yang telah direncanakan pada anak didik. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan …
Guru harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Kepala sekolah harus menjalankan tugasnya secara maksimal dan bersungguh-sungguh
Tenaga pendidik dan kependidikan harus mengikuti perubahan
Perencanaan Pendidikan penting dilakukan
Perubahan harus dicegah dalam dunia pendidikan
Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. Satu diantara 10 Kode Etik Guru di bawah ini adalah …
Aktif dalam organisasi guru (PGRI)
Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
Mengkritisi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan
Menjaga jarak hubungan baik dengan orangtua siswa dan masyarakat sekitarnya
Membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak
Pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesi bagi guru pembelajar (PPGP) mencakup kegiatan perencanaan yang diawali dari hasil evaluasi diri, Uji kompetensi guru (UKG), dan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) oleh Kepala Sekolah dan/atau tim penilai sekolah pada pelaksanaan pembelajaran di kelas dan tugas lainnya. Manfaat dari hasil evaluasi diri adalah …
Guru berhasil membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seeutuhnya yang berjiwa pancasila
Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
Guru memperhatikan peserta didik dalam belajar
Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan meningkatkan mutu dan martabat profesi
Guru mampu meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian untuk pelaksanaan pembelajaran yang berdampak pada pengembangan kariernya.
Penilaian Kinerja (PK) Guru merupakan acuan bagi sekolah/madrasah untuk menetapkan pengembangan karir dan promosi guru. Bagi guru, PK Guru merupakan pedoman untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai dan merupakan sarana untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan individu dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya. PK Guru dilakukan terhadap kompetensi guru sesuai dengan tugas pembelajaran, pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Khusus untuk kegiatan pembelajaran atau pembimbingan, kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007. Pernyataan yang tepat berdasarkan pernyataan di atas adalah …
PK Guru merupakan acuan bagi sekolah/madrasah untuk menetapkan kesejahteraan guru
PK Guru sebagai acuan bagi sekolah/madrasah untuk menetapkan pengembangan karir dan promosi guru
PK Guru merupakan pedoman untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai dan merupakan sarana untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik selama proses pembelajaran
Kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah kompetensi profesional
PK Guru yang paling besar nilainya adalah Publikasi Ilmiah, Karya Inovatif
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Yang termasuk kategori publikasi ilmiah adalah…
Presentasi pada forum ilmiah dari hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan formal.
Pengembangan kurikulum, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pengembangan bahan ajar
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran
Penemuan teknologi tepat guna dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran
Secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya
PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. Yang bukan tujuan dari dilaksanakannya penelitian tindakan kelas yaitu ....
Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas
Untuk peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus-menerus
Untuk meningkatkan sikap profesional pendidik
Untuk peningkatan mutu dan kinerja guru sebagai ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan
Untuk peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajaran
Secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilakukan dalam Penelitian tindakan Kelas, yaitu:
(1) perencanaan (planning),
(2) pelaksanaan (acting),
(3) pengamatan (observing), dan
(4) refleksi (reflecting).
Pertanyaan yang tidak tepat dari perencanaan Penelitian Tindakan Kelas adalah …
Perencanaan selalu mengacu kepada tindakan apa yang dilakukan, dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana obyektif dan subyektif.
Dalam perencanaan perlu dipertimbangkan tindakan khusus apa yang dilakukan, apa tujuannya.
Dalam perencanaan perlu disusun gagasan-gagasan dalam bentuk rencana yang dirinci
Hal-hal yang tidak penting dihilangkan, pusatkan perhatian pada hal yang paling penting dan bermanfaat bagi upaya perbaikan
Tidak perlu didiskusikan dengan guru yang lain
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang disusun berdasarkan fakta atau analisa, disajikan dengan menggunakan bahasa baku dan memberikan informasi yang bersifat obyektif dan rasional. Untuk memahami lebih mendalam tentang karya tulis ilmiah, setidaknya perlu dipahami karakteristik penulisannya. Dengan memahami hal ini, dapat memberikan bekal bagi kita untuk dapat membedakannya dengan karya tulis lainnya, Yang bukan termasuk karakteristik penulisan karya ilmiah adalah …
Karya ilmiah adalah tulisan yang disusun secara sistemaits,
Karya ilmiah adalah tulisan yang logis dan rasional yang didukung oleh fakta, yaitu berupa fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dengan mengikuti metodologi penulisan ilmiah yang benar.
Karya ilmiah adalah tulisannya cukup dimuat data dari teori-teori
Karya ilmiah adalah tulisan yang mengikuti metodologi penulisan ilmiah yang benar
Karya ilmiah adalah tulisan yang dilandasi oleh hasil pengamatan, penelitian dan/atau pemikiran yang mendalam
Measurement, assessment, dan evaluation adalah tiga istilah yang sering muncul ketika membahas tentang evaluasi pendidikan dan pembelajaran, tetapi ketiganya memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan tentang ketiga istilah tersebut dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran
1. Evaluasi tidak mungkin dapat dilakukan tanpa melalui kegiatan pengukuran dan penilaian
2. Penilaian adalah kegiatan yang lebih komprehensif dari pengukuran dan evaluasi
3. Penilaian merupakan kegiatan yang dapat dilakukan setelah melakukan kegiatan pengukuran
4. Evaluasi pembelajaran dapat dilakukan hanya berdasarkan kepada hasil pengukuran kognitif
5. Pengukuran adalah kegiatan awal dalam proses evaluasi Pendidikan
Pernyataan yang benar dari kesimpulan di atas adalah…
1, 3, dan 5 benar
2, 4, dan 5 benar
1, 2, dan 3 benar
1, 3, dan 5 benar
2, 3 dan 5 benar
Essay dan multiple choice adalah dua bentuk soal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari essay menjadi kekurangan dari multiple choice, sebaliknya kelebihan dari multiple choice menjadi kelemahan dari essay. Berikut ini adalah salah satu kelemahan paling utama dari essay yang juga menjadi kelebihan paling utama dari multiple choice, yaitu:
Penilaiannya subjektif, karena sangat tergantung pada siapa yang menilai
Dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa secara mendalam
Tingkat keterwakilan materi rendah
Penilaiannya sulit dan cenderug lama
Jarang digunakan untuk ujian yang skalanya nasional
Ada dua standar penilaian yang dapat digunakan, yaitu standar absolut dengan standar relative. Standar absolut adalah standar penilaian yang mengacu pada standar yang sudah ditetapkan oleh guru, sedangkan standar relative didasarka pada nilai rata-rata dalam kelompoknya. Berikut ini adalah implikasi yang akan muncul dengan menggunakan standar absolut, kacuali ….
Kurva nilai akan menunjukkan kurva normal (nilai siswa tersebar antara rendah, sedang, dan tinggi)
Kurva nilai akan menunjukkan juling ke kanan (jika nilai siswa lebih banyak yang tinggi)
Kurva nilai akan menunjukkan juling ke kiri (jika nilai siswa lebih banyak yang rendah)
Kurva nilai akan menunjukkan kurva datar (jika nilai siswa seimbang antara yang rendah, sedang, dan tinggi)
Kurva nilai hanya akan menunjukkan kurva normal saja
Penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik, melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai. Sesuai dengan KI dan KD nya, ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pendekatan penilaian autentik, baik yang bersifat tes maupun non tes. Untuk mengukur kompetensi keterampilan, teknik yang dapat digunakan adalah….
Observasi, praktik, dan tes essay
Penilaian diri, observasi, dan jurnal
Praktik, penilaian antar peserta didik, dan tes tertulis
Observasi, Portofolio, dan projek
Projek, produk, dan portofolio
Penilaian dalam Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan autentik yang sedikit berbeda dengan penilaian pada kurikulum sebelumnya. Ada beberapa karakteristik penilaian pembelajaran yang menggunakan pendekatan autentik sebagaimana berikut, kecuali….
Penilaian terhadap kemampuan berpikir siswa lebih diutamakan dibandingkan dengan penilaian pada aspek lainnya
Penilaian dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik
Penilaian dilakukan secara komprehensif untuk menilai dari masukan, proses dan keluaran yang mengukur hasil belajar peserta didik
Penilaian dilakukan terhadap seluruh aspek peserta didik, terutama kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam kehidupan nyata di sekitarnya
Penilaian dilakukan dengan menggunakan banyak teknik yang mampu menunjukkan hasil belajar siswa
Sesuai dengan tuntutan abad 21, proses pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki kompetensi 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Perubahan tuntutan kompetensi tersebut berimplikasi terhadap perubahan alat evaluasi atau bentuk soalnya, dimana penilaian kompetens berpikir sekarang juga haru berorientasi pada kemampuan Higher Order Thingking Skills (HOTS). Ada beberapa karakteristik soal HOTS sebagaimana berikut ini, kecuali ….
Pertanyaan berbasis masalah kontekstual
Pertanyaan mendorong siswa untuk mengingat dan menghafal
Pertanyaan mengukur kemampuan tingkat analisis dan evaluasi
Pertanyaan mendorong siswa untuk memecahkan masalah
Pertanyaan mendorong siswa untuk mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda
Dalam mengembangkan alat evaluasi tes maupun non tes, ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh guru. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengembangan tes hasil pembelajaran: 1. Membuat table spesifikasi soal 2. Merumuskan indikator penilaian 3. Melakukan uji coba soal 4. Merumuskan soal 5. Malakukan analisis butir soal 6. Memperbaiki soal 7. Melaksanakan tes 8. Menafsirkan hasil tes. Dari langkah-langkah di atas, langkah yang benar menurut urutannya adalah
1, 2, 4, 3, 5, 6, 7, dan 8
2, 1, 4, 3, 5, 6, 7, dan 8
3, 4, 1, 2, 5, 6, 7, dan 8
2, 1, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8
1, 2, 4, 3, 5, 6, 7, dan 8
Setelah melakukan tes hasil belajar, ada beberapa analisis soal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan soal yang baik, yaitu analisis tingkat kesukaran, daya pembeda soal, pola jawaban soal, validitas item soal dan reliabilitas tes. Analisis tes hasil belajar yang menunjukkan bahwa soal itu baik karena dijawab benar oleh siswa minimal 30% dan maksimal 70% adalah….
Analisis validitas item tes
Analisis tingkat kesukaran
Analisis daya beda soal
Analisis pola jawaban soal
Analisis reliabilitas tes
Jika kriteria selalu 4, sering 3, jarang 2, dan tidak pernah 1, maka nilai sikap spritualitas siswa tersebut adalah….
75
84
81
80
78
Nama Allah al-Rahmān ini secara umum diterjemahkan secara umum dengan makna Maha Pengasih. Namun makna ini tidak bisa menggambarkan ke-Maha Pengasih-an Allah. Allah lebih dari hanya sekadar mengasihi, bahkan Allah tidak pilih kasih. Nama al-Rahmān ini juga nama yang Allah perkenalkan sendiri melalui Al-Qur’an, khususnya dalam surah Al-Isra ayat 110 sebagai berikut:
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ ...
Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah al-Rahmān. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-Asmā' al-Ḥusnā (nama-nama yang terbaik)." (Q.S. Al-Isra: 110).
Berikut ini adalah contoh yang membuktikan bahwa Allah memiliki sifat al-Rahmān (Maha Pengasih), kecuali ...
Allah memberikan oksigen kepada seluruh makhluk hidup yang membutuhkan setiap hari
Allah memberi makan kepada hewan yang ada di laut tanpa ada yang kekurangan
Allah memberikan ketenangan hati kepada orang-orang yang taat
Allah menjaga bayi yang ada dalam kandungan melalui kokohnya rahim
Allah menurunkan hujan sesuai takarannya dan menjadi berkah bagi seluruh alam
Menyusul kebijakan Kemdukbud tetang kurikuum Merdeka Belajar, salah satu implikasinya adalah dihilangkannya Ujian Nasional (UN) dan diganti dengan Asesmen Nasional (AN). Berikut ini adalah perbedaan di antara kedua sistem penilaian tersebut, kecuali….
UN menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa, sedangkan AN tidak menjadi dasar kelulusan seorang siswa
UN dilakukan terhadap seluruh siswa, sedangkan AN dilakukan secara sampel dan random
UN menghasilkan informasi tentang kemampuan hasil belajar masing-masing siswa, sedangkn AN menghasilkan informasi tentang kualitas pembelajaran secara keseluruhan
UN sasarannya adalah siswa, sedangkan AN sasarannya adalah siswa, guru dan kepala sekolah
UN melakukan penilaian hanya berdasarkan aspek kognitif, sedangkan AN melakukan penilaian terhadap seluruh aspek kompetensi
Salah satu bentuk Asesmen Nasional adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yaitu penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua siswa untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Berikut ini adalah beberapa karakteristik AKM kecuali….
AKM dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Komponen AKM adalah konten, proses kognitif, dan konteks
Hasil AKM dilaporkan dalam empat kelompok yang menggambarkan tingkat kompetensi yang berbeda. Urutan tingkat kompetensi dari yang paling kurang adalah: 1) Perlu Intervensi Khusus, 2) Dasar, 3) Cakap, 4) Mahir.
AKM mengukur hasil belajar pada aspek kognitif, sosial, dan emosional
AKM mengukur dua kompetensi dasar, yaitu Literasi Membaca dan Literasi Numerasi
Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif, salah satu instrument yang digunakan adalah Asesmen lingkungan sekolah yang menilai tentang…
Kompetensi Literasi Membaca
Karakteristik input dan proses pembelajaran
Kompetensi siswa dalam aspek kognitif
Kompetensi Literasi Numerasi
Karakteristik siswa dalam aspek sosial emosional
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah Asy-Syu'ara [26] ayat 63 berikut ini!
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar Ayat tersebut menerangkan sebuah kisah masa lalu yang bisa dijadikan pelajaran bagi umat Nabi Muhammad saw., dengannya dapat diketahui kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Musa a.s.
Penjelasan yang bisa menggambarkan makna mukjizat adalah ....
Kemampuan yang dimiliki orang yang Allah kehendaki, sebagai bukti ketakwaannya
Kehebatan yang Allah titipkan kepada utusan Allah, sebagai senjata dalam menjalankan tugas di muka bumi
Kejadian mistis yang tidak biasa terjadi bagi siapa saja yang mempelajari dan mengamalkannya
Peristiwa luar biasa yang terjadi dari seseorang Nabi, sebagai bukti kenabiannya, sebagai tantangan terhadap orang yang meragukannya
Peristiwa hebat yang terjadi dari orang yang taat kepada Allah, sebagai penguat keimanannya
