NEW
Font size
WorksheetsUTS Komunikasi Terapeutik Keperawatan
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Apa tujuan utama komunikasi terapeutik dalam keperawatan?
Membantu perawat mengontrol situasi pasien
Memperoleh informasi pribadi pasien
Meningkatkan hubungan emosional antara perawat dan pasien
Membantu pasien mencapai kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial
Mengurangi pekerjaan administratif perawat
Dalam komunikasi terapeutik, apa yang dimaksud dengan empathy?
Memberikan simpati pada pasien
Berbicara dengan pasien tentang perasaan perawat
Mengerti perasaan pasien tanpa harus berbagi pengalaman yang sama
Mengerti perasaan pasien dan ikut terlarut dalam kesedihan pasien
Membantu pasien mengatasi masalah secara mandiri
Elemen penting dalam komunikasi terapeutik yang mencakup active listening adalah:
Membantu pasien dengan memberikan saran langsung
Menjawab semua pertanyaan pasien dengan cepat
Menggunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan perhatian
Memahami pesan verbal dan nonverbal pasien secara penuh
Menghindari percakapan pribadi
Mengapa self-awareness penting dalam komunikasi terapeutik?
Agar perawat dapat mengontrol pasien
Agar perawat dapat mengenali bias dan persepsi pribadinya
Agar pasien dapat lebih memahami perawat
Agar perawat bisa menunjukkan profesionalisme
Agar komunikasi menjadi lebih formal
Perawat yang memiliki tingkat self-awareness yang baik ditandai oleh:
Menghindari konflik dengan pasien
Berfokus sepenuhnya pada masalah pasien tanpa memikirkan dirinya sendiri
Mengenali reaksi emosionalnya terhadap situasi tertentu dan mengelolanya dengan baik
Memiliki hubungan personal yang baik dengan pasien
Tidak melibatkan emosi dalam perawatan pasien
Pernyataan berikut yang paling menggambarkan hubungan antara self-awareness dan komunikasi terapeutik adalah:
Self-awareness membantu pasien membuka diri pada perawat
Self-awareness memungkinkan perawat memahami dampak emosinya terhadap hubungan dengan pasien
Self-awareness membuat komunikasi menjadi lebih langsung
Self-awareness mendorong pasien untuk berempati pada perawat
Self-awareness lebih penting daripada teknik komunikasi lainnya
Salah satu karakteristik utama perawat yang efektif dalam hubungan terapeutik adalah:
Ketelitian dalam mengumpulkan data pasien
Kemampuan menunjukkan sikap menghargai dan menerima pasien tanpa syarat
Memberikan saran yang terbaik untuk pasien
Mampu memberikan penilaian terhadap perilaku pasien
Mengendalikan percakapan selama sesi komunikasi
Peran ketulusan (genuineness) dalam hubungan terapeutik melibatkan:
Perawat bersikap tulus dan menunjukkan keaslian dalam setiap interaksi dengan pasien
Perawat memberikan informasi dengan cepat dan efisien
Perawat membatasi keterbukaan emosional dalam interaksi
Perawat mendorong pasien untuk berbicara lebih banyak
Perawat memberikan pujian untuk meningkatkan motivasi pasien
Karakteristik penting lain dalam hubungan terapeutik adalah kepercayaan. Kepercayaan dapat dibangun melalui:
Menjaga jarak profesional dengan pasien
Menunjukkan konsistensi dan keandalan dalam tindakan dan komunikasi
Menghindari topik sen
eutik adalah kepercayaan. Kepercayaan dapat dibangun melalui:
Menjaga jarak profesional dengan pasien
Menunjukkan konsistensi dan keandalan dalam tindakan dan komunikasi
Menghindari topik sensitif dalam percakapan
Memberikan hadiah kepada pasien
Menggunakan teknik komunikasi nonverbal secara eksklusif
Teknik komunikasi terapeutik yang melibatkan parafrase pernyataan pasien untuk memastikan pemahaman disebut:
Refleksi
Restatement
Validasi
Klarifikasi
Penguatan positif
Ketika perawat menggunakan teknik diam dalam komunikasi terapeutik, tujuan utamanya adalah:
Menghindari percakapan yang tidak nyaman
Memberikan waktu kepada pasien untuk berpikir dan merespons
Menghindari memberikan saran
Membatasi pembicaraan pasien
Mengurangi intensitas emosi dalam percakapan
Salah satu contoh teknik komunikasi terapeutik adalah memberikan dorongan minimal. Contoh kalimat yang tepat untuk teknik ini adalah:
"Menurut saya, Anda harus mencoba hal ini."
"Lanjutkan, saya mendengarkan."
"Bagaimana perasaan Anda tentang hal ini?"
"Apakah Anda merasa keputusan ini tepat?"
"Coba pikirkan lagi keputusan tersebut."
Teknik klarifikasi dalam komunikasi terapeutik bertujuan untuk:
Memastikan bahwa pesan pasien dipahami dengan benar oleh perawat
Memberikan saran yang spesifik untuk pasien
Meningkatkan rasa percaya diri pasien
Menyimpulkan percakapan yang telah dilakukan
Mengarahkan percakapan ke topik yang lebih spesifik
Saat pasien mengatakan, "Saya merasa hidup saya tidak berarti," pernyataan berikut yang menunjukkan teknik refleksi adalah:
"Mengapa Anda merasa seperti itu?"
"Apa yang membuat Anda merasa seperti itu?"
"Anda merasa hidup Anda tidak berarti."
"Cobalah untuk memikirkan hal positif dalam hidup Anda."
"Saya yakin Anda bisa melewati ini."
Tahap pertama dalam komunikasi terapeutik adalah:
Tahap orientasi
Tahap kerja
Tahap prainteraksi
Tahap terminasi
Tahap kolaborasi
Pada tahap orientasi, tujuan utama perawat adalah:
Membangun hubungan saling percaya dengan pasien
Mengidentifikasi masalah utama pasien
Memberikan dukungan emosional kepada pasien
Mengevaluasi kemajuan pasien
Menyelesaikan konflik yang mungkin muncul
Apa fokus utama tahap kerja dalam komunikasi terapeutik?
Menyusun rencana perawatan pasien
Membantu pasien mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan perilaku mereka
Meningkatkan rasa percaya diri pasien
Menyelesaikan hubungan dengan pasien
Mengevaluasi hasil komunikasi terapeutik
Pada tahap terminasi, hal yang perlu diperhatikan oleh perawat adalah:
Menghindari percakapan emosional dengan pasien
Memberikan nasihat terakhir kepada pasien
Menyimpulkan hasil perawatan dan mendiskusikan langkah selanjutnya
Mengakhiri hubungan terapeutik dengan cara yang positif dan terstruktur
Membiarkan pasien menentukan akhir dari hubungan terapeutik
Tahapan komunikasi terapeutik yang bertujuan untuk membantu perawat mempersiapkan diri sebelum bertemu pasien adalah:
Tahap kerja
Tahap prainteraksi
Tahap orientasi
Tahap terminasi
Tahap evaluasi
Tahap komunikasi yang bertujuan untuk mengekplorasi perasaan klien dan menetapkan kontrak dalam interaksi perawat dengan pasien adalah:
Tahap kerja
Tahap prainteraksi
Tahap orientasi
Tahap terminasi
Tahap evaluasi
Teknik diam dalam komunikasi terapeutik bertujuan untuk:
Mengalihkan perhatian pasien dari masalah yang sulit dibahas
Memberikan kesempatan kepada perawat dan klien untuk mengorganisasi pikirannya
Menjaga hubungan profesional dengan pasien
Mengubah topik pembicaraan secara halus
Memberikan waktu kepada perawat untuk berpikir
Apa tujuan utama penggunaan teknik pemberian informasi dalam komunikasi terapeutik?
Meningkatkan rasa percaya pasien pada perawat
Membantu pasien membuat keputusan berdasarkan fakta yang akurat
Mengurangi kecemasan pasien terhadap perawatan
Mengendalikan perilaku pasien selama sesi
Menyederhanakan proses komunikasi
Saat pasien mengungkapkan kekhawatiran, teknik komunikasi terapeutik yang tepat untuk membantu pasien mengidentifikasi perasaannya adalah:
Restatement
Klarifikasi
Accepting
Refleksi
Penguatan positif
Ketika perawat menggunakan teknik exploring, tujuan utamanya adalah:
Membantu pasien mengeksplorasi lebih dalam pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka
Memberikan dukungan emosional kepada pasien
Memastikan pasien memahami arahan perawat
Menutup percakapan yang sudah selesai
Mengarahkan pasien untuk menyelesaikan masalahnya sendiri
Teknik komunikasi terapeutik yang tidak dianjurkan adalah:
Memberikan dorongan minimal
Memberikan empati
Menggunakan klarifikasi
Memberikan janji yang tidak realistis
Melakukan refleksi
Hal penting yang perlu dilakukan perawat pada tahap terminasi adalah:
Menghindari pembahasan emosi pasien
Mengevaluasi kemajuan pasien dan merencanakan langkah lanjutan
Menyimpulkan sesi dengan cepat
Mengakhiri komunikasi secara mendadak
Membatasi komunikasi hanya pada hal-hal positif
Pada tahap kerja, perawat dapat menggunakan teknik berikut untuk membantu pasien memahami masalahnya:
Penguatan positif
Refleksi dan eksplorasi
Memberikan saran langsung
Mengalihkan pembicaraan
Mengarahkan pasien untuk membuat keputusan cepat
Tahapan komunikasi terapeutik yang bertujuan untuk membangun tujuan bersama disebut:
Tahap orientasi
Tahap prainteraksi
Tahap kerja
Tahap evaluasi
Tahap terminasi
Mengapa tahap prainteraksi penting dalam komunikasi terapeutik?
Membantu pasien mengenali kebutuhannya
Membantu perawat memahami informasi awal tentang pasien dan mempersiapkan diri secara emosional
Memberikan perawat waktu untuk menetapkan diagnosis
Membantu pasien memulai hubungan dengan perawat
Memastikan bahwa tujuan perawatan sudah tercapai
Saat perawat mendiskusikan tujuan hubungan terapeutik dengan pasien, hal ini dilakukan pada tahap:
Orientasi
Prainteraksi
Kerja
Terminasi
Kolaborasi
Pentingnya keterbukaan dalam hubungan terapeutik adalah untuk:
Membantu pasien menjadi lebih percaya diri
Menciptakan hubungan saling percaya antara perawat dan pasien
Mengurangi beban emosional perawat
Memberikan solusi terbaik untuk pasien
Membantu perawat mengendalikan percakapan
Sikap yang harus dihindari dalam hubungan terapeutik adalah:
Mendengarkan aktif
Menunjukkan empati
Menghakimi pasien berdasarkan keputusan mereka
Memberikan informasi yang relevan
Membangun kepercayaan
Hubungan terapeutik antara perawat dan pasien dapat dipengaruhi oleh:
Usia pasien
Riwayat penyakit pasien
Sikap dan keterampilan komunikasi perawat
Harapan keluarga pasien
Ketersediaan fasilitas medis
Dalam hubungan terapeutik, peran utama perawat adalah:
Menjadi teman bagi pasien
Menjadi fasilitator dalam proses penyembuhan pasien
Memberikan saran terbaik kepada pasien
Mengarahkan pasien ke keputusan yang benar
Menjadi pendengar pasif bagi pasien
Teknik terapeutik yang bertujuan untuk mendorong pasien agar berbicara lebih lanjut disebut:
Validasi
Parafrasa
Dorongan minimal
Refleksi
Klarifikasi
Perawat menggunakan teknik komunikasi "mengulang kembali" pernyataan pasien. Hal ini dilakukan untuk:
Mengarahkan pasien agar setuju dengan pandangan perawat
Mengoreksi kesalahan dalam pemahaman pasien
Memastikan bahwa pesan pasien dipahami dengan benar
Mengurangi kecemasan pasien terhadap masalahnya
Mempercepat proses komunikasi
Contoh pernyataan yang menggunakan teknik klarifikasi adalah:
"Apa yang Anda maksudkan dengan merasa 'kosong'?"
"Coba ulangi perasaan Anda tadi."
"Jadi, Anda mengatakan bahwa hidup ini sulit."
"Saya akan mendengarkan lebih lanjut."
"Lanjutkan cerita Anda, saya mendengarkan."
Teknik yang digunakan untuk membantu pasien menghubungkan pengalaman masa lalu dengan situasi saat ini disebut:
Dorongan minimal
Refleksi
Validasi
Klarifikasi
Penguatan positif
Pada tahap kerja, perawat harus menghindari:
Menggunakan teknik eksplorasi
Memberikan saran langsung tanpa mempertimbangkan pandangan pasien
Membantu pasien mengidentifikasi perasaannya
Menawarkan dorongan positif
Membantu pasien menetapkan tujuan
Tahapan komunikasi terapeutik yang membutuhkan evaluasi hasil perawatan adalah:
Tahap orientasi
Tahap terminasi
Tahap kerja
Tahap prainteraksi
Tahap refleksi
Pada tahap terminasi, bagaimana perawat memastikan bahwa pasien siap mengakhiri hubungan terapeutik?
Dengan memberikan janji untuk terus membantu pasien
Dengan membatasi pembicaraan emosional
Dengan mengevaluasi apakah pasien mencapai tujuan yang telah disepakati
Dengan meminta pasien untuk menyimpulkan hasil percakapan
Dengan memberikan informasi baru tentang perawatan
Pada tahap orientasi, pernyataan perawat yang tepat untuk membangun hubungan saling percaya adalah:
"Ceritakan semua masalah Anda sekarang."
"Saya di sini untuk membantu Anda selama perawatan ini."
"Mari kita diskusikan rencana perawatan Anda."
"Anda dapat mempercayai saya untuk membantu Anda mengatasi masalah ini."
"Bagaimana saya dapat membuat Anda merasa lebih nyaman hari ini?"
Tahap prainteraksi dalam komunikasi terapeutik memungkinkan perawat untuk:
Memberikan intervensi segera
Mempelajari informasi awal tentang pasien dan mempersiapkan diri secara profesional
Membantu pasien mengatasi kecemasan
Mengevaluasi hasil komunikasi dengan pasien
Memastikan bahwa tujuan komunikasi telah tercapai
Contoh kegiatan perawat pada tahap kerja adalah:
Menyimpulkan hasil komunikasi
Membantu pasien mengidentifikasi pola pikir dan perilakunya
Memberikan saran kepada pasien untuk membuat keputusan
Menetapkan tujuan komunikasi terapeutik
Mencatat riwayat kesehatan pasien
Apa fokus utama pada tahap orientasi dalam komunikasi terapeutik?
Mengevaluasi hasil komunikasi
Membentuk hubungan saling percaya dan mengidentifikasi tujuan
Membantu pasien mengeksplorasi masalahnya
Merangkum percakapan untuk menyimpulkan sesi
Memberikan informasi tentang langkah-langkah perawatan
Sikap perawat dalam berkomunikasi salah satunya adalah harus mempertahankan kontak mata. Apa tujuan dari sikap tersebut
mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan
relaksasi dalam memberikan respons pada klien
menunjukkan keterbukaan perawat dalam berkomunikasi.
menunjukkan keinginan untuk mengatakan
atau mendengarkan sesuatu.
Perawat dapat melihat secara jelas apa yang tampak secara verbal maupun nonverbal klien
Menghargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi
Pada tahap terminasi, perawat dapat menggunakan teknik berikut untuk memudahkan perpisahan:
Merangkum pencapaian pasien dan menyampaikan harapan positif untuk masa depan
Membatasi komunikasi dengan pasien
Memberikan informasi baru tentang perawatan
Menghindari pembahasan masalah yang belum terselesaikan
Membiarkan pasien menentukan akhir sesi secara spontan
Peran utama perawat pada tahap kerja adalah:
Menyelesaikan hubungan terapeutik
Mengumpulkan informasi dasar tentang pasien
Membantu pasien mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka serta mencapai tujuan yang telah disepakati
Memberikan penilaian terhadap perilaku pasien
Meningkatkan hubungan emosional dengan pasien
Apa yang harus dilakukan perawat pada akhir tahap terminasi untuk menjaga kesinambungan perawatan pasien?
Memberikan janji bahwa pasien dapat kembali kapan saja
Meninggalkan pasien tanpa penutupan formal
Mengarahkan pasien ke sumber daya atau layanan lanjutan yang sesuai
Membahas topik baru untuk komunikasi berikutnya
Memberikan penghargaan kepada pasien untuk kemajuannya
