NEW
Font size
WorksheetsTO 2 UP PPG PAI 2024
Total questions: 40
Worksheet time: 22mins
Bapak Ahdan merupakan seorang karyawan BUMN dengan penerimaan tiap bulannya adalah 12.940.000,- dan pengeluaran tiap bulannya adalah 6.000.000,- sehingga penghasilan netto tiap bulannya adalah Rp. 6.940.000,-. Hasil netto Rp. 6.940.000,- ini bila dikalikan 12 bulan, maka totalnya adalah = Rp. 83.280.000,-. Dengan demikian, zakat profesi Bapak Ahdan tiap bulannya adalah sebesar:
Rp. 183.500,-
Rp. 2.082.000,-
Rp. 173.500,-
Rp. 180.000,-
Rp. 175.500,-
Pendistribusian zakat untuk mustahiq potensial dapat diberikan dengan cara melihat potensinya. Bapak Bakar yang pandai berdagang dapat diberikan dengan bentuk pemberian modal dagang. Sementara bagi Si Fasa yang masih muda dan yang cemerlang otaknya, maka zakat dapat diberikan dalam bentuk beasiswa. Dari sistem pemberian zakat kepada Bapak Bakar dan Si Fasa ini, maka bentuk dan macam pemberian zakat disebut:
Keduanya Produktif kreatif
Keduanya konsumtif tradisional
Produktif kreatif dan konsumtif kreatif
Keduanya konsumtif kreatif
Produktif konsumtif dan konsumtif tradisional
«اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ (البخارى ومسلم)
Hadis ini berfungsi memperkuat ayat Al-Quran, di antaranya yang disebutkan di dalam Surat Al-An’am ayat 152: وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚ ( الانعام/6: 152), yakni tentang larangan:
Syirik
Menuduh wanita shalihah berbuat zina
Lari dari medan peperangan
Makan riba
Makan harta anak yatim
أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: أنا و كافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بأُصبعيه بالسبابة والوسطى (رواه البخاري)
Hadis ini menginformasikan kedudukan dan balasan para pemelihara (penanggung kehidupan dan pendidikan) anak yatim besok di akhirat, yaitu:
Berdampingan di sorga bersama sahabat Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama para ummahat
Berdampingan di sorga bersama ummul mukminat
Berdampingan di sorga bersama Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama umat Nabi Saw
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاء وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (أخرجه أبو داود).
Hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini memerinci kedudukan dan keutamaan para pencari ilmu dan orang-orang berilmu. Para pencari ilmu dipermudah perjalanannya menuju sorga dan para malaikat merendahkan sayapnya sebagai tanda keridhaan mereka terhadap para pencari ilmu. Adapun kedudukan/keutamaan orang-orang berilmu/ulama adalah:
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, kecuali ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding para pencari ilmu; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut yang dimintakan ampun; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan perintis para nabi
قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ini dinilai dhaif oleh Ibnu Majah sendiri. Namun, hadis ini sangat populer dan dijadikan dasar hukum di dalam menuntut ilmu. Hal ini dikarenakan:
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat memperlemah jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang tidak serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan hadis lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Umar yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Turmudzi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur yang sama, yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Kitab tafsir berikut ini: al-Insan fi al-Qur’an dan al-Mar’ah fi al-Qur’an; al-Riba fi al-Qur’an; Tafsir Ahkam al-Qur`an, dan al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, merupakan kitab tafsir yang penafsirannya menggunakan langkah-langkah, di antaranya: a. Menetapkan masalah yang akan dibahas. b. Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. c. Menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. d. Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. e.Melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan. Kitab-kitab tafsir termasuk yang menggunakan metode penafsiran:
Tahlili
Maudhu’i
Qira’ati
Ra’yi
Al-Ma’tsur
يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ مَنْ يَّأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُّضٰعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا ۔ ٣٠ ( الاحزاب/33: 30)
Artinya: “Wahai istri-istri Nabi, siapa di antara kamu yang melakukan perbuatan keji yang nyata, pasti azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Hal yang demikian itu sangat mudah bagi Allah” (Al-Ahzab/33:30). Bila ayat ini diuraikan secara terperinci, kata demi kata, dengan perspektif bahasa dan etika, dan penafsirannya dikelompokkan dengan ayat-ayat yang lafal/kalimatnya sama, maka penafsiran model ini termasuk tafsir:
Bi al-ra’yi wa al-ijtihadi
Bi al-ra’yi wa al-tahlili
Bi al-tahtili wa al-ra’yi
Bi al-tahlili wa al-ma’tsur
Bi al-tahlili wa al-maudhu’i
ٰمٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ ( الفاتحة/1: 4)
Terjemahan ayat ke-4 di Surat Al-Fatihah itu adalah: “Pemilik hari Pembalasan.” Sayyid Qutub dalam kitab tafsir Fi Zilal al-Qur’an menjelaskan bahwa lafal malik (ملك) bermakna "penguasa atau yang menguasai." Dengan demikian, maksud ayat itu adalah {Tuhan) yang menguasai hari pembalasan atau Penguasa hari pembalasan. Kalimat “hari pembalasan” bukan saja menunjukkan derajat kuasa yang paling tinggi, tetapi juga penekanan untuk mempercayai adanya hari akhirat, hari dipenuhinya balasan. Penekanan pada hari akhirat (hari pembalasan) ini disebabkan tidak semua orang percaya akan adanya hari akhirat (hari pembalasan), meski percaya akan hancurnya alam semesta. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa Allah adalah Tuhan (pencipta dan pemelihara) seluruh alam semesta, tetapi tidak sertamerta mereka percaya bahwa Allah adalah Sang Penguasa hari pembalasan. Penafsiran model ini termasuk kategori tafsir:
Bi al-ijtihadi
Bi al-haditsi
Bi al-isyari
Bi al-ra’yi
Bi al-ma’tsuri
Di dalam Al-Quran ada ayat-ayat yang bersifat muhkamat dan ada yang bersifat mutasyabihat, meski ayat dalam kategori ini tidak banyak. Contoh ayat dengan lafal muhkamat, seperti lafal “dirikanlah shalat” (أقيموا الصلوة), “tunaikanlah zakat” (ءاتوا الزكوة), “penuhilah janji” (أوفوا بالعهد), dan “berbuat adillah” (اعدلوا). Ayat-ayat ini disebut ayat muhkamat dikarenakan:
Makna lahiriah ayat telah jelas keinginannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas maksudnya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas isi kandungannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah disalahpahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah dipahami
Di dalam al-Quran terdapat lafal-lafal yang maknanya masih samar, yang dikenal dengan istilah ayat-ayat mutasyabihat. Misalnya, ayat tentang kursi Allah. M. Quraish Shihab, sebagaimana Al-Thabathaba’i, menakwilkan kata kursi pada Q.S. Al-Baqarah ayat 255 dengan kedudukan Ilahiyah untuk mengendalikan semua makhluk-Nya. Luasnya kursi Allah memiliki makna ketakterhinggaan kekuasaan-Nya. Karena itu, makna kursi pada ayat tersebut adalah kedudukan ketuhanan yang mengendalikan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Melalui penakwilan ini lafal kursi Allah yang secara lahiriah bermakna samar menjadi bermakna jelas dan mudah dimengerti. Dengan demikian, takwil adalah:
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) lain
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang dikandung secara tersembunyi oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang bersifat lahiriah yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Allah Swt. di satu sisi telah menetapkan qadha dan qadar-Nya untuk makhluk-Nya, termasuk manusia. Akan tetapi, qadha dan qadar Allah bersifat ghaib (manusia tidak tahu qadha dan qadar Allah atas dirinya). Karena itu, dalam doktrin Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak boleh menjadikan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Apalagi di dalam ajaran Islam terdapat istilah mukallaf (seseorang yang telah mampu diberi tanggung jawab). Dalam konteks manusia sebagai mukallaf dan dikaitkan dengan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah, maka pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang:
Bebas tanpa batas
Bebas terpaksa
Bebas percaya
Bebas durhaka
Bebas terbatas
Anki memiliki masalah dengan hidungnya. Ada aroma tak sedap keluar dari hidungnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi terhadap hidungnya supaya tidak mengeluarkan aroma tidak sedap. Keinginan Anki termasuk:
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir mubram
Taqdir baik
Taqdir muhram
Hidung yang pesek merupakan bagian dari takdir Allah. Namun, Anki tidak puas dengan bentuk hidungnya yang pesek itu. Anki ingin meubahnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi plastik supaya hidungnya mancung. Oleh Ustadzah Ani, keinginan Anki itu dilarang karena hidungnya yang kurang mancung itu bagian dari:
Taqdir mubram
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir baik
Taqdir muhram
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ustadz Jalil menjelaskan sepuluh tanda akan datangnya hari kiamat kubra kepada peserta didiknya. Dari sepuluh tanda itu ada yang bersifat anugerah, tapi ada yang merupakan muibah. Di akhir pelajaran, peserta didik yang bernama Salim diminta menyebutkan lima tanda akan datangnya hari akhir (kiamat kubra) yang berupa musibah, yaitu:
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., munculnya Yakjuj dan Makjuj, terbitnya matahari dari barat, Prosentase wanita dan pria 50 dibanding 1
Munculnya Imam Mahdi, munculnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya Isa a.s., dibangunnya gedung-gedung pencakar langit, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan kembali kufurnya penduduk bumi
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan merebaknya perzinahan di mana-mana
Munculnya Yakjuj dan Makjuj, Dajjal, Binatang yang dapat berbicara kepada manusia, Runtuhnya Kakbah, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Musibah yang menimpa bumi terjadi saling berganti di mana-mana. Akan tetapi, musibah yang tidak kalah dahsyatnya adalah perilaku menjijikkan yang dilakukan sebagian manusia di atas bumi ini. Boleh dikata, perzinahan telah tersebar di mana-mana. Bahkan, sudah ada negara yang melegalkan perzinahan atau pernikahan antar sejenis. Fenomena ini, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari mengenai tanda-tanda datangnya kiamat, merupakan sebagian dari:
Tanda besar akan datangnya hari kiamat
Tanda kecil akan datangnya hari kiamat
Tidak ada kaitannya dengan akan datangnya hari kiamat
Tanda perbuatan keji manusia sepanjang masa
Tanda manusia masih ada
Mbah Raiso terkenal sebagai orang pintar. Alka mengetahui kepinteran Mbah Raiso itu dari seorang temennya. Karenanya, ketika Alka merasa usaha warungnya tidak ada kemajuan, bahkan cenderung terus merosot, dia mendatangi Mbah Raiso. Oleh Mbah Raiso, Alka diminta menulis qulhu sungsang sebanyak sepuluh tulisan. Tulisan qulhu sungsang itu diminta dilipat dan ditempel di beberapa pojok warungnya, tetapi tidak boleh ada orang yang melihatnya. Alhamdulillah, tiga hari kemudian warung Alka menjadi laris manis. Apa yang dilakukan Alka ini termasuk kategori:
karamah
sihir
mukjizat
ma’unah
hidayah
Sunan Kalijaga atas perintah gurunya, Sunan Bonang, melakukan tapa di pinggir kali. Beliau tidak boleh menghentikan tapanya sebelum diminta berhenti Sunan Bonang. Sunan Kalijaga melakukan tapa itu sampai badannya berlumut dan beliau tidak sakit, apalagi meninggal, padahal tidak makan dan tidak minum. Anugerah untuk Sunan Kalijaga ini merupakan:
Karamah
Ma’unah
Mukjizat
Syarifah
Barakah
Samad didukung teman-temannya melakukan lobi-lobi dan berbagai upaya supaya dia yang dipilih menjadi ketua dewan. Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, dia mendapatkan suara terbanyak. Akan tetapi, tatkala pemilihan calon ketua dia mendapatkan suara terbanyak ketiga. Ternyata, teman-temannya pada mengalihkan pilihannya. Padahal, dia tidak mengeluarkan uang yang sedikit. Dia pun tahu kalau rivalnya yang jadi itu tidak melakukan apa yang dia lakukan. Meski merasa dikhianati, dia tidak berbuat apa-apa. Sebagai orang beriman, akhirnya dia sadar bahwa Sang Penguasa/Raja Sejati adalah Allah Swt. sehingga kekuasaan dan jadi penguasa merupakan:
pemberian milik pelobi Allah Swt
pemberian milik hamba Allah Swt
pemberian milik mutlak Allah Swt
pemberian milik penguasa Allah Swt
pemberian hak Allah Swt
QS. An-Nu/24 ayat 22 yang artinya “... dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” disinyalir diturunkan berkaitan dengan sifat sahabat Abu Bakar r.a., yaitu sifat:
Pendendam
Kedermawanan
Kejujuran
Pemaaf
Kebenaran
Sahabat Bilal r.a. baru saja terlepas dari siksaan tuannya. Hampir sekujur tubuhnya terluka dan melepuh. Melihat kondisi sahabat Bilal r.a. ini, Rasulullah Saw. memeluknya. Dipeluk Rasulullah Saw., sahabat Bilal r.a. terharu dan terasa langsung sembuh. Pelukan Rasulullah Saw. ini merupakan bukti:
Kasih sayangnya
Ketegaran imannya
Ketabahannya menerima cobaan
Tanggung jawabnya
Kerasulannya
Setelah menyimak bacaan ayat Alqur’an Sang Guru yang berbunyi: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين آمنوا وكانوا يتقون, maka peserta didik menyimpulkan bahwa para wali Allah itu karena keimanan dan ketakwaan mereka tidak merasa:
Khawatir (khauf) dan bersenang hati
Khawatir (khauf) dan bersuka ria
Khawatir (khauf) dan bersedih hati
Khawatir (khauf) dan berduka
Khawatir (khauf) dan berbahagia
Kali dan Limah sudah sepuluh tahun menikah, tapi belum juga dikaruniai momongan. Keduanya sudah berusaha berobat ke mana-mana, baik secara medis maupun non-medis, tetapi tetap belum membuahkan hasil. Karena merasa sudah berusaha sangat maksimal, maka keduanya menghentikan usahanya dan sepenuhnya memasrahkan keinginan punya momongan itu kepada Allah Swt. Aneh, setelah keduanya memasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. justeru keduanya dianugerahi momongan. Belajar dari sikap pasrah K dan L ini berarti orang beriman harus:
Berislam
Bertakwa
Berihsan
Ber asa
Bertawakal
Sang Ustadz mengisahkan bahwa di hari Asyura ada seorang pengemis yang meminta sesuatu kepada seorang muslim yang kaya raya. Alih-alih mendapatkan sesuatu, pengemis itu malah dicaci oleh seorang muslim tersebut. Di tengah kekecewaan dan sakit hatinya, pengemis itu ketemu dengan seorang Yahudi. Oleh Sang Yahudi, pengemis itu diberinya semua permintaannya. Di tengah malam tidurnya, Sang Muslim bermimpi mendapatkan istana yang sangat megah, tetapi dia tidak diperkenankan memasukinya. Sementara, dia pun melihat dalam mipinya itu Sang Yahudi justeru disambut dengan istimewa dan langsung diarak ke dalam istana tersebut. Sang Muslim tidak habis pikir tentang anugerah yang diberikan kepada Yahudi tersebut. Tidak lama kemudian, dia mendengar bahwa Sang Yahudi itu telah mengucapkan dua kalimah syahadat. Atas dasar kisah Sang Guru ini, maka peserta didik dapat menyimpulkan bahwa kemuliaan akhlak seseorang:
atas dasar agamanya
atas dasar kebaikan hatinya
atas dasar amal salehnya
atas dasar keimanannya
atas dasar kepeduliannya terhadap sesama
Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah di suatu peperangan tidak jadi membunuh musuhnya karena ketika hendak dibunuh musuh itu meludahinya. Kisah Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah yang mengurungkan niat membunuh musuh yang meludahinya ini sangat tepat untuk disampaikan ke peserta didik supaya:
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling mudah sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu meluapkan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Masuknya Islam ke Australia tidak dibawa oleh dai-dai professional dan para pedagang seperti di Indonesia. Meski belum ada bukti suku Aborigin, suku asli Australia, memeluk Islam, tetapi kita patut bersyukur karena masuknya Islam ke Australia pertama kalinya dibawa oleh:
buruh imigran dari Turki
para penunggang onta dari Pakistan
para penunggang onta dari Afganistan
para buruh dari Libanon
pelaut Makassar
Umat Islam Indonesi harus bangga dan bersyukur dikarenakan perkembangan dan eksistensi Islam di Afrika Selatan tidak terlepas dari peran dua ulama Indonesia, yakni Syekh Yusuf al-Maqassari dan Imam Abdullah Kadi Abdussalam, yang lebih dikenal dengan julukan Tuan Guru. Tuan Guru merupakan orang kedua setelah Syekh Yusuf yang menyebarkan Islam di Afrika Selatan. Keduanya bernasib sama, dibuang Belanda ke Afrika Selatan. Meski sebagai buangan, keduanya tetap menjalankan misi dakwahnya. Bahkan, Tuan Guru—yang dibuang ke Afrika Selatan pada 6 April 1780 karena melawan Belanda bersama Pangeran Tidore dari Kepulauan Ternate dan tiga orang rekan Tuan Guru: Abdul Rauf, Badroedin, dan Nur Al-Iman—merupakan pendiri masjid pertama yang dibangun di Cape Town Afrika Selatan pada tahun 1794. Masjid ini tetap eksis hingga sekarang. Masjid ini diberi nama:
Masjid Awwal
Masjid Awal
Masjid Auwal
Masjid Awwali
Masjid Aulawi
Terdapat beberapa teori yang mengungkap masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara, yaitu: teori Gujarat (India), teori Mekkah, teori Persia, dan teori China. Adapun masuknya Islam ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu: · Jalur Utara, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Damaskus à Bagdad à Gujarat (pantai Barat India) à Srilanka à Indonesia. · Jalur Selatan, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Yaman à Gujarat (pantai barat India) à Srilanka à Indonesia. Atas dasar adanya dua jalur masuknya Islam ke Nusantara ini, maka teori apa pun yang digunakan bahwa Islam di Nusantara berasal dari:
Gujarat
Persia
China
Srilanka
Arab
Dinasti Abbasiyah mewarisi wilayah kekuasaan Bani Umayyah, meski diwarisi melalui proses peperangan. Boleh dikata, Dinasti Abbas tidak melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam. Bahkan, tidak semua wilayah yang dikuasai Bani Umayyah dapat dikuasai Dinasti Abbasiyah. Andalusia adalah wilayah kekuasaan Bani Umayyah yang tidak dapat dikuasai oleh Bani Abbas. Dengan demikian, Dinasti Abbasiyah tidak melakukan gerakan dakwah yang pernah dilakukan Khulafaur Rasyidin, yaitu melalui:
Perluasan keilmuan Islam
Perluasan wilayah Islam
Perluasan keamanan Islam
Perluasan harakah dakwah Islamiyah
Perluasan wilayah perdagangan
Perkembangan dakwah pada masa Dinasti Abbasiyah bukan hanya dengan cara tabligh bil lisan, tetapi dakwah bil ‘ilmi wa al-kitabah. Di era mereka bermunculan karya-karya monomental, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, filsafat dan ilmu pengetahuan, dengan para ulamanya yang berkaliber lintas-abad hingga sekarang. Model dakwah dan bermunculannya para ulama di berbagai bidang di masa Dinasti Abbasiyah ini tidak terlepas dari status non-Arab (‘ajami) mereka, yang 180 derajat berbeda dengan status Arabnya Dinasti Umayyah. Mereka (Dinasti Abbasiyah) merupakan orang-orang non-Arab yang mempunyai karakter:
Mencintai syair dan sastra
Mencintai filsafat dan ilmu pengetahuan
Mencintai bahasa Arab
Mencintai ulama
Mencintai fikih dan ibadah
Khalifah Ali bin Abi Thalib dipandang sebagai orang yang pertama menggagas ilmu nahwu. Namun, Khalifah Ali bukan yang pertama kali merumuskan pokok-pokok ilmu nahwu, melainkan memerintahkan Abu al-Aswad al-Duali untuk mengarang pokok-pokok Ilmu Nahwu (Qawaid Nahwiyah). Latar belakang penyusunan ilmu nahwu ini adalah dikarenakan wilayah Islam telah mencapai Sungai Efrat, Tigris, dan Amu Dariyah, bahkan sampai ke Indus dan banyak umat yang salah membaca:
Sumber-sumber kekuasaan Islam
Sumber-sumber ajaran Madinah
Sumber-sumber ajaran Islam
Sumber-sumber ajaran salafiah
Sumber-sumber ajaran ahlus sunnah
Akibat memerangi nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab yang dikenal dengan Perang Yamamah, sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur’an banyak yang mati syahid. Berawal dari usul sahabat Umar r.a., Khalifah Abu Bakar r.a. memutuskan untuk mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an menjadi satu. Pengumpulan Al-Qur’an ini bukan saja terkoleksinya ayat-ayat Al-Qur’an secara orisinil sampai kapanpun, tetapi juga menginspirasi lahirnya strategi dakwah, yaitu dakwah:
bil lisan
bil kitabah
bil hal
bil uswah
bil jama’ah
Khalifah merupakan orang yang dibaiat oleh umat untuk menjadi pemimpin umat. Selaku pemimpin, khalifah berkewajiban mewujudkan prinsip-prinsip pensyariatan syariat. Apalagi, tujuan disyariatkannya syariat itu merupakan hak-hak umat. Karenanya, khalifah berkewajiban mewujudkan cita-cita syariat yang juga merupakan hak umat, di antaranya:
memelihara jiwa dan infak umat
memelihara jiwa dan harta umat
memelihara jiwa dan ibadah umat
memelihara jiwa dan zakat umat
memelihara jiwa dan sedekah umat
Gaji dan honor dewasa ini dibayarkan melalui bank sehingga mau tidak mau seorang pegawai harus memiliki rekening bank. Karena dipandang lebih mudah berhubungan dengan bank konvensional, maka rekening bank yang diwajibkan adalah bank konvensional. Menurut Abu Zahrah, berhubungan dengan sistem bunga bank itu dibolehkan dalam kondisi darurat. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan prinsip darurat pandangan Abu Zahrah tentang fee untuk bank adalah:
haram
wajib
boleh
halal
makruh
Laka meminjam uang ke suatu bank untuk tambah modal usaha. Bank itu menetapkan suku bunganya 5% tiap tahunnya. Dari sistemnya dapat disimpulkan bahwa Laka meminjam ke bank:
Islam
negeri
swasta
konvensional
rentenir
Arlal termasuk seorang laki-laki yang bernafsu seksual tinggi. Karena nafsu seksualnya yang tinggi ini dia merasa tidak cukup dengan satu isteri. Walhasil, dia menikah lagi. Hanya saja, dia tidak pernah berfikir tentang beban ekonomi berkeluarga dua. Arlal juga tidak menduga akan sulitnya berlaku adil terhadap dua isteri dan anak-anaknya. Akibatnya, bukan saja nafsu seksualnya yang melemah, tetapi dia pun sering pusing, vertigo, dan uring-uringan. Dari kasus Arlal ini membuktikan bahwa:
Persyaratan berpoligami bersifat tunggal
Persyaratan berpoligami tidak kompleks
Persyaratan berpoligami sederhana
Persyaratan berpoligami bukan tunggal
Persyaratan berpoligami nafsu yang tinggi
Peristiwa perang Yamamah dalam misi menumpas nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab, banyak sahabat penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam peperangan tersebut. Keadaan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam akan habisnya para penghafal Al-Qur’an karena gugur di medan peperangan. Usaha penumpasan ini adalah sebuah tindakan pencegahan dari kemungkinan rusaknya ummat islam karena adanya pengakuan nabi baru. Langkah ini termasuk salah satu strategi dalm metode dakwah kholifah Abu Bakar, yaitu ...
Metode Dakwah Bil-Lisan
Metode Dakwah Bit-Tadwin
Metode Dakwah Bil-Yad
Metode Uswatun-Hasanah
Metode Dakwah Bil-Hal
Seorang guru menggunakan model pembelajaran yang memiliki keunggulan agar siswa dapat berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, merangsang perkembangan kemajuan berfikir untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, model tersebut merupakan ….
Role Playing
Inquiry
Problem based learning
Project based learning
Discovery learning
Dalam menentukan nilai pada peserta didiknya pak Andri sebagai guru SKI, tidak membandingkan sekor yang diperoleh peserta didiknya dengan peserta didik lainnya dalam satu kelompok tetapi membandingkannya dengan penguasaan kompetensi yaitu kriteria ketuntasan minimal (KKM), ilustrasi tersebut menunjukan bahwa acuan penilaian yang digunakan pak Andri menggunakan acuan….
Penilaian acuan kriteria
Standar normatif
Penilaian acuan norma
standar kriteria
Penilaian subyektif
Langkah-langkah dari pelaksanaan program remedial perlu diperhatikan agar pelaksanaan program remedial dapat berjalan dengan baik, salah satu dari langkah-langkah program remedial ialah….
Menganalisis kebutuhan dengan mengidentifikasi kesulitan belajar siswa
Pelaksanaan program remedial dan pengayaan
Memberikan evaluasi yang sama seperti sebelumnya
Memberikan materi yang harus dipelajari dan di tes kembali
Membiarkan siswa menyelesaikan kesulitannya sendiri
