wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Try Out UTBK PGSD 2025

Total questions: 90

Worksheet time: 1hrs 8mins

Name
Class
Date
1.
Di sebuah sekolah dasar, guru melihat bahwa banyak peserta didik yang mudah tersinggung, sulit bekerja sama dalam kelompok, dan cenderung kurang empati terhadap teman yang mengalami kesulitan. Kepala sekolah kemudian memutuskan untuk mengintegrasikan program pembelajaran sosial emosional (PSE) dalam kegiatan pembelajaran harian. Berdasarkan kasus tersebut, apa alasan paling tepat diterapkannya pembelajaran sosial emosional di sekolah tersebut?
a)
Untuk menumbuhkan motivasi peserta didik dalam mengikuti pelajaran sains dan matematika.
b)
Untuk memperkuat disiplin peserta didik melalui hukuman yang tegas dan konsisten.
c)
Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengelola emosi serta menjalin hubungan sosial yang sehat.
d)
Untuk melatih peserta didik menyelesaikan soal-soal logika secara mandiri.
e)
Untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian akademik dengan nilai yang tinggi.
2.
Seorang guru di SD Nusa Bangsa memperhatikan bahwa meskipun nilai akademik peserta didiknya cukup tinggi, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan dalam bekerja sama, mengelola emosi saat gagal, dan menunjukkan empati kepada teman. Beberapa peserta didik bahkan menjadi mudah frustrasi dan kehilangan motivasi ketika menghadapi tantangan. Melihat hal ini, guru mengajukan usulan kepada kepala sekolah untuk mengintegrasikan program pembelajaran sosial emosional (PSE) ke dalam kurikulum harian. Berdasarkan situasi di atas, alasan paling tepat mengapa sekolah perlu mengembangkan keterampilan sosial emosional peserta didik adalah...
a)
Karena peserta didik membutuhkan cara untuk meningkatkan daya saing akademik dalam ujian nasional.
b)
Karena keterampilan sosial emosional membantu peserta didik membangun ketangguhan mental dan keberhasilan dalam pembelajaran.
c)
Karena keterampilan sosial emosional akan menggantikan kebutuhan terhadap keterampilan kognitif.
d)
Karena guru ingin mengurangi beban mengajar dengan memperbanyak aktivitas non-akademik.
e)
Karena peserta didik tidak lagi tertarik dengan pelajaran berbasis kognitif saja.
3.
Bagaimana pengembangan kecerdasan emosional melalui pembelajaran sosial dan emosional berkontribusi terhadap kemampuan seseorang dalam menavigasi situasi sosial yang kompleks? 
a)
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesehatan fisik seseorang sehingga ia tidak mudah sakit.
b)
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan keterampilan seseorang untuk memahami dan mengelola emosi.
c)
Kecerdasan emosional sangat berguna dalam mengatasi situasi yang sulit dalam keluarga.
d)
Kecerdasan emosional membantu menurunkan keterampilan interpersonal dan meningkatkan keterampilan intrapersonal seseorang.
e)
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesabaran
4.
Di dalam suatu kegiatan proyek kelompok, seorang peserta didik bernama Lita merasa tidak didengarkan oleh teman-temannya. Ia mulai merasa kesal dan hampir memilih untuk tidak melanjutkan kerja kelompok. Namun, ia mengingat pelajaran tentang pengelolaan emosi dan empati yang telah dipelajari dalam pembelajaran sosial emosional. Ia lalu menenangkan diri, mencoba memahami sudut pandang temannya, dan menyampaikan pendapatnya dengan cara yang lebih positif. Kelompok pun akhirnya dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Dari kasus tersebut, bagaimana pembelajaran sosial emosional membantu Lita dalam menavigasi situasi sosial yang kompleks?
a)
Dengan memberinya keberanian untuk menolak kerja kelompok dan memilih bekerja sendiri.
b)
Dengan membantunya meningkatkan daya ingat agar tidak lupa menyampaikan pendapat.
c)
Dengan melatihnya memahami dan mengelola emosi serta berkomunikasi secara efektif dalam dinamika kelompok.
d)
Dengan mengajarkannya cara untuk menghindari konflik dan menyerahkan semua keputusan pada teman kelompok.
e)
Dengan menjadikan dirinya lebih unggul secara akademis daripada anggota kelompok lainnya.
5.
Bagaimana keterampilan sosial emosional dapat membantu seseorang menjadi lebih Tangguh dan dan berdaya lenting tinggi?
a)
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi sehingga mereka dapat mencari bantuan jika diperlukan.
b)
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk memahami kelemahan dirinya.
c)
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan taraf Kesehatan peserta didik sehingga mereka tidak mudah sakit.
d)
Keterampilan sosial emosional membantu guru mengenali dengan segera jika ada peserta didik yang mengalami stress.
e)
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk pulih dari kesulitan dan stress karena mereka mampu mengelola emosi dengan baik.
6.
Dari contoh-contoh di bawah ini, menurut Saudara, mana yang bukan merupakan alasan yang tepat bagi pentingnya meningkatkan keterampilan sosial emosional orang dewasa di sekolah?
a)
Keterampilan sosial emosional membantu pendidik memodelkan karakter positif untuk peserta didiknya sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif.
b)
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan keterampilan pendidik dalam menangani konflik, kegagalan, dan frutasi yang dihadapinya, sehingga dapat mengurangi resiko masalah Kesehatan mental.
c)
Keterampilan sosial emosional membantu peserta didik untuk memahami dan berinteraksi dengan pendidik secara efektif.
d)
Keterampilan sosial emosional membantu pendidik meningkatkan kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi dalam tim.
e)
Keterampilan sosial emosional membantu pendidik dan tenaga kependidikan mengelola stress dan tekanan sehari-hari.
7.
Anda ingin mengganti tata ruang kelas dengan melibatkan pendapat peserta didiknya. Dengan antusias, peserta didik memberikan usulan dan pendapatnya. Anda sangat mengapresiasi hal tersebut, namun Anda menyadari bahwa ide dari peserta didik ternyata kurang sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai guru kelas, apa tindakan yang Anda lakukan?
a)
Berupaya untuk menghargai hasil pemikiran peserta didik meskipun merasa kurang puas
b)
Melakukan evaluasi bersama peserta didik tentang ide mereka
c)
Menyadari bahwa ide peserta didik harus dihargai meskipun masih kurang sesuai
d)
Tetap menggunakan tata ruang dari peserta didik untuk menghargai mereka
e)
Langsung mengganti tata ruang kelas dengan ide yang lebih baik dari usulan peserta didik
8.
Dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak, Anda diminta kepala sekolah untuk menggali data tentang kebahagiaan peserta didik di sekolah. Anda pun melakukan survei kepada seluruh warga sekolah dan memperoleh data yang banyak sekali. Hanya Anda kebingungan menindaklanjuti data-data tersebut. Sebagai guru yang ditunjuk sebagai koordinator, tindakan apa yang Anda prioritaskan?
a)
Menyadari bahwa data tersebut perlu diinterpretasi
b)
Menganalisis data hasil survei tersebut
c)
Mengumpulkan data mentah kepada kepala sekolah
d)
Berupaya melakukan evaluasi semampunya
e)
Mengajak guru lain untuk mendiskusikan hasil surve
9.
Anda datang ke sekolah setengah jam lebih lambat dikarenakan harus mengantar anak Anda ke dokter. Anda sebenarnya sudah berusaha untuk mengantar lebih pagi namun ternyata tetap terlambat. Di satu sisi, ada kesepakatan yang berlaku di kelas bahwa toleransi keterlambatan adalah 15 menit. Sebagai guru kelas, apa yang akan Anda lakukan ketika menemui situasi tersebut?
a)
Meminta maaf dan membuat kesepakatan konsekuensi dengan peserta didik
b)
Meminta maaf sambil menjelaskan alasan kepada peserta didik di kelas peserta didik
c)
Merasa tidak enak karena melanggar kesepakatan kelas
d)
Berupaya untuk menerangkan alasan keterlambatan saya kepada peserta didik
e)
Langsung memberi materi pelajaran begitu masuk ke kelas
10.
Sekolah Anda melaksanakan program untuk mengasah empati peserta didik, dikarenakan tingginya kasus perundungan yang ada di sekolah. Setelah dilaksanakan program selama satu semester, Anda merasa tidak ada perubahan yang signifikan. Hal yang sama juga dirasakan oleh guru lain. Di sisi lain, Anda tidak menjadi panitia dari program tersebut. Sebagai salah satu guru di sekolah itu, apa tindakan yang Anda lakukan?
a)
Merasa bukan menjadi tanggung jawab saya.
b)
Meminta panitia untuk melakukan evaluasi program.
c)
Mengusulkan diskusi antara guru yang menjadi panitia dan nonpanitia.
d)
Berupaya untuk menggali informasi dari peserta didik.
e)
Berdiskusi dengan pihak panitia terkait target program yang diinginkan.
11.
Salah seorang peserta didik di kelas Anda sudah seminggu tidak masuk sekolah dikarenakan sakit. Sebagai guru kelas, Anda bermaksud mengajak teman-temannya untuk menjenguk. Hampir seluruh peserta didik dengan antusias merespon ajakan tersebut, namun ada lima orang yang menolak karena khawatir akan tertular. Tindakan apa yang Anda prioritaskan bila Anda menghadapi situasi tersebut?
a)
Hanya mengajak peserta didik yang mau ikut serta untuk menjenguk temannya
b)
Meminta semua teman untuk menjenguk dengan tetap menjaga protokol Kesehatan
c)
Berharap semua teman-teman di kelas mau menjenguk juga
d)
Berusaha untuk menanamkan bahwa menjenguk itu sebagai bentuk empati
e)
Mengajak semua teman menjenguk dengan memastikan bahwa peserta didik itu aman dikunjungi
12.
Suatu ketika ada salah seorang rekan guru yang berkomentar negatif tentang cara mengajar Anda. Anda sebenarnya berupaya menerima komentar itu sebagai sebuah masukan. Meskipun demikian, Anda merasa kurang nyaman karena ia menyampaikannya di depan murid-murid di kelas Anda. Jika menemui situasi tersebut, apa yang akan Anda lakukan?
a)
Tetap tenang dan tidak tersulut emosi sesaat.
b)
Mencoba menahan diri hingga tidak ada peserta didik.
c)
Tersenyum saja meski merasa sakit hati.
d)
Mengambil sikap tenang dan mengucapkan terima kasih.
e)
Menegurnya di depan peserta didik.
13.
Anda ditugaskan membimbing peserta dalam menghadapi lomba olimpiade antar sekolah. Ketika mengetahui peserta lain, Anda menyadari bahwa kompetisinya akan sangat tinggi, namun Anda tetap berupaya membimbing peserta didik yang menjadi tanggung jawab Anda secara intensif. Ternyata tim yang Anda bimbing belum berhasil menjadi juara, sehingga membuat para peserta Anda merasa kecewa. Sebagai guru mereka, bagaimana Anda menyikapinya?
a)
Mengidentifikasi dan mengevaluasi penyebab kekalahan.
b)
Menekankan pada pengalaman yang diperoleh.
c)
Tetap menyemangati mereka.
d)
Memahami kekecewaan mereka.
e)
Merasa bahwa upaya yang dilakukan sia-sia.
14.
Sekolah Anda menjalin kerja sama dengan puskesmas terdekat untuk menjamin kesehatan fisik seluruh peserta didik. Meskipun demikian, Anda merasa lembaga yang diajak kerjasama tersebut tampak kurang berperanan. Masih banyak peserta didik yang sering tidak masuk dikarenakan alasan sakit. Sebagai guru yang memiliki tugas tambahan untuk mengelola UKS, apa tindakan Anda?
a)
Meminta kepala sekolah untuk mencari puskesmas lain yang lebih baik.
b)
Menanyakan pendapat rekan guru lain.
c)
Mengajak diskusi pihak puskesmas untuk mengevaluasi kegiatan yang berjalan.
d)
Berpikir tentang melakukan evaluasi dari kerjasama itu selama ini.
e)
Mencoba memberikan survei kepada peserta didik yang pergi ke UKS.
15.
Meningkatkan kesejahteraan psikologis warga sekolah dapat diwujudkan melalui komitmen kita sebagai seorang pendidik untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional diri kita sendiri sebagai orang dewasa. CASEL menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional oleh orang dewasa di sekolah dapat dilakukan melalui tiga upaya, yaitu:
a)
Menjadi teladan, refleksi berkelanjutan, dan berbagi.
b)
Belajar, berkolaborasi, dan berbagi.
c)
Berkolaborasi, belajar, dan menjadi teladan.
d)
Menjadi teladan, belajar, dan berefleksi
e)
Refleksi, berkolaborasi, dan berdiskusi.
16.
Dalam konteks Filosofi Pendidikan Indonesia, Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter. Salah satu elemen kunci dalam Profil Pelajar Pancasila adalah "Bergotong-royong." Bagaimana implementasi nilai gotong-royong dalam pembelajaran dapat mendukung terciptanya masyarakat demokratis?
a)
Melalui kerja kelompok yang mengharuskan siswa saling membantu tanpa melihat latar belakang.
b)
Dengan memberikan tugas individu agar siswa mandiri.
c)
Mengajarkan kompetisi ketat untuk memacu prestasi akademik.
d)
Menghindari interaksi sosial agar fokus pada pencapaian pribadi.
e)
Membentuk kelompok homogen berdasarkan kemampuan akademik.
17.
Konsep "Mandiri" dalam Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berarti mampu menyelesaikan tugas sendiri, tetapi juga memiliki dimensi filosofis yang lebih dalam. Berikut ini yang BUKAN merupakan prinsip kemandirian dalam perspektif filosofi pendidikan progresivisme adalah...
a)
Siswa belajar melalui pengalaman langsung.
b)
Guru sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi siswa.
c)
Pembelajaran terpusat pada guru (teacher-centered).
d)
Siswa mengkonstruksi pengetahuan secara aktif.
e)
Pendidikan bertujuan membentuk kemampuan problem-solving.
18.
Elemen "Bernalar Kritis" dalam Profil Pelajar Pancasila menekankan kemampuan berpikir sistematis dan evaluatif. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pendekatan mana yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan ini?
a)
Behaviorisme – Pembelajaran melalui penguatan (reward-punishment).
b)
Konstruktivisme – Siswa aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi.
c)
Perennialisme – Fokus pada penguasaan materi klasik yang abadi.
d)
Essentialisme – Penekanan pada disiplin ilmu inti yang terstruktur.
e)
Positivisme – Pembelajaran hanya berdasarkan fakta empiris.
19.
Jika sekolah hanya mengejar nilai akademik tinggi tanpa memperhatikan elemen "Gotong-royong", dampak yang mungkin terjadi adalah:
a)
Siswa menjadi lebih kompetitif dan individualistik.
b)
Kolaborasi antarsiswa meningkat.
c)
Sekolah memenangi banyak lomba akademik.
d)
Munculnya kesadaran kolektif untuk membantu sesama.
e)
Pembelajaran berbasis proyek terlaksana optimal.
20.
Ki Hajar Dewantara menganalogikan pendidikan seperti "menanam padi". Konsep ini paling relevan dengan aliran filsafat pendidikan:
a)
Naturalisme – Pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan perkembangan anak.
b)
Behaviorisme – Hasil belajar ditentukan oleh stimulus-respon eksternal.
c)
Idealisme – Pendidikan bertujuan mencapai kebenaran absolut.
d)
Rekonstruksionisme – Sekolah harus menjadi agen perubahan sosial.
e)
Pragmatisme – Kebenaran diukur dari manfaat praktis.
21.
Implementasi konsep "Ing Madya Mangun Karsa" dalam pembelajaran modern yang paling tepat adalah...
a)
Guru mendominasi diskusi kelas untuk memastikan materi tersampaikan.
b)
Guru memfasilitasi siswa untuk aktif berpendapat dan berkolaborasi.
c)
Siswa belajar secara mandiri tanpa bimbingan guru sama sekali.
d)
Sekolah menghapuskan semua bentuk kerja kelompok.
e)
Pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah satu arah.
22.
Ki Hajar Dewantara menolak sistem pendidikan kolonial yang otoriter. Dalam konteks ini, prinsip "Tut Wuri Handayani" dapat diwujudkan melalui...
a)
Pemberian hukuman fisik untuk mendisiplinkan siswa.
b)
Pemberian umpan balik konstruktif untuk memandu siswa tanpa memaksakan kehendak.
c)
Pembelajaran kaku dengan kurikulum seragam tanpa penyesuaian.
d)
Guru menentukan semua keputusan tanpa melibatkan siswa.
e)
Penilaian berbasis ranking untuk memacu kompetisi.
23.
Konsep "Tri Pusat Pendidikan" (keluarga, sekolah, masyarakat) menurut Ki Hajar Dewantara relevan dengan masalah pendidikan modern karena...
a)
Mengatasi learning loss dengan kolaborasi tiga lingkungan pendidikan.
b)
Menghapuskan peran sekolah formal.
c)
Membebankan tanggung jawab pendidikan hanya pada keluarga.
d)
Memisahkan secara ketat peran sekolah dan masyarakat.
e)
Menolak penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
24.
Jika sebuah sekolah menerapkan sistem among (metode among), dampak yang paling mungkin terjadi adalah...
a)
Siswa menjadi sangat tergantung pada instruksi guru.
b)
Siswa berkembang sesuai kodratnya dalam lingkungan yang demokratis.
c)
Guru menggunakan metode drill untuk mempercepat pencapaian akademik.
d)
Sekolah menekankan kompetisi individu secara ketat.
e)
Pembelajaran hanya berorientasi pada ujian nasional.
25.
Selain mengajar, beberapa tugas guru di abad 21 antara lain yaitu membentuk kesadaran moral dan kepribadian peserta didik. Guru juga perlu membangun motivasi peserta didik untuk selalu semangat belajar, berpartisipasi aktif dalam membentuk masyarakat yang baik, serta memberikan keteladanan yang baik kapanpun dan dimanapun. Hal tersebut merupakan salah satu tugas guru dalam aspek…
a)
Mendidik
b)
Membimbing
c)
Melatih
d)
Mengajar
e)
Memfasilitasi
26.
Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan pemikiran KHD berkaitan hal tersebut, yaitu ...
a)
Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.
b)
Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keberhasilan yang setinggi-tingginya sebagai anggota masyarakat.
c)
Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan pelaksanaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik sebagai manusia individu maupun bermasyarakat.
d)
Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih tolerasi dan kecakapan hidup dalam masyarakat.
e)
Pendidikan adalah tempat anak untuk belajar semua apa yang dibutuhkan untuk mampu bertahan hidup di masa yang akan datang.
27.
Pendidikan Nasional Indonesia bermuara pada Profil Pelajar Pancasila. Berikut merupakan alasan pentingnya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik dalam pendidikan abad ke-21, yaitu …
a)
Membiasakan siswa agar memiliki karakter yang mandiri, kritis dan kreatif.
b)
Memiliki kemampuan dan keterampilan global namun tetap berkarakter sesuai nilai-nilai yang berkembang secara global.
c)
Melestarikan semangat gotong royong, saling menghargai dan kerjasama dalam setiap aktivitas pembelajaran.
d)
Jawaban a dan b benar.
e)
Jawaban a dan c benar.
28.
Tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak. Berikut merupakan perwujudan ‘menuntun’ yang dilakukan seorang pendidik, kecuali ...
a)
Anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.
b)
Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaan hidup dalam bermasyarakat.
c)
Tuntutan seorang guru untuk peserta didik mampu mengelola dirinya untuk hidup bersama dengan orang lain (menjadi manusia dan anggota masyarakat).
d)
Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan kodrat anak agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya.
e)
Semua jawaban salah.
29.
Pelaksanaan pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Berikut ini yang menggambarkan hal tersebut, yaitu ...
a)
Pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan yang melatih aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.
b)
Pembelajaran harus memperhatikan konteks lokal sosial budaya peserta didik yang memiliki karakteristik berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
c)
Muatan atau konten pengetahuan dalam pembelajaran yang diadopsi sejatinya harus terus berkembang mengikuti perkembangan budaya yang ada dibelahan dunia dan bersifat internasional.
d)
Pendidikan harus memperhatikan keseragaman dalam berbangsa dan bernegara.
e)
Interaksi dan komunikasi dalam proses pembelajaran hendaknya tidak membedakan dan tidak dipengaruhi oleh perkembangan zaman.
30.
Salah satu keberhasilan proses pendidikan adalah adanya kerjasama antara tri pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat dengan baik. Berikut merupakan contoh implementasi kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat yang benar.
a)
Mengajak anak untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah
b)
Melakukan kegiatan charity dengan terintegrasi pada pembelajaran berbasis proyek.
c)
Mengundang guru tamu dari salah satu orang tua wali
d)
Melakukan proyek penguatan profil pelajar pancasila dengan menampilkan budaya khas masyarakat sekitar
e)
Mengintegrasikan pembelajaran dengan pendekatan culturally responsive teaching.
31.
Seorang guru ingin menggunakan Augmented Reality (AR) untuk membantu siswa memahami siklus hidup kupu-kupu. Manakah aktivitas berikut yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut?
a)
Menonton video tentang siklus hidup kupu-kupu di YouTube.
b)
Membaca buku teks yang dilengkapi gambar.
c)
Menggunakan aplikasi AR yang memungkinkan siswa melihat tahapan metamorfosis secara 3D dan interaktif.
d)
Mewarnai gambar siklus hidup kupu-kupu.
e)
Mendengarkan cerita dari guru tentang metamorfosis.
32.
Ketika menerapkan gamifikasi untuk pembelajaran matematika kelas 3 SD, guru menemukan beberapa siswa terlalu fokus pada kompetisi. Tindakan perbaikan yang berpusat pada pembelajaran adalah...
a)
Menghapus semua elemen gamifikasi
b)
Merancang mekanisme yang memberi poin untuk pemahaman konsep, bukan hanya kecepatan
c)
Membiarkan siswa berkompetisi tanpa intervensi
d)
Mengganti gamifikasi dengan lembar kerja konvensional
e)
Hanya menggunakan gamifikasi untuk siswa berprestasi
33.
Seorang guru akan memilih metode untuk meningkatkan literasi digital siswa SD sekaligus melatih berpikir kritis. Pendekatan paling tepat adalah...
a)
Membiarkan siswa bermain game edukasi tanpa refleksi
b)
Menggunakan flipped classroom dengan video instruksional dan diskusi terpandu di kelas
c)
Mengharuskan siswa menonton video tanpa tugas tindak lanjut
d)
Memberikan kuis pilihan ganda tanpa analisis
e)
Hanya mengandalkan buku teks digital
34.
Dalam pembelajaran tematik berbantuan augmented reality (AR) tentang siklus air, beberapa siswa kesulitan memahami konsep abstrak. Solusi terbaik adalah...
a)
Menghentikan penggunaan AR dan kembali ke metode ceramah
b)
Memberikan bacaan teks panjang tentang siklus air
c)
Menyuruh siswa menghafal gambar dari buku
d)
Hanya menggunakan video YouTube tanpa interaktivitas
e)
Menambahkan simulasi interaktif AR yang memvisualisasikan proses evaporasi dan kondensasi
35.
Seorang guru ingin menerapkan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dengan memanfaatkan teknologi digital untuk siswa kelas 4 SD. Langkah paling efektif untuk memastikan keberhasilan adalah...
a)
Meminta siswa bekerja individu tanpa kolaborasi
b)
Menyediakan template proyek digital yang rigid dan tidak fleksibel
c)
Mengintegrasikan alat kolaborasi seperti Google Workspace dengan tahapan proyek yang terstruktur
d)
Hanya menggunakan PowerPoint untuk presentasi akhir
e)
Menghindari penggunaan teknologi sama sekali
36.
Seorang guru ingin memanfaatkan Learning Management System (LMS). Berikut ini, manakah platform yang termasuk dalam Learning Management System (LMS)?
a)
Google Docs
b)
Zoom
c)
Moodle
d)
Instagram
e)
TikTok
37.
Flipped Classroom adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dengan cara...
a)
Siswa hanya belajar melalui video tanpa interaksi
b)
Materi dipelajari di rumah melalui video, sedangkan diskusi dilakukan di kelas
c)
Guru memberikan ceramah secara eksklusif melalui webinar
d)
Pembelajaran dilakukan sepenuhnya secara daring tanpa pertemuan
e)
Menggunakan robot sebagai pengganti guru
38.
Seorang guru ingin mengembangkan video animasi untuk menjelaskan siklus air kepada siswa kelas 3 SD. Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah...
a)
Menggunakan istilah ilmiah yang kompleks
b)
Durasi video maksimal 10 menit dengan visualisasi dominan dan narasi sederhana
c)
Memuat semua teori tanpa penyederhanaan
d)
Menghindari penggunaan warna cerah
e)
Hanya menampilkan teks tanpa gambar
39.
Seorang guru akan membuat bahan ajar digital tentang budaya Indonesia. Kriteria utama pemilihan platform penyajian adalah...
a)
Kemudahan akses offline dan kompatibilitas dengan perangkat sederhana
b)
Tampilan yang hanya bisa dibuka di laptop mahal
c)
Penggunaan eksklusif bahasa Inggris
d)
Kebutuhan spesifikasi hardware tinggi
e)
Ketersediaan fitur game online
40.
Ketika mengembangkan quiz digital tentang IPA, aspek yang paling penting untuk motivasi siswa SD adalah...
a)
Timer berdurasi sangat singkat
b)
Soal dengan tingkat kesulitan tinggi
c)
Umpan balik langsung dengan animasi reward
d)
Tampilan monokrom
e)
Tidak ada skor akhir
41.
Media paling tepat untuk melatih keterampilan menulis kreatif siswa kelas 2 SD adalah...
a)
Aplikasi blog dengan fitur kolaborasi teks dan gambar sederhana
b)
Software programming Python
c)
Spreadsheet dengan formula kompleks
d)
Video one-way tanpa interaksi
e)
Buku teks digital tanpa fitur penulisan
42.
Ketika menerapkan flipped classroom, langkah manakah yang harus dilakukan siswa di rumah sebelum masuk kelas?
a)
Mengerjakan lembar kerja tanpa materi sebelumnya.
b)
Menonton video penjelasan guru dan membaca materi digital.
c)
Berdiskusi kelompok di sekolah.
d)
Presentasi proyek secara langsung.
e)
Melakukan ujian sumatif.
43.
Seorang guru ingin mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis teknologi untuk materi "Sistem Tata Surya" yang memungkinkan siswa melakukan eksplorasi mandiri. Manakah media yang paling sesuai dengan prinsip student-centered learning?
a)
PowerPoint dengan animasi sederhana.
b)
E-book statis berisi teks dan gambar.
c)
Simulasi digital interaktif dimana siswa dapat menggerakkan planet dan melihat orbitnya.
d)
Video dokumenter tentang tata surya.
e)
Poster infografis yang dipajang di kelas.
44.
Guru akan memilih platform untuk pembelajaran kolaboratif proyek "Budaya Daerah" dimana siswa dapat berbagi dokumen, berdiskusi, dan memberikan umpan balik. Manakah yang paling sesuai?
a)
Google Classroom dengan fitur assignment dan comment.
b)
YouTube untuk menonton video budaya.
c)
Aplikasi kalkulator.
d)
E-mail pribadi.
e)
Microsoft Word offline.
45.
Untuk melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking) siswa dalam pembelajaran sejarah, guru menggunakan metode inquiry-based learning berbasis teknologi. Aktivitas manakah yang paling sesuai?
a)
Siswa membaca buku teks dan mencatat tahun-tahun penting.
b)
Siswa menganalisis berbagai sumber digital (artikel, video, database) untuk menginvestigasi penyebab kemerdekaan Indonesia.
c)
Guru menunjukkan timeline sejarah melalui PowerPoint.
d)
Siswa menghafal nama-nama pahlawan.
e)
Siswa menonton film sejarah tanpa diskusi.
46.
Studi Kasus untuk Soal Nomor 1-3. Pak Danu, mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik di SDN Cendekia, melihat bahwa pembelajaran lintas mata pelajaran masih berjalan secara terpisah dan kurang terintegrasi. Padahal, siswa kerap kesulitan memahami keterkaitan antara pelajaran seperti Pancasila, Agama, dan Pendidikan Jasmani dalam topik-topik kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, Pak Danu mengajak beberapa guru untuk menyusun proyek tematik kolaboratif bertema “Gaya Hidup Sehat Warga Sekolah”. Ia menawarkan pembagian peran: guru Kelas membahas hak dan kewajiban warga negara disekolah, guru Agama menjelaskan makna hidup bersih menurut agama, guru PJOK mengajarkan olahraga sederhana, dan Pak Danu merancang penilaian berbasis proyek yang mencakup aspek dari ketiga mata pelajaran. Beberapa guru awalnya ragu karena belum terbiasa dengan pendekatan lintas disiplin, namun Pak Danu memfasilitasi diskusi dan pembagian tugas secara sistematis agar proyek berjalan lancar. Tindakan Pak Danu mengidentifikasi potensi integrasi materi dari berbagai mata pelajaran menunjukkan kemampuan kepemimpinan dalam hal:
a)
Evaluasi pembelajaran individu
b)
Keteladanan dan integritas
c)
Supervisi pengajaran rekan guru
d)
Penjadwalan jam pelajaran secara mandiri
e)
Pemecahan masalah berbasis kolaborasi
47.
Apa kelebihan dari strategi Pak Danu membagi tugas secara tematik dalam proyek bersama rekan sejawat?
a)
Mempermudah guru menghindari tanggung jawab yang kompleks
b)
Mengurangi jam pelajaran yang harus direncanakan
c)
Meningkatkan keterpaduan materi dan memperkuat makna pembelajaran bagi siswa
d)
Meningkatkan sumber daya antar guru dalam satu sekolah
e)
Mempermudah dalam membagi materi pembelajaran
48.
Jika beberapa guru menunjukkan keraguan terhadap pendekatan kolaboratif ini, tindakan kepemimpinan yang paling tepat dilakukan oleh Pak Danu adalah:
a)
Menugaskan guru-guru tersebut secara langsung untuk mengikuti skema proyek
b)
Memberikan sanksi kepada guru yang tidak mau terlibat
c)
Menyediakan forum diskusi terbuka dan contoh praktik baik dari sekolah lain
d)
Meminta kepala sekolah untuk mengkoordinasikan idenya kepada semua guru
e)
Memfasilitasi peran antar guru yang jelas dalam kolaborasi
49.
Setelah melaksanakan proyek literasi bertajuk "Satu Buku, Seribu Inspirasi" selama satu bulan di SD Harapan, Ibu Mirna (mahasiswa PPG Prajabatan) mengajak siswa, guru, dan orang tua untuk mengisi angket kepuasan dan memberikan masukan. Dari hasil evaluasi, terungkap bahwa kegiatan membaca bersama sangat diminati siswa, tetapi sebagian guru merasa kegiatan ini mengganggu jam pelajaran utama. Ibu Mirna melakukan refleksi secara menyeluruh. Ia menyadari bahwa koordinasi awal belum melibatkan semua guru, dan waktu pelaksanaan belum disesuaikan dengan jadwal pelajaran. Sebagai tindak lanjut, ia menyusun laporan evaluasi dan menyarankan integrasi kegiatan literasi ke dalam jam pembelajaran tematik ke depannya, dengan pelibatan guru sejak tahap perencanaan. Ketika Ibu Mirna menyarankan integrasi kegiatan ke dalam jam tematik ke depan, ia menunjukkan pendekatan:
a)
Kuratif
b)
Reaktif
c)
Proaktif dan solutif
d)
Kompetitif dan persuasive
e)
Kolaboratif
50.
Selama praktik di SD Nusantara, Ibu Rintan, mahasiswa PPG Prajabatan program studi PGSD, memperhatikan bahwa siswa kelas IV terlihat pasif dalam kegiatan diskusi kelompok. Ia mengamati bahwa metode pembelajaran yang digunakan terlalu satu arah dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Berangkat dari kondisi tersebut, Ibu Rintan mengusulkan kepada wali kelas dan guru-guru sejawat untuk mengadakan program mingguan bertajuk “Gerakan Kelas Inspiratif”, di mana setiap minggu satu kelas membuat sudut belajar tematik hasil kreasi siswa (misalnya, sudut sains, sudut cerita rakyat, dll.). Ia menyusun panduan sederhana, melibatkan siswa dalam perencanaan, serta mengajak guru lain untuk memberi umpan balik antar kelas. Sebulan setelah program dijalankan, guru mulai melaporkan peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan siswa menjadi lebih berani bertanya serta menyampaikan ide. Dalam konteks kepemimpinan pembelajaran di SD, pelibatan guru dan siswa oleh Ibu Rintan dalam program tersebut merupakan bentuk:
a)
Pengambilan alih peran guru utama
b)
Tindakan individual tanpa dukungan sekolah
c)
Kepemimpinan partisipatif berbasis visi Bersama
d)
Kepemimpinan administratif berdasarkan struktur formal
e)
Kepemimpinan yang memfasilitasi pengembangan guru dan kebutuhan siswa
51.
Kepala sekolah meminta Ibu Rini, guru kelas 2 SD, untuk menyampaikan hasil evaluasi kegiatan literasi kepada orang tua murid komunikasi seperti apa yang paling tepat digunakan Ibu Rini untuk menyampaikan pesan secara efektif?
a)
Mengirimkan pesan teks melalui grup WhatsApp wali murid.
b)
Menyebarkan surat edaran tanpa penjelasan lanjutan.
c)
Menyampaikan secara langsung di depan kelas tanpa diskusi.
d)
Menyelenggarakan pertemuan orang tua dan wali untuk diskusi terbuka.
e)
Meminta kepala sekolah menyampaikan informasi tersebut.
52.
Pak Andi diminta memimpin kegiatan “Sekolah Ramah Anak”. Ia membentuk panitia dengan berbagai divisi seperti dokumentasi, konsumsi, dan keamanan. Langkah Pak Andi mencerminkan prinsip?
a)
Demokrasi dalam pendidikan
b)
Delegasi tugas dalam kepemimpinan
c)
Evaluasi dalam manajemen
d)
Supervisi kolaboratif
e)
Observasi formatif
53.
Pak Budi menginisiasi program peer teaching antarguru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa guru pada awalnya menolak, tapi Ia konsisten menjelaskan manfaat dan memberi contoh serta memotivasi. Pak Budi menerapkan gaya kepemimpinan?
a)
Autokratis
b)
Transaksional
c)
transformasional
d)
Birokratik
e)
Laissez-faire
54.
Jika Anda menjadi koordinator kegiatan ujian sekolah, bagaimana cara paling efektif untuk mengorganisir kerja tim?
a)
Menyusun jadwal dan tugas masing-masing dengan jelas
b)
Menyerahkan semua pekerjaan ke panitia inti
c)
Membiarkan semua anggota memilih tugas sendiri
d)
Menghindari pembagian kerja
e)
Menyusun tugas setelah kegiatan dimulai
55.
Setelah melaksanakan kegiatan peningkatan literasi, tim guru melakukan evaluasi dan refleksi. Hasilnya digunakan untuk?
a)
Dokumentasi semata
b)
Laporan ke dinas pendidikan
c)
Perbaikan kegiatan selanjutnya
d)
Kepentingan kenaikan pangkat
e)
Penambahan beban kerja
56.
Soal Untuk Nomor 11-12 Pak Nana adalah guru muda yang diberi kepercayaan menjadi koordinator kelas 6 di SD Nusantara. Menjelang ujian akhir, ia melihat ada kecenderungan guru-guru lain memberikan bocoran soal kepada siswa agar nilai ujian tinggi. Alasannya adalah agar citra sekolah tetap baik dan target kelulusan 100% tercapai. Pak Nana merasa dilema: jika membiarkan hal ini, ia ikut menyalahi etika profesi; namun jika menentangnya, ia khawatir tidak mendapat dukungan dari rekan sejawat. Setelah berpikir dan berdiskusi dengan kepala sekolah, Pak Nana memutuskan untuk menyuarakan pentingnya kejujuran akademik dalam rapat guru, serta mengusulkan strategi pembinaan tambahan bagi siswa yang masih kesulitan belajar. Keputusan Pak Nana untuk tidak ikut membocorkan soal mencerminkan nilai dasar kepemimpinan pendidikan, yaitu:
a)
Solidaritas tim
b)
Kepatuhan terhadap kebijakan
c)
Penyesuaian terhadap budaya sekolah
d)
Integritas pendidik
e)
Tanggung jawab moral dan professional
57.
Langkah Pak Nana berdiskusi dengan kepala sekolah sebelum mengambil keputusan menunjukkan bahwa ia:
a)
Takut mengambil keputusan sendiri
b)
Tidak memiliki wewenang penuh
c)
Menghindari konflik
d)
Mengambil keputusan secara kolaboratif dan bertanggung jawab
e)
Penuh pertimbangan
58.
Soal Untuk Nomor 13-15. Ibu Rini adalah mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik mengajar di SDN Tunas Bangsa. Ia mengamati bahwa sebagian siswa sering terlambat mengumpulkan tugas dan tidak aktif dalam diskusi kelas. Setelah berdialog dengan wali kelas dan guru mata pelajaran lain, Ibu Rini mengetahui bahwa banyak siswa merasa materi terlalu sulit dan tidak memahami tujuan pembelajaran. Melihat hal ini, Ibu Rini berinisiatif membuat papan informasi kelas yang menampilkan tujuan pembelajaran, jadwal tugas, dan ruang diskusi melalui grup WhatsApp kelas yang juga diakses oleh orang tua dan guru. Ia juga mengajak guru lain untuk berbagi praktik baik dalam rapat guru mingguan. Dalam waktu sebulan, keterlibatan siswa dan ketepatan waktu pengumpulan tugas meningkat. Berdasarkan kasus di atas, bentuk komunikasi efektif yang dilakukan Ibu Rini adalah:
a)
Memberikan informasi hanya kepada siswa yang bermasalah
b)
Menyampaikan keluhan kepada kepala sekolah secara pribadi
c)
Membuka poling kepada semua guru dan orang tua untuk berpartisipasi
d)
Menyampaikan semua materi melalui papan tulis di kelas
e)
Membuka saluran komunikasi dua arah dengan siswa, guru, dan orang tua
59.
Ketika Ibu Rini mengajak guru lain berbagi praktik baik, ia menunjukkan sikap kepemimpinan dalam hal:
a)
Dominasi terhadap rekan sejawat
b)
Kolaborasi dan pembelajaran profesional
c)
Pelaporan terhadap kinerja guru
d)
Supervisi akademik secara formal
e)
Kepemimpinan pelayanan
60.
Di SD Pelita Harapan, kepala sekolah menerima laporan bahwa partisipasi orang tua dalam kegiatan kelas sangat rendah. Bu Nani, guru kelas 2, ingin menggali penyebab dan menyusun strategi kolaborasi dengan wali murid. Langkah awal yang paling tepat dilakukan Bu Nani adalah...
a)
Membuat angket minat kepada siswa mengenai kegiatan kelas
b)
Mengundang wali murid ke sekolah tanpa menjelaskan maksudnya
c)
Melakukan wawancara informal dengan beberapa orang tua murid
d)
Menyampaikan keluhan langsung ke kepala sekolah
e)
Menyusun jadwal kegiatan kelas secara mandiri dan membagikannya ke grup wali murid
61.
Sebelum melaksanakan pembelajaran Bu Dina mengadakan asesmen awal untuk mengetahui profil belajar peserta didiknya. Berdasarkan hasil asesmen awal diketahui bahwa 30% memiliki gaya belajar visual, 30% memiliki gaya belajar kinestetik, dan 40% memiliki gaya belajar auditori. Bu Dina juga mengumpulkan informasi bahwa secara umum peserta didiknya memiliki minat yang relevan dengan gaya belajarnya masing-masing. Berdasarkan data dan informasi tersebut, jika Bu Dina merencanakan pembelajaran berpusat peserta didik dengan pembelajaran berdiferensiasi proses sebagai berikut, kecuali…
a)
Guru menyajikan penjelasan materi kepada peserta didik dalam bentuk modul atau bahan ajar seperti teks bacaan informatif
b)
Peserta didik diberikan kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi, seperti laporan tertulis, poster, mind map, pop-up, bermain peran maupun bentuk lain sesuai dengan bakat dan minat
c)
Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh pengetahuan baru
d)
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan praktik bermain peran agar mereka lebih memahami penjelasan guru
e)
Peserta didik diminta mengamati lingkungan sekitar kelas dan membuat laporan hasil observasi dalam bentuk teks naratif.
62.
Bapak Wendi adalah seorang guru SD. Beliau rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut. ii) Menganalisis hasil ujian peserta didik sebelum menentukan jumlah peserta didik yang belum tuntas. ii) Memisahkan peserta didik yang nilainya di atas dan di bawah standar kemudian memilih metode mengajar yang berbeda untuk kedua kelompok. iii) Melakukan kegiatan refleksi terhadap kelemahan metode yang digunakan dan memperbaharui pada pembelajaran berikutnya. iv) Menerapkan metode mengajar bagi siswa yang menjalani remidi. Berdasarkan kegiatan-kegiatan Bapak Wendi tersebut, kegiatan yang dapat memberikan kegiatan pembelajaran di kelas Bapak Wendi menjadi efektif adalah….
a)
i, ii, dan iii
b)
i, ii, dan iv
c)
ii, iii, dan iv
d)
iii dan iv
e)
i, ii, iii, dan iv
63.
Modul Ajar memuat komponen pertanyaan pemantik dan pemahaman bermakna. Pernyataan berikut yang tepat menurut Saudara adalah…
a)
Pertanyaan pemantik : Bagaimana sebuah jam bekerja dan menghubungkannya dengan cara membacanya?
b)
Pertanyaan pemantik : “Coba lihat gambar yang ada pada dinding itu…Gambar itu memiliki bentuk yang disebut lingkaran. Sebutkan benda-benda yang berbentuk lingkaran !
c)
Pertanyaan pemantik : Bagaimana menghubungkan waktu dengan situasi kehidupan sehari-hari ?
d)
Pemahaman bermakna : Cara membaca jam dan menit yang ditunjukkan oleh jarum pendek dan panjang
e)
Pemahaman bermakna : Fungsi jam
64.
Setelah kegiatan pembelajaran, Bapak Azwar selalu menyampaikan kepada peserta didik tentang tindakan yang kurang tepat atau pembentukan pengetahuan yang kurang tepat serta menjelaskan dampak baik dan buruk yang ditimbulkan. Tujuan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bapak Azwar tersebut adalah….
a)
Mengukur ketercapaian hasil belajar peserta didik,
b)
Mengukur hal-hal yang belum dipahami oleh peserta didik.
c)
Mengukur efektivitas pembelajaran.
d)
Mengukur respon siswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran.
e)
Mengetahui materi yang belum terbahas.
65.
Dalam sebuah kelas, guru menemukan bahwa ada siswa yang kesulitan memahami materi pembelajaran meskipun sudah dijelaskan berulang kali. Jika anda menjadi seorang guru, maka yang akan anda lakukan adalah…
a)
Mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi siswa melalui asesmen formatif dan memberikan instruksi yang lebih sesuai dengan tingkat pemahaman mereka
b)
Menggunakan metode pengajaran yang sama dengan harapan siswa akan memahaminya pada akhirnya
c)
Mengulang pembelajaran dari awal kepada seluruh kelas
d)
Memberikan lebih banyak tugas kepada siswa agar mereka terbiasa dengan materi
e)
Meminta siswa untuk belajar mandiri di rumah
66.
Pak Bani seorang guru kelas I menemukan bahawa kemampuan membaca siswa di kelasnya sangat bervariasi. Beberapa siswa sudah mahir membaca, sedangkan yang lain masih berjuang untuk memahamai kata-kata sederhana. Sebagai seorang guru yang akan menerapkan pendekatan TaRL, tindakan yang paling tepat dilakukan Pak Bani adalah…
a)
Memberikan materi yang sama kepada semua siswa agar pembelajaran tetap merata.
b)
Mengajarkan materi yang lebih sulit agar pembelajaran tetap merata.
c)
Mengabaikan perbedaan dan fokus pada kurikulum yang telah ditetapkan.
d)
Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan membaca dan memberikan materi sesuai dengan kemampuan masing-masing kelompok.
e)
Mengadakan lebih banyak latihan membaca di kelas tanpa memandang perbedaan kemampuan.
67.
Ketika memulai kegiatan pembelajaran di kelas, Ibu Tini memberikan sebuah isi aktual dalam bentuk pertanyaan yang memerlukan solusi. Kemudian dalam bentuk kelompok-kelompok kecil, siswa diminta untuk mencari alternatif solusi tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Tini tersebut mengisyaratkan implementasi model pembelajaran….
a)
Problem Based Learning
b)
Inquiry learning
c)
Cooperative learning
d)
Project Based learning
e)
Discovery Learning
68.
Seorang guru sedang mengajar di kelas yang memiliki ketertarikan dalam belajar Matematika. Suatu hari guru tersebut mengajar pada salah satu indikator ketercapaian pembelajaran adalah menemukan jaring-jaring kubus dan balok. Guru tersebut akan membuat evaluasi pada proses pembelajaran, maka evaluasi proses pembelajaran yang kurang sesuai untuk mengukur indikator tersebut adalah….
a)
memberikan soal menentukan luas permukaan kubus dengan menggunakan jaring-jaring yang ditentukan
b)
tanya jawab singkat tentang jaring-jaring dan bukan jaring-jaring kubus dan balok
c)
pertanyaan lisan tentang makna dan jaring-jaring bangun ruang di akhir pembelajaran
d)
memberikan kuis menggambar paling sedikit 2 jaring-jaring kubus dan balok di akhir pembelajaran
e)
observasi berapa macam jaring-jaring yang dapat ditemukan siswa ketika kegiatan diskusi kelompok.
69.
Jika Saudara adalah guru dan akan menjalankan tugas mengajar Bahasa Indonesia. saat itu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Saudara ingin melakukan literasi dan numerasi menulis pada peserta didik di sekolah. Literasi ini akan membantu peserta didik menuangkan gagasan ke dalam tulisan dengan susunan kata dan bahasa yang efektif dan efisien. Namun demikian, kemampuan menulis peserta didik di sekolah Saudara sangat heterogen. Beberapa diantara mereka cukup terampil dalam menulis, namun banyak juga yang mengalami kesulitan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, yang akan Saudara lakukan adalah….
a)
membuat panduan dan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat keterampilan menulis peserta didik
b)
meningkatkan kompleksitas aktivitas hanya untuk peserta didik yang sudah memiliki keterampilan menulis yang baik
c)
mulai menugaskan aktivitas menulis berdasarkan topik minggu ini berdasarkan kemampuan masing-masing
d)
menyadari adanya perbedaan kemampuan awal dalam pengembangan keterampilan menulis peserta didik
e)
tetap menggunakan metode pengajaran standar yang biasa dilakukan.
70.
Bu Lestari mengajar di kelas 3 SD dengan karakteristik siswa yang sangat beragam. Sebagian siswa sudah mampu menyelesaikan soal pecahan campuran, tetapi sebagian lainnya masih kesulitan membedakan pecahan dan bilangan bulat. Untuk meningkatkan keterlibatan semua siswa, Bu Lestari berencana menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sesuai dengan kemampuan siswa. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat diterapkan Bu Lestari sesuai dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL)?
a)
Menyusun kegiatan belajar berdasarkan topik kurikulum kelas 3 tanpa menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa.
b)
Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat penguasaan konsep, lalu memberikan kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan kelompok masing-masing.
c)
Menyediakan satu modul belajar mandiri yang sama untuk seluruh siswa agar tercipta keseragaman proses belajar.
d)
Memberikan tugas rumah tambahan kepada siswa yang belum paham agar belajar lebih keras di rumah.
e)
Membentuk kelompok acak agar siswa bisa saling belajar meski berada di level pemahaman yang berbeda.
71.
Pak Budi adalah guru kelas 5 SD yang akan mengajar topik "volume kubus dan balok". Dalam satu kelas, terdapat siswa yang sangat cepat memahami konsep volume, tetapi sebagian besar lainnya masih kesulitan memahami konsep panjang, lebar, dan tinggi. Pak Budi ingin merancang tujuan pembelajaran yang relevan, menantang, dan dapat mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa. Perumusan tujuan pembelajaran manakah yang paling sesuai untuk mengakomodasi keberagaman capaian pembelajaran siswa?
a)
Siswa dapat menghitung volume kubus dan balok dengan cepat tanpa bantuan guru.
b)
Siswa mampu menyebutkan rumus volume dan menghafalnya di luar kepala.
c)
Siswa mampu memahami makna volume melalui eksplorasi konkret, menyebutkan rumus, dan menyelesaikan soal sesuai tingkat penguasaan masing-masing.
d)
Semua siswa wajib mencapai penguasaan materi volume dengan nilai minimal 90 agar dianggap tuntas.
e)
Siswa dapat mengikuti penjelasan guru tentang volume dan mencatat rumus di buku catatan.
72.
Bu Nanda menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas 4 SD. Ia membagi siswa ke dalam kelompok kecil berdasarkan kemampuan numerasi, dan memberikan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan. Setelah melihat dampak positif pada peningkatan pemahaman siswa, Bu Nanda membuat laporan singkat dan mempresentasikan praktik tersebut pada forum guru MGMP, serta mengunggah rencana dan refleksinya ke platform guru daring. Dari praktik Bu Nanda, manakah pernyataan berikut yang paling mencerminkan strategi berbagi praktik baik dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?
a)
Membuat laporan internal untuk kepala sekolah tentang peningkatan nilai siswa di kelasnya.
b)
Memberi tugas tambahan kepada siswa berprestasi untuk membantu siswa yang kesulitan.
c)
Menyusun modul belajar dan membagikannya ke komunitas guru serta menjelaskan implementasi berdasarkan pengalaman kelasnya.
d)
Menyusun perencanaan mengajar untuk dirinya sendiri agar lebih terstruktur ke depannya.
e)
Menganalisis hasil belajar siswa untuk evaluasi pribadi tanpa dibagikan ke pihak lain.
73.
Pak Rafi adalah guru kelas 5 SD. Selama satu semester, ia mengumpulkan berbagai data hasil belajar siswa dari penilaian formatif, sumatif, observasi, dan portofolio. Sebelum menyusun laporan hasil belajar, Pak Rafi menganalisis data untuk memastikan setiap siswa mendapatkan penilaian yang holistik. Dalam menyusun laporan, Pak Rafi menyertakan aspek kognitif, afektif, dan keterampilan serta memberikan deskripsi kemajuan belajar. Dari pilihan berikut, manakah yang paling mencerminkan prinsip evaluasi hasil belajar dalam menyusun laporan capaian belajar peserta didik?
a)
Menyusun laporan dengan berfokus pada nilai ujian akhir karena dianggap paling objektif.
b)
Menggunakan nilai rata-rata harian sebagai satu-satunya acuan penilaian siswa.
c)
Menggabungkan hasil asesmen formatif, sumatif, dan observasi, serta memberikan catatan deskriptif perkembangan siswa.
d)
Memberikan laporan berbasis standar minimum (KKM) tanpa mempertimbangkan proses belajar.
e)
Menyalin nilai dari lembar rekap tanpa merefleksikan capaian aktual setiap siswa.
74.
Bu Sari mengajar kelas 4 SD dengan topik “Gaya dan Gerak”. Dalam modulnya, ia merancang tujuan pembelajaran agar siswa dapat mengidentifikasi pengaruh gaya terhadap gerak benda melalui eksperimen sederhana. Untuk itu, Bu Sari ingin mengembangkan perangkat pembelajaran dan sumber belajar yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. Dari pilihan berikut, produk pengembangan perangkat pembelajaran mana yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Bu Sari?
a)
Menyusun modul berbasis literasi teks bacaan ilmiah panjang tanpa aktivitas eksploratif.
b)
Menyusun lembar kerja siswa (LKS) berisi tabel eksperimen dan panduan pengamatan gaya serta gerak.
c)
Memberikan video dokumenter tentang gaya yang disiapkan untuk siswa SMP.
d)
Menugaskan siswa membaca bab dari buku paket IPA dan menjawab pertanyaan pilihan ganda.
e)
Menggunakan soal latihan ulangan harian dari tahun sebelumnya.
75.
Bu Rina adalah guru SD yang hendak melaksanakan penilaian pada materi "Sifat dan Perubahan Wujud Zat". Ia ingin mengetahui apakah siswa benar-benar memahami konsep, bukan sekadar menghafal definisi. Bu Rina menyusun beberapa soal uraian terbuka dan juga beberapa soal pilihan ganda yang menuntut penalaran. Sebelum menyusun soal, ia mempertimbangkan tujuan penilaian agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat itu. Prosedur yang digunakan Bu Rina dalam penilaian menggunakan tes sesuai dengan langkah pertama, yaitu ....
a)
Menentukan tujuan penilaian, apakah untuk penilaian harian, tengah semester, akhir semester atau penilaian akhir dalam satuan pendidikan
b)
Menentukan aspek sikap spiritual yang akan dinilai
c)
Menetapkan skor tiap-tiap tingkatan keterampilan
d)
Menyusun rubrik penilaian observasi
e)
Menentukan kriteria ketercapaian profil pelajar Pancasila
76.
Ibu Mahmudah adalah guru kelas V yang sedang merancang pembelajaran teks deskripsi. Beliau ingin agar pembelajaran tersebut sesuai dengan Capaian Pembelajaran Fase C, yang menuntut peserta didik mampu memahami dan menyusun teks deskripsi berdasarkan pengalaman atau pengamatan. Namu dalam pelaksanaan sebelumnya, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dan hanya menyalin contoh dari buku teks tanpa benar benar memahami atau mampu menulis deskripsi yang original. Oleh karena itu dengan mempertimbangkan perkembangan peserta didik maka Ibu Mahmudah ingin memperbaiki pembelajarannya agar lebih kontekstual, interaktif, dan mendorong siswa berpikir kritis. Tindakan terbaik yang dilakukan Ibu Mahmudah yaitu….
a)
Membagikan contoh teks deksripsi dari buku, lalu langsung meminta peserta didik menulis teks serupa dengan mengganti beberapa kata saja.
b)
Mengubah pembelajaran menjadi bercerita lisan agar peserta didik tidak kesulitan menulis, meskipun tidak sesuai dengan fokus teks deskripsi.
c)
Meminta peserta didik mencari teks deskripsi dari internet lalu menyalinnya kembali ke buku tugas sebagai latihan menulis.
d)
Memberikan penjelasan yang lebih lengkap tentang struktur teks deskripsi dan meminta siswa menghafalkannya agar mereka tidak salah menulis.
e)
Mengajak siswa melakukan pengamatan langsung ke taman sekolah lalu menugaskan peserta didik menulis teks deskripsi sesuai dengan hasil pengamatan.
77.
Ibu Bekti menemukan bahwa siswa cenderung menghafal langkah-langkah untuk menyelesaikan soal keliling dan luas bangun datar tanpa memahami konsep di baliknya sehingga ketika diberikan permasalahan terkait materi tersebut peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Apa yang harus dilakukan Bu Bekti untuk membantu siswa memahami konsep keliling dan luas bangun datar secara lebih mendalam?
a)
Memberikan lebih banyak soal latihan untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah
b)
Menggunakan pendekatan penemuan terbimbing di mana siswa harus menemukan sendiri konsep keliling dan luas bangun datar melalui eksperimen
c)
Mengajarkan siswa cara menghafal keliling dan luas bangun dengan mnemonik yang mudah diingat
d)
Memberikan ceramah yang lebih mendalam tentang teori di balik konsep keliling dan luas bangun datar
e)
Mengadakan kuis rutin untuk memastikan siswa mengingat langkah-langkah penyelesaian soal
78.
Jika Saudara adalah guru dan akan menjalankan tugas mengajar Bahasa Indonesia. saat itu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Saudara ingin melakukan literasi dan numerasi menulis pada peserta didik di sekolah. Literasi ini akan membantu peserta didik menuangkan gagasan ke dalam tulisan dengan susunan kata dan bahasa yang efektif dan efisien. Namun demikian, kemampuan menulis peserta didik di sekolah Saudara sangat heterogen. Beberapa diantara mereka cukup terampil dalam menulis, namun banyak juga yang mengalami kesulitan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, yang akan Saudara lakukan adalah….
a)
membuat panduan dan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat keterampilan menulis peserta didik
b)
meningkatkan kompleksitas aktivitas hanya untuk peserta didik yang sudah memiliki keterampilan menulis yang baik
c)
mulai menugaskan aktivitas menulis berdasarkan topik minggu ini berdasarkan kemampuan masing-masing
d)
menyadari adanya perbedaan kemampuan awal dalam pengembangan keterampilan menulis peserta didik
e)
tetap menggunakan metode pengajaran standar yang biasa dilakukan.
79.
Bapak Sardi merupakan guru kelas IV yang akan mengajarkan materi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Pada pengalaman sebelumnya banyak peserta didik yang tidak menyimak dan mendengarkan ketika guru menjelaskan, sehingga ketika mengerjakan terkait materi tersebut banyak peserta didik yang mengalami kesalahan. Agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menurut metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, maka hal yang dilakukan Bapak Sardi adalah...
a)
Meminta peserta didik menonton film tentang Serangan Umum 1 Maret 1949
b)
Mengajak peserta didik melakukan karyaawisata ke Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
c)
Meminta peserta didik membaca buku-buku terkait Serangan Umum 1 Maret 1949 di perpustakaan
d)
Meminta peserta didik untuk menggambar Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949
e)
Menggunakan media gambar dan video yang menarik tentang Serangan Umum 1 Maret 1949.
80.
Ibu Carla adalah seorang guru SD. Beliau rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut. i. Menganalisis hasil ujian peserta didik sebelum menentukan jumlah peserta didik yang belum tuntas. ii. Memisahkan peserta didik yang nilainya di atas dan di bawah standar kemudian memilih metode mengajar yang berbeda untuk kedua kelompok. iii. Melakukan kegiatan refleksi terhadap kelemahan metode yang digunakan dan memperbaharui pada pembelajaran berikutnya. iv. Menerapkan metode mengajar bagi siswa yang menjalani remidi. Berdasarkan kegiatan-kegiatan Ibu Carla tersebut, kegiatan yang dapat memberikan kegiatan pembelajaran di kelas Ibu Carla menjadi efektif adalah….
a)
i, ii, dan iv
b)
ii, iii, dan iv
c)
i, ii, dan iii
d)
iii dan iv
e)
Semua benar
81.
Bu Reni adalah guru kelas 5 SD Beliau menyadari peserta didik di kelas sering cemas ketika salah menjawab atau mengerjakan tugas yang diberikan. Kemudian beliau berencana menciptakan lingkungan aman dengan fokus pada aspek emosional dan sosial. Langkah yang tepat dapat dilakukan Bu Reni untuk mengatasi masalah di kelasnya adalah….
a)
Memberikan hukuman kepada peserta didik yang sering salah menjawab agar mereka lebih hati-hati.
b)
Mengubah cara pengajaran dengan memberi umpan balik positif dan membangun, serta memberikan kesempatan untuk memperbaiki jawaban tanpa rasa takut.
c)
Menurunkan tingkat kesulitan soal agar peserta didik tidak merasa cemas.
d)
Membatasi kesempatan peserta didik untuk menjawab pertanyaan selama jam pelajaran.
e)
Menyuruh peserta didik untuk duduk diam jika mereka salah menjawab agar tidak mengganggu teman-temannya.
82.
Pak Budi ingin menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman bagi peserta didiknya. Dalam kegiatan pembelajaran, banyak peserta didik yang merasa cemas dan ragu untuk bertanya. Beliau memutuskan untuk menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan saling mendukung. Llangkah berikut dapat dilakukan pak Budi untuk mengurangi kecemasan peserta didik dalam bertanya adalah ….
a)
Membiarkan peserta didik bekerja secara individu untuk menghindari gangguan.
b)
Menerapkan diskusi kelompok dan memberikan penghargaan ke peserta didik yang aktif
c)
Memberikan ujian yang sulit agar peserta didik merasa tertantang.
d)
Menurunkan ekspektasi belajar dengan memberikan tugas yang sangat mudah.
e)
Membatasi interaksi antara peserta didik untuk menjaga ketenangan di kelas.
83.
Seorang guru di SD daerah perkotaan menghadapi kelas yang heterogen. Beberapa siswa memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda dan beberapa lainnya memiliki keterbatasan fisik. Fokus perhatian guru ketika merancang desain pembelajaran yang efektif untuk kelas tersebut adalah ….
a)
Menyediakan materi pelajaran yang sangat standar dan seragam untuk semua siswa
b)
Menggunakan alat pembelajaran teknologi yang rumit untuk menarik perhatian siswa
c)
Melibatkan siswa dalam proses perencanaan pembelajaran agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mereka
d)
Fokus hanya pada siswa yang memiliki prestasi tinggi agar mereka tidak ketinggalan
e)
Mengabaikan latar belakang siswa dan fokus pada hasil ujian akhir
84.
Hasil identifikasi guru bahwa sebagian besar peserta didiknya tidak dapat memahami materi pelajaran yang berkaitan dengan lingkungan alami mereka. Kemudian guru memutuskan untuk merancang pembelajaran dengan menghubungkan materi dengan kondisi lokal sekolah, yang terletak daerah pesisir dan kehidupan nelayan. Langkah awal dalam merancang pembelajaran sesuai kondisi sekolah tersebut adalah …
a)
Memilih topik pelajaran yang sesuai dengan standar kurikulum
b)
Menyusun materi yang sama dengan sekolah lain tanpa menyesuaikan dengan kondisi lokal
c)
Mengidentifikasi masalah lingkungan pesisir yang dapat dijadikan topik pembelajaran
d)
Menyediakan alat-alat pembelajaran berbasis digital
e)
Menerapkan strategi pembelajaran konvensional yang sudah biasa dilakukan
85.
Seorang guru SD mengajarkan materi tentang ekosistem kepada siswa kelas 4. Guru menggunakan berbagai sumber belajar, seperti buku teks, video pembelajaran, dan alat peraga untuk membantu siswa memahami topik ini. Setelah melakukan evaluasi, guru mendapati bahwa sebagian besar siswa kesulitan dalam menghubungkan teori ekosistem dengan contoh dunia nyata. Langkah yang dilakukan guru untuk memastikan pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik dan membantu siswa lebih memahami konsep ekosistem adalah …
a)
Menggunakan lebih banyak video animasi untuk menjelaskan ekosistem
b)
Memberikan soal latihan lebih banyak dari buku teks
c)
Mengajak siswa kunjungan lapangan untuk melihat langsung ekosistem yang ada di sekitar
d)
Meningkatkan waktu belajar dengan ceramah panjang tentang teori ekosistem
e)
Menggantikan materi ekosistem dengan topik yang lebih mudah dipahami siswa
86.
Seorang guru kelas 4 SD ingin menumbuhkan minat dan kemampuan berpikir kritis siswa pada topik “Daur Air”. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat?
a)
Memberikan penjelasan rinci dari buku paket
b)
Mengajak siswa mengamati poster daur air lalu menjawab pertanyaan
c)
Menugaskan siswa membuat mini proyek eksperimen sederhana tentang penguapan air
d)
Memberikan latihan soal ulangan harian
e)
Menyuruh siswa menghafalkan tahapan daur air
87.
Bu Arini Guru kelas 2 SD ingin mengajarkan konsep pengukuran panjang. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, aktivitas yang paling sesuai adalah …
a)
Meminta siswa menyalin tabel konversi satuan panjang
b)
Menugaskan siswa menghitung selisih panjang benda dengan rumus
c)
Mengajak siswa mengukur benda-benda nyata di kelas menggunakan penggaris
d)
Memberikan soal cerita berbasis ukuran abstrak
e)
Menjelaskan teori satuan panjang secara lisan
88.
Di kelas 3 SD terdapat peserta didik dengan hambatan pendengaran ringan. Strategi pembelajaran inklusif dan bermakna yang bisa digunakan guru adalah …
a)
Menggunakan teks tertulis dan media visual seperti gambar atau video bersubtitel
b)
Menyuruh siswa duduk paling belakang agar tidak terganggu
c)
Memanggil orang tua untuk mengajari materi di rumah
d)
Menghindari aktivitas diskusi karena tidak efektif
e)
Memberi tugas tambahan agar siswa lebih aktif
89.
Pak anton Guru kelas 6 SD merancang pembelajaran tema “Energi” dengan pendekatan konstruktivisme. Aktivitas berikut yang paling sesuai adalah …
a)
Menjelaskan jenis-jenis energi sambil siswa mencatat
b)
Memberikan daftar jenis energi untuk dihafalkan
c)
Mengajak siswa mengamati alat-alat rumah tangga dan mendiskusikan jenis energi yang digunakan
d)
Memberikan soal pilihan ganda tentang energi
e)
Menyuruh siswa membaca buku energi secara mandiri
90.
Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bu guru Inta meminta siswa menceritakan pengalaman pribadi dan memberikan umpan balik yang membangun dari teman sekelas. Hal ini mencerminkan strategi …
a)
Behavioristik dengan penekanan pada penguatan
b)
Kognitivisme berbasis transfer informasi
c)
Humanistik yang berpusat pada perasaan dan pengalaman pribadi
d)
Tradisional dengan pendekatan hafalan
e)
Strukturalisme dalam analisis teks