NEW
Font size
WorksheetsSTI 2022 BSFT
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Adanya interaksi farmakokinetik metabolisme obat yang dapat mempengaruhi kerja enzim CYP2D6, perlu pengawasan ketat pada pemberian kombinasi anti aritmia Quinidine bersamaan dengan obat anti jamur Ketokonazole sistemik dapat menyebabkan:
bradikardi
hipertensi
fibrilasi atrium
migriane
diare
Apakah bentuk sediaan obat topikal yang dianjurkan pada kulit tidak berambut dan lesi yang tebal?
krim
losion
gel
salep
emulsi
Apakah bentuk sediaan obat topikal yang dianjurkan pada kulit berambut?
krim
losion
gel
salep
emulsi
Apakah golongan obat antijamur yang sebaiknya tidak diberikan pada pasien hamil trimester I karena bersifat teratogenik?
Echinocandins
Allylamine
Oral Azole
Polyene
Hetrocyclic benzofuran
Laki-laki, 42 tahun, datang dengan keluhan nyeri kepala. Pada pemeriksaan tanda vital, dijumpai TD 200/100 mmHg, HR: 88x/I, tanda vital lain dalam batas normal. Selama ini dia menderita penyakit jantung dan teratur mengkonsumsi captopril, aspirin, dan furosemid. Dokter lalu meresepkan tablet Candesartan 1 × 1 dan Tab. NaDiclofenac 2 × 50 mg. Adakah interaksi farmakodinamik obat yang bersifat antagonis pada kasus tersebut?
Ada, yakni Captopril dan Candesartan
Ada, yakni Captopril dan Furosemide
Ada, yakni Aspirin dan Candesartan
Ada, yakni Aspirin dan Na Diclofenac
Tidak ada
Laki-laki, 42 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. Selama ini dia menderita penyakit jantung dan teratur mengkonsumsi captopril, aspirin, furosemid dan clopidogrel. Pada pemeriksaan fisik, dijumpai TD 200/100 mmHg. Obat manakah dari sediaan di atas yang dapat menyebabkan efek antagonis terhadap penurunan tekanan darah pasca pemberian Captopril?
Captopril
Aspirin
Furosemide
Clopidogrel
Captopril dan clopidogrel
Laki-laki, 45 tahun, datang dengan keluhan sakit kepala (migrain). Pasien mendapat terapi Tab ibuprofen 400 mg 2 x1. Berdasarkan riwayat penyakit sebelumnya, pasien telah dilakukan tindakan kateterisasi jantung (CABG) dan mendapat terapi pemeliharaan (maintenance) berupa tablet Aspirin 80 mg 1 x 1. Apakah resiko efek samping yang dapat terjadi dengan konsumsi bersama kedua obat tersebut?
Risiko hiponatremi meningkat
Risiko penekanan sumsum tulang meningkat
Risiko osteoporosis meningkat
Resiko masa perdarahan memanjang meningkat
Risiko batuk kering meningkat
Laki-laki, 45 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. TD 210/120 mmHg. Pasien tersebut melakukan swamedikasi membeli obat ke apotek dan diberi Na diclofenac 3 x 50 mg, allopurinol 3 x 100 mg dan dexametasone 3 x 5 mg. Obat manakah yang dapat menyebabkan peninggian TD semakin bertambah berat?
Allopurinol
Dexametasone
Na diclofenac
Allopurinol dan dexamethasone
Dexametasone dan Na diclofenac
Manakah antifungal di bawah ini yang sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal?
Ampoterisin B
Ketoconazole
Nystatin
Fluconazole
Itraconazole
Manakah antifungal di bawah ini yang sediaannya infus?
Ampoterisin B
Ketoconazole
Nystatin
Fluconazole
Itraconazole
Manakah yang merupakan pilihan obat yang diberikan apabila terjadi resistensi anti jamur derivate Azole pada kasus infeksi jamur Candida?
Mebendazole
Theobromine
Caspofungin
Noradrenaline
Budesonide
Pada pasien dengan dermatitis kontak alergi yang berat, diberikan ointment Flumetasone pivalat 0,02% sebagai tata laksana. Obat tersebut termasuk ke dalam golongan di bawah ini, yakni:
Antibiotik
Antimikosis
Antivirus
NSAIDs
Kortikosteroid
Pasien laki-laki, 34 tahun datang dengan keluhan utama rasa tidak nyaman pada mulut, keluar cairan, ketidakmampuan membuka mulut lebar dan bau mulut dialaminya sejak 2 minggu terakhir. RPT didiagnosis menderita Gangguan Stres Pasca Trauma sebelumnya. Riwayat pemakaian obat tidak jelas. Kebiasaan merokok (-), tanda-tanda vital normal. Pada pemeriksaan intra oral tampak Adanya sekret, penampakan seperti lumut berwarna putih, lesi ulseratif pada bibir, pangkal lidah, mukosa bukal dan palatum, serta sudut mulut. Pasien memiliki kebersihan mulut yang buruk. Dokter mendiagnosis Oral Kandidiasis. Manakah pengobatan yang paling tepat?
Ketokonazole tablet dan Nystatin gargle (obat kumur)
Ketokonazole sirup dan Fluconazole tablet
Ketokonazole tablet dan Amphotericin injeksi
Ketokonazole sirup dan Nystatin sirup
Ketokonazole injeksi dan Itraconazole kapsul
Pasien laki-laki, usia 14 tahun datang dengan orang tuanya ke klinik untuk memeriksakan adanya bercak putih di mulut sejak 1 ½ bulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat asma. Riwayat pemakaian obat (RPO) pasien diobati dengan obat inhaler saat serangan asma. Pada pemeriksaan oral, tampak gambaran whitish-yellow, slightly elevated spots pada midline dari hard palate. Lesi menjadi tergores saat dikerok dan meninggalkan bercak eritematosa yang tersebar. Dokter mendiagnosis kandidiasis pseudomembran yang diinduksi oleh RPO sebelumnya. Dokter menyarankan pasien untuk menggunakan suspensi Nystatin sekitar 4 kali per hari selama sekitar 1 minggu. Pasien mengalami remisi pada lesi. Obat manakah yang digunakan pasien (RPO) pada kasus yang menyebabkan terjadinya kandidiasis oral pada pasien?
Salbutamol
Fluticasone
Ipratropium bromide
Theophylline
Epinephrine
Pasien laki-laki, usia 14 tahun datang dengan orang tuanya ke klinik untuk memeriksakan adanya bercak putih di mulut sejak 1 ½ bulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat asma. Riwayat pemakaian obat (RPO) pasien diobati dengan obat inhaler saat serangan asma. Pada pemeriksaan oral, tampak gambaran whitish-yellow, slightly elevated spots pada midline dari hard palate. Lesi menjadi tergores saat dikerok dan meninggalkan bercak eritematosa yang tersebar. Dokter mendiagnosis kandidiasis pseudomembran yang diinduksi oleh RPO sebelumnya. Dokter menyarankan pasien untuk menggunakan suspensi Nystatin sekitar 4 kali per hari selama sekitar 1 minggu. Pasien mengalami remisi pada lesi. Manakah mekanisme kerja obat anti jamur pada kasus?
Menghambat ekskresi mikrotubulus sel jamur
Menghambat integrasi membran sel jamur
Menghambat sintesis di mitokondria sel jamur
Menghambat sintesis DNA sel jamur
Menghambat sintesis RNA sel jamur
Pasien perempuan berusia 27 tahun datang berobat dengan keluhan gatal pada lengan kanan, telah dirasakan selama 1 minggu. Selama ini pasien menggunakan gelang terbuat dari nikel di lengan kanannya. Pemeriksaan fisik dijumpai lesi dengan gambaran makula eritema, vesikula dan sedikit krusta di lengan dan pergelangan tangan lokasi pasien menggunakan jam tangan. Pemeriksaan dengan KOH 10% dengan kerokan kulit dari lokasi hypha (-), spora (-). Untuk keadaan di atas tatalaksana yang paling tepat adalah:
Memberikan oral kortikosteroid
Menggunakan ketokonazol topikal
Tes kembali dengan india ink untuk melihat lesi pada tangan
Memberikan antibiotik topikal
Tidak memakai gelang terbuat dari nikel tersebut
Pegloticase dan Rasburicase merupakan golongan obat antihiperurisemia (Recombinant urate oxidase enzyme). Obat ini mampu mengkonversi asam urat menjadi metabolit non toksik dan larut air yakni allantoin. Meskipun potensi obat ini baik, namun ada beberapa hal yang harus di-screening sebelum pasien dapat diberikan obat ini, yakni:
Kadar SGOT dan SGPT
Kadar ureum dan kreatinin
G6PD
Kadar albumin
Kadar Ferritin
Pemberian antijamur derivate azole harus hati-hati dan terus dimonitoring bila diberikan bersamaan dengan obat lain sebab dapat mempengaruhi interaksi obat di tingkat metabolisme farmakokinetik obat, yaitu:
Mengurangi jumlah absorpsi obat lainnya
Berikatan kuat pada protein plasma
Meningkatkan ekskresi obat lainnya
Mengurangi kerja sitokrom P450 di hati
Mengurangi proses reabsorpsi di ginjal
Pemberian kombinasi obat Telmisartan dengan Captopril merupakan:
Peresepan kombinasi obat yang dibutuhkan
Kaskade peresepan akibat pemberian obat sebelumnya
Polifarmasi
Peresepan irasional
Peresepan yang saling antagonis
Perempuan 30 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terasa gatal dan terkelupas di telapak tangan sejak 2 hari yang lalu. Pasien menyebutkan bahwa sejak 2 hari yang lalu ia menggunakan sarung tangan karet untuk mencuci piring, berbeda dari biasanya. Dokter mendiagnosis pasien dengan dermatitis kontak alergi. Apakah tatalaksana yang paling tepat yang dapat diberikan pada pasien ini?
Salep Na Diclofenac
Lotion hydrocortisone 0.1%
Talk silica
Cream ketoconazole
Permethrin krim 2.5%
Seorang laki-laki, 35 tahun, didiagnosa Gonorrhea. Sediaan di bawah ini yang dapat diberikan kepada Tn Y selain Ceftriaxon, yaitu:Amikasin
Amikasin
Eritromisin
Azitromisin
Amoksisilin
Tetrasiklin
Seorang laki-laki, 38 tahun, keluhan sakit kepala disertai rasa berputar sejak 3 hari sebelum masuk RS. Pasien didiagnosa menderita migrain dengan aura. Pasien mendapat amitriptilin, ibuprofen dan vitamin B-complex. Apakah indikasi pemberian vitamin Bcomplex pada kasus ini?
Analgetik antipiretik
Analgetik antiinflamasi
Analgetik opioid
Analgetik narkotik
Analgetik adjuvan
Seorang laki-laki, 42 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. Selama ini dia menderita penyakit jantung dan teratur mengonsumsi captopril, aspirin, furosemid dan clopidogrel. Pasien tersebut melakukan swamedikasi membeli obat ke apotek dan diberi Na diclofenac 3 x 50 mg, allopurinol 3 x 100 mg dan dexametasone 3 x 5 mg. Manakah dari kombinasi obat di atas yang menimbulkan interaksi farmakodinamik berupa antagonisme sehingga mempengaruhi tekanan darah pasien?
Captopril dan Aspirin
Furosemide dan Captopril
Furosemide dan Clopidogrel
Furosemide dan Allopurinol
Aspirin dan Allopurinol
Seorang laki-laki, 42 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. Pasien selama ini didiagnosa TB kasus baru dan sudah 1 bulan mengkonsumsi RHZE. Pasien diberikan febuxostat untuk mengatasi serangan akut gout. Interaksi farmakokinetik apakah yang dapat terjadi pada kasus ini?
Rifampicin menginduksi CYP450 sehingga kadar febuxostat menurun
Rifampisin menghambat absorpsi febuxostat sehingga kadar febuxostat menurun
Isoniazid bersifat hepatotoksik sehingga sinergis dengan febuxostat dalam hal efek samping
Pyrazinamide menyebabkan kadar asam urat meningkat sehingga efek terapi febuxostat tidak optimal
Ethambutol bersinergis dengan febuxostat dalam meningkatkan efek samping hepatotoksik
Seorang laki-laki, 42 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. Pasien selama ini didiagnosa TB kasus baru dan sudah 1 bulan mengkonsumsi RHZE. Pasien diberikan febuxostat untuk mengatasi serangan akut gout. Interaksi farmakodinamik apakah yang dapat terjadi pada kasus ini?
Rifampicin menginduksi CYP450 sehingga kadar febuxostat menurun
Rifampisin menghambat absorpsi febuxostat sehingga kadar febuxostat menurun
Pyrazinamide menyebabkan kadar asam urat meningkat sehingga efek terapi febuxostat tidak optimal
Ethambutol bersinergis dengan febuxostat dalam meningkatkan efek samping hepatotoksik
Isoniazid bersifat hepatotoksik sehingga sinergis dengan febuxostat dalam hal efek samping
Seorang laki-laki, 45 tahun, mendapat serangan akut gout pada pangkal jempol kaki kiri. Selama ini dia menderita penyakit jantung dan teratur mengkonsumsi captopril, aspirin, furosemid dan clopidogrel. Sehari sebelum serangan gout pebisnis muda ini nongkrong di café, minum minuman beralkohol dan kopi susu dingin. Pasien tersebut melakukan swamedikasi membeli obat ke apotek dan diberi Na diclofenac 3 x 50 mg, allopurinol 3 x 100 mg dan dexametasone 3x 5 mg. Pemeriksaan tanda serangan akut gout (+), TD 200/100 mmHg, nadi 96x/menit, edemaperitibia (-). Obat manakah yang dapat mempresipitasi timbulnya serangan akut gout?
Captopril melalui penghambatan terhadap xanthin oksidase
Na diclofenac melalui penghambatan enzim COX
Furosemide melalui reabsorpsi asam urat di kanal Na tubulus proksimal ginjal
Clopidogrel melalui reabsorpsi asam urat di kanal Na-K-2Cl lengkung henle
Aspirin melalui reabsorpsi asam urat di collecting duct
Seorang laki-laki, 47 tahun, didiagnosa menderita hiperurisemia kronis. Dokter memberikan resep berupa tablet Probenecid 250 mg sebanyak 2 x 1. Bagaimanakah mekanisme kerja probenecid?
Menghambat xanthin oxidase
Menghambat OATP di tubulus ginjal
Menghambat OATP dan URAT1 di tubulus ginjal
Agonis urate oxidase
Mengkonversi asam urat menjadi allantoin
Seorang laki-laki, usia 37 tahun, datang ke praktek dokter umum dengan keluhan jempol kaki kiri bengkak. Hal ini dialami pasien 3 hari sebelumnya. Pada pemeriksaan tanda vital, dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik, dijumpai edema (+), merah (+), nyeri sentuh (+) jempol kaki kiri. Riwayat penyakit terdahulu (-), riwayat diet: pasien suka sekali makan soto babat, frekuensi bisa 4x dalam seminggu. Berdasarkan kasus di atas, apakah tatalaksana farmakologi yang paling tepat pada kasus ini?
Allopurinol 2 x 100 mg
Febuxostat 1 x 40 mg
Allopurinol 2 x 100 mg dan Na diclofenac 2 x 50 mg
Colchicine 2 x 0,6 mg dan Na diclofenac 2 x 50 mg
Febuxostat 1 x 40 mg dan Methylprednisolone 1 x 5 mg
Seorang pasien didiagnosa dengan infeksi saluran kemih dan diberikan antibiotik Cotrimoxazole. Bagaimanakah mekanisme kerja obat ini?
Menghambat sintesis dinding sel
Menghambat sintesis protein di ribosom
Meningkatkan ROS intrasel
Menghambat DNA gyrase
Menghambat sintesis asam folat
Seorang pasien didiagnosa dengan migrain kronis sehingga pasien mengkonsumsi obat analgetik hampir setiap hari. Untuk terapi pada pasien ini sebaiknya diberikan obat antimigrain profilaksis Propranolol. Apakah efek samping yang dapat muncul akibat obat ini?
Palpitasi
Midriasis
Hipersalivasi
Hiperhidrosis
Bradikardi
Seorang pasien laki laki datang dengan keluhan keluar nanah dari lubang kencing dan disertai nyeri dan rasa terbakar saat buang air kecil. Tampak meatus uretra merah dan bengkak. Pasien bekerja sebagai supir bus lintas provinsi dan sering melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Kondisi ini juga sudah beberapa kali dialami pasien dan sembuh setelah mendapatkan injeksi antibiotik di mantri. Namun kali ini setelah mendapatkan suntikan antibiotik kondisi pasien tidak menunjukkan adanya perbaikan. Manakah antibiotik berikut ini yang menjadi pilihan terapi bagi pasien ini?
Tetrasiklin 4 x 500 mg selama 7 hari
Ampicillin 4 x 1000 mg selama 7 hari
Cotrimoxazole 2x 480 mg selama 5 hari
Ofloxacin 400 mg per oral single dose
Azitromisin 1 gram per oral single dose
Seorang pasien laki-laki dibawa keluarga dimana menurut keluarga sering berhalusinasi sejak kemarin. Pasien selama ini sehat-sehat saja. Menurut keluarga pasien diperhatikan mulai seperti isi meja ingin memakan obat batuk dari apotik. Apakah kemungkinan obat batuk yang dimaksud?
Dextromethorphan (DXM)
Bromohexin
GG
Amonium sitrat
Obat batuk herbal
Seorang pasien mengalami serangan migrain disertai mual dan muntah yang terus menerus. Sebelumnya pasien pernah diresepkan obat anti muntah dan mengalami efek samping sindrom ekstrapiramidal berupa distonia. Pasien juga menderita hipertensi. Apakah obat antimuntah yang bisa diberikan pada pasien ini?
Metoclorpramid
Diazepam
Thalidomide
Domperidone
Ergotamin
Seorang pasien migrain diresepkan obat anti depresan sebagai profilaksis atau mencegah munculnya serangan. Antidepresan yang sering digunakan untuk kondisi ini adalah
Amitriptilin
Verapamil
Selegilin
Triptamin
Ergotamin
Seorang pasien Perempuan mengeluhkan ISK yang dideritanya tidak sembuh meskipun sudah diberikan Cotrimoksazole. Pilihan antibiotik apakah yang paling tepat selanjutnya diberikan?
Ciprofloxacin
Cefotaxime
Ceftriaxone
Cefixime
Azithromicin
Seorang pasien perempuan usia 30 tahun datang dengan gejala klinis yang ditemukan berupa gatal, tebal dan baal dengan skuama pada telinga dan wajah. Terdapat lesi eksematosa berupa eritema, udem, vesikula dan terbentuknya papulovesikula. Pemeriksaan penunjang yaitu uji tempel tidak dilakukan pada pasien ini. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini diagnosis kerjanya adalah suspect dermatitis kontak. Pada kasus tersebut Seorang pasien perempuan usia 30 tahun datang dengan gejala klinis yang ditemukan berupa gatal, tebal dan baal dengan skuama pada telinga dan wajah. Terdapat lesi eksematosa berupa eritema, udem, vesikula dan terbentuknya papulovesikula. Pemeriksaan penunjang yaitu uji tempel tidak dilakukan pada pasien ini. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini diagnosis kerjanya adalah suspect dermatitis kontak. Pada kasus tersebut pemberian terapi kortikosteroid oral yang paling baik berikut ini adalah:
Metilprednisolon
Budesonide
Clobetasone
CTM
Hidrokortisone
Seorang pasien perempuan usia 30 tahun datang dengan gejala klinis yang ditemukan berupa gatal, tebal dan baaldengan skuama pada telinga dan wajah. Terdapat lesi eksematosa berupa eritema, udem, vesikula dan terbentuknya papulovesikula. Pemeriksaan penunjang yaitu uji tempel tidak dilakukan pada pasien ini. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini diagnosis kerjanya adalah suspect dermatitis kontak. Manakah pemberian terapi kortikosteroid topikal yang paling tepat?
Metiprednisolone
Budesonide
Clobetasone
CTM
Hidrokortisone
Seorang pasien perempuan usia 30 tahun datang dengan gejala klinis yang ditemukan berupa gatal, tebal dan baaldengan skuama pada telinga dan wajah. Terdapat lesi eksematosa berupa eritema, udem, vesikula dan terbentuknya papulovesikula. Pemeriksaan penunjang yaitu uji tempel tidak dilakukan pada pasien ini. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini diagnosis kerjanya adalah suspect dermatitis kontak. Pemberian obat berikut ini dapat diberikan sebagai obat adjuvant (tambahan) yaitu:
Metiprednisolone
Budesonide
Clobetasone
CTM
Hidrokortisone
Seorang pasien perempuan usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kepala. Nyeri muncul bila pasien "banyak pikiran". Nyeri muncul semakin sering dan berat jika pasien dalam masa menstruasi. Pasien mengalami mual hingga muntah jika mengalami nyeri. Vital sign pasien dalam batas normal. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain. Pasien mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit dengan dosis dua kali lipat untuk menghilangkan nyeri kepalanya. Untuk mengurangi penggunaan dosis berganda, apakah yang dapat diberikan sebagai kombinasi dari analgetik pada pasien ini?
Deksametason
Codein
Kafein
Methylergometrin
Propranolol
Seorang pasien perempuan usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit pada saat buang air kecil. Pasien sedang hamil 12 minggu. Dari hasil pemeriksaan urin dijumpai kuman gram negatif. Apakah antibiotik pilihan pada pasien ini?
Tetrasiklin
Gentamycin
Amoxicillin
Ciprofloxacin
Cotrimoxazole
Seorang perempuan 49 tahun, didiagnosa dengan Tinea numularis. Pasien mendapatkan terapi sbb: Desoximetason 0,25 krim, Ketoconazole 200 mg, Ketoconazole 2% cream 10 g, Cetirizine 10 mg. Apakah tatalaksana yang diberikan sesuai dengan diagnose kasus?
Tidak, karena pemberian steroid bukan indikasi pada infeksi Tinea
Tidak, karena antijamur yang diberikan dari golongan ‘azole’
Tidak, karena tidak perlu pemberian antihistamin pada kasus Tinea
Ya, karena kombinasi steroid+antijamur+antihistamin merupakan gold standard pada kasus Tinea
Ya, karena diberikan dua sediaan atijamur sehingga potensi antijamur meningkat
Seorang perempuan, 31 tahun, mengeluhkan sakit di semua persendian dan seluruh badan. Pemeriksaan tanda serangan akut gout (-), obese, TD 120/80 mmHg, nadi 96x/menit, asam urat 12 mg/dl. Obat apakah yang paling baik diberikan pada kasus ini?
Allopurinol 1 x 100 mg
Colchicine 2 x 1 mg
Na diclofenac 3 x 50 mg
Dexametasone 3 x 5 mg
Celecoxib 1 x 150 mg
Seorang perempuan, 53 tahun menderita nyeri kepala disertai rasa berputar. Dialami sudah sejak 3 hari sebelum masuk RS. Pada pemeriksaan tanda vital dijumpai TD 150/90 mmHg, HR: 87x/i. Dokter mendiagnosa pasien menderita migrain + HT stage 1. Dokter lalu meresepkan obat yakni: Tab Ibuprofen 200 mg 2 x 1 dan tablet Candesartan 1 x 1. Bagaimanakah interaksi antara kedua obat tersebut?
Interaksi farmakokinetik, yakni ibuprofen menurunkan klirens Candesartan
Interaksi farmakokinetik, yakni ibuprofen menghambat absorpsi Candesartan
Interaksi farmakokinetik, yakni ibuprofen merupakan CYP450 inducer
Interaksi farmakodinamik, yakni ibuprofen bersifat mengantagonis efek terapi Candesartan
Interaksi farmakodinamik, yakni ibuprofen mengantagonis efek samping Candesartan
Seorang perempuan, A, berusia 25 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala berat berdenyut di satu sisi kepala sejak 3 jam lalu, disertai mual dan fotofobia. Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosinya dengan serangan migrain akut tanpa aura. Sediaan di bawah ini yang bukan merupakan indikasi terapi untuk kondisi A, yaitu:
Dihidroergotamin
Antiemetik
AINS
Triptan
Allopurinol
Seorang perempuan, Ny, 35 tahun, mengalami urethritis non gonococcal dan mendapat terapi Azithromycin. Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan sediaan tersebut, yaitu:
Spektrum antibiotik hanya untuk bakteri gram negatif
Absorpsi baik di saluran cerna
Waktu paruh panjang (68 jam)
Dapat menaikkan konsentrasi digoksin
Dapat menurunkan konsentrasi azithromycin
Seorang perempuan, Ny, 35 tahun, mengalami urethritis non gonococcal dan mendapat terapi Azithromycin. Manakah yang bukan merupakan efek yang tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat obat tersebut?
Diare
Mual dan muntah
Nafsu makan berkurang
Gangguan penglihatan
Konstipasi
Seorang perempuan, Ny, 35 tahun, mengalami urethritis non gonococcal dan mendapat terapi doksisiklin 100 mg, dua kali sehari selama 7 hari. Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan sediaan tersebut, yaitu:
Antibiotik spektrum luas
Generasi pertama tetrasiklin
Waktu paruh Panjang (18–22 jam)
Tidak aman digunakan pada ibu hamil
Dapat menyebabkan enamel dysplasia
Seorang perempuan, usia 28 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan serangan migrain sebanyak 7 kali dalam sebulan, disertai mual dan fotofobia. Ia menyatakan bahwa nyeri kepala sangat mengganggu aktivitas kerja dan sosialnya. Dokter meresepkan obat profilaksis migrain oral dan memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan dan ekspektasi dari terapi ini. Pernyataan yang TIDAK sesuai mengenai terapi pasien tersebut, yaitu:
Dosis dimulai dari rendah dan ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi dan respons klinis
Obat harus dikonsumsi setiap hari secara teratur
Efek terapi dapat langsung dirasakan dalam 24–48 jam setelah pemberian
Terapi dilakukan minimal selama 5–6 bulan sebelum dilakukan penurunan dosis secara bertahap
Evaluasi dilakukan dalam 2–6 minggu untuk menilai efektivitas awal
Untuk tatalaksana migrain akut pada pasien dapat diberikan obat agonis serotonin golongan Triptan. Apakah efek yang terjadi setelah pemberian obat ini?
Penghambatan produksi prostaglandin
Peningkatan produksi NO
Vasokonstriksi
Vasodilatasi
Pelepasan norepinephrine
Seorang pasien perempuan usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kepala. Nyeri muncul bila pasien "banyak pikiran". Nyeri muncul semakin sering dan berat jika pasien dalam masa menstruasi. Pasien mengalami mual hingga muntah jika mengalami nyeri. Vital sign pasien dalam batas normal. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain.Terapi apa yang bisa diberikan kepada pasien ini di fasilitas layanan perimer adalah?
NSAID
Codein
Sumatriptan
Methylergometrin
Dexamethasone
