wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz 9 BPN Agustus 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Ventilasi spontan merupakan hasil aktifitas neuronal secara ritmik pada pusat respirasi dan

batang otak. Aktifitas ini mengatur otot-otot respirasi untuk mempertahankan tekanan normal

antara O2 dan CO2 dalam tubuh. Pernyataan berikut benar tentang control respirasi:

a)

Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama inspirasi

b)

Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama ekspirasi

c)

Irama napas berasal dari medulla, group respirasi ventral aktif selama apnea

d)

Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama apnea

e)

Irama napas berasal dari medulla, group respirasi ventral aktif selama inspirasi

2.

Seorang wanita berusia 29 tahun masuk ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepal hebat

setelah menjalani pembedahan seksio sesarea dengan anestesi regional.Dari pemeriksaan fisik

didapatkan td 150/90 mmhg, HR 110x/menit, RR 26x/menit. Apakah terapi yang tepat untuk

pasien tersebut

a)

Kafein

b)

Ketorolac

c)

Midazolam

d)

Gabapentin

e)

Fentanyl

3.

Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin

2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien

156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat O2 96% room air. Ureum 56,

kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Durante operasi pasien mengeluh sesakm

nafas dan gelisah. Tekanan darah turun 75/40. Nadi 110 kali per menit. Tindakan segera yang

dilakukan adalah?

a)

Stop tindakan, cairan irigasi di prostat tetap dilanjutkan

b)

Berikan mannitol untuk mempercepat diuresis

c)

Berikan diuretika furosemide

d)

Segera intubasi

e)

Ganti cairan infus dengan Nacl 7,5%

4.

Protein plasma yang mempunyai peran terbesar pada tekanan osmotic koloid plasma adalah

a)

Alfa 1 globulin

b)

Albumin

c)

Beta globulin

d)

Alfa 2 globulin

e)

Gamma globulin

5.

Wanita, usia 36 tahun dengan G3P2A0 hamil 41 minggu direncanakan terminasi kehamilan

dengan section cesarean. Pasien dengan preeklampsia berat, tekanan darah 180/110 mmhg. Nadi

65 bpm dengan terapi nifedipine 4x10 mg. diantara pertimbangan tatalaksana perioperative yang

benar pada pasien ini adalah

a)

Teknik anesthesia umum adalah pilihan utama

b)

HELLP syndrome merupakan kontraindikasi untuk anestesi regional

c)

Loading magnesium sulfat 4gr/iv, untuk tercapai kadar terapeutik 1-1 mEq/L → kadar terapeutik 4-6 mEq/L

d)

Anesthesia epidural mengganggu perfusi uteroplacental

e)

Rehidrasi cairan dengan RL 10-15 ml/kgbb/jam

6.

Seorang pasien perempuan usia 60 tahun direncanakan untuk operasi Thyroidectomy. Sebagai

seorang dokter anestesi andamengingatkan dokter bedah untuk berhati hati dengan saraf

laryngeal recurrent.Pernyataan yang benar tentang saraf laryngeal recurrent adalah

a)

Kerusakan bilateral menyebabkan suara serak paska operasi

b)

Saraf ini merupakan kelanjutan cabang dari saraf no X

c)

Berada didepan kelenjar thyroid dan paling beresiko saat opersi thyroidectomy

d)

Menginervas semua otot laring termasuk cricothyroid

e)

Inferior dari saraf ini bertanggung jawab terhadapmotorik dan sensorik ke area thorax saja

7.

Seorang wanita 27 tahun primigravida dengan kehamilan 38 minggu di preoksigenasi untuk menjalani section caesarea dengan anestesia umum. Perubahan fisiologi apakah yang

mengharuskan Tindakan preoksigenasi pada wanita ini:

a)

Peningkatan ventilasi semenit

b)

Peningkatan produksi CO2

c)

Peningkatan ruang rugi anatomi

d)

Reduksi kapasitas fungsional residu dan peningkatan oxygen consumption

e)

Peningkatan closing capacity

8.

Hal yang penting harus diperhatikan pada pemberian propofol sebagai obat induksi

anestesi pada anak anak adalah:

a)

Merangsang terjadinya spasme bronkus

b)

Dosis harus diturunkan

c)

Meningkatkan kejadian kejang/konvulsi

d)

Memerlukan dosis yang lebih besar oleh karena volume distribusinya le

e)

Propofol dapat meningkatkan kebutuhan oksigen otak (CMRO2)

9.

Dosis efektif untuk premedikasi midazolam peroral untuk sedasi dan anxiolysis anak adalah:

a)

0,25 mg/kgBB

b)

0,30 mg/kgBB

c)

0,15 mg/kgBB

d)

0,10 mg/kgBB

e)

0,20 mg/kgBB

10.

Seorang pasien wanita 20 tahun yang direncanakan untuk dilakukan gastroscopy, pasien dengan status fisik ASA I tanpa ada permasalahan apapun dari segi anestesi. Pasien dikonsulkan karena pasien merasa takut, sehingga pasien ini tertidur pada saat Tindakan. Pada ruang endoskopi tersedia alat monitoring bispectral index. Berapakah target BIS yang anda inginkan agar pasien tersedasi dengan baik sehingga tindakan gastroscopy dapat berjalan lancar?

a)

BIS 40-65

b)

BIS di bawah 40

c)

BIS di bawah 20

d)

BIS 66-85

11.

Kelompok obat anestesi lokal yang mempunyai lipid solubility yang tinggi, dalam penggunaan klinis menguntungkan karena.

a)

Duration of action panjang

b)

Blok sensoris lebih menonjol dibanding blok motoris

c)

Potensi obat lebih besar

d)

Kardiotoksisitas lebih kecil

e)

Onset of action cepat

12.

Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Kondisi pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, dan jejas pada area perut. Telah diberikan Oropharyngeal Airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan Non Rebreathing mask udara alir 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmhg. Kesadaran pasien GCS 214, temperatur 32 °C. Apa yang dilakukan agar tidak terjadi secondary brain injury?

a)

Melakukan stabilisasi hemodinamik dengan target tekanan darah systole <90 mmhg

b)

Mempertahankan oksigenasi dengan target PaO2 <60 mmg

c)

Mempertahankan oksigenasi dan ventilasi dengan target PaCO2 30-35 mmHg

d)

Memberikan selimut pada pasien dengan target temperature >38 C

e)

Mempertahankan MAP <60 mmHg

13.

Pasien 45 tahun bb 60 kg dengan cedera otak berat akan dilakukan intubasi control ventilasi dengan target normokarbi. Untuk mencegah terjadinya gejolak hemodinamik saat intubasi diberikan fentanyl kombinasi obat anestesi intravena. Diketahui target konsentrasi fentanyl 2 mikrogram/L, volume distribusi pada kondisi steady state 360 L dan volume pada komponen sentral sebesar 13L, Volume distribusi pada peak effect 75L. Berapa dosis bolus fentanyl pada pasien tersebut yang paling optimal agar tidak terjadi gejolak hemodinamik?

a)

50 mikrogram

b)

720 mikrogram

c)

26 mikrogram

d)

150 mikrogram

e)

75 mikrogram

14.

Seorang pasien laki-laki ASA 1 berumur 55 tahun dilakukan anestesi umum untuk prosedur scleral buckle dan vitrectomy pada mata sebelah kiri. Keadaan pasien stabil dengan tanda vital dalam batas normal. Sewaktu operator Anesthesia umum ETT dengan kombinasi epidural analgesia bupivacaine terlihat di monitor laju nadi menurun dari 72 kali per menit menjadi 40 kali per menit. Apakah langkah pertama yang perlu dilakukan?

a)

Memberikan sulfas atropine 0,5 milligram intravena

b)

Meningkatkan fraksi oksigen menjadi 100 %

c)

Memberikan ephedrine 5 milligram intravena

d)

Memberikan propofol untuk lebih mendalamkan anestesi pasien

e)

Memberitahu operator untuk menghentikan sementara

15.

Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah benturan saat berolahraga sepak bola. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis orthopedi dan akan dilakukan tindakan arthroscopy. Setelah dilakukan informed consent pasien setuju dilakukan tindakan anestesi dengan teknik regional anestesi spinal tanpa dilakukan rawat inap. Setelah dilakukan tindakan spinal anestesi terjadi kondisi Transient Neurologic Symtpoms. Apa saja faktor risiko dari transient neurologic symptoms ?

a)

Insiden TNS pada pasien ambulatori tidak berbeda antara lidocaine spinal konsentrasi 2%, 1% dan 0.5%

b)

TNS dipengaruhi oleh pemilihan jenis anestesi lokal

c)

TNS akan mulai membaik setelah 2 minggu

d)

Insiden TNS pada pasien ambulatori lebih sedikit pada lidocaine spinal konsentrasi 0.5%

e)

Spinal anestesi menggunakan lidocaine meningkatkan risiko terjadinya TNS

16.

Obat anestesi inhalasi dibawah ini yang mengandung preservative

a)

Halothane

b)

Isoflurane

c)

Sevoflurane

d)

Desflurane

e)

Enflurane

17.

Jika pasien dibeikan LMWH profilaksis satu dosis per hari, kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan kembali?

a)

Kateter dilepaskan 6-10 jam pascapembedahan dosis terahir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

b)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

c)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

d)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

e)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

18.

Seorang parturient usia 21 tahun menjalani pembedahan section caesarea dengan

anestesi spinal. Beberapa saat setelah obat spinal disuntikkan, pasien merasa ibu jari

tangannya kesemutan. Perkiraan tinggi blok saat itu adalah:

a)

Dermatome C4 infraklavikula

b)

Dermatome C6 ibu jari

c)

Dermatome C7 jari tengah

d)

Dermatome C5 lengan atas

e)

Dermat ome C8 kelingking

19.

Seorang wanita usia 35 tahun berat badan 85 kg mengalami persistent somnolence setelah

menjalani operasi ortopedi area kaki dengan anestesi spinal Selama 2 jam operasi, pasien

mendapatkan obat midazolam 5mg dan fentanyl 150 mcg untuk mengurangi rasa tidak nyaman

dan gelisah. Agar pasian segera bisa dipindah ka ruang perawatan maka dberikan flumazenil.

Manakah hal yang kemungkinan dapat terjadi akibat pemberian flumazeniI?

a)

Hipertensi den takikaedia

b)

Kejang grandmal

c)

Reversal dari kondisi somnolen akibat resedasi

d)

Edema paru yang mendadak

e)

Apneu

20.

Anak laki-laki usia 8 tahun akan direncanakan operasi tonsilektomi. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai, pasien akan dilakukan ekstubasi sadar, 6 jam post operasi di ruang perawatan, pasien mengalami muntah darah. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak gelisah dan pucat, laju nadi 128x/menit, tekanan darah 88/50. Didiagnosis dengan perdarahan paska tonsilektomi dan direncanakan eksplorasi perdarahan. Tindakan yang tidak direkomendasikan dilakukan untuk operasi emergensi pada pasien tersebut adalah

a)

Resusitasi cairan dengan kristaloid

b)

Intubasi endotrakeal dengan awake blind nasal intubation

c)

Pemasangan NGT untuk evakuasi isi lambung

d)

Pemasangan kateter urin untuk memantau produksi urin

e)

Intubasi endotrakeal dengan Teknik rapid sequence intubation dengan cricoid pressure

21.

Laki-laki 73 tahun menjalani operasi TURP untuk BPH (ukuran kelenjar prostat 45 gram). Pasien ini dinilai dengan ASA II dengan hipertensi derajat 1 (terapi captopril 2x12,5 mg). pembiusan dilakukan dengan anestesi spinal. 1 jam setelah prosedur dilakukan, pasien mengeluhkan mual -muntah, terlihat bingung dan pandangan kabur. Beberapa menit setelahnya pasien mengalami bradikardia dan hipotensi. Anda segera memasukan efedrin IV 10 mg. berikut adalah hal-hal yang berkaiatan dengan kondisi diatas adalah:

a)

Tingginya tekanan caiaran irigasi dan semakin cepatnya durasi operasi meningkatkan resiko kejadian kasus ini

b)

Terjadi akibat penggunaan cairan Nacl 0,9% sebagai cairan irigasi

c)

Kondisi ini memiliki angka insidensi antara 3-5 persen

d)

Penggunan cairan glisin sebagai cairan irigasi dapat mencegah kasus ini, namun dapat mengakibatkan kebutraan sementara

e)

Kondisi ini harus diterapi dengan Nacl 3% secara bolus cepat

22.

Manakah dari hormone dibawah ini yang akan menurun pada saat terjadinya stress akibat nyeri?

a)

Cortisol

b)

Cathecolamin

c)

Adrenalin

d)

Testosteron

e)

Glucagon

23.

Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid danepidural. Pasien dengan status fisisk ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmH, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Pasien geriatri rentan mengalami delirium pascaoperasi, terutama pascaoperasi hip. Berikut bukan usaha yang dapat mencegah delirium pascaoperasi:

a)

Stimulasi kogitif dengan orientasi jam dinding dan kalendar

b)

Mempertahankan keteter urin hingga pasien dapat pulang ke rumah

c)

Mobilisasi segera setelah operasi

d)

Manajemen nyeri yang baik

e)

Menggunakan alat bantu pendengaran

24.

Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan

operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL. Didapatkan

fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan

didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu

di wajah dan perioral. Saat ini pasien pasien tampak tenang dan sesekali mengeluh nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, laju nadi 92x/menit. Teknik regional anestesi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah

a)

Infraclavicular blok

b)

Axillar blok

c)

Supraclavicular blok

d)

TAP Blok

e)

Axillar + musculocutaneus blok

25.

Pasien pascaoperasi total abdominal histerektomi tampak gelisah di ruang PACU. Pasien

memiliki riwayat hipertensi, berat badan 50 kg. Tekanan darah 102/60 mmHg, nadi 115 x/ menit,

frekuensi napas 20 x/ menit dan saturasi 100%. Drain luka operasi tampak merah sebanyak 250

cc dalam 60 menit Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk menyingkirkan kemungkinan hipovolemia

adalah..

a)

Infus kristaloid 1000 ml

b)

Infus kristaloid 2000 ml

c)

Infus koloid 100 ml

d)

Infus koloid 500 ml

26.

Laki-laki usia 36 tahun telah menjalani operasi FESS selama 3 jam. Memiliki riwayat

merokok dan pernah dipasang ring jantung 3 tahun yang lalu. Rutin konsumsi captopril dan

aspirin. Di ruang PACU di monitor tampak tekanan darahnya 160/100 mmHg, HR 88 x/ menit.

Operator berpesan kepada Anda agar tekanan darah pasca operasi tidak boleh terlalu tinggi

Terapi berikut yang sebaiknya Anda hindari pada pasien ini adalah..Pilihan jawaban :

a)

Nicardipine

b)

Nitrogliserin

c)

Fenoldopam

d)

Nifedipine

27.

Pasien wanita usia 20 tahun menjalani operasi eksisi FAM di day surgery. Anda sebagai

dokter anestesi melakukan pengawasan pasca operasi di ruang PACU menggunakan skor PADS.

Pasien tersebut sudah sadar penuh namun sempat mengeluh masih rembes darah dari kassa/

dressing luka operasi sehingga perawat harus mengganti kassa 2 kali. Saat ini sudah tidak

tampak rembesan darah pada kassa.Berdasarkan skor PADS, berapa nilai untuk surgical bleeding

pada kasus ini adalah :

a)

0

b)

1

c)

2

d)

3

28.

Termasuk non catecholamine sintetik kerja tak langsung adalah

a)

Dopamin

b)

Ephedrin

c)

Isoproterenol

d)

Phenylephrine

e)

Dobutamine

29.

Pada kasus di atas evaluasi ulang 1 hari sebelum operasi pasien masih mual kadang-kadang,

tidak ada muntah, didapatkan tekanan darah 150/90, nadi 90 kali/mnt, sat o2 97% room air. Hb

10,2, Hematocrit 35, Plt 315.000. Ureum 56, kreatinin 3. Tindakan anestesi yang akan dilakukan

adalah?

a)

Epidural anesthesia dengan bupivacaine 0,5% 10 cc, dengan kombinasi ketorolac 30 mg tiap 8 jam

b)

Anestesia umum, ETT, dengan kombinasi obat fentanyl, sevoflurane, atracurium

c)

Anesthesia umum ETT dengan kombinasi epidural analgesia bupivacaine 0,25%

d)

Anesthesia umum ETT dengan kombinasi fentanyl, propofol, ketorolac 30 mg

e)

Epidural anesthesia dengan bupivacaine 0,5% dengan propofol continue

30.

Wanita berusia 50 tahun, menjalani oeprasi pembedahan mata trabekulotomi. Pada saat

operator melakukan traksi pada otot bola mata, nadi pasien turun menajdi 40x/menit. Saraf

eferen yang terlibat pada kondisi tersebut adalah

a)

N. trigeminus V 3

b)

N. trigeminus V 1

c)

N. vagus

d)

N. trigeminus V2

e)

Facialis

31.

Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin

2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien

156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat O2 96% room air. Ureum 56,

kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?

a)

Urea 1%

b)

Cairan glisin 2%

c)

Glukosa 5%

d)

Mannitol 3%

e)

Air steril

32.

Perempuan primigravida umur kehamilan 36-37 minggu yang rencananya akan dilakukan SC

emergensi dikarenakan pecah ketuban dan gawat janin, pasien dikatakan mempunyai Riwayat

asma, kadang mengekuhkan nafas berat namun hilang timbul, pasien didapatkan status fisik ASA

2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dan faal hemostasis dalam

batas normal. Kondisi fisiologi pada sistem pernapasan ibu hamil adalah

a)

Retensi CO2 akibat penurunan vital capacity

b)

Peningkatan minute ventilasi 45-50%

c)

Sampai kehamilan aterm FRC menurun sampai 10 %

d)

Saat anestesi sering terjadi desaturase akibat aortocaval compression

e)

Diameter trakea menyempit karena pada ibu hamil sering terjadi inflamasi dan infeksi

33.

RSUD Kabupaten akan mengembangkan ruang PACU di kamar operasi. Jumlah kamar

operasi di RS tersebut ada 8 kamar. Anda sebagai dokter anestesi ditanya oleh manajemen berapa

jumlah bed paling minimal untuk ruang PACU yang ideal. Jawaban yang benar adalah..

a)

6 bed

b)

8 bed

c)

10 bed

d)

12 bed

34.

Wanita usia 60 tahun pasca operasi trabekulektomi ec glaukoma dengan anestesi umum. Saat di ruang PACU mengeluh mual dan muntah Antiemetik berikut ini yang sebaiknya dihindari adalah

a)

Dolasetron

b)

Metoclopramide

c)

Transdermal scopolamine

d)

Granisetron

35.

Wanita usia 20 tahun direncanakan akan menjalani operasi laparoskopi kista ovarium. Perhitungan skor Apfel pada pasien ini adalah 4.Pilihan obat induksi yang paling tidak tepat adalah..

a)

Propofol

b)

Etomidate

c)

Ketamine

d)

Thiopental

36.

Wanita usia 28 tahun akan menjalani operasi sectio caesarea cito karena fetal distress. Pasien baru saja minum air putih dan makan roti 1 jam yang lalu. Anda memutuskan untuk melakukan pembiusan dengan anestesi umum. Pilihan obat induksi yang tepat pada pasien ini adalah..

a)

Ketamin

b)

Fospropofol

c)

Etomidate

d)

Propofol

37.

Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid hemorrhage.Terapi yang dianjurkan untuk mencegah deficit neurologic iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid hemorrhage adalah

a)

Amlodipine

b)

Nimodipine

c)

Nicardipine

d)

Verapamil

e)

Nifedipine

38.

Seorang Laki-laki usia 76 tahun dengan keluhan suara serak sejak 5 tahun yang lalu, dysfagia dan berat badan turun drastis di diagnosa CA Laryng Stadium 3b direncanakan akan dilakukan tindakan Laryngectomy Total. Dari pemeriksaan fisik ASA 2 Karena PPOK. Pemeriksaan Laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostatis dalam batas normal. Hasil tes Biopsi pada laring : menunjukan Karsinoma sel adenokarsinoma, yang pada beberapa tempat menunjukan gambaran inti besar ireguler dengan polarisasi sel. Pemeriksaan laringoskopi direk (Glotis : didapatkan masa kemerahan berdungkul dan rapuh, mudah berdarah dan menutupi 75%). Kondisi medis umum yang berhubungan dengan pasien diatas adalah, kecuali ?

a)

Coronary artery disease

b)

Hipertensi

c)

Obesitas

d)

Penyalahgunaan Alkohol

e)

Diabetes

39.

Wanita 50 tahun dilakukan eksisi transsphenoidal pituitary adenoma, pasca bedah dini mengalami polyuria 600 ml dalam 2 jam, Osmolaritas urin 320 mos/ml dengan spesisfik graffiti 1,001 terapi yang sesuai untuk kondisi ini adalah

a)

Glukosa dan kalium IV

b)

Nacl 0,9% IV

c)

Insulin IV

d)

Glukosa IV

e)

desmopressin intra nasal

40.

Seorang laki-laki berusia 64 tahun dengan diagnose tumor paru kiri, akan menjalani prosedur bronkoskopi.Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik ASA 3 dengan komorbid geriatric dan riwayat hipertensi,TD 140/70 mmhg,Nadi 64x/I, teraba kuat dan teratur pada nadi radialis.Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal,Faal hemostasis dalam batas normal. Selama bronkoskopi dilakukan, Tekanan darah pasien berfluktuasi sesuai dengan stimulasi yang terjadi selama prosedur.Manakah yang bukan merupakan pilihan obat atau tindakan untuk menjaga stabilitas hemodinamik selama procedure endoskopi laring ?

a)

Melakukan blok n.glossopharyngeal

b)

Memberikan remifentanil ketika stimulasi meningkat

c)

Memberikan vasopressor ketika tekanan darah turun

d)

Memberikan esmolol ketika tekanan darah naik

e)

Memberikan propofol ketika tekanan darah naik

41.

Seorang laki-laki dengan diagnosa OMSK direncanakan akan dilakukan operasi

timpanoplasti. Dari evaluasi preoperatif didapatkan pasien dengan status fisik ASA 1. Pasien

dilakukan anestesi umum kemudian diberikan gas inhalasi rumatan dengan sevoflurane 2 vol%

dan O2:N2O = 50%:50%. Pernyataan mana yang benar mengenai penggunaan nitrous oxide?

a)

Nitrous oxide merupakan kontraindikasi pada operasi telinga.

b)

Nitrous oxide lebih lambat berdifusi ke dalam rongga yang berisi udara dibanding nitrogen.

c)

Nitrous oxide dapat menyebabkan ruptur membran timpani apabila pasien mengalami obstruksi tuba eustachius.

d)

Nitrogen lebih mudah larut dalam darah dibanding nitrous oxide.

e)

Nitrous oxide tidak diabsorbsi ke dalam darah.

42.

Seorang laki laki 30 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien datang ke Unit Gawat

Darurat dengan syok hemoragik grade 4. Dilakukan resusitasi cairan dan penghentian

perdarahan. Manakah statement berikut yang bisa meningkatkan delivery oksigen dari pasien

tersebut dengan cara menurunkan demand oksigen?

a)

pemberian inotropik

b)

Pemberian cairan apabila preload masih kurang

c)

Pemberian analgetik

d)

Pemberian oksigen 100%

e)

pemberian vasopressor

43.

Laki-laki berusia 40 tahun direncanakan operasi kraniotomi tumor, hasil CT Scan menunjukkan adanya peningkatan tekanan intrakranial. Dokter anestesi memutuskan untuk menggunakan metode TIV A dengan obat thiopental. Keuntungan penggunaan obat tersebut dalam bedah saraf adalah

a)

Meningkatkan aliran darah otak

b)

Vasokonstriksi pembuluh darah otak

c)

Menurunkan Cerebral Perfusion Pressure

d)

Lebih cepat bangun dibanding propofol

44.

Saat sedang melakukan pembiusan kuretase dengan TIV A, pasien bergerak dan terdengar

bunyi wheezing napasnya. HR pasien naik menjadi 110x/menit dan saturasi turun menjadi 94%.

Pasien merupakan penderita asma.Untuk memfasilitasi tindakan kuretase, Pilihan jawaban :

a)

Ketamine

b)

Propofol

c)

Etomidate

d)

Thiopental

45.

Seorang laki-laki 67 tahun, direncanakan operasi open batu ureter kiri, dengan keluhannyeri

pinggang kiri hilang timbul. Sejak 3 hari sebelum ke poliklinik, ada keluhan mual muntah hilang

timbul. Saat ini muntah tidak ada, masih kadang mual. Tidak ada riwayat sesak nafas, aktivitas

saat ini terbatas karena mual mula nya. Pernah ada riwayat kencing berdarah 2 bulan yang lalu,

tidak pernah ada riwayat keluar batu. Saat diperiksa tekanan darah pasien 180/100, nadi 92 kali/

menit, sat.O2 97% tanpa oksigen. Pasien baru diketahui tekanan darahnya tinggi, sebelumnya

tidak pernah periksa. Persiapan pra operatif yang perlu dilakukan

a)

Segera berikan obat anti hipertensi captopril 50 mg tiap 8 jam untuk menurunkan tekanan darahnya.

b)

Periksa fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin), USG Abdomen, ECG, Thoraks foto.

c)

Konsultasi ke dokter Nefrologi untuk persiapan hemodialisa pra operasi

d)

Tunda operasi dan operasi bila tekanan darahya dibawah 150/90

e)

Edukasi ke pasien dan keluarga tentang rencana persiapan, tindakan, komplikasi

46.

Seorang wanita 25 tahun dengan berat badan 50 kg. tinggi badan 150cm direncanakan akan

menjalani tindakan kauterisasi skin tag di area sternum. Pasien tersebut memiliki kebiasaan tidur

mendengkur dan sesekali terbangun. Selama tindakan berlangsung pasien menginginkan tidur.

Dokter ahli kulit memperkirakan lama operasinya hanya 5 menit. Untuk pembiusan, sebaiknya

anda mempersiapkan alat dan Teknik

a)

Oksigen masker rebreathing dan Teknik TIVA

b)

Oksigen laryngeal mask airway (LMA) dan Teknik TIVA

c)

Oksigen masker non-rebreathing dan Teknik TIVA

d)

Oksigen sungkup/facemask dan Teknik TIVA

e)

Oksigen nasal kanul dan Teknik total intravenous anesthesia (TIVA)

47.

Seorang laki-laki usia 37 tahun direncanakan untuk operasi liang telinga, dari pemeriksaan

fisik didapatkan dengan status fisik ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.

Setelah dilakukan anestesi umum, dilakukan sayatan pada lapangan operasi. Darah akibat

manipulasi operasi dapat menganggu lapangan operasi. Teknik apa yang dapat dilakukan pada

pasien tersebut ?

a)

Elevasi kepala 15o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)

b)

Elevasi kepala 15o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:25.000 – 1: 100.000)

c)

Elevasi kepala 30o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)

d)

Elevasi kepala 90o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)

e)

Elevasi kepala 30o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:25.000 – 1: 100.000)

48.

Laki-laki 60 tahun menjalani total hip atroplasty. Pasien dinilai ASA 2 dengan komorbid rheumatoid artritis, anemia Hb 11,0 dan immobilisasi. Pasien rutin diberikan obat golongan glucorticoid dan antikoagulan selama beberapa bulan. Pasien direncakan untuk anestesia combined spinal-epidural. Intraoperative pasien mengeuhkan pusing dan tidak nyaman setelah operator memasukanna polymethylmetacrylrate. Saat dilakukan pemeriksaan TD 70/40 mmHg, N 120x/menit, RR 26-30X/menit, SpO2 95 % dengan room air. Jika pasien diberikan LMWH profilaksis saru dosis perhari. Kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan Kembali?

a)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemrbeian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

b)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

c)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

d)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

e)

Kateter dilepaskan 6-10 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

49.

Seorang Laki- laki 45 tahun rencana akan dilakukan endoskopi diluar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pengobatan amlodipine 10 mg . tekanan darah saat di ukur adalah 150/60 mmhg frekuensi nadi 89 bpm dan frekuensi nafas 20 kali permenit. Saturasi didapatkan 98 % dengan udara ruang posisi terlentang. Dari anamnesa pasien diketahui mengorok keras ketika tidur dan pasien sering terbangun tiba-tiba. Rencana anda akan memberikan teknik total intravena anesthetic pada pasien ini. Berikut ini adalah faktor predisposisi terjadi obstructive sleep apneu, kecuali?

a)

Sering terbangun dari tidur dengan seperti sensasi tercekik

b)

Patensi hidung yang menurun akibat obstruksi anatomis

c)

Riwayat Hipertensi kronis dengan terkontrol obat

d)

Sering tertidur sendiri saat menonton televisi

e)

Lingkar leher pada laki-laki lebih dari 17 inches dan wanita 16 inches

50.

Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarachnoid dan epidural. Pasien dengan status fisik ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit saat ini pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarachnoid dengan bupivacain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun.

a)

a. Reflex baroreseptor

b)

b. Aliran darah ginjal

c)

c. Closing capacity

d)

d. Elastisitas pembuluh darah arteri

e)

e. Alveolar surface area