NEW
Font size
WorksheetsQuiz 9 BPN Agustus 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 37mins
Ventilasi spontan merupakan hasil aktifitas neuronal secara ritmik pada pusat respirasi dan
batang otak. Aktifitas ini mengatur otot-otot respirasi untuk mempertahankan tekanan normal
antara O2 dan CO2 dalam tubuh. Pernyataan berikut benar tentang control respirasi:
Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama inspirasi
Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama ekspirasi
Irama napas berasal dari medulla, group respirasi ventral aktif selama apnea
Irama napas berasal dari medulla, group respirasi dorsal aktif selama apnea
Irama napas berasal dari medulla, group respirasi ventral aktif selama inspirasi
Seorang wanita berusia 29 tahun masuk ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepal hebat
setelah menjalani pembedahan seksio sesarea dengan anestesi regional.Dari pemeriksaan fisik
didapatkan td 150/90 mmhg, HR 110x/menit, RR 26x/menit. Apakah terapi yang tepat untuk
pasien tersebut
Kafein
Ketorolac
Midazolam
Gabapentin
Fentanyl
Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin
2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien
156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat O2 96% room air. Ureum 56,
kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Durante operasi pasien mengeluh sesakm
nafas dan gelisah. Tekanan darah turun 75/40. Nadi 110 kali per menit. Tindakan segera yang
dilakukan adalah?
Stop tindakan, cairan irigasi di prostat tetap dilanjutkan
Berikan mannitol untuk mempercepat diuresis
Berikan diuretika furosemide
Segera intubasi
Ganti cairan infus dengan Nacl 7,5%
Protein plasma yang mempunyai peran terbesar pada tekanan osmotic koloid plasma adalah
Alfa 1 globulin
Albumin
Beta globulin
Alfa 2 globulin
Gamma globulin
Wanita, usia 36 tahun dengan G3P2A0 hamil 41 minggu direncanakan terminasi kehamilan
dengan section cesarean. Pasien dengan preeklampsia berat, tekanan darah 180/110 mmhg. Nadi
65 bpm dengan terapi nifedipine 4x10 mg. diantara pertimbangan tatalaksana perioperative yang
benar pada pasien ini adalah
Teknik anesthesia umum adalah pilihan utama
HELLP syndrome merupakan kontraindikasi untuk anestesi regional
Loading magnesium sulfat 4gr/iv, untuk tercapai kadar terapeutik 1-1 mEq/L → kadar terapeutik 4-6 mEq/L
Anesthesia epidural mengganggu perfusi uteroplacental
Rehidrasi cairan dengan RL 10-15 ml/kgbb/jam
Seorang pasien perempuan usia 60 tahun direncanakan untuk operasi Thyroidectomy. Sebagai
seorang dokter anestesi andamengingatkan dokter bedah untuk berhati hati dengan saraf
laryngeal recurrent.Pernyataan yang benar tentang saraf laryngeal recurrent adalah
Kerusakan bilateral menyebabkan suara serak paska operasi
Saraf ini merupakan kelanjutan cabang dari saraf no X
Berada didepan kelenjar thyroid dan paling beresiko saat opersi thyroidectomy
Menginervas semua otot laring termasuk cricothyroid
Inferior dari saraf ini bertanggung jawab terhadapmotorik dan sensorik ke area thorax saja
Seorang wanita 27 tahun primigravida dengan kehamilan 38 minggu di preoksigenasi untuk menjalani section caesarea dengan anestesia umum. Perubahan fisiologi apakah yang
mengharuskan Tindakan preoksigenasi pada wanita ini:
Peningkatan ventilasi semenit
Peningkatan produksi CO2
Peningkatan ruang rugi anatomi
Reduksi kapasitas fungsional residu dan peningkatan oxygen consumption
Peningkatan closing capacity
Hal yang penting harus diperhatikan pada pemberian propofol sebagai obat induksi
anestesi pada anak anak adalah:
Merangsang terjadinya spasme bronkus
Dosis harus diturunkan
Meningkatkan kejadian kejang/konvulsi
Memerlukan dosis yang lebih besar oleh karena volume distribusinya le
Propofol dapat meningkatkan kebutuhan oksigen otak (CMRO2)
Dosis efektif untuk premedikasi midazolam peroral untuk sedasi dan anxiolysis anak adalah:
0,25 mg/kgBB
0,30 mg/kgBB
0,15 mg/kgBB
0,10 mg/kgBB
0,20 mg/kgBB
Seorang pasien wanita 20 tahun yang direncanakan untuk dilakukan gastroscopy, pasien dengan status fisik ASA I tanpa ada permasalahan apapun dari segi anestesi. Pasien dikonsulkan karena pasien merasa takut, sehingga pasien ini tertidur pada saat Tindakan. Pada ruang endoskopi tersedia alat monitoring bispectral index. Berapakah target BIS yang anda inginkan agar pasien tersedasi dengan baik sehingga tindakan gastroscopy dapat berjalan lancar?
BIS 40-65
BIS di bawah 40
BIS di bawah 20
BIS 66-85
Kelompok obat anestesi lokal yang mempunyai lipid solubility yang tinggi, dalam penggunaan klinis menguntungkan karena.
Duration of action panjang
Blok sensoris lebih menonjol dibanding blok motoris
Potensi obat lebih besar
Kardiotoksisitas lebih kecil
Onset of action cepat
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Kondisi pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, dan jejas pada area perut. Telah diberikan Oropharyngeal Airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan Non Rebreathing mask udara alir 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmhg. Kesadaran pasien GCS 214, temperatur 32 °C. Apa yang dilakukan agar tidak terjadi secondary brain injury?
Melakukan stabilisasi hemodinamik dengan target tekanan darah systole <90 mmhg
Mempertahankan oksigenasi dengan target PaO2 <60 mmg
Mempertahankan oksigenasi dan ventilasi dengan target PaCO2 30-35 mmHg
Memberikan selimut pada pasien dengan target temperature >38 C
Mempertahankan MAP <60 mmHg
Pasien 45 tahun bb 60 kg dengan cedera otak berat akan dilakukan intubasi control ventilasi dengan target normokarbi. Untuk mencegah terjadinya gejolak hemodinamik saat intubasi diberikan fentanyl kombinasi obat anestesi intravena. Diketahui target konsentrasi fentanyl 2 mikrogram/L, volume distribusi pada kondisi steady state 360 L dan volume pada komponen sentral sebesar 13L, Volume distribusi pada peak effect 75L. Berapa dosis bolus fentanyl pada pasien tersebut yang paling optimal agar tidak terjadi gejolak hemodinamik?
50 mikrogram
720 mikrogram
26 mikrogram
150 mikrogram
75 mikrogram
Seorang pasien laki-laki ASA 1 berumur 55 tahun dilakukan anestesi umum untuk prosedur scleral buckle dan vitrectomy pada mata sebelah kiri. Keadaan pasien stabil dengan tanda vital dalam batas normal. Sewaktu operator Anesthesia umum ETT dengan kombinasi epidural analgesia bupivacaine terlihat di monitor laju nadi menurun dari 72 kali per menit menjadi 40 kali per menit. Apakah langkah pertama yang perlu dilakukan?
Memberikan sulfas atropine 0,5 milligram intravena
Meningkatkan fraksi oksigen menjadi 100 %
Memberikan ephedrine 5 milligram intravena
Memberikan propofol untuk lebih mendalamkan anestesi pasien
Memberitahu operator untuk menghentikan sementara
Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah benturan saat berolahraga sepak bola. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis orthopedi dan akan dilakukan tindakan arthroscopy. Setelah dilakukan informed consent pasien setuju dilakukan tindakan anestesi dengan teknik regional anestesi spinal tanpa dilakukan rawat inap. Setelah dilakukan tindakan spinal anestesi terjadi kondisi Transient Neurologic Symtpoms. Apa saja faktor risiko dari transient neurologic symptoms ?
Insiden TNS pada pasien ambulatori tidak berbeda antara lidocaine spinal konsentrasi 2%, 1% dan 0.5%
TNS dipengaruhi oleh pemilihan jenis anestesi lokal
TNS akan mulai membaik setelah 2 minggu
Insiden TNS pada pasien ambulatori lebih sedikit pada lidocaine spinal konsentrasi 0.5%
Spinal anestesi menggunakan lidocaine meningkatkan risiko terjadinya TNS
Obat anestesi inhalasi dibawah ini yang mengandung preservative
Halothane
Isoflurane
Sevoflurane
Desflurane
Enflurane
Jika pasien dibeikan LMWH profilaksis satu dosis per hari, kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan kembali?
Kateter dilepaskan 6-10 jam pascapembedahan dosis terahir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Seorang parturient usia 21 tahun menjalani pembedahan section caesarea dengan
anestesi spinal. Beberapa saat setelah obat spinal disuntikkan, pasien merasa ibu jari
tangannya kesemutan. Perkiraan tinggi blok saat itu adalah:
Dermatome C4 infraklavikula
Dermatome C6 ibu jari
Dermatome C7 jari tengah
Dermatome C5 lengan atas
Dermat ome C8 kelingking
Seorang wanita usia 35 tahun berat badan 85 kg mengalami persistent somnolence setelah
menjalani operasi ortopedi area kaki dengan anestesi spinal Selama 2 jam operasi, pasien
mendapatkan obat midazolam 5mg dan fentanyl 150 mcg untuk mengurangi rasa tidak nyaman
dan gelisah. Agar pasian segera bisa dipindah ka ruang perawatan maka dberikan flumazenil.
Manakah hal yang kemungkinan dapat terjadi akibat pemberian flumazeniI?
Hipertensi den takikaedia
Kejang grandmal
Reversal dari kondisi somnolen akibat resedasi
Edema paru yang mendadak
Apneu
Anak laki-laki usia 8 tahun akan direncanakan operasi tonsilektomi. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai, pasien akan dilakukan ekstubasi sadar, 6 jam post operasi di ruang perawatan, pasien mengalami muntah darah. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak gelisah dan pucat, laju nadi 128x/menit, tekanan darah 88/50. Didiagnosis dengan perdarahan paska tonsilektomi dan direncanakan eksplorasi perdarahan. Tindakan yang tidak direkomendasikan dilakukan untuk operasi emergensi pada pasien tersebut adalah
Resusitasi cairan dengan kristaloid
Intubasi endotrakeal dengan awake blind nasal intubation
Pemasangan NGT untuk evakuasi isi lambung
Pemasangan kateter urin untuk memantau produksi urin
Intubasi endotrakeal dengan Teknik rapid sequence intubation dengan cricoid pressure
Laki-laki 73 tahun menjalani operasi TURP untuk BPH (ukuran kelenjar prostat 45 gram). Pasien ini dinilai dengan ASA II dengan hipertensi derajat 1 (terapi captopril 2x12,5 mg). pembiusan dilakukan dengan anestesi spinal. 1 jam setelah prosedur dilakukan, pasien mengeluhkan mual -muntah, terlihat bingung dan pandangan kabur. Beberapa menit setelahnya pasien mengalami bradikardia dan hipotensi. Anda segera memasukan efedrin IV 10 mg. berikut adalah hal-hal yang berkaiatan dengan kondisi diatas adalah:
Tingginya tekanan caiaran irigasi dan semakin cepatnya durasi operasi meningkatkan resiko kejadian kasus ini
Terjadi akibat penggunaan cairan Nacl 0,9% sebagai cairan irigasi
Kondisi ini memiliki angka insidensi antara 3-5 persen
Penggunan cairan glisin sebagai cairan irigasi dapat mencegah kasus ini, namun dapat mengakibatkan kebutraan sementara
Kondisi ini harus diterapi dengan Nacl 3% secara bolus cepat
Manakah dari hormone dibawah ini yang akan menurun pada saat terjadinya stress akibat nyeri?
Cortisol
Cathecolamin
Adrenalin
Testosteron
Glucagon
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid danepidural. Pasien dengan status fisisk ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmH, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Pasien geriatri rentan mengalami delirium pascaoperasi, terutama pascaoperasi hip. Berikut bukan usaha yang dapat mencegah delirium pascaoperasi:
Stimulasi kogitif dengan orientasi jam dinding dan kalendar
Mempertahankan keteter urin hingga pasien dapat pulang ke rumah
Mobilisasi segera setelah operasi
Manajemen nyeri yang baik
Menggunakan alat bantu pendengaran
Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan
operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL. Didapatkan
fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan
didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu
di wajah dan perioral. Saat ini pasien pasien tampak tenang dan sesekali mengeluh nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, laju nadi 92x/menit. Teknik regional anestesi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah
Infraclavicular blok
Axillar blok
Supraclavicular blok
TAP Blok
Axillar + musculocutaneus blok
Pasien pascaoperasi total abdominal histerektomi tampak gelisah di ruang PACU. Pasien
memiliki riwayat hipertensi, berat badan 50 kg. Tekanan darah 102/60 mmHg, nadi 115 x/ menit,
frekuensi napas 20 x/ menit dan saturasi 100%. Drain luka operasi tampak merah sebanyak 250
cc dalam 60 menit Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk menyingkirkan kemungkinan hipovolemia
adalah..
Infus kristaloid 1000 ml
Infus kristaloid 2000 ml
Infus koloid 100 ml
Infus koloid 500 ml
Laki-laki usia 36 tahun telah menjalani operasi FESS selama 3 jam. Memiliki riwayat
merokok dan pernah dipasang ring jantung 3 tahun yang lalu. Rutin konsumsi captopril dan
aspirin. Di ruang PACU di monitor tampak tekanan darahnya 160/100 mmHg, HR 88 x/ menit.
Operator berpesan kepada Anda agar tekanan darah pasca operasi tidak boleh terlalu tinggi
Terapi berikut yang sebaiknya Anda hindari pada pasien ini adalah..Pilihan jawaban :
Nicardipine
Nitrogliserin
Fenoldopam
Nifedipine
Pasien wanita usia 20 tahun menjalani operasi eksisi FAM di day surgery. Anda sebagai
dokter anestesi melakukan pengawasan pasca operasi di ruang PACU menggunakan skor PADS.
Pasien tersebut sudah sadar penuh namun sempat mengeluh masih rembes darah dari kassa/
dressing luka operasi sehingga perawat harus mengganti kassa 2 kali. Saat ini sudah tidak
tampak rembesan darah pada kassa.Berdasarkan skor PADS, berapa nilai untuk surgical bleeding
pada kasus ini adalah :
0
1
2
3
Termasuk non catecholamine sintetik kerja tak langsung adalah
Dopamin
Ephedrin
Isoproterenol
Phenylephrine
Dobutamine
Pada kasus di atas evaluasi ulang 1 hari sebelum operasi pasien masih mual kadang-kadang,
tidak ada muntah, didapatkan tekanan darah 150/90, nadi 90 kali/mnt, sat o2 97% room air. Hb
10,2, Hematocrit 35, Plt 315.000. Ureum 56, kreatinin 3. Tindakan anestesi yang akan dilakukan
adalah?
Epidural anesthesia dengan bupivacaine 0,5% 10 cc, dengan kombinasi ketorolac 30 mg tiap 8 jam
Anestesia umum, ETT, dengan kombinasi obat fentanyl, sevoflurane, atracurium
Anesthesia umum ETT dengan kombinasi epidural analgesia bupivacaine 0,25%
Anesthesia umum ETT dengan kombinasi fentanyl, propofol, ketorolac 30 mg
Epidural anesthesia dengan bupivacaine 0,5% dengan propofol continue
Wanita berusia 50 tahun, menjalani oeprasi pembedahan mata trabekulotomi. Pada saat
operator melakukan traksi pada otot bola mata, nadi pasien turun menajdi 40x/menit. Saraf
eferen yang terlibat pada kondisi tersebut adalah
N. trigeminus V 3
N. trigeminus V 1
N. vagus
N. trigeminus V2
Facialis
Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin
2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien
156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat O2 96% room air. Ureum 56,
kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?
Urea 1%
Cairan glisin 2%
Glukosa 5%
Mannitol 3%
Air steril
Perempuan primigravida umur kehamilan 36-37 minggu yang rencananya akan dilakukan SC
emergensi dikarenakan pecah ketuban dan gawat janin, pasien dikatakan mempunyai Riwayat
asma, kadang mengekuhkan nafas berat namun hilang timbul, pasien didapatkan status fisik ASA
2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dan faal hemostasis dalam
batas normal. Kondisi fisiologi pada sistem pernapasan ibu hamil adalah
Retensi CO2 akibat penurunan vital capacity
Peningkatan minute ventilasi 45-50%
Sampai kehamilan aterm FRC menurun sampai 10 %
Saat anestesi sering terjadi desaturase akibat aortocaval compression
Diameter trakea menyempit karena pada ibu hamil sering terjadi inflamasi dan infeksi
RSUD Kabupaten akan mengembangkan ruang PACU di kamar operasi. Jumlah kamar
operasi di RS tersebut ada 8 kamar. Anda sebagai dokter anestesi ditanya oleh manajemen berapa
jumlah bed paling minimal untuk ruang PACU yang ideal. Jawaban yang benar adalah..
6 bed
8 bed
10 bed
12 bed
Wanita usia 60 tahun pasca operasi trabekulektomi ec glaukoma dengan anestesi umum. Saat di ruang PACU mengeluh mual dan muntah Antiemetik berikut ini yang sebaiknya dihindari adalah
Dolasetron
Metoclopramide
Transdermal scopolamine
Granisetron
Wanita usia 20 tahun direncanakan akan menjalani operasi laparoskopi kista ovarium. Perhitungan skor Apfel pada pasien ini adalah 4.Pilihan obat induksi yang paling tidak tepat adalah..
Propofol
Etomidate
Ketamine
Thiopental
Wanita usia 28 tahun akan menjalani operasi sectio caesarea cito karena fetal distress. Pasien baru saja minum air putih dan makan roti 1 jam yang lalu. Anda memutuskan untuk melakukan pembiusan dengan anestesi umum. Pilihan obat induksi yang tepat pada pasien ini adalah..
Ketamin
Fospropofol
Etomidate
Propofol
Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid hemorrhage.Terapi yang dianjurkan untuk mencegah deficit neurologic iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid hemorrhage adalah
Amlodipine
Nimodipine
Nicardipine
Verapamil
Nifedipine
Seorang Laki-laki usia 76 tahun dengan keluhan suara serak sejak 5 tahun yang lalu, dysfagia dan berat badan turun drastis di diagnosa CA Laryng Stadium 3b direncanakan akan dilakukan tindakan Laryngectomy Total. Dari pemeriksaan fisik ASA 2 Karena PPOK. Pemeriksaan Laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostatis dalam batas normal. Hasil tes Biopsi pada laring : menunjukan Karsinoma sel adenokarsinoma, yang pada beberapa tempat menunjukan gambaran inti besar ireguler dengan polarisasi sel. Pemeriksaan laringoskopi direk (Glotis : didapatkan masa kemerahan berdungkul dan rapuh, mudah berdarah dan menutupi 75%). Kondisi medis umum yang berhubungan dengan pasien diatas adalah, kecuali ?
Coronary artery disease
Hipertensi
Obesitas
Penyalahgunaan Alkohol
Diabetes
Wanita 50 tahun dilakukan eksisi transsphenoidal pituitary adenoma, pasca bedah dini mengalami polyuria 600 ml dalam 2 jam, Osmolaritas urin 320 mos/ml dengan spesisfik graffiti 1,001 terapi yang sesuai untuk kondisi ini adalah
Glukosa dan kalium IV
Nacl 0,9% IV
Insulin IV
Glukosa IV
desmopressin intra nasal
Seorang laki-laki berusia 64 tahun dengan diagnose tumor paru kiri, akan menjalani prosedur bronkoskopi.Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik ASA 3 dengan komorbid geriatric dan riwayat hipertensi,TD 140/70 mmhg,Nadi 64x/I, teraba kuat dan teratur pada nadi radialis.Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal,Faal hemostasis dalam batas normal. Selama bronkoskopi dilakukan, Tekanan darah pasien berfluktuasi sesuai dengan stimulasi yang terjadi selama prosedur.Manakah yang bukan merupakan pilihan obat atau tindakan untuk menjaga stabilitas hemodinamik selama procedure endoskopi laring ?
Melakukan blok n.glossopharyngeal
Memberikan remifentanil ketika stimulasi meningkat
Memberikan vasopressor ketika tekanan darah turun
Memberikan esmolol ketika tekanan darah naik
Memberikan propofol ketika tekanan darah naik
Seorang laki-laki dengan diagnosa OMSK direncanakan akan dilakukan operasi
timpanoplasti. Dari evaluasi preoperatif didapatkan pasien dengan status fisik ASA 1. Pasien
dilakukan anestesi umum kemudian diberikan gas inhalasi rumatan dengan sevoflurane 2 vol%
dan O2:N2O = 50%:50%. Pernyataan mana yang benar mengenai penggunaan nitrous oxide?
Nitrous oxide merupakan kontraindikasi pada operasi telinga.
Nitrous oxide lebih lambat berdifusi ke dalam rongga yang berisi udara dibanding nitrogen.
Nitrous oxide dapat menyebabkan ruptur membran timpani apabila pasien mengalami obstruksi tuba eustachius.
Nitrogen lebih mudah larut dalam darah dibanding nitrous oxide.
Nitrous oxide tidak diabsorbsi ke dalam darah.
Seorang laki laki 30 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien datang ke Unit Gawat
Darurat dengan syok hemoragik grade 4. Dilakukan resusitasi cairan dan penghentian
perdarahan. Manakah statement berikut yang bisa meningkatkan delivery oksigen dari pasien
tersebut dengan cara menurunkan demand oksigen?
pemberian inotropik
Pemberian cairan apabila preload masih kurang
Pemberian analgetik
Pemberian oksigen 100%
pemberian vasopressor
Laki-laki berusia 40 tahun direncanakan operasi kraniotomi tumor, hasil CT Scan menunjukkan adanya peningkatan tekanan intrakranial. Dokter anestesi memutuskan untuk menggunakan metode TIV A dengan obat thiopental. Keuntungan penggunaan obat tersebut dalam bedah saraf adalah
Meningkatkan aliran darah otak
Vasokonstriksi pembuluh darah otak
Menurunkan Cerebral Perfusion Pressure
Lebih cepat bangun dibanding propofol
Saat sedang melakukan pembiusan kuretase dengan TIV A, pasien bergerak dan terdengar
bunyi wheezing napasnya. HR pasien naik menjadi 110x/menit dan saturasi turun menjadi 94%.
Pasien merupakan penderita asma.Untuk memfasilitasi tindakan kuretase, Pilihan jawaban :
Ketamine
Propofol
Etomidate
Thiopental
Seorang laki-laki 67 tahun, direncanakan operasi open batu ureter kiri, dengan keluhannyeri
pinggang kiri hilang timbul. Sejak 3 hari sebelum ke poliklinik, ada keluhan mual muntah hilang
timbul. Saat ini muntah tidak ada, masih kadang mual. Tidak ada riwayat sesak nafas, aktivitas
saat ini terbatas karena mual mula nya. Pernah ada riwayat kencing berdarah 2 bulan yang lalu,
tidak pernah ada riwayat keluar batu. Saat diperiksa tekanan darah pasien 180/100, nadi 92 kali/
menit, sat.O2 97% tanpa oksigen. Pasien baru diketahui tekanan darahnya tinggi, sebelumnya
tidak pernah periksa. Persiapan pra operatif yang perlu dilakukan
Segera berikan obat anti hipertensi captopril 50 mg tiap 8 jam untuk menurunkan tekanan darahnya.
Periksa fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin), USG Abdomen, ECG, Thoraks foto.
Konsultasi ke dokter Nefrologi untuk persiapan hemodialisa pra operasi
Tunda operasi dan operasi bila tekanan darahya dibawah 150/90
Edukasi ke pasien dan keluarga tentang rencana persiapan, tindakan, komplikasi
Seorang wanita 25 tahun dengan berat badan 50 kg. tinggi badan 150cm direncanakan akan
menjalani tindakan kauterisasi skin tag di area sternum. Pasien tersebut memiliki kebiasaan tidur
mendengkur dan sesekali terbangun. Selama tindakan berlangsung pasien menginginkan tidur.
Dokter ahli kulit memperkirakan lama operasinya hanya 5 menit. Untuk pembiusan, sebaiknya
anda mempersiapkan alat dan Teknik
Oksigen masker rebreathing dan Teknik TIVA
Oksigen laryngeal mask airway (LMA) dan Teknik TIVA
Oksigen masker non-rebreathing dan Teknik TIVA
Oksigen sungkup/facemask dan Teknik TIVA
Oksigen nasal kanul dan Teknik total intravenous anesthesia (TIVA)
Seorang laki-laki usia 37 tahun direncanakan untuk operasi liang telinga, dari pemeriksaan
fisik didapatkan dengan status fisik ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.
Setelah dilakukan anestesi umum, dilakukan sayatan pada lapangan operasi. Darah akibat
manipulasi operasi dapat menganggu lapangan operasi. Teknik apa yang dapat dilakukan pada
pasien tersebut ?
Elevasi kepala 15o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)
Elevasi kepala 15o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:25.000 – 1: 100.000)
Elevasi kepala 30o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)
Elevasi kepala 90o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:50.000 – 1: 200.000)
Elevasi kepala 30o, epinephrine infiltrasi atau topical (1:25.000 – 1: 100.000)
Laki-laki 60 tahun menjalani total hip atroplasty. Pasien dinilai ASA 2 dengan komorbid rheumatoid artritis, anemia Hb 11,0 dan immobilisasi. Pasien rutin diberikan obat golongan glucorticoid dan antikoagulan selama beberapa bulan. Pasien direncakan untuk anestesia combined spinal-epidural. Intraoperative pasien mengeuhkan pusing dan tidak nyaman setelah operator memasukanna polymethylmetacrylrate. Saat dilakukan pemeriksaan TD 70/40 mmHg, N 120x/menit, RR 26-30X/menit, SpO2 95 % dengan room air. Jika pasien diberikan LMWH profilaksis saru dosis perhari. Kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan Kembali?
Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemrbeian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 6-10 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosisi heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Seorang Laki- laki 45 tahun rencana akan dilakukan endoskopi diluar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pengobatan amlodipine 10 mg . tekanan darah saat di ukur adalah 150/60 mmhg frekuensi nadi 89 bpm dan frekuensi nafas 20 kali permenit. Saturasi didapatkan 98 % dengan udara ruang posisi terlentang. Dari anamnesa pasien diketahui mengorok keras ketika tidur dan pasien sering terbangun tiba-tiba. Rencana anda akan memberikan teknik total intravena anesthetic pada pasien ini. Berikut ini adalah faktor predisposisi terjadi obstructive sleep apneu, kecuali?
Sering terbangun dari tidur dengan seperti sensasi tercekik
Patensi hidung yang menurun akibat obstruksi anatomis
Riwayat Hipertensi kronis dengan terkontrol obat
Sering tertidur sendiri saat menonton televisi
Lingkar leher pada laki-laki lebih dari 17 inches dan wanita 16 inches
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarachnoid dan epidural. Pasien dengan status fisik ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit saat ini pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarachnoid dengan bupivacain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun.
a. Reflex baroreseptor
b. Aliran darah ginjal
c. Closing capacity
d. Elastisitas pembuluh darah arteri
e. Alveolar surface area
