WorksheetsSoal Fathul Qarib tentang Air dan Bersuci
Total questions: 40
Worksheet time: 23mins
Dalam Fathul Qarîb, air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh macam, kecuali:
Air hujan
Air laut
Air susu
Air salju
Ukuran dua qullah menurut Fathul Qarîb adalah sekitar:
200 kati Baghdad
400 kati Baghdad
500 kati Baghdad
1000 kati Baghdad
Air musyammâs dalam Fathul Qarîb ialah:
Air yang terkena najis
Air yang dipanaskan oleh sinar matahari
Air yang digunakan untuk wudhu
Air yang berubah warnanya
Hukum penggunaan wadah emas dan perak untuk air bersuci menurut Fathul Qarîb adalah:
Wajib
Sunnah
Haram
Makruh ringan
Jika seseorang menyentuh kulit binatang yang telah disamak, maka menurut Fathul Qarîb:
Tetap najis
Jadi suci
Harus dicuci
Tidak sah untuk digunakan
Kulit bangkai menjadi suci jika disamak, kecuali:
Kulit kambing
Kulit anjing
Kulit sapi
Kulit unta
Dalam Fathul Qarîb, penggunaan air bekas wudhu (mustakmal) untuk wudhu kembali:
Sah
Harus dicampur air baru
Tidak sah
Wajib
Apabila air mustakmal (bekas wudhu) dikumpulkan hingga mencapai dua qullah, maka:
Ukuran qullah menurut pendapat yang paling shahih dalam Fathul Qarîb adalah:
500 kati Baghdâd
1000 kati Baghdâd
100 kati Baghdâd
50 kati Baghdâd
Air yang “suci tetapi tidak mensucikan” dalam Fathul Qarîb disebut:
Mustakmal
Musyammas
Mustakhlâ
Mutawassit
Dalam bab thahârah, apa contoh “qayyid” yang membatasi air menjadi tidak mutlak?
Air dari sumur
Air dalam wadah
Air bunga
Air hujan
Dalam Fathul Qarîb, air musta’mal adalah:
Air yang tidak pernah digunakan
Air yang telah digunakan sekali untuk wudhu
Air yang terkena najis
Air yang dipanaskan
Dalam Fathul Qarîb, air yang “suci dan mensucikan” disebut:
Mutlaq
Mustakmal
Musta’mal
Musyammas
Dalam Fathul Qarîb, air yang dinyatakan suci tetapi tidak mensucikan disebut:
A. Musta’mal
B. Mustakmal
C. Mawzû’
D. Mutawassiṭ
Jika seseorang menemukan air sedikit yang tidak mencapai syarat dua qullah, apakah boleh digunakan untuk wudhu menurut Fathul Qarîb?
Boleh asalkan mencukupi anggota wudhu
Tidak boleh sama sekali
Harus dicampur air dari luar
Menurut Fathul Qarîb, memakai air yang bercampur najis sedikit (dengan syarat tidak mengubah sifat air) untuk wudhu:
Sah
Tidak sah
Makruh
Batal
Dalam Fathul Qarîb, apakah air yang telah digunakan untuk wudhu (musta’mal) tetapi dicampur air bersih masih bisa digunakan untuk wudhu?
Boleh
Tidak boleh
Sah jika campurannya banyak
Harus dibuang
Dalam Fathul Qarîb, kulit binatang yang disamak:
Tetap najis
Menjadi suci
Harus dibasuh
Tidak bermakna
Dalam Fathul Qarîb, mencuci anggota tubuh dengan air yang dipanaskan (musyammâs) hukumnya:
Sah
Tidak sah
Makruh
Batal
Menurut Fathul Qarîb, kulit bangkai yang disamak menjadi suci kecuali:
Kulit anjing
Kulit kambing
Kulit sapi
Kulit unta
Terjemahkan istilah مُسْتَعْمَل dalam konteks kitab Fathul Qarîb:
Air suci
Air yang digunakan
Air sumber
Air hujan
Dalam kitab Fathul Qarîb, istilah المطلق jika diterjemahkan adalah:
Air murni
Air tercampur
Air yang belum digunakan
Salah satu pembagian air menurut Fathul Qarib adalah:
Mutlaq dan muqayad
Dingin dan panas
Darah dan susu
Hujan dan embun
Jika seseorang memindahkan air suci dari bejana besar ke dua bejana kecil sama banyak, menurut Fathul Qarib, apakah masih satu bejana?
Ya
Tidak
Hanya jika saling bersambung
Hanya jika keduanya tertutup
Dalam Fathul Qarib, kulit binatang yang disamak menjadi suci ketika:
Disamak sepenuhnya
Disamak sebagian
Hanya dikuliti
Hanya disamak sedikit
Apabila seseorang menggunakan bejana emas atau perak untuk menyimpan air bersuci, menurut Fathul Qarib hukumnya adalah:
Harus
Makruh
Boleh
Dilarang
Terjemahkan istilah خالطه ke dalam bahasa Indonesia dalam kitab Fathul Qarib:
Pencampuran air
Pemisahan air
Pembagian air
Penguapan air
Kulit anjing disamak dalam fikih mayoritas tidak menghukuminya menjadi suci menurut Fathul Qarib. Pilih jawaban yang tepat:
Kulit anjing tetap najis meskipun disamak
Kulit anjing menjadi suci jika disamak dua kali
Kulit anjing jadi suci setelah dicuci
Kulit anjing suci bila disamak dengan garam
Terjemahkan istilah الأواني النفيسة ke bahasa Indonesia:
Bejana berharga
Bejana tercemar
Bejana suci
Dalam Fathul Qarib, apakah bejana dari tanah liat yang retak kecil tetap bisa dianggap bejana suci?
Ya
Tidak
Hanya jika retaknya tertutup
Hanya sebagian
Terjemahkan istilah لزينة dalam kitab Fathul Qarib:
Untuk Berhias
Untuk Memecahkan
Untuk Membuka
Untuk Memindahkan air
Terjemahkan istilah الإناء المَصْبوب ke bahasa Indonesia dalam konteks kitab:
Bejana yang ditambal
Bejana yang Kecil
Tutup bejana
Memecah bejana
Dalam Fathul Qarib, apabila kulit binatang disamak sebagian kecil saja, statusnya:
Suci seluruhnya
Najis seluruhnya
Hanya bagian yang disamak suci
Dilarang digunakan
Terjemahkan istilah وجلود الميتة ke dalam bahasa Indonesia dalam kitab:
Kulit bangkai
Kulit bejana
Kulit suci
Kulit najis
Secara istilah, الكتاب adalah:
Nama jenis dari kumpulan dalil
Nama dari suatu bab
Nama jenis dari kumpulan hukum
Nama kumpulan ayat
Terjemahkan kalimat berikut: الكتاب لغةً مصدر بمعنى الصَّمُّ والجمع
Kitab secara bahasa adalah perintah dan larangan
Kitab secara bahasa adalah Mashdar yang berarti mengikat dan menguraikan
Kitab secara bahasa adalah Mashdar yang berarti menyatukan dan mengumpulkan
Kitab secara bahasa adalah wahyu yang ditulis
37. الطهارة يفتح الماء لغة berarti:
Membersihkan hati
Kesucian jiwa
Kebersihan secara umum
Kesucian khusus
Salah satu bentuk الطهارة menurut teks adalah:
Tidur
Berdoa
Berwudhu dan menghilangkan najis
Berpakaian bersih
Terjemahkan kalimat ini: فعل ما تستباح به الصلاة
Melakukan hal-hal yang membatalkan shalat
Melakukan hal yang menjadikan shalat tidak sah
Melakukan sesuatu yang membuat shalat diperbolehkan
Melakukan hal setelah shalat
Apa arti الطهارة بالمضم menurut kutipan?
Air yang digunakan untuk wudhu
Nama bagi sisa air
Air yang najis
Air yang dicampur najis
