WorksheetsBab 2 Dasar Perhotelan
Total questions: 10
Worksheet time: 53mins
Penerapan konsep Smart Tourism di sebuah Daerah Tujuan Wisata (DTW) meliputi penggunaan data besar (*Big Data*) untuk memprediksi puncak kunjungan dan mengatur distribusi wisatawan. Strategi ini memungkinkan pengelola untuk secara proaktif mengalihkan kunjungan dari area yang terlalu padat (*overtourism*) ke lokasi alternatif terdekat. Berdasarkan konteks di atas (Pengembangan dan Pemutakhiran Industri Pariwisata), mengapa penggunaan Big Data dalam Smart Tourism dianggap efektif dalam menangani isu overtourism?
Sistem ini secara otomatis menaikkan harga tiket di waktu-waktu puncak sehingga mengurangi permintaan.
Data besar membantu pengelola mendapatkan informasi real-time dan prediktif untuk manajemen arus wisatawan, memungkinkan intervensi sebelum terjadi kepadatan ekstrem.
Wisatawan lebih memilih destinasi yang menerapkan teknologi modern daripada destinasi tradisional.
Teknologi ini secara langsung membatasi jumlah tiket yang terjual.
Sebuah desa wisata berupaya mengembangkan dirinya dengan asas kebinekaan global (Pengembangan Daerah Tujuan Wisata). Mereka menerapkan kebijakan di mana 50% menu makanan di restoran wajib menggunakan bahan lokal, tetapi semua informasi dan papan penunjuk jalan harus disajikan dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin). Tujuan utamanya adalah menarik wisatawan mancanegara tanpa mengorbankan identitas lokal. Manakah dua pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan dilema utama dalam pengembangan desa wisata tersebut?
Risiko penurunan minat wisatawan domestik karena merasa destinasi tersebut terlalu difokuskan untuk pasar internasional.
Potensi konflik antara kebutuhan untuk standarisasi fasilitas global dengan upaya mempertahankan keaslian dan kearifan lokal.
Menyeimbangkan representasi budaya lokal (bahan lokal) dengan tuntutan globalisasi (fasilitas multibahasa) agar tidak terjadi 'komersialisasi' budaya yang berlebihan.
Tantangan dalam menemukan staf yang mahir dalam tiga bahasa sekaligus untuk melayani wisatawan.
Sebuah hotel mewah melakukan pemutakhiran sistem dengan menginstal Property Management System (PMS) yang terintegrasi penuh dengan aplikasi pemesanan kamar dan sistem smart key berbasis QR Code. Tujuan pemutakhiran ini adalah efisiensi staf dan peningkatan kepuasan tamu. Interpretasi yang paling tepat mengenai dampak pemutakhiran sistem ini terhadap objek dan daya tarik wisata hotel tersebut adalah...
Pemutakhiran sistem hanya berdampak pada manajemen internal hotel dan tidak memengaruhi pengalaman tamu.
Hotel akan dapat mengurangi biaya operasional hingga 50% per tahun.
Fokus layanan hotel akan bergeser dari SDM ke teknologi, sehingga menghilangkan interaksi personal yang disukai tamu.
Sistem baru ini meningkatkan kecepatan check-in/check-out dan memberikan kemudahan akses kamar, yang menjadi nilai tambah dan daya tarik modern bagi tamu.
Sebuah Daerah Tujuan Wisata (DTW) mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan yang stabil selama beberapa tahun terakhir, sebuah indikasi keberhasilan Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW). Jumlah kunjungan di Tahun 1 adalah 250.000 orang dan di Tahun 3 adalah 302.500 orang. Asumsikan rata-rata kenaikan tahunan adalah 10% (bersifat majemuk). Jika tren kenaikan kunjungan wisatawan ini berlanjut, berapakah perkiraan jumlah kunjungan pada Tahun 4? (Bulatkan ke satuan terdekat)
350.000 orang
332.750 orang
327.750 orang
335.000 orang
Isu inflasi global telah menyebabkan kenaikan biaya perjalanan. Sebuah paket tur tahunan yang dibeli seorang wisatawan seharga Rp12.000.000,00 tahun lalu, tahun ini mengalami kenaikan harga sebesar 12%. Wisatawan tersebut telah menyiapkan anggaran Rp15.000.000,00. Berapakah sisa uang yang dimiliki wisatawan tersebut setelah membeli paket tur yang sudah mengalami kenaikan harga tersebut?
Rp3.000.000
Rp1.440.000
Rp2.640.000
Rp1.560.000
Hotel A, yang memiliki 50 kamar, melakukan pemutakhiran sistem dengan mengganti dua staf front office (masing-masing bergaji Rp4.000.000 per bulan) dengan satu sistem self check-in yang dioperasikan oleh satu staf IT baru bergaji Rp4.500.000 per bulan. Selain itu, sistem manajemen energi baru mampu menghemat biaya listrik dari Rp20.000.000 per bulan menjadi Rp15.000.000 per bulan. Berapakah total efisiensi biaya operasional (dalam Rupiah) yang diperoleh Hotel A dalam satu tahun (12 bulan) setelah pemutakhiran tersebut?
Rp60.000.000
Rp77.400.000
Rp42.000.000
Rp102.000.000
Susunlah dengan benar urutan pembangunan Pariwisata Berkelanjutan sebagai upaya mengelola kepariwisataan dengan mengindahan prinsip prinsip pembangunan. SDGs dari UNDP di tahun 2015 yang disingkat 5 Ps yaitu sebagai berikut : Planet , Peace, People, Partnership, Prosperity
People
Planet
Prosperity
Peace
Partnership
Tuliskan dengan lengkap berbagai fitur Property Management System (PMS) ...
(a)
Pada saat melakukan input pemesanan kamar tamu ke dalam PMS , terdapat beberapa data yang dibutuhkan petugas reception, tuliskan jawaban dengan lengkap dan sesuai urutannya !
Potensi wilayah yang ditemukan adalah adat dan tradisi sebagai wisata budaya ( DTW ). Sebutkan penyediaan fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk melengkap adat dan tradisi...
