Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PBD Pekan 7 e-procurement

Total questions: 48

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan electronic procurement atau e-procurement dalam konteks bisnis
a)
Integrasi elektronik dan manajemen seluruh aktivitas pengadaan dari request hingga payment antara pembeli dan pemasok
b)
Hanya katalog online untuk melihat harga
c)
Aplikasi akuntansi untuk pencatatan saja
d)
Hanya modul persetujuan manajer
e)
Sekadar email pesanan ke pemasok
2.
Bagaimana ruang lingkup procurement dibandingkan dengan purchasing
a)
Procurement lebih luas mencakup semua aktivitas perolehan termasuk purchasing dan inbound logistics
b)
Purchasing lebih luas dari procurement
c)
Keduanya identik tanpa perbedaan
d)
Procurement hanya untuk barang MRO
e)
Purchasing hanya urusan gudang
3.
Sebutkan lima rights of purchasing yang ditingkatkan lewat e-procurement
a)
Harga tepat waktu tepat kualitas tepat kuantitas tepat sumber tepat
b)
Harga murah lokasi dekat merek kuat iklan besar stok banyak
c)
Supplier besar pembayaran cepat gudang luas staff banyak
d)
Waktu cepat tanpa kontrol kualitas
e)
Kuantitas banyak tanpa kontrak
4.
Apa yang dimaksud Electronic Procurement Systems EPS
a)
Sistem elektronik untuk otomasi fungsi pengadaan termasuk approval routing interface finansial dan invoice matching
b)
Aplikasi email untuk kirim PO
c)
Spreadsheet daftar pemasok
d)
Sistem CRM untuk sales
e)
Browser untuk akses katalog umum
5.
Bedakan production related procurement dan non production related procurement
a)
Production untuk material langsung produksi sedangkan non production atau MRO mendukung operasi seperti perlengkapan kantor SI dan layanan
b)
Production khusus barang impor sedangkan non production barang lokal
c)
Production itu jasa sedangkan production itu barang
d)
Production hanya alat berat sedangkan non production hanya ATK
e)
Tidak ada perbedaan keduanya sama
6.
Sebut dua metode utama pembelian berdasarkan kebutuhan
a)
Systematic sourcing melalui kontrak dan spot sourcing untuk kebutuhan mendesak
b)
Tender terbuka dan tender tertutup
c)
Dropship dan konsinyasi
d)
Leasing dan sewa guna usaha
e)
Auction dan reverse auction
7.
Menurut CIPS apa yang dimaksud e-purchasing
a)
Penggunaan TIK melalui media elektronik untuk meningkatkan proses pembelian dan pasokan internal dan eksternal
b)
Aplikasi ERP untuk produksi
c)
Platform pemasaran digital
d)
Sistem HR onboarding
e)
Tool laporan pajak vendor
8.
Inefisiensi utama proses pengadaan tradisional berbasis kertas
a)
Banyak tahap manual menimbulkan delay termasuk form kertas dan three way match manual
b)
Semua serba cepat tanpa penundaan
c)
Seluruh proses full otomatis
d)
Tidak perlu approval
e)
Tanpa dokumen apapun
9.
Mengapa CIPS menganjurkan re engineering saat implementasi e-procurement
a)
Supaya sistem terlihat mahal
b)
Karena proses lama tidak boleh apa adanya harus diotomasi ditantang dan disederhanakan
c)
Agar semua peran digantikan robot
d)
Untuk menghapus fungsi kontrol
e)
Untuk menambah birokrasi
10.
Sebut tiga tangible benefits utama adopsi e-procurement
a)
Menambah biaya transaksi menambah stok dan menambah lead time
b)
Mengurangi biaya transaksi waktu siklus dan biaya persediaan
c)
Hanya meningkatkan jumlah vendor
d)
Hanya mengurangi pajak
e)
Menaikkan biaya gudang
11.
Manfaat e invoicing bagi perusahaan
a)
Menambah pekerjaan manual
b)
Siklus invoicing lebih cepat dan efisiensi operasional
c)
Menghapus kebutuhan approval
d)
Menaikkan biaya bank otomatis
e)
Meningkatkan kesalahan input
12.
Bagaimana e-procurement meningkatkan Control
a)
Dengan membebaskan semua user tanpa aturan
b)
Melalui compliance sentralisasi strategi sourcing dan kontrol anggaran dengan reporting lebih baik
c)
Dengan meniadakan approval
d)
Dengan menyembunyikan spending
e)
Dengan menutup audit trail
13.
Mengapa peran buying staff bergeser ke value adding
a)
Karena semua pekerjaan dialihkan ke gudang
b)
Karena tugas administratif berkurang sehingga fokus ke analisis pembelian dan kolaborasi pemasok
c)
Karena tidak perlu supplier
d)
Karena sistem menghapus data
e)
Karena approval dihapus
14.
Hasil studi Cambridge Consultants terkait biaya per pesanan
a)
Naik dari £10 menjadi £60
b)
Turun dari sekitar £60 menjadi £10
c)
Tetap £60
d)
Menjadi nol
e)
Tidak berubah signifikan
15.
Mengapa penghematan e-procurement berdampak besar ke profit manufaktur
a)
Karena manufaktur tidak perlu material
b)
Karena procurement porsi biaya utama dan banyak requisition nilai kecil
c)
Karena pajak lebih rendah
d)
Karena tidak ada gudang
e)
Karena biaya tenaga kerja nol
16.
Jelaskan konsep Vendor Managed Inventory dan kaitannya dengan e-procurement
a)
Pembeli selalu mengelola stok pemasok
b)
Pemasok mengelola replenishment berbasis data perusahaan yang dibagikan lewat sistem e-procurement
c)
Gudang pihak ketiga menentukan stok
d)
Tidak terkait IT
e)
Hanya berlaku untuk ritel
17.
Tiga model fundamental lokasi e commerce B2B dari sisi buyer
a)
Omnichannel Multichannel Single channel
b)
Sell side Buy side Marketplace based
c)
Instore Online Mobile
d)
Direct Indirect Hybrid
e)
OEM VAR Distributor
18.
Jelaskan model Sell side e-procurement one to many dan keuntungannya
a)
Semua katalog dihost buyer dan identik
b)
Pembeli membeli di situs penjual dengan katalog dikelola pemasok dan fasilitas pencarian
c)
Transaksi hanya via EDI tanpa web
d)
Semua PO lewat fax
e)
Tidak ada katalog dinamis
19.
Jelaskan model Buy side e-procurement many to one dan keuntungannya
a)
Semua transaksi di situs penjual
b)
Tanpa approval berjenjang
c)
Integrasi katalog multi pemasok di sistem buyer antarmuka konsisten dan aturan otorisasi disesuaikan
d)
Hanya untuk satu pemasok
e)
Tidak mendukung kontrak
20.
Apa itu punchout catalogue dan beda dengan katalog di dalam firewall perusahaan
a)
Salinan statis katalog di server lokal buyer
b)
File excel yang diimpor manual
c)
Akses katalog real time yang dihost pemasok melalui koneksi aman sehingga data harga ketersediaan selalu terbaru
d)
PDF price list via email
e)
Katalog cetak pemasok
21.
Mengapa integrasi sistem pembeli pemasok penting
a)
Agar semua proses manual
b)
Untuk menambah tahapan approval tak perlu
c)
Untuk akurasi efisiensi transaksi mengurangi overhead dan memungkinkan e invoicing serta e payment
d)
Supaya vendor tidak terlihat
e)
Untuk menyulitkan audit
22.
Peran middleware dalam e-procurement
a)
Antivirus jaringan
b)
Aplikasi desain produk
c)
Perangkat lunak perantara yang menghubungkan ERP atau akuntansi internal dengan sistem e-procurement pemasok
d)
Aplikasi HR
e)
OS server
23.
Apa itu EPS generasi pertama first generation e-procurement
a)
Marketplace AI penuh
b)
Mobile only procurement
c)
Otomasi awal berbasis workflow dan EDI untuk entry approval dan placement pesanan online
d)
Sosial media untuk procurement
e)
Blockchain only purchasing
24.
Apa itu Maverick Purchasing dan mengapa risikonya meningkat di e-procurement
a)
Pembelian sesuai kontrak
b)
Pembelian berdasarkan tender resmi
c)
Pembelian off contract atau tidak perlu oleh user yang diberdayakan oleh akses langsung sistem
d)
Pembelian darurat sesuai SOP
e)
Pembelian terjadwal
25.
Safeguards utama untuk mencegah Maverick Purchasing
a)
Memberi akses bebas ke semua katalog
b)
Menghapus proses approval
c)
Rules pembatasan pengeluaran approval hierarchy dan kontrol anggaran dalam sistem
d)
Menyembunyikan harga
e)
Mengabaikan kontrak
26.
Dua hambatan spesifik bagi pemasok dalam adopsi e-procurement
a)
Ketiadaan produk dan warehouse
b)
Keterbatasan pajak input
c)
Persepsi negatif soal margin e auctions dan biaya pembuatan pemeliharaan katalog elektronik
d)
Larangan legal menyeluruh
e)
Ketiadaan pelanggan korporat
27.
Mengapa isu PHK atau redeployment staf jadi tantangan perubahan
a)
Karena gaji naik otomatis
b)
Karena tidak ada training
c)
Karena efisiensi sistem sering mengurangi peran administratif sehingga timbul resistensi terhadap perubahan
d)
Karena semua proses manual
e)
Karena pemasok menolak order
28.
Kerugian utama model Sell side dari perspektif buyer
a)
Tidak ada data harga
b)
Tidak ada katalog sama sekali
c)
Harus berurusan dengan antarmuka berbeda pada tiap situs pemasok
d)
Tidak ada riwayat transaksi
e)
Tidak ada dukungan EDI
29.
Apa yang dimaksud B2B marketplaces exchanges atau hubs
a)
Gudang fisik bersama
b)
Agen pajak
c)
Bank pembayaran
d)
Lokasi virtual perantara independen yang memfasilitasi perdagangan antara pembeli dan penjual
e)
Jasa transport saja
30.
Mengapa banyak B2B marketplaces era dot com gagal
a)
Karena larangan hukum
b)
Karena tidak ada internet
c)
Karena semua buyer menolak online
d)
Kesulitan menemukan model bisnis berkelanjutan hanya yang fokus komoditas sederhana yang bertahan
e)
Karena biaya server terlalu murah
31.
Bedakan B2B marketplaces netral dan Private B2B exchanges
a)
Netral dibuat pemerintah sedangkan private untuk publik
b)
Keduanya sama saja
c)
Private selalu gratis
d)
Netral selalu berbayar
e)
Netral independen dari buyer dan supplier sedangkan private dibuat oleh produsen besar untuk pemasok terpilih
32.
Dua alasan utama adopsi e marketplaces terbatas menurut Johnson 2010
a)
Tidak ada listrik dan perangkat
b)
Tidak ada browser
c)
Larangan regulasi total
d)
Ketiadaan produk
e)
Persepsi manfaat risiko kepercayaan yang keliru dan biaya tidak proporsional bagi pemasok kecil
33.
Model marketplace yang didominasi systematic sourcing dan MRO
a)
Spot Exchanges
b)
Yield Managers
c)
Reverse Auctions
d)
Catalogue Hubs
e)
OEM Portals
34.
Peran Metamediaries dalam B2B marketplace
a)
Sekadar direktori alamat
b)
Hanya agregator harga
c)
Hanya iklan banner
d)
Marketplaces yang menawarkan layanan di luar pengadaan seperti evaluasi pemasok tracking informasi pasar dan sertifikasi
e)
Hanya jasa logistik
35.
Bagaimana studi kasus Covisint mencerminkan pergeseran ke Private exchanges
a)
Tetap marketplace publik murni
b)
Menjadi toko ritel
c)
Berubah jadi media sosial
d)
Dari marketplace netral bergeser menjadi penyedia konektivitas dan pertukaran dokumen yang mendukung private exchanges produsen
e)
Menjadi bank digital
36.
Manfaat online bidding ala DaimlerChrysler melalui Covisint
a)
Biaya proses naik drastis
b)
Harga pembelian naik
c)
Lead time selalu lebih lama
d)
Penghematan biaya proses dan harga dengan pemangkasan waktu proses hingga sekitar 80 persen
e)
Tidak ada dampak terukur
37.
Delapan jenis intermediary menurut Riggins dan Mitra sebutkan minimal empat
a)
Hanya bank dan logistik
b)
Hanya broker finansial
c)
Hanya agen pajak
d)
Produsen Tradisional Online Hubs Knowledge Experts Layanan Informasi Online Agregator Situs Perbandingan Harga E-retailers Pemasok Layanan
e)
Hanya konsultan pajak
38.
Jelaskan konsep E MRO dan web based ERP dalam e-procurement
a)
Sistem pemasaran konten
b)
Aplikasi desain produk
c)
Aplikasi SDM
d)
Aplikasi untuk pembelian produk MRO dan workflow permintaan persetujuan PO dan penerimaan barang atau jasa
e)
Sistem kasir ritel
39.
Apa yang dimaksud E sourcing dan E informing
a)
E sourcing hanya tender offline dan E informing adalah pembayaran
b)
E sourcing adalah HR sourcing dan E informing adalah training
c)
Keduanya sama saja
d)
E sourcing mencari pemasok baru via internet dan E informing mengkualifikasi pemasok melalui pertukaran informasi non transaksional
e)
Tidak terkait pengadaan
40.
Empat kategori B2B marketplace versi Kaplan dan Sawhney 2000
a)
Retail Wholesale Franchise Marketplace
b)
OEM VAR Distributor Reseller
c)
Owned Paid Earned Shared
d)
Exchanges Spot Production Catalogue Hubs Systematic Non production Exchanges Systematic Production Yield Managers Spot Non production
e)
Direct Indirect Hybrid Platform
41.
Bagaimana implementasi e-procurement BT memberi penghematan biaya
a)
Dengan menaikkan biaya transaksi
b)
Dengan menghapus semua pemasok
c)
Dengan memindahkan semua pembelian ke tunai
d)
Dengan menurunkan biaya transaksi rata rata dari £56 ke £40 dalam setahun pada cakupan 95 persen barang
e)
Tanpa perubahan terukur
42.
Mengapa potensi penghematan jasa lebih rendah dibanding manufaktur
a)
Karena jasa tidak memakai IT
b)
Karena jasa tidak memerlukan supplier
c)
Karena manufaktur tanpa material
d)
Karena porsi pengadaan terhadap COGS di jasa lebih kecil sekitar 10–40 persen dibanding manufaktur 50–70 persen
e)
Karena jasa selalu outsourcing
43.
Dalam E value Grid dimensi yang fokus pada kualitas dan penyebaran informasi manajemen
a)
Sourcing
b)
Fulfilment
c)
Settlement
d)
Planning
e)
Logistics
44.
Bagaimana e-procurement membantu fleksibilitas pemesanan
a)
Mewajibkan satu pemasok selalu
b)
Menutup akses katalog
c)
Memperbanyak formulir kertas
d)
Menghilangkan kontrol kontrak
e)
Mengurangi proses manual sehingga mudah beralih pemasok dan memilih nilai terbaik
45.
Dukungan e-procurement untuk knowledge management dalam pengembangan produk
a)
Menghapus dokumentasi teknis
b)
Menutup akses data keuangan
c)
Mengurangi kolaborasi
d)
Mengganti fungsi RnD
e)
Memberi data biaya manufaktur lebih awal sehingga percepat pengembangan
46.
Mengapa jangan sekadar mengotomasi proses lama menurut CIPS
a)
Karena digital selalu lebih mahal
b)
Karena tidak ada pelatihan
c)
Karena vendor menolak
d)
Karena audit tidak perlu
e)
Karena praktik lama dari sistem kertas tidak memberi manfaat penuh bila didigitalisasi apa adanya
47.
Dua contoh tantangan organisasi saat implementasi e-procurement
a)
Tidak ada koneksi internet dan tidak ada listrik
b)
Semua karyawan programmer
c)
Selalu surplus anggaran
d)
Semua pemasok menolak kontrak
e)
Resistensi karena takut kehilangan pekerjaan dan tantangan budaya adopsi digital
48.
Bagaimana Boehringer Ingelheim memastikan compliance kebijakan pembelian secara global
a)
Dengan menghapus semua approval
b)
Dengan hanya mengandalkan email
c)
Dengan membebaskan semua user belanja
d)
Dengan meniadakan kontrak
e)
Dengan solusi e-procurement yang mencerminkan approval hierarchy hingga delapan tingkat dan menyediakan audit trail