Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CPMK 2_Etik Legal & Kebijakan Kep. Paliatif

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien kanker stadium IV mengatakan kepada perawat bahwa ia tidak ingin lagi melanjutkan kemoterapi karena merasa sangat lelah. Keluarga memaksa agar terapi tetap dilanjutkan. Perawat mendukung keputusan pasien sesuai prinsip etik. Prinsip apa yang paling relevan?

a)

Beneficence

b)

Autonomy

c)

Non-maleficence

d)

Justice

e)

Fidelity

2.

Pasien penuaan dengan penyakit terminal meminta agar semua tindakan resusitasi dihentikan dan ingin dibuatkan Do Not Resuscitate (DNR). Dokter sudah setuju, namun keluarga menolak. Perawat harus mengedepankan aspek etik apa?

a)

Veracity

b)

Accountability

c)

Advocacy

d)

Confidentiality

e)

Justice

3.

Di ruang paliatif, perawat memberikan morfin untuk nyeri hebat sesuai instruksi dokter. Namun setelah pemberian, pasien tampak mengantuk berat dan saturasi menurun. Perawat mempertimbangkan prinsip etik untuk menghindari bahaya. Prinsip mana yang digunakan?

a)

Non-maleficence

b)

Autonomy

c)

Fidelity

d)

Justice

e)

Veracity

4.

Seorang pasien meminta perawat merahasiakan diagnosis terminalnya dari keluarga. Keluarga kemudian bertanya kepada perawat apa sebenarnya kondisi pasien. Apa kewajiban etik perawat?

a)

Menjawab karena keluarga lebih berhak

b)

Mengutamakan transparansi

c)

Menjaga kerahasiaan pasien

d)

Menyampaikan sebagian informasi saja

e)

Mengalihkan pembicaraan

5.

Keluarga pasien ingin tetap dilakukan terapi agresif walaupun dokter telah menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak memberikan manfaat signifikan. Prinsip etik “beneficence” mengharuskan tenaga kesehatan untuk…

a)

Menghindari tindakan yang tidak memberikan manfaat

b)

Melakukan tindakan sesuai permintaan keluarga

c)

Mengikuti permintaan pasien

d)

Menunda keputusan sampai keluarga setuju

e)

Mengutamakan biaya terendah bagi pasien

6.

Seorang pasien paliatif ingin pulang karena merasa lebih nyaman di rumah. Namun keluarga menolak karena takut tidak bisa merawat. Perawat memberikan edukasi mengenai hak pasien. Hak tersebut terkait dengan…

a)

Informed consent

b)

Hak privasi

c)

Hak menentukan nasib sendiri

d)

Hak mendapatkan analgesik

e)

Hak bebas biaya pelayanan

7.

Perawat memberikan edukasi mengenai efek samping morfin, termasuk risiko depresi napas. Edukasi ini termasuk aspek etik…

a)

Veracity

b)

Justice

c)

Non-maleficence

d)

Beneficence

e)

Fidelity

8.

Di unit paliatif ditemukan bahwa salah satu perawat mengurangi dosis analgesik pasien karena stok obat hampir habis tanpa melapor ke dokter. Tindakan ini melanggar aspek legal…

a)

Etika dokumentasi

b)

Informed refusal

c)

Privilege

d)

Surrogate decision

e)

Accountability

9.

Perawat mendampingi keluarga dalam membuat keputusan tentang apakah pasien perlu ventilator mekanik. Keterlibatan keluarga ini terkait konsep…

a)

Advance Care Planning

b)

Healthcare proxy

c)

Living will

d)

Informed consent

e)

Therapeutic privilege

10.

Pasien paliatif sudah tidak kompeten mengambil keputusan. Dokter meminta persetujuan keluarga sebelum tindakan. Persetujuan yang diberikan oleh keluarga merupakan bentuk…

a)

Substituted judgment

b)

Coercion

c)

Implied consent

d)

Shared decision making

e)

Therapeutic privilege

11.

Keluarga menuntut agar semua informasi medis diberikan kepada mereka, sementara pasien sebelumnya tidak ingin keluarganya tahu. Perawat harus memprioritaskan prinsip etik…

a)

Accountability

b)

Veracity

c)

Beneficence

d)

Fidelity

e)

Confidentiality

12.

Perawat merasa bahwa dokter terlalu lama menunda pemberian analgesik karena menunggu persetujuan keluarga. Perawat melaporkan hal ini untuk mencegah penderitaan pasien. Tindakan perawat disebut…

a)

Advocacy

b)

Veracity

c)

Fidelity

d)

Non-maleficence

e)

Autonomy

13.

Seorang pasien terminal menolak makan dan minum buatan melalui NGT. Keluarga memaksa pemasangan karena “takut pasien menderita.” Prinsip utama yang harus dihormati adalah…

a)

Justice

b)

Beneficence

c)

Autonomy

d)

Non-maleficence

e)

Confidentiality

14.

Seorang perawat mengubah catatan asuhan setelah terjadi kesalahan pemberian obat agar terlihat benar. Ini merupakan pelanggaran etik dan legal pada aspek…

a)

Beneficence

b)

Veracity

c)

Justice

d)

Documentation integrity

e)

Non-maleficence

15.

Pasien meminta agar perawat tidak memberitahukan kondisi sebenarnya kepada anaknya yang masih kecil. Perawat perlu mempertimbangkan prinsip…

a)

Veracity vs. beneficence

b)

Autonomy vs. justice

c)

Non-maleficence vs. fidelity

d)

Beneficence vs. confidentiality

e)

Accountability vs. justice

16.

Di salah satu rumah sakit, kepala ruangan meminta perawat untuk melakukan penilaian nyeri setiap 4 jam pada pasien paliatif sesuai standar nasional. Kebijakan ini merujuk pada prinsip dalam Permenkes yang menekankan…

a)

Asuhan paliatif berbasis komunitas

b)

Pengendalian nyeri sebagai hak pasien

c)

Pembatasan biaya pelayanan

d)

Skrining dini penyakit terminal

e)

Pengurangan obat opioid

17.

Puskesmas X memulai program paliatif berbasis masyarakat (home care) untuk pasien kanker stadium lanjut. Program ini sesuai dengan kebijakan yang diatur dalam…

a)

UU Tenaga Kesehatan No.36/2014

b)

Permenkes No.37/2014 tentang Pelayanan Paliatif

c)

Permenkes No.69/2014 tentang Tarif Pelayanan

d)

UU Rumah Sakit

e)

Peraturan BPJS tentang rujukan

18.

Seorang pasien dengan gagal ginjal terminal dirawat di rumah dan mendapatkan pendampingan paliatif oleh perawat desa. Pelayanan ini merupakan bagian dari level pelayanan…

a)

Tersier

b)

Sekunder

c)

Primer

d)

Swasta

e)

Volunteer

19.

Dalam kunjungan rumah, perawat menemukan keluarga memberi obat nyeri di luar dosis anjuran karena pasien kesakitan. Perawat menjelaskan kebijakan nasional bahwa penggunaan opioid harus berdasarkan…

a)

Permenkes No. 37/2014 dan standar pengendalian nyeri

b)

Peraturan BPOM tentang obat keras

c)

Peraturan BPJS

d)

Peraturan Badan Narkotika Nasional

e)

Peraturan desa tentang kesehatan

20.

Rumah sakit menetapkan prosedur rujukan pasien terminal dari bangsal akut ke tim paliatif. Kebijakan ini mengacu pada standar…

a)

Standar K3

b)

Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS/SK-KARS)

c)

Standar Pendidikan Nakes

d)

Standar Farmasi

e)

Standar Laboratorium

21.

Seorang perawat memberikan edukasi mengenai Advance Care Planning (ACP) kepada pasien kanker. Kebijakan ini sesuai dengan prinsip dalam pelayanan paliatif yang menekankan…

a)

Peningkatan mutu laboratorium

b)

Kesinambungan rawat inap

c)

Pembatasan biaya

d)

Pembatasan terapi agresif

e)

Komunikasi dan perencanaan keputusan

22.

Keluarga pasien meminta perawat memberikan terapi invasif yang tidak sesuai prinsip paliatif. Perawat menjelaskan bahwa fokus kebijakan nasional adalah…

a)

Menyembuhkan penyakit

b)

Memperpanjang hidup tanpa batas

c)

Mengurangi jumlah pasien terminal

d)

Meningkatkan kualitas hidup

e)

Membatasi penggunaan obat opioid

23.

RS menyediakan analgesik opioid sesuai formularium nasional. Namun stok sering kosong. Kepala instalasi farmasi mengingatkan bahwa penyediaan opioid untuk paliatif merupakan kewajiban berdasar…

a)

Perpres Soal Narkotika

b)

Pedoman WHO

c)

Peraturan BPOM

d)

Peraturan Gubernur

e)

Permenkes No. 37/2014 dan Formularium Nasional (Fornas)

24.

Pasien lansia dengan penyakit terminal membutuhkan dukungan psikososial. Perawat menghubungi psikolog dan petugas rohani. Kebijakan nasional menekankan bahwa pelayanan paliatif harus bersifat…

a)

Multidisiplin

b)

Berbasis teknologi

c)

Berorientasi biaya

d)

Terpusat di rumah sakit

e)

Delegatif

25.

Di daerah terpencil, Puskesmas bekerja sama dengan kader kesehatan untuk pemantauan pasien paliatif. Ini sesuai kebijakan paliatif yang berfokus pada…

a)

pemindahan pasien ke kota

b)

pembatasan kunjungan rumah

c)

pengurangan tenaga kesehatan

d)

perawatan berbasis keluarga dan komunitas

e)

penanganan pasien secara isolatif

26.

Keluarga pasien mengeluh bahwa pasien tidak mendapatkan analgesik yang cukup. Perawat menjelaskan bahwa pengendalian nyeri merupakan indikator mutu paliatif menurut…

a)

Standar Nasional Pendidikan

b)

Standar Akreditasi Pelayanan Paliatif

c)

Standar Mutu Nasional Kemenkes

d)

Standar Laboratorium Klinik

e)

Peraturan BPJS

27.

Sebuah rumah sakit menyediakan pelatihan khusus bagi perawat mengenai perawatan paliatif. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional tentang…

a)

Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan

b)

Pengendalian Infeksi

c)

Penanggulangan Bencana

d)

Gizi Klinik

e)

Kesehatan Lingkungan

28.

Seorang pasien dengan kanker stadium IV ingin pulang. Perawat mengatur layanan home care sesuai kebijakan transisi layanan (continuity of care). Kebijakan ini bertujuan untuk…

a)

Mengurangi biaya rawat inap

b)

Memfasilitasi perpindahan yang aman dan terintegrasi

c)

Mengurangi jumlah perawat

d)

Meningkatkan profit rumah sakit

e)

Mengurangi penggunaan opioid

29.

Dalam audit mutu, ditemukan bahwa dokumentasi kebutuhan spiritual pasien paliatif tidak lengkap. Dalam kebijakan nasional paliatif, aspek spiritual termasuk dalam…

a)

kebutuhan sekunder

b)

rencana farmakologi

c)

domain holistik

d)

intervensi medis khusus

e)

tindakan rehabilitatif

30.

Di sebuah ruangan, perawat tidak diberi kewenangan melakukan penilaian nyeri menggunakan skala valid. Kepala ruangan kemudian menyesuaikan SOP sesuai kebijakan nasional. Kewenangan penilaian nyeri termasuk ranah…

a)

Delegasi dokter

b)

Tugas fisioterapi

c)

Tindakan Medis

d)

Tanggung jawab legal perawat

e)

Tanggung jawab case mangement