Worksheetskuis BKK 3ABTKPB
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Korosi didefinisikan sebagai...
Reaksi kimia antara logam dengan air
Reaksi oksidasi logam di lingkungan sekitarnya
Reaksi logam dengan udara saja
Pelapukan logam oleh panas
Pada sel korosi, bagian logam yang mengalami oksidasi bertindak sebagai...
Katoda
Anoda
Elektrolit
Substrat pasif
Reaksi yang terjadi pada bagian katoda dalam proses korosi besi di lingkungan netral adalah...
Fe → Fe²⁺ + 2e⁻
O₂ + 2H₂O + 4e⁻ → 4OH⁻
Fe²⁺ → Fe³⁺ + e⁻
H₂ + ½O₂ → H₂O
Faktor utama yang mempengaruhi laju korosi pada logam adalah...
Massa jenis logam
Potensial elektrokimia logam
Panjang logam
Kekasaran mekanis
Logam dengan potensial standar lebih negatif akan...
Lebih mudah mengalami oksidasi
Lebih tahan terhadap korosi
Lebih bersifat katodik
Tidak bereaksi dalam air
Dalam pasangan galvanik antara baja karbon dan tembaga, logam yang lebih cepat terkorosi adalah...
Baja karbon
Tembaga
Keduanya sama
Tidak dapat ditentukan
Korosi seragam (uniform corrosion) memiliki ciri...
Terjadi hanya di sambungan las
Menyerang secara merata di seluruh permukaan
Terjadi akibat adanya celah
Hanya terjadi pada logam mulia
Korosi pitting umumnya disebabkan oleh...
Kekasaran permukaan tinggi
Adanya ion klorida pada lingkungan
Lapisan cat terlalu tebal
Potensial logam terlalu positif
Korosi celah (crevice corrosion) umumnya terjadi pada...
Permukaan terbuka
Daerah tertutup dengan oksigen terbatas
Permukaan yang halus
Daerah anodik aktif
Jenis korosi yang sering ditemukan pada baja tahan karat akibat serangan di batas butir adalah...
Uniform
Galvanic
Intergranular
Erosion
Korosi tegangan (stress corrosion cracking) melibatkan...
Tegangan mekanik dan lingkungan korosif
Perbedaan suhu permukaan
Reaksi galvanik
Arus listrik eksternal
Energi potensial logam berhubungan langsung dengan...
Kemampuan logam memantulkan cahaya
Kemampuan logam kehilangan elektron
Massa atom logam
Konduktivitas panas
Urutan logam berikut dari paling mudah terkorosi hingga paling tahan adalah...
Zn → Fe → Cu
Cu → Fe → Zn
Fe → Cu → Zn
Cu → Zn → Fe
Jika dua logam dengan beda potensial besar dihubungkan dalam elektrolit, maka...
Arus korosi kecil
Arus korosi besar
Tidak ada arus korosi
Arus tergantung temperatur
Korosi erosi sering ditemukan pada sistem...
Pipa air laut bertekanan tinggi
Tangki penyimpanan statis
Struktur beton bertulang
Saluran udara terbuka
Pada korosi galvanik, logam yang lebih aktif berperan sebagai...
Katoda
Anoda
Elektrolit
Isolator
Korosi mikrobiologis disebabkan oleh...
Mikroorganisme yang memproduksi senyawa asam atau sulfida
Ion logam dalam air
Kondisi anodik berlebih
Medan magnetik tinggi
Nilai potensial standar untuk Zn²⁺/Zn adalah -0,76 V. Sementara untuk Fe²⁺/Fe = -0,44 V. Logam manakah yang lebih mudah terkorosi?
Zn
Fe
Keduanya sama
Tidak dapat ditentukan
Reaksi spontan dalam sel galvanik terjadi jika...
E°sel > 0
E°sel < 0
E°sel = 0
Arus eksternal diberikan
Korosi lokal akibat lapisan pasif yang rusak sebagian disebut...
Pitting corrosion
Erosion corrosion
Fretting corrosion
Uniform corrosion
Pada reaktor kimia stainless steel, terbentuk endapan garam di beberapa area. Setelah pembersihan, muncul lubang halus. Jenis korosi ini adalah...
Crevice corrosion
Pitting corrosion
Galvanic corrosion
Intergranular corrosion
Dalam tangki penyimpanan H₂SO₄, digunakan lining timbal (Pb). Hal ini dilakukan karena...
Pb bersifat inert terhadap asam kuat
Pb memiliki potensial paling negatif
Pb bereaksi membentuk lapisan pasif PbSO₄
Pb mempercepat reaksi oksidasi
Pipa tembaga dan baja karbon yang disambungkan tanpa isolator di pabrik kimia menyebabkan...
Korosi galvanik pada baja
Korosi galvanik pada tembaga
Korosi seragam
Tidak terjadi korosi
Dalam menara pendingin (cooling tower), laju korosi meningkat ketika pH air turun drastis karena...
Konsentrasi ion H⁺ meningkat, mempercepat reaksi anodik
Ion OH⁻ berkurang sehingga reaksi katodik terhambat
Suhu meningkat
Oksigen berkurang
Lapisan cat pelindung pada tangki pelarut organik terkelupas di daerah bawah, kemungkinan besar disebabkan oleh...
Korosi celah akibat kelembapan terperangkap
Reaksi galvanik
Korosi seragam
Korosi intergranular
Untuk mencegah korosi pada sistem perpipaan bawah tanah di kilang minyak, metode yang paling efektif adalah...
Pelapisan galvanis
Katodik proteksi dengan arus eksternal
Penggunaan inhibitor anodik
Penebalan pipa
Korosi sering kali terjadi lebih cepat di sekitar sambungan las pada tangki penyimpanan bahan kimia karena...
A. Perbedaan mikrostruktur dan tegangan sisa las
B. Kandungan oksigen lebih tinggi
C. Ketebalan lapisan cat berlebih
D. Reaksi termal tidak seimbang
Pada sistem heat exchanger dari logam campuran, bagian tube berpotensial lebih negatif dibanding shell. Maka, korosi akan dominan di...
A. Tube
B. Shell
C. Keduanya
D. Tidak terjadi korosi
Dalam sistem pipa yang membawa asam klorida panas, jenis korosi paling mungkin adalah...
Pitting dan erosion corrosion
Galvanic corrosion
Intergranular corrosion
Stress corrosion
Dalam tangki reaksi asam kuat, sering ditambahkan inhibitor korosi organik. Tujuan utamanya adalah...
Menurunkan energi aktivasi reaksi oksidasi logam
Membentuk film pelindung yang menghambat reaksi anodik/katodik
Meningkatkan daya larut oksigen
Menurunkan viskositas pelarut
Pada coating organik, salah satu mekanisme degradasi utama epoxy ketika terpapar UV adalah...
Oksidasi seng
Chain scission pada backbone epoksi
Hidrolisis gugus ester
Disosiasi pigmen
Keunggulan utama polyurethane sebagai topcoat dibanding epoxy adalah...
Ketahanan kimia terhadap asam kuat
Ketahanan UV dan abrasi yang lebih baik
Kemampuan mengikat oksida besi
Kemudahan diaplikasikan pada suhu rendah
Pada proses powder coating, gaya yang membuat partikel powder melekat pada permukaan sebelum curing adalah...
A. Adhesi kimia
B. Elektrostatik
C. Ikatan hidrogen
D. Gaya gravitasi
Proteksi utama yang diberikan oleh galvanizing adalah...
Peningkatan viskositas film
Proteksi katodik oleh logam seng
Penghalangan difusi oksigen
Peningkatan energi permukaan
Cacat permukaan orange peel paling sering disebabkan oleh...
Laju penguapan solvent yang tidak stabil
Reaksi resin yang tidak sempurna
Pigmen berlebihan
Lapisan primer terlalu tebal
Kegagalan adhesi coating paling sering terjadi akibat...
Kandungan resin rendah
Substrat tidak memenuhi standar kebersihan
Viskositas terlalu tinggi
Pigmen tidak homogen
Ketelitian pengukuran Wet Film Thickness sangat dipengaruhi oleh...
Kecepatan penguapan pelarut
Warna substrat
Kekerasan resin
Densitas pigmen
Foil standar pada proses kalibrasi alat ukur ketebalan digunakan untuk...
Menentukan densitas film
Menyetel alat agar membaca ketebalan secara akurat
Mengukur kekasaran permukaan
Menguji konduktivitas substrat
Coating dengan NVC rendah biasanya menghasilkan...
DFT lebih besar dari WFT
DFT jauh lebih kecil dibanding WFT
DFT tidak berubah setelah curing
DFT selalu konstan
Pada proses aplikasi powder coating, ketebalan yang tidak merata terutama disebabkan oleh...
Pigmen yang mengendap
Distribusi muatan elektrostatik yang tidak seragam
Resin terlalu cepat mengeras
Tekanan udara terlalu rendah
Kontrol ketebalan coating sangat penting karena ketebalan menentukan...
Kecepatan pelapisan
Estetika warna
Ketahanan korosi jangka panjang
Waktu curing
Jika target DFT adalah 200 μm dan nilai NVC adalah 50%, WFT yang diperlukan adalah...
50 μm
100 μm
200 μm
400 μm
Kesalahan umum pada pengukuran DFT pada permukaan melengkung adalah...
Coating terlalu lunak
Probe tidak tegak lurus permukaan
Pigmen terlalu banyak
Alat tidak sensitif
Cacat coating berupa retak sering terjadi akibat...
Lapisan terlalu tipis
Lapisan terlalu tebal sehingga terjadi solvent entrapment
Pigmen terdispersi terlalu baik
Resin terlalu sedikit
Conversion coating bekerja dengan cara...
A. Menguapkan pelarut
B. Reaksi elektrokimia yang membentuk lapisan pasif pada logam
C. Penyusutan film setelah curing
D. Pelelehan resin pada suhu tinggi
Pada peralatan proses kimia, DFT sering dibuat sedikit lebih tebal dari minimum agar...
Mengurangi biaya material
Mengurangi waktu inspeksi
Mengkompensasi penipisan akibat abrasi dan korosi lokal
Memperbaiki estetika permukaan
Cacat pin hole sangat berbahaya pada tangki penyimpanan basa kuat karena...
A. Akan meningkatkan viskositas cat
B. Menjadi jalur elektrolit yang memicu underfilm corrosion
C. Mengubah warna coating
D. Menurunkan kekerasan film
Uap NH₃ pada industri amonia dapat menembus coating dan menyebabkan...
Perubahan warna film
Blistering akibat tekanan internal dari permeasi kimia
Pelapukan pigmen
Penurunan fleksibilitas film
Coating sering gagal di area pengelasan karena...
Permukaan las terlalu halus
Oksida hasil panas las mengganggu adhesi coating
DFT tidak dapat diukur
Warna logam berubah
Ketebalan coating pada tangki penyimpanan asam mineral penting untuk mencegah...
Penurunan konduktivitas
Penetrasi ion agresif penyebab uniform corrosion
Terjadinya pendinginan permukaan
Pelepasan pigmen
Pada pabrik klorin, gas Cl2 dapat merusak coating berbasis alkyd karena...
Klorin bereaksi dengan ikatan ester sehingga film cepat terdegradasi
Klorin meningkatkan densitas cat
Klorin menurunkan energi permukaan
Klorin menambah kekerasan film
Pada pipa bawah tanah, fungsi utama coating adalah...
Memperkuat struktur mekanis
Menghalangi difusi air dan ion tanah penyebab korosi
Menstabilkan suhu substrat
Mengurangi kecepatan aliran fluida
Solvent aromatik pada industri petrokimia dapat merusak epoxy melalui mekanisme...
Ekspansi matriks polimer (swelling) sehingga adhesi hilang dan terjadi underfilm corrosion
Pembentukan pasivasi permukaan
Penurunan nilai VOC
Penambahan kekerasan film
Jika coating terlalu tipis pada scrubber asam, kegagalan yang paling mungkin adalah...
Cold flow
Pitting underfilm akibat penetrasi ion agresif
Deformasi termal
Warna memudar
Pada fasilitas dengan uap HCl, blistering dapat muncul karena...
HCl meningkatkan NVC
Uap HCl menembus coating, bereaksi dengan logam, menghasilkan gas yang mendorong lapisan coating
Pigmen bereaksi membentuk endapan
Ketebalan coating terlalu tinggi
Dalam unit desalination, pipa Fe (-0.44 V) disambungkan dengan fitting Cu (+0.337 V). Air laut memiliki pH 8 dan tinggi klorida. Apa konsekuensi jangka panjang?
Cu menjadi anoda dan larut
Fe mengalami pitting attack sangat cepat
Fe menjadi katoda dan mengalami pasivasi
Tidak ada pasangan galvanik yang signifikan
Plant maintenance mengganti sacrificial anode Zn (-0.763 V) dengan Al (-1.662 V). Sistem bekerja dalam air tawar dengan sedikit karbonat. Hasil paling realistis:
Al memberikan proteksi lebih kuat dari Zn
Al menjadi pasif dan proteksi galvanik gagal
Zn tetap dibutuhkan sebagai anoda cadangan
Baja berubah menjadi anoda
Pada industri kimia, pipa Ni (-0.250 V) ditempelkan plate Al (-1.662 V) tanpa isolator pada lingkungan lembap. Apa efek dominannya?
Ni terkorosi sebagai anoda
Al berubah menjadi katoda
Al terkorosi sangat cepat sebagai anoda
Tidak ada reaksi galvanik karena Ni pasif
Sambungan pipa Sn (-0.136 V) dan Fe (-0.44 V) dipasang di laboratorium, terpapar lingkungan netral. Analisis paling tepat:
Fe menjadi katoda
Sn menjadi katoda
Keduanya tidak membentuk galvanic couple
Fe menjadi pasif sehingga aman
Di pabrik makanan, pipa Al disambungkan dengan valve Ag (+0.799 V). Air proses mengandung klorida. Risiko operasional utama:
Al terkorosi sangat cepat
Ag terkorosi sangat cepat
Tidak ada reaksi galvanik
Ag melindungi Al sebagai anoda
Sebuah struktur bawah laut menggunakan paku Mg pada pelat Zn. Kombinasi ini menyebabkan:
Zn menjadi anoda
Mg menjadi anoda dan terkorosi
Keduanya tidak bereaksi di air laut
Zn melindungi Mg
Pompa stainless-steel (pasif E° sekitar +0.1 hingga +0.4 V) dikopel ke casing Cr (−0.744 V). Cairan penyebab depassivation hadir (seperti Cl− tinggi). Efek paling berbahaya:
Stainless menjadi anoda
Cr korosi lebih berat
Stainless kehilangan pasif → korosi lokal akut
Tidak ada efek signifikan
Engineer memasang grounding rod dari Cu pada tangki baja (Fe) tanpa isolator. Lingkungan lembap tanah liat. Risiko terburuk:
Cu larut sebagai anoda
Fe korosi galvanik
Reaksi galvanik minimal karena resistivitas tanah tinggi
Keduanya aman
Pada heat exchanger, tube Zn dipasangkan dengan plate Ni. Air pendingin netral. Mana yang benar?
Ni jadi anoda → larut
Zn jadi anoda → larut
Keduanya pasif
Tidak ada sel galvanik
Sebuah industri mengganti anoda Al dengan Mg dalam sistem air payau. Apa dampaknya pada umur anoda?
Umur lebih panjang
Umur lebih pendek
Tidak berubah
Tergantung suhu saja
Pipa Cu terhubung dengan fitting Pb pada sistem air asam (H₂SO₄ encer). Apa efek galvaniknya?
Pb menjadi anoda
Cu menjadi anoda
Keduanya larut sama cepat
Tidak ada galvanic couple di media asam
Pada unit boiler, terdapat kontak langsung Fe (-0.44 V) dengan Cr (-0.744 V). Jika sistem mulai bocor dan air masuk, prediksi korosi:
Fe korosi lebih dulu
Cr menjadi anoda
Cr menjadi katoda
Keduanya terkorosi serempak
Pada instalasi HVAC, coil Al dipasangkan dengan pipa Cu. Kondisi sering basah oleh kondensasi. Dampaknya:
Al korosi galvanik cepat
Cu larut
Tidak ada korosi karena udara
Keduanya aman
Bagian struktural Ni dikopel dengan plate Sn di area industri laut. Mana yang paling benar?
Ni menjadi anoda
Sn menjadi anoda
Keduanya tidak mengalami korosi
Bergantung suhu
Pabrik minyak memasang sensor Fe pada housing Cu. Ketika terjadi kebocoran fluida konduktif, hasilnya:
Sensor Fe rusak cepat
Housing Cu rusak
Tidak ada reaksi galvanik
Fe menjadi katoda
Engineer memilih Zn sebagai pelapis sacrificial untuk baja. Namun air proses pH 13. Apa implikasinya?
Zn larut optimal sebagai anoda
Zn menjadi pasif → proteksi gagal
Baja menjadi anoda
Reaksi galvanik diperkuat
Di plant pupuk, pipa Fe disambungkan ke fitting Co (-0.277 V). Mana benar?
Co menjadi anoda
Fe menjadi anoda → korosi cepat
Co larut
Tidak terbentuk sel galvanik
Sebuah tangki stainless dipasang peralatan grounding Al. Ketika larutan klorida tinggi masuk, apa risiko paling besar?
Stainless aman
Al korosi berat
Stainless jadi anoda
Tidak ada reaksi
Pipa Cr disambung dengan Ag. Media netral. Prediksi:
Ag larut
Cr larut sebagai anoda
Tidak reaktif
Keduanya menjadi pasif
Engineer ingin mengetahui apakah paduan Sn–Pb aman jika dipasang pada Cu. Dengan melihat tabel E°, apa simpulannya?
Sn–Pb jadi katoda
Cu jadi anoda
Sn–Pb terkorosi
Keduanya aman
Pada unit slurry semen, kupon baja mengalami kehilangan massa 40 mg dalam 96 jam. Area kupon 4 in² dan densitas baja 7.85 g/cm³. Jika digunakan K = 534, berapa CR?
12.5 mpy
17.0 mpy
27.2 mpy
36.5 mpy
Dalam plant petrokimia, engineer mencatat bahwa CR yang dihitung dengan K = 534 jauh lebih besar dari hasil menggunakan K = 87.6 untuk data yang sama. Faktor utama penyebab perbedaan adalah:
K = 534 memakai satuan in² sedangkan K = 87.6 memakai cm²
K = 534 memakai gram sedangkan K = 87.6 memakai mg
K = 534 diperuntukkan untuk perhitungan harian
Densitas menjadi nol pada K = 534
Kupon baja di reaktor hidrogenasi kehilangan massa 5 mg dalam 2 hari, area 12 cm², densitas 7.85 g/cm³. Jika menggunakan K = 3.65, berapa CR?
0.10 mm/y
0.19 mm/y
0.28 mm/y
0.41 mm/y
Di refinery, laju korosi pipa dikatakan berbahaya jika > 1 mm/y. Kupon uji kehilangan 18 mg dalam 24 jam pada area 10 cm². Dengan K = 87.6, apakah korosi ini kritis?
Ya, karena CR > 1 mm/y
Tidak, CR < 1 mm/y
Tidak dapat dihitung tanpa densitas
Tidak relevan untuk refinery
Engineer salah memasukkan area kupon sebagai 20 cm² padahal seharusnya 10 cm² pada perhitungan dengan K = 87.6. Dampaknya:
CR menjadi 2× lebih besar
CR menjadi 2× lebih kecil
CR menjadi 10× lebih besar
CR tidak berubah
Ketika menggunakan K = 3.65, seorang engineer memasukkan waktu dalam jam, bukan hari. Akibatnya:
CR menjadi 24× lebih besar
CR menjadi 24× lebih kecil
CR tidak berubah
CR menjadi 100× lebih besar
Di plant semen, kupon kehilangan 60 mg dalam 120 jam pada area 15 cm². Densitas baja 7.85 g/cm³. Jika engineer menggunakan K = 87.6, namun memasukkan waktu sebagai 120 hari, bukan jam, apa dampaknya?
CR menjadi 5× lebih besar
CR menjadi 120× lebih kecil
CR menjadi 120× lebih besar
CR turun drastis hingga mendekati nol
Dalam plant metanol, densitas yang dimasukkan ke rumus CR adalah 1 g/cm³ (densitas air), bukan densitas baja. Akibatnya:
CR menjadi lebih kecil
CR menjadi jauh lebih besar
CR tidak dapat dihitung
Perhitungan CR menjadi stabil
Saat melakukan inspeksi API 510, kupon kehilangan 8 mg dalam 6 jam pada area 2 in². Dengan K = 534, berapa hasil CR?
85 mpy
178 mpy
356 mpy
534 mpy
Dalam cooling system pabrik petrokimia, CR aktual lebih besar dari hasil perhitungan laboratorium. Analisis paling tepat:
Laju alir di lapangan lebih rendah dari laboratorium
Turbulensi dan erosi di lapangan mempercepat kehilangan massa
Temperatur lebih rendah di lapangan
Densitas baja berubah-ubah
Pada pekerjaan coating vessel, solid content cat turun dari 55% menjadi 40% tanpa diketahui, sehingga aplikasi WFT 120 μm menghasilkan DFT jauh lebih rendah; apa penyebab paling mungkin?
Suhu lingkungan terlalu rendah
Cat terlalu kental
Penambahan thinner berlebih menurunkan solid content
Substrat terlalu panas
Pada tank crude oil, DFT yang terbentuk hanya 60 μm padahal WFT 150 μm, menunjukkan bahwa faktor apa yang paling mungkin bermasalah?
Ketebalan substrat
Solid content aktual lebih rendah dari datasheet
Aplikasi terlalu lambat
Humidity terlalu minim
Jika target DFT adalah 75 μm menggunakan coating dengan solid content 50%, berapa WFT minimal yang harus diaplikasikan?
75 μm
100 μm
125 μm
150 μm
Pada area kilang yang panas, WFT 200 μm menghasilkan DFT hanya 90 μm karena volatil menguap terlalu cepat, sehingga fenomena apa yang terjadi?
Film collapse akibat solvent loss
Adhesi meningkat
Solid content naik drastis
Lapisan makin elastis
Untuk memudahkan aplikasi di area dusty, operator menambah thinner berlebih sehingga solid content turun; apa konsekuensi utamanya?
Drying time menjadi terlalu cepat
WFT menjadi lebih tebal
DFT menjadi terlalu rendah dan mudah blistering
Warna coating berubah
Pada inspeksi offshore, dua batch coating menghasilkan DFT sangat berbeda meskipun WFT sama, sehingga apa faktor yang paling mungkin?
Kecepatan angin berbeda
Variasi solid content antar batch
Penggunaan kuas berbeda
Substrat memiliki profil yang sama
Jika solid content coating adalah 70% dan WFT yang diaplikasikan 100 μm, berapa DFT-nya?
70 μm
85 μm
100 μm
120 μm
Ketika suhu lingkungan sangat rendah, volatil menguap lebih lambat sehingga efek dominan pada hubungan WFT–DFT adalah apa?
DFT akan menjadi lebih rendah
WFT langsung mengeras
DFT cenderung sedikit lebih tinggi
Lapisan menjadi rapuh
Jika W1 = 40 g, W2 = 48 g, dan W3 = 41.6 g, berapa solid content-nya?
20%
30%
40%
50%
Pada vessel H2S, coating mengalami pitting karena DFT hanya 45 μm akibat apa?
Solid content lebih rendah dari desain
Substrat terlalu bersih
Penggunaan air berlebih
Lapisan terlalu keras
Jika pelarut menguap dari coating sebelum diaplikasikan, apa efeknya ketika WFT tetap sama?
DFT turun
Waktu kering memanjang
DFT menjadi lebih tinggi dan berisiko cracking
Warna coating menjadi kusam
Ketika humidity sangat tinggi saat aplikasi, apa yang paling mungkin terjadi pada proses pembentukan DFT?
DFT lebih tebal dari perhitungan
Film langsung keras
Volatil terperangkap sehingga DFT lebih tipis dari desain
Warna coating menggelap
Jika WFT sudah sesuai standar tetapi DFT akhir terlalu rendah, apa dugaan paling kuat?
Operator terlalu cepat
Pengenceran dilakukan melebihi batas toleransi
Substrat terlalu hangat
Spray gun tersumbat
Coating 100% solids seperti polyurea, jika diaplikasikan 150 μm WFT maka berapa DFT yang terbentuk?
75 μm
100 μm
150 μm
200 μm
Jika selama aplikasi terjadi solvent flash-off sehingga solid content berubah setiap 10 menit, fenomena apa yang paling mungkin ditemukan pada hasil akhir?
DFT rata dan stabil
DFT lebih tebal dari desain
Variasi DFT yang ekstrem dalam satu area
Adhesi meningkat
