Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kuis BKK 3ABTKPB

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Korosi didefinisikan sebagai...

a)

Reaksi kimia antara logam dengan air

b)

Reaksi oksidasi logam di lingkungan sekitarnya

c)

Reaksi logam dengan udara saja

d)

Pelapukan logam oleh panas

2.

Pada sel korosi, bagian logam yang mengalami oksidasi bertindak sebagai...

a)

Katoda

b)

Anoda

c)

Elektrolit

d)

Substrat pasif

3.

Reaksi yang terjadi pada bagian katoda dalam proses korosi besi di lingkungan netral adalah...

a)

Fe → Fe²⁺ + 2e⁻

b)

O₂ + 2H₂O + 4e⁻ → 4OH⁻

c)

Fe²⁺ → Fe³⁺ + e⁻

d)

H₂ + ½O₂ → H₂O

4.

Faktor utama yang mempengaruhi laju korosi pada logam adalah...

a)

Massa jenis logam

b)

Potensial elektrokimia logam

c)

Panjang logam

d)

Kekasaran mekanis

5.

Logam dengan potensial standar lebih negatif akan...

a)

Lebih mudah mengalami oksidasi

b)

Lebih tahan terhadap korosi

c)

Lebih bersifat katodik

d)

Tidak bereaksi dalam air

6.

Dalam pasangan galvanik antara baja karbon dan tembaga, logam yang lebih cepat terkorosi adalah...

a)

Baja karbon

b)

Tembaga

c)

Keduanya sama

d)

Tidak dapat ditentukan

7.

Korosi seragam (uniform corrosion) memiliki ciri...

a)

Terjadi hanya di sambungan las

b)

Menyerang secara merata di seluruh permukaan

c)

Terjadi akibat adanya celah

d)

Hanya terjadi pada logam mulia

8.

Korosi pitting umumnya disebabkan oleh...

a)

Kekasaran permukaan tinggi

b)

Adanya ion klorida pada lingkungan

c)

Lapisan cat terlalu tebal

d)

Potensial logam terlalu positif

9.

Korosi celah (crevice corrosion) umumnya terjadi pada...

a)

Permukaan terbuka

b)

Daerah tertutup dengan oksigen terbatas

c)

Permukaan yang halus

d)

Daerah anodik aktif

10.

Jenis korosi yang sering ditemukan pada baja tahan karat akibat serangan di batas butir adalah...

a)

Uniform

b)

Galvanic

c)

Intergranular

d)

Erosion

11.

Korosi tegangan (stress corrosion cracking) melibatkan...

a)

Tegangan mekanik dan lingkungan korosif

b)

Perbedaan suhu permukaan

c)

Reaksi galvanik

d)

Arus listrik eksternal

12.

Energi potensial logam berhubungan langsung dengan...

a)

Kemampuan logam memantulkan cahaya

b)

Kemampuan logam kehilangan elektron

c)

Massa atom logam

d)

Konduktivitas panas

13.

Urutan logam berikut dari paling mudah terkorosi hingga paling tahan adalah...

a)

Zn → Fe → Cu

b)

Cu → Fe → Zn

c)

Fe → Cu → Zn

d)

Cu → Zn → Fe

14.

Jika dua logam dengan beda potensial besar dihubungkan dalam elektrolit, maka...

a)

Arus korosi kecil

b)

Arus korosi besar

c)

Tidak ada arus korosi

d)

Arus tergantung temperatur

15.

Korosi erosi sering ditemukan pada sistem...

a)

Pipa air laut bertekanan tinggi

b)

Tangki penyimpanan statis

c)

Struktur beton bertulang

d)

Saluran udara terbuka

16.

Pada korosi galvanik, logam yang lebih aktif berperan sebagai...

a)

Katoda

b)

Anoda

c)

Elektrolit

d)

Isolator

17.

Korosi mikrobiologis disebabkan oleh...

a)

Mikroorganisme yang memproduksi senyawa asam atau sulfida

b)

Ion logam dalam air

c)

Kondisi anodik berlebih

d)

Medan magnetik tinggi

18.

Nilai potensial standar untuk Zn²⁺/Zn adalah -0,76 V. Sementara untuk Fe²⁺/Fe = -0,44 V. Logam manakah yang lebih mudah terkorosi?

a)

Zn

b)

Fe

c)

Keduanya sama

d)

Tidak dapat ditentukan

19.

Reaksi spontan dalam sel galvanik terjadi jika...

a)

E°sel > 0

b)

E°sel < 0

c)

E°sel = 0

d)

Arus eksternal diberikan

20.

Korosi lokal akibat lapisan pasif yang rusak sebagian disebut...

a)

Pitting corrosion

b)

Erosion corrosion

c)

Fretting corrosion

d)

Uniform corrosion

21.

Pada reaktor kimia stainless steel, terbentuk endapan garam di beberapa area. Setelah pembersihan, muncul lubang halus. Jenis korosi ini adalah...

a)

Crevice corrosion

b)

Pitting corrosion

c)

Galvanic corrosion

d)

Intergranular corrosion

22.

Dalam tangki penyimpanan H₂SO₄, digunakan lining timbal (Pb). Hal ini dilakukan karena...

a)

Pb bersifat inert terhadap asam kuat

b)

Pb memiliki potensial paling negatif

c)

Pb bereaksi membentuk lapisan pasif PbSO₄

d)

Pb mempercepat reaksi oksidasi

23.

Pipa tembaga dan baja karbon yang disambungkan tanpa isolator di pabrik kimia menyebabkan...

a)

Korosi galvanik pada baja

b)

Korosi galvanik pada tembaga

c)

Korosi seragam

d)

Tidak terjadi korosi

24.

Dalam menara pendingin (cooling tower), laju korosi meningkat ketika pH air turun drastis karena...

a)

Konsentrasi ion H⁺ meningkat, mempercepat reaksi anodik

b)

Ion OH⁻ berkurang sehingga reaksi katodik terhambat

c)

Suhu meningkat

d)

Oksigen berkurang

25.

Lapisan cat pelindung pada tangki pelarut organik terkelupas di daerah bawah, kemungkinan besar disebabkan oleh...

a)

Korosi celah akibat kelembapan terperangkap

b)

Reaksi galvanik

c)

Korosi seragam

d)

Korosi intergranular

26.

Untuk mencegah korosi pada sistem perpipaan bawah tanah di kilang minyak, metode yang paling efektif adalah...

a)

Pelapisan galvanis

b)

Katodik proteksi dengan arus eksternal

c)

Penggunaan inhibitor anodik

d)

Penebalan pipa

27.

Korosi sering kali terjadi lebih cepat di sekitar sambungan las pada tangki penyimpanan bahan kimia karena...

a)

A. Perbedaan mikrostruktur dan tegangan sisa las

b)

B. Kandungan oksigen lebih tinggi

c)

C. Ketebalan lapisan cat berlebih

d)

D. Reaksi termal tidak seimbang

28.

Pada sistem heat exchanger dari logam campuran, bagian tube berpotensial lebih negatif dibanding shell. Maka, korosi akan dominan di...

a)

A. Tube

b)

B. Shell

c)

C. Keduanya

d)

D. Tidak terjadi korosi

29.

Dalam sistem pipa yang membawa asam klorida panas, jenis korosi paling mungkin adalah...

a)

Pitting dan erosion corrosion

b)

Galvanic corrosion

c)

Intergranular corrosion

d)

Stress corrosion

30.

Dalam tangki reaksi asam kuat, sering ditambahkan inhibitor korosi organik. Tujuan utamanya adalah...

a)

Menurunkan energi aktivasi reaksi oksidasi logam

b)

Membentuk film pelindung yang menghambat reaksi anodik/katodik

c)

Meningkatkan daya larut oksigen

d)

Menurunkan viskositas pelarut

31.

Pada coating organik, salah satu mekanisme degradasi utama epoxy ketika terpapar UV adalah...

a)

Oksidasi seng

b)

Chain scission pada backbone epoksi

c)

Hidrolisis gugus ester

d)

Disosiasi pigmen

32.

Keunggulan utama polyurethane sebagai topcoat dibanding epoxy adalah...

a)

Ketahanan kimia terhadap asam kuat

b)

Ketahanan UV dan abrasi yang lebih baik

c)

Kemampuan mengikat oksida besi

d)

Kemudahan diaplikasikan pada suhu rendah

33.

Pada proses powder coating, gaya yang membuat partikel powder melekat pada permukaan sebelum curing adalah...

a)

A. Adhesi kimia

b)

B. Elektrostatik

c)

C. Ikatan hidrogen

d)

D. Gaya gravitasi

34.

Proteksi utama yang diberikan oleh galvanizing adalah...

a)

Peningkatan viskositas film

b)

Proteksi katodik oleh logam seng

c)

Penghalangan difusi oksigen

d)

Peningkatan energi permukaan

35.

Cacat permukaan orange peel paling sering disebabkan oleh...

a)

Laju penguapan solvent yang tidak stabil

b)

Reaksi resin yang tidak sempurna

c)

Pigmen berlebihan

d)

Lapisan primer terlalu tebal

36.

Kegagalan adhesi coating paling sering terjadi akibat...

a)

Kandungan resin rendah

b)

Substrat tidak memenuhi standar kebersihan

c)

Viskositas terlalu tinggi

d)

Pigmen tidak homogen

37.

Ketelitian pengukuran Wet Film Thickness sangat dipengaruhi oleh...

a)

Kecepatan penguapan pelarut

b)

Warna substrat

c)

Kekerasan resin

d)

Densitas pigmen

38.

Foil standar pada proses kalibrasi alat ukur ketebalan digunakan untuk...

a)

Menentukan densitas film

b)

Menyetel alat agar membaca ketebalan secara akurat

c)

Mengukur kekasaran permukaan

d)

Menguji konduktivitas substrat

39.

Coating dengan NVC rendah biasanya menghasilkan...

a)

DFT lebih besar dari WFT

b)

DFT jauh lebih kecil dibanding WFT

c)

DFT tidak berubah setelah curing

d)

DFT selalu konstan

40.

Pada proses aplikasi powder coating, ketebalan yang tidak merata terutama disebabkan oleh...

a)

Pigmen yang mengendap

b)

Distribusi muatan elektrostatik yang tidak seragam

c)

Resin terlalu cepat mengeras

d)

Tekanan udara terlalu rendah

41.

Kontrol ketebalan coating sangat penting karena ketebalan menentukan...

a)

Kecepatan pelapisan

b)

Estetika warna

c)

Ketahanan korosi jangka panjang

d)

Waktu curing

42.

Jika target DFT adalah 200 μm dan nilai NVC adalah 50%, WFT yang diperlukan adalah...

a)

50 μm

b)

100 μm

c)

200 μm

d)

400 μm

43.

Kesalahan umum pada pengukuran DFT pada permukaan melengkung adalah...

a)

Coating terlalu lunak

b)

Probe tidak tegak lurus permukaan

c)

Pigmen terlalu banyak

d)

Alat tidak sensitif

44.

Cacat coating berupa retak sering terjadi akibat...

a)

Lapisan terlalu tipis

b)

Lapisan terlalu tebal sehingga terjadi solvent entrapment

c)

Pigmen terdispersi terlalu baik

d)

Resin terlalu sedikit

45.

Conversion coating bekerja dengan cara...

a)

A. Menguapkan pelarut

b)

B. Reaksi elektrokimia yang membentuk lapisan pasif pada logam

c)

C. Penyusutan film setelah curing

d)

D. Pelelehan resin pada suhu tinggi

46.

Pada peralatan proses kimia, DFT sering dibuat sedikit lebih tebal dari minimum agar...

a)

Mengurangi biaya material

b)

Mengurangi waktu inspeksi

c)

Mengkompensasi penipisan akibat abrasi dan korosi lokal

d)

Memperbaiki estetika permukaan

47.

Cacat pin hole sangat berbahaya pada tangki penyimpanan basa kuat karena...

a)

A. Akan meningkatkan viskositas cat

b)

B. Menjadi jalur elektrolit yang memicu underfilm corrosion

c)

C. Mengubah warna coating

d)

D. Menurunkan kekerasan film

48.

Uap NH₃ pada industri amonia dapat menembus coating dan menyebabkan...

a)

Perubahan warna film

b)

Blistering akibat tekanan internal dari permeasi kimia

c)

Pelapukan pigmen

d)

Penurunan fleksibilitas film

49.

Coating sering gagal di area pengelasan karena...

a)

Permukaan las terlalu halus

b)

Oksida hasil panas las mengganggu adhesi coating

c)

DFT tidak dapat diukur

d)

Warna logam berubah

50.

Ketebalan coating pada tangki penyimpanan asam mineral penting untuk mencegah...

a)

Penurunan konduktivitas

b)

Penetrasi ion agresif penyebab uniform corrosion

c)

Terjadinya pendinginan permukaan

d)

Pelepasan pigmen

51.

Pada pabrik klorin, gas Cl2 dapat merusak coating berbasis alkyd karena...

a)

Klorin bereaksi dengan ikatan ester sehingga film cepat terdegradasi

b)

Klorin meningkatkan densitas cat

c)

Klorin menurunkan energi permukaan

d)

Klorin menambah kekerasan film

52.

Pada pipa bawah tanah, fungsi utama coating adalah...

a)

Memperkuat struktur mekanis

b)

Menghalangi difusi air dan ion tanah penyebab korosi

c)

Menstabilkan suhu substrat

d)

Mengurangi kecepatan aliran fluida

53.

Solvent aromatik pada industri petrokimia dapat merusak epoxy melalui mekanisme...

a)

Ekspansi matriks polimer (swelling) sehingga adhesi hilang dan terjadi underfilm corrosion

b)

Pembentukan pasivasi permukaan

c)

Penurunan nilai VOC

d)

Penambahan kekerasan film

54.

Jika coating terlalu tipis pada scrubber asam, kegagalan yang paling mungkin adalah...

a)

Cold flow

b)

Pitting underfilm akibat penetrasi ion agresif

c)

Deformasi termal

d)

Warna memudar

55.

Pada fasilitas dengan uap HCl, blistering dapat muncul karena...

a)

HCl meningkatkan NVC

b)

Uap HCl menembus coating, bereaksi dengan logam, menghasilkan gas yang mendorong lapisan coating

c)

Pigmen bereaksi membentuk endapan

d)

Ketebalan coating terlalu tinggi

56.

Dalam unit desalination, pipa Fe (-0.44 V) disambungkan dengan fitting Cu (+0.337 V). Air laut memiliki pH 8 dan tinggi klorida. Apa konsekuensi jangka panjang?

a)

Cu menjadi anoda dan larut

b)

Fe mengalami pitting attack sangat cepat

c)

Fe menjadi katoda dan mengalami pasivasi

d)

Tidak ada pasangan galvanik yang signifikan

57.

Plant maintenance mengganti sacrificial anode Zn (-0.763 V) dengan Al (-1.662 V). Sistem bekerja dalam air tawar dengan sedikit karbonat. Hasil paling realistis:

a)

Al memberikan proteksi lebih kuat dari Zn

b)

Al menjadi pasif dan proteksi galvanik gagal

c)

Zn tetap dibutuhkan sebagai anoda cadangan

d)

Baja berubah menjadi anoda

58.

Pada industri kimia, pipa Ni (-0.250 V) ditempelkan plate Al (-1.662 V) tanpa isolator pada lingkungan lembap. Apa efek dominannya?

a)

Ni terkorosi sebagai anoda

b)

Al berubah menjadi katoda

c)

Al terkorosi sangat cepat sebagai anoda

d)

Tidak ada reaksi galvanik karena Ni pasif

59.

Sambungan pipa Sn (-0.136 V) dan Fe (-0.44 V) dipasang di laboratorium, terpapar lingkungan netral. Analisis paling tepat:

a)

Fe menjadi katoda

b)

Sn menjadi katoda

c)

Keduanya tidak membentuk galvanic couple

d)

Fe menjadi pasif sehingga aman

60.

Di pabrik makanan, pipa Al disambungkan dengan valve Ag (+0.799 V). Air proses mengandung klorida. Risiko operasional utama:

a)

Al terkorosi sangat cepat

b)

Ag terkorosi sangat cepat

c)

Tidak ada reaksi galvanik

d)

Ag melindungi Al sebagai anoda

61.

Sebuah struktur bawah laut menggunakan paku Mg pada pelat Zn. Kombinasi ini menyebabkan:

a)

Zn menjadi anoda

b)

Mg menjadi anoda dan terkorosi

c)

Keduanya tidak bereaksi di air laut

d)

Zn melindungi Mg

62.

Pompa stainless-steel (pasif E° sekitar +0.1 hingga +0.4 V) dikopel ke casing Cr (−0.744 V). Cairan penyebab depassivation hadir (seperti Cl− tinggi). Efek paling berbahaya:

a)

Stainless menjadi anoda

b)

Cr korosi lebih berat

c)

Stainless kehilangan pasif → korosi lokal akut

d)

Tidak ada efek signifikan

63.

Engineer memasang grounding rod dari Cu pada tangki baja (Fe) tanpa isolator. Lingkungan lembap tanah liat. Risiko terburuk:

a)

Cu larut sebagai anoda

b)

Fe korosi galvanik

c)

Reaksi galvanik minimal karena resistivitas tanah tinggi

d)

Keduanya aman

64.

Pada heat exchanger, tube Zn dipasangkan dengan plate Ni. Air pendingin netral. Mana yang benar?

a)

Ni jadi anoda → larut

b)

Zn jadi anoda → larut

c)

Keduanya pasif

d)

Tidak ada sel galvanik

65.

Sebuah industri mengganti anoda Al dengan Mg dalam sistem air payau. Apa dampaknya pada umur anoda?

a)

Umur lebih panjang

b)

Umur lebih pendek

c)

Tidak berubah

d)

Tergantung suhu saja

66.

Pipa Cu terhubung dengan fitting Pb pada sistem air asam (H₂SO₄ encer). Apa efek galvaniknya?

a)

Pb menjadi anoda

b)

Cu menjadi anoda

c)

Keduanya larut sama cepat

d)

Tidak ada galvanic couple di media asam

67.

Pada unit boiler, terdapat kontak langsung Fe (-0.44 V) dengan Cr (-0.744 V). Jika sistem mulai bocor dan air masuk, prediksi korosi:

a)

Fe korosi lebih dulu

b)

Cr menjadi anoda

c)

Cr menjadi katoda

d)

Keduanya terkorosi serempak

68.

Pada instalasi HVAC, coil Al dipasangkan dengan pipa Cu. Kondisi sering basah oleh kondensasi. Dampaknya:

a)

Al korosi galvanik cepat

b)

Cu larut

c)

Tidak ada korosi karena udara

d)

Keduanya aman

69.

Bagian struktural Ni dikopel dengan plate Sn di area industri laut. Mana yang paling benar?

a)

Ni menjadi anoda

b)

Sn menjadi anoda

c)

Keduanya tidak mengalami korosi

d)

Bergantung suhu

70.

Pabrik minyak memasang sensor Fe pada housing Cu. Ketika terjadi kebocoran fluida konduktif, hasilnya:

a)

Sensor Fe rusak cepat

b)

Housing Cu rusak

c)

Tidak ada reaksi galvanik

d)

Fe menjadi katoda

71.

Engineer memilih Zn sebagai pelapis sacrificial untuk baja. Namun air proses pH 13. Apa implikasinya?

a)

Zn larut optimal sebagai anoda

b)

Zn menjadi pasif → proteksi gagal

c)

Baja menjadi anoda

d)

Reaksi galvanik diperkuat

72.

Di plant pupuk, pipa Fe disambungkan ke fitting Co (-0.277 V). Mana benar?

a)

Co menjadi anoda

b)

Fe menjadi anoda → korosi cepat

c)

Co larut

d)

Tidak terbentuk sel galvanik

73.

Sebuah tangki stainless dipasang peralatan grounding Al. Ketika larutan klorida tinggi masuk, apa risiko paling besar?

a)

Stainless aman

b)

Al korosi berat

c)

Stainless jadi anoda

d)

Tidak ada reaksi

74.

Pipa Cr disambung dengan Ag. Media netral. Prediksi:

a)

Ag larut

b)

Cr larut sebagai anoda

c)

Tidak reaktif

d)

Keduanya menjadi pasif

75.

Engineer ingin mengetahui apakah paduan Sn–Pb aman jika dipasang pada Cu. Dengan melihat tabel E°, apa simpulannya?

a)

Sn–Pb jadi katoda

b)

Cu jadi anoda

c)

Sn–Pb terkorosi

d)

Keduanya aman

76.

Pada unit slurry semen, kupon baja mengalami kehilangan massa 40 mg dalam 96 jam. Area kupon 4 in² dan densitas baja 7.85 g/cm³. Jika digunakan K = 534, berapa CR?

a)

12.5 mpy

b)

17.0 mpy

c)

27.2 mpy

d)

36.5 mpy

77.

Dalam plant petrokimia, engineer mencatat bahwa CR yang dihitung dengan K = 534 jauh lebih besar dari hasil menggunakan K = 87.6 untuk data yang sama. Faktor utama penyebab perbedaan adalah:

a)

K = 534 memakai satuan in² sedangkan K = 87.6 memakai cm²

b)

K = 534 memakai gram sedangkan K = 87.6 memakai mg

c)

K = 534 diperuntukkan untuk perhitungan harian

d)

Densitas menjadi nol pada K = 534

78.

Kupon baja di reaktor hidrogenasi kehilangan massa 5 mg dalam 2 hari, area 12 cm², densitas 7.85 g/cm³. Jika menggunakan K = 3.65, berapa CR?

a)

0.10 mm/y

b)

0.19 mm/y

c)

0.28 mm/y

d)

0.41 mm/y

79.

Di refinery, laju korosi pipa dikatakan berbahaya jika > 1 mm/y. Kupon uji kehilangan 18 mg dalam 24 jam pada area 10 cm². Dengan K = 87.6, apakah korosi ini kritis?

a)

Ya, karena CR > 1 mm/y

b)

Tidak, CR < 1 mm/y

c)

Tidak dapat dihitung tanpa densitas

d)

Tidak relevan untuk refinery

80.

Engineer salah memasukkan area kupon sebagai 20 cm² padahal seharusnya 10 cm² pada perhitungan dengan K = 87.6. Dampaknya:

a)

CR menjadi 2× lebih besar

b)

CR menjadi 2× lebih kecil

c)

CR menjadi 10× lebih besar

d)

CR tidak berubah

81.

Ketika menggunakan K = 3.65, seorang engineer memasukkan waktu dalam jam, bukan hari. Akibatnya:

a)

CR menjadi 24× lebih besar

b)

CR menjadi 24× lebih kecil

c)

CR tidak berubah

d)

CR menjadi 100× lebih besar

82.

Di plant semen, kupon kehilangan 60 mg dalam 120 jam pada area 15 cm². Densitas baja 7.85 g/cm³. Jika engineer menggunakan K = 87.6, namun memasukkan waktu sebagai 120 hari, bukan jam, apa dampaknya?

a)

CR menjadi 5× lebih besar

b)

CR menjadi 120× lebih kecil

c)

CR menjadi 120× lebih besar

d)

CR turun drastis hingga mendekati nol

83.

Dalam plant metanol, densitas yang dimasukkan ke rumus CR adalah 1 g/cm³ (densitas air), bukan densitas baja. Akibatnya:

a)

CR menjadi lebih kecil

b)

CR menjadi jauh lebih besar

c)

CR tidak dapat dihitung

d)

Perhitungan CR menjadi stabil

84.

Saat melakukan inspeksi API 510, kupon kehilangan 8 mg dalam 6 jam pada area 2 in². Dengan K = 534, berapa hasil CR?

a)

85 mpy

b)

178 mpy

c)

356 mpy

d)

534 mpy

85.

Dalam cooling system pabrik petrokimia, CR aktual lebih besar dari hasil perhitungan laboratorium. Analisis paling tepat:

a)

Laju alir di lapangan lebih rendah dari laboratorium

b)

Turbulensi dan erosi di lapangan mempercepat kehilangan massa

c)

Temperatur lebih rendah di lapangan

d)

Densitas baja berubah-ubah

86.

Pada pekerjaan coating vessel, solid content cat turun dari 55% menjadi 40% tanpa diketahui, sehingga aplikasi WFT 120 μm menghasilkan DFT jauh lebih rendah; apa penyebab paling mungkin?

a)

Suhu lingkungan terlalu rendah

b)

Cat terlalu kental

c)

Penambahan thinner berlebih menurunkan solid content

d)

Substrat terlalu panas

87.

Pada tank crude oil, DFT yang terbentuk hanya 60 μm padahal WFT 150 μm, menunjukkan bahwa faktor apa yang paling mungkin bermasalah?

a)

Ketebalan substrat

b)

Solid content aktual lebih rendah dari datasheet

c)

Aplikasi terlalu lambat

d)

Humidity terlalu minim

88.

Jika target DFT adalah 75 μm menggunakan coating dengan solid content 50%, berapa WFT minimal yang harus diaplikasikan?

a)

75 μm

b)

100 μm

c)

125 μm

d)

150 μm

89.

Pada area kilang yang panas, WFT 200 μm menghasilkan DFT hanya 90 μm karena volatil menguap terlalu cepat, sehingga fenomena apa yang terjadi?

a)

Film collapse akibat solvent loss

b)

Adhesi meningkat

c)

Solid content naik drastis

d)

Lapisan makin elastis

90.

Untuk memudahkan aplikasi di area dusty, operator menambah thinner berlebih sehingga solid content turun; apa konsekuensi utamanya?

a)

Drying time menjadi terlalu cepat

b)

WFT menjadi lebih tebal

c)

DFT menjadi terlalu rendah dan mudah blistering

d)

Warna coating berubah

91.

Pada inspeksi offshore, dua batch coating menghasilkan DFT sangat berbeda meskipun WFT sama, sehingga apa faktor yang paling mungkin?

a)

Kecepatan angin berbeda

b)

Variasi solid content antar batch

c)

Penggunaan kuas berbeda

d)

Substrat memiliki profil yang sama

92.

Jika solid content coating adalah 70% dan WFT yang diaplikasikan 100 μm, berapa DFT-nya?

a)

70 μm

b)

85 μm

c)

100 μm

d)

120 μm

93.

Ketika suhu lingkungan sangat rendah, volatil menguap lebih lambat sehingga efek dominan pada hubungan WFT–DFT adalah apa?

a)

DFT akan menjadi lebih rendah

b)

WFT langsung mengeras

c)

DFT cenderung sedikit lebih tinggi

d)

Lapisan menjadi rapuh

94.

Jika W1 = 40 g, W2 = 48 g, dan W3 = 41.6 g, berapa solid content-nya?

a)

20%

b)

30%

c)

40%

d)

50%

95.

Pada vessel H2S, coating mengalami pitting karena DFT hanya 45 μm akibat apa?

a)

Solid content lebih rendah dari desain

b)

Substrat terlalu bersih

c)

Penggunaan air berlebih

d)

Lapisan terlalu keras

96.

Jika pelarut menguap dari coating sebelum diaplikasikan, apa efeknya ketika WFT tetap sama?

a)

DFT turun

b)

Waktu kering memanjang

c)

DFT menjadi lebih tinggi dan berisiko cracking

d)

Warna coating menjadi kusam

97.

Ketika humidity sangat tinggi saat aplikasi, apa yang paling mungkin terjadi pada proses pembentukan DFT?

a)

DFT lebih tebal dari perhitungan

b)

Film langsung keras

c)

Volatil terperangkap sehingga DFT lebih tipis dari desain

d)

Warna coating menggelap

98.

Jika WFT sudah sesuai standar tetapi DFT akhir terlalu rendah, apa dugaan paling kuat?

a)

Operator terlalu cepat

b)

Pengenceran dilakukan melebihi batas toleransi

c)

Substrat terlalu hangat

d)

Spray gun tersumbat

99.

Coating 100% solids seperti polyurea, jika diaplikasikan 150 μm WFT maka berapa DFT yang terbentuk?

a)

75 μm

b)

100 μm

c)

150 μm

d)

200 μm

100.

Jika selama aplikasi terjadi solvent flash-off sehingga solid content berubah setiap 10 menit, fenomena apa yang paling mungkin ditemukan pada hasil akhir?

a)

DFT rata dan stabil

b)

DFT lebih tebal dari desain

c)

Variasi DFT yang ekstrem dalam satu area

d)

Adhesi meningkat