wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Kimia Pangan Makro – Lemak (Lipid)

Total questions: 29

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Unsur utama penyusun trigliserida (lemak netral) adalah...

a)

A. C, H, O

b)

B. C, H, O, N

c)

C. C, H, O, P

d)

D. C, H, O, S

2.

Trigliserida tersusun atas...

a)

Glukosa + 3 asam amino

b)

Gliserol + 3 asam lemak

c)

Gliserol + 3 monosakarida

d)

Asam lemak + 3 fosfat

3.

Ikatan yang menghubungkan gliserol dan asam lemak pada trigliserida adalah...

a)

Ikatan peptida

b)

Ikatan glikosidik

c)

Ikatan ester

d)

Ikatan disulfida

4.

Asam oleat termasuk asam lemak...

a)

Jenuh

b)

Tak jenuh tunggal (mono-unsaturated)

c)

Tak jenuh jamak (poly-unsaturated)

d)

Mengandung fosfat

5.

Pernyataan yang paling benar tentang “minyak” (oil) adalah...

a)

Umumnya padat pada suhu kamar karena dominan asam lemak jenuh

b)

Umumnya cair pada suhu kamar karena lebih banyak asam lemak tak jenuh

c)

Tidak dapat mengalami oksidasi

d)

Selalu larut sempurna dalam air

6.

Klasifikasi lipid yang tepat: trigliserida termasuk...

a)

Lipid sederhana

b)

Lipid kompleks

c)

Derivat lipid

d)

Karbohidrat struktural

7.

Fosfolipid dikategorikan sebagai...

a)

Lipid sederhana

b)

Lipid kompleks

c)

Protein konjugat

d)

Polisakarida

8.

Derivat lipid dapat berupa hasil hidrolisis yang menghasilkan...

a)

Gliserol dan asam lemak

b)

Glukosa dan fruktosa

c)

Asam amino dan amonia

d)

Nukleotida dan basa nitrogen

9.

Lilin/malam (wax) paling tepat didefinisikan sebagai...

a)

Ester asam lemak dengan alkohol rantai panjang (BM tinggi)

b)

Gliserol + 3 asam lemak selalu tak jenuh

c)

Garam natrium dari asam lemak rantai pendek

d)

Campuran gula dan asam lemak

10.

Rancidity (ketengikan) pada lipid paling sering terkait dengan...

a)

Hidrolisis pati

b)

Oksidasi asam lemak tak jenuh oleh oksigen

c)

Denaturasi protein oleh panas

11.

Logam yang dapat mempercepat ketengikan (sebagai katalis) adalah...

a)

Na dan K

b)

Pb dan Cu

c)

Ca dan Mg

d)

Fe dan Zn saja

12.

Alasan utama lipid tidak larut dalam air adalah...

a)

Bersifat sangat polar

b)

Banyak ikatan hidrokarbon non-polar

c)

Mengandung gugus fosfat selalu dominan

d)

Memiliki muatan positif permanen

13.

Pelarut yang paling sesuai untuk melarutkan minyak goreng adalah...

a)

Air

b)

Pelarut non-polar (mis. eter/heksana/kloroform)

c)

Larutan gula 10%

d)

Buffer fosfat pH 7

14.

Sistem dispersi minyak-air yang paling tidak stabil adalah...

a)

Larutan sejati stabil

b)

Emulsi yang cenderung tidak stabil (mudah memisah)

c)

Kristal lemak langsung

d)

Endapan garam lemak permanen

15.

Penambahan emulsifier (mis. protein/gum/sabun) pada sistem minyak–air akan...

a)

Mempercepat pemisahan fase

b)

Membentuk emulsi lebih stabil

c)

Mengubah minyak menjadi gula

d)

Menghilangkan semua asam lemak bebas

16.

Dalam praktikum kelarutan lipid, tabung berisi minyak + air biasanya menunjukkan...

a)

Campuran homogen stabil jangka panjang

b)

Dua fase (minyak terpisah dari air) setelah didiamkan

c)

Gas CO₂ terbentuk banyak

d)

Terbentuk kristal putih langsung

17.

Aplikasi industri pangan yang paling erat dengan konsep emulsi lipid adalah...

a)

Pembuatan garam dapur

b)

Produksi mayones/saus salad/susu emulsi

c)

Pemurnian air minum dengan klorin

d)

Pengeringan buah menjadi manisan

18.

Saponifikasi adalah reaksi...

a)

Oksidasi asam lemak menjadi aldehid

b)

Hidrolisis basa trigliserida menghasilkan gliserol + garam asam lemak (sabun)

c)

Fermentasi lemak menjadi alkohol

d)

Kondensasi asam lemak menjadi polisakarida

19.

Reagen basa yang umum dipakai untuk saponifikasi adalah...

a)

HCl

b)

NaOH atau KOH

c)

NaCl

d)

NH4Cl

20.

Sabun didefinisikan paling tepat sebagai...

a)

Ester asam lemak dan gliserol

b)

Garam alkali dari asam lemak rantai panjang

c)

Asam lemak bebas rantai pendek

d)

Campuran fosfolipid dan kolesterol

21.

Rentang jumlah atom karbon asam lemak yang umum sebagai pembentuk sabun adalah...

a)

C1–C5

b)

C6–C9

c)

C10–C16

22.

Tujuan uji saponifikasi pada praktikum lipid adalah untuk...

a)

Mengetahui kandungan protein minyak

b)

Menunjukkan bahwa lemak dapat bereaksi dengan basa membentuk sabun

c)

Mengukur kadar air dalam minyak

d)

Mengukur titik beku minyak

23.

Jika larutan sabun (hasil saponifikasi) ditambah HCl 1N, yang paling mungkin terjadi adalah...

a)

Sabun makin larut sempurna

b)

Garam asam lemak berubah menjadi asam lemak bebas (dapat mengendap/terpisah)

c)

Terbentuk glukosa

d)

Tidak ada perubahan sama sekali

24.

Aplikasi konsep saponifikasi di industri pangan yang paling relevan adalah...

a)

Pengendalian mutu minyak melalui penentuan saponification value (indikasi BM rata-rata asam lemak)

b)

Peningkatan kadar gula pada sirup

c)

Pemutihan tepung terigu

d)

Pembentukan gluten pada adonan

25.

Ketidakjenuhan minyak ditandai oleh keberadaan...

a)

Ikatan C–C tunggal saja

b)

Ikatan rangkap C=C

c)

Gugus amina –NH₂

d)

Gugus fosfat –PO₄³⁻ pada semua minyak

26.

Prinsip uji ketidakjenuhan yang menggunakan halogen/iod adalah...

a)

Substitusi menghasilkan gas amonia

b)

Adisi pada ikatan rangkap yang menyebabkan dekolorisasi larutan iod berwarna

c)

Pengendapan protein oleh garam

d)

Netralisasi asam kuat oleh basa lemah

27.

Jika suatu minyak membutuhkan “lebih banyak tetes” sampai warna iod hilang pada uji ketidakjenuhan, interpretasi paling tepat adalah...

a)

Minyak makin jenuh

b)

Minyak cenderung lebih tak jenuh (lebih banyak ikatan rangkap bereaksi)

c)

Minyak tidak mengandung lipid

d)

Minyak pasti mengandung protein tinggi

28.

Korelasi umum yang benar adalah...

a)

Semakin tinggi ketidakjenuhan → semakin rendah kecenderungan oksidasi

b)

Semakin tinggi ketidakjenuhan → semakin mudah teroksidasi/tengik

c)

Lemak jenuh selalu lebih cepat tengik daripada tak jenuh

d)

Ketidakjenuhan tidak berpengaruh pada kestabilan oksidatif

29.

Aplikasi industri pangan yang tepat terkait ketidakjenuhan adalah...

a)

Menggunakan nilai iod (iodine value) untuk memantau derajat ketidakjenuhan minyak dan kestabilannya

b)

Mengukur kadar pati untuk menentukan ketidakjenuhan

c)

Mengukur pH untuk menentukan ikatan rangkap

d)

Mengukur kadar abu untuk menentukan jumlah C=C