NEW
Font size
Worksheetsremedial TSSL
Total questions: 40
Worksheet time: 38mins
Emulsi merupakan sediaan heterogen yang mengandung dua fase cairan, terdiri dari fase pendispersi dan fase terdispersi berdasarkan ukuran globulnya emulsi dibagi menjadi beberapa klasifikasi diantaranya makro emulsi, mikro emulsi dan nano emulsi. Manakah dibawah ini yang merupakan ukuran globul mikro emulsi?
0.14 - 2 µm
0.03 – 0.15 µm
0.09 – 0.20 µm
0.004 – 0.30 µm
0.002 – 0.008 µm
Perubahan warna dan bau pada sediaan cair selama penyimpanan termasuk indikasi ketidakstabilan
Kimia
Fisika
Mikrobiology
Fisika dan Mikrobiology
Fisika dan Kimia
Emulgator merupakan suatu bahan yang digunakan untuk pembuatan sediaan emulsi. Berdasarkan sumbernya emulgator umumnya dibagi menjadi emulgator alam dan buatan. Sementara emulgator alam dapat berasal dari tumbuhan hewan dan tanah mineral. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh emulgator yang berasal dari hewan?
Gom arab
Tragacanth
Kasein
Vegum
Magnesium Silikat
Suatu sediaan emulsi yang baik harus memiliki nilai F = 1 atau mendekati 1, Mita seorang mahasiswi WDH sedang melakukan pengamatan volume sedimentasi dari sediaan suspensi yang dibuatnya saat praktikum pada hari ke 7. Setelah pengamatan diperoleh data V0 = 10 cm dan Vu = 8 cm berapakah nilai F dari sediaan suspensi yang dibuat oleh mita?
1
0.8
0.7
0.75
0.6
Jika orelia membuat suatu emulsi dengan menggunakan gabungan dua emulgator sebagai berikut. Tween 80 dengan nilai HLB 10, span 80 dengan nilai HLB 5. Berapakah jumlah Tween 80 yang ditimbang bila HLB campuran yang ingin dibuat adalah 8 sebanyak 50 gr
30 gram
32,7 gram
34,5 gram
20 gram
22,5 gram
Seorang formulator ingin meningkatkan kestabilan fisik dan kimia sediaan cair yang mudah teroksidasi dan mengendap. Kombinasi tindakan paling tepat adalah
Menambah pewarna dan pemanis
Menggunakan kosolven saja
Menambahkan antioksidan, pengental, dan kemasan gelap
Meningkatkan pH larutan
Mengurangi jumlah pelarut
Dalam prakteknya pembuatan sediaan emulsi perlu dilakukan pemeriksaaan stabilitas. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh ketidakstabilan dalam sediaan emulsi kecuali?
Creaming
Coalescence
Sedimentation
Floculation
Breaking
Pada pembuatan 100 ml emulsi tipe o/w diperlukan emulgator dengan nilai HLB 12 sebagai emulgator digunakan campuran span 20 dengan nilai HLB 10 dan tween 20 dengan nilai (HLB 18) sebanyak 5 gram berapa gram Span 20 yang di timbang pada saat pembuatan emulsi tersebut?
5 gram
1.5 gram
3.75 gram
1.25 gram
2 gram
Dalam suatu praktikum, mahasiswa menemukan larutan yang sudah tidak dapat melarutkan zat tambahan lagi pada suhu dan tekanan tertentu. Larutan tersebut dikategorikan sebagai:
Larutan encer
Larutan hipotonis
Larutan jenuh
Larutan lewat jenuh
Larutan pekat
Seorang formulator ingin melarutkan zat aktif yang bersifat nonpolar. Berdasarkan prinsip like dissolves like, pelarut yang paling tepat digunakan adalah:
Air
Etanol 70%
Gliserin
Kloroform
Buffer fosfat
Suatu obat hampir tidak larut dalam air, tetapi menjadi larut ketika ditambahkan gliserin ke dalam sistem pelarut. Fenomena ini dikenal sebagai
Salting out
Kompleksasi
Kosolvensi
Presipitasi
Ionisasi
Pada percobaan kelarutan, diketahui bahwa K2SO4 justru mengalami penurunan kelarutan dan menghasilkan panas dari hasil larutannya. Hal ini menunjukkan bahwa proses pelarutan zat tersebut bersifat:
Endoterm
Isoterm
Eksoterm
Netral
Adiabatik
Seorang apoteker menambahkan NaCl jenuh ke dalam larutan yang mengandung minyak atsiri, lalu terbentuk pemisahan fase. Peristiwa ini disebabkan oleh
Co-solvency
Kompleksasi
Ionisasi
Salting out
Buffering
Collyrium merupakan sediaan larutan untuk mata dimana tanpa pengawet yang setelah dibuka seharusnya:
Digunakan hingga 7 hari
Digunakan hingga 24 jam
Digunakan maksimal 2 jam
Digunakan hingga 14 hari
Digunakan selama masih jernih
Suatu suspensi oral antibiotik menunjukkan laju sedimentasi yang cepat dan membentuk endapan padat (caking) setelah penyimpanan. Formula awal mengandung: Erythromisin; Polysorbate 80; Sukrosa; Natrium benzoat; Air suling. Untuk memperbaiki stabilitas fisik suspensi tanpa mengubah zat aktif, bahan paling tepat yang harus ditambahkan ke dalam formula tersebut adalah:
Span 20
Natrium klorida
Natrium CMC
Propilen glikol
Asam sitrat
Dalam suatu pengamatan, terlihat lapisan krim di bagian atas emulsi O/W setelah disimpan beberapa hari, namun dapat kembali homogen setelah dikocok ringan. Fenomena ini disebut:
Koalesensi
Cracking
Creaming
Flokulasi
Inversi fase
Yang tidak termasuk kedalam jenis Evaluasi pada sediaan suspensi adalah …
Pengujian pH
Pengujian Viskositas dan sifat alir
Penentuan Tipe Suspensi
Pengujian stabilitas sediaan
Pengujian Kecepatan Sedimentasi
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Partikel suspensi dapat dilihat pada mikroskop. Berapakah ukuran partikel suspensi pada umumnya?
0,01 µm
0,1 µm
1 µm
10 µm
5 µm
Seorang formulator menggunakan Tween dan Span dalam pembuatan emulsi karena kedua bahan tersebut memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik. Sistem penilaian yang digunakan untuk menentukan kecenderungan hidrofil–lipofil surfaktan adalah:
pKa
Log P
HLB
CMC
Viskositas
Sediaan ini memiliki bentuk larutan yang jernih, dan komposisi terdiri dari bahan aktif dan pembawa yang sesuai. Merupakan definisi apakah kalimat tersebut?
Larutan
Emulsi
Suspensi
Elixir
Colloid
Dalam proses penyimpanan, ukuran droplet emulsi semakin membesar karena droplet kecil menghilang dan droplet besar makin membesar. Mekanisme ketidakstabilan emulsi ini dikenal sebagai:
Creaming
Flokulasi
Koalesensi
Ostwald ripening
Sedimentasi
Dalam uji penentuan tipe emulsi menggunakan metode pengenceran, emulsi dapat bercampur homogen dengan air. Kesimpulan yang paling tepat adalah:
Emulsi bertipe W/O
Emulsi bertipe O/W
Emulsi bertipe O/W/O
Emulsi bertipe W/O/W
Emulsi mikro
Berdasarkan Emulgator membentuk lapisan film tipis, kuat dan lentur disekitar tetesan fase terdispersi merupakan teori emulsi
Interfacial Film
Monomolekular
Solid Particle
Electrical Double Layer
DLVO
Ketika terjadi interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang larut yang membentuk garam yang kompleks, disebut dengan faktor apakah pengertian tersebut?
Temperatur
Salting out
Polaritas
Co-Solvensi
Kompleksi
Suatu suspensi oral antibiotik yang dirancang untuk penggunaan 7 hari menunjukkan endapan keras setelah 3 hari penyimpanan dan sulit terdispersi kembali meskipun dikocok kuat. Berdasarkan sifat sistemnya, penyebab paling mungkin dari masalah ini adalah:
Flokulasi berlebihan
Deflokulasi yang menyebabkan caking
Viskositas terlalu tinggi
Volume sedimentasi terlalu besar
Penggunaan flocculating agent berlebih
Pada sediaan liquid membutuhkan antimicrobial preservative, dimana yang sering digunakan adalah asam benzoate. Berapa persen penggunaan asam benzoate sebagai preservative?
0,3% - 0,4%
0,1% - 0,2%
0,5% - 0,6%
0,6% - 0,7%
0,8% - 0,9%
Sediaan syrup dikatakan memenuhi syarat ketika evaluasinya pH memenuhi syarat. Berapakah pH yang diharuskan untuk sediaan syrup?
4 – 5
5 – 6
6 – 7
8 – 9
9 – 10
Solute yang polar akan larut dalam solvent yang polar, solute yang nono polar akan larut dalam solvent yang bersifat non-polar. Merupakan dari faktor apakah pengertian di atas?
Co-Solvensi
Kompleksasi
Salting in
Like dissolves like
Salting out
Emulgator yang berasal dari surfaktan memiliki muatan di kepala dan ekornya, emulgator berikut yang memiliki muatan positif dan muatan negatif sekaligus adalah
CMC Na
Tween
Cetyltrimethylammonium Bromide
Poloxamer
Lesitin
Mahasiswa ingin membuat suplemen makanan anak yang dapat membuat anak menjadi lebih kuat, cerdas dan sehat. Suplemen ini akan dibuat dari campuran minyak ikan kod yang mengandung asam lemak omega-3, vitamin A, vitamin K dan kalsium serta tambahan bahan lainnya. Suplemen ini akan dibuat dalam sediaan emulsi. Faktor apa yang harus diperhatikan oleh mahasiswa tersebut agar mutu dan kestabilan emulsi terjamin?
Pemilihan emulgator
Pemilihan zat tambahan
Pemilihan pelarut
Pemilihan zat aktif
Pemilihan tipe emulsi
Evaluasi sediaan krim perlu dilakukan agar dapat menjamin kualitas sediaan yang dihasilkan. Berikut ini yang termasuk dalam evaluasi sediaan yang dilakukan terhadap sediaan krim adalah…
Homogenitas
Semua jawaban benar
Daya sebar
Daya lekat
Viskositas
Salah satu evaluasi yang dilakukan pada sediaan suspensi adalah uji volume sedimentasi yang dinyatakan dengan nilai F. Sediaan suspensi yang baik memiliki nilai…
F > 1
F < 0,5
F = 1
F > 2
F < 2
Seorang apoteker melakukan uji berat jenis suatu sediaan cair menggunakan piknometer pada suhu 25°C. Diketahui berat piknometer kosong dengan volume 25 mL = 25 g, berat piknometer berisi air suling = 50,5 g, dan berat piknometer berisi sediaan = 52 g. Berdasarkan data tersebut, berat jenis sediaan adalah:
0,80
0,90
1,00
1,10
1,20
Evaluasi pada sediaan larutan oral dan suspense yang dilakukan untuk melihat kesesuaian volume sediaan jika dipindahkan dari wadah asli dengan volume yang tertera di etiket adalah evaluasi…
Bobot jenis
Volume sedimentasi
Viskositas
Keseragaman sediaan
Volume terpindahkan
Tulisan “Kocok Dahulu” pada etiket suspensi bertujuan utama untuk
Menurunkan viskositas sediaan
Mencegah degradasi zat aktif
Menjamin distribusi partikel obat yang merata sebelum pemakaian
Menghindari kontaminasi mikroba
Meningkatkan rasa sediaan
Omar melakukan evaluasi tipe emulsi dengan menggunakan pewarna metilen biru dan diperoleh hasil seperti yang tercantum di gambar. Jika dihasilkan emulsi dengan tipe air dalam minyak, maka warna biru akan berada pada fase…
Tidak dapat ditentukan
A
B
A dan B
Tidak berada dalam A atau B
Dalam audit internal, ditemukan bahwa suatu batch sediaan cair telah memenuhi seluruh spesifikasi uji fisik, kimia, dan mikrobiologi. Namun, terdapat satu data IPC yang tidak terdokumentasi dengan baik dan tidak ada laporan investigasi deviasi. Berdasarkan CPOB, keputusan paling tepat terhadap batch tersebut adalah:
Tetap meluluskan batch karena hasil uji akhir memenuhi syarat
Meluluskan batch dengan catatan perbaikan di batch berikutnya
Menolak batch karena tidak memenuhi aspek dokumentasi mutu
Mengulang pengujian mikrobiologi saja
Meluluskan batch setelah mendapat persetujuan bagian produksi
Suatu produk semisolida menunjukkan variasi kadar zat aktif antar batch meskipun formula dan metode uji akhir tidak berubah. Pendekatan CPOB yang paling relevan untuk mencegah kejadian berulang adalah:
Meningkatkan frekuensi pengujian produk jadi
Mengganti metode analisis kadar
Menerapkan Quality by Design (QbD) dan pengendalian proses kritis
Memperketat spesifikasi bahan pengemas
Menambah pengawet
Pada evaluasi sediaan larutan wadah dosis ganda persyaratannya adalah volume rata-rata dari 10 wadah tidak kurang dari 100% dan tidak ada satu wadah yang volumenya kurang dari 95% dari volume yang tertera di etiket. Susan melakukan evaluasi pada 10 wadah dengan volume 100 mL dan ternyata 1 wadah memiliki volume 97 mL. Hasil ini berarti…
Seluruh sediaan tidak memenuhi syarat
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu diuji ulang
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu penambahan jumlah sampel
Sediaan memenuhi syarat volume terpindahkan
Sediaan memenuhi syarat asalkan wadah dengan volume 97 mL diabaikan
Dalam evaluasi sediaan cair, dilakukan pengujian pH, viskositas, dan bobot jenis sebelum produk dikemas. Pengujian ini dikategorikan dalam CPOB sebagai:
Validasi proses
Evaluasi stabilitas
In-Process Control (IPC)
Uji pasca edar
Pengujian bahan baku
