wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EVALUASI 1 PAERT II

Total questions: 124

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang mengembangkan formula baru tablet kunyah antasida. Formula tablet yang digunakan terdapat pada tabel. Hasil pengujian menunjukkan keragaman bobot tidak memenuhi persyaratan karena laju alir granul kurang baik. Apoteker bersama tim ingin melakukan reformulasi dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?

a)

PVP

b)

Mg stearat

c)

Aerosil

d)

Avicel PH

e)

Sakarin

2.

Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang melakukan optimasi formula tablet calcium lactate 500 mg. Formula pada tabel menghasilkan tablet yang mengalami cracking. Apoteker bersama tim ingin melakukan perbaikan terhadap tablet yang dihasilkan dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?

a)

PVP

b)

Mg stearat

c)

Aerosil

d)

Sakarin

e)

Sodium starch glycolate

3.

Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi ingin mengembangkan bahan aktif Famasil Loratadine menjadi sediaan Fast Dissolving Tablet. Formula yang digunakan dapat dilihat pada tabel dan berbeda dibandingkan tablet konvensional. Apoteker sangat concern terhadap salah satu eksipien yang berperan besar dalam keberhasilan sediaan Fast Dissolving Tablet. Apa bahan tambahan yang dimaksud?

a)

Manitol

b)

PVP K-30

c)

Ac-Di-Sol

d)

Magnesium stearat

e)

Talkum

4.

Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang mengembangkan obat copy tablet kaptopril 12,5 mg menggunakan formula pada tabel. Selama produksi skala lab dilakukan evaluasi pascakompresi, dan hasil uji menunjukkan nilai friability 1,3%. Apoteker ingin mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?

a)

Avicel PH 102

b)

Primojel

c)

Aerosil

d)

Magnesium stearate

e)

Laktosa

5.

Pada suatu industri farmasi, apoteker di bagian produksi membuat sediaan tablet asetosal dengan menambahkan eksipien selulosa mikrokristalin. Apa fungsi eksipien tersebut?

a)

Lubrikan

b)

Pengikat

c)

Glidan

d)

Antiadherent

e)

Desintegran

6.

Apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi membuat formula sediaan tablet asetosal. Dari studi preformulasi diketahui asetosal memiliki sifat alir yang baik. Metode pembuatan tablet apa yang paling ekonomis dan sesuai untuk membuat sediaan tersebut?

a)

Kempa langsung

b)

Granulasi basah

c)

Granulasi kering

d)

Disalut

e)

Dicetak

7.

Industri farmasi melakukan uji keseragaman bobot tablet kunyah antasida. Formula terdiri dari zat aktif, laktosa, gelatin, explotab, sucralose, dan magnesium stearate. Hasil pengujian menunjukkan variasi bobot besar dan tidak seragam karena laju alir granul kurang baik. Apakah bahan tambahan untuk mengatasi permasalahan tersebut?

a)

Laktosa

b)

Magnesium stearate

c)

Gelatin

d)

Talk

e)

Explotab

8.

Industri farmasi akan membuat sediaan tablet orodispersible loratadine 10 mg yang harus mudah larut dalam rongga mulut. Bahan tambahan apakah yang sesuai untuk jenis sediaan tersebut?

a)

Krosrovidon

b)

Amilum

c)

Mikrokristalin selulosa

d)

Laktosa

e)

Metilpropil selulosa

9.

Seorang apoteker di bagian R&D sedang mengembangkan tablet vitamin C dengan metode kempa langsung. Tablet yang dihasilkan mengalami capping dan laminating. Apakah bahan yang tepat dievaluasi untuk pengembangan formula tablet tersebut?

a)

Laktosa

b)

Sodium starch glycolate

c)

Manitol

d)

Magnesium stearate

e)

Povidon

10.

Seorang apoteker penanggung jawab industri farmasi mengembangkan tablet Abacavir 300mg300\,\mathrm{mg} dan akan memproduksi sebanyak 800000800000 tablet. Sebelum produksi, harus dilakukan percobaan skala pilot. Berapa besar skala pilotnya?

a)

8000 tablet

b)

800000 tablet

c)

100000 tablet

d)

80000 tablet

e)

10000 tablet

11.

Seorang apoteker di bagian R&D industri farmasi merancang formula sediaan per oral tablet asetosal. Bahan tambahan yang digunakan meliputi: Avicel PH 102, Primojel, laktosa, magnesium stearat, dan talk. Apakah bahan tambahan dalam formula yang berfungsi sebagai filler binder?

a)

Avicel PH 102

b)

Primojel

c)

Laktosa

d)

Magnesium stearat

e)

Talk

12.

Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi akan mengembangkan produk ibuprofen FDT yang dapat hancur dalam beberapa detik ketika diletakkan di atas lidah. Apakah bahan pengisi yang tepat digunakan untuk formula tablet tersebut?

a)

Amprotab

b)

Aerosil

c)

Crospovidon

d)

HPMC

e)

Laktosa

13.

Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi sedang mengoptimasi formula tablet diazepam. Dalam formula terdapat Na lauril sulfat sebagai bahan tambahan. Apakah fungsi eksipien dari dalam formula tersebut?

a)

Pengikat

b)

Antiadherent

c)

Pelicin

d)

Pengisi

e)

Pelincir

14.

Seorang apoteker yang bekerja pada bagian quality control suatu industri farmasi melakukan in-process control pada saat produksi tablet parasetamol 500 mg. Hasil pengujian menyimpulkan waktu hancur tablet sebesar 20 menit. Apakah bahan tambahan dalam formulasi tablet tersebut yang tepat untuk dievaluasi?

a)

Diluent

b)

Glidant

c)

Antiadherent

d)

Lubricant

e)

Disintegrant

15.

Sebuah industri farmasi akan membuat sediaan tablet, namun saat diuji tingkat kekerasan tablet di bawah standar yang dipersyaratkan. Apa zat yang harus ditambahkan pada formula tersebut?

a)

Talcum

b)

Sodium starch glycolate

c)

Calcium phosphate

d)

Lactose

e)

HPMC

16.

Tablet X diproduksi secara dry compression. Pada tahap pencetakan, banyak massa yang menempel di punch dan dies. Mengapa hal tersebut terjadi?

a)

Kurang glidan

b)

Kurang antiadherent

c)

Kurang gaya kompresi

d)

Kurang durasi kompresi

e)

Kurang pengikat

17.

Seorang apoteker di bagian R&D industri farmasi sedang mengembangkan tablet ketokonazol. Formula: Ketokonazol 200 mg; Polisorbat 80 5%; PVP K-30 3%; Acdisol 3%; Avicel PH 102 58%; Talk 1%; Mg stearat 2%; Bobot tablet 300 mg. Apakah fungsi dari Acdisol dalam formula tersebut?

a)

Pengisi

b)

Pengikat

c)

Penghancur

d)

Lubrikan

e)

Glidan

18.

Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang menguji granul formula tablet amoksisilin 500 mg dan diperoleh sudut diam granul sebesar 50 derajat. Untuk memperbaiki kondisi tersebut perlu dievaluasi terhadap bahan tambahan yang digunakan. Apakah bahan tambahan yang harus dievaluasi untuk memperbaiki karakteristik fisik granul tersebut?

a)

Binders

b)

Diluent

c)

Disintegrant

d)

Filler

e)

Glidant

19.

Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke IGD setelah menelan 20 tablet parasetamol 4 jam sebelumnya dengan tujuan bunuh diri. Pasien mengeluh mual dan muntah ringan, laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT/SGOT yang signifikan. Dokter memutuskan memberikan N-asetilsistein (NAC). Bagaimanakah mekanisme kerja antidotum ini dalam mencegah kerusakan hati?

a)

Meningkatkan ekskresi parasetamol melalui urin

b)

Memperbaiki regenerasi sel hepatosit yang nekrosis

c)

Menghambat enzim sitokrom P450

d)

Mengikat metabolit toksik NAPQI secara langsung di dalam darah

e)

Bertindak sebagai prekursor glutation untuk menetralkan NAPQI

20.

Seorang laki-laki ditemukan tidak sadar di sebuah gawang dengan jarum suntik di dekatnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil pinpoint (miosis), depresi pernapasan, dan bunyi napas mengorok. Dokter segera memberikan Nalokson IV. Apakah mekanisme kerja obat ini?

a)

Inhibitor enzim asetilkolinesterase

b)

Agonis parsial pada reseptor opioid mu (μ)

c)

Antagonis reseptor GABA-A

d)

Antagonis kompetitif murni pada reseptor opioid

e)

Meningkatkan pelepasan norepinefrin sentral

21.

Seorang petani dibawa ke rumah sakit dengan gejala muntah, diare, air liur berlebihan, mata berair, dan otot berkedut (fasikulasi) setelah menyemprot pestisida tanpa pelindung. Diagnosis dokter adalah keracunan organofosfat. Dokter memberikan Atropin. Apakah target reseptor yang dihambat oleh obat tersebut pada kasus ini?

a)

Reseptor adrenergik alpha

b)

Reseptor muskarinik asetilkolin

c)

Reseptor nikotinik

d)

Reseptor dopamin D2

e)

Reseptor NMDA

22.

Seorang anak balita tidak sengaja menelan banyak tablet suplemen penambah darah yang dimiliki ibunya. Ia mengalami muntah darah dan asidosis metabolik. Dokter memberikan Deferoksamin. Bagaimanakah mekanisme kerja antidotum ini mengurangi toksisitas besi?

a)

Meningkatkan pH lambung untuk mencegah absorpsi

b)

Mengendapkan besi di dalam usus halus

c)

Mempercepat metabolisme besi di hati

d)

Membentuk kompleks kelat yang larut air untuk diekskresi ginjal

e)

Menghambat reseptor transferin pada sel

23.

Pasien dengan riwayat depresi ditemukan mengantuk berat di kamar, di sampingnya terdapat botol diazepam yang kosong. Tanda vital stabil, namun pasien sulit dibangunkan. Jika diputuskan memberi Flumazenil, apa mekanisme kerjanya?

a)

Antagonis kompetitif pada reseptor GABA-A

b)

Mengikat benzodiazepin bebas di plasma darah

c)

Meningkatkan metabolisme benzodiazepin di hati

d)

Memblokir kanal kalsium di neuron

e)

Menstimulasi reseptor glutamat untuk meningkatkan kesadaran

24.

Seorang korban kebakaran gedung dibawa dengan sesak napas, hipotensi, dan laktat darah yang sangat tinggi, dicurigai keracunan sianida akibat asap. Dokter memberikan Hidroksokobalamin. Apakah produk akhir yang terbentuk dari reaksi antidotum ini dengan sianida?

a)

Sianomethemoglobin

b)

Sianokobalamin

c)

Asam folat

d)

Tiosianat

e)

Methemoglobin

25.

Pasien gagal jantung yang rutin mengonsumsi digoksin datang dengan keluhan pandangan kuning (xantopsia), mual, dan EKG menunjukkan blok jantung. Kadar kalium serum tinggi. Dokter memberikan Digoxin Immune Fab. Bagaimana cara kerjanya?

a)

Mengikat molekul digoksin bebas di intravaskular

b)

Menurunkan kadar kalsium intraseluler

c)

Berkopetisi dengan digoksin pada pompa Na-K ATPase

d)

Mengaktifkan kembali pompa Na-K ATPase

e)

Mengaktifkan kembali pompa Na-K ATPase

26.

Seorang laki-laki dewasa dibawa ke rumah sakit karena diduga keracunan alkohol oplosan (mengandung metanol). Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat. Fomepizole diberikan. Apakah enzim yang dihambat oleh antidotum tersebut?

a)

Aldehid dehidrogenase

b)

Alkohol dehidrogenase

c)

Monoamine oksidase

d)

Glukuronil transferase

e)

Sitokrom P450

27.

Seorang pasien overdosis obat antihipertensi golongan beta-blocker (Atenolol) datang dengan bradikardia berat dan hipotensi yang tidak membaik dengan atropin dan cairan. Dokter memberikan Glukagon. Bagaimana mekanisme antidotum tersebut dalam meningkatkan denyut jantung?

a)

Memblokir reseptor muskarinik parasimpat

b)

Meningkatkan cAMP miokardium secara independen dari reseptor beta

c)

Vasokonstriksi pembuluh darah perifer

d)

Meningkatkan pelepasan kalsium dari retikulum sarkoplasma

e)

Mengaktifkan reseptor beta-1 adrenergik

28.

Pasien tuberkulosis yang sedang dalam terapi Isoniazid (INH) dibawa ke IGD karena kejang berulang yang sulit dihentikan dengan diazepam. Dokter mendiagnosis defisiensi vitamin akut akibat INH dan memberikan Piridoksin (vitamin B6). Mengapa piridoksin dapat menghentikan kejang ini?

a)

Mempercepat eliminasi isoniazid dari tubuh

b)

Meningkatkan sintesis neurotransmiter inhibisi GABA

c)

Menghambat reseptor eksitatori NMDA

29.

Seorang perempuan 22 tahun dibawa ke IGD setelah menelan 20 tablet parasetamol 500 mg sekitar 8 jam yang lalu. Pasien mengeluh mual dan nyeri perut kanan atas. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT dan SGOT yang signifikan. Manakah antidotum yang paling tepat untuk diberikan?

a)

Deferoksamin

b)

Atropin

c)

Flumazenil

d)

Nalokson

e)

N-Asetilsistein

30.

Seorang laki-laki, 23 tahun ditemukan tidak sadar dengan napas sangat lambat (6 kali/menit) dan pupil miosis (pinpoint). Di sekitarnya ditemukan jarum suntik bekas. Manakah antidotum yang harus segera diberikan untuk memulihkan pernapasan pasien?

a)

Nalokson

b)

Dantrolen

c)

Flumazenil

d)

Protamin Sulfat

e)

Fisostigmin

31.

Seorang petani dibawa ke rumah sakit dengan keluhan muntah, diare, air liur berlebihan, dan sesak napas setelah menyemprot hama. Pemeriksaan fisik menunjukkan lakrimasi dan bradikardia. Diagnosis dokter adalah keracunan organofosfat. Apakah obat yang tepat untuk mengatasi gejala muskarinik (sekresi berlebih) ini?

a)

Suksinilkolin

b)

Natrium Tiosulfat

c)

Pralidoksim

d)

Piridoksin

e)

Atropin

32.

Seorang pasien dengan riwayat depresi mengalami kejang tonik-klonik berulang. Keluarga menemukan botol obat Isoniazid (INH) yang kosong. Obat antikejang biasa tidak efektif. Apa antidotum spesifik yang harus diberikan untuk menghentikan kejang ini?

a)

Diazepam

b)

Asam Folat

c)

Fenitoin

d)

Tiamin (Vitamin B1)

e)

Piridoksin (Vitamin B6)

33.

Pasien datang dengan keluhan pandangan kabur seperti melihat badai salju setelah meminum alkohol oplosan. Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat. Dokter mencurigai keracunan metanol. Apakah antidotum untuk kondisi pasien tersebut?

a)

Disulfiram

b)

Flumazenil

c)

Natrium Bikarbonat

d)

Fomepizole

e)

Nalokson

34.

Seorang pasien overdosis obat beta-blocker (Atenolol) mengalami bradikardia dan hipotensi yang tidak merespons atropin maupun cairan infus. Dokter memutuskan memberikan glukagon. Apakah alasan pemilihan antidotum ini?

a)

Glukagon meningkatkan glukosa darah untuk menghasilkan energi

b)

Glukagon menurunkan kadar kalium darah

c)

Glukagon memblokir reseptor asetilkolin

d)

Glukagon meningkatkan cAMP jantung lewat jalur non-adrenergik

e)

Glukagon mengikat obat beta-blocker di plasma darah

35.

Seorang pasien yang rutin menggunakan Warfarin mengalami mimisan yang tidak berhenti dan hematuria. INR pasien terukur 8,5. Dokter ingin membalikkan efek antikoagulan tersebut. Antidotum spesifik apa yang diperlukan?

a)

Aspirin

b)

Asam Traneksamat

c)

Idarucizumab

d)

Vitamin K1 (Phytonadione)

e)

Protamin Sulfat

36.

Seorang anak berusia 4 tahun dibawa ke klinik dengan keluhan nyeri perut, sembelit, dan tampak pucat. Riwayat menunjukkan anak sering memakan lapisan cat tembok yang mengelupas di rumah tua neneknya. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan adanya 'basophilic stippling' pada eritrosit. Dokter mendiagnosis keracunan timbal (plumbism). Manakah agen pengkelat (chelating agent) yang paling tepat untuk kondisi ini?

a)

Deferoksamin

b)

Kalsium Disodium Edetat

c)

Prussian Blue

d)

N-Asetilsistein

e)

Fomepizole

37.

Seorang mekanik dibawa ke IGD setelah tidak sengaja menelan cairan radiator mobil (mengandung etilen glikol). Pasien tampak mabuk tetapi tidak berbau alkohol. Urinalisis menunjukkan adanya kristal kalsium oksalat berbentuk amplop. Antidotum manakah yang harus dipilih untuk kondisi pasien tersebut?

a)

Vitamin K

b)

Nalokson

c)

Metilen Biru

d)

Flumazenil

e)

Fomepizole

38.

Pasien wanita yang sedang menjalani prosedur sedot lemak (liposuction) tiba-tiba mengalami kejang tonik-klonik diikuti henti jantung (asistol). Dokter anestesi mencurigai toksisitas sistemik anestesi lokal akibat dosis lidokain yang tinggi. Selain resusitasi jantung paru, apa terapi antidotum spesifik yang harus segera diberikan?

a)

Protamin Sulfat

b)

Dantrolene

c)

N-Asetilsistein

d)

Kalsium Glukonat

e)

Emulsi Lipid Intravena 20%

39.

Seorang pasien lansia dengan diabetes tipe 2 tidak sengaja meminum obat glibenklamid dosis ganda. Pasien mengalami hipoglikemia berulang yang bandel meskipun sudah diberikan bolus dextrosa 40% dan infus glukosa kontinu. Dokter memutuskan memberikan antidotum tambahan. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Oktreotid

b)

Adrenalin

c)

Metformin

d)

Insulin

e)

Glukagon

40.

Pasien fibrilasi atrium yang rutin mengonsumsi dabigatran mengalami kecelakaan lalu lintas dengan perdarahan intrakranial masif. Diperlukan pembalikan efek antikoagulan segera sebelum operasi darurat. Manakah antidotum spesifik untuk obat ini?

a)

Vitamin K

b)

Andexanet alfa

c)

Idarucizumab

d)

Protamin Sulfat

e)

Asam Traneksamat

41.

Seorang pasien kanker payudara menerima kemoterapi regimen yang mengandung siklofosfamid dosis tinggi. Apakah obat yang harus diberikan bersamaan untuk mencegah komplikasi sistitis hemoragik akibat metabolit akrolein?

a)

Filgrastim

b)

Leucovorin

c)

Mesna

d)

Amifostine

e)

Dexrazoxane

42.

Seorang laki-laki 26 tahun dibawa ke IGD dengan agitasi, demam tinggi, keringat berlebih, dan mioklonus spontan. Ia diketahui mengonsumsi antidepresan SSRI (fluoxetine) dan baru saja meminum obat batuk dextromethorphan dalam jumlah banyak. Dokter mendiagnosis sindrom serotonin. Jika sedasi dengan benzodiazepin gagal, obat apa yang dapat dipertimbangkan?

a)

Siproheptadin

b)

Flumazenil

c)

Fisostigmin

d)

Haloperidol

e)

Bromokriptin

43.

Pasien dengan epilepsi yang rutin minum asam valproat datang dengan penurunan kesadaran (letargi). Kadar amonia darah meningkat tajam (hiperammonemia), namun fungsi hati (SGPT/SGOT) relatif normal. Apakah antidotum yang dapat membantu menurunkan kadar amonia pada kasus ini?

a)

Piridoksin

b)

N-Asetilsistein

c)

L-Karnitin

d)

Tiamin

e)

Asam Folat

44.

Seorang pasien perempuan mengalami kulit kebiruan (sianosis) dan sesak napas setelah menggunakan krim anestesi kulit racikan dalam jumlah banyak sebelum perawatan laser wajah. Darah vena tampak berwarna biru cokelat. Dokter menegakkan diagnosis methemoglobinemia. Apa antidotum pilihan untuk kasus ini?

a)

Metilen Biru

b)

Natrium Tiosulfat

c)

Piridoksin

d)

Atropin

e)

Hidrosokobalamin

45.

Seorang pasien skizofrenia yang rutin minum haloperidol dibawa dengan kekakuan otot hebat 'seperti pipa timbal', demam tinggi >40°C, dan instabilitas otonom (tensi naik turun). Dokter mendiagnosis sindrom neuroleptik maligna (NMS). Selain penghentian obat dan pendinginan fisik, apakah obat relaksan otot pilihan untuk kasus ini?

a)

Dantrolene

b)

Diazepam

c)

Baclofen

d)

Benztropin

e)

Suksinilkolin

46.

Seorang perempuan 30 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran akibat percobaan bunuh diri. EKG menunjukkan sinus takikardia. Keluarga menemukan botol kosong amitriptyline (antidepresan trisiklik), diduga pasien mengalami kardiotoksisitas. Apakah terapi lini pertama untuk kasus ini?

a)

Amiodaron

b)

Natrium Bikarbonat

c)

Kalsium Glukonat

d)

Lidokain

e)

Magnesium Sulfat

47.

Pasien pasca operasi penggantian katup jantung yang mendapat infus heparin mengalami perdarahan masif dari luka operasi. Dokter meminta penghentian heparin dan pemberian antidotum segera. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Idarucizumab

b)

Faktor VIIa Rekombinan

c)

Asam Traneksamat

d)

Vitamin K

e)

Protamin Sulfat

48.

Seorang pasien remaja mengeluh telinga berdenging (tinnitus), mual, dan napas cepat setelah menelan banyak tablet aspirin. Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik campuran. Selain rehidrasi, terapi apa yang diberikan untuk mempercepat eliminasi obat lewat urin?

a)

N-Asetilsistein

b)

Natrium Bikarbonat

c)

Furosemid

d)

Amonium Klorida

e)

Arang Aktif Multi-dosis

49.

Dalam prosedur anestesi, pasien diberikan pelumpuh otot rocuronium untuk intubasi. Operasi batal dan pasien harus segera dibangunkan dalam kondisi blokade otot yang masih dalam (deep block). Antidotum apa yang paling cepat dan efektif memulihkan efek dari prosedur anestesi tersebut?

a)

Fentanyl

b)

Nalokson

c)

Sugammadex

d)

Suksinilkolin

e)

Sulfas Atropin

50.

Seorang pasien lansia mengalami agitasi hebat, kulit merah dan kering, pupil dilatasi, dan retensi urin. Ia diketahui baru saja meminum obat flu yang mengandung antihistamin dan obat parkinson. Diagnosis dokter adalah sindrom antikolinergik. Apakah antidotum yang dapat dipertimbangkan untuk kasus ini?

a)

Pralidoksim

b)

Dantrolene

c)

Fisostigmin

d)

Haloperidol

e)

Sulfas Atropin

51.

Di ruang operasi, sesaat setelah induksi dengan gas sevoflurane, pasien mengalami kekakuan otot rahang, peningkatan CO2 mendadak, dan suhu tubuh naik drastis. Diagnosis hipertermia maligna. Apakah obat life-saving yang harus segera disiapkan oleh apoteker?

a)

Suksinilkolin

b)

Kalsium Klorida

c)

Midazolam

d)

Dantrolene

e)

Propofol

52.

Perawat melaporkan bahwa infus norepinefrin (vasopresor) mengalami ekstravasasi di lengan pasien, menyebabkan kulit pucat, dingin, dan berisiko nekrosis jaringan. Apakah antidotum lokal yang harus disuntikkan di area tersebut?

a)

Diphenhydramine

b)

Epinefrin

c)

Fentolamin

d)

Kortikosteroid

e)

Lidokain

53.

Pasien osteosarkoma menerima infus metotreksat dosis tinggi (>1000 mg/m2). Protokol terapi mengharuskan pemberian 'rescue therapy' untuk melindungi sel normal dari efek sitotoksik. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Ondansetron

b)

Mesna

c)

Leucovorin

d)

Allopurinol

e)

Neostigmin

54.

Pasien anak usia 5 tahun menderita diare sudah 3 hari dengan tanda-tanda dehidrasi berat. Dokter akan memberikan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi. Apakah cairan yang bisa diberikan?

a)

NaCl 0,9%

b)

Ringer Asetat

c)

Ringer Laktat

d)

Dekstrosa 5%

e)

HES

55.

Pasien hamil dengan keluhan mual dan muntah di 2 bulan kehamilan. Terapi pertama yang sesuai dengan kondisi kehamilan ditetapkan. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Promethazine

b)

Vitamin B6

c)

Metoclopramide

d)

Dimenhydrinate

e)

Doxylamine

56.

Pasien hamil 2 bulan telah mengonsumsi vitamin B6 tetapi masih mual. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberi terapi tambahan yang sesuai. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Promethazine

b)

Ondansetron

c)

Metoclopramide

d)

Dimenhydrinate

e)

Doxylamine

57.

Pasien diare anak wajib diberikan suplemen tambahan mineral untuk mengurangi keberulangan diare; mineral yang biasa diberikan adalah zink. Berapa lama mineral itu diberikan?

a)

1

b)

3

c)

5

58.

Pasien diare anak (BB 11 kg) derajat dehidrasi sedang perlu diberikan tambahan oralit (mL). Berapakah volume oralit yang disarankan untuk kondisi pasien dalam satu hari?

a)

200-400

b)

400-700

c)

700-900

d)

900-1400

e)

>1500

59.

Anda akan memberikan informasi penyiapan cairan oralit dengan komposisi mineral dan glukosa sesuai standar WHO. Dalam satu bungkus oralit harus dilarutkan dalam cairan berapa volume (mL)?

a)

100

b)

200

c)

300

d)

400

e)

500

60.

Seorang wanita datang ke apotek untuk menanyakan saran obat untuk temannya yang berusia 27 tahun (BB 40 kg) dengan keluhan diare sejak semalam. Setelah digali informasi, wanita tersebut menyatakan bahwa pasien merasa haus dan ingin minum. Dosis oralit 50–100 mL/kgBB setiap 3–4 jam. Satu bungkus dilarutkan dalam 200 mL. Berapa bungkus oralit sachet yang diminum tiap 3–4 jam?

a)

2 sachet

b)

4 sachet

c)

6 sachet

d)

8 sachet

e)

10 sachet

61.

Seorang anak 9 tahun datang ke IGD rumah sakit mengeluhkan diare 6 kali dalam 24 jam. Diare tidak disertai darah. Ibu pasien menyatakan bahwa pasien lemah dan tidak nafsu makan, tanpa gejala demam. Dokter mendiagnosis pasien mengalami diare akut. Obat yang diresepkan dokter antara lain 2 tablet attapulgit setelah BAB, loperamid 3×2 mg, oralit 2 sachet tiap setelah BAB, siprofloksasin 2×500 mg, zink 1×50 mg selama 10 hari, dan parasetamol 2×200 mg. Obat manakah yang diberikan berlebihan?

a)

Attapulgit

b)

Loperamid

c)

Oralit

d)

Siprofloksasin

e)

Zink

62.

Seorang perempuan usia 30 tahun sedang hamil 10 minggu mengeluh tidak bisa BAB. Pasien mengonsumsi ferro sulfat sejak usia kehamilan 4 minggu. Apa yang Anda sarankan sebagai apoteker?

a)

Attapulgite

b)

Castor oil

c)

Bisacodyl

d)

Serbuk ispaghula

e)

Sorbitol

63.

Laki-laki usia 70 tahun datang ke apotek untuk mengatasi keluhan sulit buang air besar. Pasien sudah mengalami ini selama 3 hari. Apakah obat yang dapat disarankan?

a)

Bisakodil

b)

Parafin cair

c)

Serbuk ispaghula

d)

Laktulosa

e)

Castor

64.

Pasien dengan gastrotomy tube akan diberikan antiemetik yang tepat dengan respons pengosongan lambung. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Diphenhydramine

b)

Metoklopramid

c)

Ondansetron

d)

Aprepitant

e)

Antasid

65.

Seorang pria mendapatkan terapi cisplatin injeksi. Tiga jam setelah pemberian obat pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat. Apakah obat yang dapat diberikan?

a)

Deksametason

b)

Deksametason dan ondansetron

c)

Deksametason, ondansetron, dan aprepitant

d)

Deksametason, aprepitant, dan lorazepam

e)

Deksametason, aprepitant, dan omeprazol

66.

Seorang pria mendapatkan terapi ifosfamide injeksi. Dua jam setelah pemberian obat pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat untuk hari pertama. Apakah obat yang dapat diberikan?

a)

Deksametason

b)

Deksametason dan ondansetron

c)

Deksametason, ondansetron, dan aprepitant

d)

Deksametason, aprepitant, dan lorazepam

e)

Deksametason, aprepitant, dan omeprazol

67.

Seorang pria mendapatkan terapi ifosfamide injeksi pada jam 09.00. Keesokan harinya pada jam 10.00 setelah pemberian obat, pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat untuk hari itu. Apakah obat yang dapat diberikan?

a)

Deksametason

b)

Deksametason dan ondansetron

c)

Deksametason, ondansetron, dan aprepitant

d)

Deksametason, aprepitant, dan lorazepam

e)

Deksametason, lorazepam, dan omeprazol

68.

Jika profilaksis mual muntah tertunda pada risiko tinggi emetogenik terjadi pada hari:

a)

Hari 2 dan 3

b)

Hari 4

69.

Seorang apoteker bertugas di pos kesehatan saat bencana banjir. Langkah paling tepat dalam pengelolaan obat tahap awal adalah:

a)

Melakukan distribusi obat sesuai permintaan pasien

b)

Melakukan perencanaan kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit

c)

Melakukan pengadaan obat sebanyak mungkin

d)

Menyimpan obat berdasarkan bentuk sediaan

e)

Melakukan pencatatan penggunaan obat harian

70.

Penyakit yang paling sering muncul pada korban banjir dan memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan obat adalah:

a)

Diabetes melitus

b)

Hipertensi

c)

Diare dan infeksi saluran cerna

d)

Tuberkulosis

e)

Kanker

71.

Obat berikut yang paling penting tersedia pada fase akut bencana banjir adalah:

a)

Antidepresan

b)

Antihiperlipidemia

c)

Oralit dan antibiotik esensial

d)

Hormon tiroid

e)

Obat kemoterapi

72.

Dalam kondisi banjir, penyimpanan obat yang paling tepat adalah:

a)

Disimpan di tempat terbuka agar mudah dijangkau

b)

Diletakkan langsung di lantai posko

c)

Disimpan dalam wadah tertutup dan terlindung dari air

d)

Dicampur antara obat oral dan injeksi

e)

Disimpan tanpa memperhatikan suhu

73.

Seorang pasien korban banjir mengalami luka terbuka dan berisiko infeksi. Obat yang paling sesuai direkomendasikan apoteker adalah:

a)

Antasida

b)

Analgetik opioid

c)

Antibiotik topikal dan antiseptik

d)

Antihistamin

e)

Vitamin A dosis tinggi

74.

Dalam pelayanan kefarmasian saat bencana, peran apoteker yang paling tepat adalah:

a)

Hanya menyerahkan obat kepada pasien

b)

Menentukan diagnosis penyakit

c)

Memberikan informasi penggunaan obat yang rasional

d)

Menggantikan peran dokter sepenuhnya

e)

Mengelola logistik non-medis

75.

Apoteker menemukan obat yang terendam air banjir. Tindakan yang paling tepat adalah:

a)

Mengeringkan dan tetap menggunakan obat

b)

Mengemas ulang obat tersebut

c)

Memusnahkan obat sesuai prosedur

d)

Menyimpan obat untuk kondisi darurat

e)

Memberikan obat kepada pasien dewasa saja

76.

Salah satu upaya apoteker untuk mencegah kesalahan penggunaan obat di posko banjir adalah:

a)

Memberikan semua obat tanpa etiket

b)

Mengurangi jumlah obat yang diberikan

c)

Memberikan edukasi singkat dan jelas kepada pasien

d)

Menyerahkan obat hanya kepada relawan

e)

Menghindari komunikasi dengan pasien

77.

Obat yang harus digunakan secara hati-hati pada kondisi dehidrasi akibat banjir adalah:

a)

Parasetamol

b)

Oralit

c)

Antibiotik

d)

NSAID

e)

Vitamin C

78.

Indikator keberhasilan pengelolaan obat oleh apoteker saat bencana banjir adalah:

a)

Banyaknya obat yang didistribusikan

b)

Tidak adanya sisa obat

c)

Penggunaan obat yang tepat, aman, dan rasional

d)

Semua pasien menerima antibiotik

e)

Obat habis dalam waktu singkat

79.

Seorang apoteker bertanggung jawab atas logistik obat di posko banjir dengan keterbatasan stok. Data menunjukkan peningkatan kasus diare, ISPA, dan luka infeksi. Strategi paling tepat untuk memastikan ketersediaan obat adalah:

a)

Memprioritaskan pengadaan obat mahal agar tidak cepat habis

b)

Melakukan perencanaan obat berbasis pola penyakit dan jumlah pengungsi

c)

Menggunakan semua obat yang tersedia tanpa seleksi

d)

Menunggu permintaan dari tenaga medis

e)

Menyimpan obat sebagai cadangan tanpa distribusi

80.

Dalam evaluasi penggunaan antibiotik di posko banjir, ditemukan sebagian besar pasien diare ringan menerima antibiotik. Tindakan apoteker yang paling tepat adalah:

a)

Melanjutkan praktik tersebut untuk mencegah komplikasi

b)

Menghentikan semua pemberian antibiotik

c)

Memberikan rekomendasi penggunaan antibiotik sesuai indikasi dan pedoman

d)

Mengganti semua antibiotik dengan vitamin

e)

Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada relawan non-medis

81.

Seorang pasien lansia korban banjir dengan riwayat hipertensi dan gagal ginjal ringan mengalami nyeri sendi dan dehidrasi. Obat yang paling perlu dievaluasi ulang oleh apoteker adalah:

a)

Parasetamol

b)

Oralit

c)

Vitamin B kompleks

d)

NSAID

e)

Antasida

82.

Apoteker menemukan vaksin dan insulin yang penyimpanannya tidak terkontrol suhunya selama banjir. Keputusan paling tepat adalah:

a)

Tetap menggunakan obat karena masih dalam tanggal kedaluwarsa

b)

Menguji obat secara visual saja

c)

Mengisolasi, mencatat, dan tidak menggunakan sebelum ada konfirmasi mutu

d)

Mencengkeram obat agar aman digunakan

e)

Membagikan obat kepada pasien dengan kondisi ringan

83.

Dalam kondisi darurat, terjadi tekanan dari relawan agar semua pasien mendapat antibiotik. Sikap profesional apoteker yang paling tepat adalah:

a)

Mengikuti permintaan relawan

b)

Menolak tanpa memberikan penjelasan

c)

Memberikan edukasi berbasis evidence dan prinsip penggunaan obat rasional

d)

Menghentikan pelayanan kefarmasian

e)

Memberikan antibiotik dosis rendah

84.

Apoteker mengevaluasi bahwa banyak pasien tidak patuh minum obat karena kondisi posko yang padat dan minim privasi. Intervensi paling efektif adalah:

a)

Menambah jumlah obat yang diberikan

b)

Mengurangi frekuensi pemberian obat bila memungkinkan

c)

Memberikan instruksi tertulis panjang

d)

Menyerahkan edukasi kepada pasien lain

e)

Menghentikan edukasi obat

85.

Dalam tahap pemulihan pasca banjir, apoteker diminta menyusun laporan evaluasi pengelolaan obat. Indikator paling relevan untuk menilai kualitas pelayanan adalah:

a)

Jumlah total obat yang diterima

b)

Persentase obat yang habis digunakan

c)

Kesesuaian penggunaan obat dengan pedoman dan kejadian efek samping

d)

Banyaknya jenis obat yang tersedia

e)

Lama waktu penyimpanan obat

86.

Seorang ibu membawa anak dengan diare ringan tanpa tanda dehidrasi berat. Stok oralit terbatas. Keputusan paling rasional adalah:

a)

Memberikan antibiotik sebagai pengganti

b)

Memberikan oralit dan edukasi pembuatan cairan rehidrasi rumah

c)

Menolak pelayanan karena stok terbatas

d)

Memberikan obat antidiare keras

e)

Memberikan setengah dosis oralit

87.

Apoteker menemukan banyak sumbangan obat tanpa etiket dan sebagian mendekati kedaluwarsa. Tindakan paling tepat adalah:

a)

Mendistribusikan segera agar tidak terbuang

b)

Menyortir, mengidentifikasi, dan menolak obat yang tidak memenuhi standar

c)

Mengemas ulang semua obat

d)

Memberikan obat hanya untuk dewasa

e)

Menyimpan obat tanpa pencatatan

88.

Dalam pengambilan keputusan etis saat bencana banjir, prinsip utama yang harus dipegang apoteker adalah:

a)

Kecepatan pelayanan tanpa memperhatikan keamanan

b)

Kepatuhan terhadap permintaan semua pihak

c)

Keselamatan pasien dan penggunaan obat yang rasional

d)

Penghabisan stok obat

e)

Kepentingan institusi

89.

Korban kebakaran sering mengalami gangguan pernapasan akibat inhalasi asap. Terapi farmakologis lini pertama yang paling tepat untuk bronkospasme akut adalah:

a)

Antibiotik spektrum luas

b)

Bronkodilator kerja cepat (SABA)

c)

Kortikosteroid oral jangka panjang

d)

Antihistamin generasi pertama

e)

Mukolitik oral

90.

Gas beracun yang paling sering menyebabkan kematian pada korban kebakaran adalah karbon monoksida (CO). Terapi farmakologis utama pada keracunan CO adalah:

a)

Natrium tiosulfat

b)

Oksigen normobarik atau hiperbarik

c)

N-asetilsistein

d)

Atropin

e)

Diazepam

91.

Pada korban kebakaran dengan luka bakar derajat II–III, antibiotik topikal yang paling umum digunakan untuk mencegah infeksi adalah:

a)

Mupirosin

b)

Gentamisin salep

c)

Silver sulfadiazine

d)

Asam fusidat

e)

Bacitracin

92.

Nyeri pada luka bakar berat umumnya ditangani dengan analgesik:

a)

NSAID oral dosis rendah

b)

Parasetamol tunggal

c)

Opioid intravena

d)

Antidepresan trisiklik

e)

Antipsikotik tipikal

93.

Kortikosteroid sistemik pada korban kebakaran tidak direkomendasikan secara rutin karena dapat menyebabkan:

a)

Penurunan tekanan darah

b)

Risiko infeksi dan penyembuhan luka terhambat

c)

Bronkodilatasi berlebihan

d)

Hipoglikemia

e)

Dehidrasi berat

94.

Antidot yang tepat untuk keracunan sianida akibat pembakaran bahan plastik adalah:

a)

Flumazenil

b)

Nalokson

c)

Hidroksokobalamin

d)

Vitamin K

e)

Protamin sulfat

95.

Dalam kondisi bencana kebakaran massal, prinsip manajemen obat yang paling penting bagi apoteker adalah:

a)

Memberikan obat termahal yang tersedia

b)

Mengutamakan obat oral dibanding injeksi

c)

Menjamin ketersediaan obat esensial dan triase obat

d)

Menunggu resep dokter secara lengkap

e)

Mengutamakan obat bermerek

96.

Mukolitik seperti asetilsistein pada korban inhalasi asap berfungsi untuk:

a)

Menurunkan inflamasi sistemik

b)

Mengencerkan sekret saluran napas

c)

Menurunkan demam

d)

Mengatasi nyeri dada

e)

Menurunkan tekanan darah

97.

Pemberian antibiotik sistemik pada korban luka bakar diindikasikan bila:

a)

Semua pasien luka bakar

b)

Luka bakar derajat I

c)

Terdapat tanda infeksi sistemik

d)

Pasien mengeluh nyeri

e)

Luka masih tertutup perban

98.

Peran apoteker dalam tim penanggulangan bencana kebakaran adalah, KECUALI:

a)

Edukasi penggunaan obat

b)

Monitoring efek samping obat

c)

Manajemen logistik obat

d)

Penegakan diagnosis medis

e)

Penjaminan mutu dan stabilitas obat

99.

Korban gempa bumi dengan cedera jaringan lunak dan nyeri sedang paling tepat diberikan analgesik awal berupa:

a)

Morfin intravena

b)

Parasetamol atau NSAID

c)

Kortikosteroid sistemik

d)

Benzodiazepin

e)

Antibiotik profilaksis

100.

Pada korban longsor dengan luka terbuka dan terpapar tanah, risiko utama yang harus diperhatikan apoteker adalah:

a)

Reaksi alergi obat

b)

Infeksi bakteri anaerob

c)

Hipoglikemia

d)

Hipertensi akut

e)

Hipotermia

101.

Antibiotik yang sesuai untuk profilaksis pada luka terbuka yang terkontaminasi tanah adalah:

a)

Amoksisilin

b)

Seftriakson

c)

Metronidazol

d)

Eritromisin

e)

Kloramfenikol

102.

Pada situasi bencana gempa, prinsip utama manajemen obat oleh apoteker adalah:

a)

Mengutamakan obat paten

b)

Menyimpan obat sesuai alfabet

c)

Mengutamakan obat esensial dan sistem triase

d)

Memberikan obat tanpa instruksi

e)

Menunggu fasilitas lengkap

103.

Korban tertimbun longsor berisiko mengalami crush syndrome. Terapi farmakologis yang penting diperhatikan adalah pemberian:

a)

Diuretik loop dosis tinggi

b)

Cairan intravena dan koreksi elektrolit

c)

Kortikosteroid

d)

Antibiotik topikal

e)

Antiemetik

104.

Apoteker dalam kondisi bencana perlu memperhatikan stabilitas obat. Obat yang paling sensitif terhadap suhu dan cahaya adalah:

a)

Tablet parasetamol

b)

Kapsul amoksisilin

c)

Vaksin dan insulin

d)

Salep albitotik

e)

Sirup antasida

105.

Pada korban gempa dengan luka terbuka yang belum mendapatkan imunisasi tetanus lengkap, tindakan yang tepat adalah pemberian:

a)

Antibiotik spektrum luas

b)

Analgesik opioid

c)

Vaksin tetanus atau tetanus imunoglobulin

d)

Kortikosteroid

e)

Antihistamin

106.

Peran apoteker dalam situasi kebakaran dan huru-hara demonstrasi adalah, KECUALI:

a)

Edukasi penggunaan obat darurat

b)

Monitoring efek samping obat

c)

Pengelolaan logistik dan distribusi obat

d)

Penegakan diagnosis medis

e)

Menjaga stabilitas dan mutu obat

107.

Obat yang perlu pengawasan ketat pada korban dengan dehidrasi dan risiko gangguan ginjal akibat bencana adalah:

a)

Vitamin B kompleks

b)

Oralit

c)

NSAID

d)

Parasetamol

e)

Antasida

108.

Pada kebocoran zat radioaktif seperti cesium-137, rute paparan yang paling sering menyebabkan kontaminasi internal adalah:

a)

Kontak kulit

b)

Inhalasi dan ingestsi

c)

Kontak mata

d)

Suntikan tidak sengaja

e)

Kontaminasi luka tertutup

109.

Langkah awal paling penting yang harus dilakukan apoteker dalam penanganan korban terpapar zat radioaktif adalah:

a)

Memberikan antibiotik

b)

Dekontaminasi dan pembatasan paparan

c)

Pemberian antidot langsung

d)

Pemeriksaan laboratorium lengkap

e)

Pemberian analgesik

110.

Obat yang dapat digunakan untuk mempercepat eliminasi cesium dari tubuh adalah:

a)

Activated charcoal

b)

Prussian blue (ferric hexacyanoferrate)

c)

EDTA

d)

N-asetilsistein

e)

Natrium bikarbonat

111.

Pada kebocoran bahan kimia berbahaya (misalnya gas toksik industri), apoteker TIDAK BOLEH:

a)

Menggunakan APD lengkap

b)

Melakukan dekontaminasi awal

c)

Memberikan edukasi penggunaan obat

d)

Masuk ke area terkontaminasi tanpa izin

e)

Mengelola distribusi antidot

112.

Efek kesehatan jangka panjang yang perlu dimonitor pada korban paparan radiasi adalah:

a)

Hipertensi

b)

Diabetes melitus

c)

Gangguan hematopoietik dan kanker

d)

Asma bronkial

e)

Osteoartritis

113.

Pada korban paparan zat radioaktif dengan mual dan muntah hebat, terapi suportif yang tepat adalah:

a)

Antibiotik spektrum luas

b)

Antiemetik dan cairan intravena

c)

Kortikosteroid jangka panjang

d)

Antipsikotik

e)

Diuretik

114.

Prinsip penyimpanan obat antidot radioaktif di fasilitas kesehatan adalah:

a)

Disimpan bersama obat umum

b)

Tidak perlu pencatatan khusus

c)

Disimpan sesuai SOP bahan berbahaya dan mudah dilacak

d)

Bebas suhu dan cahaya

e)

Boleh disimpan di ruang terbuka

115.

Peran apoteker dalam kejadian kebocoran zat berbahaya adalah, KECUALI:

a)

Edukasi masyarakat terkait obat protektif

b)

Manajemen stok antidot

c)

Monitoring efek samping obat

d)

Penentuan tingkat paparan radiasi

e)

Menjaga keamanan distribusi obat

116.

Penggunaan kalium iodida (KI) tidak dianjurkan pada:

a)

Anak-anak

b)

Dewasa muda

c)

Ibu hamil tanpa indikasi jelas

d)

Populasi umum dengan paparan iodin radioaktif

e)

Korban paparan nuklir

117.

Tujuan utama dekontaminasi kulit pada paparan zat radioaktif adalah:

a)

Menghilangkan nyeri

b)

Mengurangi absorpsi dan penyebaran zat

c)

Menurunkan suhu tubuh

d)

Mempercepat penyembuhan luka

e)

Mengurangi kecemasan korban

118.

Dalam kondisi kebocoran zat berbahaya massal, prinsip etika kefarmasian yang paling utama adalah:

a)

Otonomi pasien

b)

Kerahasiaan data

c)

Keselamatan dan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat

d)

Kepatuhan administratif

e)

Kepuasan pasien

119.

Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah obat yang dibutuhkan?

a)

1.4

b)

2.4

c)

3.4

d)

4.4

e)

5.4

120.

Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah basis yang dibutuhkan?

a)

6.2

b)

7.2

c)

8.2

d)

9.2

e)

10.2

121.

Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria. Diketahui bobot 6 suppositoria tanpa obat = 6 gram. Babat 6 suppositoria yang mengandung 30% obat = 7.5 gram. Berapakah bilangan pengganti sediaan tersebut?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

122.

Dalam formulasi suppositoria, apoteker harus menentukan jumlah obat yang dibutuhkan untuk memenuhi tiap suppositoria. Volume dari cetakan diketahui (dari penetapan volume pencairan suppositoria yang dibuat dari basis), yaitu volume dari bahan obat dikurangkan dari volume total cetakan akan memberikan volume basis yang diperlukan. Dalam hal ini perlu menghitung bilangan pengganti, yaitu bilangan yang menunjukkan berapa gram suatu basis pada suppositoria yang digantikan oleh sejumlah obat. Berapa gram kah jumlah obat yang dimaksud?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

123.

Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah basis yang digantikan oleh obat?

a)

0.4

b)

0.5

c)

0.6

d)

0.7

e)

0.8

124.

Seorang apoteker memproduksi sediaan emulsi krim. Salah satu bahan aktif berpotensi mudah teroksidasi. Apoteker berencana menambahkan antioksidan larut air. Zat manakah yang termasuk bahan tersebut?

a)

BHT

b)

Na alginat

c)

Tokoferol