Font size
WorksheetsEVALUASI 1 PAERT II
Total questions: 124
Worksheet time: 1hrs 20mins
Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang mengembangkan formula baru tablet kunyah antasida. Formula tablet yang digunakan terdapat pada tabel. Hasil pengujian menunjukkan keragaman bobot tidak memenuhi persyaratan karena laju alir granul kurang baik. Apoteker bersama tim ingin melakukan reformulasi dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?
PVP
Mg stearat
Aerosil
Avicel PH
Sakarin
Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang melakukan optimasi formula tablet calcium lactate 500 mg. Formula pada tabel menghasilkan tablet yang mengalami cracking. Apoteker bersama tim ingin melakukan perbaikan terhadap tablet yang dihasilkan dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?
PVP
Mg stearat
Aerosil
Sakarin
Sodium starch glycolate
Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi ingin mengembangkan bahan aktif Famasil Loratadine menjadi sediaan Fast Dissolving Tablet. Formula yang digunakan dapat dilihat pada tabel dan berbeda dibandingkan tablet konvensional. Apoteker sangat concern terhadap salah satu eksipien yang berperan besar dalam keberhasilan sediaan Fast Dissolving Tablet. Apa bahan tambahan yang dimaksud?
Manitol
PVP K-30
Ac-Di-Sol
Magnesium stearat
Talkum
Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang mengembangkan obat copy tablet kaptopril 12,5 mg menggunakan formula pada tabel. Selama produksi skala lab dilakukan evaluasi pascakompresi, dan hasil uji menunjukkan nilai friability 1,3%. Apoteker ingin mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan konsentrasi eksipien. Apa eksipien yang dimaksud?
Avicel PH 102
Primojel
Aerosil
Magnesium stearate
Laktosa
Pada suatu industri farmasi, apoteker di bagian produksi membuat sediaan tablet asetosal dengan menambahkan eksipien selulosa mikrokristalin. Apa fungsi eksipien tersebut?
Lubrikan
Pengikat
Glidan
Antiadherent
Desintegran
Apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi membuat formula sediaan tablet asetosal. Dari studi preformulasi diketahui asetosal memiliki sifat alir yang baik. Metode pembuatan tablet apa yang paling ekonomis dan sesuai untuk membuat sediaan tersebut?
Kempa langsung
Granulasi basah
Granulasi kering
Disalut
Dicetak
Industri farmasi melakukan uji keseragaman bobot tablet kunyah antasida. Formula terdiri dari zat aktif, laktosa, gelatin, explotab, sucralose, dan magnesium stearate. Hasil pengujian menunjukkan variasi bobot besar dan tidak seragam karena laju alir granul kurang baik. Apakah bahan tambahan untuk mengatasi permasalahan tersebut?
Laktosa
Magnesium stearate
Gelatin
Talk
Explotab
Industri farmasi akan membuat sediaan tablet orodispersible loratadine 10 mg yang harus mudah larut dalam rongga mulut. Bahan tambahan apakah yang sesuai untuk jenis sediaan tersebut?
Krosrovidon
Amilum
Mikrokristalin selulosa
Laktosa
Metilpropil selulosa
Seorang apoteker di bagian R&D sedang mengembangkan tablet vitamin C dengan metode kempa langsung. Tablet yang dihasilkan mengalami capping dan laminating. Apakah bahan yang tepat dievaluasi untuk pengembangan formula tablet tersebut?
Laktosa
Sodium starch glycolate
Manitol
Magnesium stearate
Povidon
Seorang apoteker penanggung jawab industri farmasi mengembangkan tablet Abacavir 300mg dan akan memproduksi sebanyak 800000 tablet. Sebelum produksi, harus dilakukan percobaan skala pilot. Berapa besar skala pilotnya?
8000 tablet
800000 tablet
100000 tablet
80000 tablet
10000 tablet
Seorang apoteker di bagian R&D industri farmasi merancang formula sediaan per oral tablet asetosal. Bahan tambahan yang digunakan meliputi: Avicel PH 102, Primojel, laktosa, magnesium stearat, dan talk. Apakah bahan tambahan dalam formula yang berfungsi sebagai filler binder?
Avicel PH 102
Primojel
Laktosa
Magnesium stearat
Talk
Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi akan mengembangkan produk ibuprofen FDT yang dapat hancur dalam beberapa detik ketika diletakkan di atas lidah. Apakah bahan pengisi yang tepat digunakan untuk formula tablet tersebut?
Amprotab
Aerosil
Crospovidon
HPMC
Laktosa
Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi sedang mengoptimasi formula tablet diazepam. Dalam formula terdapat Na lauril sulfat sebagai bahan tambahan. Apakah fungsi eksipien dari dalam formula tersebut?
Pengikat
Antiadherent
Pelicin
Pengisi
Pelincir
Seorang apoteker yang bekerja pada bagian quality control suatu industri farmasi melakukan in-process control pada saat produksi tablet parasetamol 500 mg. Hasil pengujian menyimpulkan waktu hancur tablet sebesar 20 menit. Apakah bahan tambahan dalam formulasi tablet tersebut yang tepat untuk dievaluasi?
Diluent
Glidant
Antiadherent
Lubricant
Disintegrant
Sebuah industri farmasi akan membuat sediaan tablet, namun saat diuji tingkat kekerasan tablet di bawah standar yang dipersyaratkan. Apa zat yang harus ditambahkan pada formula tersebut?
Talcum
Sodium starch glycolate
Calcium phosphate
Lactose
HPMC
Tablet X diproduksi secara dry compression. Pada tahap pencetakan, banyak massa yang menempel di punch dan dies. Mengapa hal tersebut terjadi?
Kurang glidan
Kurang antiadherent
Kurang gaya kompresi
Kurang durasi kompresi
Kurang pengikat
Seorang apoteker di bagian R&D industri farmasi sedang mengembangkan tablet ketokonazol. Formula: Ketokonazol 200 mg; Polisorbat 80 5%; PVP K-30 3%; Acdisol 3%; Avicel PH 102 58%; Talk 1%; Mg stearat 2%; Bobot tablet 300 mg. Apakah fungsi dari Acdisol dalam formula tersebut?
Pengisi
Pengikat
Penghancur
Lubrikan
Glidan
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang menguji granul formula tablet amoksisilin 500 mg dan diperoleh sudut diam granul sebesar 50 derajat. Untuk memperbaiki kondisi tersebut perlu dievaluasi terhadap bahan tambahan yang digunakan. Apakah bahan tambahan yang harus dievaluasi untuk memperbaiki karakteristik fisik granul tersebut?
Binders
Diluent
Disintegrant
Filler
Glidant
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke IGD setelah menelan 20 tablet parasetamol 4 jam sebelumnya dengan tujuan bunuh diri. Pasien mengeluh mual dan muntah ringan, laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT/SGOT yang signifikan. Dokter memutuskan memberikan N-asetilsistein (NAC). Bagaimanakah mekanisme kerja antidotum ini dalam mencegah kerusakan hati?
Meningkatkan ekskresi parasetamol melalui urin
Memperbaiki regenerasi sel hepatosit yang nekrosis
Menghambat enzim sitokrom P450
Mengikat metabolit toksik NAPQI secara langsung di dalam darah
Bertindak sebagai prekursor glutation untuk menetralkan NAPQI
Seorang laki-laki ditemukan tidak sadar di sebuah gawang dengan jarum suntik di dekatnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil pinpoint (miosis), depresi pernapasan, dan bunyi napas mengorok. Dokter segera memberikan Nalokson IV. Apakah mekanisme kerja obat ini?
Inhibitor enzim asetilkolinesterase
Agonis parsial pada reseptor opioid mu (μ)
Antagonis reseptor GABA-A
Antagonis kompetitif murni pada reseptor opioid
Meningkatkan pelepasan norepinefrin sentral
Seorang petani dibawa ke rumah sakit dengan gejala muntah, diare, air liur berlebihan, mata berair, dan otot berkedut (fasikulasi) setelah menyemprot pestisida tanpa pelindung. Diagnosis dokter adalah keracunan organofosfat. Dokter memberikan Atropin. Apakah target reseptor yang dihambat oleh obat tersebut pada kasus ini?
Reseptor adrenergik alpha
Reseptor muskarinik asetilkolin
Reseptor nikotinik
Reseptor dopamin D2
Reseptor NMDA
Seorang anak balita tidak sengaja menelan banyak tablet suplemen penambah darah yang dimiliki ibunya. Ia mengalami muntah darah dan asidosis metabolik. Dokter memberikan Deferoksamin. Bagaimanakah mekanisme kerja antidotum ini mengurangi toksisitas besi?
Meningkatkan pH lambung untuk mencegah absorpsi
Mengendapkan besi di dalam usus halus
Mempercepat metabolisme besi di hati
Membentuk kompleks kelat yang larut air untuk diekskresi ginjal
Menghambat reseptor transferin pada sel
Pasien dengan riwayat depresi ditemukan mengantuk berat di kamar, di sampingnya terdapat botol diazepam yang kosong. Tanda vital stabil, namun pasien sulit dibangunkan. Jika diputuskan memberi Flumazenil, apa mekanisme kerjanya?
Antagonis kompetitif pada reseptor GABA-A
Mengikat benzodiazepin bebas di plasma darah
Meningkatkan metabolisme benzodiazepin di hati
Memblokir kanal kalsium di neuron
Menstimulasi reseptor glutamat untuk meningkatkan kesadaran
Seorang korban kebakaran gedung dibawa dengan sesak napas, hipotensi, dan laktat darah yang sangat tinggi, dicurigai keracunan sianida akibat asap. Dokter memberikan Hidroksokobalamin. Apakah produk akhir yang terbentuk dari reaksi antidotum ini dengan sianida?
Sianomethemoglobin
Sianokobalamin
Asam folat
Tiosianat
Methemoglobin
Pasien gagal jantung yang rutin mengonsumsi digoksin datang dengan keluhan pandangan kuning (xantopsia), mual, dan EKG menunjukkan blok jantung. Kadar kalium serum tinggi. Dokter memberikan Digoxin Immune Fab. Bagaimana cara kerjanya?
Mengikat molekul digoksin bebas di intravaskular
Menurunkan kadar kalsium intraseluler
Berkopetisi dengan digoksin pada pompa Na-K ATPase
Mengaktifkan kembali pompa Na-K ATPase
Mengaktifkan kembali pompa Na-K ATPase
Seorang laki-laki dewasa dibawa ke rumah sakit karena diduga keracunan alkohol oplosan (mengandung metanol). Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat. Fomepizole diberikan. Apakah enzim yang dihambat oleh antidotum tersebut?
Aldehid dehidrogenase
Alkohol dehidrogenase
Monoamine oksidase
Glukuronil transferase
Sitokrom P450
Seorang pasien overdosis obat antihipertensi golongan beta-blocker (Atenolol) datang dengan bradikardia berat dan hipotensi yang tidak membaik dengan atropin dan cairan. Dokter memberikan Glukagon. Bagaimana mekanisme antidotum tersebut dalam meningkatkan denyut jantung?
Memblokir reseptor muskarinik parasimpat
Meningkatkan cAMP miokardium secara independen dari reseptor beta
Vasokonstriksi pembuluh darah perifer
Meningkatkan pelepasan kalsium dari retikulum sarkoplasma
Mengaktifkan reseptor beta-1 adrenergik
Pasien tuberkulosis yang sedang dalam terapi Isoniazid (INH) dibawa ke IGD karena kejang berulang yang sulit dihentikan dengan diazepam. Dokter mendiagnosis defisiensi vitamin akut akibat INH dan memberikan Piridoksin (vitamin B6). Mengapa piridoksin dapat menghentikan kejang ini?
Mempercepat eliminasi isoniazid dari tubuh
Meningkatkan sintesis neurotransmiter inhibisi GABA
Menghambat reseptor eksitatori NMDA
Seorang perempuan 22 tahun dibawa ke IGD setelah menelan 20 tablet parasetamol 500 mg sekitar 8 jam yang lalu. Pasien mengeluh mual dan nyeri perut kanan atas. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT dan SGOT yang signifikan. Manakah antidotum yang paling tepat untuk diberikan?
Deferoksamin
Atropin
Flumazenil
Nalokson
N-Asetilsistein
Seorang laki-laki, 23 tahun ditemukan tidak sadar dengan napas sangat lambat (6 kali/menit) dan pupil miosis (pinpoint). Di sekitarnya ditemukan jarum suntik bekas. Manakah antidotum yang harus segera diberikan untuk memulihkan pernapasan pasien?
Nalokson
Dantrolen
Flumazenil
Protamin Sulfat
Fisostigmin
Seorang petani dibawa ke rumah sakit dengan keluhan muntah, diare, air liur berlebihan, dan sesak napas setelah menyemprot hama. Pemeriksaan fisik menunjukkan lakrimasi dan bradikardia. Diagnosis dokter adalah keracunan organofosfat. Apakah obat yang tepat untuk mengatasi gejala muskarinik (sekresi berlebih) ini?
Suksinilkolin
Natrium Tiosulfat
Pralidoksim
Piridoksin
Atropin
Seorang pasien dengan riwayat depresi mengalami kejang tonik-klonik berulang. Keluarga menemukan botol obat Isoniazid (INH) yang kosong. Obat antikejang biasa tidak efektif. Apa antidotum spesifik yang harus diberikan untuk menghentikan kejang ini?
Diazepam
Asam Folat
Fenitoin
Tiamin (Vitamin B1)
Piridoksin (Vitamin B6)
Pasien datang dengan keluhan pandangan kabur seperti melihat badai salju setelah meminum alkohol oplosan. Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat. Dokter mencurigai keracunan metanol. Apakah antidotum untuk kondisi pasien tersebut?
Disulfiram
Flumazenil
Natrium Bikarbonat
Fomepizole
Nalokson
Seorang pasien overdosis obat beta-blocker (Atenolol) mengalami bradikardia dan hipotensi yang tidak merespons atropin maupun cairan infus. Dokter memutuskan memberikan glukagon. Apakah alasan pemilihan antidotum ini?
Glukagon meningkatkan glukosa darah untuk menghasilkan energi
Glukagon menurunkan kadar kalium darah
Glukagon memblokir reseptor asetilkolin
Glukagon meningkatkan cAMP jantung lewat jalur non-adrenergik
Glukagon mengikat obat beta-blocker di plasma darah
Seorang pasien yang rutin menggunakan Warfarin mengalami mimisan yang tidak berhenti dan hematuria. INR pasien terukur 8,5. Dokter ingin membalikkan efek antikoagulan tersebut. Antidotum spesifik apa yang diperlukan?
Aspirin
Asam Traneksamat
Idarucizumab
Vitamin K1 (Phytonadione)
Protamin Sulfat
Seorang anak berusia 4 tahun dibawa ke klinik dengan keluhan nyeri perut, sembelit, dan tampak pucat. Riwayat menunjukkan anak sering memakan lapisan cat tembok yang mengelupas di rumah tua neneknya. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan adanya 'basophilic stippling' pada eritrosit. Dokter mendiagnosis keracunan timbal (plumbism). Manakah agen pengkelat (chelating agent) yang paling tepat untuk kondisi ini?
Deferoksamin
Kalsium Disodium Edetat
Prussian Blue
N-Asetilsistein
Fomepizole
Seorang mekanik dibawa ke IGD setelah tidak sengaja menelan cairan radiator mobil (mengandung etilen glikol). Pasien tampak mabuk tetapi tidak berbau alkohol. Urinalisis menunjukkan adanya kristal kalsium oksalat berbentuk amplop. Antidotum manakah yang harus dipilih untuk kondisi pasien tersebut?
Vitamin K
Nalokson
Metilen Biru
Flumazenil
Fomepizole
Pasien wanita yang sedang menjalani prosedur sedot lemak (liposuction) tiba-tiba mengalami kejang tonik-klonik diikuti henti jantung (asistol). Dokter anestesi mencurigai toksisitas sistemik anestesi lokal akibat dosis lidokain yang tinggi. Selain resusitasi jantung paru, apa terapi antidotum spesifik yang harus segera diberikan?
Protamin Sulfat
Dantrolene
N-Asetilsistein
Kalsium Glukonat
Emulsi Lipid Intravena 20%
Seorang pasien lansia dengan diabetes tipe 2 tidak sengaja meminum obat glibenklamid dosis ganda. Pasien mengalami hipoglikemia berulang yang bandel meskipun sudah diberikan bolus dextrosa 40% dan infus glukosa kontinu. Dokter memutuskan memberikan antidotum tambahan. Apakah obat yang dimaksud?
Oktreotid
Adrenalin
Metformin
Insulin
Glukagon
Pasien fibrilasi atrium yang rutin mengonsumsi dabigatran mengalami kecelakaan lalu lintas dengan perdarahan intrakranial masif. Diperlukan pembalikan efek antikoagulan segera sebelum operasi darurat. Manakah antidotum spesifik untuk obat ini?
Vitamin K
Andexanet alfa
Idarucizumab
Protamin Sulfat
Asam Traneksamat
Seorang pasien kanker payudara menerima kemoterapi regimen yang mengandung siklofosfamid dosis tinggi. Apakah obat yang harus diberikan bersamaan untuk mencegah komplikasi sistitis hemoragik akibat metabolit akrolein?
Filgrastim
Leucovorin
Mesna
Amifostine
Dexrazoxane
Seorang laki-laki 26 tahun dibawa ke IGD dengan agitasi, demam tinggi, keringat berlebih, dan mioklonus spontan. Ia diketahui mengonsumsi antidepresan SSRI (fluoxetine) dan baru saja meminum obat batuk dextromethorphan dalam jumlah banyak. Dokter mendiagnosis sindrom serotonin. Jika sedasi dengan benzodiazepin gagal, obat apa yang dapat dipertimbangkan?
Siproheptadin
Flumazenil
Fisostigmin
Haloperidol
Bromokriptin
Pasien dengan epilepsi yang rutin minum asam valproat datang dengan penurunan kesadaran (letargi). Kadar amonia darah meningkat tajam (hiperammonemia), namun fungsi hati (SGPT/SGOT) relatif normal. Apakah antidotum yang dapat membantu menurunkan kadar amonia pada kasus ini?
Piridoksin
N-Asetilsistein
L-Karnitin
Tiamin
Asam Folat
Seorang pasien perempuan mengalami kulit kebiruan (sianosis) dan sesak napas setelah menggunakan krim anestesi kulit racikan dalam jumlah banyak sebelum perawatan laser wajah. Darah vena tampak berwarna biru cokelat. Dokter menegakkan diagnosis methemoglobinemia. Apa antidotum pilihan untuk kasus ini?
Metilen Biru
Natrium Tiosulfat
Piridoksin
Atropin
Hidrosokobalamin
Seorang pasien skizofrenia yang rutin minum haloperidol dibawa dengan kekakuan otot hebat 'seperti pipa timbal', demam tinggi >40°C, dan instabilitas otonom (tensi naik turun). Dokter mendiagnosis sindrom neuroleptik maligna (NMS). Selain penghentian obat dan pendinginan fisik, apakah obat relaksan otot pilihan untuk kasus ini?
Dantrolene
Diazepam
Baclofen
Benztropin
Suksinilkolin
Seorang perempuan 30 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran akibat percobaan bunuh diri. EKG menunjukkan sinus takikardia. Keluarga menemukan botol kosong amitriptyline (antidepresan trisiklik), diduga pasien mengalami kardiotoksisitas. Apakah terapi lini pertama untuk kasus ini?
Amiodaron
Natrium Bikarbonat
Kalsium Glukonat
Lidokain
Magnesium Sulfat
Pasien pasca operasi penggantian katup jantung yang mendapat infus heparin mengalami perdarahan masif dari luka operasi. Dokter meminta penghentian heparin dan pemberian antidotum segera. Apakah obat yang dimaksud?
Idarucizumab
Faktor VIIa Rekombinan
Asam Traneksamat
Vitamin K
Protamin Sulfat
Seorang pasien remaja mengeluh telinga berdenging (tinnitus), mual, dan napas cepat setelah menelan banyak tablet aspirin. Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik campuran. Selain rehidrasi, terapi apa yang diberikan untuk mempercepat eliminasi obat lewat urin?
N-Asetilsistein
Natrium Bikarbonat
Furosemid
Amonium Klorida
Arang Aktif Multi-dosis
Dalam prosedur anestesi, pasien diberikan pelumpuh otot rocuronium untuk intubasi. Operasi batal dan pasien harus segera dibangunkan dalam kondisi blokade otot yang masih dalam (deep block). Antidotum apa yang paling cepat dan efektif memulihkan efek dari prosedur anestesi tersebut?
Fentanyl
Nalokson
Sugammadex
Suksinilkolin
Sulfas Atropin
Seorang pasien lansia mengalami agitasi hebat, kulit merah dan kering, pupil dilatasi, dan retensi urin. Ia diketahui baru saja meminum obat flu yang mengandung antihistamin dan obat parkinson. Diagnosis dokter adalah sindrom antikolinergik. Apakah antidotum yang dapat dipertimbangkan untuk kasus ini?
Pralidoksim
Dantrolene
Fisostigmin
Haloperidol
Sulfas Atropin
Di ruang operasi, sesaat setelah induksi dengan gas sevoflurane, pasien mengalami kekakuan otot rahang, peningkatan CO2 mendadak, dan suhu tubuh naik drastis. Diagnosis hipertermia maligna. Apakah obat life-saving yang harus segera disiapkan oleh apoteker?
Suksinilkolin
Kalsium Klorida
Midazolam
Dantrolene
Propofol
Perawat melaporkan bahwa infus norepinefrin (vasopresor) mengalami ekstravasasi di lengan pasien, menyebabkan kulit pucat, dingin, dan berisiko nekrosis jaringan. Apakah antidotum lokal yang harus disuntikkan di area tersebut?
Diphenhydramine
Epinefrin
Fentolamin
Kortikosteroid
Lidokain
Pasien osteosarkoma menerima infus metotreksat dosis tinggi (>1000 mg/m2). Protokol terapi mengharuskan pemberian 'rescue therapy' untuk melindungi sel normal dari efek sitotoksik. Apakah obat yang dimaksud?
Ondansetron
Mesna
Leucovorin
Allopurinol
Neostigmin
Pasien anak usia 5 tahun menderita diare sudah 3 hari dengan tanda-tanda dehidrasi berat. Dokter akan memberikan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi. Apakah cairan yang bisa diberikan?
NaCl 0,9%
Ringer Asetat
Ringer Laktat
Dekstrosa 5%
HES
Pasien hamil dengan keluhan mual dan muntah di 2 bulan kehamilan. Terapi pertama yang sesuai dengan kondisi kehamilan ditetapkan. Apakah obat yang dimaksud?
Promethazine
Vitamin B6
Metoclopramide
Dimenhydrinate
Doxylamine
Pasien hamil 2 bulan telah mengonsumsi vitamin B6 tetapi masih mual. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberi terapi tambahan yang sesuai. Apakah obat yang dimaksud?
Promethazine
Ondansetron
Metoclopramide
Dimenhydrinate
Doxylamine
Pasien diare anak wajib diberikan suplemen tambahan mineral untuk mengurangi keberulangan diare; mineral yang biasa diberikan adalah zink. Berapa lama mineral itu diberikan?
1
3
5
Pasien diare anak (BB 11 kg) derajat dehidrasi sedang perlu diberikan tambahan oralit (mL). Berapakah volume oralit yang disarankan untuk kondisi pasien dalam satu hari?
200-400
400-700
700-900
900-1400
>1500
Anda akan memberikan informasi penyiapan cairan oralit dengan komposisi mineral dan glukosa sesuai standar WHO. Dalam satu bungkus oralit harus dilarutkan dalam cairan berapa volume (mL)?
100
200
300
400
500
Seorang wanita datang ke apotek untuk menanyakan saran obat untuk temannya yang berusia 27 tahun (BB 40 kg) dengan keluhan diare sejak semalam. Setelah digali informasi, wanita tersebut menyatakan bahwa pasien merasa haus dan ingin minum. Dosis oralit 50–100 mL/kgBB setiap 3–4 jam. Satu bungkus dilarutkan dalam 200 mL. Berapa bungkus oralit sachet yang diminum tiap 3–4 jam?
2 sachet
4 sachet
6 sachet
8 sachet
10 sachet
Seorang anak 9 tahun datang ke IGD rumah sakit mengeluhkan diare 6 kali dalam 24 jam. Diare tidak disertai darah. Ibu pasien menyatakan bahwa pasien lemah dan tidak nafsu makan, tanpa gejala demam. Dokter mendiagnosis pasien mengalami diare akut. Obat yang diresepkan dokter antara lain 2 tablet attapulgit setelah BAB, loperamid 3×2 mg, oralit 2 sachet tiap setelah BAB, siprofloksasin 2×500 mg, zink 1×50 mg selama 10 hari, dan parasetamol 2×200 mg. Obat manakah yang diberikan berlebihan?
Attapulgit
Loperamid
Oralit
Siprofloksasin
Zink
Seorang perempuan usia 30 tahun sedang hamil 10 minggu mengeluh tidak bisa BAB. Pasien mengonsumsi ferro sulfat sejak usia kehamilan 4 minggu. Apa yang Anda sarankan sebagai apoteker?
Attapulgite
Castor oil
Bisacodyl
Serbuk ispaghula
Sorbitol
Laki-laki usia 70 tahun datang ke apotek untuk mengatasi keluhan sulit buang air besar. Pasien sudah mengalami ini selama 3 hari. Apakah obat yang dapat disarankan?
Bisakodil
Parafin cair
Serbuk ispaghula
Laktulosa
Castor
Pasien dengan gastrotomy tube akan diberikan antiemetik yang tepat dengan respons pengosongan lambung. Apakah obat yang dimaksud?
Diphenhydramine
Metoklopramid
Ondansetron
Aprepitant
Antasid
Seorang pria mendapatkan terapi cisplatin injeksi. Tiga jam setelah pemberian obat pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat. Apakah obat yang dapat diberikan?
Deksametason
Deksametason dan ondansetron
Deksametason, ondansetron, dan aprepitant
Deksametason, aprepitant, dan lorazepam
Deksametason, aprepitant, dan omeprazol
Seorang pria mendapatkan terapi ifosfamide injeksi. Dua jam setelah pemberian obat pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat untuk hari pertama. Apakah obat yang dapat diberikan?
Deksametason
Deksametason dan ondansetron
Deksametason, ondansetron, dan aprepitant
Deksametason, aprepitant, dan lorazepam
Deksametason, aprepitant, dan omeprazol
Seorang pria mendapatkan terapi ifosfamide injeksi pada jam 09.00. Keesokan harinya pada jam 10.00 setelah pemberian obat, pasien mulai mengalami mual dan muntah. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan terapi yang tepat untuk hari itu. Apakah obat yang dapat diberikan?
Deksametason
Deksametason dan ondansetron
Deksametason, ondansetron, dan aprepitant
Deksametason, aprepitant, dan lorazepam
Deksametason, lorazepam, dan omeprazol
Jika profilaksis mual muntah tertunda pada risiko tinggi emetogenik terjadi pada hari:
Hari 2 dan 3
Hari 4
Seorang apoteker bertugas di pos kesehatan saat bencana banjir. Langkah paling tepat dalam pengelolaan obat tahap awal adalah:
Melakukan distribusi obat sesuai permintaan pasien
Melakukan perencanaan kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit
Melakukan pengadaan obat sebanyak mungkin
Menyimpan obat berdasarkan bentuk sediaan
Melakukan pencatatan penggunaan obat harian
Penyakit yang paling sering muncul pada korban banjir dan memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan obat adalah:
Diabetes melitus
Hipertensi
Diare dan infeksi saluran cerna
Tuberkulosis
Kanker
Obat berikut yang paling penting tersedia pada fase akut bencana banjir adalah:
Antidepresan
Antihiperlipidemia
Oralit dan antibiotik esensial
Hormon tiroid
Obat kemoterapi
Dalam kondisi banjir, penyimpanan obat yang paling tepat adalah:
Disimpan di tempat terbuka agar mudah dijangkau
Diletakkan langsung di lantai posko
Disimpan dalam wadah tertutup dan terlindung dari air
Dicampur antara obat oral dan injeksi
Disimpan tanpa memperhatikan suhu
Seorang pasien korban banjir mengalami luka terbuka dan berisiko infeksi. Obat yang paling sesuai direkomendasikan apoteker adalah:
Antasida
Analgetik opioid
Antibiotik topikal dan antiseptik
Antihistamin
Vitamin A dosis tinggi
Dalam pelayanan kefarmasian saat bencana, peran apoteker yang paling tepat adalah:
Hanya menyerahkan obat kepada pasien
Menentukan diagnosis penyakit
Memberikan informasi penggunaan obat yang rasional
Menggantikan peran dokter sepenuhnya
Mengelola logistik non-medis
Apoteker menemukan obat yang terendam air banjir. Tindakan yang paling tepat adalah:
Mengeringkan dan tetap menggunakan obat
Mengemas ulang obat tersebut
Memusnahkan obat sesuai prosedur
Menyimpan obat untuk kondisi darurat
Memberikan obat kepada pasien dewasa saja
Salah satu upaya apoteker untuk mencegah kesalahan penggunaan obat di posko banjir adalah:
Memberikan semua obat tanpa etiket
Mengurangi jumlah obat yang diberikan
Memberikan edukasi singkat dan jelas kepada pasien
Menyerahkan obat hanya kepada relawan
Menghindari komunikasi dengan pasien
Obat yang harus digunakan secara hati-hati pada kondisi dehidrasi akibat banjir adalah:
Parasetamol
Oralit
Antibiotik
NSAID
Vitamin C
Indikator keberhasilan pengelolaan obat oleh apoteker saat bencana banjir adalah:
Banyaknya obat yang didistribusikan
Tidak adanya sisa obat
Penggunaan obat yang tepat, aman, dan rasional
Semua pasien menerima antibiotik
Obat habis dalam waktu singkat
Seorang apoteker bertanggung jawab atas logistik obat di posko banjir dengan keterbatasan stok. Data menunjukkan peningkatan kasus diare, ISPA, dan luka infeksi. Strategi paling tepat untuk memastikan ketersediaan obat adalah:
Memprioritaskan pengadaan obat mahal agar tidak cepat habis
Melakukan perencanaan obat berbasis pola penyakit dan jumlah pengungsi
Menggunakan semua obat yang tersedia tanpa seleksi
Menunggu permintaan dari tenaga medis
Menyimpan obat sebagai cadangan tanpa distribusi
Dalam evaluasi penggunaan antibiotik di posko banjir, ditemukan sebagian besar pasien diare ringan menerima antibiotik. Tindakan apoteker yang paling tepat adalah:
Melanjutkan praktik tersebut untuk mencegah komplikasi
Menghentikan semua pemberian antibiotik
Memberikan rekomendasi penggunaan antibiotik sesuai indikasi dan pedoman
Mengganti semua antibiotik dengan vitamin
Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada relawan non-medis
Seorang pasien lansia korban banjir dengan riwayat hipertensi dan gagal ginjal ringan mengalami nyeri sendi dan dehidrasi. Obat yang paling perlu dievaluasi ulang oleh apoteker adalah:
Parasetamol
Oralit
Vitamin B kompleks
NSAID
Antasida
Apoteker menemukan vaksin dan insulin yang penyimpanannya tidak terkontrol suhunya selama banjir. Keputusan paling tepat adalah:
Tetap menggunakan obat karena masih dalam tanggal kedaluwarsa
Menguji obat secara visual saja
Mengisolasi, mencatat, dan tidak menggunakan sebelum ada konfirmasi mutu
Mencengkeram obat agar aman digunakan
Membagikan obat kepada pasien dengan kondisi ringan
Dalam kondisi darurat, terjadi tekanan dari relawan agar semua pasien mendapat antibiotik. Sikap profesional apoteker yang paling tepat adalah:
Mengikuti permintaan relawan
Menolak tanpa memberikan penjelasan
Memberikan edukasi berbasis evidence dan prinsip penggunaan obat rasional
Menghentikan pelayanan kefarmasian
Memberikan antibiotik dosis rendah
Apoteker mengevaluasi bahwa banyak pasien tidak patuh minum obat karena kondisi posko yang padat dan minim privasi. Intervensi paling efektif adalah:
Menambah jumlah obat yang diberikan
Mengurangi frekuensi pemberian obat bila memungkinkan
Memberikan instruksi tertulis panjang
Menyerahkan edukasi kepada pasien lain
Menghentikan edukasi obat
Dalam tahap pemulihan pasca banjir, apoteker diminta menyusun laporan evaluasi pengelolaan obat. Indikator paling relevan untuk menilai kualitas pelayanan adalah:
Jumlah total obat yang diterima
Persentase obat yang habis digunakan
Kesesuaian penggunaan obat dengan pedoman dan kejadian efek samping
Banyaknya jenis obat yang tersedia
Lama waktu penyimpanan obat
Seorang ibu membawa anak dengan diare ringan tanpa tanda dehidrasi berat. Stok oralit terbatas. Keputusan paling rasional adalah:
Memberikan antibiotik sebagai pengganti
Memberikan oralit dan edukasi pembuatan cairan rehidrasi rumah
Menolak pelayanan karena stok terbatas
Memberikan obat antidiare keras
Memberikan setengah dosis oralit
Apoteker menemukan banyak sumbangan obat tanpa etiket dan sebagian mendekati kedaluwarsa. Tindakan paling tepat adalah:
Mendistribusikan segera agar tidak terbuang
Menyortir, mengidentifikasi, dan menolak obat yang tidak memenuhi standar
Mengemas ulang semua obat
Memberikan obat hanya untuk dewasa
Menyimpan obat tanpa pencatatan
Dalam pengambilan keputusan etis saat bencana banjir, prinsip utama yang harus dipegang apoteker adalah:
Kecepatan pelayanan tanpa memperhatikan keamanan
Kepatuhan terhadap permintaan semua pihak
Keselamatan pasien dan penggunaan obat yang rasional
Penghabisan stok obat
Kepentingan institusi
Korban kebakaran sering mengalami gangguan pernapasan akibat inhalasi asap. Terapi farmakologis lini pertama yang paling tepat untuk bronkospasme akut adalah:
Antibiotik spektrum luas
Bronkodilator kerja cepat (SABA)
Kortikosteroid oral jangka panjang
Antihistamin generasi pertama
Mukolitik oral
Gas beracun yang paling sering menyebabkan kematian pada korban kebakaran adalah karbon monoksida (CO). Terapi farmakologis utama pada keracunan CO adalah:
Natrium tiosulfat
Oksigen normobarik atau hiperbarik
N-asetilsistein
Atropin
Diazepam
Pada korban kebakaran dengan luka bakar derajat II–III, antibiotik topikal yang paling umum digunakan untuk mencegah infeksi adalah:
Mupirosin
Gentamisin salep
Silver sulfadiazine
Asam fusidat
Bacitracin
Nyeri pada luka bakar berat umumnya ditangani dengan analgesik:
NSAID oral dosis rendah
Parasetamol tunggal
Opioid intravena
Antidepresan trisiklik
Antipsikotik tipikal
Kortikosteroid sistemik pada korban kebakaran tidak direkomendasikan secara rutin karena dapat menyebabkan:
Penurunan tekanan darah
Risiko infeksi dan penyembuhan luka terhambat
Bronkodilatasi berlebihan
Hipoglikemia
Dehidrasi berat
Antidot yang tepat untuk keracunan sianida akibat pembakaran bahan plastik adalah:
Flumazenil
Nalokson
Hidroksokobalamin
Vitamin K
Protamin sulfat
Dalam kondisi bencana kebakaran massal, prinsip manajemen obat yang paling penting bagi apoteker adalah:
Memberikan obat termahal yang tersedia
Mengutamakan obat oral dibanding injeksi
Menjamin ketersediaan obat esensial dan triase obat
Menunggu resep dokter secara lengkap
Mengutamakan obat bermerek
Mukolitik seperti asetilsistein pada korban inhalasi asap berfungsi untuk:
Menurunkan inflamasi sistemik
Mengencerkan sekret saluran napas
Menurunkan demam
Mengatasi nyeri dada
Menurunkan tekanan darah
Pemberian antibiotik sistemik pada korban luka bakar diindikasikan bila:
Semua pasien luka bakar
Luka bakar derajat I
Terdapat tanda infeksi sistemik
Pasien mengeluh nyeri
Luka masih tertutup perban
Peran apoteker dalam tim penanggulangan bencana kebakaran adalah, KECUALI:
Edukasi penggunaan obat
Monitoring efek samping obat
Manajemen logistik obat
Penegakan diagnosis medis
Penjaminan mutu dan stabilitas obat
Korban gempa bumi dengan cedera jaringan lunak dan nyeri sedang paling tepat diberikan analgesik awal berupa:
Morfin intravena
Parasetamol atau NSAID
Kortikosteroid sistemik
Benzodiazepin
Antibiotik profilaksis
Pada korban longsor dengan luka terbuka dan terpapar tanah, risiko utama yang harus diperhatikan apoteker adalah:
Reaksi alergi obat
Infeksi bakteri anaerob
Hipoglikemia
Hipertensi akut
Hipotermia
Antibiotik yang sesuai untuk profilaksis pada luka terbuka yang terkontaminasi tanah adalah:
Amoksisilin
Seftriakson
Metronidazol
Eritromisin
Kloramfenikol
Pada situasi bencana gempa, prinsip utama manajemen obat oleh apoteker adalah:
Mengutamakan obat paten
Menyimpan obat sesuai alfabet
Mengutamakan obat esensial dan sistem triase
Memberikan obat tanpa instruksi
Menunggu fasilitas lengkap
Korban tertimbun longsor berisiko mengalami crush syndrome. Terapi farmakologis yang penting diperhatikan adalah pemberian:
Diuretik loop dosis tinggi
Cairan intravena dan koreksi elektrolit
Kortikosteroid
Antibiotik topikal
Antiemetik
Apoteker dalam kondisi bencana perlu memperhatikan stabilitas obat. Obat yang paling sensitif terhadap suhu dan cahaya adalah:
Tablet parasetamol
Kapsul amoksisilin
Vaksin dan insulin
Salep albitotik
Sirup antasida
Pada korban gempa dengan luka terbuka yang belum mendapatkan imunisasi tetanus lengkap, tindakan yang tepat adalah pemberian:
Antibiotik spektrum luas
Analgesik opioid
Vaksin tetanus atau tetanus imunoglobulin
Kortikosteroid
Antihistamin
Peran apoteker dalam situasi kebakaran dan huru-hara demonstrasi adalah, KECUALI:
Edukasi penggunaan obat darurat
Monitoring efek samping obat
Pengelolaan logistik dan distribusi obat
Penegakan diagnosis medis
Menjaga stabilitas dan mutu obat
Obat yang perlu pengawasan ketat pada korban dengan dehidrasi dan risiko gangguan ginjal akibat bencana adalah:
Vitamin B kompleks
Oralit
NSAID
Parasetamol
Antasida
Pada kebocoran zat radioaktif seperti cesium-137, rute paparan yang paling sering menyebabkan kontaminasi internal adalah:
Kontak kulit
Inhalasi dan ingestsi
Kontak mata
Suntikan tidak sengaja
Kontaminasi luka tertutup
Langkah awal paling penting yang harus dilakukan apoteker dalam penanganan korban terpapar zat radioaktif adalah:
Memberikan antibiotik
Dekontaminasi dan pembatasan paparan
Pemberian antidot langsung
Pemeriksaan laboratorium lengkap
Pemberian analgesik
Obat yang dapat digunakan untuk mempercepat eliminasi cesium dari tubuh adalah:
Activated charcoal
Prussian blue (ferric hexacyanoferrate)
EDTA
N-asetilsistein
Natrium bikarbonat
Pada kebocoran bahan kimia berbahaya (misalnya gas toksik industri), apoteker TIDAK BOLEH:
Menggunakan APD lengkap
Melakukan dekontaminasi awal
Memberikan edukasi penggunaan obat
Masuk ke area terkontaminasi tanpa izin
Mengelola distribusi antidot
Efek kesehatan jangka panjang yang perlu dimonitor pada korban paparan radiasi adalah:
Hipertensi
Diabetes melitus
Gangguan hematopoietik dan kanker
Asma bronkial
Osteoartritis
Pada korban paparan zat radioaktif dengan mual dan muntah hebat, terapi suportif yang tepat adalah:
Antibiotik spektrum luas
Antiemetik dan cairan intravena
Kortikosteroid jangka panjang
Antipsikotik
Diuretik
Prinsip penyimpanan obat antidot radioaktif di fasilitas kesehatan adalah:
Disimpan bersama obat umum
Tidak perlu pencatatan khusus
Disimpan sesuai SOP bahan berbahaya dan mudah dilacak
Bebas suhu dan cahaya
Boleh disimpan di ruang terbuka
Peran apoteker dalam kejadian kebocoran zat berbahaya adalah, KECUALI:
Edukasi masyarakat terkait obat protektif
Manajemen stok antidot
Monitoring efek samping obat
Penentuan tingkat paparan radiasi
Menjaga keamanan distribusi obat
Penggunaan kalium iodida (KI) tidak dianjurkan pada:
Anak-anak
Dewasa muda
Ibu hamil tanpa indikasi jelas
Populasi umum dengan paparan iodin radioaktif
Korban paparan nuklir
Tujuan utama dekontaminasi kulit pada paparan zat radioaktif adalah:
Menghilangkan nyeri
Mengurangi absorpsi dan penyebaran zat
Menurunkan suhu tubuh
Mempercepat penyembuhan luka
Mengurangi kecemasan korban
Dalam kondisi kebocoran zat berbahaya massal, prinsip etika kefarmasian yang paling utama adalah:
Otonomi pasien
Kerahasiaan data
Keselamatan dan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat
Kepatuhan administratif
Kepuasan pasien
Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah obat yang dibutuhkan?
1.4
2.4
3.4
4.4
5.4
Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah basis yang dibutuhkan?
6.2
7.2
8.2
9.2
10.2
Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria. Diketahui bobot 6 suppositoria tanpa obat = 6 gram. Babat 6 suppositoria yang mengandung 30% obat = 7.5 gram. Berapakah bilangan pengganti sediaan tersebut?
1
2
3
4
5
Dalam formulasi suppositoria, apoteker harus menentukan jumlah obat yang dibutuhkan untuk memenuhi tiap suppositoria. Volume dari cetakan diketahui (dari penetapan volume pencairan suppositoria yang dibuat dari basis), yaitu volume dari bahan obat dikurangkan dari volume total cetakan akan memberikan volume basis yang diperlukan. Dalam hal ini perlu menghitung bilangan pengganti, yaitu bilangan yang menunjukkan berapa gram suatu basis pada suppositoria yang digantikan oleh sejumlah obat. Berapa gram kah jumlah obat yang dimaksud?
1
2
3
4
5
Seorang apoteker bidang RND akan membuat suppositoria dengan zat aktif sebanyak 300 mg. Untuk pembuatan 8 suppositoria yang masing-masing mengandung 300 mg obat dengan bilangan pengganti 3 digunakan cetakan dengan bobot suppositoria 1 gram tiap cetakan. Berapa gram jumlah basis yang digantikan oleh obat?
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
Seorang apoteker memproduksi sediaan emulsi krim. Salah satu bahan aktif berpotensi mudah teroksidasi. Apoteker berencana menambahkan antioksidan larut air. Zat manakah yang termasuk bahan tersebut?
BHT
Na alginat
Tokoferol
