NEW
Font size
WorksheetsUAS KEPERAWATAN PSIKIATRI RPL 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 17mins
Seorang remaja laki-laki usia 18 tahun, dirawat di RSJ dengan alasan marah-marah dan menolak minum obat. Hasil pengkajian didapatkan data bahwa klien tidak mau bicara karena dirinya mempunyai ilmu suci yang bisa menyembuhkan orang sakit, bicara inkoheren dan flight of idea. Keluarga mengatakan bahwa klien gagal ujian sekolah sejak tiga bulan yang lalu. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus?
Waham
Harga diri rendah
Resiko perilaku kekerasan
Regimen terapeutik inefektif
Kerusakan komunikasi verbal
Seorang remaja putri usia 19 tahun dirawat di RSJ karena sering marah-marah. Hasil pengkajian didapatkan bahwa pasien sering mengatakan “ibu saya mau meracuni saya karena dia tidak suka dengan saya, pokoknya saya tidak mau makan makanan yang diberikan oleh ibu”, afek labil, mondar-mandir dan sering gelisah. Apakah tujuan tindakan keperawatan pada kasus?
Pasien dapat meningkatkan harga diri
Pasien dapat merawat diri sendiri secara mandiri
Pasien dapat berorientasi pada realita secara bertahap
Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain secara bertahap
Pasien dapat menyalurkan rasa marahnya secara konstruktif
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, dirawat di RSJ karena mengurung diri dan lebih senang menyendiri. Hasil pengkajian kontak mata jarang, sering menunduk, dan lebih banyak diam saat diajak komunikasi. Perawat merencanakan terapi aktivitas kelompok pada pasien. Apakah jenis TAK yang TAK tepat pada kasus?
Sosialisasi
Orientasi realita
Stimulasi sensori
Stimulasi persepsi
Peningkatan harga diri
Disebuah ruangan terlihat seorang pasien yang berkali-kali mengatakan “Saya adalah Tuhan yang bisa menguasai dan mengendalikan semua makhluk”. Apakah jenis waham yang dialami oleh pasien?
Kebesaran
Somatik
Agama
Curiga
Nihilistik
Disebuah ruangan terlihat seorang pasien yang berkali-kali mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang berada di alam surga bersama dengan ahli syurga. Apakah jenis waham yang dialami oleh pasien?
Kebesaran
Somatik
Agama
Curiga
Nihilistik
Berdasarkan hasil pengkajian terlihat seorang pasien waham sedang mencoba berfikir rasional untuk menutupi kebohongan atau hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang selalu dikatakan dan diyakini nya. Apakah fase waham yang dialami pasien dalam kasus?
Lack of human need
Lack of self esteem
Control internal-eksternal
Comforting
Improving
Didalam sebuah ruang perawatan RSJ terlihat seorang pasien dengan waham yang selalu bersemangat meyakinkan lawan bicara nya terkait waham yang diyakini nya karena merasa benar dengan keyakinan nya. Apakah fase waham yang dialami oleh pasien?
Lack of human need
Lack of self esteem
Control internal-eksternal
Comforting
Improving
Seorang perempuan dirawat di RSJ sejak 2 hari yang lalu, terlihat wajah ketakutan pada pasien dan ketika didekati oleh perawat klien selalu mengatakan bahwa dirinya sedang diancam akan dibunuh oleh pasien yang dirawat satu ruangan dengan dirinya. Pernyataan ini selalu dikatakan oleh pasien setiap bertemu dengan perawat. Apa tindakan perawat yang tepat pada kasus?
Saya percaya dengan anda, akan tetapi saat ini anda di ruangan yang aman
Itu hanya pikiran jelek anda, jadi harus dihilangkan
Coba ambil nafas panjang kemudian hembuskan
Udah tenang aja, disini orangnya baik-baik
Dibawa tidur saja ya biar pikiran itu hilang
Seorang perempuan (20 tahun) sudah 4 minggu dirawat di RSJ dengan keluhan sering menyendiri, kontak mata kurang dan sering tertawa sendiri. Berdasarkan pengkajian: kondisi klien saat ini sudah kooperatif, orientasi realita klien baik, mau diajak berkomunikasi dengan perawat walaupun singkat, akan tetapi klien belum mau berkomunikasi dengan orang lain. Berdasarkan kasus ini, apakah jenis terapi aktivitas kelompok yang cocok untuk pasien?
TAK Stimulasi persepsi
TAK Sosialisasi
TAK Stimulasi sensori
TAK Orientasi realita
TAK Persepsi sensori
Seorang laki-laki (37 tahun) sudah 2 minggu dirawat di RSJ dengan keluhan sering marahmarah tanpa sebab, mendominasi pembicaraan yang kasar dan mondar-mandir kesana kemari. Kondisi klien saat ini sudah mulai kooperatif, mau diajak berkomunikasi walaupun singkat, klien sudah bisa bergaul dengan klien lainnya. Berdasarkan kasus ini, apakah jenis terapi aktifitas kelompok yang tepat untuk pasien?
TAK Sosialisasi
TAK Persepsi sensori
TAK Orientasi realita
TAK Stimulasi persepsi
TAK Stimulasi sensori
Seorang laki-laki dibawa ke RSJ oleh keluarga karena meresahkan warga sekitar dikarenakan dirinya selalu mengatakan bahwa dirinya seorang presiden yang berkuasa atas negara ini dan memaksa setiap orang yang lewat untuk menghormati dirinya. Keluarga mengatakan kejadian ini terjadi sejak satu minggu yang lalu sejak klien pulang dari merantau, sudah dibawa berobat kampung tapi tidak ada perubahan. Berdasarkan kasus ini, apakah jenis terapi aktivitas kelompok yang tepat untuk pasien?
TAK Sosialisasi
TAK Persepsi sensori
TAK Orientasi realita
TAK Stimulasi persepsi
TAK Stimulasi sensori
Perawat melakukan pelaksanaan terapi aktivitas kelompok dengan fase kerjanya meminta setiap peserta memperkenalkan identitas dirinya dan saling berkenalan antar peserta lainnya dan peserta melakukannya. Apakah tahapan berikutnya pada TAK tersebut?
Melakukan kontrak yang akan datang
Memberikan berikan reward dan reinforcement
Menjelaskan kontrak waktu, tempat dan topik TAK
Meminta peserta untuk mengulang berkenalan saat diruangan
Membuatkan jadwal kegiatan harian untuk aktivitas berkenalan
Seorang perempuan, usia 30 tahun, dirawat di RSJ saat ini sudah seminggu diruang tenang. Hasil pengkajian kontak mata jarang dan komunikasi belum efektif. Perawat mengimplementasikan TAK sosialisasi sesi pertama. Apakah aktivitas tahapan yang tepat pada kasus tersebut?
Menyebutkan jati diri
Mengenali jati diri anggota kelompok
Bercakap-cakap dengan anggota kelompok
Menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
Menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang lain
Tim terapis RSJ merencanakan kegiatan TAK pada pasien halusinasi pendengaran. Apakah peran terapis yang menilai capaian kemajuan dari tugas-tugas didalam kegiatan TAK setiap peserta?
Co leader
Fasilitator
Observer
Operator
Leader
Tim terapis RSJ memberikan terapi aktivitas kelompok dengan meminta pasien menggambarkan dengan media yang tersedia tentang hal-hal yang menyenangkan atau yang menjadi harapan pada dirinya selanjutnya. Apa jenis TAK yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Sosialisasi
Orientasi realita
Stimulasi sensori
Stimulasi persepsi
Peningkatan harga diri
Seorang perempuan usia 33 tahun terlihat tertawa sendiri di pojok ruangan, pasien juga terlihat sedang berbicara sendiri. Setelah dikaji, pasien mengatakan bahwa baru saja melihat bayangan suami nya yang sedang mengajak nya ngobrol. Pasien merasa sangat senang, karena rasa rindu dengan suami nya terobati. Info dari keluarga, suami pasien telah meninggal sejak satu bulan yang lalu dan sejak kejadian itu pasien lebih banyak mengurung diri dikamar. Apa komunikasi yang tepat disampaikan pada pasien?
Saya percaya apa yang anda lihat, tapi saya tidak melihatnya
Masa sih anda melihatnya disini, saya tidak melihat apa-apa
Hayoo coba jujur dengan saya apa yang dilihat
Anda bohong ya, mana ada apa-apa disana
Kita hanya berdua saja lhoo diruangan ini
Seorang laki-laki usia 30 tahun dibawa oleh keluarga ke Rumah Sakit Jiwa, keluarga mengatakan jika pasien sering merasakan kesakitan seperti kesetrum tegangan listrik dari lantai rumah sedangkan menurut keluarga lantai dirumah nya dalam keadaan baik-baik saja. Apakah jenis halusinasi yang dialami oleh pasien?
Peraba
Penghidu
Penglihatan
Pencepaan
Pendengaran
Seorang laki-laki terlihat menggaruk-garuk badan dan kepala, wajah tampak tidak segar, badan berbau, gigi kotor, kuku tampak kotor dan panjang, badan berdaki. Setelah dilakukan pengkajian, kondisi ini sudah terjadi berbulan-bulan. Apakah tindakan keperawatan tepat pada kasus?
Melatih berkenalan
Latih Orientasi realita
Melatih cara menghardik
Mengajarkan kebersihan diri
Melatih teknik relaksasi nafas dalam
Seorang perempuan usia 38 tahun, diantar oleh keluarga nya kemarin ke RSJ. Hasil pengkajian didapatkan data bahwa pasien sulit tidur, berbicara sendiri dan tertawa sendiri, belum mau diajak bicara. Perawat merencanakan melakukan pengkajian lanjutan, akan tetapi pasien menolak. Apakah sikap perawat yang tepat selanjutnya?
Meminta bantuan perawat lain untuk kontrak
Menghargai keputusan pasien untuk menolak
Memberikan kesempatan pasien untuk menyendiri
Menempatkan pasien diruang khusus selama interaksi
Melakukan strategi komunikasi terapeutik secara bertahap
Disebuah ruangan terlihat seorang perawat sedang berinteraksi dengan pasien, hasil pengkajian didapatkan data bahwa pasien sering melihat bayangan yang mengganggu nya dimalaman hari saat suasana sepi dan pasien hanya sendiri. Ketika bayangan itu datang, pasien hanya bisa terdiam ketakutan dan menutup mata nya dengan bantal. Apa tindakan yang tepat diberikan pada pasien?
Berpesan pada pasien untuk lapor ke perawat ketika bayangan datang
Melatih pasien untuk bersikap tidak peduli dengan tetap nutup bantal
Menjelaskan proses terjadinya masalah yang dialami pasien
Menganjurkan pasien untuk ngobrol dengan teman nya
Mengajarkan pasien cara menghardik
Seorang perawat RSJ melakukan komunikasi terapeutik dengan pendekatan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SPTK) untuk pertama kalinya pada seorang pasien untuk mengkaji dan kemudian menegakan masalah keperawatan. Bagaimana SPTK yang tepat tahap orientasi pada pasien?
‘Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya Amor, Saya akan merawat ibu di RS ini, nama ibu siapa?’
‘Apa keluhan ibu? Ada apa sampai datang kemari?’
‘Baiklah, sekarang kita akan berbicara tentang kapan suara-suara itu muncul’
‘Bagaimana sekarang perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang selama 30 menit?’
‘Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di taman?’
Seorang perawat sedang berbincang-bincang dengan pasien yang mengalami halusinasi, perawat tersebut mengatakan “coba ibu ceritakan suara-suara yang ibu sering dengar! Apakah ibu sering mengenali suara tersebut?”. Apakah fase komunikasi terapeutik yang menjadi strategi komunikasi dari perawat tersebut?
Kerja
Evaluasi
Orientasi
Terminasi
Pra Interaksi
Seorang laki-laki berusia 45 tahun diantar oleh keluarga ke RSJ dengan keluhan sering mendengar suara-suara yang mengancam, sering berbicara sendiri dan marah-marah tanpa sebab. Pasien mengatakan kalau dirinya mendengar suara-suara yang menyuruh nya untuk keliling lapangan tanpa menggunakan pakaian. Perawat telah mengajarkan pasien untuk melakukan aktivitas secara terjadwal. Apakah tujuan utama tindakan keperawatan tersebut?
Melatih pasien mengontrol halusinasi
Membantu pasien mengenal halusinasi
Melatih pasien adaptif dengan halusinasi
Melatih pasien untuk tenang tanpa gangguan
Melatih pasien untuk terhindar dari suara-suara aneh
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa oleh keluarga ke RSJ karena ketergantungan alkohol. Saat ini pasien menolak untuk dirawat di RSJ karena merasa dirinya sehat dan tidak sakit jiwa. Pasien mengeluh badan nya terasa sakit jika sehari saja tidak minum alkohol, tidak punya teman dekat, dirumah tinggal berdua saja dengan Ibu nya yang sudah tua. BB=70kg, dan TB=150cm. Apakah intervensi yang tepat diberikan untuk penolakan pasien pada kasus?
Pertahankan status puasa
Pantau kenaikan berat badan
Sediakan dukungan kelompok
Sediakan stimulasi dalam lingkungan
Sediakan orientasi realita yang sesuai
Seorang perempuan berusia 18 tahun dibawa ke RSJ karena di rumah sering menangis, tidak mau diajak bicara dan tidak mau makan. Saat pengkajian, didapatkan data pasien mengatakan sering melihat ibu nya yang sudah meninggal, bercengkrama dengan nya dan dia merasa sangat senang bisa bercerita dengan ibu nya lagi. Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat saat home visit?
Melatih kegiatan sehari-hari
Mengajarkan cara berkenalan
Melatih cara makan yang baik
Melatih minum obat prinsip 8 benar
Melatih mengenal masalah dan menghardik
Seorang pasien menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungan, enggan berbicara dengan staf maupun keluarga, dan sering menghabiskan waktu sendirian di kamar. Sebagai perawat, langkah pertama yang paling tepat adalah....
Membiarkan pasien hingga ia merasa nyaman untuk berinteraksi
Menegur pasien karena tidak mau berkomunikasi dengan orang lain
Membangun hubungan saling percaya melalui pendekatan yang empatik
Meminta keluarga untuk memaksa pasien berbicara dengan orang lain
Memberikan tugas kelompok kepada pasien untuk meningkatkan interaksi
Seorang remaja yang dirawat mengaku merasa tidak memiliki teman dan merasa tidak diinginkan oleh keluarganya. Langkah utama yang dapat dilakukan perawat untuk mendukung pasien ini adalah....
Meminta keluarga segera menemani pasien setiap saat
Memberikan saran kepada pasien untuk mencari teman baru
Mengalihkan perhatian pasien dengan berbagai aktivitas fisik
Memberikan dukungan emosional dan mendengarkan keluhannya tanpa menghakimi
Memberikan pasien terapi farmakologis untuk mengurangi kecemasan
Seorang pasien lanjut usia sering menolak berinteraksi dalam kegiatan kelompok di fasilitas kesehatan. Sebagai perawat, intervensi yang sesuai adalah.....
Memaksakan pasien untuk bergabung dalam kegiatan kelompok
Memberikan waktu kepada pasien untuk menyesuaikan diri dan mendekatinya secara perlahan
Mengabaikan perilaku pasien karena hal tersebut adalah pilihannya
Memberikan konseling secara paksa untuk mengubah perilaku pasien
Mengisolasi pasien hingga ia siap berinteraksi kembali
Pasien yang didiagnosis dengan isolasi sosial menyatakan bahwa ia tidak memiliki alasan untuk berbicara dengan siapa pun. Peran utama perawat dalam situasi ini adalah.....
Meningkatkan rasa percaya diri pasien dengan memberikan pujian atas interaksi kecil
Memaksa pasien berbicara dengan orang lain
Memberikan informasi bahwa pasien harus berubah demi kesehatan mentalnya
Membiarkan pasien berbicara hanya ketika ia siap
Mengarahkan pasien untuk fokus pada tugas individu, bukan interaksi sosial
Dalam merencanakan intervensi keperawatan untuk pasien dengan isolasi sosial, hal yang paling penting adalah....
Mengatur kegiatan sosial secara perlahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien
Menghindari pasien dari kegiatan kelompok agar tidak merasa tertekan
Memberikan ceramah tentang pentingnya bersosialisasi
Menempatkan pasien di ruangan dengan pasien lain tanpa persetujuan
Memberikan perawatan tanpa melibatkan pasien dalam percakapan
Seorang lansia berusia 65 tahun sudah 7 tahun tinggal di panti jompo. Hasil pengkajian: pasien tampak sering menyendiri tidak mau bergabung dengan temannya yang ada di panti tersebut, sering menangis sendiri, dan saat diajak bicara tidak mau menatap lawan bicaranya. Pasien mengatakan ia merasa keluarganya sudah tidak peduli dengannya dan ia merasa dirinya sudah tidak berguna lagi. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Depresi
Berduka
Isolasi sosial
Harga diri rendah kronis
Ketidakberdayaan
Seorang perempuan berusia 20 tahun dibawa ke RSJ karena sudah 1 bulan mengurung diri dalam kamar. Hasil pengkajian: pasien mengatakan malu keluar rumah karena tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri, pasien merasa dirinya sangat bodoh dan malu dengan teman-temannya yang saat ini sudah masuk kuliah. Pada interaksi pertama, perawat telah membina hubungan saling percaya dan pasien juga sudah tahu penyebab dirinya menghindar dari orang lain. Tindakan apa selanjutnya yang tepat dilakukan oleh perawat kepada pasien?
Melatih bercakap-cakap dengan teman lain
Menilai kemampuan yang dapat digunakan
Merencanakan kegiatan yang akan dilakukan
Melatih kegiatan yang telah dipilih sesuai kemampuan
Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang pasien miliki
Seorang pasien laki-laki (30 tahun) masuk RSJ sejak 3 hari yang lalu. Keluarga mengatakan bahwa pasien hanya mengurung diri di kamar sejak 2 bulan yang lalu. Sebelum dibawa ke RSJ, pasien hampir melukai tubuhnya sendiri menggunakan gunting. Setelah kejadian itu pasien selalu mengatakan ingin mengakhiri hidupnya. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat?
Depresi
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Risiko bunuh diri
Ketidakberdayaan
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di RSJ. Pasien mondar-mandir selama 30 menit sambil memandangi orang lain tanpa berkedip, mengepalkan tangan dan mulut komat kamit. Tiba-tiba ia menarik rambut dan memukul wajah pasien lain yang sedang melintas di depannya. Perawat segera bertindak dengan melakukan pengikatan (restrain) dan mengurungnya di ruang isolasi. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat?
Bantu pasien melupakan marahnya
Observasi tingkat kemarahan pasien
Ajarkan pasien cara-cara mengontrol marah
Kaji kesiapan pasien untuk melepaskan ikatan
Bujuk pasien dan ajak untuk mendiskusikan kemarahannya
Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dirawat di RSJ karena di rumah ia sering marah-marah dan mengamuk. Saat ini pasien sudah perawatan hari kesepuluh dan keluarganya sudah tahu cara merawatnya. Menurut keluarga bahwa pasien sudah mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mengontrol perilaku kekerasannya. Apakah indikator keberhasilan asuhan keperawatan yang dilakukan keluarga?
Keluarga mampu menangani masalah marah
Keluarga mampu menangani perilaku kekerasan
Keluarga mampu menangani masalah koping tidak efektif
Keluarga mampu menangani masalah keperawatan mental
Keluarga mampu mengerti masalah riwayat penyebab, tanda dan gejala
Seorang perempuan usia 27 tahun masuk RSJ diantar oleh keluarganya karena menyendiri di dalam kamar sejak 2 minggu yang lalu. Ketika perawat melakukan wawancara didapatkan data bahwa pasien menjawab dengan nada monoton, ekspresi wajah tidak berubah. Manakah masalah afek yang dialami oleh pasien?
Labil
Datar
Tumpul
Terbatas
Tidak sesuai
Seorang wanita di rawat di IGD RSKJ Soeprapto Bengkulu dikarenakan mencoba memotong nadinya dengan gagang pisau dikarenakan pasien putus dari pacarnya 4 minggu yang lalu. Keluarga mengatakan bahwa pasien sering mengungkapkan bahwa hidupnya tidak berarti lagi karena masa depannya telah hancur dan lebih baik mati saja. Apakah tahap bunuh diri yang terjadi pada pasien di atas?
Bunuh diri
Risiko bunuh diri
Isyarat bunuh diri
Ancaman bunuh diri
Percobaan bunuh diri
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di RSKJ sedang mengamuk, ingin memukul teman-teman sekamarnya sampai tidak bisa terkontrol, ekspresi wajah tegang, mata merah dan melotot. Apa intervensi yang tepat untuk kasus di atas?
Restrain
Psikofarmaka
Terapi Suportif
Terapi Lingkungan
Terapi Aktivitas Kelompok
Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat di rumah sakit jiwa sejak 6 hari yang lalu karena marah-marah dan hampir melukai temannya dengan benda tajam. Dari hasil pengkajian: klien tampak mondar-mandir di ruangan, mata melotot, dan bicara dengan ketus. Perawat sudah mengajak klien berinteraksi dan membina hubungan saling percaya. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan selanjutnya?
Mengajarkan cara minum obat secara teratur
Mengajarkan mengontrol marah dengan spiritual
Mengajarkan cara mengontrol marah dengan verbal
Mengajarkan cara mengontrol marah dengan pukul bantal dan kasur
Mengidentifikasi penyebab, tanda, perilaku kekerasaan yang dilakukan dan akibat perilaku kekerasaan
Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat di RSJ sejak 2 hari yang lalu karena sering keluyuran tanpa menggunakan pakaian. Berdasarkan informasi dari keluarga, pasien pernah menjalani operasi di bagian kepala 2 tahun yang lalu, sedangkan dalam 4 bulan terakhir pasien dicerai oleh istrinya dan hak asuh anaknya tidak diberikan kepada pasien tersebut. Klien mengatakan bahwa ia seperti ini sejak diejek oleh tetangganya 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Apakah faktor predisposisi pada pasien?
Operasi kepala
Cerai dengan istri
Keluyuran dijalanan
Diejek oleh tetangga
Tidak mendapatkan hak asuh anaknya
Seorang perempuan berusia 27 tahun dibawa ke IGD rumah sakit jiwa dengan keadaan mengamuk dan berteriak. Keluarga mengatakan 2 tahun yang lalu usaha klien gagal dan dua bulan yang lalu orang tua klien sakit dan meninggal dunia, setelah itu klien dirawat oleh keluarganya dan tidak mendapat perhatian. Apakah faktor presipitasi pada pasien?
Mengamuk
Dirawat keluarga
Kurang perhatian
Ayah meninggal dunia
Gagal menjadi pengusaha
Seorang laki-laki (Tn.B) usia 19 tahun selalu mendapatkan IPK 4,00 di setiap semester dan merupakan siswa tercerdas di universitasnya, namun anak tersebut tidak pernah mau bersosialisasi dengan teman-temannya, sehingga sering mendapatkan perilaku bullying akibat dari perlakuan teman-temannya tersebut. Tn.B menjadi antisosial dan tidak mau pergi kuliah, kemudian keluarga membawa Tn.B ke RSJ. Hasil pengkajian Tn.B tampak kesepian, menyendiri, menunduk, kontak mata sedikit kurang dan tidur dengan posisi menekuk lututnya hingga menyentuh badannya. Apakah intervensi keperawatan utama pada Tn.B?
Membina hubungan saling percaya
Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial
Membina melakukan interaksi secara bertahap
Membantu mengenal manfaat berhubungan dengan orang lain
Mengenal kerugian tidak bersahabat dengan orang disekitarnya
Seorang laki-laki berusia 17 tahun masuk ke rumah sakit jiwa sejak 4 hari yang lalu karena suka menyendiri di rumah dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. Klien tampak merasa malu, karena tidak lulus SMA, merasa dirinya tidak berguna dan membuat kecewa keluarga. Saat ini klien terlihat murung dan sedih. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat?
Halusinasi
Isolasi sosial
Harga diri rendah kronis
Risiko bunuh diri
Defisit perawatan diri
Seorang perempuan dibawa ke RSJ karena mengamuk setelah keluarga menemukan tali dan racun serangga di kamarnya. Pasien tampak murung dan lesu, tidak bergairah dan pandangan mata kosong. Keluarga mengatakan sejak di PHK, pasien selalu mengatakan dirinya tidak berguna, tidak bisa apa-apa dan lebih baik mati saja. Apakah fase bunuh diri yang terjadi pada pasien?
Bunuh diri
Risiko bunuh diri
Isyarat bunuh diri
Ancaman bunuh diri
Percobaan bunuh diri
Seorang laki-laki 28 tahun dengan riwayat skizofrenia paranoid dirawat di ruang rawat inap jiwa. Selama 2 minggu terakhir pasien tampak menarik diri, menolak ikut terapi aktivitas kelompok, sering menunduk, berbicara pelan, dan mengatakan, “Saya ini tidak berguna, selalu menyusahkan keluarga. Lebih baik saya tidak ada.” Pasien pernah mengalami kegagalan bekerja berulang dan sering diejek oleh lingkungan sekitar. Saat dilakukan pengkajian, pasien sulit menyebutkan kelebihan diri dan menunjukkan afek datar. Intervensi keperawatan prioritas yang paling tepat untuk fase awal masalah keperawatan tersebut adalah:
Mengonfrontasi pikiran negatif pasien dan langsung menggantinya dengan afirmasi positif
Membantu pasien mengidentifikasi kemampuan dan pengalaman keberhasilan kecil yang pernah dicapai
Memberikan edukasi keluarga agar tidak terlalu memanjakan pasien
Melatih pasien melakukan relaksasi napas dalam setiap kali muncul pikiran negatif
Mengajak pasien mengikuti terapi kelompok tanpa mempertimbangkan kesiapan emosional
Seorang pasien laki-laki 35 tahun dengan diagnosis gangguan skizoafektif menunjukkan peningkatan agitasi: berjalan mondar-mandir, suara meninggi, wajah tegang, tangan mengepal, dan berkata, “Kalau mereka masih bicara, saya bisa pukul siapa saja!” Riwayat menunjukkan pasien pernah menyerang perawat saat merasa dipermalukan. Lingkungan ruangan cukup ramai dan bising. Tindakan keperawatan paling tepat dan aman secara terapeutik pada fase eskalasi adalah:
Memberikan perintah tegas agar pasien segera kembali ke kamar
Mengajak pasien berdiskusi mengenai kesalahan perilakunya di depan pasien lain
Menurunkan stimulus lingkungan dan mendampingi pasien di area yang lebih tenang dengan komunikasi empatik
Langsung melakukan restrain fisik tanpa upaya de-eskalasi verbal
Membiarkan pasien meluapkan kemarahan agar emosi berkurang
Seorang perempuan 22 tahun dirawat dengan depresi berat. Ia mengatakan, “Saya lelah hidup, semua terasa sia-sia.” Pasien memiliki riwayat percobaan bunuh diri 1 tahun lalu dengan overdosis obat. Saat ini ia tampak tenang, menarik diri, dan sudah menulis surat kepada ibunya. Ketika ditanya, pasien berkata, “Tenang saja, saya tidak akan macam-macam... mungkin.” Berdasarkan data tersebut, tindakan keperawatan paling prioritas adalah:
Memberikan edukasi tentang cara mengatasi stres
Mengajarkan teknik distraksi ketika pikiran negatif muncul
Melakukan kontrak keamanan tanpa observasi ketat
Melakukan pengawasan ketat (one to one observation) dan asesmen ide bunuh diri secara langsung
Menunda intervensi sampai pasien secara eksplisit menyatakan ingin bunuh diri
Pasien remaja 17 tahun dengan riwayat perundungan berat mengatakan, “Saya bodoh, saya tidak berguna, tidak punya masa depan. Kalau saya mati, semua orang akan lebih bahagia.” Ia menolak makan, menarik diri, dan memotong pergelangan tangan dengan silet seminggu lalu. Diagnosis keperawatan prioritas utama yang paling tepat adalah:
Harga diri rendah situasional
Isolasi sosial
Risiko bunuh diri
Defisit perawatan diri
Gangguan proses pikir
Seorang klien skizofrenia paranoid berkata, “Saya ini tidak berguna, tidak ada yang bisa saya lakukan dengan benar. Saya hanya menjadi beban keluarga. Saya pasti gagal lagi, percuma mencoba.” Respons terapeutik perawat yang paling tepat adalah:
“Jangan berpikir seperti itu, kamu harus optimis.”
“Semua orang pernah gagal, itu biasa.”
“Apa yang membuat Anda yakin akan selalu gagal?”
“Cobalah melakukan kegiatan supaya tidak banyak berpikir.”
“Kalau begitu lebih baik Anda istirahat saja.”
Pada akhir perawatan, klien mampu menyebutkan tiga kelebihan diri, mengekspresikan marah secara verbal, dan mengatakan, “Jika pikiran bunuh diri muncul, saya akan bicara pada perawat.” Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah:
Tujuan hanya tercapai sebagian
Tujuan belum tercapai
Tujuan tercapai: harga diri meningkat, kontrol agresi adekuat, dan risiko bunuh diri menurun
Masalah utama masih risiko kekerasan
Klien masih membutuhkan isolasi
