wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bedah 2.2

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Tn. Jono, usia 29 tahun dibawa ke IGD setelah ditabrak mobil 30 menit SMRS. Pasien mengeluhkan nyeri pada tungkai kanannya. Pada primary survey didapatkan airway clear, nafas spontan, RR 22x/menit, SpO2 96%, sirkulasi: TD 90/60 mmHg, HR 120x/menit, akral dingin, CRT > 2 detik, pada regio cruris tampak luka ukuran 8 cm dengan kerusakan jaringan cukup luas disertai debries pasir dan aspal, krepitasi (+), penonjolan tulang (+), namun jaringan lunak sekitarnya masih dapat menutup patahan tulang, a. dorsalis pedis teraba kuat. Pada pemeriksaan radiologis tampak fraktur komunif pada mid shaft os tibia dextra. Diagnosis yang tepat adalah

a)

Open fraktur tibia grade I

b)

Open fraktur tibia grade II

c)

Open fraktur tibia grade IIIA

d)

Open fraktur tibia grade IIIB

e)

Open fraktur tibia grade IIIC

2.

Tn. Mitchell, usia 26 tahun dibawa ke UGD post kecelakaan lalu lintas 1 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik dijumpai penurunan kesadaran, tanda vital dijumpai tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 112 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,1°C. Pemeriksaan status lokal: tampak laserasi 8 cm dengan bone exposure pada os dem/tibia dextra, perdarahan aktif, a. dorsalis pedis dan tibialis posterior tidak teraba. Berdasarkan derajat Gustilo Anderson, maka luka pasien termasuk

a)

Grade 1

b)

Grade 2

c)

Grade 3A

d)

Grade 3B

e)

Grade 3C

3.

Tn. Brama, usia 25 tahun dibawa ke IGD setelah kecelakaan motor 30 menit yang lalu. Dari hasil Primary survey clear. Pada pemeriksaan fisik terlihat fraktur 1/3 proximal tibia, dengan luka terbuka 2 cm luka terekspos nampak tulang dan jaringan lunak tertutup pasi. Bagaimana tatalaksana fiksasi yang tepat

a)

Pasang gips

b)

OREF

c)

ORIF

d)

Debridement

e)

Short leg cast

4.

Tn. Dori, usia 25 tahun berusia 22 tahun dibawa ke UGD Rumah Sakit setelah terjatuh dari atap rumah 2 jam yang lalu. Pasien merasa kesakitan pada lengan kanannya. Pemeriksaan tanda tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 102 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,1°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan deformitas pada lengan bawah kanan. Pada foto polos, didapatkan fraktur pada 1/3 distal radius disertai dengan dislokasi radioulnar. Diagnosis yang paling tepat adalah

a)

Monteggia fracture

b)

Colles fracture

c)

Smith fracture

d)

Fracture galeazzi

e)

Tennis elbow

5.

Ny. Rainier, usia 52 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak di tangan kanan setelah terjatuh dari tangga dengan posisi tangan menopang badan. Tanda vital TD 130/70, HR 92x/menit, RR 22x/menit, suhu 37°C, status lokalis didapatkan kulit intak, deformitas lengan bawah kanan, krepitasi (+), ROM terbatas karena nyeri. Setelah dilakukan X-ray anterobajh dextra AP tampak garis fraktur transversal pada distal radius dengan fragmen distal menuju ke dorsal. Diagnosis yang paling tepat adalah

a)

Fraktur Barton

b)

Monteggia fracture

c)

Colles fracture

d)

Smith fracture

e)

Fracture galeazzi

6.

Tn. Brandon, usia 25 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai motor dua jam yang lalu. Tungkai bawah sisi lateralnya dikatakan mengalami cedera. Setelah kecelakaan, pasien tidak bisa menggerakkan punggung kakinya ke arah atas. Pemeriksaan TTV: TD 120/80 mmHg, N 78x/menit, RR 20 x/menit TAx 36,8C. Pemeriksaan neurologis: drop foot (+). Saraf yang kemungkinan mengalami cedera pada kondisi pasien adalah

a)

n. Tibialis Posterior

b)

N. Ischiadicus

c)

N. Peroneus communis

d)

N. Peroneus

e)

N. Medianus

7.

Ny. Ariana, berusia 28 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan kelemahan pada tangan kiri. Keluhan dirasakan setelah mengalami KLL 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan nadi 80x/menit, frekuensi nafas 22x/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan neurologis didapatkan kesulitan melakukan dorsifleksi tangan kiri dan penurunan sensasi RBA serta suhu pada dorso manus kiri, Phalen test (-), Tinel Test (-) pada lengan. Saraf yang terlibat serta asal saraf tersebut adalah

a)

N. radialis; plexus brachialis

b)

N. ulnaris; plexus cervicalis

c)

N. ulnaris; plexus brachialis

d)

N. medianus; plexus brachialis

e)

N. radialis; plexus cervicalis

8.

Tn. Derma, usia 46 tahun, diantar anaknya ke IGD dengan keluhan nyeri pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan deformitas pada tibia, disertai hematoma, edema, pulsasi a. dorsalis pedis (+) dan ROM sulit dinilai karena nyeri. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologis, dokter menetapkan adanya fraktur tertutup komplit pada 1/3 medial os tibia, kemudian dokter melakukan pemasangan bidai. Satu jam setelah pemasangan bidai, pasien mengeluhkan nyeri yang bertambah yang disertai dengan bengkak dan pucat pada ujung-ujung jari. Pulsasi arteri dorsalis pedis melemah. Dokter lalu melepas balut bidai, dan melakukan evaluasi ulang setelah 10 menit. Pada evaluasi ulang, nyeri menetap, palor, paresthesis dan pulsasi dorsalis pedis teraba lemah. Tindakan selanjutnya yang tepat adalah

a)

Fasciotomi segera

b)

Eschartotomi segera

c)

Rujuk untuk ORIF segera

d)

Lakukan traksi untuk stabilisasi tulang

e)

Berikan analgetik, dan evaluasi setelah 30 menit

9.

Ny. Tian usia 28 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan susah menggerakan bahu kiri sejak 1 minggu yang lalu. Sekitar 4 bulan sebelumnya terdapat riwayat kecelakaan jatuh dari tangga, lengan kiri patah dan berobat ke dukun patah tulang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,1°C , tampak angulasi pada humerus sinistra dan teraba penonjolan tulang. Apakah diagnosis pada pasien

a)

Malunion

b)

Non-union

c)

Delayed Union

d)

Osteochondroma

e)

Avascular Necrosis

10.

Tn. Luis, usia 22 tahun datang ke RS dengan keluhan gangguan saat berjalan sejak mengalami patah tulang 1 tahun yang lalu, saat itu disarankan operasi namun pasien tidak mau dan memilih berobat ke dukun. Keluhan nyeri disaat aktivitas. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 110/70, HR 80 kali/menit, RR 22 kali/menit, suhu 37°C, didapatkan nyeri pada penekanan pergelangan kaki kanan, deformitas varus dan disertai edema, ROM terbatas. Pemeriksaan rontgen didapatkan fraktur pada tibia 1/3 proksimal, pseudoartrosis (+). Keluhan yang dialami pasien dikarenakan

a)

Tibial nerve palsy

b)

Delayed union

c)

Malunion fracture

d)

Sindrom kompartemen

e)

Nonunion fracture

11.

Tn Wonpli, berusia 25 tahun dihiratkan ke IGD Rumah Sakit setelah mengalami kecelakaan satu jam SMRS. Pasien mengeluhkan nyeri pada bahu kiri. Diketahui pasien tidak focus saat sedang mengendarai sepeda motor, pasien terjatuh dan bahu mengenai trotoar. Pasien tampak sakit sedang, dengan primary survey airway clear, nafas spontan, RR 20 kali/menit, circulation TD 130/70 mmHg, nadi 90x/ menit, regular, GCS 15 pupil isokor. Status lokalis tampak hematom pada bahu kiri, nyeri tekan (+), tampak deformitas dan krepitasi (+). Gambaran foto X-ray di samping. Tatalaksana awal yang tepat untuk pasien adalah

a)

Internal Fixation

b)

External Fixation

c)

Back Slab

d)

Splinting

e)

Figure of eight

12.

Tn. Milo, berusia 27 tahun datang ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas 30 menit SMRS. Pasien mengeluh nyeri pada bahu sebelah kiri. Pada primary survey didapatkan airway clear, nafas spontan, RR 20x/menit, SpO2 98%, sirkulasi : TD 120/70 mmHg, HR 90x/menit, akral hangat, GCS 15. Status lokalis didapatkan deformitas pada os clavicula, krepitasi (+). Pemeriksaan penunjang X-Ray didapatkan gambar sebagai berikut. Tatalaksana yang tepat adalah

a)

Internal Fixation

b)

External Fixation

c)

Back Slab

d)

Splinting

e)

Figure of eight

13.

Tn. Scott usia 20 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada bahu kanannya setelah KLL 30 menit SMRS. Pasien jatuh ke sisi kanan. Mengenai bahu setelah sepeda motornya terpleset karena jalanan licin. Tanda vital : tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,1°C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bagian lateral lengan atas kanan tampak lebih rata, ada penonjolan di daerah selangka kanan, edema, eritema, dan krepitasi. ROM ekstremitas atas kanan terbatas. Lengkap bawah kanan sulit melakukan fleksi. Lengan bawah kanan sulit melakukan ekstensi. Lengan bawah kanan sulit melakukan abduksi. Pemeriksaan foto polos bahu pasien yang tepat adalah

a)

Dinner fork deformity

b)

Garden spade appearance

c)

Gower Sign

d)

Half-moon overlap sign

e)

Light bulb sign

14.

Tn. Dave berusia 31 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas satu jam yang lalu. Pasien jatuh saat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Dari hasil pemeriksaan didapatkan keadaan hemodinamik pasien stabil, tungkai kanan tampak dalam fleksi, abduksi, dan eksorotasi sendi panggul, tampak luka-luka lecet di sekujur tubuh pasien. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut

a)

Fraktur collum femur

b)

Fraktur collum caput femur

c)

Ruptur ligament krusiatum anterior

d)

Dislokasi panggul posterior

e)

Dislokasi panggul anterior

15.

Tn. Tedy, usia 26 tahun datang ke IGD post KLL satu jam yang lalu. Pasien pengendara mobil dan menggena dashboard mobilnya. Saat ini pasien tidak dapat menggerakkan kaki kanannya. Pada pemeriksaan fisik, KU Compos mentis, TD 130/80 mmHg, Nadi 100 kali/menit, RR 22 kali/menit, suhu 36,5°C. Didapatkan jejas pada dahi dan pada pangkal paha kaki kanan. Posisi kaki kanan dalam kondisi adduksi dan endorotasi. Rasa nyeri (+). Pemeriksaan X-Ray didapatkan caput femoris di bagian atas acetabulum. Diagnosis pasien ini adalah

a)

Dislokasi Hip Anterior

b)

Dislokasi Hip Posterior

c)

Fraktur collum Femur

d)

Fraktur Caput Femur

e)

Fraktur intertrokanter

16.

Tn. Felton usia 22 tahun, datang ke UGD diantar keluarganya dengan keluhan nyeri hebat lutut sebelah kanan sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai bengkak. Pasien sempat terjatuh pada saat bermain bola. TD: 130/80 mmHg, RR: 22 x/ mnt, N: 108 x/mnt, suhu 36,6 C. Pemeriksaan status lokalis: edema lutut kanan, nyeri pada perabaan, anterior drawer test (+), varus & valgus test (-), Lachman test (+), Mc Murray (-), sag sign (-), Posterior drawer sign (-). Diagnosis yang tepat adalah

a)

Ruptur ligamen kolateral medial

b)

Ruptur ligamen kolateral lateral

c)

Ruptur meniskus ligament

d)

Ruptur ligamen krusiatum anterior

e)

Ruptur ligamen krusiatum posterior

17.

Tn. Pam, usia 23 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada lutut kanan akibat terpelintir saat bermain basket 1 hari yang lalu. Saat awal terjadi cedera, terdapat pembengkakan pada lutut. Pasien mengeluh nyeri pada sepanjang garis lutut yang hilang timbul, memberat terutama bila berjongkok. Pada Pemeriksaan fisik, didapatkan Tanda vital TD 130/70, HR 80 kali/menit, RR 22x/menit, suhu 37°C, efusi ringan, nyeri sisi medial lutut, uji McMurray positif saat endorotasi. Hasil posterior drawer test negatif. Kelainan yang paling mungkin terjadi adalah

a)

Ruptur meniskus lateral

b)

Ruptur meniskus medial

c)

Ruptur ligamen kolateral lateral

d)

Ruptur ligamen krusiatum anterior

e)

Ruptur ligamen krusiatum posterior

18.

Tn. Nuno berusia 29 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri di lutut kanan sejak 2 jam yang lalu. Pasien merasa kaki tidak stabil dan pasien tidak bisa jalan. Keluhan dirasakan ketika pasien sedang berolahraga basket. Bila ditekuk, lutut berbunyi PLOP! Serta kaku dan sulit diluruskan. Kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, nadi 102x/ menit, laju napas 23x/ menit, dan suhu afebrile. Pada pemeriksaan fisik didapatkan regio lutut tampak eritema dan swelling, serta ada hematom pada lutut kanan. Sag sign (+). Apa kemungkinan diagnosis pada kasus ini

a)

Dislokasi patella

b)

Ruptur meniscus medial

c)

Ruptur anterior cruciate ligament

d)

Ruptur posterior cruciate ligament

e)

Fraktur tertutup suprakondiler femoral

19.

An. Bilman, usia 16 tahun, datang ke klinik dokter umum dengan keluhan nyeri pada pergelangan kaki kiri. Dari autoanamnesis diketahui kaki pasien terkilir saat bermain sepakbola 3 jam yang lalu. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Status lokalis tampak hematom di pergelangan kaki kanan, tidak ditemukan krepitasi, dan neurovascular distal lesi dalam batas normal. Pasien merasakan nyeri ketika melakukan inversi dan dorsofleksi pedis sinistra. Plantar fleksi (+). Diagnosis yang tepat untuk pasien adalah

a)

Ankle sprain

b)

Plantar fasciitis

c)

Tendinitis

d)

Fraktur calcaneus

e)

Ruptur tendon Achilles

20.

Tn Harry usia 22 tahun, diantar ke UGD oleh temannya dengan keluhan nyeri hebat pada pergelangan kaki kiri setelah melakukan lompatan slam dunk saat bermain basket. Pasien tidak dapat jinjit, sehingga perlu dipapah saat berjalan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD: 130/80 mmHg, RR: 22 x/ mnt, N: 98 x/mnt, suhu 36,6 C. Pemeriksaan status lokalis: palpable swelling pada daerah posterior pergelangan kaki kiri, dan teraba adanya gap, terlihat seperti gambar berikut. Pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus diatas adalah

a)

Mc Murray Test

b)

Tinel Test

c)

Pivot Test

d)

Thompson Test

e)

Anterior Drawer test

21.

Tn. Ares, usia 26 tahun, datang ke RS dengan anaknya dan disertai tidak bisa mengemonsumsi gigi-giginya. Keluhan tersebut dikeluhkan setelah KLL dengan muka terbentur aspal. Pasien tampak sakit sedang. Primary survey Airway clear, nafas spontan, RR 20 kali/menit, circulation TD 130/70 mmHg, nadi 90x/ menit, reguler, GCS 15 pupil isokor. Dari pemeriksaan radiologis tampak adanya garis fraktur horizontal pada daerah maxilla. Jenis fraktur menurut klasifikasi Le Fort adalah

a)

Le Fort I

b)

Le Fort II

c)

Le Fort III

d)

Le Fort IV

e)

Le Fort V

22.

An. Davis, usia 28 tahun datang ke poliklinik bedah dengan keluhan luka pada tungkai bawah kanan tidak kunjung sembuh dan terus mengeluarkan nanah sejak satu bulan yang lalu. Pasien mengalami kecelakaan sepeda motor sehingga menyebabkan luka terbuka. Riwayat berobat (-). Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 90 kali/menit, pernafasan 20 kali/menit, suhu 38.5°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan edema regio cruris dextra medial dengan pus (+), disertai eritema, terasa hangat. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan penebalan jaringan periosteal dan korteks, sequestrum (+), involucrum (+). Apakah diagnosis pasien tersebut

a)

Osteoartritis

b)

Osteosarkoma

c)

Osteomielitis akut

d)

syndrome kompartemen

e)

osteomilitis kronik

23.

Ny. Ajeng, berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke Puskesmas dengan keluhan tangan terasa sakit sejak 1 minggu yang lalu. Sebelum terasa nyeri, jari tengah tangan kanan pasien tertusuk duri, tetapi tidak diobati. Nyeri semakin bertambah dan jari sakti bila diluruskan. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan. Riwayat DM disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sakit sedang. TD 110/70mmHg, HR 78 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37,8°C. Digit III manus dextra tampak hiperemis dan bengkak, nyeri tekan (+), jari terasa nyeri bila diluruskan. Vaskularisasi dan sensasi dalam batas normal. Kemungkinan diagnosis pada kasus iniadalah?

a)

Osteomyelitis akut

b)

Osteomyelitis kronis

c)

Tenosinovitis supuratif akut

d)

Ruptur tendon fleksor

e)

Trigger finger

24.

Ny. Laila, usia 47 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan nyeri menjalar dari punggung hingga area kiri belakang. BAB dan BAK normal. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88x/ menit, laju napas 16x/ menit, dan suhu afebris. Tanda Lasegue (+). Pemeriksaan X-Ray: tampak pergerakan vertebra. Kelainan apa yang mungkin dialami pasien?

a)

Spondilolisis

b)

Spondilosis

c)

Spondilolistesis

d)

Spondiloartrosis

e)

HNP

25.

Ny. Wawa, usia 56 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pada punggung sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan dirasakan setelah pasien bangun dari kursi ayunan di taman. Keluhan dirasakan menjalar sampai ke bokong. Keluhan hilang timbul, timbul saat ingin bangun dari duduk dan hilang hilang saat tidur. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 88x/ menit, laju napas 17x/ menit, dan suhu afebris. Pemeriksaan radiologis didapatkan diskus intervertebral menempel dengan osteofit di sekitarnya. Diagnosis yang tepatadalah?

a)

Spondilitis

b)

Spondilolistesis

c)

Spondilosis

d)

HNP

e)

Osteoporosis

26.

Tn. Andrew, usia 38 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri punggung sejak 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20kali/menit, suhu 37,1°C. Pada foto rontgen terdapat gambaran vertebra segiempat dan menempel/menyatu satu sama lain menyerupai bamboo spine. Diagnosis yang paling tepat adalah...

a)

Hernia nukleus pulposus

b)

Spondilitis ankilosa

c)

Spondilolisthesis lumbosacral

d)

Spondilosis

e)

Spondilolisis

27.

Ny. Lala, usia 39 tahun, datang ke poliklinik umum RS dengan keluhan tidak dapat berjalan sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan diawali dengan kesemutan dan rasa berat di kedua tungkai bawah. Keluhan juga disertai adanya nanah yang keluar dari punggungnya. Diketahui adanya riwayat diagnosis infeksi paru-paru tiga tahun yang lalu dan meminum obat rutin setiap hari selama dua bulan namun kemudian berhenti karena merasa sembuh. Tanda vital tekanan darah 110/70mmHg, denyut nadi 82 kali/menit, frekuensi napas 20kali/menit, suhu 37,7°C. Pemeriksaan fisik ditemukan motorik ekstremitas bawah 3/5, hipostesi di dermatom Thorakal 12 ke bawah. Apakah tanda khas yang kemungkinan dapat ditemukan?

a)

Colaps corpus Vertebra

b)

Abscess psoas

c)

Gibbus di Vertebra

d)

Pembesaran KGB Leher dan axilla

e)

Bamboo Spine

28.

Tn. Mark usia 60 tahun datang ke RS dengan kelemahan pada tungkai bawah disertai demam sejak 3 bulan yang lalu. Tungkai juga sering dirasakan seperti kesemutan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80mmHg, denyut nadi 80kali/menit, RR 20kali/menit, suhu 37,2°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya tanda Babinski. Tatalaksana yang tepat adalah...

a)

Metilprednisolon

b)

Metilkobalamin

c)

OAT + prednison

d)

OAT + clio

e)

OAT + metilkobalamin

29.

Ny. Sophie, usia 55 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri punggung sejak 2 hari yang lalu. Keluhan muncul setelah pasien menggendong cucunya. Pasien sudah mengalami menopause sekitar 4 tahun yang lalu. Riwayat penggunaan obat-obatan rutin disangkal pasien. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan Tanda vital TD 130/90mmHg, HR 80kali/mnt, RR 22kali/mnt, suhu 37C. Pada pemeriksaan xray vertebra didapatkan fraktur kompresi. Pada pengukuran bone mass density didapatkan T-Score sebesar –3,0. Diagnosis yang tepat bagi pasien adalah...

a)

Osteomalasia

b)

Osteopenia

c)

Osteoporosis sekunder

d)

Osteoporosis primer tipe 1

e)

Osteoporosis primer tipe 2

30.

Ny. Cathrine usia 45 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri pada pinggul yang dirasakan terus menerus selama 3 bulan terakhir. Pasien mempunyai riwayat sesak nafas dan rutin mengonsumsi obat untuk meredakan serta mengontrol sesaknya. Pasien masih mengalami menstruasi teratur. Riwayat trauma dan riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, Nadi 84 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 37C. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa pasien mengalami penggeroposan tulang. Pada pengukuran bone mass density didapatkan T-Score sebesar –3,0. Diagnosis yang paling tepat adalah...

a)

Osteoporosis tipe 1

b)

Osteopenia

c)

Osteoporosis defisiensi kalsium

d)

Osteoporosis senilis

e)

Osteoporosis sekunder

31.

Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada panggul kiri yang dirasakan semakin berat, panggul kiri terasa kaku dan nyeri, tungkai kiri terasa berat untuk digerakkan, sehingga pasien tidak dapat berdiri. Pasien mengaku sudah tidak mengalami menstruasi sejak 15 tahun yang lalu, tidak memiliki kebiasaan merokok, tidak minum alkohol, tidak minum obat anti alergi. Kebiasaan pasien sehari-hari adalah nonton TV di kamar dan jarang terpapar sinar matahari. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Apakah defisiensi mineral yang dialami pasien tersebut?

a)

Kalium (K)

b)

Fosfor (P)

c)

Magnesium (Mg)

d)

Kalsium (Ca)

e)

Klorida (Cl)

32.

Nn. Stela, 17 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pada kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri memberat pada malam hari hingga membuat pasien sering terbangun dari tidur akibat nyeri. Tanda vital TD 120/80 mmHg, nadi 78x/ menit, laju napas 18x/menit, dan suhu afebris. Pada inspeksi didapatkan gait antalgic; palpasi didapatkan edema, hangat, dan nyeri tekan pada tibia proksimal kanan; ROM terbatas akibat nyeri. Pada pemeriksaan radiography didapatkan sunburst appearance. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien adalah?

a)

Osteosarcoma

b)

Osteoblastoma

c)

Osteochondroma

d)

Ewing’s sarcoma

e)

Osteoid osteoma

33.

An. Zibi usia 15 tahun datang ke RS dengan keluhan benjolan di lutut kanan sejak 8 bulan yang lalu. Benjolan makin lama makin besar dan terasa nyeri pada malam hari. Pasien memiliki riwayat jatuh 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80mmHg, denyut nadi 66/menit, frekuensi nafas 21 x/menit dan suhu 36,7°C, ROM terbatas. Pada pemeriksaan X-ray didapatkan bone destruction dan osteolitik pada genu, serta dijumpai multilayered subperiosteal reaction. Diagnosis pasien ini adalah...

a)

Ewing sarcoma

b)

Osteosarcoma

c)

Chondrosarcoma

d)

Giant cell tumor

e)

Osteomielitis kronik

34.

Seorang perempuan (60 tahun) datang ke poliklinik umum RS dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri lutut dirasakan ketika perubahan posisi dari duduk ke berdiri, naik turun tangga dan jika berjalan jauh. Tidak didapatkan rasa tebal dan kesemutan. Didapatkan rasa kaku pada pagi hari yang muncul sekitar 15 menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien dengan TB 152 cm dan BB 75 kg. Pada status lokalis, inspeksi tidak didapatkan deformitas atau edema, palpasi didapatkan nyeri tekan di daerah medial genu, tidak didapatkan perabaan hangat dan krepitasi (+). Apakah diagnosis untuk pasien ini?

a)

Osteoporosis

b)

Tendinitis

c)

Osteopenia

d)

Genu varus dekstra

e)

Osteoarthritis genu dekstra

35.

Seorang laki-laki berusia 68 tahun datang ke Poliklinik umum RS dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan keterbatasan gerak lutut. Pada pemeriksaan didapatkan krepitasi pada genu dekstra dan edema (+). Pada pemeriksaan radiologis didapatkan osteofit pada genu dekstra. Apakah latihan fisik/rehabilitasi yang paling sesuai untuk kasus tersebut?

a)

Strengthening isotonic

b)

Stretching

c)

Endurance

d)

Strengthening isometric

e)

Strengthening isokinetik

36.

Seorang perempuan berusia 70 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan nyeri dan kaku pada lutut. Keluhan nyeri terutama saat beraktivitas dan kekakuan terutama di pagi hari. Pemeriksaan fisik didapatkan deviasi genu varum dan pembentukan tulang baru yang menonjol di celah sendi. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Osteoarthritis

b)

Arthritis gout

c)

Osteoporosis

d)

Osteomalaysia

e)

Rheumatoid arthritis

37.

Ny. Camelia, usia 55 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri pada sendi-sendi tangan dan lutut sejak 8 bulan lalu. Nyeri memberat saat dipakai beraktivitas namun berkurang dengan istirahat. Pasien memiliki riwayat keluhan nyeri ulu hati dan BAB berwarna hitam. Pasien sering mengonsumsi obat warung untuk mengurangi keluhan nyeri sendinya. Tanda vital TD 120/80, HR 87kali/mnt, RR 22kali/mnt, T 37,0C; pemeriksaan status lokalis: deformitas tulang pada sendi interphalangeal proksimal dan distal, edema, dan nyeri saat palpasi. Pada pemeriksaan lain, didapatkan deformitas +/-, krepitasi +/+. Kemudian dilakukan foto polos genu didapatkan osteofit yang jelas dengan celah sendi mengecil dan kerusakan kartilago sendi. Derajat penyakit kasus diatas adalah ...

a)

I

b)

II

c)

III

d)

IV

e)

V

38.

Tn Gideon usia 45 tahun datang untuk general check up di dokter umum. Beberapa bulan yang lalu pasien memiliki riwayat nyeri sendi mendadak di jempol kaki kiri, bengkak dan merah, namun saat ini pasien tidak ada keluhan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan TD 130/80, HR 69x/menit, RR 20x/menit, Tax 36,9°C. Dari hasil pemeriksaan status lokalis tidak ada kelainan pada sendi MTP1. Pemeriksaan kadar asam urat serum didapatkan asam urat 8,5 mg/dl. Dari analisa cairan sendi didapatkan kristal asam urat. Kemungkinan diagnosa yang tepat untuk pasien adalah.

a)

Artritis gout fase akut

b)

Hiperurisemia

c)

Artritis gout fase interkritikal

d)

Artritis gout fase kronik

e)

Artritis gout fase subakut

39.

Tn Gabriel usia 49 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat pada jari kaki sejak 24 jam yang lalu. Keluhan serupa pernah dialami sekitar 6 bulan yang lalu, namun membaik dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Pasien sebelumnya menghadiri pesta pernikahan dan mengkonsumsi banyak daging merah dan alkohol. Riwayat penyakit yang diketahui, pasien menderita hipertensi dan baru mulai mengkonsumsi hidroklorotiazid. Tanda vital TD 110/70 mmHg, RR 20x/menit HR 90x/menit dan Tax 37,1°C. Pada pemeriksaan status lokalis didapatkan bengkak, eritema, hangat, dan nyeri pada palpasi sendi metatarsofalangeal I. Pasien direncanakan untuk pemeriksaan artrosentesis. Hasil yang paling mungkin didapatkan adalah.

a)

Ditemukan kristal berbentuk persegi birefringent positif

b)

Ditemukan kristal berbentuk persegi birefringent negatif

c)

Ditemukan kristal berbentuk jarum birefringent negatif

d)

Ditemukan kristal berbentuk jarum birefringent positif

e)

Ditemukan tophus pada cairan sinovial

40.

Tn Rocky berusia 46 tahun datang ke klinik dokter umum untuk medical check up. Pasien memiliki riwayat asam urat. Diketahui satu minggu yang lalu pasien mengeluhkan nyeri pada jempol kanan. Kemudian dokter meresepkan obat anti nyeri, dan keluhan menghilang. Diketahui keluhan ini sering berulang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 110/70 mmHg, RR 20x/menit HR 80x/menit dan Tax 36,8°C. Pada MTP 1 dextra ditemukan tophus, hiperemis (−). Hasil laboratorium asam urat 9 mg/dL. Apakah terapi yang tepat saat ini?

a)

Natrium diklofenak

b)

Meloksikam

c)

Paracetamol

d)

Allopurinol

e)

Kolkisin

41.

Ny. Daya usia 53 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri sendi jari-jari tangan dan kedua pergelangan tangan sejak 6 bulan ini. Keluhan disertai terasa kaku saat digerakkan terutama di pagi hari. Pasien mengatakan nyeri tidak berkurang dengan istirahat. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 22x/menit dan suhu 37°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan sendi bengkak, kemerahan, hangat dan nyeri saat digerakkan. Digit manus 3 dan 4 ditemukan gambaran seperti leher angsa. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas?

a)

ANA

b)

anti ds-DNA

c)

Anti-CCP antibodies

d)

ASTO

e)

CRP

42.

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri disertai kaku sendi di pagi hari. Tidak didapatkan riwayat trauma sebelumnya. Nyeri menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Berat badan 65 kg dan tinggi badan 156 cm. Pada daerah lutut tidak didapatkan kelainan tertentu. Apakah kriteria untuk merujuk ke dokter spesialis ortopedi pada kasus di atas?

a)

Perabaan hangat pada lutut

b)

Nyeri 3 bulan

c)

Deformitas varus

d)

Nyeri tekan lateral lutut

e)

Fraktur

43.

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri disertai kaku sendi di pagi hari. Tidak didapatkan riwayat trauma sebelumnya. Nyeri menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Berat badan 65 kg dan tinggi badan 156 cm. Pada daerah lutut tidak didapatkan kelainan tertentu. Apakah aktivitas fisik/pola hidup yang dianjurkan pada pasien ini?

a)

Naik turun tangga

b)

Mengangkat beban

c)

Berjalan

d)

Berenang

e)

Duduk di kursi rendah

44.

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri disertai kaku sendi di pagi hari. Tidak didapatkan riwayat trauma sebelumnya. Nyeri menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Berat badan 65 kg dan tinggi badan 156 cm. Pada daerah lutut tidak didapatkan kelainan tertentu. Apakah tatalaksana non farmakoterapi yang paling tepat?

a)

Kompres hangat

b)

Latihan agilitas

c)

Latihan luas gerak sendi

d)

Latihan berjalan

e)

Latihan penguatan dengan naik-turun tangga

45.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik umum RS dengan keluhan kedua lutut terasa nyeri. Nyeri bertambah bila untuk berjalan jauh atau mengangkat beban yang berat. Saat digerakkan kadang terdengar suara berderik di daerah sendi lutut. Pekerjaan pasien adalah sebagai kuli angkut di pasar. Pada pemeriksaan fisik sendi lutut kanan dan kiri didapatkan krepitasi saat digerakkan dan perubahan bentuk kaki menyerupai bentuk O. Tidak didapatkan tanda peradangan. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Artritis gout

b)

Artritis tuberkulosa

c)

Artritis rematoid

d)

Artritis septik

e)

Osteoartritis

46.

Ny. Lucy usia 45 tahun mengeluh lutut kanan bengkak sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri dan terasa agak panas. Riwayat trauma atau sakit dengan keluhan yang sama sebelumnya disangkal. Tidak terdapat keluhan pada sendi yang lain. Dikatakan bahwa pasien memiliki riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 78x/menit, RR 22x/menit, suhu 38°C, BB 80 kg, TB 150 cm, dan kesan adanya cairan sendi di lutut kanan. Hasil laboratorium asam urat 5 mg/dL, titer ASTO < 200 IU/mL, jumlah sel dalam cairan sendi 100.000/mm 3^3 dengan PMN 85%. Rontgen lutut dalam batas normal. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah.

a)

Penisilin

b)

MTX

c)

Asam mefenamat

d)

Parasetamol

e)

Natrium diklofenak

47.

Ny. Dariga, 25 tahun, datang dengan keluhan bercak kemerahan di wajah sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya bercak hanya muncul di hidung kemudian sejak 4 bulan terakhir meluas ke daerah pipi. Pasien sudah menggunakan krim malam dan siang hari namun bercak tetap ada dan terkelupas. Pekerjaan sebagai surveyor. Bercak kemerahan semakin parah ketika terpapar sinar matahari. Pasien menggunakan kontrasepsi selama 3 tahun terakhir. Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri pada sendi bahu, siku, lutut dan pergelangan kaki sejak 3 bulan yang lalu. Tanda vital didapatkan TD 100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,8o C, Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula eritematosa pada daerah malar berbentuk kupu-kupu dan disertai skuama halus. Apakah temuan laboratorium yang akan ditemukan pada pasien ini?

a)

Peningkatan titer anti-cyclic citrulinated peptide anitibody

(Anti CCP)

b)

Peningkatan titer anti-mitohondrial antibody

c)

Kultur Neisseria Gonorrhea positif dari sediaan swab

serviks

d)

Human Leukocyte Antigen-B27 (HLA B27) positif

e)

Anti smith antibody positif

48.

. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang diantar ibunya ke puskesmas karena ada luka di lutut kanan akibat terjatuh saat bermain di halaman sekolah sejak 4 hari yang lalu. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan status lokalis tampak ulserasi, debris (+), pus (+) berwarna kekuningan, teraba hangat disekitar ulkus, tidak teraba massa, nyeri tekan minimal, dan pergerakan sendi lutut dalam batas normal. Apakah tatalaksana awal yang tepat diberikan?

a)

Nekrotomi

b)

Debriment ulkus

c)

ekstirpasi ulkus

d)

AB oral

e)

Abses drainase

49.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan luka di daerah betis kanan sejak 7 hari. Keluhan disertai dengan demam. Pasien mempunyai riwayat patah tulang terbuka pada betis akibat kecelakaan lalu lintas dan dilakukan operasi di RS setahun yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat diabetes melitus. Pada pemeriksaan fisik suhu badan 37,5°C dan tampak luka bekas operasi yang selalu mengeluarkan pus. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Septic arthritis

b)

Tuberkulosis tulang

c)

Ulkus dekubitus

d)

Ulkus diabetikum

e)

Marjolins Ulcer

50.

Seorang perempuan (60 tahun) datang ke poliklinik umum RS dengan keluhan lutut kanan sakit sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri lutut dirasakan ketika berpindah posisi dari duduk ke berdiri. Pada awal pergerakan lutut, pasien mengeluhkan didapatkan rasa tebal dan kesemutan. Didapatkan rasa kaku pada pagi hari yang muncul sekitar 15 menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien dengan TB 152 cm dan BB 75 kg. Pada status lokalis, inspeksi tidak didapatkan deformitas atau edema, palpasi didapatkan nyeri tekan di daerah medial genu, tidak didapatkan perabaan hangat dan krepitasi (+). Apakah deformitas yang sering terjadi pada kasus ini?

a)

Hyperextension of the knee

b)

Kontraktur genu

c)

Bunion

d)

Genu rekurvatum

e)

Genu varus