Search Header Logo
Materi Al Kafirun Kelas 6

Materi Al Kafirun Kelas 6

Assessment

Presentation

Education

6th - 8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Muhammad Salim

Used 3+ times

FREE Resource

14 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

I. TUJUAN UMUM

Memperkuat tali ikatan dengan
Kitabullah, dasar pemahaman yang
benar, sikap toleransi, menghargai
sesama, mengamalkan kandungannya,
memurnikan sasaran-sasaran dengan
menyesuaikan ruang dan waktu, dan
kembali kepada Al-Qur’an ketika
berselisih.

3

media

II. TUJUAN KHUSUS

1. Membaca Surat Al Kafirun dengan

benar

2. Menulis Surat Al Kafirun benar
3. Menghafal Surat Al Kafirun benar
4. Kandungan Ayat surat Al Kafirun

tentang Toleransi beragama

4

media

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah:
1. Kegiatan Pembuka
Salam pembuka

Absensi dll

2. Kegiatan Inti:
Pertanyaan Pemantik
Membaca bersama-sama surat al kafirun
Membaca satu persatu surat al kafirun

3. Kegiatan Penutup:

Tugas mandiri (lihat kegiatan pendukung)
Evaluasi (dibuat soal sesuai tujuan khusus, afektif, dan psikomotor)

5

media

V. PILIHAN KEGIATAN PENDUKUNG.

1.

Belajar membaca surat Al-Qur’an dan menghapalnya

2.

Menjawab pertanyaan di quizziz.

3.

Merangkum inti-inti surat dan menulisnya pada kertas di dinding
agar mudah dihafal .

6

media

Surat Al Kafirun

َنوُرِفاَكْلا اَهُّيَأ اَي ْلُق(1 )وُدُبْعَت اَم ُدُبْعَأ َلَ َن(2 )

ُدُبْعَأ اَم َنوُدِباَع ْمُتْنَأ َلََو(3 ) َم ٌدِباَع اَنَأ َلََو ا

ْمُتْدَبَع(4 ) ْعَأ اَم َنوُدِباَع ْمُتْنَأ َلََو ُدُب(5 ) ْمُكَل

ِنيِد َيِلَو ْمُكُنيِد(6)

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. Aku tidak
akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. Dan
kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4.
Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang
kamu sembah, 5. Dan kamu tidak pernah (pula)
menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 6.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

7

media

Surat Al-Kafirun adalah surat

Makkiyah yaitu surat yang
diturunkan sebelum Nabi saw
hijrah ke Madinah

Surat ini dalam Al-Qur’an berada

pada urutan ke 109

Surat ini terdiri dari enam ayat.

Pendahuluan

8

media

Diriwayatkan, setelah berputus asa menghadapi Nabi, para
pemimpin Quraisy mendatangi beliau. Mereka melihat
adanya kebaikan dalam dakwah beliau namun mereka
enggan mengikutinya karena kecintaan mereka bertaqlid
buta. Mereka berkata, "Marilah, kami menyembah
tuhanmu untuk suatu masa dan kamu menyembah tuhan
kami. Dengan demikian ada perdamaian di antara kita
dan permusuhan lenyap. Jika pada ibadah kami ada
kebenaran anda bisa mengambil sebagian dan jika pada
ibadahmu ada kebenaran kami mengambilnya. Maka surat
ini turun untuk membantah mereka dan memupus harapan
mereka.

Asbabun

Nuzul

9

media

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Walid bin Mugirah,
'As bin Wail As Sahmi, Aswad bin Abdul Muttalib dan
Umaiyah bin Khalaf bersama rombongan pembesar-
pembesar Quraisy datang menemui Nabi SAW. menyatakan,
"Hai Muhammad! Marilah engkau mengikuti agama kami
dan kami mengikuti agamamu dan engkau bersama kami
dalam semua masalah yang kami hadapi, engkau
menyembah Tuhan kami setahun dan kami menyembah
Tuhanmu setahun. Jika agama yang engkau bawa itu benar,
maka kami berada bersamamu dan mendapat bagian darinya,
dan jika ajaran yang ada pada kami itu benar, maka engkau
telah bersekutu pula bersama-sama kami dan engkau akan
mendapat bagian pula daripadanya". Beliau menjawab, "Aku
berlindung kepada Allah dari mempersekutukan-Nya". Lalu
turunlah surah Al Kafirun sebagai jawaban terhadap ajakan
mereka.

10

media

Kemudian Nabi SAW pergi ke
Masjidilharam menemui orang-orang
Quraisy yang sedang berkumpul di sana
dan membaca surah Al Kafirun ini, maka
mereka berputus asa untuk dapat bekerja
sama dengan Nabi SAW. Sejak itu
mulailah orang-orang Quraisy
meningkatkan permusuhan mereka ke
pada Nabi dengan menyakiti beliau dan
para sahabatnya, sehingga tiba masanya
hijrah ke Madinah.

11

media

Hubungan

Surat

Hubungan surat Al-Kafirun dengan surat sebelumnya

Dalam surat Al-Kautsar Allah memerintahkan agar
mempersembahkan diri kepada Allah, sedangkan dalam surat
ini (Al-Kafirun) perintah tersebut ditekankan lagi.

Hubungan surat Al-Kafirun dengan surat sesudahnya
Dalam surat Al-Kafirun Allah menegaskan bahwa terdapat
perbedaan yang sangat jauh antara ibadah dan agama yang
dibawa oleh nabi Muhammad saw dengan ibadah dan agama
yang dibawa oleh orang-orang kafir, sedangkan dalam surat
An-Nasr Allah menegaskan bahwa hanya agama yang dibawa
nabi Muhammad saw sajalah yang akan mendapat
kemenangan dan pertolongan Allah SWT.

12

media

Kandungan

Surat

• Dalam surat ini Allah memerintahkan

Nabi-Nya agar menyatakan kepada
orang-orang kafir, bahwa "Tuhan" yang
kamu sembah bukanlah "Tuhan" yang
saya sembah, karena kamu menyembah
"tuhan" yang memerlukan pembantu dan
mempunyai anak atau ia menjelma dalam
sesuatu bentuk atau dalam sesuatu rupa
atau bentuk-bentuk lain yang kau
dakwakan.

13

media

Sedang saya menyembah Tuhan yang tidak
ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu
bagi-Nya; tidak mempunyai anak, tidak
mempunyai teman wanita dan tidak
menjelma dalam sesuatu tubuh. Akal tidak
sanggup menerka bagaimana Dia, tidak
ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh
masa, tidak memerlukan perantaraan dan
tidak pula memerlukan penghubung.
Maksudnya; perbedaan sangat besar antara
"tuhan" yang kamu sembah dengan "Tuhan"
yang saya sembah. Kamu menyakiti
tuhanmu dengan sifat-sifat yang tidak layak
sama sekali bagi Tuhan yang saya sembah

14

media

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia mengatakan:

ِنْيَتَعْكَّرلا ىِف ُأَرْقَي َناَك( َوُه ْلُق دَحَأ َُّاللَّ ) َو( َهُّيَأ اَي ْلُق َنوُرِفاَكْلا ا)

“Nabi saw biasa membaca di shalat dua raka’at thowaf yaitu surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas)

dan surat Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun).” (Muslim no. 1218)

Dari Abu Hurairah, ia berkata:

ِ َّاللَّ َلوُسَر َّنَأ-ملسو هيلع الله ىلص- َأَرَق ِرْجَفْلا ِىَتَعْكَر ىِف( اَي ْلُق

َنوُرِفاَكْلا اَهُّيَأ ) َو( َحَأ َُّاللَّ َوُه ْلُق د)

“Rasulullah saw biasa membaca di dua raka’at sunnah Fajr (Qobliyah Shubuh) yaitu surat Qul Yaa

Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun) dan surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas).” (Muslim no. 726)

Dari Ibnu ‘Umar, ia mengatakan,

َو ِهْيَلَع َُّاللَّ ىَّلَص َّيِبَّنلا ُتْقَمَر َم َنيِرْشِعَو اًعَبْرَأ َمَّلَس اًسْمَخ ْوَأ ، ًةَّر
َتَعْكَّرلا يِف ُأَرْقَي ًةَّرَم َنيِرْشِعَوا َدْعَبَو ِرْجَفْلا َلْبَق ِنْي ِبِرْغَمْل{ اَي ْلُق

َنوُرِفاَكْلا اَهُّيَأ } ،{ َحَأ َُّاللَّ َوُه ْلُقَو د}.

“Saya melihat Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam shalat sebanyak dua puluh empat atau dua puluh
lima kali. Yang beliau baca pada dua rakaat sebelum shalat subuh dan dua rakaat setelah maghrib
adalah surat Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun) dan surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas).”
(Ahmad 2/95. Syaikh Syu;aib Al Arnauth mengatakan, sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-
Muslim)

Kebiasaan

Nabi

saw

Membaca

Surat

Al

Kaafirun

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE