Search Header Logo
zat dan lingkungannya

zat dan lingkungannya

Assessment

Presentation

Science

9th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Septian Nurjanah

Used 1+ times

FREE Resource

39 Slides • 0 Questions

1

media

Proyek IPAS

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Rumpun Teknologi

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMK/MAK KELAS X

2

media

Zat dan Perubahannya

BAB 2

Sumber : shutterstock.com

3

media

Klasifikasi Materi

A

1. Berdasarkan Wujud Materi

Bentuk

Tetap

Berubah

Berubah

Volume

Tetap

Tetap

Berubah

Jarak antarpartikel

Rapat

Renggang

Sangat renggang

Gaya tarik antarpartikel

Sangat kuat

Lemah

Sangat lemah

Gerak partikel

Sangat terbatas,
hanya bergetar di

tempat

Bebas, tetapi tidak
dapat meninggalkan
gugus molekulnya

Sangat bebas
meninggalkan
kelompoknya

Contoh

Batu, emas, besi

Minyak, air, bensin

Asap, uap air, oksigen

Padat

a

Gas
c

Cair
b

4

media

Klasifikasi Materi

A

1. Berdasarkan Wujud Materi

Sumber : shutterstock.com

Perbedaan kerapatan partikel antara materi berwujud padat, cair, dan gas.

5

media

2. Berdasarkan Komposisi Materi

Materi

Zat tunggal

Unsur

Senyawa

Campuran

Homogen

Larutan

Heterogen

Koloid

Suspensi

Sumber : dokumen penerbit

Klasifikasi Materi

A

6

media

Klasifikasi Materi

A

2. Berdasarkan Komposisi Materi

a. Zat Tunggal

Sumber : publicdomainvectors.org

Zat tunggal dibedakan menjadi:
1) Unsur
2) Senyawa

Zat yang tersusun dari suatu

materi yang tidak dapat

diuraikan lagi menjadi zat yang

lebih kecil dan sederhana.

7

media

Klasifikasi Materi

A

Suatu zat tunggal yang tidak dapat

dipisahkan lagi melalui reaksi kimia biasa.

Nonlogam
(nonmetal)

Unsur dikelompokkan menjadi:

Logam
(metal)

Semilogam
(metaloid)

a. Zat Tunggal

1) Unsur (element)

Contoh:
Hidrogen (H), Ozon (O3), Tembaga (Cu)

Sumber : publicdomainvectors.org

8

media

Klasifikasi Materi

A

9

media

Klasifikasi Materi

A

a. Zat Tunggal

2) Senyawa

Gabungan dari beberapa unsur
yang berbeda jenis dan saling
berikatan melalui reaksi kimia

dalam perbandingan massa

tetap dan tertentu.

H2O (air) terdiri atas dua atom hidrogen dan satu oksigen.

Sumber : commons.wikimedia.org

10

media

Klasifikasi Materi

A

b. Campuran

Perbedaan suspensi dan larutan

Sumber : shutterstock.com

Gabungan dua zat atau lebih

yang masing-masing zat

penyusunnya masih memiliki

sifat aslinya.

11

media

Larutan

Koloid

Suspensi

Contoh:
Larutan gula
Larutan garam

Klasifikasi Materi

A

b. Campuran

Contoh:
Susu

Contoh:
Campuran tapioka dalam air
Air sungai keruh

Campuran dibedakan menjadi:

12

media

Klasifikasi Materi

A

b. Campuran

Fase Terdispersi

Padat

Cair

Gas

Medium Pendispersi

Padat

Sol padat
Kaca
berwarna

Batu rubi

Perunggu

Kuningan

Emulsi padat
Keju

Gel silika

Mutiara

Buih padat
Spons busa

Roti bolu

Batu apung

Styrofoam

Cair

Sol
Tinta

Tanah liat

Lem kanji

Cat

Emulsi
Santan

Susu

Mayonnaise

Buih
Karet busa

Busa sabun

Gas

Aerosol padat
Asap

Debu

Aerosol
Awan

Kabut

Parfum yang
disemprotkan

Macam-Macam Koloid

13

media

Klasifikasi Materi

A

3. Pemisahan Campuran

f

e

d

Metode

Pemisahan
Campuran

a

b

c

Filtrasi

Kristalisasi

Dekantasi

Sublimasi

Distilasi

Kromatografi

14

media

2

1

3
Proses kristalisasi
garam dari air laut.
Proses filtrasi

Proses dekantasi

Klasifikasi Materi

A

Sumber : shutterstock.com

3. Pemisahan Campuran

15

media

5Proses distilasi

Sumber : shutterstock.com

4Sublimasi dry ice

Sumber : commons.wikimedia.org

Klasifikasi Materi

A

6Proses kromatografi

Sumber : shutterstock.com

3. Pemisahan Campuran

16

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

Sifat Kimia

Sifat Fisis

02

01

Sifat
Materi

Kondisi fisik yang

dapat dilihat, diamati,

dan diukur serta

dinyatakan nilainya

dengan besaran.

Sifat zat yang
berkaitan erat

dengan reaksi dan

perubahan zat.

17

media

Besaran Pokok

Besaran

Besaran yang satuannya

didefinisikan dan disepakati

lebih dahulu.

Besaran Turunan

Besaran yang diturunkan

dari besaran pokok.

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

1. Sifat Fisis

18

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

a. Besaran pokok

No.

Besaran

Satuan (MKS)

Satuan (CGS)

1.

Massa

Kilogram (Kg)

Gram (g)

2.

Panjang

Meter (m)

Sentimeter (cm)

3.

Waktu

sekon (s)

Sekon (s)

4.

Suhu

kelvin (K)

Celcius (oC)

5.

Kuat arus listrik

Ampere (A)

Ampere (A)

6.

Intensitas Cahaya

Kandela (Cd)

Kandela (Cd)

7.

Jumlah zat

Mol (mol)

Mol (mol)

1. Sifat Fisis

19

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

1. Sifat Fisis

b. Besaran turunan

No.

Besaran

Satuan (MKS)

Satuan (CGS)

1.

Volume

Meter kubik (m3)

Centimeter kubik (cm3)

2.

Gaya

Newton (N)

dyne (dyn)

3.

Energi

Joule (J)

erg

4.

Daya

Watt (W)

erg/s

5.

Massa jenis

(kg/m3)

Gram/cm3

6.

Tekanan

Pascal (Pa)

-

20

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

1. Sifat Fisis

b. Besaran turunan

No.

Besaran

Satuan (MKS)

Satuan (CGS)

7.

Frekuensi

Hertz (Hz)

-

8.

Resistensi (hambatan listrik)

Ohm (Ω)

-

9.

Potensial listrik

Volt (V)

-

10.

Indukstansi

Henry (H)

-

11.

Medan magnetik

Tesla (T)

-

12.

Kapasitas kapasitor

Farad (F)

-

21

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

2. Sifat kimia

Sifat-sifat yang tergolong sifat kimia di
antaranya:
Mudah terbakar
Mudah membusuk
Korosif

Sumber : flickr.com

22

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

a. Toleransi pengukuran

Ketidakpastian pengukuran tunggal

∆𝒙 = 𝟏

𝟐 𝐱 𝐬𝐤𝐚𝐥𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐚𝐥𝐚𝐭 𝐮𝐤𝐮𝐫

Hasil pengukuran dinyatakan dengan:

𝒙 = 𝒙𝟎 ± ∆𝒙

Dengan:
x0
= hasil pengukuran satu kali

∆x

= nilai ketidakpastian

Sumber : publicdomainvectors.org

3. Pengukuran

23

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

3. Pengukuran

a. Toleransi pengukuran

Ketidakpastian pengukuran berulang

𝑺ഥ𝒙 = 𝟏

𝒏

𝒏 σ 𝒙𝒊𝟐− (σ 𝒙𝒊)𝟐

𝒏 − 𝟏

Hasil pengukuran dinyatakan dengan:

𝒙 = ഥ𝒙 ± 𝑺ഥ𝒙

dengan:
ҧ𝑥

= Nilai rata-rata hasil pengukuran

𝑆 ҧ𝑥= Simpangan baku

σ 𝑥𝑖 = Jumlah seluruh nilai pengukuran
n

= banyaknya pengukuran yang dilakukan

Nilai toleransi:

ഥ𝒙 = σ 𝒙𝒊

𝒏

Ketidakpastian (∆x) dapat dinyatakan
dengan simpangan baku:

24

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

3. Pengukuran

a. Toleransi pengukuran

Ketidakpastian relatif

Hasil pengukuran dinyatakan dengan:

𝒙 = ഥ𝒙 ± 𝑲𝑹

dengan:
KR

= Ketidakpastian relatif

ҧ𝑥

= Nilai rata-rata

∆x

= Nilai ketidakpastian untuk data tunggal

𝑆 ҧ𝑥= Nilai ketidakpastian untuk data berulang

𝑲𝑹 = ∆𝒙

ഥ𝒙𝒙 𝟏𝟎𝟎%

𝑲𝑹 = 𝑺ഥ𝒙

ഥ𝒙𝒙 𝟏𝟎𝟎%

KR ≥ 10 berhak melaporkan 2 angka penting
10% > KR ≥ 1% berhak melaporkan 3 AP
0,1% > KR berhak melaporkan 4 AP

25

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

3. Pengukuran

Bagian-bagian jangka sorong
Sumber : shutterstock.com

b. Alat ukur

1) Jangka Sorong

Memiliki ketelitian
0,1 mm - 0,02 mm.

26

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

3. Pengukuran

b. Alat ukur

2) Mikrometer sekrup

Sumber : shutterstock.com

Bagian-bagian mikrometer sekrup

Untuk mengukur ketebalan

yang sangat tipis dengan
ketelitian hingga 0,01 mm.

27

media

Contoh Soal

Perhatikan skala hasil pengukuran mikrometer
sekrup pada gambar di samping.
Pada gambar, terlihat skala utama menunjukkan
angka 42,5 mm. Sedangkan skala nonius putar
menunjukkan

angka

0,49

mm

sehingga

hasil

pengukurannya adalah 42,5 + 0,49 = 42,99 mm.

Mikrometer memiliki ketelitian 0,01 mm dengan
ketidakpastian mutlak 0,005 mm sehingga penulisan
hasil pengukurannya, yaitu (42,99 ± 0,005) mm.

Sumber : shutterstock.com

28

media

Sifat Materi dan Pengukurannya

B

3. Pengukuran

b. Alat ukur

Neraca
Stopwatch

AVO meter atau multimeter

Sumber : shutterstock.com

Sumber : shutterstock.com

Sumber : shutterstock.com

29

media

Contoh Soal

Perhatikan gambar di samping.
Pada

gambar

tersebut,

terlihat

benda

yang

ditimbang pada neraca tiga lengan menunjukkan:
Massa: 300 + 70 + 7,5 = 377,5 gram

Karena neraca memiliki ketelitian 0,1 gram dengan
ketidakpastian mutlak 0,05 gram maka penulisan
hasil pengukurannya adalah (377,5 ± 0,05) gram.

Sumber : shutterstock.com

30

media

Perubahan

Fisika

01

Perubahan

Kimia

02

Perubahan

Biologi

03

Perubahan Materi

C

Perubahan materi dikelompokkan menjadi:

31

media

Contoh perubahan fisika

a

b

c

d

Perubahan wujud

Pelarutan

Perubahan bentuk
dan ukuran
Ekstraksi

Perubahan Materi

C

Perubahan zat tanpa mengubah sifat

asli zat tersebut.

1. Perubahan Fisika

32

media

Perubahan Materi

C

Sumber : shutterstock.com

Perubahan wujud

Perubahan wujud zat karena
pengaruh suhu dapat berwujud
padat, cair, atau gas.

Selama proses mencair, menguap, dan
menyublim

terjadi

penyerapan

panas.

Sedangkan proses mengembun, membeku,
dan deposisi terjadi pelepasan panas.

1. Perubahan Fisika

33

media

Proses pelarutan termasuk perubahan

fisika karena bersifat reversible.

Pengecoran logam secara

fisik dilakukan dengan

mengubah bentuk logam

padat menjadi cair.

Proses ekstraksi pada

pembuatan kopi termasuk

perubahan fisika.

Perubahan Materi

C

Sumber : shutterstock.com

1. Perubahan Fisika

34

media

Pembakaran

Perkaratan

(Korosi)

Perubahan Materi

C

Sumber : pxhere.com

Sumber : pixabay.com

Perubahan zat dengan menghasilkan zat
baru yang memiliki sifat berbeda dengan
zat awalnya dan tidak dapat dikembalikan

ke bentuk semula (irreversible).

Contoh Perubahan Kimia

2. Perubahan Kimia

35

media

Perubahan kimia yang disebabkan

oleh organisme biotik, seperti lumut,

bakteri, dan jamur.

Perubahan Materi

C

Perubahan biologi meliputi proses-
proses:
a

b

c

d

Fotosintesis

Peragian (fermentasi)

Pembusukan (dekomposisi)

Pelapukan

a

b

c

d

Sumber : commons.wikimedia.org

Sumber : commons.wikimedia.org

Sumber : commons.wikimedia.org

Sumber : shutterstock.com

3. Perubahan Biologi

36

media

B3 yang dapat digunakan

B3 yang dilarang digunakan

B3 yang terbatas penggunaannya

Bahan Berbahaya dan Beracun

D

a. Menurut Peraturan Pemerintah RI

B3

Pengelolaan B3 dibedakan menjadi:

a

c

b

1. Klasifikasi B3

37

media

Bahan Berbahaya dan Beracun

D

1. Klasifikasi B3

b. Menurut National Fire Protection Agency (NFPA)

NFPA memberikan kode angka 0 – 4
berdasarkan

tingkat

bahayanya

(terendah diberi kode angka 0 dan
tertinggi diberi kode angka 4).

Kriteria pelabelan bahan berbahaya dan
beracun (B3)

Sumber : npfa.org

38

media

Bahan Berbahaya dan Beracun

D

2. Pengelolaan B3

b

a

c

Pengolahan Limbah B3

Prosedur Penyimpanan B3

Pelabelan B3

39

media

Bahan Berbahaya dan Beracun

D

Penghasil LB3

Lingkungan

Pengangkut LB3

Penimbun LB3/

Land filter

Pengangkut LB3

Pengolah LB3

Pengumpul LB3

Pemanfaatan LB3

Reduce

Reuse

Recycle

User

Sumber : dokumen penerbit

Alur Prosedur Pengelolaan LB3

media

Proyek IPAS

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Rumpun Teknologi

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMK/MAK KELAS X

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 39

SLIDE