Search Header Logo
Kolaborasi dengan Profesi Lain

Kolaborasi dengan Profesi Lain

Assessment

Presentation

Education

University

Practice Problem

Medium

Created by

Nabila Qurrotu Aini

Used 1+ times

FREE Resource

23 Slides • 10 Questions

1

​KOLABORASI INTERPROFESIONAL BK DALAM PROFESI HUBUNGAN YANG MEMBANTU

 

2

Peran Strategis Konselor

  • Definisi Hubungan Membantu (Helping Relationship)

  • Esensi Profesi Bimbingan dan Konseling (BK)

  • Pentingnya Kolaborasi Interprofesional BK

3

Definisi Hubungan Membantu (Helping Relationship)

Hubungan di mana satu pihak (Konselor/Profesional) menggunakan kepakaran dan keterampilan interpersonalnya untuk membantu pihak lain (Konseli) mencapai perubahan perilaku, peningkatan pemahaman diri, dan pemecahan masalah yang konstruktif.

4

Esensi Profesi Bimbingan dan Konseling (BK)

  • Fokus Utama: Pengembangan potensi optimal individu dan pencegahan masalah.

  • Ranah Kerja: Belajar, karier, pribadi, dan sosial.

5

Multiple Select

Berikut ini merupakan ranah kerja BK

1

Belajar

2

Karier

3

Klinis

4

Pribadi-Sosial

6

Pentingnya Kolaborasi Interprofesional BK

Permasalahan konseli saat ini bersifat kompleks (holistik) dan seringkali melampaui batas kompetensi satu profesi. Kolaborasi interprofesional memastikan konseli menerima layanan yang komprehensif dan terintegrasi.

7

Open Ended

Mengapa kolaborasi interprofesional BK perlu dilakukan?

8

Hubungan BK dengan Profesi Lain

9

Hubungan BK dengan Profesi Lain

Profesi

Area Kolaborasi Kunci

Perbedaan Utama (Kompetensi Inti)

Psikolog Klinis

Asesmen psikologis mendalam, penanganan kasus psikopatologi, rujukan balik untuk pengembangan dan pencegahan.

BK berfokus pada perkembangan dan pencegahan; Psikolog Klinis berfokus pada diagnosis dan terapi gangguan mental.

Psikiater (Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa)

Penanganan kasus konseli dengan gejala klinis parah, pengelolaan obat (farmakoterapi), penentuan diagnosis medis.

Psikiater memiliki wewenang memberikan resep obat;

Konselor/Psikolog tidak memiliki wewenang memberikan resep obat.

10

Pekerja Sosial (Social Worker)

Bantuan sumber daya lingkungan (kebutuhan dasar, tempat tinggal, finansial), advokasi hak konseli, dan kunjungan rumah.

BK fokus pada intervensi psikologis/perilaku; Pekerja Sosial fokus pada sistem sosial/lingkungan konseli.

Guru/Wali Kelas (Dalam Setting Pendidikan)

Identifikasi awal (referral), pemantauan perilaku dan prestasi akademik, implementasi program bimbingan klasikal.

BK fokus pada layanan individual/kelompok terstruktur; Guru fokus pada kurikulum dan instruksi mata pelajaran.

Dokter Umum

Penanganan masalah somatik (fisik) akibat stres, psikosomatis, rujukan untuk pemeriksaan medis.

Dokter fokus pada kondisi fisik/medis; BK fokus pada kesehatan mental/psikologis.

Hubungan BK dengan Profesi Lain (2)

11

Fill in the Blank

Profesi yang memiliki wewenang untuk memberikan resep obat adalah ...

12

Open Ended

Sebutkan lembaga yang berkaitan dengan social worker di Indonesia!

13

Mekanisme Kolaborasi

  • Alih Tangan Kasus atau Referral

  • Konsultasi

14

Fill in the Blank

Alih tangan kasus disebut juga dengan ...

15

Alih Tangan Kasus atau Referral

  • Alih tangan kasus dilakukan ketika masalah konseli melampaui batas kompetensi konselor atau membutuhkan intervensi dari profesi lain (misalnya, masalah medis, indikasi psikopatologi parah).

  • Guru bimbingan dan konseling atau konselor melakukan alih tangan kasus kepihak lain karena keahlian dan kewenangannya baik di sekolah (misalnya guru mata pelajaran) maupun di luar sekolah (misalnya psikolog, dokter, psikiater).

  • Guru bimbingan dan konseling atau konselor menerima alih tangan kasus peserta didik dari wali kelas, guru mata pelajaran, manajemen sekolah, dan kepala sekolah.

16

Multiple Select

Kapan alih tangan kasus dilakukan?

1

Ketika masalah konseli melampaui batas kompetensi konselor

2

Ketika konseli membutuhkan intervensi dari profesi lain

3

Ketika konselor tidak mau membantu masalah konseli yang berat

4

Ketika profesi lain meminta untuk membantu

17

Tujuan Alih Tangan Kasus

Alih tangan kasus bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli menemukan jalan keluar terbaik bagi masalah yang dialaminya apabila bantuan yang dibutuhkan di luar kompetensi dan kewenangan yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor.

18

Open Ended

Tujuan alih tangan kasus adalah untuk ...

19

Alur Alih Tangan Kasus dari Guru BK kepada pihak lain

  • Komunikasi dengan peserta didik/konseli dan orang tua untuk memperoleh persetujuan alih tangan kasus.

  • Konsultasi dengan kepala sekolah untuk menjelaskan dan memperoleh izin alih tangan kasus kepada ahli lain di luar sekolah.

  • Mengirim peserta didik/konseli untuk memperoleh layanan ahli.

  • Memantau perkembangan hasil layanan ahli.

  • Memperoleh dan mengadministrasikan laporan dari layanan ahli.

  • Apabila bantuan yang diberikan oleh ahli pun tidak berhasil mencapai tujuan, maka perlu dilakukan analisis dan perencanaan penanganan berikutnya antara lain melalui konferensi kasus, konsultasi dan kolaborasi dengan pihak-pihak yang kompeten.

20

Multiple Select

Tindakan apa saja yang dilakukan setelah mengalihtangankan kasus?

1

Menyerahkan sepenuhnya kepada ahli

2

Memantau perkembangan layanan hasil ahli

3

Memperoleh dan mengadministrasikan laporan dari layanan ahli

4

Melakukan analisis dan perencanaan penanganan berikutnya

21

Alur alih tangan kasus dari wali kelas, guru mata pelajaran, manajemen sekolah, dan atau kepala sekolah kepada Guru BK

  • Meminta informasi tentang keadaan peserta didik/konseli yang direferral;

  • Mengumpulkan data dan menganalisis sebagai bahan dalam memberikan bantuan;

  • Membuat perencanaan bantuan seperti konseling, diagnosis kesulitan belajar;

  • Membuat laporan sesuai dengan penanganan yang dilakukan;

  • Mengkomunikasikan hasil layanan kepada pihak yang mengirimkan peserta

    didik/konseli.

22

Belum memberikan layanan atau langsung mengalihtangankan kasus

Contoh Format Referral

media

23

Alih tangan kasus lanjutan

Alternatif Contoh Format Referral

media

24

Konsultasi

  • Konsultasi merupakan proses pemberian masukan kepada konsulti atau upaya memperoleh dukungan dalam perencanan, pelaksanaan dan evaluasi program layanan.

  • Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat berperan baik sebagai konsultan maupun konsulti.

25

Konsultasi Berdasarkan Kondisi

Guru BK atau konselor menyampaikan kebutuhan dukungan dalam memperlancar pelaksanaan program layanan BK kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah, personal ahli/profesi lain yang memiliki kapasitas memberi masukan dalam membantu pengembangan potensi atau pengentasan masalah peserta didik/konseli.

Sebagai Konsulti

Guru BK atau konselor memberi masukan, saran, berbagi akses bagi peserta didik (yang berperan sebagai peer konselor), orang tua, guru mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah atau pihak lain yang berkepentingan untuk membangun pemahaman dan kepedulian, kesamaan persepsi

Sebagai Konsultan

26

Fill in the Blank

Peran guru BK dalam layanan konsultasi adalah sebagai konsultan dan ...

27

Contoh Format Konsultasi

media

28

Aplikasi dalam Konteks Kesehatan Mental

29

Peran Konselor dalam Kesehatan Mental

  • Pencegahan: Program literasi kesehatan mental (misalnya, stress management).

  • Intervensi Dini: Memberikan konseling untuk krisis situasional (misalnya, sedang berduka, masa transisi).

  • Jalur Referral: Menjadi gerbang utama (gatekeeper) untuk mengidentifikasi dan mengalihtangan kasus klinis ke Psikolog/Psikiater.

30

Multiple Select

​Peran konselor dalam kesehatan mental adalah ...

1

Intervensi dini

2

Mendiagnosa konseli

3

Melakukan pencegahan

4

Jalur referral

31

Model Kolaborasi Tim Kesehatan Mental

  • Konselor/Psikolog: Memberikan terapi, konseling krisis, dan kelompok dukungan.

  • Psikiater: Melakukan diagnosis, manajemen obat, dan penanganan kondisi akut.

  • Pekerja Sosial: Mengatur pemulangan konseli, menghubungkan konseli dengan sumber daya komunitas, dan membantu reintegrasi sosial.

  • Perawat: Memonitor kondisi harian dan memberikan perawatan fisik.

32

Isu Etik dan Profesional dalam Kolaborasi

  • Kerahasiaan (Confidentiality): Informasi konseli hanya boleh dibagikan kepada profesional lain yang terlibat dalam perawatan atas persetujuan konseli.

  • Kompetensi: Setiap profesional harus beroperasi dalam batas lisensi dan pelatihannya. Jangan mencoba melakukan intervensi yang merupakan kompetensi profesi lain (misalnya, mendiagnosis gangguan mental parah).

  • Saling Menghormati: Menghargai peran, kompetensi, dan perspektif setiap profesi. Hindari persaingan ranah kerja.

  • Komunikasi Jelas: Pastikan ada kesepakatan tertulis (MOU) atau lisan yang jelas tentang tujuan kolaborasi dan pembagian peran.

33

Studi Kasus

  • Studi Kasus: Wali kelas kelas 2 SD melaporkan ada perserta didiknya yang sering memukul benda-benda di sekitarnya, berbicara sendiri, dan mengganggu temannya saat ia sedang mengajar di kelas.

    • Profesional mana yang harus dihubungi oleh Guru BK?

    • Isi format referral berdasarkan contoh kasus.

    • Jelaskan peran spesifik masing-masing profesional dalam tim penanganan kasus ini.

  • Refleksi: Bagaimana Anda sebagai Konselor memastikan bahwa proses referral tidak membuat konseli maupun orang tuanya merasa diabaikan atau ditolak?

​KOLABORASI INTERPROFESIONAL BK DALAM PROFESI HUBUNGAN YANG MEMBANTU

 

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 33

SLIDE