Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Ekologi Pemerintahan

Total questions: 30

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

Cabang ilmu pemerintahan yang mempelajari interaksi antara pemerintah dan yang diperintah dengan lingkungan internal dan eksternal dalam sistem pemerintahan dikenal sebagai terminologi dari:

a)

A. Kybernologi

b)

B. Ilmu Pemerintahan Baru

c)

C. Ekologi Pemerintahan

d)

D. Hybrida Ilmu Pemerintahan dengan Ilmu Lingkungan

2.

Ilmu Pemerintahan dapat menjelaskan berbagai fenomena dengan meminjam dan/atau bekerjasama dengan ilmu pengetahuan lainnya melalui pendekatan transdisiplin dan lintasdisiplin sehingga menghasilkan:

a)

A. Ilmu Pemerintahan Baru

b)

B. Hybrida Ilmu Pemerintahan

c)

C. Kybernologi

d)

D. Ilmu Pengetahuan Pemerintahan

3.

Para pembelajar dan Praktisi Ilmu Pemerintahan dapat menjelaskan terjadinya fenomena perubahan iklim dan berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi serta dampaknya terhadap sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem politik dan pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan dengan menggunakan perspektif ekologi pemerintahan dari aspek:

a)

A. Lingkungan nonfisik

b)

B. Lingkugan Internal

c)

C. Lingkungan Eksternal

d)

D. Lingkungan Hidup

4.

Asumsi dasar bahwa pemerintah adalah sebuah organisme hidup yang lahir, hidup, berkembang dan dapat mati dan oleh karena itu gejala dan peristiwa pemerintahan dapat dianalisis dengan kajian:

a)

A. Sejarah

b)

B. Sosal Budaya

c)

C. Ekologi

d)

D. Biologi

5.

Studi Ekologi Pemerintahan adalah studi ilmiah yang memadukan antara kajian ekologi dengan ilmu pemerintahan dari tiga sudut padang sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Ekologi

b)

B. Ilmu Pemerintahan

c)

C. Eklektik

d)

D. Politik

6.

Kajian yang melihat pemerintahan sebagai ekosistem sehingga berbagai teori, paradigma, pendekatan, konsep dan prinsip yang digunakan sebagai pisau analisis pada ekologi dipakai pula pada kajian ekologi pemerintahan sebagaimana dimaksudkan dari sudut pandang:

a)

A. Politik

b)

B. Ekologi

c)

C. Ilmu Pemerintahan

d)

D. Kybernologi

7.

Ekologi pemerintahan merupakan salah satu bidang kajian ilmu pemerintahan sehingga berbagai teori, prinsip, dan konsep dalam studi ekologi dipinjam untuk menjelaskan gejala dan peristiwa pemerintahan. Pemikiran ini merupakan cara pandang Ekologi Pemerintahan dari perspektif:

a)

A.. Ilmu Pemerintahan

b)

B. Ekologi

c)

C. Kybernologi

d)

D. Holistik

8.

Negara yang dipandang sebagai obyek material ilmu pemerintahan, dianggap sebagai organisme hidup yang berinteraksi dengan unsur lingkungan di sekitarnya, saling memberi dan menerima sehingga tercapai suatu titik keseimbangan dinamis simbiose mutualisma, merupakan cara pandang ekologi pemerintahan dari perspektif

a)

A. Ilmu Pemerintahan

b)

B. Ekologi

c)

C. Politik

d)

D. Ilmu Negara

9.

Obyek Forma Ilmu Pemerintahan adalah Governance Relationship, suatu hubungan antara yang memerintah dengan yang diperintah dalam konteks menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memenuhi kebutuhan tiap orang akan jasa publik dan layanan civil secara cepat, tepat, murah, terjangkau dan tersedia saat dibutuhkan yang berlangsung dalam suatu simbiose mutualisme saling menguntungan guna menjaga eksistensi. Pemikiran ini merupakan cara pandang ekologi pemerintahan dari perspektif berikut, kecuali:

a)

A. Politik

b)

B. Ilmu Pemerintahan

c)

C. Ilmu Pemerintahan Baru

d)

D. Kybernologi

10.

Kajian Ekologi Pemerintahan merupakan interface antara kajian ekologi dengan ilmu pemerintahan sehingga dalam menganalisis peristiwa dan fenomena atau gejala pemerintahan dapat saling meminjam teori, konsep, prinsip dan pendekatan secara bergantian. Pemikiran ini merupakan cara pandang dari perspektif:

a)

A. Ekologi

b)

B. Ilmu Pemerintahan

c)

C. Eklektik

d)

D. Metodologi

11.

Gejala dan peristiwa pemerintahan dianggap sama dengan gejala dan peristiwa ekologi di mana ada interaksi antara makhluk hidup, saling memberi dan menerima untuk mencapai keseimbangan eksistensi melalui suatu titik homeostatis yang direkayasa secara politik, sosial dan budaya agar sistem pemerintahan tetap eksis, seimbang dan dinamis, stabil dan berkelanjutan. Pemikiran ini dikembangkan dari sudut pandang:

a)

A. Ekologi

b)

B. Politik

c)

C. Eklektik

d)

D. Ilmu Pemerintahan

12.

Ekologi Pemerintahan merupakan suatu hibrida dari ilmu lingkungan dan ilmu pemerintahan sehingga menjadi suatu ilmu pengetahuan pemerintahan (bestuurswetenchappen atau knowledge) sekaligus suatu keterampilan atau kemahiran (know-how atau bestuurskunde). Pemahaman ekologi pemerintahan ini dikembangkan dari perspektif:

a)

A. Kybernologi

b)

B. Ilmu Politik

c)

C. Ilmu Lingkungan

d)

D. Ekologi Manajemen

13.

Pengertian ekologi pemerintahan sebagai studi ilmiah mengenai hubungan timbal balik antara pemerintah sebagai sebuah organisme hidup dengan lingkungan internal dan eksternal dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai komponen yang terlibat, prosesnya dan dampaknya bagi kehidupan umat manusia dikemukakan oleh:

a)

A. Emil Salim

b)

B. Sadu Wasistiono

c)

C. Taliziduhu Ndraha

d)

D. Sajogyo

14.

Semua kondisi, entitas, kejadian dan faktor di dalam suatu pemerintahan sebagai sebuah organisasi dan sebagai sistem yang mempengaruhi aktivitas dan pilihan-pilihan serta sikap, perilaku subsistem-subsistem di bawahnya dikenal dengan:

a)

A. Lingkungan Eksternal

b)

B. Lingkungan Internal

c)

C. Lingkungan Pemerintahan

d)

. D. Lingkungan Hidup

15.

Semua situasi, kondisi, kejadian, entitas dan faktor yang berada di sekitar organisasi yang mempengaruhi aktivitas dan pilihan-pilihannya dan menentukan peluang dan berbagai risiko yang akan ditanggungnya dikenal dengan:

a)

A. Lingkungan Hidup

b)

B. Lingkungan Internal

c)

C. Lingkungan Eksternal

d)

D. Lingkungan Sosial

16.

Ekologi Pemerintahan merupakan salah satu wujud bangunan pengetahuan pemerintahan (body of knowledge) sebagai cabang ilmu pemerintahan yang mempelajari pengaruh lingkungan ruang-waktu terhadap pemerintahan baik sebagaimana adanya (das sein) maupun sebagaimana yang diharapkan (normative, das sollen) merupakan pemikiran dari sudut pandang ilmu pemerintahan sebagaimana dikemukakan oleh:

a)

A. Sadu Wasistiono

b)

B. Paul Robbins

c)

C. Taliziduhu Ndraha

d)

D. Emil Salim

17.

Tujuan pembelajaran ekologi pemerintahan adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Terbentuknya sikap dan perilaku kecerdasan ekologis

b)

B. Peningkatan pemahaman pengetahuan tentang relasi sistem pemerintahan dengan ekologi pemerintahan

c)

C. Peningkatan keterampilan dalam menerapkan pengetahuan tentang ekologi pemerintahan

d)

D. Meningkatan kemampuan teknis tentang kontribusi ekologi dalam perkembangan ilmu pemerintahan

18.

Sistem pemerintahan membutuhkan input berupa tuntutan, dukungan, kebutuhan, permasalahan, sumber daya dan kepedulian yang selanjutnya diartikulasi, diakomodasi dan diagregasi dalam proses politik dan proses pemerintahan. Sumber input dimaksud berasal dari:

a)

A. Kebijakan Pemerintahan

b)

B. Lingkungan sebagai outcomes

c)

C. Infrastruktur dan Surpastruktur politik

d)

D. Lingkungan sebagai input

19.

Secara hirarkis, sistem pemerintahan dapat dilihat secara fungsional melalui komponen sistem antara lain sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Benefit

b)

B. Lingkungan

c)

C. Feedforward

d)

D. Kebijakan publik

20.

Lingkungan internal yang berpengaruh secara timbal balik terhadap sistem pemerintahan adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Visi dan Misi Pemerintah

b)

B. Hubungan antara subsistem dengan sub-subsistem

c)

C. Janji Politik

d)

D. Struktur dan prosedur organisasi

21.

Sistem pemerintahan mempunyai pengaruh timbal balik dengan berbagai faktor dari lingkungan eksternalnya antara lain sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Ideologi dan Politik

b)

B. Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama

c)

C. Teknologi informasi dan komunikasi

d)

D. Pemerintahan bayangan

22.

Dalam konteks ekologis, sistem pemerintahan sangat dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan fisik antara lain sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Letak geografis

b)

B. Kondisi geografis

c)

C. Keadaan demografi

d)

D. Bentuk geografis

23.

Sistem pemerintahan juga dipengaruhi oleh lingkungan non fisik antara lain sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Filosofi

b)

B . Norma dan tata nilai

c)

C. Karakteristik Geografis

d)

D. Karakteristik sosial politik

24.

Seorang pamong praja dituntut untuk memiliki kecerdasan jamak (multiple intellegences) sebagai berikut, kecuali:

a)

A. Social intelligence

b)

B. Ecological Intelligence

c)

C. Emotional and Spiritual Intelligences

d)

D. Artificial intelligence

25.

Berdasarkan kemampuan menerapkan kecerdasan ekologis yang wajib dimiliki setiap pamong praja dan para penyelenggara negara diharapkan pemerintah mampu menjaga, memelihara dan melestarikan wilayah negara di mana semua lembaga pemerintahan tingkat nasional dan subnasional pro-aktif membangun masyarakat yang berkelanjutan. Paradigma ini dikenal sebagai terminologi dari:

a)

A. MDG's

b)

B. SDG's

c)

C. Green Government

d)

D. Clean Government

26.

Dalam sistem pemerintahan terdapat lingkungan internal dan eksternal, di mana dalam

lingkungan eksternal terdapat faktor - faktor yang berpengaruh secara timbal balik terhadap

sistem pemerintahan. Faktor terpenting dalam lingkungan eksternal yaitu:

a)

A. Ideologi dan Politik

b)

B. Ekonomi

c)

C. Agama dan Sosial Budaya

d)

D. Teknologi Informatika dan Komunikasi

27.

Pengaruh Tim Sukses Pileg dan Pilpres 2019 kepada calon terpilih sangat menentukan dalam menempatkan anggota tim sukses dalam jabatan di kabinet dan jabatan di lembaga wakil rakyat. Eksistensi Tim Sukses ini sangat strategis sebagai the invisible government yang keberadaannya menggunakan lingkungan:

a)

A. Eksternal

b)

B. Internal

c)

C. Fisik dan Non Fisik

d)

D. Internal dan Eksternal

28.

Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran ekologi pemerintahan akan sangat bermanfaat bagi pamong praja dalam mengelola bencana agar bersinerji dengan tujuan eksistensial pemerintahan. Dengan demikian, dari perspektif Kybernologi, manajemen bencana dimaknai sebagai:

a)

A.Peduli setelah terjadi

b)

B. Mitigasi

c)

C. Peduli sebelum terjadi

d)

D. Rehabilitasi

29.

Bumi dan seisinya bukan warisan nenek moyang tetapi titipan anak cucu merupakan contoh:

a)

A. Kecerdasan sosial

b)

B. Kecerdasan spiritual

c)

C. Kecerdasan Ekologis

d)

D. Kecerdasan Emosional

30.

Kehadiran Pawang Hujan untuk mengendalikan cuaca agar tidak turun hujan pada acara Pengukuhan Pamong Praja Muda atau Pelantikan Muda Praja merupakan contoh dari:

a)

A. Kecerdasan Ekologis

b)

B. Kecerdasan Spiritual

c)

C. Green Government

d)

D. Peduli sebelum terjadi bencana