WorksheetsPsikologi Penjas
Total questions: 35
Worksheet time: 2hrs 50mins
Fondasi sistem keolahragaan nasional di Indonesia terdiri dari, kecuali:
Olahraga pendidikan
Olahraga Prestasi
Olahraga Masyarakat
Keolahragaan
kemampuan yang ditingkatkan dalam physical literasi, kecuali:
Aknowledgement
Motivation
Confidence
Physical Competence
Gerakan yang tidak memindahkan tubuh dan tidak memerlukan ruang gerak yang memadai disebut gerak:
Lokomotor
Non Lokomotor
Manipulatif
Adiktif
Kemampuan yang dikembangkan setelah menguasai gerak lokomotor dan non lokomotor dan menggunakan objek disebut gerak:
Adiktif
Adaptif
Manipulatif
Kombinasi Lokomotor - Non Lokomotor
Gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain merupakan pengertian dari gerak:
Non Lokomotor
Lokomotor
Manipulatif
Adaptif
Psychology merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, Psycho memiliki arti:
Perasaan
Jiwa
Tingkah laku
Raga
Dalam teori clasical conditioning yang dikembangkan Ivan Pavlov, dapat disimpulkan bahwa adanya asosiasi antara stimulus dan respon yang dilakukan berulang-ulang sehingga terjadi asosiasi yang otomatis lebih menekankan pada:
kebiasaan melakukan sesuatu
mencoba dan salah
memberikan contoh
memberikan penguatan positif
dalam teori trial and error, organisme belajar dengan menerapkan 3 hukum kecuali:
Hukum kesiapan
Hukum latihan
Hukum efek
Hukum kesenangan
selama pembelajaran daring, saya memilih aplikasi quizzizz sebagai tes untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan. setelah saya otak-atik ternyata ada beberapa pertanyaan yang tidak muncul pada kolom pertanyaan, dan saya salah dalam melakukan pengaturan pada kolom pertanyaan. setelah saya klik pengaturan kemudian muncul tampilan pertanyaan dan akhirnya daftar pertanyaan muncul pada kolom pertanyaan. dari cerita singkat di atas termasuk kejadian pada teori belajar:
classical conditioning
trial and error
operant conditioning
modelling
teori belajar yang menerapkan pemberian hadiah/pujian dan hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukan merupakan teori:
classical conditioning
trial and error
reward and punishment
modelling
munculnya tingkah laku ketika diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan, maka tingkah laku tersebut cenderung:
tidak dilakukan
jarang dilakukan
sering dilakukan
tidak pernah dilakukan
seorang siswa dapat melakukan lompat jauh dengan teknik dasar yang benar, kemudian guru mengacungkan dua jempolnya kepada siswa yang berhasil melakukan lompatan tersebut. sikap guru termasuk pada:
penguatan positif verbal
penguatan positif non verbal
penguatan negatif verbal
penguatan negatif non verbal
efektivitas reward and punishment dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali:
intensitas
frekuensi dan motivasi
interval waktu
subjektifitas
Guru dikenal dengan istilah digugu dan ditiru, hal ini sesuai dengan teori belajar:
classical conditioning
trial and error
behaviorisme
modelling
efektivitas teori modelling sangat tergantung pada, kecuali:
ingatan dan perhatian
motivasi
reward
reproduksi gerak
Pendekatan Student Center Learning dalam pembelajaran merupakan aplikasi dari teori belajar:
Konstruktivisme
Behaviorisme
Modelling
Reward and Punishment
Dalam kurikulum 2013 (K-13) pendekatan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan lebih mengarah pada teori belajar:
Behaviorisme
Konstruktivisme
Modelling
Classical Conditioning
Dalam proses perkuliahan, dosen menekankan mahasiswa untuk selalu belajar mandiri, mencari hal baru dengan membaca buku referensi dan melakukan diskusi ketika ada sesuatu hal baru yang perlu ditanyakan dan didiskusikan, hal ini merupakan aplikasi dari teori belajar:
Behaviorisme
Modelling
Konstruktivisme
Trial and error
pendekatan dalam proses pembelajaran melalui Teacher Center Learning, merupakan aplikasi dari teori belajar:
Konstruktivisme
Behaviorisme
Modelling
Trial and Error
orang belajar tidak mesti dengan buku, membaca atau menulis. bila buku tidak ada, bahan tulis pun tidak ada, bukankah orang harus belajar juga?. dengan mengamati, memperhatikan dan meniru orang lain itu pun juga belajar, begitu kutipan kalimat oleh Pramoedya Ananta Toer. dalam kalimat di atas tersirat teori belajar:
trial and error
modelling
classical conditioning
konstruktivisme
Proses perubahan tingkah laku karena faktor kebiasaan, merupakan hakikat dari teori belajar:
Modelling
Trial and error
Classical Conditioning
Konstruktivisme
Mencoba, gagal, coba lagi, gagal lagi, coba lagi dan berhasil. ini merupakan contoh dari hakikat teori belajar:
modelling
behaviorisme
reward and punishment
trial and error
Guru PJOK memberikan applause saat siswanya dapat melakukan tugas gerak teknik dasar lompat jauh dengan baik, sehingga siswa itu senang dan berusaha untuk mencoba lagi dan lagi. ini merupakan hakikat dari teori belajar:
trial and error
reward and punishment
classical conditioning
modelling
Saat pembelajaran PJOK, siswa diberikan kebebasn untuk bermain sepak bola. saat mencetak gol, siswa tersebut selebrasi dengan gaya SIUUWW ala CR7. ini membuktikan bahwasanya siswa tersebut menganut teori belajar:
modelling
reward and punishment
konstruktivisme
trial and error
Bertambahnya ukuran dan jumlah sel secara kuantitif dan perubahannya dapat dilihat secara kasat mata, bisa diukur dengan satuan panjang dan berat. hal ini merupakan hakikat dari pengertian
;
Perkembangan
Pertumbuhan
Motivasi
Minat
Bertambahnya kemampuan yang lebih kompleks dan bersifat kualitatif seperti kemampuan berpikir, berbahasa dan kemampuan mengendalikan emosi, merupakan hakikat dari pengertian:
motivasi
pertumbuhan
perkembangan
motif
Proses perkembangan otak, tinggi badan, dan berat badan merupakan perkembangan pada proses:
Biologis
sosio emosional
Afektif
psikomotorik
Perubahan yang terjadi pada seseorang yang berkaitan dengan kemampuan berpikirnya untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapi merupakan proses perkembangan pada:
Afektif
Biologis
Sosio emosional
Kognitif
perubahan seseorang untuk mengendalikan emosi dan berinteraksi dengan orang lain merupakan perkembangan yang dialami sesorang pada proses:
sosio emosional
kognitif
afektif
biologis
seseorang yang tergerak dari dalam dirinya untuk selalu rajin kuliah, rajin belajar, mengerjakan tugas dengan baik dan punya keinginan memiliki IPK yang baik merupakan ilustrasi dari:
Motivasi ekstrinsik
motivasi intrinsik
motivasi berpartisipasi
Motivasi eksternal
seseorang yang terdorong untuk melakukan aktivitas olahraga seperti bermain sepak bola dengan orang di sekitar rumahnya biar dia senang, berkeringat, punya banyak teman dan untuk mengasah keterampilan merupakan ilustrasi dari motivasi:
motivasi intrinsik
motivasi berprestasi
motivasi ekstrinsik
motivasi berpartisipasi
seorang mahasiswa yang kuliah harus diajak teman, harus diiming-imingi hadiah oleh orang tua agar rajin kuliah, merupakan ilustrasi dari motivasi:
motivasi ekstrinsik
motivasi instrinsik
motivasi berprestasi
motivasi berpartisipasi
seorang mahasiswa yang selalu menambah jam belajarnya setelah perkuliahan, sering membaca buku di perpustakaan, mencari referensi di internet sebagai sumber belajar dengan tujuan agar IPK nya naik dan lebih baik dari teman sekelasnya. hal ini merupakan ilustrasi dari motivasi:
motivasi ekstrinsik
motivasi berpartisipasi
motif eksternal
motivasi berprestasi
keinginan yang timbul untuk melakukan sesuatu karena hanya untuk mendapatkan pujian, penghargaan atau hadiah merupakan hakikat dari:
motivasi instrinsik
motivasi ekstrinsik
motivasi berprestasi
motivasi berpartisipasi
keinginan yang kuat yang timbul sebagai tingkah laku untuk meraih prestasi terbaik merupakan hakikat dari motivasi:
motivasi instrinsik
motivasi ekstrinsik
motivasi berpartisipasi
motivasi berprestasi
