NEW
Font size
WorksheetsAudit Intern 2 (0526)
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Tahapan kegiatan dalam audit investigasi adalah sebagai berikut:
Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dan monitoring tindak lanjut
Pra perencanaan, Perencanaan, pengumpulan dan evaluasi bukti, pelaporan, dan monitoring tindak lanjut
Pra perencanaan, Perencanaan, pengumpulan dan evaluasi bukti, dan pelaporan
Mendorong unit akuntansi untuk segera memperbaiki laporan keuangan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK adalah kegiatan Reviu Laporan Keuangan pada tahapan :
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Pendampingan selama pemeriksaan BPK
Lingkup penugasan adalah batasan hal-hal yang akan diuji. Batasan tersebut dapat berupa proses tertentu, tingkatan tertentu, periode waktu dan/atau wilayah tertentu. Keputusan dari pimpinan instansi dalam menentukan lingkup penugasan memerlukan:
Kebijakan tertulis
Kebijakan lisan
Profesional judgment
Risk maturity
Dalam kondisi organisasi berada pada level risk aware dan risk naive, maka auditor dalam proses pemahaman dan penerapan manajemen risiko bagi organisasi bertindak sebagai:
Auditor
Konsultan
Evaluator
Quality assurance
Auditor harus melibatkan manajemen dalam proses identifikasi dan penilaian risiko. Hal ini dilakukan untuk:
Meminta masukan manajemen dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari
Melihat bussiness process yang dilaksanakan oleh manajemen
Memberikan pemahaman kepada manajemen bahwa manajemen risiko sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan
Menghindari kesalahpahaman pihak manajemen yang menganggap bahwa auditor internal yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan (manajemen) risiko organisasi
Proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaiamana sesuatu risiko dapat terjadi, sebelum risiko timbul dan berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan, disebut:
Identifikasi risiko
Analisis risiko
Pengendalian risiko
Penetapan risiko
Berdasarkan identfikasi risiko terdapat pernyataan risiko "Penyedia barang tidak sanggup melaksanakan pengadaan" maka pengendalian yang harus ada untuk meminimalkan risiko adalah:
Spesifikasi teknis menjadi bagian dokumen pengadaan
Spesifikasi teknis dimuat dalam kontrak
Pejabat Pembuat Komitmen membuat spesifikasi teknis
Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang
Berdasarkan identifikasi risiko terdapat pernyataan risiko 'Spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan", maka pengendalian yang harus ada untuk meminimalkan risiko adalah:
Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
Spesifikasi teknis menjadi bagian dokumen pengadaan
Jumlah barang dimuat dalam kontrak
Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang
Sejumlah (sekumpulan) risiko dalam entitas yang akan diterima dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, disebut:
Risk response
Inherent risk
Risk appetite
Residual risk
Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti dengan menggunakan berbagai "teknik audit", disebut:
Langkah audit
Program audit
Cara audit
Prosedur audit
Pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian perhitungan, keabsahan, pembukuan, pemilikan dan eksistensi suatu dokumen, disebut
Cek
Uji/test
Verifikasi
Evaluasi
Teknik audit "Scanning" adalah:
Menelusuri suatu bukti transaksi/kejadian menuju ke penyajian/informasi dalam suatu dokumen
Penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti untuk menemukan hal-ha yang tidak lazim atas suatu informasi/data
Memeroleh bukti sebagai peyakin bagi auditor dengan cara mendapatkan informasi yang sah dari pihak yang relevan
Penelitan secara mendalam terhadap hal-hal yang esensial atau penting
Pengendalian kunci yang dilakukan Pantia Penerima Hasil Pekerjaan menerima dan menguji barang yang diterima, pada risiko yang ada berupa "Spesifikasi teknis tdak sesuai kebutuhan" maka untuk meminimalkan risiko ini harus dilaksanakan prosedur pengujian berupa:
Lakukan evaluasi apakah spesifikasi yang disusun oleh PPK sesuai dengan yang dibutuhkan
Lakukan wawancara dengan petugas ULP tentang evaluasi teknis yang dilakuan ULP
Bandingkan antara barang yang diterima dengan spesifikasi teknis
Lakukan wawancara dengan PPK apakah spesifikasi teknis yang disususn telah sesuai ketentuan
Penyusunan KKA memungkinkan dilakukannya reviu oleh rekan sejawat (peer reviu) atau lembaga yang berwenang, juga sebagai pertanggungjawaban auditor bahwa audit telah diaksnakan sesuai dengan:
Ketentuan yang berlaku
Program Kerja Audit yang telah disusun
Prosedur audit
Standar audit
Rekomendasi adalah susulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal untuk menutup GAP antara kondisi dan kriteria. Materi rekomendasi harus dirancang guna:
Memperbaiki kondisi sesuai dengan kriteria
Memperbaiki kelemahan (menghilangkan penyebab)
Melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi yang dibuat
Meminimalkan kondisi yang tidak sesuai dengan kriteria
Dalam memberikan/merumuskan rekomendasi, auditor harus memperhatikan
Rekomendasi yang diusulkan dapat dilaksanakan secara bertahap
Tindak lanjut atas rekomendasi yang ada tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan
Biaya yang akan terjadi dalam mengimplementasikan rekomendasi harus tidak melebihi manfaat yang akan diperolehnya
Tindak lanjut harus segera dilaksanakan sebelum periode penugasan berikutnya
"Laporan hasil penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditi serta membawa ke arah perbaikan" berarti laporan ini telah memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
Objektif
Konstruktif
Lengkap
Jelas
Proses penugasan assurance tidak berakhir saat penugasan selesai. Setiap institusi auditor internal harus mengembangkan:
Sistem pengelolaan PKA untuk penugasan berikutnya
Sistem Pengelolaan KKA atas penugasan assurance
Sistem monitoring tindak lanjut hasil penugasan
Sistem monitoring hasil penugasan assurance
Beberappa alasan mengapa auditor internal harus memberi perhatian lebih pada pemanfaatan teknologi informasi organisasi, salah satu diantaranya adalah:
Pengambilan keputusan dengan data yang ada
Penggunaan komputer yang efektif
Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
Murahnya nilai investasi Teknologi Informasi
Evaluasi efisiensi pengendalian yang ada "salah satu prosedur yang dilaksanakan dalam :
Perencanaan penugasan konsultansi
Pelaksanaan penugasan konsultansi
Komunikasi dan tidak lanjut
Pelaporan penugasan konsultansi
Layanan konsultasi bertujuan untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan tata kelola, manajemen risiko dan
Pengelolaan keuangan
Pengelolaan aset daerah
Pengendalian organisasi
Pengamanan harta perusahaan
Peran auditor internal sebagai konsultan diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat (advice) dalam pengelolaan sumber day (resources) organisasi, sehingga dapat membantu tugas para pimpinan pada tingkat:
Top management
Middle management
Pelaksana
Operasional
Pendekatan Internal audit berupa Memfalisitasi penyempurnaan manajemen risiko". Adalah risk maturity pada tingkatan :
Risk Naive
Risk Aware
Risk Defined
Risk Managed
Tingkatan sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan melaporkan peluang/ancaman yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, disebut
Risk Naive Level
Risk Maturity Level
Risk Managed Level
Risk Enabled Level
Audit universe merupakan
Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan untuk perencanaan auditi jangka panjang, menyusun strategi auditi, dan aktivitas audit lainnya
Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan untuk perencanaan auditi jangka menengah, menyusun strategi auditi, dan aktivitas audit lainnya
Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan untuk perencanaan auditi jangka pendek, menyusun strategi auditi, dan aktivitas audit lainnya
Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan telah memuat informasi jumlah anggaran yang dikelola auditi
Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan disebut
Reviu
Pemantauan
Audit
Evaluasi
Dalam penilaian efektivitas kegiatan, pernyataan jaminan memadai dapat diberikan dalam bentuk " Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi Satker XYZ dilaksanakan dengan tidak efektif" adalah contoh dari
Positive assurance
Negative assurance
Reasonable assurance
Assurance lain
Kegiatan konsultansi bersifat memberikan saran kepada manajemen. Kegiatan dapat dilakukan dalam bentuk kajian dan penyampaian rekomendasi, dikenal sebagai :
Advisory Role
Training Role
Facilitative Role
Assurance Role
Kegiatan Monitoring tindak lanjut adalah salah satu kegiatan assurance pada tahapan :
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Tindak lanjut
Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja pemerintah disebut
Reviu laporan keuangan
Evaluasi AKIP
Audit Kinerja
Reviu KKA
