NEW
Font size
WorksheetsQUIZ KMB #3
Total questions: 55
Worksheet time: 55mins
Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, terpasang skeletal traksi dengan beban 7 kg. Hasil pengkajian: terdapat cairan bening dan krusta pada area pin. Perawat akan melakukan perawatan pada pin traksi. Prosedur persiapan telah dilakukan, lalu perawat membuka balutan lama dan melakukan pembersihan pada luka pin.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?
Membuang krusta
Mengkaji keadaan luka
Memeriksa stabilitas pin
Mengkaji kulit sekitar luka
Melakukan masase sekitar luka
Seorang laki-laki berusia 67 tahun dirawat dengan stroke non hemoragik hari kelima. Pada waktu perawat sedang melatih duduk di kursi untuk pertama kali tiba-tiba pasien mengeluh pusing.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Menyampaikan ke pasien bahwa pusing merupakan hal biasa
Memeriksa ukuran dan reaksi pupil terhadap cahaya langsung
Mengukur tekanan darah, nadi dan pernapasan
Mengajarkan pasien nafas dalam
Mengatur posisi tidur kembali
Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis stroke. Pasien dalam keadaan sadar. Perawat merumuskan diagnosis keperawatan gangguan menelan. Untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien, perawat memasang NGT. Setelah selang diberi jelly, selanjutnya selang NGT dimasukkan melalui hidung.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?
Memfiksasi NGT
Memasukkan nutrisi
Mendengarkan dengan stetoskop
Menganjurkan pasien untuk menelan
Mengecek hasil aspirasi ada udara atau tidak
Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan asma. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak, wheezing kedua paru, frekuensi nafas 28 x/menit, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, suhu 37,8°C. Pasien diberikan terapi nebulasi ventolin 2,5 MG dan 3 ml NaCl 0,9%.
Apakah evaluasi tindakan pada kasus tersebut?
Spo2
Tanda-tanda vital
Hasil analisa gas darah
Auskultasi bunyi nafas
Penggunaan otot bantu nafas
Seorang perempuan berusia 67 tahun dirawat di ruang penyakit dalam sejak 1 minggu yang lalu. Hasil Pengkajian: ekstermitas atas dan bawah sebelah kiri tidak dapat digerakkaj secara aktif, kulit disekitar area pantat tampak kemerahan, dan pasien merasa bokongnya terasa panas.
Apakah tindakan yang tepat diakukan pada pasien tersebut?
Melakukan massage daerah pantat
Melatih rentang gerak ekstermitas
Memberikan kompres air hangat
Memonitor area kulit pasien
Mobilisasi tiap 2 jam
Seorang perempuan berusia 42 tahun dirawat diruang bedah post operasi ORIF atas indikasi fraktur femur hari ke 5. Pasien mengeluh : nyeri pada otot paha dan terasa menjalar sampai ke pinggang, dengan skala nyeri 3 (0-10), nyeri dirasakan apabila dilakukan gerakan miring kanan kiri dan hanya mampu duduk selama 5 menit. Hasil pengkajian didapatkan data TD 110/70 mmHg, Frekuensi nadi 85x/menit, Frekuensi nafas 25x/menit, suhu 37,6˚C.
Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut.
Ajarkan rentang gerak
Kolaborasi dengan fisioterapi
Kolaborasi pemberian analgetik
Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi
Berikan informasi tentang nyeri dan cara mengatasinya
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di unit bedah karna mengalami luka bakar. Hasil pengkajian, pasien tidak sadar, luas luka bakar 20% dengan drajat III, tampak pucat koma, turgor kulit tidak elastis, CRT > 2 detik, TD 90/50 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit dan teraba lemah, frekuensi nafas 26x/menit, dan anuria. Hasil lab; kadar Na 100 mEq/L.
Apakah masalah keperawatan utma pada pasien tersebut?
Resiko perfusi serebral tidak efektif
Resiko perfusi perifer tidak efektif
Kerusakan integritas kulit
Pola nafas tidak efektif
Hipovolemi
Seorang laki-laki berusia 45 tahun di rawat di ruang hipertensi. Keluarga pasien melapor pada perawat bahwa cairan infus sudah habis. Namun karena perawat sedang mengerjakan sesuatau dia menyuruh keluarga pasien tersebut mnunggu saja di kamar. Sekitar 30 menit di tunggu oerawat belum dating, sampai akhirnya cairan infus sudah habis dan udara masuk ke pembuluh darah pasien.
Apakah aspek etik yang dilanggar pada kasus tersebut?
Justice
Fidelity
Autonomy
Beneficience
Non maleficience
Seorang laki-laki berusia 58 tahun di rawat di ruang bedah dengan stroke hemoragik. Hasil pemeriksaan, kesadaran koma, TD 130/90 mmHg, RR 20x/menit, dan kelopak mata pasien tidak dapat menutup sepenuhnya, perawat melakukan tindakan untuk mencegah kornea pasien kering.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Menutup kain kasa yang telah di lembabkan
Memberikan cairan fisiologis dan di tutup
Memberikan tetes mata dan tetap terbuka
Memberikan salep mata dan di tutup
Membersihkan setiap pagi dan sore
Seorang perempuan usia 55 tahun di rawat di ruang bedah
Dengan ulkus dan direncanakan amputasi. Pasien telah
Mendapatkan penjelasan, namun pasien masih khawatir
Tentang komplikasi yang dialami. Perawat kembali menjelaskan
Keuntungan dan kerugian prosedur tindakan amputasi.
Apakah prinsip etik yang diaplikasikan pada kasus tersebut?
Beneficience
Veracity
Otonomi
Justice
Fidelity
Seorang laki- laki berusia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Dengan keluhan gagal napas akut (ARDS)dengan riwayat pneumonia
6 bulan lalu. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak, frekuensi napas
28x/menit. Hasil AGD: pH 7.49, paC02 20 mmHg, dan HCO3-17 mEq/l.
Pasien terpasang oksigen masker 6L/menit.
Apakah interpretasi AGD pasien tersebut?
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik
Alkalosis respiratorik
Asidosis respiratorik terkompensasi
Seorang perawat akan mengambil sampel analisa gas darah, perawat sudah melihat catatan keperawatan pasien dan menyiapkan alat. Setelah menjelaskan tujuan dan prosedur kepada pasien, perawat mencuci
Tangan kemudian memakai sarung tangan, dan melakukan palpasi arteri Radialis tangan kanan.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?
Melalukan allen test
Memasukan jarum dengan sudur 45-90 derajat
Mendesinfeksi area yang akan dipungsi
Mengobservasi adanya pulsasi aliran darah
Memosisikan pergelangan tangan hiperekstensi
Seorang laki-laki berusia 52 tahub dirawat di ruang penyakit syaraf dengan diagnosis miningitis. Hasil lebgkajian, pasien mengeluh sakit kepala, TD 140/90 mmHg, frekuebsj nadi 88x/menit,frekuensi napas 20x/menit. Pasien sudah dilakukan tindakan lumbal punksi.
Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
bed rest 24 jam
Miring kiri dan kanan setiap 2 jam
Tidur terlentanv dengan kaki lurus 6 jam
Mobilisasi duduk ditempat tidur segera setelah tindakan
Mobilisasi bebas selama tidak ada keluhan nyeri punggung
Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan ISK. pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil, buang air kecil tidak puas, urine keruh, mual dan muntah, sering terbangun di malam hari. Hasil pengkajian : TD 150/90mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, suhu 37,7 C.
Apakah rencana tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Kolaborasi pemberian antibiotik
Menganjurkan minum banyak
Massase daerah suprapubik
Ajarkan teknik relaksasi
Kompres air hangat
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan batuk beedahak. Hasil pengkajian, pasien tampak sesak, mengeluh lemah produksi sputum kental, ronchi pada lobus media dextra,TD 140/80mmHg,frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/mnt dan suhu 37,8.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Bersihan jalan nafas
Kerusakan pertukaran gas
Pola napas tidak efektif
Penurunan curah jantung
Intoleransi aktivitas
Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat diruang penyakit dalam. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri dengan skla 5 (0-10) pada kaki, lemah dan tidak bisa beraktivitas secara mandiri serta memiliki riwayat bedrest yang lama, tampak kelemahan dan pengecilan pad ekstermitas kanan bawah,TD 140/80mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 22x/mnt, dan suhu 37,2 C.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Gangguan mobilitas fisik
Dedisit perawatan diri
Intoleran aktivitas
Resiko cidera
Nyeri akut
Seorang perempuan,berusia 67 tahun, dirawat dengan diagnosis stroke iskemik hari kelima. Hasil pengkajian : kesadaran komposmentis dan hemiparase ekatermitas kiri dengan kekuatab otot 3. Perawat akan melatih pasien mobilisasi duduk di tempat Tidur tanpa bersandar.
Apakah langkah pertama pada kasus tersebut?
Mengukur gcs
Memeriksa pupil
Mengukur Tanda vital
Mengukur kekuatan otot
Memeriksa fungsi kognitif
Saat kunjungan rumah di dapati laki laki 55 tahun dengan keluhan penurunan pendengaran sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Klien mengatakan kedua telinganya sering berdengung sejak 3 tahun terkhir. Klien memiliki Sejak usia 35 tahun.
Apakah tekhnik berkomunikasi keperawatan yang digunakan pada kasus tersebut?
Tingkatkan intonasi suara hingga klien mendengar
Gunakan eksperesi wajah dengan intonasi suara rendah
Tatap wajah klien, berbicara perlahan dan intonasi normal
Tatap wajah klien dan berbicara cepat
Gunakan bahasa isyarat.
Seorang laki-laki berusia 66 tahun, dirawat di unit penyakit dalam dengan DM. Hasil pengkajian ditemukan pasien masih mengeluh kaki kesemutan dan baal/kebas. Pasien riwayat DM dan hipertensi sejak 4 tahun yang lalu. Hasil TD 140/90 mmHg, gula darah sewaktu 200 g/dL. Pasien akan direcanakan pulang.
Apakah pendidikan kesehatan prioritas yang diberikan pada kasus tersebut?
Manajemen emosi
Diet rendah garam dan rendah kalori
Kontrol gula darah dan TD
Pembatasan aktivitas
Perawatan kaki
Seorang perempuan berusia 28 tahun menjalani perawatan di ruang penyakit dalam dengan keluhan kesulitan menelan. Pasien mendapat diet cair dan akan dilakukan pemasangan NGT oleh perawat. Perawat melakukan prosedur pemasangan NGT. Selang sudah dimasukkan dengan posisi kepala ekstensi.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?
Menganjurkan pasien untuk menelan
Memasukkan selang sesuai batas
Mengatur posisi kepala fleksi
Melakukan test kepatenan
Melakukan fiksasi
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat diruang isolasi dengan diagnose HIV. Hasil pengkajian pasien tampak lemah, kandidiasis mulut sehingga nafsu makan menurun, BB 45 kg, TB 168 cm. Terpasang cairan IV Dextrose 5% 20 tetes per menit.
Apakah intervensi utama sesuai kondisi pasien tersebut?
Pasang NGT
Lakukan oral hygiene
Berikan nutrisi perenteral
Berikan makanan cair per oral
Berikan makan porsi kecil tapi sering
Seorang laki-laki berusia 70 tahun dirawat dengan diagnosis CHF dengan keluhan sesak yang memberat 3 hari terakhir. Hasil pengkajian tampak sesak, diaforesis, akral dingin, frekuensi napas 25x/menit, frekuensi nadi 110/menit, TD 150/100 mmHg, Hb 10,7 gr/dl dan hasil rontgen thorak tampak edema paru dan kardiomegali.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Intoleransi aktivitas
Gangguan mobilitas fisik
Kelebihan volume cairan
Penurunan curah jantung
Ketidakefektifan pola napas
Seorang perempuan berusia 62 tahun dirawat di ruang keluarga. Klien memiliki riwayat stroke 3 bulan yang lalu. Saat ini klien mengeluh tidak dapat menggerakan kaki dan tangan sebelah kiri karena nyeri. Hasil pengkajian skala nyeri 4, tampak wajah miring ke kiri, aktivitas klien sebagain besar ditempat tidur, kekuatan otot ekstremitas kiri 3, TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 84x/menit dan frekuensi napas 28x/menit.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Mengubah posisi
Melakukan latihan ROM
Berkolaborasi pemberian analgetik
Memberikan pendidikan kesehatan
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Seorang laki- laki berusia 60 tahun, dirawat di unit saraf dengan stroke. Pasien mengeluh pandangan kabur sejak seminggu yang lalu. Hasil pengkajian, pasien tidak dapat menggerakkan lengan sebelah kiri, kekuatan otot 2, tonus otot menurun, semua aktivitas dibantu, berbicara tidak jelas dan mulut mencong serta terpasang NGT.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Defisit perawatan diri.
Gangguan mobilitas fisik
Kerusakan komunikasi verbal
Gangguan persepsi sensori
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DHF. Pasien mengeluh; demam, mual, muntah dan nyeri ulu hati sejak 3 hari Hasil pengkajian; turgor kulit tidak elastis, mukosa bibir kering, TD 100/70 mmhg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu tubuh 37,8 C, dan hasil laboratorium hb 14 gr/dL, trombosit 70,000mm, Ht 48 vol %.Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DHF. Pasien mengeluh; demam, mual, muntah dan nyeri ulu hati sejak 3 hari Hasil pengkajian; turgor kulit tidak elastis, mukosa bibir kering, TD 100/70 mmhg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu tubuh 37,8 C, dan hasil laboratorium hb 14 gr/dL, trombosit 70,000mm, Ht 48 vol %.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Mual
Nyeri akut
Hipertermia
Defisit volume cairan
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang laki-laki berusia 46 tahun di rawat di ruang perawatan jantung dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke rahang dan sisi dalam lengan kiri sampai ujung jari. Hasil perekam EKG; tampak perubahan di segmen ST yang menggambarkan akut inferior miokard infark.
Manakah lead EKG yang menunjukan area infark pada kasus tersebut?
lead II, III, aVF
lead I, aVF
lead V5-V6
lead V1-V2
lead V3-V4
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang neurologi dengan stroke hemoragik hari ke-10 hasil pengkajian; pasien bicara pelo, hemiparese kanan dengan kekuatan otot lengan dan tungkai kanan 3, NGT baru di lepas, masih terpasang folley kateter, kebutuhan sebagian dipenuhi oleh keluarga dan perawat.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
terapi wicara
pengaturan diit
pelepasan kateter
latihan range of motion
latihan aktivitas fisik yang sesuai
Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnose DM. hasil pengkajian, pasien mengeluh lemah, banyak kencing, dan mual, GDS 300 gr/dL. Pasien baru di diagnosis DM dan diberikan terapi apidra 8 unit, tetapi pasien menolak dikarenakan menurut pasien, obat minum saja sudah cukup. Keluarga pasien menanyakan kondisi pasien.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
kekurangan volume cairan
kurang pengetahuan
ganguan nutrisi
kelemahaan
kecemasan
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakiit dalam dengan stress inkontinensia urine. Hasil pengkajian. Pasien mengatakan sulit mengontrol BAK, diapers basah dan berbau urine, perawat akan melakukan bladder training.
Apakah jenis tindakan pada kasus tersebut?
bladder diary
delay urination
penggunaan commade chair
pemberian kegels exercise
pemberian bunyi air mengalir setiap BAK
Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat diruang bedah neurologi dengan cidera kepala berat. Hasil pengkajian : GCS E2M3V3, tampak gelisah, mata tampak lebam, perdarahan ditelinga, TD 150/80 mmHg, nadi 68x/ menit, frekuensi nafas 28x/ menit dan suhu 38°c.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
Risiko perubahan jaringan serebral
Ketidak efektifan pola napas
Defisit volume cairan
Hipertermi
Seorang perempuan berusia 68 tahun dirawat diruang penyakit syaraf dengan diagnosa sroke iskemik hari kedua. Hasil pengkajian : GCS 15, parese nervus VII, IX, dan X, gangguan menelan. Pasien akan dipasang NGT. Perawat sudah memasukkan selang NGT sampai batas ukuran dan akan memastikan selang masuk kelambung atau tidak.
Apakah pengkajian selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Memasukkan udara 10 ml via NGT dan didengarkan dengan stetoskop
Masukkan ujung selang NGT kemangkok berisi air
Melakukan aspirasi cairan lambung
Menggunkan kertas lakmus
Mendengarkan bising usus
Saat kunjungan ditemui perempuan usia 50 tahun. Hasil anamnesis: klien mengatakan sejak.pagi badannya terasa lemas, jemari tangan kebas. Klien senang mengkonsumsi makanan manis. Hasil pemeriksaan fisik: TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 100x/ menit, GDS 200 mg/dl.
Apakah pernyataan perawat yang tepat pada kasus tersebut?
"Ibu harus mengurangi makan makanan yang manis"
"Ibu perlu kontrol gula darah secara rutin"
"Ibu perlu membatasi aktifitas fisik"
"Saat ini gula darah ibu tinggi, besok dicek lagi"
"Ibu harus berobat karena kalau gula darah tinggi berbahaya"
Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak napas, batuk berdahak namun sulit dikeluarkan, frekuensi napas 23x/menit, auskultasi terdengar ronchi dikedua lapang paru.
Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
Ajarkan pasien untuk batuk efektif
Berikan oksigen dengan nasal kanul
Berikan cairan 2000 cc/hari
Berikan posisi semi fowler
Lakukan inhalasi
Seorang laki-laki berusia 71 tahun dirawat dengan diagnosis stroke iskemik hari ke tujuh. Hasil pengkajian, keluarga mengeluh pasien sering marah jika keluarga tidak mengetahui apa keinginan pasien, tampak menggunakan media buku untuk berkomunikasi, GCS E=4 V=afasia M=6, tampak hemiplegia kanan, mukosa bibir kering, terpasang NGT dan kateter urine.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Gangguan komunikasi verbal
Gangguan perfusi serebral
Kurang volume cairan
Gangguan eliminasi
Defisit nutrisi
Seorang pasien berusia 50 tahun datang ke poli klinik dengan keluhan kaki sering kram saat beraktivitas dan istirahat sehingga kualitas tidur berkurang. Hasil pengkajian: Kulit kaki terlihat berkilau, teraba dingin, denyut arteri dorsalis pedis tidak teraba, ketika berada diruangan dingin kaki terasa pegal.
Apakah masalah keperawatan pada pasien tersebut?
Nyeri akut
Intoleransi aktivitas
Gangguan pola tidur
Gangguan mobilitas fisik
Penurunan perfusi perifer
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus diabetikum. Hasil pengkajian pasien, mengeluh badan terasa lemas, baru mengetahui menderita DM, banyak minum, banyak kencing, serta pada balutan lukanya terdapat rembesan. Pemeriksaan GDS 250mg/dl, HbA1c 7%.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Berikan edukasi tentang DM
Lakukan perawatan luka
Monitor intake output
Bantu dalam ambulasi
Kontrol gula darah
Seorang laki-laki usia 56 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak. Hasil pengkajian didapat data, pasien batuk sejak 3 hari lalu, batuk berdahak dan sulit untuk mengeluarkan, tampak kurus, lemah, BB 45 kg, TB 165 kg, otot interkosta tampak tipis, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, suhu 38,7 oC. Foto toraks menunjukan perselubungan pada paru kanan. Pasien didiagnosa Pneumonia. Masalah teridentifikasi sementara adalah bersihan jalan napas tidak efektif.
Apakah data yang perlu dikaji untuk memastikan masalah keperawatan pada pasien tersebut?
warna sputum
frekuensi napas
penggunaan oksigen
suara napas abnormal
penggunaan otot bantu napas
Seorang perempuan berusia 41 tahun dating ke poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis CKD dengan keluhan sesak dan lemah. Pasien mengatakan rutin cuci darah 2 kali seminggu. Hasil pengkajian: kaki pitting edema derajat 3, kulit mengkilat dan bersisik, gatal, terdapat
kenaikan BB 2 kg dalam 1 minggu terakhir, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 89 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit suhu 36.9°C, CRT 3 detik, dan Hb 6,5 g/dl.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
hipervolemia
intoleran aktivitas
ketidakefektifan pola napas
risiko ketidakefektifan perfusi ginjal
risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
Seorang perempuan berusia 55 tahun dating ke poliklinik bedah untuk perawatan ulkus diabetik. Hasil pengkajian terdapat luka area tumit bawah kaki kanan, luas luka 8x5 cm, kedalaman 1 cm, pasien mengeluh nyeri skala 5 (0-10) pada area luka terutama pada saat digerakan. Apabila dibawa berjalan, pasien kesulitan menyeimbangkan posisi tubuh karena nyeri. Kekuatan otot ekstremitas atas 5/5 dan bawah 5/5.
Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
Ajarkan menghindari penekanan pada luka.
Ajarkan relaksasi napas dalam.
Ajarkan latihan ROM pasif.
Ajarkan perawatan luka.
Anjurkan diit DM.
Seorang perempuan berusia 41 tahun dirawat dengan stroke. Pasien mengalami kesulitan menelan dan direncanakan untuk dilakukan pemasangan NGT. Selang NGT telah masuk sesuai batas ukuran tanpa hambatan.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?
memasukkan lagi selang 2, 5-5 cm
mengambil sampel cairan lambung
melakukan test kepatenan NGT
memfiksasi selang NGT
mengkaji respon pasien
Seorang laki-laki berusia 54 tahun dirawat di bangsal bedah pascaoperasi hernioplasti hari Ke-2. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri pada luka operasi skala 6 (0-10), belum miring kanan dan miring kiri karena takut nyeri saat bergerak, dan dibantu penuh dalam aktivitas sehari-harinya.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
nyeri akut
risiko infeksi
defisit perawatan diri
gangguan mobilitas fisik
risiko kerusakan integritas kulit
Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan dignosis siriosis hepatis. Hasil pengkajian: TD: 140/90 Mmhg, RR: 24x/menit, N: 100 x/menit, terdapat shifting dulness dan albumin 1,8 G/Dl.
Apakah penyebab kondisi pada kasus tersebut?
Retensi natrium
Obstruksi biliaris
Peningkatan volume darah
Penurunan tekanan osmotik
Peningkatan tekanan hidrostatik
Seorang laki-laki berusia 43 tahun dirawat di unit penyakit dalam dengan DM. Pasien direncanakan untuk pemeriksaan GDS dengan menggunakan Glukometer. Perawat telah menyiapkan alat dan menjelaskan prosedur tindakan serta menusuk pada area yang telah desinfeksi.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya ?
Menekankan secara berulang sekitar area penusukan
Mendesinfeksi stick dengan menggunakan alkohol sweb
Mengkontakan sampel darah yang keluar pada sesnsor stick
Menggerak-gerakan stick saat kontak dengan sampel darah
Membuat darah apus yang pertama kali keluar dari area penusukan
Seorang laki – laki usia 60 tahun dirawat di RS dengan BPH pasca operasi TURP hari kedua. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah, skla nyeri 4 (1-10), distensi kandung kemih,urine berwarna merah, Hb 7 gr/dl, tidak ada penambahan urin pada kantong urine, dan masih terpasang kateter.
Apakah tindakan utama yang harus dilakukan oleh perawat?
Menyiapkan transfusi darah
Melakukan penggantian kateter
Melakukan spooling cairan Nacl 0,9%
Memberikan kompres dingin pada supra pubis
Melakukan kolaborasi pemberian obat analgetic
Seorang perempuan berusia 25 tahun di rawat diruang bedsh dengan cedera kepala karena kecelakaan lalu lintas. Perawat mengkaji tingkat kesadaran. Saat memberi rangsang nyeri pasien membuka mata, tangan menarik ke arah fleksi dan mengerang.
Berapakah nilai GCS pasien pada kasus tersebut ?
E3V1M5
E3V2M4
E3V1M4
E2V2M4
E2V1M3
Seorang laki-laki berusian 56 tahun datang ke poliklinik dengna keluhan dalam 1 bulan terahir mengeluh: lemas, mudah mengantuk, banyak makan tapi mudah merasa lapar, sering kencing tapi cepat haus. Serta penurunan berat badan. Hasil cek laboratorium : GDS 260 gr/dl
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Kelelahan
Kekurangan volume cairan
Ketidakstabilan gula darah
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Resiko ketidakseimbangan elektrolit
Seorang laki laki berusia 53 tahun. Dirawat diruang penyakit dalan dengan keluhan sesak nafas dan batuk sejjak 2 minggu yang lalu. Hasil ppengkajian pasien tidak nafsu makn, pusing dan sulit tidur. Pasien tampak gelisah, TD 150/90 Mmhg frekuensi 28x/mnt, suhu 38C, pernapasan cuping hidung dan terdapat ronchi pada kedua lapang paru.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Defisit nutrisi
Intoleransi aktifitas
Pola nafas tidak efekltif
Gangguan pola tidur
Hipertermi
Seorang lakji laki berusia 47 tahundirawat di RS denga benigna prostat hipertrofi. Hasil pengkajian: terdapat distensi kandung kemih. Saat dilakukan pemasangan foley kateter terjadi tahanan pada uretra.
Apakah tidakan perawatan selanjutnya?
Mengganti dengan ukurna kateter yang lebih kecil
Tetap melanjutkan pemasangan foley kateter
Menghentikan pemasangan foley kateter
Menganjurkan pasien untuk nafas dalam
Melaporkan pada perawat senior
Seorang laki laki berusia 44 tahun dirawat di ruang saraf dengan keluhan kaki kanan lemah dan sulit digerakkan. Pasien riwayat jatuh di kamar mandi 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian, kekuatan otot ekstermitas bawah 3, pasien tanpak kotor, TD 130/80 mmHg, frekuensi napas 18x/mnt, frekuensi nadi 80x/mnt, dan suhu 37℃.
Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
Ajarkan perubahan posisi
Ajarkan personal hygiene
Lakukan masase otot
Ajarkan pasien ROM
Bantu ADL
Seorang laki laki berusia 65 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan sulit dan nyeri saat BAK, menetes saat kencing, memulai kencing yang lama dan harus mengedan. Hasil pengkajian: TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 24x/mnt, suhu 37℃, frekuensi nadi 90x/mnt dan vesika urinaria teraba penuh.
Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
Gangguan eliminasi urin
Gangguan rasa nyaman
Inkontinensia urin
Retensi urin
Nyeri akut
Seorang laki laki berusia 52 tahun dating ke poliklinik mengeluh kaki dan tangan kanan lemah sejak bangun tidur. Hasil pemeriksaan: kekuatan otot tangan dan kaki kanan tidak mampu melawan gravitasi, hanya teraba pergerakan tonus otot.
Berapakah kekuatan otot pada kasus tersebut?
0
1
2
3
4
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang neurologi dengan stroke non hemoragik hari ketujuh. Hasil pengkajian: tampak bibir miring, terpasang NGT, kekuatan otot sinistra 2, kebutuhan sehari-hari pasien dibantu sebagian oleh keluarga dan perawat. Keluarga bertanya tentang Latihan yang perlu diberikan pada pasien.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Mobilisasi miring kiri dan kanan.
Latihan ROM pasif.
Pendidikan kesehatan.
Observasi dekubitus.
Latihan ROM aktif.
Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri kepala bagian belakang. Hasil pemeriksaan fisik: TD 200/100 mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas 20x/menit. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium kolesterol dan trigliserida.
Apakah persiapan yang harus disampaikan sebelum pemeriksaan tersebut?
Anjurkan makan tinggi serat.
Anjurkan istirahat selama 12 jam.
Anjurkan olah raga selama 30 menit.
Anjurkan tidak makan selama 8-12 jam.
Anjurkan untuk istirahat selama 12 jam.
Seorang laki-laki berusia 46 tahun dirawat di ruang bedah pasca trakeostomi hari ke empat. Hasil pengkajian: area pemasangan trakeostomi tampak kotor dan terdapat pus. Selanjutnya, perawat melakukan perawatan trakeostomi. Perawat telah selesai membersihkan tempat insisi pada kanul dan flange.
Apakah langkah selanjutnya pada kasus tersebut?
Memasang kanula dalam
Memasang balutan steril
Membersihkan kanula dalam
Mengganti tali ikat trakeostomi
Melakukan pengisapan selang trakeostomi
Seorang laki-laki berusia 23 tahun dirawat dengan fraktur tertutup tibia dan fibula kanan karena kecelakaan motor. Perawat melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat adakah tanda-tanda deformitas pada ekstermitas yang mengalami fraktur.
Apakah yang harus dilakukan untuk mengetahui tanda tersebut?
Palpasi area fraktur
Tanyakan nyeri ke pasien
Lihat hasil rontgen ekstremitas
Luruskan kedua ekstremitas bawah
Bandingkan dengan ekstremitas kiri
