wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ KMB #3

Total questions: 55

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, terpasang skeletal traksi dengan beban 7 kg. Hasil pengkajian: terdapat cairan bening dan krusta pada area pin. Perawat akan melakukan perawatan pada pin traksi. Prosedur persiapan telah dilakukan, lalu perawat membuka balutan lama dan melakukan pembersihan pada luka pin.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

Membuang krusta

b)

Mengkaji keadaan luka

c)

Memeriksa stabilitas pin

d)

Mengkaji kulit sekitar luka

e)

Melakukan masase sekitar luka

2.

Seorang laki-laki berusia 67 tahun dirawat dengan stroke non hemoragik hari kelima. Pada waktu perawat sedang melatih duduk di kursi untuk pertama kali tiba-tiba pasien mengeluh pusing.


Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menyampaikan ke pasien bahwa pusing merupakan hal biasa

b)

Memeriksa ukuran dan reaksi pupil terhadap cahaya langsung

c)

Mengukur tekanan darah, nadi dan pernapasan

d)

Mengajarkan pasien nafas dalam

e)

Mengatur posisi tidur kembali

3.

Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis stroke. Pasien dalam keadaan sadar. Perawat merumuskan diagnosis keperawatan gangguan menelan. Untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien, perawat memasang NGT. Setelah selang diberi jelly, selanjutnya selang NGT dimasukkan melalui hidung.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

Memfiksasi NGT

b)

Memasukkan nutrisi

c)

Mendengarkan dengan stetoskop

d)

Menganjurkan pasien untuk menelan

e)

Mengecek hasil aspirasi ada udara atau tidak

4.

Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan asma. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak, wheezing kedua paru, frekuensi nafas 28 x/menit, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, suhu 37,8°C. Pasien diberikan terapi nebulasi ventolin 2,5 MG dan 3 ml NaCl 0,9%.


Apakah evaluasi tindakan pada kasus tersebut?

a)

Spo2

b)

Tanda-tanda vital

c)

Hasil analisa gas darah

d)

Auskultasi bunyi nafas

e)

Penggunaan otot bantu nafas

5.

Seorang perempuan berusia 67 tahun dirawat di ruang penyakit dalam sejak 1 minggu yang lalu. Hasil Pengkajian: ekstermitas atas dan bawah sebelah kiri tidak dapat digerakkaj secara aktif, kulit disekitar area pantat tampak kemerahan, dan pasien merasa bokongnya terasa panas.


Apakah tindakan yang tepat diakukan pada pasien tersebut?

a)

Melakukan massage daerah pantat

b)

Melatih rentang gerak ekstermitas

c)

Memberikan kompres air hangat

d)

Memonitor area kulit pasien

e)

Mobilisasi tiap 2 jam

6.

Seorang perempuan berusia 42 tahun dirawat diruang bedah post operasi ORIF atas indikasi fraktur femur hari ke 5. Pasien mengeluh : nyeri pada otot paha dan terasa menjalar sampai ke pinggang, dengan skala nyeri 3 (0-10), nyeri dirasakan apabila dilakukan gerakan miring kanan kiri dan hanya mampu duduk selama 5 menit. Hasil pengkajian didapatkan data TD 110/70 mmHg, Frekuensi nadi 85x/menit, Frekuensi nafas 25x/menit, suhu 37,6˚C.


Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut.

a)

Ajarkan rentang gerak

b)

Kolaborasi dengan fisioterapi

c)

Kolaborasi pemberian analgetik

d)

Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi

e)

Berikan informasi tentang nyeri dan cara mengatasinya

7.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di unit bedah karna mengalami luka bakar. Hasil pengkajian, pasien tidak sadar, luas luka bakar 20% dengan drajat III, tampak pucat koma, turgor kulit tidak elastis, CRT > 2 detik, TD 90/50 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit dan teraba lemah, frekuensi nafas 26x/menit, dan anuria. Hasil lab; kadar Na 100 mEq/L.


Apakah masalah keperawatan utma pada pasien tersebut?

a)

Resiko perfusi serebral tidak efektif

b)

Resiko perfusi perifer tidak efektif

c)

Kerusakan integritas kulit

d)

Pola nafas tidak efektif

e)

Hipovolemi

8.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun di rawat di ruang hipertensi. Keluarga pasien melapor pada perawat bahwa cairan infus sudah habis. Namun karena perawat sedang mengerjakan sesuatau dia menyuruh keluarga pasien tersebut mnunggu saja di kamar. Sekitar 30 menit di tunggu oerawat belum dating, sampai akhirnya cairan infus sudah habis dan udara masuk ke pembuluh darah pasien.


Apakah aspek etik yang dilanggar pada kasus tersebut?

a)

Justice

b)

Fidelity

c)

Autonomy

d)

Beneficience

e)

Non maleficience

9.

Seorang laki-laki berusia 58 tahun di rawat di ruang bedah dengan stroke hemoragik. Hasil pemeriksaan, kesadaran koma, TD 130/90 mmHg, RR 20x/menit, dan kelopak mata pasien tidak dapat menutup sepenuhnya, perawat melakukan tindakan untuk mencegah kornea pasien kering.


Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menutup kain kasa yang telah di lembabkan

b)

Memberikan cairan fisiologis dan di tutup

c)

Memberikan tetes mata dan tetap terbuka

d)

Memberikan salep mata dan di tutup

e)

Membersihkan setiap pagi dan sore

10.

Seorang perempuan usia 55 tahun di rawat di ruang bedah

Dengan ulkus dan direncanakan amputasi. Pasien telah

Mendapatkan penjelasan, namun pasien masih khawatir

Tentang komplikasi yang dialami. Perawat kembali menjelaskan

Keuntungan dan kerugian prosedur tindakan amputasi.


Apakah prinsip etik yang diaplikasikan pada kasus tersebut?

a)

Beneficience

b)

Veracity

c)

Otonomi

d)

Justice

e)

Fidelity

11.

Seorang laki- laki berusia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Dengan keluhan gagal napas akut (ARDS)dengan riwayat pneumonia

6 bulan lalu. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak, frekuensi napas

28x/menit. Hasil AGD: pH 7.49, paC02 20 mmHg, dan HCO3-17 mEq/l.

Pasien terpasang oksigen masker 6L/menit.


Apakah interpretasi AGD pasien tersebut?

a)

Alkalosis metabolik

b)

Asidosis metabolik

c)

Alkalosis respiratorik

d)

Asidosis respiratorik terkompensasi

12.

Seorang perawat akan mengambil sampel analisa gas darah, perawat sudah melihat catatan keperawatan pasien dan menyiapkan alat. Setelah menjelaskan tujuan dan prosedur kepada pasien, perawat mencuci

Tangan kemudian memakai sarung tangan, dan melakukan palpasi arteri Radialis tangan kanan.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

Melalukan allen test

b)

Memasukan jarum dengan sudur 45-90 derajat

c)

Mendesinfeksi area yang akan dipungsi

d)

Mengobservasi adanya pulsasi aliran darah

e)

Memosisikan pergelangan tangan hiperekstensi

13.

Seorang laki-laki berusia 52 tahub dirawat di ruang penyakit syaraf dengan diagnosis miningitis. Hasil lebgkajian, pasien mengeluh sakit kepala, TD 140/90 mmHg, frekuebsj nadi 88x/menit,frekuensi napas 20x/menit. Pasien sudah dilakukan tindakan lumbal punksi.


Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?

a)

bed rest 24 jam

b)

Miring kiri dan kanan setiap 2 jam

c)

Tidur terlentanv dengan kaki lurus 6 jam

d)

Mobilisasi duduk ditempat tidur segera setelah tindakan

e)

Mobilisasi bebas selama tidak ada keluhan nyeri punggung

14.

Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan ISK. pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil, buang air kecil tidak puas, urine keruh, mual dan muntah, sering terbangun di malam hari. Hasil pengkajian : TD 150/90mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, suhu 37,7 C.


Apakah rencana tindakan keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Kolaborasi pemberian antibiotik

b)

Menganjurkan minum banyak

c)

Massase daerah suprapubik

d)

Ajarkan teknik relaksasi

e)

Kompres air hangat

15.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan batuk beedahak. Hasil pengkajian, pasien tampak sesak, mengeluh lemah produksi sputum kental, ronchi pada lobus media dextra,TD 140/80mmHg,frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/mnt dan suhu 37,8.


Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Bersihan jalan nafas

b)

Kerusakan pertukaran gas

c)

Pola napas tidak efektif

d)

Penurunan curah jantung

e)

Intoleransi aktivitas

16.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat diruang penyakit dalam. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri dengan skla 5 (0-10) pada kaki, lemah dan tidak bisa beraktivitas secara mandiri serta memiliki riwayat bedrest yang lama, tampak kelemahan dan pengecilan pad ekstermitas kanan bawah,TD 140/80mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 22x/mnt, dan suhu 37,2 C.


Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Gangguan mobilitas fisik

b)

Dedisit perawatan diri

c)

Intoleran aktivitas

d)

Resiko cidera

e)

Nyeri akut

17.

Seorang perempuan,berusia 67 tahun, dirawat dengan diagnosis stroke iskemik hari kelima. Hasil pengkajian : kesadaran komposmentis dan hemiparase ekatermitas kiri dengan kekuatab otot 3. Perawat akan melatih pasien mobilisasi duduk di tempat Tidur tanpa bersandar.


Apakah langkah pertama pada kasus tersebut?

a)

Mengukur gcs

b)

Memeriksa pupil

c)

Mengukur Tanda vital

d)

Mengukur kekuatan otot

e)

Memeriksa fungsi kognitif

18.

Saat kunjungan rumah di dapati laki laki 55 tahun dengan keluhan penurunan pendengaran sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Klien mengatakan kedua telinganya sering berdengung sejak 3 tahun terkhir. Klien memiliki Sejak usia 35 tahun.


Apakah tekhnik berkomunikasi keperawatan yang digunakan pada kasus tersebut?

a)

Tingkatkan intonasi suara hingga klien mendengar

b)

Gunakan eksperesi wajah dengan intonasi suara rendah

c)

Tatap wajah klien, berbicara perlahan dan intonasi normal

d)

Tatap wajah klien dan berbicara cepat

e)

Gunakan bahasa isyarat.

19.

Seorang laki-laki berusia 66 tahun, dirawat di unit penyakit dalam dengan DM. Hasil pengkajian ditemukan pasien masih mengeluh kaki kesemutan dan baal/kebas. Pasien riwayat DM dan hipertensi sejak 4 tahun yang lalu. Hasil TD 140/90 mmHg, gula darah sewaktu 200 g/dL. Pasien akan direcanakan pulang.


Apakah pendidikan kesehatan prioritas yang diberikan pada kasus tersebut?

a)

Manajemen emosi

b)

Diet rendah garam dan rendah kalori

c)

Kontrol gula darah dan TD

d)

Pembatasan aktivitas

e)

Perawatan kaki

20.

Seorang perempuan berusia 28 tahun menjalani perawatan di ruang penyakit dalam dengan keluhan kesulitan menelan. Pasien mendapat diet cair dan akan dilakukan pemasangan NGT oleh perawat. Perawat melakukan prosedur pemasangan NGT. Selang sudah dimasukkan dengan posisi kepala ekstensi.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

Menganjurkan pasien untuk menelan

b)

Memasukkan selang sesuai batas

c)

Mengatur posisi kepala fleksi

d)

Melakukan test kepatenan

e)

Melakukan fiksasi

21.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat diruang isolasi dengan diagnose HIV. Hasil pengkajian pasien tampak lemah, kandidiasis mulut sehingga nafsu makan menurun, BB 45 kg, TB 168 cm. Terpasang cairan IV Dextrose 5% 20 tetes per menit.


Apakah intervensi utama sesuai kondisi pasien tersebut?

a)

Pasang NGT

b)

Lakukan oral hygiene

c)

Berikan nutrisi perenteral

d)

Berikan makanan cair per oral

e)

Berikan makan porsi kecil tapi sering

22.

Seorang laki-laki berusia 70 tahun dirawat dengan diagnosis CHF dengan keluhan sesak yang memberat 3 hari terakhir. Hasil pengkajian tampak sesak, diaforesis, akral dingin, frekuensi napas 25x/menit, frekuensi nadi 110/menit, TD 150/100 mmHg, Hb 10,7 gr/dl dan hasil rontgen thorak tampak edema paru dan kardiomegali.


Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Gangguan mobilitas fisik

c)

Kelebihan volume cairan

d)

Penurunan curah jantung

e)

Ketidakefektifan pola napas

23.

Seorang perempuan berusia 62 tahun dirawat di ruang keluarga. Klien memiliki riwayat stroke 3 bulan yang lalu. Saat ini klien mengeluh tidak dapat menggerakan kaki dan tangan sebelah kiri karena nyeri. Hasil pengkajian skala nyeri 4, tampak wajah miring ke kiri, aktivitas klien sebagain besar ditempat tidur, kekuatan otot ekstremitas kiri 3, TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 84x/menit dan frekuensi napas 28x/menit.


Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengubah posisi

b)

Melakukan latihan ROM

c)

Berkolaborasi pemberian analgetik

d)

Memberikan pendidikan kesehatan

e)

Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam

24.

Seorang laki- laki berusia 60 tahun, dirawat di unit saraf dengan stroke. Pasien mengeluh pandangan kabur sejak seminggu yang lalu. Hasil pengkajian, pasien tidak dapat menggerakkan lengan sebelah kiri, kekuatan otot 2, tonus otot menurun, semua aktivitas dibantu, berbicara tidak jelas dan mulut mencong serta terpasang NGT.


Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Defisit perawatan diri.

b)

Gangguan mobilitas fisik

c)

Kerusakan komunikasi verbal

d)

Gangguan persepsi sensori

e)

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

25.

Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DHF. Pasien mengeluh; demam, mual, muntah dan nyeri ulu hati sejak 3 hari Hasil pengkajian; turgor kulit tidak elastis, mukosa bibir kering, TD 100/70 mmhg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu tubuh 37,8 C, dan hasil laboratorium hb 14 gr/dL, trombosit 70,000mm, Ht 48 vol %.Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DHF. Pasien mengeluh; demam, mual, muntah dan nyeri ulu hati sejak 3 hari Hasil pengkajian; turgor kulit tidak elastis, mukosa bibir kering, TD 100/70 mmhg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu tubuh 37,8 C, dan hasil laboratorium hb 14 gr/dL, trombosit 70,000mm, Ht 48 vol %.


Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Mual

b)

Nyeri akut

c)

Hipertermia

d)

Defisit volume cairan

e)

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

26.

Seorang laki-laki berusia 46 tahun di rawat di ruang perawatan jantung dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke rahang dan sisi dalam lengan kiri sampai ujung jari. Hasil perekam EKG; tampak perubahan di segmen ST yang menggambarkan akut inferior miokard infark.


Manakah lead EKG yang menunjukan area infark pada kasus tersebut?

a)

lead II, III, aVF

b)

lead I, aVF

c)

lead V5-V6

d)

lead V1-V2

e)

lead V3-V4

27.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang neurologi dengan stroke hemoragik hari ke-10 hasil pengkajian; pasien bicara pelo, hemiparese kanan dengan kekuatan otot lengan dan tungkai kanan 3, NGT baru di lepas, masih terpasang folley kateter, kebutuhan sebagian dipenuhi oleh keluarga dan perawat.


Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

terapi wicara

b)

pengaturan diit

c)

pelepasan kateter

d)

latihan range of motion

e)

latihan aktivitas fisik yang sesuai

28.

Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnose DM. hasil pengkajian, pasien mengeluh lemah, banyak kencing, dan mual, GDS 300 gr/dL. Pasien baru di diagnosis DM dan diberikan terapi apidra 8 unit, tetapi pasien menolak dikarenakan menurut pasien, obat minum saja sudah cukup. Keluarga pasien menanyakan kondisi pasien.


Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

kekurangan volume cairan

b)

kurang pengetahuan

c)

ganguan nutrisi

d)

kelemahaan

e)

kecemasan

29.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakiit dalam dengan stress inkontinensia urine. Hasil pengkajian. Pasien mengatakan sulit mengontrol BAK, diapers basah dan berbau urine, perawat akan melakukan bladder training.


Apakah jenis tindakan pada kasus tersebut?

a)

bladder diary

b)

delay urination

c)

penggunaan commade chair

d)

pemberian kegels exercise

e)

pemberian bunyi air mengalir setiap BAK

30.

Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat diruang bedah neurologi dengan cidera kepala berat. Hasil pengkajian : GCS E2M3V3, tampak gelisah, mata tampak lebam, perdarahan ditelinga, TD 150/80 mmHg, nadi 68x/ menit, frekuensi nafas 28x/ menit dan suhu 38°c.


Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

Penurunan kapasitas adaptif intrakranial

b)

Risiko perubahan jaringan serebral

c)

Ketidak efektifan pola napas

d)

Defisit volume cairan

e)

Hipertermi

31.

Seorang perempuan berusia 68 tahun dirawat diruang penyakit syaraf dengan diagnosa sroke iskemik hari kedua. Hasil pengkajian : GCS 15, parese nervus VII, IX, dan X, gangguan menelan. Pasien akan dipasang NGT. Perawat sudah memasukkan selang NGT sampai batas ukuran dan akan memastikan selang masuk kelambung atau tidak.


Apakah pengkajian selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Memasukkan udara 10 ml via NGT dan didengarkan dengan stetoskop

b)

Masukkan ujung selang NGT kemangkok berisi air

c)

Melakukan aspirasi cairan lambung

d)

Menggunkan kertas lakmus

e)

Mendengarkan bising usus

32.

Saat kunjungan ditemui perempuan usia 50 tahun. Hasil anamnesis: klien mengatakan sejak.pagi badannya terasa lemas, jemari tangan kebas. Klien senang mengkonsumsi makanan manis. Hasil pemeriksaan fisik: TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 100x/ menit, GDS 200 mg/dl.


Apakah pernyataan perawat yang tepat pada kasus tersebut?

a)

"Ibu harus mengurangi makan makanan yang manis"

b)

"Ibu perlu kontrol gula darah secara rutin"

c)

"Ibu perlu membatasi aktifitas fisik"

d)

"Saat ini gula darah ibu tinggi, besok dicek lagi"

e)

"Ibu harus berobat karena kalau gula darah tinggi berbahaya"

33.

Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak napas, batuk berdahak namun sulit dikeluarkan, frekuensi napas 23x/menit, auskultasi terdengar ronchi dikedua lapang paru.


Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Ajarkan pasien untuk batuk efektif

b)

Berikan oksigen dengan nasal kanul

c)

Berikan cairan 2000 cc/hari

d)

Berikan posisi semi fowler

e)

Lakukan inhalasi

34.

Seorang laki-laki berusia 71 tahun dirawat dengan diagnosis stroke iskemik hari ke tujuh. Hasil pengkajian, keluarga mengeluh pasien sering marah jika keluarga tidak mengetahui apa keinginan pasien, tampak menggunakan media buku untuk berkomunikasi, GCS E=4 V=afasia M=6, tampak hemiplegia kanan, mukosa bibir kering, terpasang NGT dan kateter urine.


Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Gangguan komunikasi verbal

b)

Gangguan perfusi serebral

c)

Kurang volume cairan

d)

Gangguan eliminasi

e)

Defisit nutrisi

35.

Seorang pasien berusia 50 tahun datang ke poli klinik dengan keluhan kaki sering kram saat beraktivitas dan istirahat sehingga kualitas tidur berkurang. Hasil pengkajian: Kulit kaki terlihat berkilau, teraba dingin, denyut arteri dorsalis pedis tidak teraba, ketika berada diruangan dingin kaki terasa pegal.


Apakah masalah keperawatan pada pasien tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Gangguan pola tidur

d)

Gangguan mobilitas fisik

e)

Penurunan perfusi perifer

36.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus diabetikum. Hasil pengkajian pasien, mengeluh badan terasa lemas, baru mengetahui menderita DM, banyak minum, banyak kencing, serta pada balutan lukanya terdapat rembesan. Pemeriksaan GDS 250mg/dl, HbA1c 7%.


Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Berikan edukasi tentang DM

b)

Lakukan perawatan luka

c)

Monitor intake output

d)

Bantu dalam ambulasi

e)

Kontrol gula darah

37.

Seorang laki-laki usia 56 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak. Hasil pengkajian didapat data, pasien batuk sejak 3 hari lalu, batuk berdahak dan sulit untuk mengeluarkan, tampak kurus, lemah, BB 45 kg, TB 165 kg, otot interkosta tampak tipis, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, suhu 38,7 oC. Foto toraks menunjukan perselubungan pada paru kanan. Pasien didiagnosa Pneumonia. Masalah teridentifikasi sementara adalah bersihan jalan napas tidak efektif.


Apakah data yang perlu dikaji untuk memastikan masalah keperawatan pada pasien tersebut?

a)

warna sputum

b)

frekuensi napas

c)

penggunaan oksigen

d)

suara napas abnormal

e)

penggunaan otot bantu napas

38.

Seorang perempuan berusia 41 tahun dating ke poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis CKD dengan keluhan sesak dan lemah. Pasien mengatakan rutin cuci darah 2 kali seminggu. Hasil pengkajian: kaki pitting edema derajat 3, kulit mengkilat dan bersisik, gatal, terdapat

kenaikan BB 2 kg dalam 1 minggu terakhir, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 89 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit suhu 36.9°C, CRT 3 detik, dan Hb 6,5 g/dl.

Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

hipervolemia

b)

intoleran aktivitas

c)

ketidakefektifan pola napas

d)

risiko ketidakefektifan perfusi ginjal

e)

risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

39.

Seorang perempuan berusia 55 tahun dating ke poliklinik bedah untuk perawatan ulkus diabetik. Hasil pengkajian terdapat luka area tumit bawah kaki kanan, luas luka 8x5 cm, kedalaman 1 cm, pasien mengeluh nyeri skala 5 (0-10) pada area luka terutama pada saat digerakan. Apabila dibawa berjalan, pasien kesulitan menyeimbangkan posisi tubuh karena nyeri. Kekuatan otot ekstremitas atas 5/5 dan bawah 5/5.


Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?

a)

Ajarkan menghindari penekanan pada luka.

b)

Ajarkan relaksasi napas dalam.

c)

Ajarkan latihan ROM pasif.

d)

Ajarkan perawatan luka.

e)

Anjurkan diit DM.

40.

Seorang perempuan berusia 41 tahun dirawat dengan stroke. Pasien mengalami kesulitan menelan dan direncanakan untuk dilakukan pemasangan NGT. Selang NGT telah masuk sesuai batas ukuran tanpa hambatan.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

memasukkan lagi selang 2, 5-5 cm

b)

mengambil sampel cairan lambung

c)

melakukan test kepatenan NGT

d)

memfiksasi selang NGT

e)

mengkaji respon pasien

41.

Seorang laki-laki berusia 54 tahun dirawat di bangsal bedah pascaoperasi hernioplasti hari Ke-2. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri pada luka operasi skala 6 (0-10), belum miring kanan dan miring kiri karena takut nyeri saat bergerak, dan dibantu penuh dalam aktivitas sehari-harinya.


Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?

a)

nyeri akut

b)

risiko infeksi

c)

defisit perawatan diri

d)

gangguan mobilitas fisik

e)

risiko kerusakan integritas kulit

42.

Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan dignosis siriosis hepatis. Hasil pengkajian: TD: 140/90 Mmhg, RR: 24x/menit, N: 100 x/menit, terdapat shifting dulness dan albumin 1,8 G/Dl.


Apakah penyebab kondisi pada kasus tersebut?

a)

Retensi natrium

b)

Obstruksi biliaris

c)

Peningkatan volume darah

d)

Penurunan tekanan osmotik

e)

Peningkatan tekanan hidrostatik

43.

Seorang laki-laki berusia 43 tahun dirawat di unit penyakit dalam dengan DM. Pasien direncanakan untuk pemeriksaan GDS dengan menggunakan Glukometer. Perawat telah menyiapkan alat dan menjelaskan prosedur tindakan serta menusuk pada area yang telah desinfeksi.


Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya ?

a)

Menekankan secara berulang sekitar area penusukan

b)

Mendesinfeksi stick dengan menggunakan alkohol sweb

c)

Mengkontakan sampel darah yang keluar pada sesnsor stick

d)

Menggerak-gerakan stick saat kontak dengan sampel darah

e)

Membuat darah apus yang pertama kali keluar dari area penusukan

44.

Seorang laki – laki usia 60 tahun dirawat di RS dengan BPH pasca operasi TURP hari kedua. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah, skla nyeri 4 (1-10), distensi kandung kemih,urine berwarna merah, Hb 7 gr/dl, tidak ada penambahan urin pada kantong urine, dan masih terpasang kateter.


Apakah tindakan utama yang harus dilakukan oleh perawat?

a)

Menyiapkan transfusi darah

b)

Melakukan penggantian kateter

c)

Melakukan spooling cairan Nacl 0,9%

d)

Memberikan kompres dingin pada supra pubis

e)

Melakukan kolaborasi pemberian obat analgetic

45.

Seorang perempuan berusia 25 tahun di rawat diruang bedsh dengan cedera kepala karena kecelakaan lalu lintas. Perawat mengkaji tingkat kesadaran. Saat memberi rangsang nyeri pasien membuka mata, tangan menarik ke arah fleksi dan mengerang.


Berapakah nilai GCS pasien pada kasus tersebut ?

a)

E3V1M5

b)

E3V2M4

c)

E3V1M4

d)

E2V2M4

e)

E2V1M3

46.

Seorang laki-laki berusian 56 tahun datang ke poliklinik dengna keluhan dalam 1 bulan terahir mengeluh: lemas, mudah mengantuk, banyak makan tapi mudah merasa lapar, sering kencing tapi cepat haus. Serta penurunan berat badan. Hasil cek laboratorium : GDS 260 gr/dl


Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Kelelahan

b)

Kekurangan volume cairan

c)

Ketidakstabilan gula darah

d)

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

e)

Resiko ketidakseimbangan elektrolit

47.

Seorang laki laki berusia 53 tahun. Dirawat diruang penyakit dalan dengan keluhan sesak nafas dan batuk sejjak 2 minggu yang lalu. Hasil ppengkajian pasien tidak nafsu makn, pusing dan sulit tidur. Pasien tampak gelisah, TD 150/90 Mmhg frekuensi 28x/mnt, suhu 38C, pernapasan cuping hidung dan terdapat ronchi pada kedua lapang paru.


Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Defisit nutrisi

b)

Intoleransi aktifitas

c)

Pola nafas tidak efekltif

d)

Gangguan pola tidur

e)

Hipertermi

48.

Seorang lakji laki berusia 47 tahundirawat di RS denga benigna prostat hipertrofi. Hasil pengkajian: terdapat distensi kandung kemih. Saat dilakukan pemasangan foley kateter terjadi tahanan pada uretra.


Apakah tidakan perawatan selanjutnya?

a)

Mengganti dengan ukurna kateter yang lebih kecil

b)

Tetap melanjutkan pemasangan foley kateter

c)

Menghentikan pemasangan foley kateter

d)

Menganjurkan pasien untuk nafas dalam

e)

Melaporkan pada perawat senior

49.

Seorang laki laki berusia 44 tahun dirawat di ruang saraf dengan keluhan kaki kanan lemah dan sulit digerakkan. Pasien riwayat jatuh di kamar mandi 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian, kekuatan otot ekstermitas bawah 3, pasien tanpak kotor, TD 130/80 mmHg, frekuensi napas 18x/mnt, frekuensi nadi 80x/mnt, dan suhu 37℃.


Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Ajarkan perubahan posisi

b)

Ajarkan personal hygiene

c)

Lakukan masase otot

d)

Ajarkan pasien ROM

e)

Bantu ADL

50.

Seorang laki laki berusia 65 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan sulit dan nyeri saat BAK, menetes saat kencing, memulai kencing yang lama dan harus mengedan. Hasil pengkajian: TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 24x/mnt, suhu 37℃, frekuensi nadi 90x/mnt dan vesika urinaria teraba penuh.


Apakah masalah utama pada kasus tersebut?

a)

Gangguan eliminasi urin

b)

Gangguan rasa nyaman

c)

Inkontinensia urin

d)

Retensi urin

e)

Nyeri akut

51.

Seorang laki laki berusia 52 tahun dating ke poliklinik mengeluh kaki dan tangan kanan lemah sejak bangun tidur. Hasil pemeriksaan: kekuatan otot tangan dan kaki kanan tidak mampu melawan gravitasi, hanya teraba pergerakan tonus otot.


Berapakah kekuatan otot pada kasus tersebut?

a)

0

b)

1

c)

2

d)

3

e)

4

52.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang neurologi dengan stroke non hemoragik hari ketujuh. Hasil pengkajian: tampak bibir miring, terpasang NGT, kekuatan otot sinistra 2, kebutuhan sehari-hari pasien dibantu sebagian oleh keluarga dan perawat. Keluarga bertanya tentang Latihan yang perlu diberikan pada pasien.


Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mobilisasi miring kiri dan kanan.

b)

Latihan ROM pasif.

c)

Pendidikan kesehatan.

d)

Observasi dekubitus.

e)

Latihan ROM aktif.

53.

Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri kepala bagian belakang. Hasil pemeriksaan fisik: TD 200/100 mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas 20x/menit. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium kolesterol dan trigliserida.


Apakah persiapan yang harus disampaikan sebelum pemeriksaan tersebut?

a)

Anjurkan makan tinggi serat.

b)

Anjurkan istirahat selama 12 jam.

c)

Anjurkan olah raga selama 30 menit.

d)

Anjurkan tidak makan selama 8-12 jam.

e)

Anjurkan untuk istirahat selama 12 jam.

54.

Seorang laki-laki berusia 46 tahun dirawat di ruang bedah pasca trakeostomi hari ke empat. Hasil pengkajian: area pemasangan trakeostomi tampak kotor dan terdapat pus. Selanjutnya, perawat melakukan perawatan trakeostomi. Perawat telah selesai membersihkan tempat insisi pada kanul dan flange.


Apakah langkah selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Memasang kanula dalam

b)

Memasang balutan steril

c)

Membersihkan kanula dalam

d)

Mengganti tali ikat trakeostomi

e)

Melakukan pengisapan selang trakeostomi

55.

Seorang laki-laki berusia 23 tahun dirawat dengan fraktur tertutup tibia dan fibula kanan karena kecelakaan motor. Perawat melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat adakah tanda-tanda deformitas pada ekstermitas yang mengalami fraktur.


Apakah yang harus dilakukan untuk mengetahui tanda tersebut?

a)

Palpasi area fraktur

b)

Tanyakan nyeri ke pasien

c)

Lihat hasil rontgen ekstremitas

d)

Luruskan kedua ekstremitas bawah

e)

Bandingkan dengan ekstremitas kiri