WorksheetsSOAL PAT BAHASA INDONESIA X
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Cermati paragraf berikut dengan saksama!
Warga dan ketua RT Desa Sukamaju mengadakan proses negosiasi terkait rencana pembangunan jalan. Sudah sebulan lebih penduduk desa geger karena isu akan dibangunnya jalan melintasi kompleks pekuburan. Rencana ini sebenarnya telah lama digagas oleh kantor desa karena sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses ke jalan utama. Staf Desa pun telah mengukur area yang akan terkena badan jalan. Tiba-tiba pula warga mendatangi Pak RT mengadakan pertemuan mendadak hari Sabtu sore di rumahnya untuk membicarakan rencana pembangunan jalan tersebut. Warga bersikeras menolak pembangunan jalan tersebut. Setelah terjadi musyawarah antara warga dan Pak RT disepakati pembangunan jalan namun dilakukan pengukuran ulang yang melibatkan warga.
Gagasan Pokok pada paragraf tersebut adalah ….
Warga dan ketua RT Desa Sukamaju mengadakan proses negosiasi terkait rencana pembangunan jalan.
Sudah sebulan lebih penduduk desa geger karena isu akan dibangunnya jalan melintasi kompleks pekuburan.
Sabtu sore di rumah Pak RT untuk membicarakan rencana pembangunan jalan tersebut.
Warga bersikeras menolak pembangunan jalan tersebut.
Rencana ini sebenarnya telah lama digagas oleh kantor desa karena sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses ke jalan utama.
1. Perhatikan kutipan teks negosiasi berikut!
Pengusaha
:
“Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok
yang kalian lakukan! Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan
mogok begini!”
Karyawan
:
“Aksi yang kami lakukan bukan tanpa alasan, Pak!”
Pengusaha
:
“Alasan apa?”
Karyawan
:
“Kami meminta kenaikan upah, pak! Hari ini harga
kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!”
Isi teks negosiasi tersebut adalah ….
Perwakilan karyawan dan pengusaha.
Keinginan karyawan untuk kenaikan upah.
Kemarahan karyawan terhadap pengusaha.
Kekesalan karyawan terhadap kenaikan upah.
Pengusaha tidak mau bertemu dengan karyawan.
1. Cermati negosiasi berikut dengan saksama!
(1) Anak : “Ayah, setelah lulus nanti, aku mau sekolah di SMA.”
(2) Ayah : “Kenapa di SMA, Nak? Padahal, Ayah ingin kamu sekolah di SMK.”
(3) Anak : “Kok di SMK? Kenapa memangnya Ayah, jika aku sekolah di SMK?”
(4) Ayah : “Begini Nak, di SMK itu lulusannya bisa langsung bekerja.”
(5) Anak : “Oh, gitu yah, iya aku setuju.”
(6) Ayah : “Baguslah kalau kamu setuju.”
Dialog yang menyatakan tawar-menawar ditunjukkan oleh nomor ….
2, 3, 4
1, 2, 3, 4
2, 3, 4, 5
2, 3, 5
1, 2, 3, 5
1. Perhatikan teks negosiasi berikut!
1) Pengendara
:
“Ya saya bayar uang
tilang di sini.”
2) Polisi
:
“Wah, Mohon maaf
Mas, sekarang ini untuk pembayaran tilang cuma bisa lewat ATM, gampang dan
lebih cepat kok mas, mas tinggal transfer ke no. rekening ini, terus bukti
transfer langsung diserahkan ke saya, saya tugas di pos sampai jam 12 Mas.
Sementara itu SIM Masnya saya tahan dulu, ngambilnya tetap di pos jaga.”
3) Pengendara
:
“Masak nggak bisa
sih Pak, bayar langsung ke bapak saya nggak keberatan kok.”
4) Polisi
:
“Maaf sekali Mas,
saya tidak ada hak untuk itu.”
5) Pengendara
:
“Ya sudah, saya
pasrah aja Pak.”
6) Polisi
:
“Ini surat tilang
buat Mas, nanti setelah transfer, silahkan ke pos jaga lagi buat ambil SIM
punya masnya.”
Kalimat yang menunjukkan persetujuan ditunjukkan oleh nomor ….
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
5 dan 6
1. Perhatikan teks negosiasi berikut!
1) Penjual
:
“Smartphone seri
XI ini adalah smartphone ini keluaran terbaru bulan ini, Kak.”
2) Pembeli
:
“Waw, bagus juga
ya. Berapa harganya, Kak?”
3) Penjual
:
“Murah Kak, hanya
Rp6.500.000,00 saja.”
4) Pembeli
:
“Apakah tidak bisa
kurang, Kak?”
5) Penjual
:
“Mohon maaf tidak
bisa, Kak. Ini harga yang juga telah dipotong dengan promosi.”
6) Pembeli
:
“Bagaimana kalau
tukar tambah saja dengan smartphone milik saya.”
7) Penjual
:
“Boleh saja, tapi
izinkan saya melihat dulu smartphone Kakak.”
Kalimat santun pada kutipan teks tersebut ditandai oleh nomor ….
1 dan 2
3 dan 4
5 dan 7
2 dan 6
4 dan 7
1. Perhatikan teks negosiasi berikut!
(1)
Ketua OSIS
:
“Ini proposal kemah bakti, Pak.”
(2)
Pembina OSIS
:
(membaca) “Terima kasih. Mengenai peserta, yaitu kelas X,
Saya setuju karena ………………………. Mengenai waktu pelaksanaan dan sumber biayanya, Saya kira perlu
pertimbangan lebih lanjut.”
(3)
Ketua OSIS
:
“Sesuai proposal, biaya dari sekolah seluruhnya
sudah tepat, Pak. Bukankah ini kegiatan yang mendukung pendidikan karakter
sisiwa. Adapun waktu pelaksanaan bulan Februari juga sudah kami
pertimbangkan.”
(4)
Pembina OSIS
:
“Ya, benar. Kegiatan kemah bakti akan mendidik
kalian peduli sosial.”
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dalam kalimat dialog nomor (2) adalah ....
Ada 3 hal yang perlu kalian cermati, yaitu peserta, waktu, dan biaya kemah bakti.
Mengenai waktu pelaksanaan kemah bakti, saya kira perlu pertimbangan lebih lanjut.
Mengenai sumber biaya, saya kira perlu pertimbangan lebih lanjut sambil cari donatur.
Kelas XI sudah ada kegiatan praktik dan kelas XII sudah disibukkan oleh persiapan UN.
Proposal ini bagus dan lengkap sehingga kemah bakti bisa langsung kalian laksanakan.
1. Perhatikan teks negosiasi berikut!
A
:
“Bagaimana dengan
proses yang sudah berjalan?”
B
:
“Terkait dengan reklamasi? Pihak pengembang belum
memiliki izin.”
A
:
“Tidak bisa, jika
izin belum ada.”
B
:
“Mereka sedang
mengusahakan di pembicaraan terakhir kemarin Pak.”
A
:
“Baiklah, kita
tunggu dalam dua minggu, jika izin mereka belum keluar juga, kita akan
menghentikan proyek ini.”
B
:
“Baik Pak, nanti kita hubungi mereka lagi.”
Makna istilah reklamasi dalam kutipan teks tersebut adalah ….
Perpindahan penduduk ke tempat asalnya.
Reduksi permukaan tanah karena fenomena alam.
Penebangan pohon-pohon muda untuk meningkatkan pertumbuhan pohon yang tinggal.
Pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu.
Pemanfaatan daerah yang semula tidak berguna untuk memperluas tanah.
1. Perhatikan teks negosiasi acak berikut!
(1)
Nasabah
:
“Selamat pagi, Bu.”
(2)
Pegawai Bank
:
“Selamat pagi Pak, silakan duduk, ada yang bisa
kami bantu?”
(3)
Pegawai Bank
:
“Maaf, bisa saya lihat proposalnya?”
(4)
Nasabah
:
“Begini Bu, saya ingin mengajukan proposal
peminjaman uang untuk usaha ternak sapi saya.”
(5)
Pegawai Bank
:
“Sebenarnya, proposal ini sangat bagus, tidak ada
masalah. Cuma kami dari pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana
sebesar 500 juta.”
(6)
Nasabah
:
“Ini Bu, silakan.”
Urutan yang tepat teks negosiasi tersebut adalah ….
(1), (2), (3), (4), (5), (6)
(2), (1), (3), (5), (4), (6)
(2), (1), (4), (3), (6), (5)
(3), (2), (1), (4), (5), (6)
(4), (5), (1), (2), (3), (6)
Perhatikan kutipan teks biografi berikut!
Untuk meningkatkan pengetahuannya, pada tahun 1924, Hamka merantau ke Pulau Jawa. Mula-mula ia ke Yogyakarta, Surabaya, lalu Pekalongan. Ia mempelajari pergerakan Islam yang pada waktu itu sedang bergelora. Selama di Pulau Jawa, Hamka mendapat pengetahuan tentang pergerakan Islam dari H.O.S. Cokroaminoto, H. Fachruddin, R.M. Suryopranoto, dan St. Mansyur. Hamka hanya setahun tinggal di Pulau Jawa. Pada tahun 1925, ia kembali ke Padang Panjang dan mulai mencoba menjadi seorang pengarang. Hasilnya lahir setahun kemudian; sebuah novel berbahasa Minangkabau yang berjudul Si Sabariah (1926).
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks biografi tersebut adalah …
Orang ketiga sebagai pengamat.
Orang ketiga serba tahu.
Orang pertama pelaku utama.
Orang pertama sebagai pengamat.
Orang pertama pelaku sampingan.
Perhatikan kutipan teks biografi berikut!
Bill Gates seorang anak yang cerdas dan penuh semangat. Namun, ia cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus untuk anak laki-laki.
Cara penulis menggambarkan karakter tokoh biografi pada kutipan teks tersebut adalah …
Cara tidak langsung.
Cara langsung.
Cara deskripsi melalui tindakan tokoh.
Cara dialog antartokoh.
Cara deskripsi melalui penuturan tokoh lain.
Bacalah teks biografi berikut!
Riana Helmi dalam usianya yang belum genap 18 tahun,tepatnya 17 tahun 11 bulan, dianggap dokter termuda di Indonesia. Remaja kelahiran Banda Aceh itu diwisuda sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Riana menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK sangat memuaskan yaitu 3,67 dan dengan waktu kuliah tercepat dibandingkan mahasiswa kedokteran di mana pun. Meskipun begitu ia tetap gadis yang rendah hati,ramah,dan tidak sombong dengan prestasi yang diraihnya.
Hal yang menarik dari biografi Riana Helmi adalah....
Menjadi mahasiswa kedokteran di UGM.
Lulus dokter sebelum usia 18 tahun.
Remaja Banda Aceh kuliah di kedokteran.
Remaja kelahiran Banda Aceh diwisuda.
Remaja lulusan kedokteran.
Bacalah biografi tokoh berikut!
Sebagai seorang ilmuwan, Yus Rusyana selain banyak melakukan penelitian dan menulis buku. Ia juga menulis banyak karya sastra. Sebagai seorang sastrawan, Yus Rusyana pernah mendapatkan hadiah sastra Rancage pertama (1989) untuk karyanya yang berjudul Jajaten Ninggang Papasten.
Keteladanan yang dapat dipetik dari cuplikan biografi tersebut adalah ….
Produktivitas
Kepintaran
Kejujuran
Kesederhana
Kerja sama
Bacalah kalimat acak biografi berikut!
1) Pramudia Ananta Toer menjadi penulis produktif di masa kemerdekaan.
2) Belasan buku karya Pram telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa
dunia, termasuk Jerman, Jepang, Rusia, dan Inggris.
3) Sementara Los Angeles Time menjulukinya Albert Camus Indonesia, termasuk
100 pengarang dunia yang karyanya wajib dibaca sejajar dengan John Steinbejk
dan Graham Greene.
4) Ia menulis beberapa novel dan cerita singkat yang mengangkat namanya,
seperti Keluarga Gerilya, Subuh, Pertjintaan Revolusi, Cerita dari Blora, dan
Tjerita dari Jakarta.
5) Pernah oleh majalah Time, Pram dinobatkan sebagai salah satu Asian
Heroes.
Susunan kalimat biografi tersebut agar menjadi urut adalah....
(1),(2),(3),(4),(5)
(1),(3),(2),(4),(5)
(1),(5),(2),(4),(3)
(1),(4),(2),(5),(3)
(1),(4),(5),(2),(3)
Cermati penggalan puisi berikut!
DI MEJA MAKAN
Ia makan nasi dan isi hati
Pada mulut terkunyah duka
Tatapan matanya pada lain isi meja
Lelaki muda yang dirasa
Tidak lagi dimilikinya
Ruang diributi jerit dada
Sambal tomat pada mata....
(W.S. Rendra)
Tema kutipan puisi tersebut adalah ….
Kesedihan seseorang
Ketakutan seseorang
Kepasrahan seseorang
Kebingungan seseorang
Kerinduan seseorang
Cermati kutipan puisi berikut ini!
Ibu maafkan semua kesalahan yang
pernah kulakukan padamu
Tanpamu ibu aku bukanlah
siapa-siapa
Tanpamu ibu aku tak bisa apa-apa
Tanpamu
ibu ku tak tahu dunia
Tanpamu
ibu tak kan lengkap duniaku
Amanat kutipan puisi tersebut adalah ….
Tanpa seorang ibu, kita tidak akan bermakna apa-apa.
Hormatilah ibumu karena tanpanya kamu tak berarti apa-apa.
Seorang ibu senantiasa memaafkan segala kesalahan anaknya.
Tanpa seorang ibu, kita tidak akan lahir ke dunia ini.
Dunia ini tidak akan lengkap tanda kehadiran seorang ibu.
Cermatilah penggalan puisi berikut !
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah....
Semangat
Tegang
Sedih
Sunyi
Gembira
Cermatilah kutipan puisi berikut!
Alamku ini
Awan bergerak
Seiring waktuku yang kering kerontang
Angin berdiri menepi
Sejenak beri kesejukan
Kuda berlari terkikik
Tinggal jejak kaki
Di antara rumputan misteri
Alamku ini memang begini
Dapat dipastikan perubahan yang terhenti
Makna ungkapan kering kerontang pada bait puisi tersebut adalah....
Penyesalan
Kesunyian
Keputusasaan
Penderitaan
Kekecewaan
Cermatilah kutipan puisi berikut!
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya !
Dinginnya !
Betapa dinginnya daging duka
Yang membalut tulang - tulangku
Imaji atau citraan yang dominan pada puisi tersebut adalah....
Penglihatan
Perabaan
Pendengaran
Penciuman
Gerak
Cermati dua kutipan puisi berikut!
Puisi 1
Puisi
2
Terima
kasih ya Allah ...
Untuk
kebaikan orang yang ada
Untuk
setiap tegur sapa mereka
Untuk
semua kata-katanya
Yang
selalu menguatkanku di kala duka
Untuk
mereka yang tak pernah rela
Membiarkanku
jatuh dan terpuruk binasa
Ya
Allah
Terimalah
rasa syukurku
Karena
Engkau telah menempatkan aku
Di
antara orang-orang yang baik hati
Persamaan amanat kedua kutipan puisi tersebut adalah ....
Bertegursapalah kepada orang-orang di sekitar kita.
Jangan pernah berhenti untuk bersyukur atas karunia Allah.
Bersyukurlah karena kita mendapat tempat yang bagus.
Bantulah mereka yang selalu menolong saat kita terpuruk.
Bersyukurlah atas kebaikan orang-orang di sekitar kita.
Cermati kutipan puisi berikut
Majas personifikasi dalam kutipan puisi tersebut terdapat pada lirik ....
Sudah berlayar jauh sekali
oh jauh kemari, tanah Ambon
wahai tanah Ambon selalu saja berdebur dalam ingatan.
Tapi malam telah kelewat dalam.
Di bawah
badai salju kami berarak menuju halte sambil berseru
Que sera-sera, apa yang bakal terjadi biar terjadi
Kami pun paham akhirnya.
Tanah air abadi selalu serupa mimpi.
Negeri-negeri yang selalu serupa mimpi
Kenangan-kenagan lama yang enggan mati.
Di dalam kereta kami biasakan diri
menjalani patah hati ini.
Sudah berlayar jauh kemari
Di dalam kereta kami biasakan diri
Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum
Tanah air abadi selalu serupa mimpi
wahai tanah Ambon selalu saja berdebur dalam ingatan
Cermati paragraf berikut dengan saksama!
Di sebuah pasar
tradisional terdapat banyak penjual yang menjajakan dagangannya di tepi jalan
yang sangat menganggu lalu lintas. Melihat hal itu, petugas pasar berusaha
menertibkan pedagang pasar tersebut. Penertiban itu sangat memberatkan
pedagang pasar dengan dalih akan kehilangan pelanggan. Oleh karena itu,
petugas pasar ingin bernegosiasi dengan pedagang yang menganggu lalu lintas.
Gagasan Pokok pada paragraf tersebut adalah ….
Petugas pasar berusaha menertibkan pedagang pasar.
Penertiban itu sangat memberatkan pedagang pasar dengan dalih akan kehilangan pelanggan.
Penjual mengganggu lalu lintas.
Petugas pasar ingin bernegosiasi dengan pedagang yang menganggu lalu lintas.
Persetujuan antara petugas pasar dan penjual terkait pemindahan tempat berjualan.
Perhatikan kutipan teks negosiasi berikut!
Wali Kelas
:
“Dinda, bagaimana rencana studi wisata ke Bali,
apakah semua temanmu setuju?”
Dinda
:
“Saya sudah berbicara dengan teman-teman Pak, cuma
ada usulan studi wisatanya ke Bandung saja Pak.”
Wali Kelas
:
“Wah, kenapa bisa begitu?”
Dinda
:
“Kalau Bali sekolah kita sudah sangat sering
berkunjung ke sana bu. Sedangkan, Bandung belum pernah.”
Wali Kelas
:
“Tapi Dinda, Bapak sudah membicarakan rencana ini
ke Kepala Sekolah dan beliau sudah menyetujuinya.”
Dinda
:
“Iya Pak. tapi sepertinya banyak teman-teman yang
tidak ikut jika studi wisata itu dilaksanakan ke Bali.”
Wali Kelas
:
“Baiklah, biar nanti Bapak menemui Kepala Sekolah
lagi.”
Dinda
:
“Ya Pak.”
Isi teks negosiasi tersebut adalah …
Kepala sekolah menyetujui rencana studi wisata ke Bandung.
Kepala sekolah dan wali kelas menyetujui untuk studi wisata ke Bandung.
Wali kelas menyuruh siswa untuk berpikir ulang terkait tujuan studi wisata.
Rencana studi wisata terancam gagal karena belum final tujuan studi wisata.
Keinginan siswa untuk studi wisata ke Bandung daripada ke Bali.
Perhatikan kutipan teks negosiasi berikut!
1) Pegawai Bank
:
“Dalam proposal
ini, Bapak mengajukan dana sebesar 60 juta ya?”
2) Pak Aris
:
“Iya Mbak, saya ingin mengajukan dan sebesar 60
juta.”
3) Pegawai Bank
:
“Maaf Pak,
berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan pihak bank, kami hanya bisa
memberi pinjaman sebesar 40 juta saja.”
4) Pak Aris
:
“Waduh, bisa
ditambahi lagi ngga Mbak? 40 juta belum cukup untuk modal saya. Bagaimana
jika 50 juta?”
5) Pegawai Bank
:
“Baiklah Pak, 50
juta adalah nominal maksimal untuk pengajuan pinjaman usaha. Silakan tanda
tangani berkas ini Pak!”
6) Pak Aris
:
“Baik Mbak, terima kasih.”
Dialog yang menyatakan tawar-menawar ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1 dan 2
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
5 dan 6
Perhatikan teks negosiasi berikut!
1) Pembeli
:
“Bisa tidak Pak
harga jadi Rp45.000,00 saja Pak?”
2) Penjual
:
“Buku ini sudah
langka, jadi harga segitu terlalu murah.”
3) Pembeli
:
“Uang saya tidak
cukup, bagaimana kalau Rp48.000,00 saja? Saya harap Bapak mau membantu. Ini
untuk tugas sekolah saya.”
4) Penjual
:
“Itu terlalu murah,
bagimana kalau Rp55.000,00 saja? Itu sudah termasuk murah. Mungkin kalau kamu
cari di toko buku lain tidak akan ada lagi.”
5) Pembeli
:
“Tapi uang saya
hanya Rp50.000,00.”
6) Penjual
:
“Begini saja, saya
akan berikan buku ini seharga Rp50.000,00. Bagaimana?
7) Pembeli
:
“Baiklah Pak! Saya beli bukunya.”
Kalimat yang menunjukkan persetujuan ditunjukkan oleh nomor ….
6 dan 7
5 dan 6
4 dan 5
3 dan 4
2 dan 1
Perhatikan kutipan teks negosiasi berikut!
Penjual
:
“Silakan mampir, lihat-lihat dulu Bu, baju-baju
di toko kami.”
Pembeli
:
“Siang Mbak. Mohon maaf boleh saya lihat
baju-baju di toko ini?”
Penjual
:
“Boleh Bu, baju-baju di sini ada beberapa model
terkini dengan harga yang murah.”
Pembeli
:
“Kalau yang model ini berapa harganya?”
Penjual
:
“Yang ini harganya Rp250.000,00. Jika Ibu beli
dua, saya berikan diskon. Jadi per bajunya Rp235.000,00.”
Pembeli
:
“Wah apa tidak bisa kurang lagi, Mbak?”
Kalimat santun pada kutipan teks tersebut adalah ….
“Silakan mampir, lihat-lihat dulu Bu, baju-baju di toko kami.”
“Siang Mbak. Mohon maaf boleh saya lihat baju-baju di toko ini?”
“Boleh Bu, baju-baju di sini ada beberapa model terkini dengan harga yang murah.”
“Kalau yang model ini berapa harganya?”
“Yang ini harganya Rp250.000,00. Jika Ibu beli dua, saya berikan diskon. Jadi per bajunya Rp235.000,00.”
1. Perhatikan teks negosiasi berikut!
Pengusaha
:
“Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok
yang kalian lakukan! Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan
mogok begini!”
Karyawan
:
“Aksi yang kami lakukan bukan tanpa alasan, Pak!”
Pengusaha
:
“Alasan apa?”
Karyawan
:
“…………………………………”
Pengusaha
:
“Baiklah, akan saya coba komunikasikan ini dengan
dewan direksi tentang kenaikan upah yang kalian minta. Tolong kendalikan
teman-teman karyawan dan sampaikan kepada
mereka mulai besok
semua karyawan harus
masuk kerja kembali.
Karyawan
:
“Baik, Pak. Terima
kasih.”
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dalam kutipan teks negosiasi tersebut adalah ....
“Kami mendengar adanya PHK massal yang akan terjadi perusahaan ini.”
“Kami ingin memperbaiki nasib dan hidup layak, Pak!”
“Kami meminta kenaikan upah, pak! Hari ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!”
“Kami ingin jam kerja yang tidak manusiawi untuk dihapuskan, kami merasa lelah untuk lembur terus-menerus.”
“Kami akan lebih kerja keras lagi, Pak.”
Perhatikan teks negosiasi berikut!
Bu Inggit
:
“Ketua RT sedang
mendata warga untuk vaksinasi. Apakah Bu Dinda sudah terdaftar?”
Bu Dinda
:
“Belum Bu, saya takut divaksinasi. Apakah boleh
jika tidak, saya jamin saya sehat-sehat saja.”
Bu Inggit
:
“Bu, vaksinasi ini
adalah bentuk pengendalian pandemi Covid-19. Ini adalah upaya untuk
mengendalikan angka infeksi virus corona yang masih tinggi.
Bu Dinda
:
“Tapi saya dengar
meski kita sudah divaksinasi, kita masih bisa tertular Covid-19.”
Bu Inggit
:
“Setidaknya tidak
akan parah berujung meninggal, sudah ada penelitiannya juga Bu, vaksin
memberi dampak yang signifikan.”
Bu Dinda
:
“Seperti itu ya Bu, Baiklah saya akan ikut
vaksinasi jika nanti sudah terdaftar.”
Makna istilah vaksinasi dalam kutipan teks tersebut adalah ….
Bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan.
Kebal terhadap suatu penyakit.
Pengobatan yang dilakukan untuk merusak atau membunuh sel-sel berbahaya secara menyeluruh dalam tubuh.
Penanaman bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia agar menjadi kebal terhadap penyakit tersebut.
Deteksi dini untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit atau tidak.
Perhatikan teks negosiasi acak berikut!
(1)
Ibu Ana
:
“Wah terima kasih banyak Pak.”
(2)
Ibu Ana
:
“Begini pak saya sangat membutuhkan alat pengemas
karena saya tidak punya alat itu.”
(3)
Pak Agus
:
“Selamat pagi Bu, silakan duduk, ada yang bisa
kami bantu?”
(4)
Ibu Ana
:
“Tidak bisa kurang Pak?”
(5)
Pak Agus
:
“Oh begitu, bagaimana kalau Anda bisa memakai
punya perusahaan kami tapi bagi hasil 25%?”
(6)
Ibu Ana
:
“Selamat pagi Pak.”
(7)
Pak Agus
:
“Ya sudahlah karena kami ingin menolong Ibu, 20%
saja kalau begitu.”
(8)
Pak Agus
:
“Sama-sama Bu.”
Urutan yang tepat teks negosiasi tersebut adalah ….
(1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8)
(3), (6), (2), (5), (4), (1), (7), (8)
(6), (2), (3), (4), (5), (7), (1), (8)
(6), (3), (2), (5), (4), (7), (1), (8)
(2), (3), (6), (5), (4), (7), (1), (8)
Perhatikan kutipan teks biografi berikut!
Amir Hamzah lahir
di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, 28 Februari 1911. Beliau adalah
sastrawan Indonesia Angkatan Pujangga Baru. Ia lahir dalam lingkungan
keluarga banqsawan Melayu dan banyak berkecimpung dalam kegiatan sastra dan
kebudayaan Melayu. Amir Hamzah bersekolah dan tinggal di Pulau Jawa pada saat
pergerakan kemerdekaan. Ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern,
kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain. Amir Hamzah dalam kumpulan
sajak Buah Rindu (1941) yang ditulis antara tahun 1928 dan tahun 1935
terlihat jelas perubahan perlahan saat lirik pantun dan syair Melayu menjadi
sajak yang lebih modern.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks biografi tersebut adalah ….
Orang ketiga serba tahu.
Orang ketiga sebagai pengamat.
Orang pertama pelaku utama.
Orang pertama sebagai pengamat.
Orang pertama pelaku sampingan.
Perhatikan kutipan teks biografi berikut!
Jack
Ma lahir di Hangzhou Privinsi Zhejiang, Cina pada 10 September 1964. Ia
berasal dari keluarga miskin dan mengalami sederetan kegagalan dalam
hidupnya. Dalam sebuah wawancara, Ma mengaku pernah di tolak 10 kali saat
mendaftar ke kampus bergengsi Harvard University. Ia juga pernah
berulang-ulang ditolak saat melamar pekerjaan. Ma juga 2 kali gagal dalam
ujian masuk perguruan tinggi sebelum akhirnya diterima di Hangzhou Teachers
Colege. Ma mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dengan modal awal 60.000 dolar
AS. Dana itu diperolehnya dari beberapa teman dan investor. Dalam
perjalanannya, Alibaba memikat perusahaan-perusahaan raksasa sebagai
investor, seperti Goldman Sachs dan SoftBank. Pada saat fenomena dot-com
crash pada tahun 2000 banyak perusahaan internet yang jatuh, namun Alibaba
selamat.
Cara penulis menggambarkan karakter tokoh biografi pada kutipan teks tersebut adalah …
Cara langsung.
Cara deskripsi jalan pikiran tokoh.
Cara dialog antartokoh.
Cara deskripsi melalui tindakan tokoh.
Cara deskripsi melalui penuturan tokoh lain.
