wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CBT Akhir MPPD Interna

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke pkm dengan keluhan demam disertai menggigil sejak 8 hari yang lalu. Pasien sebelumnya ditugaskan ke daerah flores NTT. Pada pemeriksaan fisis suhu 38.9, konjungtiva anemis. Lab Hb 7, Ht 42, PLT 234000, gametosit sausage shape (+) dan scufner dot (+). Apakah tata laksana lini pertama yang paling tepat?

a)

DHP 3 hari + primakuin 1 hari

b)

DHP 3 hari

c)

Kina + primakuin selama 14 hari

d)

DHP 3 hari, primakuin 14 hari

e)

Kina+doksisiklin+primakuin selama 7 hari

2.

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke PKM dengan keluhan sering kencing dan terasa panas saat kencing sejak 3 hari ini. Pasien memiliki dm sejak 3 tahun yang lalu, dan 1 minggu ini mendapatkan obat golongan baru dari dokter dikarenakan target gula yang tidak tercapai. Obat apa yang paling mungkin menyebabkan keluhan pasien saat ini?

a)

Insulin

b)

Linagliptin

c)

Glimepiride

d)

Metformin

e)

Empaglifozin

3.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke PKM dengan keluhan nyeri pada kedua jari-jari tangan disertai kekakuan pada pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam. Pemeriksaan fisis didapatkan atritis pada MCP 2-5 bilateral dan PIP 2-5 bilateral. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan CRP meningkat dan ANA test (-). Apakah kemungkinan diagnosisnya?

a)

Anklylosing spondylosis

b)

Rheumatoid arthritis

c)

SLE

d)

Osteoarthritis

e)

Reiter

4.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan bengkak di seluruh tubuh terutama pretibial hilang timbul sejak 4 bulan ini. Kencing agak keruh dan berbusa. Hasil pemeriksaan fisik TD 120/80 RR 20 kali permenit, HR 88 kali permenit, urinalisa hematuria (+). Oval fat bodies (+). Hasil cek darah ditemukan kadar LDL 300 mg/dl. Pemeriksaan apa yang selanjutnya disarankan pada pasien?

a)

Biopsi ginjal

b)

Protein esbach

c)

USG ginjal

d)

Foto BNO

e)

IVP

5.

Pada pasien usia lanjut, sering kita dapatkan pasien yang hanya dapat berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu berbulan-bulan. Yang bukan faktor risiko utama terjadinya immobilisasi pada pasien usia lanjut adalah

a)

Kotraktur

b)

Dementia

c)

Gangguan pendengaran

d)

Gangguan penglihatan

e)

Fraktur

6.

Laki-laki 40 tahun datang dengan keluhan jempol kaki terasa nyeri 8 jam yang lalu. Ada riwayat nyeri sebelumnya, diberikan obat anti nyeri lalu keluhan menghilang. Riwayat keluhan nyeri berulang. Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital dalam batas normal, pada MTP 1 dekstra ditemukan tofus, hiperemis (+). Hasil laboratorium asam urat 9 mg/dL. Apa terapi yang tepat pada kasus ini?

a)

Kodein

b)

Probenesid

c)

Paracetamol

d)

Allupurinol

e)

Kolkisin

7.

Wanita, 45 tahun, datang ke unit gawat darurat RS mengeluh demam disertai nyeri perut kanan atas, mual (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan mengalami obesitas, demam, murphy sign (+). Apa diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas?

a)

Glomerulonefritis akut

b)

Abses hepar

c)

Demam tifoid

d)

Kolesistitis akut

e)

Demam dengue

8.

Laki-laki, usia 19 tahun, diantar keluarganya ke poliklinik karena mengeluh ada benjolan di leher sejak 1 bulan lalu. Sebelumnya pasien ke dokter swasta dan diberi antibiotik namun benjolan tidak hilang. Keluhan lainnya yakni demam naik turun dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik didapatkan nodul multiple di area leher, diameter 1-4 cm; konsistensi kenyal, mudah digerakkan; nyeri tekan (-). Pada pemeriksaan PA Tidak ditemukan Sel Reed Stenberg. Diagnosis yang mungkin pada pasien adalah:

a)

AML

b)

Limfoma hodgkin

c)

Limfoma non-hodgkin

d)

Limfadenitis

e)

CML

9.

Pasien laki – laki, 40 tahun, datang dengan keluhan terlihat kuning di seluruh tubuh sejak 3 hari yang lalu. Demam sejak 8 hari yang lalu. Pegal pada seluruh badan terutama betis. Disertai keluhan mual muntah. Riwayat kebanjiran sebelumnya. Pada pemereksaan fisik didapatkan pasien ikterik, nyeri tekan epigastrium, hepatomegaly, nyeri tekan m. gastrocnemius, pendarahan subkonjungtiva minimal. Pemeriksaan lab didapatkan leukositosis, peningkatan enzim transaminase, azotemia, disertai dengan hematuria mikroskopik. Terapi yang tepat pada pasien tersebut adalah...

a)

Rawat jalan, doksisiklin 2 x 100 PO

b)

Rawat jalan, penisilin injeksi 1,5 juta unit / 24 jam

c)

Rawat inap, doksisiklin 2 x 100 mg PO

d)

Rawat inap, penisilin injeksi 1,5 juta unit/ 8 jam

e)

Rawat inap, tidak perlu antibiotic, cukup paracetamol saja

10.

Tn. Kaesang, usia 30 tahun, mengeluh BAB tidak teratur, kadang keras dan disertai sedikit darah sejak 3 tahun lalu. Selain itu pasien juga merasakan nyeri perut yang hilang timbul, terasa seperti keram. Sejak 2 tahun lalu, pasien selalu kembung dan mencret jika minum susu. Pada pemeriksaan, tampak pucat, papil lidah atrofi, abdomen tampak distensi, nyeri tekan (+), pada pemeriksaan rontgen barium ditemukan string sign, hasil endoskopi ditemukan skip lession. Diagnosis pasien adalah

a)

Kolitis ulseratif

b)

Crohn’s disease

c)

Karsinoma kolon

d)

Divertikulitis

e)

Karsinoma pancreas

11.

Seorang perempuan usia 33 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan selalu merasa kandung kemihnya penuh. Pasien merasa selalu ingin kencing meskipun sudah kencing, tidak mampu menahan untuk kencing, bahkan kadang masih ada urin yang menetes. Keluhan dirasakan setelah melahirkan anaknya 1 minggu yang lalu di RS dengan vacuum. Pasien tidak pernah merasa nyeri saat BAK ataupun demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 82 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,6C. Apa penyebab keluhan yang paling mungkin pada kasus?

a)

Inkontinensia desakan

b)

Inkontinensia stres

c)

Inkontinensia kontinyu

d)

Inkontinensia campuran

e)

Inkontinensia usia lanjut

12.

Laki-laki, 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh demam, disertai kram perut bawah, mual dan malas makan. Pasien mengaku dua minggu sebelumnya, pasien sempat batuk pilek dan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik namun tidak tuntas. Pada pemeriksaan feces ditemukan bakteri batang gram positif yang membentuk spora. Bakteri penyebab infeksi adalah...

a)

Enterotoxic E.coli

b)

Clostridium difficile

c)

Salmonella typhii

d)

Clostridium perfringens

e)

Clostridium botulinum

13.

Laki-laki berusia 23 tahun, datang dengan keluhan utama nyeri kepala. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (+), sklera ikterik (-), dan splenomegali schuffner 3. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8gr/dL, LED 24mm, Leukosit 7000/mm3 , hematokrit 25 vol%, MCV 78 fl, dan MCH 25 pg. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah?

a)

Anemia normokromik normositik

b)

Anemia normokromik mikrositik

c)

Anemia hipokromik mikrositik

d)

Anemia hipokromik makrositik

e)

Anemia normokromik makrositik

14.

Laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan kaki bengkak, lemas, dan cepat lelah sejak 1 bulan terakhir. Tidur dengan 2 bantal setiap harinya. Ia adalah penderita DM, tetapi malas kontrol ke rumah sakit. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi. Pada pemeriksaan firik didapatkan TD 160/100 mmHg, RR 26x/menit. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Ur 128, Cr 4,0, Leukosit 9600, Hb 8 g/dL. Tatalaksana yang tepat untuk anemia pasien adalah?

a)

Sulfas ferosus

b)

Vit B12

c)

Transfusi

d)

Chelating agent

e)

Eritropoetin

15.

Laki-laki, 42 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan diare sejak 2 bulan lalu. Dari anamnesis ditemukan adanya penurunan berat badan (sebelumnya 60 kg, saat ini menjadi 50 kg) dan radang tenggorokan yang berulang. Demam disangkal. Pasien sering keluar kota sebagai sopir angkutan barang. Dari anamnesis lebih lanjut diketahui pasien sering berganti-ganti pasangan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil tes HIV positif dan jumlah sel CD4 350 sel/mm3.Tidak ditemukan adanya koinfeksi dari penyakit lainnnya. Pasien di atas menderita HIV stadium?

a)

I

b)

II

c)

III

d)

IV

e)

V

16.

Laki-laki usia 70 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri pada kedua lutut selama 2 mingu trakhir ini. Keluhan nyeri dirasakan terutama saat berjalan atau beraktivitas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, HR 72x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,5oC. Pasien memiliki TB 150cm dengan BB 80 kg. Dari status lokalis pada kedua lutut pasien diketahui terdapat nyeri tekan dan krepitasi tidak ada. Dari pemeriksaan foto rontgen genu didapatkan osteofit dengan penyempitan celah sendi pada genu dekstra. Tatalaksana apakah yang tepat dan efektif pada kasus diatas?

a)

Vitamin D untuk memperkuat kondisi sendi

b)

Kalsium dosis tinggi untuk memperkuat sendi

c)

Antibiotik intraartikular untuk mengatasi infeksi sendi

d)

Penurunan BB untuk mengurangi beban pada sendi

e)

Harus seringberlari untuk meningkatkan ketahanan sendi

17.

Wanita, 43 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan berat badan yang turun secara cepat dalam 1 bulan terakhir ini, walaupun pasien sudah makan cukup banyak. Pasien juga mengalami keluhan berdebar-debar serta badan yang cepat lelah apabila melakukan aktivitas yang berat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, RR 120x/menit, teraba kelenjar tiroid dengan perabaan yang difus namun tidak terdapat nyeri tekan tiroid. Refleks patella meningkat. Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan penunjang yang disarankan adalah?

a)

T3, T4

b)

T3, T4, TSH

c)

FT4, TSH

d)

FT4, T3, T4, TSH

e)

FT3, T4, TSH

18.

Laki-laki, 30 tahun mengeluh gatal dan panas yang pada bokongnya, pasien adalah seorang petani. Pada pemeriksaan feses lewat mikroskop di temukan gambaran larva sebagai berikut: Penyebabnya?

a)

Ancylostoma caninum

b)

Strongyloides stercoralis

c)

Toxata cuti

d)

Necator americanus

e)

Oxyuris vermicularis

19.

Laki-laki, 55 tahun, mengeluh pucat dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6gr/dL, leukosit 120.000/UL, trombosit 70.000/UL. Morfologi darah tepi dominan sel blast seri mieloid sebesar 25% dengan gambara aurer rod. Diagnosa yang paling mungkin adalah?

a)

Reaksi leukemoid

b)

Leukemia mieloid akut

c)

Leukemia mieloid kronik

d)

Multiple mieloma

e)

Mielodisplasia

20.

Laki-laki, 55 tahun datang dengan keluhan ibu jari kaki kanan bengkak sejak tadi pagi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, pemeriksaan fisik Digiti I pedis Dextra: edema (+), hiperemis (+), Nyeri tekan (+). Hasil laboratorium didapatkan Hb 12 g/dl, leukosit 4900/mm3, trombosit 240000/mm3, GDS 180 mg/dL, asam urat 10,6 mg/dL. Obat hipertensi yang dapat diberikan pada pasien ini, kecuali...

a)

HCT

b)

Amlodipin

c)

Captopril

d)

Candesartan

e)

Nifedipin

21.

Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati selama 2 bulan terakhir. Kadang-kadang disertai mual dan perut terasa penuh. Pasien sering makan terlambat dan pengemar makanan pedis dan kecut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan peristaltik normal dengan nyeri tekan epigastrium. Apakah menejemen selanjutnya yang harus di lakukan?

a)

Pengobatan empiric

b)

Anjuran rawat inap

c)

Indikasi untuk Tindakan endoskopi

d)

Mengatur pola makan (hanya konsumsi makanan lunak/saring)

e)

Pemberian PPI dan 2 jenis antibiotic

22.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan buang air besar berwarna kehitaman sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai muntah berwarna hitam seperti kopi. Tidak ada demam. Riwayat hepatitis B sejak lama. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 100x/menit, suhu badan 36,7 oC, frekuensi napas 22 x/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, sklera tidak ikterus dan spider nevi. Apakah diagnosisnya?

a)

Keganasan lambung

b)

Pecahnya varises esofagus

c)

Peptic ulser

d)

Mallory weiss syndrome

e)

Stress ulcer

23.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang Puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati. Keluhan disertai dengan mual. Pasien sering makan pedas dan makan tidak teratur. Pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu tubuh 36,5 oC. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri di epigastrium. Dilakukan pemeriksaan UGIE, namun tidak didapatkan kelainan. Apakah diagnosisnya?

a)

Dispepsia fungsional.

b)

GERD

c)

Ulkus peptic

d)

Ulkus duodenum

e)

Gastroenteritis

24.

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan lemas setelah BAB cair >15x sejak 1 hari terakhir. BAB cair berwarna pucat keputihan seperti susu atau air cucian beras. Keluhan juga disertai mual, muntah, dan kram perut. Pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 60x/menit, suhu 390 C dan frekuensi napas 28x/menit. Apakah kemungkinan diagnosisnya?

a)

Giardiasis

b)

Amoebiasis

c)

Kolera

d)

Askariasis

e)

Taeniasis

25.

Seorang anak laki-laki berusia 21 tahun ke puskesmas dengan keluhan BAB cair sebanyak 5 kali sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai mual, muntah, nyeri perut dan kehilangan nafsu makan. Ayah dan ibu pasien mengalami gejala yang sama 5 hari yang lalu dan sudah sembuh. Pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu tubuh 37,8oC. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kista parasit dalam feses.

Apakah penatalaksanaan pada kasus tersebut?

a)

Metronidazole 100 mg 2x1

b)

Metronidazole 250 mg 2x1

c)

Metronidazole 500 mg 3x1

d)

Metronidazole 100 mg 3x1

e)

Metronidazole 500 mg 1x1

26.

Seorang perempuan berusia 48 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan keluhan muntah dan mencret sejak pagi hari. Frekuensi muntah dan mencret lebih dari 10 kali, konsistensi BAB cair, tidak berlendir maupun berdarah. Keluhan disertai kelemahan, suara parau, dan nafas cepat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 130 x/menit, frekuensi napas 28x/menit, suhu badan 36°C. Apakah diagnosisnya?

a)

Shigellosis

b)

Enterobiasis

c)

Salmonellosis

d)

Kholera

e)

Amobiasis

27.

Seorang perempuan berusia 19 tahun dibawa keluarganya ke dokter praktek karena nyeri perut disertai muntah-muntah sejak 3 jam yang lalu. Pada anamnesis didapatkan 5 jam sebelumnya habis mengkonsumsi es krim dari yougurt untuk pertama kalinya, dan tidak ada riwayat alergi makanan pada keluarganya. Pada Pemeriksaan fisik diperoleh tubuh tampak lemas didapatkan suhu 37,9 0C, nadi 100x/menit, TD 100/70 mmHg.

Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Gastritis

b)

GERD

c)

Intoleransi makanan

d)

Gastroenteritis

e)

Tumor lambung

28.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan mencret sejak 5 hari yang lalu. Sehari-hari pasien bekerja sebagai petani dan jarang menggunakan alas kaki. Pada pemeriksaan fisis tampak conjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 78 x/menit, frekuensi napas 18x/menit, suhu badan 36,8 oC. Pemeriksaan laboratorium parasitologi didapatkan telur dengan dinding tipis berisi banyak ovum pada tinja pasien.

Apakah tatalaksana farmakologi yang paling tepat?

a)

Albendazol 400 mg dosis tunggal

b)

Mebendazol 300 mg dosis tunggal

c)

Pirental pamoat 30 mg/KgBB dosis tunggal

d)

Suplemen preparate besi

e)

Metronidazol 500 mg dosis tunggal

29.

Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poliklinik dokter umum dengan keluhan utama nyeri saat berkemih sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan sering terburu-buru kencing, nyeri perut bagian bawah dan kadang-kadang demam. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan urinalisis ditemukan leukosit 25/mm3.

Apakah diagnosis yang mungkin?

a)

Vaginitis

b)

Servitis

c)

ISK

d)

Appendisitis

e)

Kolik renal

30.

Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke puskemas dengan keluhan utama nyeri saat berkemih sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan sering terburu-buru kencing, nyeri perut bagian bawah dan kadang-kadang demam dan mengigil. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Tidak ada riwayat berobat sebelumnya. Pemeriksaan urinalisis ditemukan leukosit 30/mm3.

Apakah terapi yang tepat?

a)

Amoxicillin 500 mg 4x1

b)

Asam nalidiksat 1 gr 2x1

c)

Sefaliksin 250 mg 3x1

d)

Asam pipemidik 100 mg 4x1

e)

Trimethoprim 500 mg 4x1

31.

Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke poliklinik dokter umum dengan keluhan demam sejak 6 hari yang lalu. Keluhan disertai mual, muntah dan nyeri pinggang. Buang air kecil dan besar lancar. Pasien adalah mahasiswa dan sering menunda bila ingin buang air kecil. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, dan suhu 39oC. Pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok costovertebra dextra. Dari hasail pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 18.000.

Apakah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien ini?

a)

Nefrolitiasis

b)

Nefropati

c)

Urosepsis

d)

Gagal ginjal akut

e)

Gagal ginjal kronik

32.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri sejak 2 hari yang lalu disertai demam dan mual. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit, suhu badan 38,60C, nyeri ketok sudut kosto vertebra sinistra. Pada urinalisis ditemukan sedimen leukosit 20-30/lpb.

Apakah tatalaksana paling tepat?

a)

Anti piretik

b)

Analgetik

c)

Antibiotik

d)

Antiemetik

e)

Diuretik

33.

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kepala ringan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 180/90 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 37oC. Pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal.

Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Valsartan 80 mg 1x1

b)

Valsartan 25 mg 1x1

c)

Valsartan 100 mg 1x1

d)

Valsartan 50 mg 1x1

e)

Valsartan 10 mg 1x1

34.

Seorang laki-laki, 20 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada kelopak dan kaki yang dialami sejak 1 minggu terakhir. Tidak ada keluhan lain saat ini, namun pasien ada riwayat keluhan demam dan nyeri menelan 3 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisis ditemukan tekanan darah 150/100 mmHg, nadi 85x/mnt, pernapasan 20x/mnt, suhu 36,7°C. Ada edema palpebra dan kedua pedis.Pemeriksaan urinalisa: protein+, sedimen lekosit 2-3/LPB, sedimen eritrosit penuh/LPB.Ureum: 24 mg/dL. Kreatinin: 0,6 mg/dL. Apakah hasil laboratorium yang dapat ditemukan pada kasus tersebut?

a)

Komplemen C3 menurun

b)

Komplemen C3 meningkat

c)

Komplemen C4 meningkat

d)

ASTO menurun

e)

ASTO normal

35.

Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan nyeri berkemih. Dari hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 84 x/mnt, pernapasan 22 x/mnt dan Suhu 37,6 Hasil laboratorium urinalisa didapatkan sedimen leukosit penuh, eritrosit 5/lpb. Hasil Kultur urine : E.Coli. Pasien diketahui alergi obat golongan sulfa. Apakah alternative terapi farmakologi yang dapat diberikan pada pasien?

a)

Ciprofloxacin 250 mg 2x1 selama 3 hari (oral)

b)

Cefixime 500mg 2x1 selama 3 hari (oral)

c)

Amoxicillin 500 mg 3x1 selama 5 hari (oral)

d)

TMP-SMX 960 mg 2x1 selama 3 hari (oral)

e)

Fosfomycin trometamol 6 gram single dose ( oral )

36.

Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan nyeri berkemih. Dari hasil pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 130/70 mmHg, denyut nadi 84 x/mnt, pernapasan 22 x/mnt dan Suhu 37,6 C. Pemeriksaan fisis nyeri tekan suprapubik. Hasil laboratorium urinalisa didapatkan sedimen leukosit penuh, eritrosit 10/lpb. Hasil Kultur urine : E.Coli. Apakah terapi farmakologi lini pertama pada kasus tersebut?

a)

Ciprofloxacin 500 mg 2x1 selama 3 hari (oral)

b)

TMP-SMX 960 mg 2x1 selama 3 hari (oral)

c)

Cefixime 200mg 2x1 selama 3 hari (oral)

d)

Amoxicillin 500 mg 3x1 selama 5 hari (oral)

e)

Fosfomycin trometamol 6 gram single dose (oral)

37.

Seorang perempuan berusia 75 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat RS dengan kesadaran menurun sejak 30 menit lalu. Riwayat batuk sejak 3 minggu terakhir disertai lendir kehijauan. Riwayat DM tipe 2 dan CHF sejak 5 tahun yang lalu dan minum obat teratur. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/50 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit dan suhu 38,6 oC. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan GDS > 600 mg/dL, osmolaritas serum >350 mOsm/kg dan PH >7,3. Apakah kemungkinan faktor pencetus dari kondisi pasien di atas?

a)

Infeksi

b)

Penggunaan diuretic

c)

Gagal ginjal

d)

Dehidrasi

e)

CHF

38.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang praktek dokter umum dengan keluhan lemas 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan merasa haus, sering buang air kecil dan sering merasa lapar. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmhg, denyut nadi 90x/menit, frekuensi napas 20x/menit dan suhu badan 36,70C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS : 280 mg/dl, asam urat 5,5 mg/dl, kolesterol total 180 mg/dl. Apakah penatalaksanaan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Sulfonylurea 500 mg 1x1

b)

Metformin 2 mg 1x1

c)

Sulfonilurea 25 mg 3x1

d)

Metformin 500 mg 3x1

e)

Sulfonylurea 10 mg 2x1

39.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan badan gemetaran sejak 30 menit yang lalu. Keluhan disertai keringat dingin. Keluhan muncul 1 jam setelah suntik insulin. Riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu. Tidak ada riwayat hipertensi dan penyakit jantung. Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 46 mg/dL. Apakah tatalaksana pada pasien ini?

a)

Infus dektrose 10 %

b)

Bolus dektrose 40% iv

c)

Berikan minuman manis

d)

Beri makanan nasi

e)

Bolus dektrose 10% iv

40.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan badan gemetaran sejak 30 menit yang lalu. Keluhan disertai keringat dingin. Riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu berobat teratur dengan sulfonilurea 2 mg. Tidak ada riwayat hipertensi dan penyakit jantung. Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 46 mg/dL. Apakah tatalaksana pada kasus ini?

a)

Infus dektrose 5%

b)

Bolus dektrose 10 % iv

c)

Berikan minuman manis pertama kali dan infus dektrose 10%

d)

Stop sulfonylurea, maintanence infus dektrose 10% dan berikan minuman manis pertama kali

e)

Stop sulfonylurea, bolus dektrose 40%dan maintenance dengan infus dektrose 10%

41.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan kedua bola mata tampak keluar sejak 3 bulan lalu dan memberat 1 bulan terakhir. Keluhan disertai jantung berdebar-debar, penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir, mudah lelah, sering gugup, merasa panas dan berkeringat banyak. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, ireguler, frekuensi napas 24 x/menit, dan suhu badan 36,8 oC. Pemeriksaan fisik didapatkan leher membesar dengan struma difus dan bruit (+) dan tangan tampak tremor. Apakah pemeriksaan yang dilakukan terkait keluhan utama pada pasien?

a)

Tonometri

b)

Oftalmoskopi

c)

Slit lamp

d)

Phoropter

e)

Helter exoftalmometer

42.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan cepat lelah yang dialami sejak 2 bulan terakhir. Lelah terutama jika berjalan cepat, dan kaki dirasakan tidak bertenaga. Keluhan disertai sering berdebar-berdebar, berkeringat, dan gelisah. Pasien juga mengeluh berat badan menurun kurang lebih 5 kg dalam 1 bulan terakhir. Pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah : 140/90 mmHg, denyut nadi : 110x/menit iregular, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37oC. Apakah diagnosis paling mungkin kasus tersebut?

a)

Penyakit Graves

b)

Hipertiroidisme

c)

Tirotoksikosis

d)

Struma noduler toksik

e)

Struma multinodular toksik

43.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Poliklinik Rumah Sakit dengan keluhan cepat lelah yang dialami sejak 2 bulan terakhir. Lelah terutama jika berjalan cepat, dan kaki dirasakan tidak bertenaga disertai keluhan berkeringat dan gelisah. Pasien juga mengeluh berat badan menurun kurang lebih 5 kg dalam 1 bulan terakhir. Pemeriksaan fisis : tekanan darah 130/90 mmHg, denyut nadi : 110x/menit regular,frekuensi napas 22 kali/menit, suhu 37oC. Didapatkan exoftalmus. Apakah pemeriksaan lanjutan untuk menentukan etiologi kasus tersebut?

a)

FT4

b)

TSHs

c)

Tiroglobulin

d)

TRab

e)

Anti TPO

44.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan berat badan berlebih. Keluhan dirasa sangat mengganggu mobilitas dan penampilannya. Pola makan tidak teratur, sering makan daging merah dan bersantan. Pada pemeriksaan fisis didapatkan berat badan 72 kg, tinggi badan 153 cm, denyut nadi 90 x/menit, laju pernapasan 22 x/menit, tekanan darah 120/90 mmHg dan suhu 36,4°C. Pemeriksaan fisis lain tidak menunjukkan adanya kelainan. Apakah pemeriksaan penunjang yang untuk deteksi dini komorbid pasien?

a)

GDP, TTGO dan Profil lipid

b)

GDP, GD2PP, ureum dan kreatinin

c)

GDP, HbA1c, dan SGPT

d)

GDP, Asam urat dan profil lipid

e)

GDP, ureum, kreatinin dan SGPT

45.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan medical check up. Pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisis dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang darah rutin dalam batas normal, GDP : 250 mg/dl, Asam urat 6 mg/dl, kolesterol total 250 mg/dl, kolesterol LDL 200 mg/dl, Kolesterol HDL 40 mg/dl dan trigliserida 150 mg/dl. Pasien obesitas, memiliki riwayat diabetes dan kebiasaan merokok. Apakah intervensi gaya hidup untuk pasien tersebut?

a)

Pengurangan asupan karbohidrat

b)

Pengurangan asupan lemak jenuh

c)

Berhenti merokok

d)

Pengurangan berat badan berlebih

e)

Pengurangan asupan protein

46.

Seorang perempuan berusia 37 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan lemas sejak 3 minggu terakhir . Keluhan disertai pusing, telinga berdenging, dan gangguan konsentrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, hipertrofi gingiva tapi tidak didapatkan kuku sendok. Pemeriksaan laboratorium didapatkan WBC 7,6 x 103/uL, Hb 9,8 gr/dl, PLT 227 x 103/uL, MCV 104 MCHC 42. Apa penyebab keluhan pasien?

a)

Defisiensi vitamin c

b)

Defisiensi asam folat

c)

Defisiensi vitamin B6

d)

Defisiensi zat besi

e)

Defisiensi vitamin D

47.

Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke praktek dokter keluarga dengan keluhan lemas sejak 1 bulan terakhir . Riwayat dua bulan yang lalu pasien menjalani operasi pemotongan usus karena ada tumor ganas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, bising usus normal dan terdapat stoma colostomy. Pada hasil laboratorium didapatkan WBC 8,9 x 103/uL, Hb 9,1 gr/dl, PLT 432 x 103/L . Hasil apusan darah tepi didapatkan anemia makrositer. Apa terapi yang tepat diberikan pada kasus ini?

a)

Transfusi PRC

b)

Tablet zat besi

c)

Injeksi eritropoetin

d)

Tablet asam folat

e)

Injeksi vitamin C

48.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan pada leher belakang sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan sering demam, nafsu makan menurun, dan keringat berlebih. Riwayat berobat belum pernah. Pemeriksaan fisik didapatkan 3 buah benjolan pada colli posterior berukuran 2x2 cm, konsistensi kenyal, mudah digerakkan, dan warna sama dengan sekitarnya, nyeri tekan (+). pemeriksaan biopsi KGB ditemukan gambaran granuloma kaseosa. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?

a)

Cephalexin 100mg/kgbb 1x1

b)

OAT kategori 1

c)

Ciprofloxasin 500 mg 2x1

d)

OAT kategori 2

e)

Eritromisin 500 mg 3x1

49.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan pada leher belakang sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan sering demam, nafsu makan menurun, dan keringat berlebih. Riwayat batuk lama berlendir. Riwayat berobat belum pernah. Pemeriksaan fisik didapatkan 3 buah benjolan pada colli posterior berukuran 2x2 cm, konsistensi kenyal, mudah digerakkan, dan warna kemerahan, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Mumps

b)

Limfadenitis

c)

Kista dermoid

d)

Kista ductus tiroglossus

e)

Hemangioma

50.

Seorang laki laki berusia 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada sendi pergelangan kedua tangan sejak 7 minggu. Keluhan terutama dirasakan saat bangun tidur disertai dengan kekakuan. Keluahn perlahan lahan berkurang jika mulai melakukan aktivitas, namun tidak hilang sama sekali nyerinya. Pasien merasa mudah lelah. Pemeriksaan fisik nampak atritis pad wrist joint bilateral dengan ROM yang terbatas. Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosisnya?

a)

SGOT dan SGPT

b)

CRP dan ACPA

c)

Ureum dan Kreatinin

d)

LED dan anti ds DNA

e)

LED dan ANA

51.

Seorang laki laki berusia 34 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada kedua jari jari tangan sejak 7 minggu. Keluhan terutama di pagi hari disertai kekakuan sekitar 3 jam. Keluhan disertai kelelahan meski tidak melakukan aktivitas yang berat. Pemeriksaan fisik tampak atritis pada mcp 2-5 dan pip 2-5 bilateral. Hasil pemeriksaan laboratorium hb 12 gr%, LED 112/88 dan PLT 223.000/mm3. Apakah penatalaksanaan awal pada kasus ini?

a)

Paracetamol 500 mg 3x1

b)

Codein 10 mg 3x1

c)

Celexosib 500 mg 3x1

d)

Meloxicam 15 mg 1x1

e)

Dexametason 500 mg 1x1

52.

Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 7 hari. Awalnya batuk disertai pilek. Keluhan disertai dengan nyeri lutut kanan disertai bengkak dan hangat. Pemeriksaan fisik denyut nadi 110x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu badan 38oC dan atritis pada genu kanan. Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis?

a)

LED

b)

Leukosit

c)

ASTO

d)

ANA tes

e)

Trombosit

53.

Seorang laki-laki berusia 15 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 7 hari. Awalnya batuk disertai pilek. Keluhan disertai dengan nyeri sendi yang berpindah-pindah, dari siku kiri ke lutut kanan. Keluhan ini pernah dialami saat berusia 8 dan 12 tahun. Pemeriksaan fisik denyut nadi 110x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu badan 38oC dan atritis pada genu kanan. Pemeriksaan laboratorium LED 55/- , WBC 12.000/mm3 dan ASTO 300 uL. Apakah tatalaksana awal untuk kasus ini?

a)

Paracetamol 500 mg 3x1

b)

Aspirin 80 mg 1x1

c)

Tramadol 30 mg 3x1

d)

Ibuprofen 50 mg 3x1

e)

Codein 10 mg 3x1

54.

Seorang perempuan berusia 22 tahun ke PKM mengeluh nyeri sendi-sendi seluruh tubuh sejak 1 minggu lalu. Keluhan disertai lemah badan dan luka di langit-langit mulut. Pemeriksaan fisik tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 104 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,3oC. Didapatkan konjungtiva anemis, discoid rash, oral ulcer, artritis dan fotosensitivitas. Apakah pemeriksaan penunjang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?

a)

Tes darah pansitopenia

b)

Radiologi sesuai osteoartritis genu bilateral

c)

Antibodi terhadap antinuklear positif

d)

Antibodi terhadap antigen nuklear DsDNA positif

e)

Elektrokardiogram sesuai tanda pericarditis

55.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa ke IGD RS setelah terjatuh dan tumit kiri terasa nyeri. Keluhan sebelumnya pasien sering merasa nyeri punggung dan lemah badan. Pasien merupakan perokok aktif 1 bungkus/hari sejak >20 tahun sebelumnya. Pemeriksaan fisik tinggi badan 156 cm, berat badan 51 kg, tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 88 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37,2oC. Konjungtiva tidak anemis, auskultasi paru, jantung dan abdomen tidak ada kelainan. Radiologi ditemukan gambaran radiolusen kalkaneus kiri. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar kalsiferol rendah.Apakah diagnosis yang paling mungkin diderita pasien ini?

a)

Osteofit

b)

Osteolisis

c)

Osteomalacia

d)

Osteodistrofi

e)

Osteoporosis

56.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan kesadaran menurun sejak 2 hari, sebelumnya demam selama 5 hari disertai menggigil dan berkeringat banyak, sakit kepala, mual dan muntah. Pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 40° celcius, nadi 114x/menit, pernafasan 20x/menit, didapatkan anemia, ikterus dan splenomegali schnuffner 4. Pemeriksaan apusan darah tebal didapatkan plasmodium falcifarum +++. Apakah diagnosis pasti pasien ini?

a)

Gagal ginjal akut

b)

Koma hipoglikemik

c)

Malaria cerebral

d)

Hepatitis akut

e)

Koagulasi vaskular disseminata

57.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan demam tinggi yang dialami sejak 15 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri kepala dan betis. Pasien adalah seorang buruh pabrik. Berdasarkan pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 85 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, dan suhu badan 39oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mata ikterus disertai injeksi silier, hepar dan lien teraba. Pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya peningkatan lipase. Apakah penatalaksanaan yang tepat?

a)

Tirah baring dan pemberian Oseltamivir

b)

Tirah baring dan pemberian Metronidazole

c)

Tirah baring dan pemberian Peniciliin

d)

Tirah baring dan pemberian Cefixime

e)

Tirah baring dan pemberian Ciprofloxasin

58.

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan badan lemah dan muntah-muntah. Pasien juga mengeluh demam sejak 4 hari yang lalu, demam dirasakan terus-menerus, disertai nyeri kepala dan nyeri perut. Pasien memiliki riwayat berlibur ke Lombok selama 3 hari. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 96 x/menit, frekuensi napas 32 x/menit, dan suhu badan 38,2oC. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva ikterik dan skin rash. Apakah tatalaksana farmakoterapi yang tepat?

a)

Doksisiklin oral

b)

Ampicillin oral

c)

Ceftriaxone iv

d)

Penicillin G iv

e)

Metilprednisolon iv

59.

Seorang perempuan berusia 58 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada lutut kanan sejak 7 hari. Nyeri terutama dirasakan saat beraktifitas dan membaik saat beristirahat. Keluhan ini tidak disertai demam. Pasien memiliki riwayat gastritis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan VAS 3/10; antalgic gait; status lokalis pada genu dekstra ditemukan dolor, rubor, color; ROM terbatas, dan krepitasi. Apakah penatalaksanaan awal pada kasus di atas?

a)

Paracetamol 1000 mg 3x1

b)

Codein 5 mg 3x1

c)

Ibuprofen 1000 3x1

d)

Asam mefenamat 15 mg 1x1

e)

Meloxicam 25 mg 1x1

60.

Seorang laki-laki berusia 44 tahun datang ke PKM dengan keluhan nyeri hebat pada pergelangan kaki kiri sejak 6 jam yang lalu. Keluhan muncul mendadak di pagi hari dan keluhan ini telah berulang sebanyak 3 kali dalam 9 bulan terakhir. Riwayat sebelumnya asam urat tinggi. Pemeriksaan fisik VAS 7/10, atritis pada ankle joint pedis sinistra, nyeri tekan (+), dan ROM sulit di evaluasi karena nyeri. Pemeriksaan laboratorium asam urat 5,9 mg/dl. Apakah tatalaksana awal pada kasus ini?

a)

Kolkisin 10 mg 1x1

b)

Kolkisisn 1,5 mg 1x1

c)

Kolkisisn 1 mg 1x1

d)

Kolkisin 100 mg 1x1

e)

Kolkisisn 2 mg 1x1

61.

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan kesadaran menurun sejak 1 hari, sebelumnya demam selama 6 hari disertai menggigil dan berkeringat banyak, sakit kepala, sesak nafas, mual dan muntah, saat ini pasien dalam kondisi hamil 24-26 minggu. Pemeriksaan fisik, tekanan darah 100/70 mmHg, suhu 39,8° celcius, nadi 114x/menit, pernafasan 28x/menit, didapatkan anemia dan ikterus. Pemeriksaan apusan darah tebal didapatkan plasmodium falcifarum ++. Apakah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien ini?

a)

Malaria kongenital

b)

Partus prematurus

c)

Anemia hemolitik

d)

Hipoglikemik

e)

Gagal nafas

62.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan dileher sebelah kiri selama 1 bulan, benjolan terasa nyeri terutama jika ditekan. Pemeriksaan fisik, tekanan darah 110/70 mmHg, suhu 37,5°C pernafasan 20 kali permenit, didapatkan pembesaran kelenjar limfe regio colli kiri. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 12,3 mg/dl, lekosit 11.300 mm³/dl, hitung jenis limfosit 14%, test anti HIV positif, CD4 375/ sel dan hasil biopsi kelenjar didapatkan limfadenitis TB. Apakah tatalaksana farmakologi pertama yang diberikan pada pasien ini?

a)

Antibiotik

b)

Antiretro viral

c)

Anti piretik

d)

Antituberkulosis

e)

Antifungi

63.

Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pergelangan kaki kanan sejak pagi hari secara mendadak. Keluhan ini sering berulang, awalnya pada ibu jari kaki kiri 7 tahun yang lalu. Tidak ada keluhan demam. Riwayat penyakit sebelumya hipertensi dan berobat teratur dengan lisinopril, serta saat ini terapi TB paru kasus baru dan mendapat terapi tuberkulosis sejak 1 minggu. Riwayat penyakit keluarga : Ayah PJK. Pemeriksaan fisik TD 150/90 mmHg, TB 155 cm, BB 66 kg, ankle joit udem, rubor, color ROM terbatas serta nyeri tekan dan gerak. Apakah kemungkinan munculnya efek samping obat pada pengobatan awal kasus tersebut yang harus disampaikan pada pasien?

a)

Urtikaria

b)

Diare

c)

Pusing

d)

Muntah

e)

Sakit kepala

64.

Seorang laki-laki berusia 37 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan pada leher kanan yang disadari sejak 6 bulan terakhir. Keluhan juga disertai demam, keringat malam dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit dan suhu 38oC. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan pembesaran kelenjar pada leher kanan dan tidak ada tanda-tanda radang. Apakah pemeriksaan yang tepat dilakukan untuk menunjang diagnosis?

a)

Darah lengkap

b)

Aspirasi sum sum tulang

c)

Foto toraks

d)

Biopsy jarum halus

e)

Biopsy kelenjar getah bening

65.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dokter umum dengan keluhan benjolan pada leher kanan yang disadari sejak 1 tahun terakhir. Keluhan juga disertai demam, keringat malam, cepat lelah dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit dan suhu 38oC. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan pembesaran kelenjar pada leher kanan dan tidak ada tanda-tanda radang. Pemeriksaan histopatologi didapatkan sel Reed-Sternberg. Apakah diagnosis pasien?

a)

Limfadenitis TB

b)

Limfoma non Hodgkin

c)

Limfoma Hodgkin

d)

Leukemia limfositik kronik

e)

Leukemia limfositik akut

66.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu disertai nyeri kepala hebat. Tiga jam sebelumnya pasien mimisan sebanyak 1 kali di rumah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 80/60 mmHg, denyut nadi 120x/menit, lemah dan suhu 38,5 derajat celcius, akral teraba dingin dan pucat. Pemeriksaan laboratorium trombosit 95000/μl. Apakah diagnosis yang tepat sesuai kasus di atas?

a)

Demam dengue

b)

DBD derajat 1

c)

DBD derajat 2

d)

DBD derajat 3

e)

DBD derajat 4

67.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu disertai mual-muntah. Pasien mimisan sejak 1 jam yang lalu sampai sekarang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60 mmHg, denyut nadi 120x/menit lemah dan suhu 38,5 derajat celsius, akral teraba dingin dan pucat. Apakah terapi yang tepat?

a)

Resusitasi cairan kristaloid

b)

Infus cairan RL

c)

Antipiretik IV

d)

Transfuse trombosit

e)

Antibiotik IV

68.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun diantar keluarganya ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan mimisan. Keluhan dialami sejak 7 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluhan disertai dengan demam sejak 4 hari. Pemeriksaan fisik TD: 90/60 mmHg, nadi: 120x/menit, pernafasan : 24x/menit, suhu 38.5 derajat Celsius. Pada pemeriksaan fisis ditemukan perdarahan melalui hidung dan akral dingin. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil trombosit 75.000 μl, leukosit 5000/μl, Hematokrit 53 %. Apa diagnosis yang tepat untuk pasien diatas?

a)

Syok septic

b)

DBD grade 4

c)

Demam dengue

d)

DBD grade 3

e)

Syok hipovolemik

69.

Seorang perempuan berusia 20 tahun ke IGD RS dengan keluhan demam yang naik turun sejak 1 minggu. Keluhan disertai nyeri ulu hati, mual, muntah, dan kadang diare. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 100 x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, suhu 38,5°C, dan ditemukan coated tongue. Hasil pemeriksaan Widal typhi O 1/320 dan typhi H 1/300, hitung leukosit 1900/mm3, SGOT 65 µ/L, SGPT 77 µ/L. Apakah terapi antimikroba yang paling tepat?

a)

Amoksisillin 500 mg 3x1 selama 7 hari

b)

Eritromisin 250 mg 2x1 selama 7 hari

c)

Levofloxasin 500 mg 1x1 selama 7 hari

d)

Cefixime 100 mg 1x1x selama 7 hari

e)

Kloramfenikol 500 mg 2x1 selama 7 hari

70.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke PKM dengan keluhan lemas dan nafsu makan berkurang sejak 2 minggu. Keluhan ini disertai dengan batuk. Pasien bekerja sebagai pemetik kopi. Pemeriksaan fisik didapatkan anemis, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 78x/menit frekuensi napas 20x/menit dan suhu badan 37oC. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8g/dl dan eosinofil meningkat. Pemeriksaan feses didapatkan gambaran bentuk bulat berisi ovum. Pada pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran infiltrat. Apakah terapi yang tepat?

a)

Mertonidazol

b)

Pirental pamoat

c)

Doksisiklin

d)

Mebendazole

e)

Tinidazole

71.

Seorang perempuan berusia 19 tahun ke puskesmas dengan keluhan demam yang dialami sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai mual, muntah dan nafsu makan menurun. Pasien juga mengalami kulit kuning serta urin berwarna seperti teh. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi napas 24 x/menit, denyut nadi 96 x/menit dan suhu badan 38 oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sklera ikterik, hepatomegali dan nyeri tekan abdomen. Apakah komplikasi akut yang paling mungkin terjadi?

a)

Gagal ginjal

b)

Edema paru

c)

Ensefalopati

d)

Hiperglikemia

e)

Hipoglikemia

72.

Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kuning sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut kanan atas, mual, muntah sebanyak 2 kali, buang air kecil berwarna teh pekat dan buang air besar berwarna seperti dempul. Riwayat demam sejak 1 minggu yang lalu. Riwayat kebiasan makan tidak teratur dan jajan sembarangan. Pemeriksaan klinis didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 84x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 37,4°C, inspeksi pada mata sklera ikterik, palpasi abdomen daerah hepar teraba membesar, ukuran 2 jari di bawah arcus costae dan lien tidak teraba. Pada pemeriksaan laboratorium darah diperoleh leukosit 7900 /uL, SGOT 54 u/L, SGPT 14u/L,bilirubin total 13,62 mg/dl, IgM anti HAV total positif. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Demam tifoid

b)

HVA akut

c)

HVA kronik

d)

HVA kronik eksaserbasi akut

e)

Malaria

73.

Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang ke PKM dengan keluhan mata dan kedua telapak tangan kuning sejak 2 hari yang lalu. Keluhan ini disertai dengan demam, mual dan muntah sejak 1 minggu yang lalu. Riwayat sering makan jajanan di sekolah. Teman di sekolahnya juga pernah mengalami keluhan serupa 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 96x/menit, frekuensi nafas 24x/menit, suhu 37,8°C, konjungtiva ikterik, hepar teraba 3 cm di bawah arcus costa, permukaan rata, tepi tajam. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis?

a)

Widal

b)

SGPT

c)

Serologi virus hepatitis

d)

Bilirubin total

e)

Darah rutin

74.

Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke IGD rumah sakit dengan keluhan demam sejak 7 hari terakhir. Keluhan disertai mual dan muntah, kencing berwarna seperti teh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nafas 24x/menit, denyut nadi 90x/menit, suhu badan 37,9°C, konjungtiva ikterik. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan peningkatan SGOT dan SGPT, bilirubin 2 mg/dL, anti HAV(+), HBsAg (-), IgM anti HBc (-), Ig G anti HBc (-), HCV RNA (-). Apakah komplikasi berat yang bisa terjadi pada pasien ini?

a)

Hepatitis fulminant

b)

Hepatitis kolestatis

c)

Syok hipovolemik

d)

Hepatitis kronis

e)

Hepatitis B akut

75.

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 7 hari yang lalu disertai mual, muntah dan nafsu makan menurun. Pasien mulai merasakan lemas dan mudah lelah sejak 2 minggu lalu. Keluhan juga disertai mata kuning, demam, dan buang air kecil seperti teh. Riwayat sakit kuning disangkal. Pasien sering makan makanan di warung pinggir jalan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi napas 20 kali permenit, frekuensi nadi 68 kali permenit, suhu tubuh 37.7 derajat Celcius. Pemeriksaan fisik didapatkan hepatosplenomegali dan nyeri tekan perut kanan atas. Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan SGOT 160 U/l, SGPT 198 U/l, bilirubin total 4,9 mg/dL, bilirubin indirek 2,5 mg/dL. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakkan diagnosis?

a)

HbsAg

b)

HBV DNA

c)

IgM anti HAV

d)

Anti HBs

e)

IgM HBc

76.

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian tengah atas terasa hingga ke punggung sejak 2 hari. Nyeri perut bertambah setiap selesai makan, terutama makanan berlemak. Keluhan disertai rasa mual, muntah, dan lemas. Riwayat penyakit sebelumnya hipertrigliseridemia dan berobat tidak teratur. Buang air besar dan buang air kecil biasa. Pada pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, temperatur 37,6oC, denyut nadi 102 x/menit, sklera tidak ikterus, konjungtiva tidak anemis. Bising usus menurun dan nyeri tekan epigastrium. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13,3 gr/dL, leukosit 14.430 sel/mm3, SGOT 67 IU/mL, SGPT 71 IU/mL, kolesterol total 228 mg/dL, trigliserida 812 mg/dL, kreatinin 0,9 mg/dL, amilase dan lipase >3 kali nilai normal.

Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Gastritis akut

b)

Ulkus peptik

c)

Kolangitis

d)

Kolesistits akut

e)

Pankreatitis akut

77.

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke PKM dengan keluhan kuning pada wajah dan badan sejak dua hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut kanan atas. Awalnya pasien merasa badan lemas, tidak nafsu makan, demam naik turun dan mual. BAK gelap seperti air teh. BAB berwarna dempul disangkal. Keluhan serupa juga dialami oleh teman sekampus pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,7°C, sklera iktetrik, konjungtiva anemis dan hepatomegali. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan SGOT 520 µ/l, SGPT 880 µ/l. Pada pemeriksaan serologi didapatkan hasil positif pada pemeriksaan IgM anti HAV dan negatif pada pemeriksaan serologi anti Hbs, HbsAg, IgM dan IgG anti-Hbc, serta anti HCV. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Hepatitis A

b)

Hepatitis B

c)

Hepatitis C

d)

Hepatitis D

e)

Hepatitis E

78.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik dokter keluarga dengan keluhan rasa mengganjal di perut kanan atas sejak lama. Riwayat konsumsi alkohol selama 20 tahun dan pernah dirawat dengan penyakit hati. Pemeriksaan fisik BB 80 kg, TB 160 cm, dan terdapat hepatomegali. Pemeriksaan penunjang apakah yang tidak dianjurkan pada pasien ini?

a)

BNO

b)

USG abdomen

c)

SGPT

d)

CRP

e)

Bilirubin

79.

Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke puskesmas mengeluh berak encer sejak 2 hari lalu, frekuensi lebih dari 10 kali/hari, konsistensi cair berbau busuk disertai lendir. Pasien juga mengeluh muntah, nyeri perut saat akan buang air besar, lemah badan dan demam tinggi. Saat ini pasien sedang hamil 8 minggu. Pemeriksaan fisik tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 112 kali/menit, suhu badan 38,4oC, frekuensi napas 22 kali/menit. Pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan bagian kiri. Apakah tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Diet lunak tinggi kalori dan tinggi protein

b)

Dehidrasi ringan bisa dikoreksi dengan rehidrasi oral

c)

Ciprofloksasin 500 mg 2 kali per hari selama 5 hari

d)

Metronidazole 500 mg 3 kali per hari selama 5 hari

e)

Segera rujuk ke fasyankes tingkat lanjut

80.

Seorang perempuan berusia 15 tahun dibawa ke UGD RS dalam keadaan tidak sadar. Menurut ibunya sejak 3 bulan yang lalu pasien sering mengeluh cepat capek dan sering buang air kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien koma, tekanan darah 80/60 mmHg, denyut nadi 140x/menit , frekuensi napas 32x/menit cepat dan dalam, turgor kulit menurun. Hasil laboratorium GDS 310 mg/dl. Apakah diagnosis pasien?

a)

DM tipe 1

b)

DM tipe 2

c)

DM Gestasi

d)

DM Tipe lain

e)

KAD

81.

Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter umum dengan riwayat diabetes melitus. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Oleh dokter pasien disarankan menggunakan terapi insulin jenis long acting. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas?

a)

Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi

b)

Insulin diberikan sebelum tidur

c)

Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan

d)

Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari

e)

Insulin diberikan 2 kali sehari

82.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemah badan yang dialami 3 minggu terakhir. Pasien sering haus, terbangun tengah malam karena buang air kecil 5-7 kali tiap malam, sesak, cepat mengantuk dan tidak ada nafsu makan. Pasien juga mengeluh terdapat luka pada ibu jari kanan yang berbau sejak 1 minggu terakhir akibat tertusuk paku. Pasien menderita diabetes sejak 5 tahun yang lalu dan mengkonsumsi glibenklamid 1 x 1 tablet. Pada pemeriksaan fisis ditemukan temperatur 38,9oC, frekuensi nafas 30x/menit cepat dan dalam, IMT 16,9 kg/m2, tampak luka menghitam pada digiti I kanan, foetor, pus+. Pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Pemeriksaan GDS 451 mg/dL. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat pada kasus ini?

a)

pasang iv line infus NaCl 0,9%

b)

injeksi insulin bolus

c)

pasang oksigen

d)

langsung rujuk ke RS

e)

pasang iv line dengan insulin drips

83.

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke PKM dengan keluhan posisi badan yang makin lama makin membungkuk. Pasien telah menopaus 12 tahun dan memiliki anak sebanyak 7 orang. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal dan nampak kiposis pada vertebra torakal. Apakah kemungkinan diagnosisnya?

a)

TB tulang

b)

Spondilosis

c)

Osteoatritis

d)

Osteoporosis

e)

Angkilosing

84.

Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke PKM dengan keluhan lemah badan yang dialami 1 bulan. Pasien kadang merasa demam. Riwayat penyakit sebelumnya tidak ada. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, konjungtiva anemis (+), sklera subikterik(+), oral ulcer (+) dan fotosensivitas (+). Apakah pemeriksaan penunjang untu menegakkan diagnosis?

a)

HLA B 27

b)

anti ds DNA

c)

LED

d)

ACPA

e)

CRP

85.

Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan nyeri berkemih. Riwayat sebelumnya pasien ada keluhan nyeri suprapubik dan nyeri berkemih 3 bulan lalu. Dari hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, HR 88 x/mnt, RR 22 x/mnt dan Suhu 37,6 C. Pemeriksaan fisis nyeri tekan suprapubik. Hasil laboratorium urinalisa didapatkan sedimen leukosit penuh, eritrosit 10/lpb. Apakah edukasi yang paling tepat terhadap pasien tersebut?

a)

Minum banyak air setiap hari ( 1 Liter per hari)

b)

Jangan menunda berkemih

c)

Membasuh dari belakang ke depan setelah berkemih

d)

Gunakan tampon atau pads, spray hygiene pada wanita

e)

Gunakan bathtab pada saat mandi

86.

Seorang laki-laki, 20 tahun, datang ke IRD dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 hari sebelumnya. Disertai bengkak pada kelopak dan pada tungkai bawah. Pasien ada riwayat keluhan demam dan nyeri menelan 3 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisis ditemukan tekanan darah 210/120 mmHg, nadi 106x/mnt, pernapasan 23x/mnt, suhu 36,9°C. Ada edema palpebra dan tungkai bawah. Pemeriksaan Urinalisa: protein +, sedimen lekosit 2-3/lpb, sedimen eritrosit penuh/lpb. Kadar ASTO: 250 IU. Kadar C3: 21 mg/dL. Bagaimana tata laksana awal yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Pemberian anti hipertensi untuk penanganan hipertensi

b)

Pemberian analgetik untuk mengurangi nyeri kepala

c)

Pemberian antibiotik untuk penanganan etiologi

d)

Pemberian diuretik untuk mengurangi edema

e)

Pemberian cairan rumatan

87.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke PKM dengan keluhan sakit kepala sejak 2 hari.Keluhan disertai leher yang kadang tegang. Pasien memiliki kebiasaan merokok sejak 10 tahun. Riwayat penyakit terdahulu tidak di ketahui. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/90 mmHg pada lengan kanan dan 160/90 mmHg pada lengan kiri. Apakah tatalaksana pada kasus ini?

a)

Valsartan 5 mg 1x1

b)

Valsartan 10 mg 1x1

c)

Valsartan 25 mg 1x1

d)

Valsartan 50 mg 1x1

e)

Valsartan 80 mg 1x1

88.

Seorang laki-laki, 20 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada kelopak dan kaki yang dialami sejak 1 minggu terakhir. Tidak ada keluhan lain saat ini, namun pasien ada riwayat keluhan demam dan nyeri menelan 3 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisis ditemukan tekanan darah 150/100 mmHg, nadi 85x/mnt, pernapasan 20x/mnt, suhu 36,7°C. Ada edema palpebra dan kedua pedis. Pemeriksaan urinalisa: protein+, sedimen lekosit 2-3/LPB, sedimen eritrosit penuh/LPB.Ureum: 24 mg/dL. Kreatinin: 0,6 mg/dL Kadar ASTO: 250 IU. Kadar C3: 21 mg/dL. Apakah etiologi penyakit pada kasus tersebut?

a)

Streptokokus β hemolitikus grup A

b)

Streptokokus β hemolitikus grup B

c)

Streptokokus viridans

d)

Streptokokus aureus

e)

Stafilokokus albus

89.

Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke puskesmas untuk memastikan apakah ia menderita diabetes mellitus. Riwayat ibunya menderita diabetes, pasien merokok dan gemuk. Saat ini pasien tanpa keluhan. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal dan IMT 28,9 kg/m2. Apakah pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan?

a)

Tes toleransi glukosa oral

b)

Glukosa darah 2 jam sesudah makan

c)

Pemeriksaan glukosa darah sewaktu

d)

Pemeriksaan glukosa urine

e)

Reduksi albumins

90.

Seorang perempuan berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD RS dengan kesadaran menurun sejak tadi pagi. Selama 1 bulan terakhir pasien mengeluh sulit tidur dan badan terasa panas. Pasien tampak kurus. Satu tahun yang lalu pasien pernah diterapi untuk keluhan yang sama tapi berhenti minum obat sejak 3 bulan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien koma, tekanan darah 150/90 mmHg, denyut nadi 120x/menit regular, suhu 37.4°C, pada leher teraba pembesaran kelenjar tiroid difus. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

koma miksedema

b)

krisis tiroid

c)

koma eutiroid

d)

krisis adrenal

e)

koma hipoglikemia

91.

Seorang perempuan berusia 52 tahun, datang ke PKM

dengan keluhan pusing, sesak dan cepat lelah. Pasien juga mengeluh kesemutan, rasa kram di tangan dan kakinya. Makannya 4 sehat 5 sempurna. Riwayat penyakit

sebelumnya kanker lambung dan telah menjalani gastrektomi total. Pemeriksaan laboratorium kadar B12: 75 ng/ml dan asam folat 150 ng/ml. Terapi apa yang diperlukan pada pasien tersebut di atas?

a)

B12 oral

b)

B12 injeksi

c)

Asam folat oral

d)

Asam folat injeksi

e)

B6 injeksi

92.

Seorang perempuan berusia 52 tahun, datang ke PKM dengan keluhan pusing, sesak dan cepat lelah. Pasien juga mengeluh kesemutan, rasa kram di tangan dan kakinya. Pola makannya 4 sehat 5 sempurna. Riwayat penyakit sebelumnya kanker lambung dan telah menjalani gastrektomi total. Pemeriksaan laboratorium kadar B12: 75 ng/ml dan asam folat 150 ng/ml. Berapa lama pasien di atas harus mendapatkan suplemen vitamin dari luar?

a)

Satu minggu

b)

Satu bulan

c)

Enam bulan

d)

Satu tahun

e)

Seumur hidup

93.

Seorang laki laki berusia 77 tahun, datang ke PKM dengan keluhan pusing, sesak dan cepat lelah. Pasien juga mengeluh kesemutan, rasa kram di tangan dan kakinya. Seluruh anggota keluarga merupakan keluarga vegetarian. Pemeriksaan fisis didapatkan konjungtiva pucat, sklera subikterus. Hasil Lab. HT. 27 % PLT. 100.000 dan WBC 3000. MCV 119 fl. Pemeriksaan penunjang apakah yang diperlukan untuk mendiagnosis pasti pasien tersebut di atas?

a)

Hapusan darah tepi

b)

Darah rutin

c)

Kadar Fe serum

d)

Kadar B12 serum

e)

Kadar B6 serum

94.

Seorang perempuan berusia 46 tahun datang ke PKM dengan keluhan utama sakit seperti diikat pada tengkuk dan belakang kepala. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, N 98x/menit, RR 20x/menit dan pasien tidak sedang hamil. Pasien memiliki riwayat asma. Pasien diberikan obat thiazide oleh dokter tersebut. Dua minggu kemudian pasien datang kembali dengan keluhan yang sama dan didapatkan TD 160/100 mmHg, N 95 x/menit, RR 18 x/menit. Apakah obat anti-hipertensi tambahan yang dikontraindikasikan untuk diberikan pada pasien?

a)

Propanolol

b)

Verapamil

c)

Lisinopril

d)

Diltiazem

e)

Nifedipin

95.

Seorang perempuan berusia 27 tahun datang kontrol ke polklinik dengan keluhan pusing. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 170/95 mmHg Nadi 86, P 18 suhu 36.7. saat ini psien mengkonsumsi amlodipine, telmisartan dan HCT dengan dosis optimal. Apakah diagnosisnya?

a)

Hipertensi esensial

b)

White coat hipertensi

c)

Masking hypertensi

d)

Krisis hipertensi

e)

Hipertensi resisten

96.

Seorang perempuan berusia 30 tahun, hamil dengan G1P0A0 usia kehamilan 10 minggu datang untuk melakukan ANC. Pasien mengaku sudah memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan TD 150/90 mmHg. Tidak ditemukan edema pada tungkai dan pada pemeriksaan uinalisis tidak didapatkan proteinuria. Apakah diagnosis kasus di atas?

a)

Hipertensi Primer

b)

Hipertensi Kronis

c)

Eklampsia

d)

Pre-eklampsia

e)

Superimpossed-Preeklampsia

97.

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang untuk kontrol tekanan darah. Keluhan saat ini tidak ada. Pasien memiliki riwayat hipertensi, DM dan gagal ginjal. Hasil pemeriksaan fisis didapatkan TD 180/100 mmHg, N 88 x/I, P 18 x/I, didapatkan konjungtiva pucat, DVS R+5 cmH2o (posisi 30 derajat), edem pretibial dan dorsum pedis bilateral. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9.2 mg/dl, kreatinin 3.5 mg/dl. Apakah tatalaksana obat anti-hipertensi yang tepat bagi pasien?

a)

Candesartan

b)

Amlodipin

c)

Propanolol

d)

furosemide

e)

spironolakton

98.

Seorang perempuan, berusia 56 tahun, datang ke PKM dengan keluhan utama lemas. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan gagal ginjal. Hasil pemeriksaan fisis didapatkan TD 170/95 mmHg, N 98 x/I, P 18 x/I, didapatkan konjungtiva pucat, DVS R+4 cmH2o (posisi 30 derajat), edem pretibial dan dorsum pedis bilateral. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10.5 mg/dl, kreatinin 5.7 mg/dl, Kalium 6.5 . Apakah tatalaksana obat anti-hipertensi yang dikontraindikasikan bagi pasien?

a)

Amlodipin

b)

Lisinopril

c)

Propanolol

d)

furosemide

e)

spironolakton

99.

Seorang perempuan berusia 53 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan berat badan menurun sejak 3 bulan terakhir. Keluhan disertai sering haus, dan kencing malam hari, cepat lelah. Pemeriksaan fisik BB 61 kg, TB 160 cm, tekanan darah 150/90 mmHg. Hasil laboratorium GDP 237 mg/dl, HbA1C 8,4%,lkolesterol total 254, LDL 193 mg/dL HDL 47 mg/dL dan trigliserida 224 mg/dL.

Apakah pilihan terapi berdasarkan hasil laboratoriumnya?

a)

Gemfibrozil

b)

HMG CoA reductase inhibitor

c)

Asam nikotinat

d)

Penghambat resin

e)

Penfluramin

100.

Seorang perempuan berusia 72 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan cepat lemas, haus dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisis ditemukan dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil GDS 289 mg/dl. Pasien diberikan obat anti diabetik yang mempunyai efek meningkatkan sekresi insulin dengan bekerja melalui penghambatan penghancuran GLP-1.

Apakah jenis obat yang dimaksud ?

a)

metformin

b)

liraglutide

c)

vildagliptin

d)

pioglitazone

e)

nateglinide