WorksheetsTry Out 5 LSPP 2
Total questions: 97
Worksheet time: 1hrs 13mins
Suatu bank menyusun sistem rating untuk mengklasifikasi debiturnya sehingga dapat diterapkan risk-based pricing. Dalam penyusunan rating debitur, terdpat tiga jenis metode rating, yaitu financial rating, customer rating dan facility rating. Dalam menyusun financial rating, maka :
Bank menggunakan pos-pos dalam neraca dan laporan laba rugi milik debitur ditambah dengan pertimbangan kualitatif latar belakang debitur
Bank menggunakan pengalaman masa lalu sebagai pertimbangan kualitatif (judgment)
Bank mempertimbangkan jaminan yang diberikan debitur dan menentukan kebutuhan debitur
Bank hanya menggunakan pos-pos dalam neraca dan laporan laba rugi milik debitur
Untuk mengendalikan risiko bank dapat melakukan beberapa cara. Bank yang melakukan transaksi forward, future dan swap dengan bank lain untuk melindungi eksposure tersebut dari risiko disebut sebagai transaksi :
Hedging
Sekuritisasi aset
Spekulasi
Credit derivative
Account Officer Bank ABC ketika melakukan kunjungan ke salah satu debiturnya (site vist) menemukan kejanggalan berupa perubahan perilaku dari contact person (key person) dari perusahaan debitur. Bapak “A” yang biasanya terbuka dalam memberikan informasi terkait kondisi atau laporan keuangan, sekarang menjadi tertutup dan terkesan “pelit bicara”. Kejanggalan ini dapat merupakan indikasi bahwa :
Tidak terdapat masalah serius yang perlu diperhatikan
Bank tidak perlu khawatir terhadap perubahan kualitas kredit debitur
Bank dapat langsung menyetujui permohonan tambahan kredit
Debitur menghadapi permasalahan sehingga meningkatkan risiko kredit
Risiko operasional dapat dibagi dalam kategori kejadian menurut frequency dan impact. Bila bank menghadapi kejadian risiko yang termasuk kategori low frequency/high impact (Unexpected loss), maka strategi yang tepat digunakan untuk mengendalikan risiko tersebut adalah :
Treat risk
Terminate risk
Transfer risk
Tolerate risk
Yang bukan merupakan manfaat dari pengumpulan data kerugian bagi bank adalah :
Untuk pemetaan database kerugian risiko operasional
Untuk menentukan provisi/cadangan untuk menutup besarnya kerugian risiko operasional
Untuk mengantisipasi kerugian akibat risiko operasional yang belum terjadi
Untuk menilai efektifitas pengendalian internal dan pemenuhan syarat AMA
Berikut ini tidak termasuk dalam komponen Business Continuity Management (BCM) adalah :
Business Impact Analysis dan Risk Assessment
Business Continuity Plan
Pengawasan aktif Satuan Kerja Manajemen Risiko
Audit Intern
Dalam upaya memenangkan persaingan pengembangan bisnis produk baru, Bank Masa Depan menetapkan kebijakan menurunkan biaya pemeliharaan untuk perawatan hardware ATM. Dengan kebijakan ini, bank dapat menghemat biaya secara signifikan dan menjadi bank dengan peraih laba terbesar di kelasnya. Disisi lain, dengan tidak adanya perawatan yang optimal, mesin ATM tersebut sering bermasalah. Complain nasabah meningkat, kebijakan yang ditetapkan Bank Masa Depan, berpotensi menimbulkan :
Risiko stratejik dan risiko hukum
Risiko operasional dan risiko reputasi
Risiko reputasi dan risiko kepatuhan
Risiko kredit dan risiko reputasi
Beberapa waktu lalu, bagian kredit sebuah bank menggunakan jasa debt collector (outsourcing) untuk menagih dengan kekerasan, sehingga nasabah bank tersebut meninggal dunia. Akibat kejadian tersebut, keluarga nasabah mengadukan kepada pihak yang berwajib dan dipublikasikan di media. Dalam hal ini bank terkena risiko :
Risiko stratejik
Risiko hokum
Risiko reputasi
semua benar
Pengendalian risiko stratejik dapat dilakukan dengan cara :
Menganalisis laporan aktual vs target
Melaksanakan pengujian dan kaji ulang terhadap sistem manajemen risiko stratejik secara berkala
Memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam batas toleransi
semua benar
Modal pada perbankan mempunyai fungsi utama untuk :
Sumber dana memberikan kredit pada debitur
Menyerap potensi kerugian pada bank
Membeli gedung kantor untuk kegiatan bank dan mendukung pertumbuhan
Membayar biaya tenaga kerja
Pada profil risiko bank, risiko yang melekat pada aktivitas bank disebut dengan :
Inheret Risk
Risk control system
Action plan
Residual risk
Beberapa rasio likuiditas yang biasanya digunakan dalam pengukuran risiko likuiditas perbankan antara lain :
Current ratio
Quick ratio
Debt to equity ratio
Loan to deposit ratio
Berikut ini yang bukan merupakan manfaat penggunaan key risk indikator (KRI) dalam pengelolaan risiko operasional adalah :
Memantau dan memprediksi risiko
Mengidentifikasi perubahan profil risiko operasional
Mencatat kejadian
Sebagai salah satu sumber masukan dalam penyusunan audit plan
Key Risk Indicator (KRI) adalah salah satu alat yang digunakan dalam manajemen risiko operasional. KRI mengamati secara langsung potensi risiko operasional dengan menggunakan :
Inherent risk
Kualitas control
Batas limit (threshold)
Frekuensi dan dampak
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, suatu bank tidak akan dapat terhindar dari risiko kredit. Berikut ini kejadian yang dapat menyebabkan bank terkena risiko kredit, kecuali :
Memberikan fasilitas kredit modal kerja
Melakukan transaksi interest rate swap
Memberikan jasa transfer ke luar negeri
Membeli obligasi korporasi
Terkait dengan risiko kredit, secara umum pemantauan atas kredit ritel (retail lending) dibanding pemantauan atas kredit korporasi (corporate lending) adalah :
Relatif sama
Lebih mudah
Lebih sulit
Tidak bisa ditentukan
Risiko stratejik merupakan jenis risiko yang harus di kelola oleh bank. Berikut ini merupakan bentuk pengendalian atas risiko stratejik adalah :
Review berkala terhadap kontrak dan perjanjian antara bank dengan pihak lain
Melakukan komunikasi dengan nasabah atau conterparty secara kontinyu dan melakukan perundingan bilateral
Memantau realisasi dibandingkan dengan target dan memastikan yang diambil masih dalam batas toleransi
Memantau trend dalam Key Risk Indikator (KRI) untuk melihat apakah sudah mendekati atau melampaui treshold
Kerugian akibat kegagalan yang tidak disengaja atau lalai untuk memenuhi kewajiban profesional terhadap klien atau akibat rancangan-rancangan suatu produk merupakan jenis kejadian risiko operasional dalam kategori :
Eksekusi, pengiriman dan manajemen proses
Praktek ketenagakerjaan dan keselamatan kerja
Klien, produk dan praktek bisnis
Internal fraud
Seorang pegawai melakukan kesalahan dalam pembukuan suatu transaksi. Dalam risiko operasional kesalahan ini termasuk jenis kejadian risiko :
Eksekusi, pengiriman dan manajemen proses
Praktek ketenagakerjaan dan keselamatan kerja
Klien, produk dan praktek bisnis
Internal fraud
Dalam sistem rating credit Standard & Poors (S & P ) suatu perusahaan dikatakan memiliki kemampuan untuk membayar sangat kuat termasuk dalam kategori :
Rating AAA
Rating BBB
Rating CCC
Rating D
Atas seluruh posisi perdagangan (proprietary) pada instrumen keuangan di necara dan rekening adminstratif, termasuk derivative, bank wajib melakukan marked to market (MTM). Keuntungan yang diperoleh dari hasil MTM atas posisi perdagangan (trading book) ini akan mempengaruhi :
Aset bank
Modal bank
Kewajiban bank
Laba rugi bank
Dalam mengelola risiko operasional tersedia berbagai perangkat. Berikut ini yang bukan merupakan perangkat risiko operasional adalaah :
Key risk indicator (KRI)
Loss event database (LED)
Risk & control self assessment (RCSA)
Expected loss
Ketentuan dalam perjanjian kredit yang melarang debitur untuk membayar deviden kepada pemegang saham merupakan bentuk :
Positive covenant
Negative covenant
Affirmative covenant
Constrain covenant
Ketentuan dalam perjanjian kontrak kredit yang mengharuskan debitur untuk menyerahkan laporan keuangan secara reguler kepada bank merupakan bentuk :
Positive covenant
Negative covenant
Affirmative covenant
Constrain covenant
Dalam kebijakan pengelolaan risiko pasar trading, bank harus menetapkan kebijakan limit berikut ini untuk membatasi kerugian atas pergerakan faktor pasar :
Limit VaR
Limit dealer
Limit kerugian
Semua jawaban benar
Dalaam rangka penerapan manajemen risiko kredit yang prudent, bank perlu memberikan perhatian terhadap jenis kredit tertentu. Berikut ini merupakaan kredit yang perlu mendapatkan perhatian khusus bank adalah :
Kredit kepada karyawan bank
Kredit kepada sektor property
Kredit kepada pihak terkait
Kredit kepada masyarakat berpenghasilan rendah
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadikan data sebagai KRI adalah data tersebut salah satunya harus memenuhi criteria actionable , yaitu :
Harus dapat diukur secara kuantitatif
Harus dapat dipantau dari waktu ke waktu
Harus dapat ditindaklanjuti
Harus dapat dihilangkan
Salah satu perangkat yang digunakan dalam manajemen risiko operasional adalah risk and control assessment process (RCSA). Pihak yang melakukan RCSA adalah :
Unit kerja masing masing
Satuan Kerja Manajemen Risiko
Satuan Kerja Audit Internal
Satuan Kerja Kepatuhan
Dalam pengelolaan risiko kredit, bank harus mengatur tatacara pemberian kredit yang sehat. Berikut ini merupakan hal yang dicakup dalam tatacara pemberian kredit yang sehat adalah :
Kebutuhan modal nasabah
Kebutuhan maksimum persedian
Prosedur persetujuan kredit
Prosedur kecukupan piutang
Bank wajib menyediakan modal yang memadai untuk mengcover risiko pasar. Berikut ini merupakan jenis risiko yang harus dicover oleh modal untuk risiko pasar dalam pendekatan standar, adalah :
Risiko umum
Risiko spesifik
Risiko umum dan risiko spesifik
Risiko umum, risiko spesifik dan risiko ekstrim
Mekanisme dalam perhitungan risiko suku bunga spesifik dan risiko bunga umum digunakan dirty price. Yang dimaksud dengan dirty price adalah :
Nilai pasar surat berharga dikurangi dengan nilai sekarang dari pendapatan bunga yang akan diterima
Nilai pasar surat berharga ditambah dengan nilai sekarang dari pendapatan bunga yang diterima
Nilai pasar surat berharga ditambah dengan biaya transaksi
Nilai pasar surat berharga dikurangi dengan biaya transaksi
Dalam organisasi kredit terdapat pemisahan tugas. Salah satu unit terkait dalam proses perkreditan adalah Unit Administrasi Kredit. Berikut ini merupakan tugas dari Unit Administrasi Kredit adalah :
Melakukan risk assessment atas proposal kredit
Melakukan penetapan kolektibilitas debitur bersama unit bisnis
Melakukan verifikasi dokumen terhadap pemenuhan persyaratan kredit
Menetapkan target pasar dan calon debitur yang layak.
Dalam analisis kredit, salah satu aspek penting yang dianalisis oleh bank adalah melihat karakter dan watak dari calon debitur guna memperoleh gambaran mengenai kemauan debitur tersebut dalam memenuhi kewajibannya dimasa datang. Berikut ini cara yang digunakan untuk melihat watak calon debitur adalah :
Melakukan analisis keuangan
Menilai jumlah modal yang dimiliki bank
Melakukan trade checking pada supplier
Menilai kemampuan nasabah dalam menjalankan usahanya
Berikut ini merupakan hal yang tidak diatur dalam kebijakan persetujuan kredit adalah :
Konsep hubungan total permohonan kredit
Batas pemberi kredit
Batas wewenang persetujuan kredit
Proses persetujuan kredit
Risiko bahwa bank tidak mampu mencairkan aset yang dimiliki atau memperoleh pinjaman pendanaan dari sumber lain disebut sebagai :
Market Liquidity
Aset Liquidity
Funding Liquidity
Liability Liquidity
Risiko bahwa bank tidak mampu menjual posisi dengan harga pasar wajar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak memadai, atau terjadi gangguan di pasar disebut sebagai :
Market Liquidity
Aset Liquidity
Funding Liquidity
Liability Liquidity
Berikut ini merupakan sumber funding liquidity yang bersumber dari aset adalah :
Penghimpunan dana pihak ketiga
Penerbitan obligasi
Sekuritisasi aset
Pinjaman dari bank lain
Berikut ini merupakan tipe kejadian risiko operasional bank, kecuali :
Internal fraud
Praktek ketenagakerjaan dan keselamatan kerja
Kebocoran aset produktif
Gangguan bisnis dan kegagalan sistem
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadikan data dapat dijadikan KRI adalah dengan singkatan SMART. Kepanjangan dari SMART adalah :
Specific, manageable, actionable, responsibility, timely
Specific, manageable, achievable, responsibility, timely
Specific, measurable, achievable, responsibility, timely
Specific, measurable, actionable, responsibility, timely
Berikut ini merupakan lini bisnis dalam pendekatan standar untuk perhitungan beban modal risiko operasional yang memiliki beban modal terkecil adalah :
Commercial banking
Trading and settlement
Retail banking
Corporate finance
Dengan pendekatan AMA, bank diperbolehkan menggunakan perhitungan kebutuhan modal dengan menggunakan kombinasi berbagai pendekatan yaitu :
Pendekatan basic indikator dan pendekatan standar
Pendekatan standar dan pendekatan alternatif standar
Pendekatan basic indikator dan pendekatan alternatif standar
Pendekatan berdasarkan kualitas internal kontrol dengan pertimbangan kualitatif dan pendekatan berdasarkan data kerugian historis dengan pertimbangan kuantitatif
Dalam melakukan analisis kredit, berikut ini dokumen yang perlu dicermati terkait dengan kelayakan debitur konsumer adalah :
Identitas diri
Jumlah keluarga
Slip gaji
Data pendidikan
Bank dapat mengalami kerugian finansial (direct loss) dan/atau kerugian non finansial (indirect loss) dari suatu kejadian. Berikut ini merupakan contoh indirect loss adalah :
Denda atau penalty dari pengadilan
Turunnya nilai aset
Turunnya reputasi
Pengurangan langsung aset fisik
Gap liquidity dikembangkan dengan mempertimbangkan rencana bisnis baru di masa datang, seperti ekspansi dan pelunasan kredit, ekspansi dana adalah :
Static liquidity
Dynamic liquidity
Future liquidity
Strategic liquidity
Berikut ini pernyataan yang benar terkait dengan penyebab risiko likuiditas, kecuali :
Bank tidak mampu menghasilkan arus kas dari aset produktif
Bank tidak bisa menjual aset likuid
Bank tidak dapat memperoleh pinjaman antar bank
Sumber dana bank sebagian besar berasal dari deposito
Risiko yang dihadapi bank karena kegagalan bank dalam memberikan layanan yang baik kepada nasabah merupakan :
Risiko kredit
Risiko Operasional
Risiko likuiditas
Risiko hukum
Risiko akibat kelemaahan aspek yuridis, antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum atau kelemahan perikatan, seperti tidak terpenuhinya syarat sahnya kontrak atau agunan adalah :
Risiko kredit
Risiko operasional
Risiko likuiditas
Risiko hukum
Berikut ini merupakan lini bisnis dalam pendekatan standar untuk perhitungan beban modal risiko operasional yang memiliki beban modal terkecil adalah :
Commercial banking
Trading and settlement
Retail banking
Corporate finance
Dengan pendekatan AMA, bank diperbolehkan menggunakan perhitungan kebutuhan modal dengan menggunakan kombinasi berbagai pendekatan yaitu :
Pendekatan basic indikator dan pendekatan standar
Pendekatan standar dan pendekatan alternatif standar
Pendekatan basic indikator dan pendekatan alternatif standar
Pendekatan berdasarkan kualitas internal kontrol dengan pertimbangan kualitatif dan pendekatan berdasarkan data kerugian historis dengan pertimbangan kuantitatif
Dalam melakukan analisis kredit, berikut ini dokumen yang perlu dicermati terkait dengan kelayakan debitur konsumer adalah :
Identitas diri
Jumlah keluarga
Slip Gaji
Data pendidikan
Bank dapat mengalami kerugian finansial (direct loss) dan/atau kerugian non finansial (indirect loss) dari suatu kejadian. Berikut ini merupakan contoh indirect loss adalah :
Denda atau penalty dari pengadilan
Turunnya nilai aset
Turunnya reputasi
Pengurangan langsung aset fisik
Gap liquidity dikembangkan dengan mempertimbangkan rencana bisnis baru di masa datang, seperti ekspansi dan pelunasan kredit, ekspansi dana adalah :
Static liquidity
Dynamic liquidity
Future liquidity
Strategic liquidity
Berikut ini pernyataan yang benar terkait dengan penyebab risiko likuiditas, kecuali :
Bank tidak mampu menghasilkan arus kas dari aset produktif
Bank tidak bisa menjual aset likuid
Bank tidak dapat memperoleh pinjaman antar bank
Sumber dana bank sebagian besar berasal dari deposito
Risiko yang dihadapi bank karena kegagalan bank dalam memberikan layanan yang baik kepada nasabah merupakan :
Risiko Kredit
Risiko Operasional
Risiko Likuiditas
Risiko Hukum
Risiko yang dihadapi bank karena kegagalan bank dalam memberikan layanan yang baik kepada nasabah merupakan :
Risiko Kredit
Risiko Reputasi
Risiko Likuiditas
Risiko Hukum
Rsiko akibat kelemaahan aspek yuridis, antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum atau kelemahan perikatan, seperti tidak terpenuhinya syarat sahnya kontrak atau agunan adalah :
Risiko Kredit
Risiko Operasional
Risiko Likuiditas
Risiko Hukum
Resiko suku bunga yang disebabkan oleh perubahan bunga jangka pendek lebih kecil dibanding perubahan bunga jangka panjang merupakan :
Repricing Risk
Yield Curve Risk
Basic Risk
Option Risk
Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan oleh bank untuk mengatasi risiko pergerakan suku bunga. Berikut ini strategi yang tepat digunakan untuk mengatasi suku bunga yang diperkirakan akan turun, kecuali :
Menjual surat berharga jangka pendek yang dimiliki
Membeli surat berharga jangka panjang dan jangka menengah
Memperbanyak sumber pendanaan dari penerbitan obligasi berbunga tetap
Memperbanyak kredit dengan bunga tetap
Pada pendekatan Alternative Standardized Approach (ASA). Apabila bank tidak dapat memisahkan gross income antara lini bisnis corporate finance (18%), trading & sales (18%) , payment & settlement (18%) , agency services (15%), asset management (12%) dan retail brokerage (12%), bank dapat menggabungkan (agregasi) gross income dan beban modal dihitung dengan beta :
12%
15%
18%
20%
Secara ideal, berikut ini merupakan hal-hal yang harus didokumentasikan setiap kali terjadi kerugian risiko operasional dan dicatat dalam suatu database secara sistematis oleh suatu bank, kecuali :
Tanggal kejadian dan tanggal ditemukan
Tempat kejadian
Deskripsi singkat terjadinya kerugian dan rincian proses kejadian
Pelaku Kejadian
Dalam rangka penerapan manajemen risiko kredit yang prudent, bank perlu memberikan perhatian terhadap jenis kredit tertentu. Berikut ini merupakaan kredit yang perlu mendapatkan perhatian khusus bank adalah :
Kredit kepada karyawan bank
Kredit kepada sektor property
Kredit kepada pihak terkait
Kredit kepada masyarakat berpenghasilan rendah
Pernyataan yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah :
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standard dan pendekatan yang lebih kompeks adalah metode internal
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dengan menggunakan data kuantitatif
a.Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dengan menggunakan data kualitatif
Basel III secara formal diperkenalkan pada tahun 2010 sebagai respon atas krisis global yang terjadi di Amerika mulai tahun 2008. Pada intinya Basel III tidak mengatur beberapa hal antara lain yaitu :
Dalam penghitungan modal, lebih mengandalkan modal equity dan membatasi quasy equity
Tambahan cadangan modal (buffer capital) sehingga kebutuhan modal minimum naik dari 8% menjadi 10,5%
Kewajiban bank menyediakan dana likuid berupa liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSPR)
Dilarangnya transaksi derivatif yang mengakibatkan bangkrutnya bank-bank investasi besar di dunia
Pengendalian risiko dilakukan oleh bank terutama yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank. Beberapa cara yang tidak lazim dilakukan oleh bank sebagai usaha pengendalian risiko adalah sebagai berikut :
Menjual Produk Reksadana
Menutup Asuransi
Melakukan transaksi lindung nilai (hedging)
Menambah Modal Bank
Sebagai bagian dari proses manajemen risiko, bank harus memiliki sistem informasi manajemen risiko yang dapat memastikan :
Kepatuhan pada ketentuan Basel
Sarana menciptakan produk baru
Image bank terlihat modern dalam bidang teknologi
Tersedianya laporan bagi manajemen senior secara akurat dan tepat waktu
Dalam pengembangan software sistem manajemen risiko terkait penerapan manajemen risiko sebelum diimplementasikan maka bank harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
Melakukan pengujian dan penilaian atas akurasi dan kinjera dari software baru tersebut
Memastikan bahwa software baru tersebut tidak dapat mengakses data historis akutansi dan manajemen
Wajib secara internal melakukan pengembangan software tersebut tanpa bantuan pihak ketiga
Melakukan pembelian/pemilihan software tersebut dengan pertimbangan harga terendah saja
Untuk menghindari terjadinya kerugian yang melebihi batas yang telah ditetapkan oleh bank, maka diperlukan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit. Sesuai dengan best practice, pemantauan limit risiko dilakukan dengan cara :
Membiarkan pelampuan limit karena perubahan faktor pasar bersifat sementara
Memastikan bahwa posisi yang melampaui limit sudah cukup mendapat persetujuan dari Satuan Kerja Audit Internal
Melakukan penyesuaian dan mengantisipasinya jika terdapat pelampauan limit sehingga tidak melebihi limit risiko yang telah ditetapkan sebelumnya
Jika terdapat pelampauan limit, maka perlu persetujuan unit kepatuhan
Krisis moneter dan perbankan tahun 1998 menjadi pelajaran berharga sehingga Bank Indonesia memberikan perhatian khusus dalam penerapan manajemen risiko dengan mengeluarkan regulasi. Beberapa Peraturan Bank Indonesia atau Surat Edaran Bank Indonesia yang dikeluarkan tidak terkait manajemen risiko adalah sebagai berikut :
Penerapan manajemen risiko untuk risiko likuiditas
Penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengandalian terhadap perusahaan anak
Pemilihan training provider sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank umum
Penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum
Dari beberapa transaksi perbankan berikut ini, yang dapat memicu terjadinya risiko kredit adalah :
Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT. Indosat Tbk
Transfer dana nasabah ke bank di luar negri
Membeli obligasi yang diterbitkan pemerintah (SUN)
Untuk mengendalikan risiko kredit, bank membuat kebijakan prekreditan. Kebijakan kredit tersebut pada umumnya memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut, kecuali :
Prinsip kehati-hatian dalam perkreditan
Metode perhitungan imbal hasil maksimum
Penyelesaian kredit bermasalah
Kebijaksanaan persetujuan kredit
Pernyataan yang paling benar terkait dengan penyusunan kebijakan perkreditan di bank adalah :
Kebijakan prekreditan bank adalah sama persis dengan isi dari Peraturan Bank Indonesia tentang kebijakan perkreditan
Kebijakan perkreditan bank disesuaikan dengan kebutuhan bisnis bank
Kebijakan perkreditan bank mengatur secara terperinci tentang kebijakan kredit bank termasuk penetapan suku bunga kepada seorang nasabah
Kebijakan perkreditan bank biasanya digabung dengan prosedur perkreditan bank
Dalam bisnis prekreditan bank, kredit yang tidak perlu dihindari adalah sebagai berikut :
Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank
Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain
Kredit yang diberikan bersama (sindikasi) dengan bank lain dalam rangka penyebaran risiko kredit serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku
Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup
Sebuah bank berencana membiayai eksplorasi penambangan batubara. Sebelumnya bank tersebut belum pernah membiayai sektor pertambangan. Bank tersebut juga tidak mempunyai analisis yang mengerti tentang pertambangan. Maka rencana bank tersebut sebaiknya :
Tidak diteruskan, karena bank tidak mengetahui bisnis pertambangan
Tetap dapat diproses dengan menggunakan konsultan
Tetap dapat diproses dengan persyaratan agunan yang mencukupi
Tetap dapat diperoses dengan keputusan Direktur Utama
Dalam perkreditan, system rating mengklarisifikasikan entitas perusahaan/korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading/peringkat). Dengan rating, dapat dilakukan estimasi :
Probability of Default (PD)
Exposure of Default (EAD)
Loss Given Deafault (LGD)
Legal of Default (LAD)
Sistem rating debitur atau calon debitur berdasarkan gabungan aspek kuantitatif dan kualitatif, antara lain informasi/data management, pembayaran, pemasaran, produksi maupun kondisi social dan lingkungan dan lainnya disebut dengan :
Financial rating
Customer rating
Facility rating
Customer Loan Scoring
Ciri khas facility rating yang tidak diperlukan oleh system financial rating dan customer rating adalah :
Membutuhkan data laporan keuangan
Membutuhkan data kualitatif nasabah
Membutuhkan data agunan
Membutuhkan data ratio keuangan
Dalam analisa pemberian kredit, watak atau karakter calon debitur penting untuk diperhatikan. Salah satu cara untuk mengetahui karakter calon debitur antara lain dengan :
Melihat kinerja usaha milik debitur
Melakukan trade checking kepada rekanan bisnisnya
Melihat besar fasilitas kredit yang diterima dari bank lain
Menilai strategi usaha dari debitur
Salah satu proses analisa atas kemampuan usaha calon debitur adalah menilai data kinerja keuangan hasil usaha beberapa tahun kebelakang. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan langkah tersebut adalah sebagai berikut,kecuali :
Penilaian kinerja debitur di masa lalu
Sebagai dasar untuk melakukan proyeksi keuangan kedepan
Sebagai dasar menentukan rating atau kualitas perusahaan debitur
Sebagai dasar untuk menilai karakter debitur
Dalam bisnis perkreditan, agunan perlu diikat secara sempurna. Pengikatan atas agunan yang berupa benda bergerak adalah melalui cara :
Fidusia dan Hipotik
Gadai dan Hak Tanggungan
Hak Tanggungan
Fidusia dan Gadai
Analisis kredit yang perlu dilakukan atas dasar kemampuan cash flow untuk membayar kewajiban pada umumnya diterapkan pada segmen berikut :
Kredit korporasi dan komersial
Kredit mikro dan kredit konsumen
Kredit konsumen dan kredit komersial
Kartu Kredit dan Kredit Konsumen
Proses pengambilan keputusan kredit berbeda sesuai dengan segmen kredit pada bank. Dari pernyataan di bawah ini, mana pernyataan berikut yang kurang tepat :
Pemberian failitas kredit consumer biasanya dilakukan secara massal
Proses kredit komersial lebih kompleks jika dibandingkan dengan proses kredit consumer
Pemberian fasilitas kredit consumer biasanya berdasarkan cash flow projection
Monitoring kredit consumer jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan kredit komersial
Berdasarkan hasil analisa laporan keuangannya, PT. ABC mempunyai profit sebelum pajak Rp. 125.000,--, pajak atas profit Rp. 25.000,--, sales/penjualan Rp.5.000.000,-- Berapa profit margin perusahaan terebut ?
2%
20%
5%
25%
Di bawah ini manakah yg mempunyai tingkat resiko suku bunga paling tinggi ?
Fixed Coupon Bond dengan suku bunga jibor selama 3 bulan dan jangka waktu 20 thn
Fixed Coupon Bond dengan suku bunga 5% dengan jangka waktu 20 thn
Zero Coupon Bond
Fixed Counpon Bond dengan suku bunga 7% dan jangka waktu 20 thn
Dalam mengelola risiko suku bunga pada banking book, dikenal metode repricing Gap yaitu selisih antara RSA (Rate Sensitive Asset) dan RSL (Rate Sensitive Liabilities). Apabila terjadi Gap positif maka yang benar adalah :
RSA > RSL
RSA < RSL
RSA = RSL
Tidak berpengaruh
Komponen dalam penerapan Bussiness Continuity Management (BCM) adalah sebagai berikut, kecuali ..
Penyusunan business continuity plan
Melalui business impact analisis
Testing / pengujian
Pengawasan oleh SKMR
Metode yang digunakan Bank ABC dalam perhitungan kebutuhan modal minimum untuk risiko operasional dengan Basic Indicator Approach (BIA), sedangkan Bank XYX menggunakan Standardized Approach (SA). Apabila gross income yang digunakan sebagai perhitungan kedua Bank tersebut sama maka :
Kebutuhan kedua Bank tersebut modal sama
Kebutuhan modal Bank ABC lebih besar dari Bank XYX
Kebutuhan modal Bank XYZ lebih besar dari Bank ABC
Tidak dapat ditentukan karena data tidak lengkap
Apabila bank memiliki surat berharga dengan sisa jangka waktu 6 bulan dengan posisi beli (long) sebesar Rp. 100 milyar dan memiliki transaksi derivative suku bunga sisa jangka waktu 6 bulan dengan posisi jual (short) sebesar Rp. 80 milyar. Besarnya beban modal vertical disalloawance dalam skala 6 bulan apabila menggunakan metode jatuh tempo (maturity method) adalah ...
2 milyar
8 milyar
10 milyar
18 milyar
Proses valuasi terhadap posisi trading book wajib dilakukan secara harian berdasarkan nilai wajar dengan menggunakan harga transaksi yang terjadi (close out price). Penggunaan valuasi ask/offer price wajib digunakan untuk melakukan valuasi atas posisi instrument sebagai berikut :
Aset yang akan diperoleh atau kewajiban yang dimiliki
Aset yang akan diperoleh atau kewajiban yang akan diterbitkan
Aset yang dimiliki atau kewajiban yang akan diterbitkan
Aset yang dimiliki atau kewajiban yang dimiliki
Dalam waktu dekat pemerintah berencana menaikkan BBM, sebelum itu harga barang sudah berangsur naik, mana pernyataan yang benar berkaitan dengan persediaan barang dimaksud ...
Persediaan FIFO lebih besar dari pada LIFO
Persediaan LIFO lebih besar dari pada FIFO
Persediaan FIFO adalah average
Tidak ada perubahan nilai persediaan
Dalam pengendalian risiko digunakan pendekatan 4Ts, yaitu Treating a risk, Tolerate a risk, Transfer a risk dan Terminate a risk. Bila bank menghadapi kejadian risiko yang termasuk kategori high frequency/high impact, maka strategi yang tepat digunakan untuk mengendalikan risiko tersebut adalah ...
Treating a risk
terminate a risk
transfer a risk
tolerate a risk
Adalah tuntutan bisnis kalau bank harus menciptakan kualitas layanan yang tinggi. Kegagalan bank untuk menjaga kualitas layanan akan memicu bank terekspos kerugian karena risiko ...
Risiko Kredit
Risiko Stratejik
Risiko Operasional
Risiko reputasi
Perhitungan beban modal dari risiko ekuitas dilakukan untuk setiap pasar modal yang meliputi risiko spesifik dan risiko umum. Untuk perhitungan risiko umum dilakukan berdasarkan persentase tertentu dari ...
a.Posisi ekultas neto secara keseluruhan
Posisi ekuitas bruto
Posisi ekuitas neto ditambah ekuitas bruto
Posisi ekultas neto dikurangi ekuitas bruto
Mekanisme perhitungan dirty price dalam menentukan risiko pasar atau eksposur dari posisi trading book diperoleh dengan cara ...
Nilai pasar surat berharga (clean price) ditambah keuntungan marked to market
Nilai pasar surat berharga (clean price) dikurangi penyisihan penghapusan aktiva
Nilai pasar surat berharga (clean price) ditambah biaya perolehan surat berharga
Nilai pasar surat berharga (clean price) ditambah nilai tunai dari pendapatan bunga yang akan dieroleh (accrued interest)
Value at Risk (VaR) dapat dihitung dengan berbagai metode antara lain Variance Covariance, Historical Simulation dan Monte Carlo Simulation. Salah satu kelemahan metode Variance Covariance dibandingkan dengan metode lainnya, adalah :
Lebih mudah digunakan
Menggunakan asumsi bahwa perubahan factor pasar mengikuti distribusi normal
Proses perhitungan relatif cepat
Dapat digunakan untuk posisi derivative seperti option
Akibat kejadian fraud terkait pelayanan wealth management yang terjadi pada suatu bank, Bank Indonesia menghentikan sementara pelayanan wealth management pada beberapa bank, dan meminta bank memperbaiki sistem control (risk control system) :
Kecukupan identifikasi, pengukuran, pemantauan risiko
Kecukupan kebijakan dan prosedur
Sistem pengendalian intern yang komprehensif
Pengawasan aktif pemegang saham, komisaris dan direksi bank
Pengendalian risiko strategik dapat dilakukan dengan cara:
Menganalisa laporan aktual vs target rencana bisnis
Memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam batas toleransi
Melaksanakan pengujian dan kaji ulang terhadap sistem informasi manajemen risiko strategik secara berkala
semua benar
Apabila suku bunga diperkirakan turun, mana dari strategi dibawah ini yang layak dilakukan oleh bank ?
Memperbanyak kredit dengan bunga fixed
Menjual existing fixed-rate securities jangka panjang atau jangka menengah
Meningkatkan adjustable-reta loan dan investasi yang bunganya didasarkan pada base-rate (indeks) yang cepat berubah, misalnya LIBOR jangka pendek
Mengurangi eksposur untuk menghindari kerugian akibat penurunan suku bunga dengan menigkatkan interest bearing liabilities misalnya dengan menjual produk deposito berbunga floating
