WorksheetsUAS VERVAL 11-12-13
Total questions: 35
Worksheet time: 1hrs 10mins
kebutuhan yang berkaitan dengan fungsi atau proses transformasi informasi yang harus mampu dikerjakan oleh software terkait dengan Validasi software, disebut..
Kebutuhan fungsional (functional reqirement)
Kebutuhan antar-muka (interface requirement)
Kebutuhan unjuk kerja (performance requirement)
Kebutuhan Operasional (Operational requirement)
Kebutuhan Keamanan (Security recuirement)
Kebutuhan yang menghubungkan software dengan elemen perangkat keras, sistem, basis data, atau user, terkait dengan Verifikasi dan Validasi software , disebut..
Kebutuhan antar-muka (interface requirement)
Kebutuhan Operasional (Operational requirement)
Kebutuhan unjuk kerja (performance requirement)
Kebutuhan non fungsional (Non Functional Requirement)
Kebutuhan Keamanan (Security recuirement)
Kebutuhan yang menetapkan karakteristik unjuk kerja yang harus dimiliki oleh software, misalnya: kecepatan, ketepatan, frekuensi, terkait dengan Validasi software, disebut..
Kebutuhan unjuk kerja (performance requirement)
Kebutuhan antar-muka (interface requirement)
Kebutuhan Operasional (Operational requirement)
Kebutuhannon fungsional (Non Functional Requirement)
Kebutuhan Keamanan (Security recuirement)
Dari hasil requirement analysis dapat dijawab bentuk pertanyaan terkait dengan Validasi software, sebagai berikut, kecuali…
Berapa estimasi biaya dan mitigasi resiko pengembangan software
Siapa pemakai yang menggunakan software dan dimana software akan digunakan? (di bagian mana, divisi apa? Dst
Pekerjaan apa saja dari pemakai yang akan dibantu oleh software?
Apa saja cakupan / batasan dari pekerjaan tersebut bagaimana mekanisme pelaksanaannya?
Apa yang menjadi kendala dilihat dari sisi teknologi yang digunakan atau dari sisi hukum dan standar?
Beriku ini cara yang biasanya dilakukan oleh pengembang, khususnya analis, dalam memahami masalah software / system, KECUALI..
Studi Literatur
Wawancara dengan pemakai
Observasi atau pengamatan lapangan
Kuesioner (Angket)
Mempelajari referensi atau dokumen-dokumen yang digunakan, seperti dokumen hasil Analisa dan perancangan sistem
Pada dasarnya SRS (System Requirement Spesification) adalah suatu dokumen yang menyatakan kebutuhan perangkat lunak sebagai Validasi software, yang merupakan hasil dari …
proses analisis yang dilakukan dalam konteks pengembangan perangkat lunak dengan menggali informasi dari calon pemakai software
proses desain algoritma pemrograman yang dilakukan dalam konteks pengembangan perangkat lunak dengan memperhatikan alur program
proses analisis yang dilakukan guna memperkirakan / estimasi biaya pengembangan sistem
proses implementasi Good Corporate Governance dengan tujuan untuk memberikan suatu dasar yang terstruktur bagi user
tahap-tahap proses pengujian yang dilaksanakan secara sistematis dan terencana.
Manfaat SRS Sebagai bentuk perjanjian antara customer dan supplier tentang software yang akan dibuat, kaitan dengan pengujian dan validasi software adalah..
Salah aspek yang perlu diperhatikan dalam membuat SRS yang baik adalah terpenuhinya aspek Performansi. yaitu…
Sejauh apa kecepatan, ketersediaan (availability), waktu tanggap (response time),waktu recovery dari berbagai fungsi perangkat lunak yang dibuat.
Seberapa tingkat portabilitas, tingkat kebenaran (correctness), tingkat pemeliharaan (maintainability), dan tingkat keamanan yang ingin dicapai
Untuk apa suatu perangkat lunak dibuat.
Dengan apa perangkat lunak berinteraksi dengan user, system hardware, perangkat keras di luar sistem dan perangkat lunak lain.
batasan sumberdaya, lingkungan operasi, dan lain-lain yang membatasi pilihan yang bisa digunakan atau keputusan yang bisa diambil ketika perancangan.
Berikut ini adalah beberapa Karakteristik dari SRS yang baik, KECUALI..
Observable & Controllable (dapat diamati & di kendalikan)
Correct & Unambiguous ( benar dan tidak ambigu, )
Complete & Consistent (lengkap dan konsisten)
Ranked for importance & stability ((prioritas penting dan stabilitas)
Verifiable (dapat diverifikasi), Modifiable (bisa dimodifikasi), Traceable (bisa dilacak)
Salah satu pihak yang terlibat dalam pembuatan SRS (Sofware Requirement Spesification) adalah User, yaitu …
kelompok orang yang mengoperasikan/menggunakan produk final dari software yang dibuat.
orang atau perusahaan yang akan membuat / membeli software
kelompok orang yang memantau dan merawat performa software
Kelompok orang yang bertugas mengetik, memasukkan data, dan membuat dokumen
orang-orang yang mengelola (manage) pengembangan sistem
Salah satu karakteristik Kebutuhan Non Fungsional Perangkat Lunak sebagai alat validasi software adalah Portability, yaitu …
Kebutuhan terkait kemudahan dalam pengaksesan software terkait dengan faktor waktu dan lokasi pengaksesan, serta teknologi yang digunakan meliputi perangkat lunak, perangkat keras, dan perangkat jaringan.
kebutuhan non fungsional terkait dengan kemudahan penggunaan sistem atau perangkat lunak oleh user.
kebutuhan terkait kehandalan sistem atau perangkat lunak termasuk juga faktor keamanan (security) sistem.
kebutuhan terkait dengan dukungan dalam penggunaan sistem atau perangkat lunak.
prinsip pengembangan sistem jangka pendek dengan tingkat adaptasi yang cepat terhadap segala perubahan
Sekumpulan aktifitas yang ditujukan untuk menemukan kebutuhan suatu sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem untuk nantinya menjadi validasi software disebut..
Elisitasi Tahap II, merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI (Mandatory- Desireable-Inessential), Mandatory artinya adalah…
requirement tersebut penting dan harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat software
requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembuatan software, akan membuat software tersebut lebih sempurna.
requirement tersebut bukanlah bagian dari software yang dibahas dan merupakan bagian dari luar software
bagaimana tata cara/ teknik pembuatan requirement tersebut dalam software yang diusulkan
bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut dalam software yang akan dikembangkan
Elisitasi Tahap III, adalah hasil penyusutan dari elisitasi II dengan mengeliminasi semua Inessential requirement , Selanjutnya requirement yang tersisa diklasifiaksikan kembali melalui metode TOE (Technical-Operational-Economy), Technical artinya adalah..
bagaimana tata cara/ teknik pembuatan requirement tersebut dalam software yang diusulkan
requirement tersebut penting dan harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat software
requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembuatan software, akan membuat software tersebut lebih sempurna.
requirement tersebut bukanlah bagian dari software yang dibahas dan merupakan bagian dari luar software
bagaimana tata cara/ teknik pembuatan requirement tersebut dalam software yang diusulkan
Sebuah teknik verifikasi dan testing software dengan alat bantu terotomatisasi untuk mempermudah proses testing, dokumentasi tes, mengefisienkan eksekusi dari tes, dan mempermudah pengukuran pada tes, disebut…
Berikut adalah beberapa alasan mengapa perlu Automation Testing dalam verifikasi dan validasi software, KECUALI....
Karena hasil testing dapat digunakan sebagai acuan investasi pengembangan software
Karena testing selalu dihadapkan pada masalah jadwal yang ketat dan sering diulang-ulang pengerjaanya.
karena Testing dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, dimana ketidakkonsistenan manusia dapat diminimalkan.
Karena Script testing dapat menjadi aset yang dapat digunakan kembali untuk testing yang sama pada proyek testing yang lain.
Karena Dokumentasi testing dapat dilakukan secara konsisten, sehingga dapat diaudit secara penuh dan berkala.
Salah satu perbandingan Manual testing dan Automation Testing dari aspek investasi adalah, pada Manual testing porsi Investasi cenderung untuk beberapa sumber daya, sedangkan pada Automation testing cenderung kepada .....
Berikut adalah Kelebihan dari otomatisasi testing, KECUALI…
Dapat sepenuhnya menghilangkan testing manual, terutama terkait aspek psikologis user
Mampu melakukan testing secara lebih menyeluruh, dan dapat meningkatkan kinerja regression testing
Durasi waktu yang lebih pendek dalam pelaksanaan testing, sehingga dapat memperbanyak waktu pemasaran atau pun hal strategis lainnya
Mengurangi kesalahan dan keteledoran tester/manusia, seperti tidak terdeteksinya error, kecerobohan dalam menekan tombol, dll.
Melakukan pencatatan detil tes log dan item-item yang diaudit, dimana semua hasil eksekusi tes dapat disimpan dan diteliti untuk proses debugging.
Berikut adalah kekurangan dari otomatisasi testing, KECUALI…
Durasi waktu yang lebih pendek dalam pelaksanaan testing, sehingga dapat memperbanyak waktu pemasaran atau pun hal strategis lainnya
Membutuhkan waktu untuk inisialisasi tes diawal.
Membutuhkan waktu pembelajaran alat test agar didapatkan tingkat kemampuan yang diharapkan
Tetap tidak dapat sepenuhnya menghilangkan testing manual, terutama terkait aspek psikologis user
Beberapa alat bantu otomatisasi masih berorientasi pada programmer, sehingga tidak cocok untuk pengguna akhir yang awam pemrograman.
Salah satu best practice / praktek terbaik Automation Testing adalah dengan metode Test Design Pattern atau Page Object Designer Pattern, yaitu dengan cara..
Mendesain Pattern / Pola class berorientasi objek yang berfungsi sebagai antarmuka untuk halaman automation testing.
menidentifikasi element-elemt web / aplication
membuat semacam Watcher / Listener untuk kode tes
menyiapkan pengujian untuk cross-browser dan eksekusi paralel
pengujian berbasis data yang menyimpan data dalam file eksternal
Untuk membuat reproduksi skrip bug secara cepat, membuat skrip untuk membantu pengujian eksplorasi berbantuan otomatisasi, dengan melakukan perekaman dan pemutaran interaksi sederhana dengan browser, maka anda menggunakan…
Selenium IDE
Selenium WebDriver
Selenium Grid
Selenium Remote Control (RC)
Selenium Eenterprises
Yang merupakan perintah yang digunakan user dalam pengujian mengakses web seperti type untuk mengisi sebuah form, click untuk menekan button, dll, disebut..
Command
Target
Value
Description
Reference
Yang merupakan tujuan yang telah dilakukan pada command seperti button, link dalam bentuk CSS maupun Xpath, disebut..
Target
Command
Value
Description
Reference
Yang merupakan nilai dari perintah yang telah dijalankan pada target, seperti isian dari form atau sebagainya, disebut..
Value
Target
Command
Description
Reference
Element kotak telesuri seperti pada gambar tersebut jika di identifikasi melalui ID element, hasilnya adalah….
id=”search”.
class="style-scope ytd-searchbox"
name="search_query"
label="Telusuri"
class="ytd-searchbox"
