wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

November 101-200

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.
Tn A adalah seorang laki-laki berusia 60 tahun. Tahun lalu, Tn A terdiagnosis menderita stroke hemorrhagik, namun berhasil ditolong karena penanganan yang cepat. Setelah pulih dari stroke, Tn A mengalami penurunan dalam kemampuan mengingat dan berhitung. Tuan A kemudian sulit merawat dirinya sendiri dan butuh bantuan untuk mandi dan merawat diri. Keluarga kemudian berkonsultasi dengan psikiater karena akhir-akhir ini, Tn A terlihat tidak bersemangat dalam melakukan apapun dan menunjukkan sikap yang tidak peduli terhadap kegiatan yang biasanya membuatnya senang. Menurut PPDGJ 3, apa diagnosis yang paling mungkin?
a)
Demensia vaskular
b)
Gangguan afektif organik
c)
Episode depresi berat tanpa gejala psikotik
d)
Skizofrenia simpleks
e)
Delirium, bukan akibat alkohol dan zat psikoaktif lainnya
2.
Patofisiologi demensia alzheimer diduga disebabkan karena:
a)
Sinaptik pruning yang berlebihan oleh sel glia yang teraktifasi
b)
Aktifitas reseptor kolinergik yang berlebihan akibat disinhibisi glutamat
c)
Penurunan aktifitas reseptor kolinergik pada area ekstrapiramidal
d)
Penumpukan plak beta amiloid dan abnormalitas protein tau di otak
e)
Ekspresi gen yang abnormal akibat kelainan ribosom otak
3.
Pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk mendiagnosis demensia adalah:
a)
Mini mental status examination
b)
Minnesota multiphasic personality inventory
c)
Taylor manifest anxiety scale
d)
Hamilton Depression Rating Scale
e)
Disability adjusted life years
4.
Jika demensia telah memburuk dan disertai dengan gejala waham, salah satu tema waham yang sering ditemui adalah:
a)
Meyakini dirinya dikendalikan oleh makhluk asing
b)
Meyakini bahwa keluarganya mencuri barang dari dirinya
c)
Meyakini bahwa dirinya adalah artis terkenal
d)
Meyakini bahwa televisi menyiarkan tentang kegiatannya sehari-hari
e)
Meyakini bahwa wajahnya telah berubah menyerupai musuh bebuyutannya
5.
Salah satu cara yang biasa digunakan untuk menilai memori episodik pada pasien demensia adalah:
a)
Meminta pasien menyebutkan di mana rumahnya dan tanggal lahirnya
b)
Meminta pasien meniru gambar dan diulangi setelah beberapa saat
c)
Meminta pasien menjelaskan kejadian yang berkaitan dengan foto keluarga di masa lalu
d)
Meminta pasien menggolongkan kata-kata yang termasuk dalam buah-buahan
e)
Menyebutkan 3 kata dan meminta pasien mengulangnya 1 menit kemudian
6.
Seorang perempuan baru saja melahirkan 1 bulan yang lalu. Saat ini selalu merasa sedih dan tidak dapat mengurus bayinya. Sejak 1 minggu terakhir, ia terus mengurung diri dan tidak mau keluar kamar. Apakah terapi yang dapat diberikan?
a)
haloperidol 2 x 5 mg
b)
aripiprazole 1 x 10 mg
c)
sertraline 1 x 50 mg
d)
carbamazepin 2 x 200 mg
e)
asam valproat 2 x 250 mg
7.
Seorang perempuan berumur 35 tahun dikonsulkan oleh dokter kandungan pasca persalinan anak pertamanya 2 hari lalu karena didapatkan tanda-tanda depresi pasca persalinan. Pasien mengaku belum pernah terdiagnosis gangguan jiwa sebelumnya. Apakah hal-hal yang perlu anda eksplorasi lebih lanjut terkait dengan dugaan sejawat dokter kandungan?
a)
menggali adanya perubahan mood yang drastis
b)
metode persalinan yang sudah dilakukan
c)
metode KB untuk mengukur jarak kehamilan
d)
riwayat penyalahgunaan zat
e)
riwayat kekerasan dalam rumah tangga
8.
Seorang perempuan 30 tahun dikonsulkan dari bagian kandungan karena mengalami kesedihan setelah melahirkan 4 minggu lalu. Dia menjadi malas merawat bayinya. Pasien mengalami sulit tidur dan berfikir bahwa dirinya tidak punya masa depan karena suaminya meninggalkan dia. Nafsu makan, konsentrasi masih baik dan tidak ada bunuh diri. Common error apakah yang terjadi pada pikiran pasien?
a)
ultimatum
b)
mind reading
c)
catastrophizing
d)
personalising
e)
overgeneralisation
9.
Gangguan jiwa dan perilaku yang berhubungan dengan masa nifas mempunyai banyak faktor penyebab, salahsatu diantaranya adalah fluktuasi hormon reproduksi yang berhubungan dengan gangguan pada jaras kortikolimbik yang mengatur emosi. Apakah faktor penyebab yang dimaksud tersebut?
a)
Faktor Neuroendokrin
b)
Faktor Genetik
c)
Faktor Sosial
d)
Faktor Psikologi
e)
Faktor Budaya
10.
Seorang wanita 30 tahun, datang ke poli jiwa dengan keluhan kurang tidur karena selalu terbangun tengah malam karena mimpi buruk sejak 4 minggu pasca melahirkan.pasien merasa tidak berguna, tidak pantas menjadi seorang ibu, semangat hidup turun, cepat lelah, tidak nafsu makan, dan tidak dapat fokus. Pemeriksaan status mental didapatkan afek depresif, reming, hipoaktif. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus diatas?
a)
Gangguan afektif episode depresi ringan
b)
Gangguan afektif episode depresi berat dengan gejala psikotik
c)
Depresi post partum
d)
Skizoafektif tipe depresi
e)
Psikosis postpartum
11.
Seorang perempuan usia 26 tahun, dikeluhkan oleh suaminya sudah selama 3 minggu ini selalu diam dan murung. Padahal 3 minggu yang lalu pasien baru saja melahirkan anak pertama dengan jenis kelamin perempuan. Pasien dikeluhkan menolak merawat bayinya. Pasien seringkali tiba-tiba menangis memikirkan dirinya yang tidak pantas menjadi seorang ibu. Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
a)
Baby blues syndrome
b)
Post partum depression
c)
Reaksi stress akut
d)
Depresi berat
e)
PTSD
12.
Seorang wanita berusia 23 tahun dikonsulkan ke poli jiwa dari poli Jantung dengan keluhan merasa sangat cemas, sering berdebar-debar, nafas sesak sejak 2 bulan ini. Keluhan tiba-tiba muncul secara mendadak tanpa ada situasi yang mengancam dan dalam 1 bulan keluhan bisa terjadi 8 kali. Kurang lebih 3 bulan yang lalu pasien didiagnosis dengan tumor jinak pada payudara. Sejak saat itu, pasien menjadi sering marah dan gelisah. Ada perasaan dada berdebar dan sesak. Pasien juga menunjukkan sikap waspada yang berlebihan dan kepikiran dengan sakitnya. Pasien juga beberapa kali ke UGD rumah sakit karena keluhannya tersebut namun hasil pemeriksaan dalam batas normal dan keluhan pasien membaik beberapa saat setelah tiba di UGD Rumah Sakit. Apakah diagnosis dari kasus di atas?
a)
Gangguan Panik
b)
Gangguan Cemas menyeluruh
c)
Fobia sosial
d)
Somatisasi
e)
PTSD
13.
Seorang perempuan berusia 32 tahun diantar ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak sampai seperti kehabisan napas dan napas pendek, jantung berdebar, dan keringat dingin yang dialami sudah 3 kali dalam bulan ini. Hasil pemeriksaan EKG dan laboratorium dalam batas normal sehingga pasien dikonsul ke bagian Psikiatri. Pasien rutin mengkonsumsi obat lorazepam dan keluhan membaik namun kali ini keluhan pasien masih muncul walupun sudah mengkonsumsi obatnya. Pasien menceritakan segala keluhan dan mengungkapkan isi hatinya bahwa ia sering mengkhawatirkan kondisi suami dan anaknya bila tidak di rumah. Setelah berbicara dengan psikiter, pasien merasa lega dan keluhan berkurang. Teknik apakah yang digunakan oleh terapis saat itu?
a)
Ventilasi
b)
Persuasive
c)
Reassurance
d)
Sugestif
e)
Bimbingan
14.
Seorang anak berusia 7 tahun, diantar oleh orang tua ke poli jiwa dengan keluhan sering mengompol sejak 4 bulan yang lalu, dalam 1 minggu pasien mengompol 3 kali. Perkembangan pasien sesuai dengan anak seusianya. Keluarga memberikan dukungan untuk kesembuhan pasien. Apakah penanganan yang paling tepat?
a)
SSRI
b)
Tanpa terapi
c)
Melakukan konseling
d)
Terapi perilaku
e)
Play therapy
15.
Seorang ibu berusia 72 tahun, berbadan sehat dan gemuk. Keluarganya mengeluh kalau sejak 6 bulan ini sering sulit tidur pada malam hari, sering merasa gelisah, mondar-mandir, lupa mandi dan makan dan bicara melantur. Terkadang juga tidak mengenali cucu yang ia sayangi selama ini atau salah menyebut nama anaknya. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan TD 140/90 mmHg, denyut nadi 92x/menit, suhu badan 36C dan GCS E4V5M6. Pemeriksaan skoring yang sesuai untuk menunjang diagnosis pada kasus diatas adalah:
a)
Mini Mental State Examination (MMSE)
b)
Positive and Negative Syndrome Scale Excied Component (PANSS-EC)
c)
Young Mania Rating Scale (YMRS)
d)
Extrapyramidal Symptom Rating Scale (ESRS)
e)
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)
16.
Seorang pria, usia 25 tahun, belum menikah, menggalami gangguan jiwa berat dengan diagnosis skizofrenia mendapatkan terapi oral antipsikotik tipikal, timbul gejala tambahan tremor, gerakan setreotipi, dan rigidity. Jalur dopamine yang terpengaruh adalah jaras
a)
Jaras mesolimbik
b)
Jaras tuberoinfundibular
c)
Jaras dorsolateral prefrontal cortex
d)
Jaras ventromedial prefrontal cortex
e)
Jaras nigrostriatal
17.
Pasien Riwayat Skizofrenia dengan penggunaan anti psikotik sejak 1 tahun yang lalu. Satu minggu yang lalu obat pasien diganti dan pasien mengatakan jika halusinasi berkurang. Empat hari kemudian pasien datang ke IGD karena gelisah, kaki ingin selalu bergerak mondar mandir, gejala EPS sub item apakah yang muncul pada pasien tersebut?
a)
Distonia akut
b)
Akatisia
c)
Parkinsonism
d)
SNM
e)
Tardive dyskinesia
18.
Seorang perempuan usia 25 tahun diantar ke poliklinik karena merasa ketakutan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien bekerja di luar negeri sebagai TKI. Pasien selalu merasa dikejar-kejar oleh polisi yang menanyakan mengenai pasportnya. Pasien juga mendengar suara-suara yang mengatakan dirinya akan ditangkap dan dimasukkan penjara Sejak saat itu pasien jadi malas, nafsu makan turun, dan tidak bersemangat. Apakah diagnosis pasien tersebut?
a)
Depresi berat
b)
Gangguan psikotik akut
c)
Skizofrenia paranoid
d)
Depresi berat dengan gejala psikotik
e)
Skizoafektif tipe depresi
19.
Laki-laki usia 28 tahun dibawa ke Puskesmas oleh keluarganya setelah ditemukan menggelandang di pinggir jalan pasca kabur dari rumahnya 3 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat terjaga di malam hari, terbangun di siang hari, dan marah-marah apabila dibangunkan ayahnya. Riwayat tidak mandi dan tidak cukur berminggu-minggu. Pasien gemar sekali merokok dan makan tidak teratur. Pasien lebih sering menyendiri dan sangat sulit berbicara dgn orang sekitar. Tidak ditemukan riwayat halusinasi dan waham. Berdasarkan ciri di atas, tergolong subtipe skizofrenia apakah yang dialami pasien?
a)
Skizofrenia Paranoid
b)
Skizofrenia Katatonik
c)
Skizofrenia Residual
d)
Skizofrenia Simplek
e)
Skizofrenia Hebefrenik
20.
Seorang laki-laki usia 30 tahun dibawa ke poliklinik karena sering mengeluh kesakitan pada dahi kiri sejak 3 bulan terakhir. Keluhan nyeri muncul setiap kali ada informasi yang masuk kedalam kepalanya. Ia selalu merasa bahwa dirinya adalah agen rahasia FBI yang diutus untuk menjaga negerinya dari ancaman teroris. Keluarga sudah meyakinkan dirinya tentang keyakinannya yang salah, tapi ia selalu menyangkal dan marah. Apakah terapi yang dapat diberikan pada pasien tersebut?
a)
Haloperidol
b)
Carbamazepin
c)
Lithium bicarbonate
d)
Diazepam
e)
Amitriptilin
21.
Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun, datang ke IGD dibawa oleh teman-temannya dengan keluhan halusinasi dan kebingungan yang berat. Dari keterangan teman-temannya, pasien sudah dua hari tidak minum miras dan sebelumnya pasien adalah peminum berat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah meningkat. Pasien tidak mempunyai riwayat gangguan hepar. Berikut adalah pilihan obat yang paling tepat untuk pasien?
a)

Diazepam

b)

Lorazepam

c)

Clobazam

d)

Asam Valproat

e)

Haloperidol

22.
Seorang mahasiswa laki-laki berumur 20 tahun dibawa ke IGD oleh teman-temannya karena muntah-muntah, lemas sampai hampir pingsan. Sebelumnya ia bersama dengan beberapa temannya melakukan pesta miras. Pada kadar alkohol berapakah yang dapat menimbulkan kematian dari kasus di atas?
a)
100 mg/dl
b)
200 mg/dl
c)
300 mg/dl
d)
> 400 mg/dl
e)
> 600 mg/dl
23.
Seorang ibu rumah tangga berumur 40 tahun telah mengkonsumsi alkohol secara sembunyi-sembunyi beberapa tahun terakhir. Awalnya ibu tersebut hanya mengkonsumsi wiski Irlandia untuk membantunya tidur dalam beberapa gelas kecil, tapi seiring berjalannya waktu ia mengkonsumsi 4 - 5 gelas campuran bir dan wiski. Sekarang pasien membutuhkan beberapa gelas wine untuk mengatasi gemetaran dan rasa cemasnya. Satu tahun terakhir pasien sudah tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk hadir saat acara penting keluarga. Menyadari hal ini pasien ingin mengurangi konsumsi alkoholnya tapi tidak pernah berhasil. Kemudian ibu tersebut datang ke poliklinik dan mengatakan ingin sembuh dari ketergantungan alkohol. Kasus ibu tersebut Dalam tahap perubahan rehabilitasi masuk dalam fase apakah kasus ibu tersebut ?
a)

Fase prekontemplasi

b)

Fase kontemplasi

c)

Fase preparasi

d)

Fase aksi

e)

Fase rumatan

24.
Seorang pasien laki-laki usia 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan awalnya bicara cadel, kesulitan berjalan, dan muntah dan kemudian tidak sadarkan diri. Pasien riwayat sehabis pesta miras dengan teman-temannya. Berikut adalah terapi yang paling utama pada kondisi pasien?
a)
Gastric lavage untuk membersihkan lambung dari alkohol
b)
Activated carbon untuk menyerap kandungan alcohol
c)
Supportive therapy (airway breathing circulation management)
d)
Pemberian injeksi thiamine
e)
Hemodialisis
25.
Seorang ibu rumah tangga berumur 40 tahun telah mengkonsumsi alkohol secara sembunyi-sembunyi beberapa tahun terakhir. Awalnya ibu tersebut hanya mengkonsumsi wiski Irlandia untuk membantunya tidur dalam beberapa gelas kecil, tapi seiring berjalannya waktu ia mengkonsumsi 4 - 5 gelas campuran bir dan wiski. Sekarang pasien membutuhkan beberapa gelas wine untuk mengatasi gemetaran dan rasa cemasnya. Satu tahun terakhir pasien sudah tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk hadir saat acara penting keluarga. Menyadari hal ini pasien ingin mengurangi konsumsi alkoholnya tapi tidak pernah berhasil. Kemudian ibu tersebut datang ke poliklinik dan mengatakan ingin sembuh dari ketergantungan alkohol. Tehnik psikoterapi suportif apa yang sebaiknya diberikan pada ibu tersebut ?
a)
Ventilasi
b)
Reassurance
c)
Encouragement
d)
Praise
e)
Psikodinamik
26.
Seorang laki-laki, 34 tahun, datang ke IGD RS bersama pekerja sosial. Pekerja sosia tersebut mengatakan bahwa laki-laki tersebut tinggal di kota tetangga dan normal sampai terjadi gempa di sana. Pasien tersebut tidak bisa mengingat informasi personalnya, namun dia bisa ingat bagaimana dia berpergian sejaun 100 km dari rempat dia tinggal menuju kota ini. Tidak ada informasi mengenai penyalahgunaan obat dan anggota keluarga yang bisa dihubungi. Terkait dengan hal ini, manajemen pasien selanjutnya adalah …
a)
Antidepresan
b)
Benzodiazepin
c)
Hipnosis
d)
Psikoterapi psikodinamik
e)
Psikoedukasi
27.
Selama 3 tahun terakhir, seorang mahasiswa berusia 24 tahun menderita sakit kepala kronis, kelelahan, sesak napas, pusing, telinga berdenging dan sembelit. Dia marah ketika dokter utamanya merekomendasikan evaluasi psikiatri karena tidak ada penyebab organik untuk gejalanya yang dapat ditemukan. Salah satu langkah prosedural untuk menatalaksana keadaan ini adalah CBT, dengan tujuan
a)
Meningkatkan fungsi ego, membentuk pikiran yang rasional, merutinkan olahraga, kewaspadaan terhadap lingungan sekitar, dan modifikasi perilaku
b)
Mengurangi bangkitan gejala fisiologis dengan teknik relaksasi, meningkatkan kegiatan yang menyenangkan dan berarti secara rutin, meningkatkan kewaspadaan terhadap emosi, dan modifikasi keyakinan yang disfungsional
c)
Menyadari adanya perubahan fisiologis tubuh, merutinkan kegiatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan dalam diri, dan mengatur emosi
d)
Merelaksasi pikiran, mengatur pikiran agar rasional, meningkatkan kesehatan dengan olahraga, memperbaiki pola makan, dan meningkatkan kewasapadaan diri
e)
Mengurangi gejala fisik, modifikasi pola pikir, melakukan kegiatan rutin, menjaga supaya emosi stabil, meningkatkan kewaspadaan diri, modifikasi pikiran, dan menjauhi pikiran yang negatif
28.
Seorang laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bagian neurologi setelah tiba-tiba buta pada pagi hari saat masuk rumah sakit. Pasien tampaknya tidak terlalu khawatir dengan gangguan penglihatannya yang tiba-tiba. Dia marah ketika mendiskusikan kematian ibunya baru-baru ini di Jakarta, dia seharusnya membawa ibunya ke Surabaya, tetapi tidak melakukannya karena dia telah mabuk alkohol seminggu yang lalu bersama teman-temannya dan tidak punya uang. Pemeriksaan fisik tidak ada kelainan. Cara mencegah agar keluhan ini tidak berulang adalah
a)
Melakukan pemeriksaan kepala secara berkala
b)
Mengurangi stres dan menghindari trauma emosional sebisa mungkin
c)
Melatih keterampilan sosial
d)
Menjauhi teman-teman yang berpengaruh buruk
e)
Senantiasa aktif
29.
Seorang perempuan berusia 20 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD RS karena terlihat seperti patung. Dari alloanamnesis diketahui pasien sering berdiam diri seperti orang bengong, mempertahankan posisi yang sama dalam waktu yang lama. Sebelumnya pasien mempunyai masalah yang dipikirkannya tetapi tidak mau diceritakannya. Apakah gejala yang tampak pada pasien?
a)
Stereotipi
b)
Fleksibilitas serea
c)
Negativism
d)
Katapleksi
e)
Katalepsi
30.
Seorang wanita 32 tahun datang ke dokter perawatan primernya, mengeluh kelelahan dan lemah selama 8 bulan terakhir. Dia sedang cuti dari pekerjaannya sebagai teller bank dan hanya melakukan sedikit memasak, membersihkan, dan mencuci. Pasien menyangkal adanya riwayat yang konsisten dengan gangguan mood, kecemasan, psikotik, atau penggunaan zat. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan medis berikutnya gagal menunjukkan kelainan apa pun. Pada saat itu, terapis mengatakan “Berdasarkan keluhan yang ibu rasakan dan pemeriksaan yang telah dilakukan, sepertinya ibu mengalami gangguan somatoform yang tidak terdiferensiasi. Hal ini sesuai dengan gejala ibu yang berkaitan dengan lelah dan lemas selama 8 bulan dan tidak ada kelainan pada pemeriksaan medis”. Terapis tersebut sedang melakukan psikoterapi supertif dengan teknik ….
a)
Naming the problem
b)
Mapping the problem
c)
Searching the problem
d)
Concluding the problem
e)
Validating the problem
31.
Tn. H usia 26 tahun datang bersama istri ke poli jiwa dengan keluhan takut dan cemas yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak tahu penyebabnya, Tn.H mengeluh perasaan takut dan cemas tersebut datang sejak 6 bulan yang lalu. Perasaan takut dan cemas tersebut datang kapan saja dan dalam situasi apa saja. Keluhan disertai jantung berdebar, gelisah dan berkeringat dingin. Rasa takut berlangsung sekitar 10 menit dan terus menerus. Keluhan pertama kali dirasakan setelah Tn. H menglami tekanan karena sikap ayah kandungnya terhadap Tn. H sebelumnya. Apa diagnosis yang paling tepat pada pasien diatas?
a)

Gangguan Panik

b)

Gangguan cemas menyeluruh

c)

PTSD

d)

Gangguan Phobia

e)

Gangguan somatisasi

32.
Ny. D 28 tahun datang ke poli jiwa dengan keluhan serangan cemas atau ketakutan yang hebat secara tiba-tiba, mendadak dan terus menerus disertai perasaan datangnya bahaya atau bencana, takut mati karena serangan jantung. Ny. D mengaku pernah menjalani pemeriksaan fisik dengan hasil dalam batas normal. Pada pasien tersebut proses patofisiologi yang memungkinkan adalah:
a)

Penurunan kadar serotonin

b)

Disregulasi sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer

c)

Ketidakseimbangan norepinefrin, serotonin dan dopamine

d)

Peningkatan katekolamin

e)

Penurunan sintesis protein dalam neurogenesis dan plastisitas sinaptik

33.
Seorang laki-laki usia 20 tahun di bawa keluarga ke UGD karena tiba-tiba mengamuk. Menurut keluarga sejak 1 minggu terakhir pasien mengeluhkan mendengar bisikan-bisikan yang membuat pasien ketakutan. Pasien juga lebih banyak mengurung diri di kamar, tidak mau makan karena takut makanannya di beri racun serta tampak berbicara sendiri. Hal ini terjadi sejak pasien dikeluarkan dari pekerjaannya. Menurut keluarga tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
a)
Skizofrenia paranoid
b)
Gangguan psikotik lir skizofrenia akut
c)
Gangguan waham menetap
d)
Skizoafektif tipe manik
e)
Gangguan psikotik polimorfik akut tanpa gejala skizofrenia
34.
Seorang perempuan usia 24 tahun dibawa keluarga ke UGD karena tiba-tiba marah dan mengamuk tanpa alasan. Sejak 3 minggu yang lalu pasien tampak sering berdiam diri, tidak mau bicara serta ada keluhan sering tidak tidur. Pasien juga mengatakan mendengar suara bisikan banyak orang mengobrol dan meyakini bahwa ada sekelompok orang yang ingin mencelakainya. Bagaimana mekanisme munculnya keluhan suara bisikan pada kasus ini?
a)
Penurunan serotonin pada jalur HPA Axis
b)
Penurunan dopamin pada mesokortek
c)
Peningkatan noreepineprin pada amygdala
d)
Peningkatan dopamin pada mesolimbik
e)
Peningkatan GABA pada cortex cerebri
35.
“baik ibu.. jadi dari keluhan yang ibu sampaikan tadi sudah sejak 6 bulan terakhir jika mendengar atau mengingat suatu hal yang tidak menyenangkan maka respon ibu tiba-tiba merasakan rasa cemas yang hebat hingga ketakutan.. dan disertai adanya keluhan fisik seperti jantung berdebar, mual hingga pusing ya?”. Pada kalimat tersebut Teknik wawancara apakah yang digunakan oleh terapis :
a)
Probing
b)
Summarizes
c)
continuation
d)
Echoing
e)
interrelation
36.
Pada keadaan yang tidak gawat darurat, obat yang digunakan untuk mengatasi gaduh gelisah pada anak dengan ASD adalah :
a)
quetiapin
b)
clozapin
c)
diazepam
d)
risperidon
e)
lorazepam
37.
Berikut ini yang bukan merupakan modalitas terapi non-farmakologis yang dapat diberikan kepada anak ASD adalah
a)
Terapi Okupasi
b)
Terapi Wicara
c)
Teach Structured Teaching
d)
Terapi Bermain
e)
Terapi Kognitif
38.
Diagnosis ASD pada anak dapat ditegakkan melalui :
a)
Kuesioner M-CHAT
b)
Pemeriksaan EEG
c)
Anamnesis Orang Tua dan Observasi pada anak
d)
Pemeriksaan darah rutin
e)
Pemeriksaan IQ
39.
Berikut pernyataan yang benar terkait prognosis anak dengan ASD yaitu :
a)
Anak dengan ASD sebaiknya bersekolah di sekolah umum
b)
Anak dengan ASD yang memiliki kognitif yang rerata tidak mampu melanjutkan sekolah hingga SMA
c)
Fokus pengembangan kemampuan pada anak ASD yaitu merawat diri,fungsi komunikasi dan kemampuan bermain
d)
Fokus pengembangan kemampuan pada anak ASD yaitu merawat diri dan fungsi komunikasi
e)
Anak ASD yang disertai dengan gangguan kognitif berat memiliki peluang bekerja yang lebih luas
40.
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 6 bulan datang bersama orang tuanya dengan keluhan bicara tidak jelas dan sulit di ajak untuk bermain bersama. Dalam observasi di ruang pemeriksaan tampak anak asik dengan mainannya sendiri, tidak mau diajak bermain bersama dan cenderung distraksi. Selain itu, anak tidak mau berespons saat dipanggil, tidak mau di ajak untuk berkomunikasi verbal, tidak mau menjawab saat diminta untuk mengidentifikasi beberapa benda. Pemeriksaan penapisan apa yang paling tepat dilakukan pada kasus ini ?
a)
Pemeriksaan EEG
b)
Pemeriksaan CT-Scan Kepala
c)
M-CHAT
d)
Pemeriksaan darah rutin
e)
PANSS-EC
41.
Nn.M adalah generasi ke 2 dari sebuah keluarga yang berasal dari Asia. Ia tinggal di Australia sejak kecil, namun kebiasaan dan budaya Asianya masih sangat kuat. Ia dibesarkan dalam keluarga dengan budaya Asia yang tradisional, dengan akar agama yang kuat. Nn.K. belum menikah, juga belum pernah memiliki relasi intim atau pengalaman sexual. Nn. M tidak pernah mempertanyakan hal tersebut saat masa pertumbuhannya, sampai pada saat ia berusia 28 tahun, ia ada dalam kebingungan, pergumulan konflik nilai2 agama, budaya, harapan terhadap peran gender nya dan akhirnya datang untuk konseling tentang masalah tersebut. Berdasarkan teknik Gestalt, prinsip apa yang paling utama dalam membantu klien?
a)
I-Thou Relationship, “here-and-now”, what and how
b)
”Self-regulation”, I-Thou Relationship, “here-and-now”, dan what and how
c)
”Self-awareness”, I-Thou Relationship, “here-and-now”, dan what and how
d)
Melakukan eksplorasi masa lalu klien yang masih berperan dalam masalah saat ini
e)
Meningkatkan “self-awareness” sehingga dapat mendorong “self-regulation” klien
42.
Seorang perempuan berusia 29 tahun, datang ke poli psikiatri dengan keluhan merasa tidak nyaman dengan kehidupannya. Pasien harus berjuang dengan kemarahannya karena merasa tidak diperhatikan dan juga bercampur dengan kesedihan dan perasaan bersalah karena menyebabkan ibunya bunuh diri. Ibu sebagai sosok „penyayang. yang sering memberitahu pasien betapa ia sangat mencintainya dan sebagai imbalannya, ia menuntut pasien untuk membuatnya bahagia. Sebagai anak sulung, pasien merasa harus menyatukan keluarga, mengerjakan tugas rumah, menenangkan ibunya yang meledak-ledak atau meredakan depresi ibunya ketika mengancam akan bunuh diri. Ayahnya menarik diri dari keluarga, menghabiskan waktunya dengan bekerja dan minum-minum dengan temannya. Setelah ayahnya pergi meninggalkan keluarga dan ibu pasien bunuh diri. Menurut Eric Berne, unsur status ego apakah yang berperan?
a)

parent ego stage

b)

adult ego stage

c)

child ego stage

d)

adult dan child ego stage

e)

parent and child ego satge

43.
Seorang perempuan berusia 35 tahun diantar ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak sampai seperti kehabisan napas dan napas pendek, jantung berdebar, dan keringat dingin yang dialami sudah 3 kali dalam bulan ini. Hasil pemeriksaan EKG dan laboratorium dalam batas normal sehingga pasien dikonsul ke bagian Psikiatri. Pasien menceritakan segala keluhan dan mengungkapkan isi hatinya bahwa ia sering mengkhawatirkan kondisi suami dan anaknya bila tidak di rumah. Pasien dikenal sangat teratur dan disiplin dalam mengatur kebutuhan rumah tangga. Terdapat riwayat ayah pasien yang mendidik pasien dengan sangat disiplin dan kaku. Menganggap orang tua sebagai pengontrol, menakutkan, kritis dan menuntut. Penilaian psikodinamik manakah yang tepat untuk pasien ini?
a)

Gangguan dalam kontinuitas self

b)

Pasien memiliki superego yang menghukum

c)

Pola kelekatan yang tidak aman dan menghindar

d)

Pasien menggunakan mekanisme defensi proyeksi

e)

Pengalaman berelasi dengan ayah sebagai obyek yang baik

44.
Seorang laki-laki, 28 tahun, Sarjana, belum menikah, sering bekerja berpindah-pindah karena tidak cocok dengan rekan kerja di pabrik tekstil. Selama 2021 pasien sudah 3 kali berpindah kerja sebagai karwayan. Mempunyai kebiasaan minum alkohol seminggu 3 kali sejak SMA, kadang-kadang sampai mabuk. Datang ke poli jiwa yang mengalami gangguan penurunan konsentrasi sejak 3 bulan yang lalu. Bagaimana formulasi psikodinamik pasien ini?
a)

Membuat gambaran secara rinci mulai terjadinya gejala klinis dan stressor

b)

Membuat diagnosis intrapsikis yang terjadi dalam perkembangan pasien

c)

Menilai mekanisme defensi pasien dalam mengatasi masalah

d)

Memperkirakan pola relasi pasien yang mungkin muncul dan mempengaruhi proses terapi

e)

Membuat ventilasi pasien

45.
Tn. D, 35 tahun, dirujuk ke Rumah Sakit setelah ditangkap akibat melakukan pembunuhan terhadap tetangganya saat ia berusaha mencuri sejumlah uang untuk membeli heroin. Tn. D diketahui telah menggunakan heroin sejak 1 tahun. Ketika diwawancara, Tn. D mengaku bahwa ia tidak bermaksud untuk mendorong tetangganya hingga meninggal dunia. Saat itu ia merasa sangat kesakitan dan membutuhkan uang untuk membeli heroin. Untuk menentukan kemampuan bertanggung jawab Tn. D dalam perkara pembunuhan, maka pernyataan berikut yang kurang tepat dalam pembuktian unsur kemampuan bertanggung jawab adalah…
a)

Tn. D dapat mengetahui bahwa penggunaan heroin menyebabkan kecanduan

b)

Tn. D mengetahui bahwa menyalahgunakan heroin berisiko hukuman pidana

c)

Tn. D mampu bertanggung jawab sebagian atas tindakan yang ia lakukan

d)

Jenis pemeriksaan yang dilakukan pada kasus Tn. D adalah pemeriksaan impulse test

e)

Tn. D mampu bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan yang ia lakukan

46.
Seorang wanita 38 tahun didiagnosis dengan skizofrenia sekitar 2 tahun yang lalu dan setelah percobaan obat yang berbeda dia telah dipertahankan pada haloperidol selama beberapa bulan terakhir dengan respon yang baik. Dua minggu lalu dia mulai menunjukkan gejala motorik ringan parkinsonisme. Yang mana dari berikut akan menjadi obat tambahan yang paling tepat untuk pasien ini?
a)
Cholinesterase inhibitor
b)
Muscarinic 1 antagonist
c)
Alpha 1 adrenergic agonist
d)
Histamine 1 antagonist
e)
Alpha 2 adrenergic agonist
47.
Tuti adalah pasien berusia 47 tahun dengan skizofrenia. Dia menggunakan antipsikotik konvensional tapi memutuskan untuk berhenti meminumnya ketika dia mengalami gejala parkinson. Beberapa bulan kemudian, halusinasi pendengaran dan waham paranoid Tuti mulai muncul kembali, dan dia dirawat di rumah sakit. Anda merekomendasikan agar dia memulai dengan antipsikotik atipikal. Manakah dari antipsikotik berikut ini yang memiliki risiko gejala ekstrapiramidal terendah yang terkait kondisi pasien?
a)
Quetiapine XR
b)
Aripiprazole
c)
Olanzapine
d)
Quetiapine IR
e)
Risperidon
48.
Manakah dari agen farmakologis berikut yang paling mungkin menyebabkan efek samping ekstrapiramidal dan tardive diskinesia ?
a)
Hydroxyzine
b)
Diphenhydramine
c)
Metoclopramide
d)
Ondansetron
e)
Tizanidine
49.
Manakah dari sifat obat antipsikotik atipikal yang dihipotesiskan bertanggung jawab atas menurunnya kemungkinan untuk menghasilkan efek samping ekstrapiramidal?
a)

Penurunan pengikatan pada reseptor D2

b)

Up regulasi cepat dari reseptor D2

c)

Afinitas untuk reseptor kolinergik muskarinik

d)

Mengikat beberapa reseptor dopamin selain reseptor D2

e)

Afinitas yang lebih tinggi untuk reseptor D1

50.
Seorang wanita 32 tahun dengan riwayat skizofrenia datang ke klinik bersama saudara perempuannya. Pasien telah dirawat selama 3 tahun terakhir dengan risperidone (Risperdal). Adik pasien menyatakan gejala pasien terkendali, namun muncul gerakan tidak biasa baru-baru ini. Dia menyatakan bahwa pasien menjulurkan lidahnya dan membuat suara-suara aneh dengan bibirnya. Manakah diagnosis yang paling mungkin?
a)
Akathisia
b)
Tardive dyskinesia
c)
Parkinsonism
d)
Dystonia
e)
Bukan salah satu di atas
51.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dibawa oleh istrinya karena peningkatan kegelisahan sejak sehari yang lalu. Pasien mengatakan ia merasa sakit kepala, mual, dan muntah. Selain itu, pasien juga mengeluhkan tidak bisa tidur semalaman. Istri menceritakan bahwa pasien adalah peminum alkohol berat, yaitu sebotol whisky sekali setiap hari. Pasien berusaha untuk berhenti minum alkohol dengan cold turkey yang dijalaninya dua hari terakhir. Pada pemeriksaan fisik, pasien memiliki kesadaran kompos mentis, GCS: E4M6V5. Tanda vital: TD: 130/80 mmHg; RR: 19x/min; Nadi: 100x/min; Suhu: 37.50C. Apakah proses fisiologis yang terlibat langsung dalam kondisi yang dialami pasien saat ini?
a)
Downregulasi dari neurotransmisi adrenergik
b)
Rebound hiperaktivitas dari neurotransmisi glutaminergik
c)
Peningkatan kerja asam gamma-aminobutirik (GABA)-ergik
d)
Downregulasi dari reseptor dopamine di nucleus akumben
e)
Downregulasi HPA
52.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun diajak istrinya untuk berobat mengenai gangguan penggunaan alkohol yang dimilikinya. Pasien mengatakan ia rutin minum alkohol setiap hari. Pasien mengatakan ia pertama minum alkohol saat SMA. Penggunaan alkoholnya terus meningkat dan jenisnya pun menjadi beragam. Pasien mengatakan ia tidak lagi mendapat sensasi yang sama dengan jumlah sama. Apakah informasi yang harus untuk dieksplorasi pada pasien dengan gangguan penggunaan alkohol untuk menentukan diagnosis?
a)
Jenis dan jumlah alkohol
b)
Kemasan dan kondisi minum alkohol
c)
Tempat penyimpanan dan kemasan alkohol
d)
Warna dan jenis alkohol
e)
Tempat penyimpanan dan kondisi minum alkohol
53.
Seorang perempuan berusia 25 tahun dengan gangguan kepribadian emosional tak stabil kontrol ke poliklinik. Dalam pertemuan ini pasien menceritakan tentang kebiasaan minum alkoholnya. Anda memberikan terapi untuk pasien terkait dengan penggunaan alkoholnya. Apakahuji laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi penggunaan alkohol berat dan mengawasi status konsumsi alkohol?
a)

Alanine aminotransferase (ALT)

b)

Gamma-Glutamyl Transpeptidase (GGT)

c)

Aspartate Aminotransferase (AST)

d)

Carbohydrate-Deficient Transferrin (CDT)

e)

Ethyl Glucuronide (EtG)

54.
Seorang laki-laki, berusia 40 tahun, datang dibawa oleh keluarganya dengan keluhan sering lupa, bicara kacau, membicarakan hal yang tidak pernah terjadi, atau terhenti ketika berbicara dengan seseorang, dan lebih mudah marah sejak beberapa bulan yang lalu. Selain itu gaya berjalan pasien juga terlihat dengan langkah kecil dan lebar, bahkan sering terjatuh. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 79x/menit, frekuensi napas 18x/menit dan suhu 36,4oC. Pemeriksaan lanjutan menghasilkan gangguan fungsi visuospasial, memori, dan fungsi eksekutif. Apakah diagnosis yang mungkin dialami pasien?
a)
Epilepsi lobus temporal
b)
Delirium tremens
c)
Sindroma Wernicke-Korsakoff
d)
Demensia Lewy Body
e)
Penyakit Alzheimer
55.
Seorang laki-laki, berusia 50 tahun, datang dibawa oleh keluarganya dengan keluhan sering lupa. Keluarga mengatakan pasien telah rutin minum alkohol sejak 25 tahun yang lalu (kisaran dua botol arak anggur dan tiga kaleng bir perhari, namun sering kali lebih banyak). Sejak dua tahun terakhir, pasien terlihat minum alkohol sejak bangun tidur. Apakah gejala yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan neurokognitif terkait alkohol?
a)
Konfabulasi
b)
Amnesia antegrad
c)
Afasia
d)
Apraksia
e)
Anosognosia
56.
Seorang perempuan berusia 36 tahun dengan gangguan panik sedang menjalani terapi dengan alprazolam 3x0,5 miligram dan sertraline 1x50 miligram. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit medis lainnya ataupun gangguan jiwa lainnya. Pasien mengatakan ia merasakan efek yang baik setelah pengobatan. Dokter mulai menurunkan dosis alprazolam pasien dengan alasan agar pasien tidak dependensi. Edukasi diberikan mencakup dependensi fisiologis pada penggunaan benzodiazepin. Berapa lama dependensi fisiologis terjadi pada sebagian besar pasien yang menggunakan benzodiazepin rutin?
a)

1 minggu

b)

2 minggu

c)

> 1 bulan

d)

> 2 bulan

e)

> 4 bulan

57.
Seorang laki-laki berusia 46 tahun rutin berobat metadon di sebuah puskesmas. Pasien masih merasa tidak nyaman dan tidak bersemangat walaupun sudah konsumsi metadon sehingga ia sering membeli benzodiazepin di pasar gelap dan menggunakannya agar dapat merasa lebih baik. Pasien rutin minum benzodiazepin tambahan setiap hari, yaitu 3 tablet alprazolam pagi, 2 tablet klonazepam siang, dan 2 tablet alprazolam malam. Pasien kemudian mengeluhkan adanya efek samping dengan penggunaan seperti itu. Apakah efek samping yang timbul setelah penggunaan rutin benzodiazepin bertahun-tahun?
a)

Letargi

b)

Masalah memori

c)

Kelemahan otot

d)

Pusing berputar

e)

Ataksia

58.
Seorang laki-laki berusia 53 tahun dengan riwayat gangguan penggunaan sedatif-hipnotik dan komorbiditas gangguan panik datang ke rumah sakit untuk detoksifikasi alprazolam. Pasien telah menggunakan zat tersebut secara rutin dengan dosis hingga mencapai 12 miligram perhari. Pasien tidak memiliki masalah medis lainnya dan pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pasien terlihat sangat bermotivasi walaupun ia sudah tahu efek samping bila detoksifikasi. Apakah yang dapat dilakukan dalam proses awal detoksifikasi pasien?
a)
Penurunan cepat alprazolam
b)
Penggantian obat ke lorazepam
c)
Penurunan sangat lambat alprazolam
d)
Memberikan infus flumazenil
e)
Pemberhentian alprazolam dan memulai nitrazepam
59.
Seorang perempuan 37 tahun datang untuk kontrol rutin kondisi gangguan penggunaan benzodiazepin yang dimilikinya. Pasien menjalani psikoterapi suportif dan dilakukan penurunan dosis obat bertahap. Apakah proses yang dilakukan pada pasien selama psikoterapi untuk memastikan ia mencapai recovery?
a)
Penerimaan segera terhadap diagnosis adiksi pada awal psikoterapi
b)
Motivasi yang tinggi untuk tatalaksana adiksi yang dipertahankan selama proses terapi
c)
Tidak memerlukan adanya partisipasi program 12 langkah atau psikoterapi tambahan setelah mencapai abstinensia
d)
Pencegahan relaps yang mencakup pemeriksaan laboratorium atau pertemuan keluarga
e)
Penekanan pada kerahasiaan pasien jika pasien dipaksa untuk menjalani terapi oleh pihak berwajib
60.
Tn. A menjalani pemeriksaan urin skrining yang diadakan oleh Puskesmas tempat ia mendapatkan metadon. Berikut adalah hasil pemeriksaan urin. Zat apakah yang digunakan oleh pasien?
a)

Barbiturat

b)

Benzodiazepin

c)

Buprenorfin

d)

Metamfetamin

e)

Metilfenidat

61.
Pasien perempuan, 39 tahun, menikah, tamatan SMK tata boga, pernah bekerja sebagai cook, datang dengan keluhan sering merasa panas di ulu hati dan tenggorokan, perut kembung, sering bersendawa, perut terasa penuh. Pasien memang didiagnosis GERD oleh dokter Penyakit Dalam dan sudah mendapat obat untuk itu. Selain itu pasien sering mengalami serangan ‘horor’ berupa jantung berdebar sangat kencang, kepala berat, seperti mau pingsan, tenaga sangat lemah yang dirasakan sangat menakutkan. Dalam keadaan demikian, keluhan fisik yang dialami dirasakan lebih parah berkali lipat. Dalam sebulan terakhir ini sudah terjadi empat kali. Karena hal ini maka pasien keluar dari pekerjaannya dan lama-lama merasa tidak mampu untuk melakukan aktivitas di rumah, hanya tiduran saja. Semua pekerjaan di rumah dilakukan oleh suami. Sebelumnya pasien menganggap dirinya adalah orang yang kuat dan mampu melakukan banyak tanggungjawab sekaligus bekerja di dua restoran sekaligus dan merawat ayah mertua yang mengalami demensia. Enam bulan lalu ayah mertuanya meninggal. Ia heran bahwa di saat dirinya sudah ‘santai’, masalah ini datang. Perilaku tidak melakukan pekerjaan lagi menurut operant conditioning merupakan:
a)
Anhedonia
b)
Avoidant behavior
c)
Excessive behavior
d)
Avenging behavior
e)
Loss of love object
62.
Pasien perempuan, 39 tahun, menikah, tamatan SMK tata boga, pernah bekerja sebagai cook, datang dengan keluhan sering merasa panas di ulu hati dan tenggorokan, perut kembung, sering bersendawa, perut terasa penuh. Pasien memang didiagnosis GERD oleh dokter Penyakit Dalam dan sudah mendapat obat untuk itu. Selain itu pasien sering mengalami serangan ‘horor’ berupa jantung berdebar sangat kencang, kepala berat, seperti mau pingsan, tenaga sangat lemah yang dirasakan sangat menakutkan. Dalam keadaan demikian, keluhan fisik yang dialami dirasakan lebih parah berkali lipat. Dalam sebulan terakhir ini sudah terjadi empat kali. Karena hal ini maka pasien keluar dari pekerjaannya dan lama-lama merasa tidak mampu untuk melakukan aktivitas di rumah, hanya tiduran saja. Semua pekerjaan di rumah dilakukan oleh suami. Sebelumnya pasien menganggap dirinya adalah orang yang kuat dan mampu melakukan banyak tanggungjawab sekaligus bekerja di dua restoran sekaligus dan merawat ayah mertua yang mengalami demensia. Enam bulan lalu ayah mertuanya meninggal. Ia heran bahwa di saat dirinya sudah ‘santai’, masalah ini datang. Intervensi yang tepat untuk segera mengembalikan fungsinya adalah:
a)
Flooding
b)
Hipnoterapi
c)
Aversive therapy
d)
Graded exposure
e)
Response prevention
63.
Pasien perempuan, 39 tahun, menikah, tamatan SMK tata boga, pernah bekerja sebagai cook, datang dengan keluhan sering merasa panas di ulu hati dan tenggorokan, perut kembung, sering bersendawa, perut terasa penuh. Pasien memang didiagnosis GERD oleh dokter Penyakit Dalam dan sudah mendapat obat untuk itu. Selain itu pasien sering mengalami serangan ‘horor’ berupa jantung berdebar sangat kencang, kepala berat, seperti mau pingsan, tenaga sangat lemah yang dirasakan sangat menakutkan. Dalam keadaan demikian, keluhan fisik yang dialami dirasakan lebih parah berkali lipat. Dalam sebulan terakhir ini sudah terjadi empat kali. Karena hal ini maka pasien keluar dari pekerjaannya dan lama-lama merasa tidak mampu untuk melakukan aktivitas di rumah, hanya tiduran saja. Semua pekerjaan di rumah dilakukan oleh suami. Sebelumnya pasien menganggap dirinya adalah orang yang kuat dan mampu melakukan banyak tanggungjawab sekaligus bekerja di dua restoran sekaligus dan merawat ayah mertua yang mengalami demensia. Enam bulan lalu ayah mertuanya meninggal. Ia heran bahwa di saat dirinya sudah ‘santai’, masalah ini datang. Bila ingin melakukan Graded Exposure maka yang pertama harus dilakukan adalah:
a)
Melatih relaksasi
b)
Menyusun fear hierarchy
c)
Melakukan cognitive reframing
d)
Memberikan obat anti-anxietas
e)
Langsung menyuruh pasien kembali bekerja
64.
Perempuan, 32 tahun, mengeluh susah konsentrasi, mudah tersinggung, sedih, gelisah, tidak bertenaga, tidak berminat, sulit tidur, menyendiri, merasa tidak ada harapan sejak satu bulan yang lalu. Sinrom gangguan di atas dikaitkan dengan butir di bawah ini:
a)
Tingginya BDNF (brain-derived neurotrophic factor)
b)
Tingginya CRF ( corticotropin-releasing factor)
c)
Tingginya GABA (γ-Aminobutyric Acid)
d)
Tingginya monoamin
e)
Tingginya melatonin
65.
Manakah dari pertanyaan di bawah ini yang tidak relevan ditanyakan untuk menegakkan diagnosis gangguan depresi mayor? Dalam dua minggu terakhir:
a)
Apakah ada dorongan untuk menghitung-hitung?
b)
Apakah Anda mudah menangis sekarang?
c)
Apakah pikiran Anda berlomba?
d)
Bagaimana daya ingat Anda?
e)
Bagaimana perasaan Anda?
66.
Nn. DA, 21 tahun, belum menikah, mahasiswa, datang ke poliklinik diantar orang tua dengan keluhan sejak 6 bulan yang lalu mengalami halusinasi, mengamuk, berpikir banyak orang penting yang suka padanya,. Beberapa minggu terakhir ia merasa susah berpikir dan otot2nya lemas. Sudah berobat ke psikiater dan mendapat kapsul racikan yang berisi risperidone 2mg, haloperidol 5mg dan triheksifenidil 2mg, yang dikonsumsinya 2 kali 1 kapsul per hari selama 4 bulan terakhir. Keluhan halusinasi dirasakan sudah mulai berkurang, namun kesulitan berpikir dirasakan sangat mengganggu perkuliahannya. Bagaimana rencana tatalaksana Anda?
a)
Menambah dosis risperidone dalam racikan menjadi 3 mg
b)
Mengurangi dosis haloperidol dalam racikan menjadi 2 mg.
c)
Melanjutkan racikan obat sebelumnya ditambah suplemen neurotropik
d)
Mengganti dosis obat racikan menjadi 1 kali/hari ditambah suplemen neurotropik
e)
Mengganti secara bertahap racikan risperidone dan haloperidol, dengan aripiprazole
67.
Nn. DA adalah anak pertama dari 2 orang bersaudara, prestasi akademik sebelumnya sangat baik, anak yang mandiri, menjalani kuliah kelas internasional, bidang yang diminatinya. Kondisi seperti ini adalah pertama kali dialaminya. Pasien mempertanyakan dampak obat terhadap perkuliahannya dan orang tua sangat mengkhawatirkan masa depan pasien. Bagaimana rencana pencegahan kekambuhan?
a)
Melakukan monitoring kemungkinan adanya efek samping exrapiramidal
b)
Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya pengobatan segera
c)
Merencanakan pemakaian LAI APG-2 satu kali per bulan
d)
Edukasi pasien dan keluarga tentang efek samping obat
e)
Monitoring fungsi kognitif pasien.
68.
Nn. DA adalah anak pertama dari 2 orang bersaudara, prestasi akademik sebelumnya sangat baik, anak yang mandiri, menjalani kuliah kelas internasional, bidang yang diminatinya. Kondisi seperti ini adalah pertama kali dialaminya. Pasien mempertanyakan dampak obat terhadap perkuliahannya dan orang tua sangat mengkhawatirkan masa depan pasien. Bagaimana mengawal proses pemulihan (recovery) pasien?
a)
Mengikuti kegiatan di komunitas
b)
Memberikan psikoterapi suportif
c)
Menganjurkan terapi vokasional
d)
Melakukan remediasi kognitif
e)
Menyarankan olah raga
69.
Nn. DA kemudian dapat melanjutkan perkuliahannya, dan ia patuh terhadap program terapi yang diberikan, serta tidak ada keluhan efek samping yang bermakna. Faktor apa yang mendukung prognosis baik pada pasien ini?
a)
Respons awal terapi yang bagus, tidak ada efek samping EPS
b)
Respons obat cepat, efek samping kognitif, dukungan keluarga baik
c)
Episode pertama, respons awal terapi baik, kepatuhan berobat terjaga
d)
Respons terapi yang memadai, efek samping yang minimal dan kepatuhan berobat
e)
Episode pertama, onset awal dewasa muda, jenis kelamin perempuan, belum menikah
70.
Sebagai seorang psikiater di RSJ, dr. S diminta untuk memeriksa Tn. K, seorang tersangka pelaku penusukan, karena pada pemeriksaan polisi didapatkan ia bicara melantur dan tampak tertawa-tawa sendiri sehingga mereka bertanya apakah Tn. K dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keluarga pun memberi keterangan bahwa Tn. K pernah berobat ke psikiater karena mengalami skizofrenia tetapi tidak rutin minum obat. dr. S pun meminta polisi untuk menyampaikan surat permintaan secara tertulis. Setelah mendapatkan surat tersebut, dr. S memberikan penjelasan mengenai prosedur pemeriksaan pada Tn. K, keluarganya, dan pihak kepolisian. dr. S melakukan pemeriksaan pada Tn. K dan menemukan saat ini ia bersikap tenang, dapat memberikan jawaban yang runut dan sesuai konteks, serta tidak terdapat halusinasi. dr. S pun melaporkan temuan tersebut dalam bentuk Visum et Repertum Psikiatrikum dan memberikannya pada penyidik yang membuat surat permintaan pemeriksaan. Ditinjau dari prinsip pemeriksaan psikiatri forensik, perbaikan apa yang perlu dilakukan oleh dr. S dalam proses pemeriksaan tersebut?
a)

Langsung merujuk kasus ini pada konsultan psikiatri forensik karena psikiater umum tidak memiliki kewenangan

b)

Tidak perlu memberi penjelasan pada Tn. K, keluarga, dan polisi karena pemeriksaan ini sudah sesuai aturan hukum

c)

Melakukan pemeriksaan yang berfokus pada status mental Tn. K pada saat kejadian, bukan status mental saat ini

d)

Membuat laporan dalam bentuk Surat Keterangan Kesehatan Jiwa, bukan Visum et Repertum Psikiatrikum

e)

Menyerahkan hasil pemeriksaan pada keluarga Tn. K sebagai pihak yang akan membelanya di pengadilan

71.
Ny. B sedang dimintakan pengampuan oleh keluarganya karena menghamburkan uang keluarga tanpa berpikir panjang untuk berbagai hal yang tidak masuk akal. Anda dapat mengonfirmasi bahwa Ny. B benar mengalami gangguan bipolar dan sedang berada dalam episode manik saat menghamburkan uang tersebut sehingga tidak sepenuhnya menghayati keputusannya dan konsekuensi yang dapat timbul. Anda pun sedang menyusun Surat Keterangan Kesehatan Jiwa bagi Ny. B. Rekomendasi yang sesuai dengan kaidah psikiatri forensik dan perjalanan klinis Ny. B adalah …
a)
Menyarankan pengampuan permanen untuk seluruh aspek kehidupan Ny. B
b)
Menyarankan pengampuan dan evaluasi berkala sesuai kondisi klinis Ny. B
c)
Menyarankan pemeriksaan lanjutan oleh konsultan psikiatri forensik
d)
Menyarankan pemberian quetiapine extended release 1 x 400 mg
e)
Menyarankan pengampuan dan perawatan psikiatrik bagi Ny. B
72.
Anda mendapat laporan dari perawat bahwa pasien yang sedang Anda rawat, Nn. P, 23 tahun dengan skizofrenia paranoid, melakukan ancaman kekerasan terhadap dokter jaga karena mendengar bisikan bahwa dokter tersebut akan mencelakainya. Perawat juga melaporkan bahwa pasien tetap melakukan agresi verbal setelah dilakukan de-eskalasi verbal. Pada penilaian PANSS-EC, didapatkan skor dalam kisaran angka 4 sampai 5. Rencana tatalaksana yang paling tepat dalam situasi tersebut adalah …
a)
Melakukan de-eskalasi verbal kembali selama 15 menit
b)
Melakukan validasi empatik dan encouragement to elaborate
c)
Melakukan restrain fisik sampai pasien dapat tenang dengan sendirinya
d)
Melakukan restrain fisik untuk meminumkan haloperidol 5 mg per oral
e)
Melakukan restrain fisik dan menyuntikkan haloperidol 5 mg intramuskular
73.
Anda mendapat laporan dari perawat bahwa pasien yang sedang Anda rawat, Nn. P, 23 tahun dengan skizofrenia paranoid, melakukan ancaman kekerasan terhadap dokter jaga karena mendengar bisikan bahwa dokter tersebut akan mencelakainya. Perawat juga melaporkan bahwa pasien tetap melakukan agresi verbal setelah dilakukan de-eskalasi verbal. Pada penilaian PANSS-EC, didapatkan skor dalam kisaran angka 4 sampai 5. Anda pun melakukan restrain fisik dan kimiawi pada Nn. P sesuai protokol yang berlaku. Berikut ini adalah rencana tatalaksana lanjutan yang tepat bagi Nn. P, kecuali …
a)
Melakukan monitoring skor PANSS-EC secara berkala
b)
Melakukan monitoring tanda vital dan kondisi fisik secara berkala
c)
Melakukan latihan range of motion untuk ekstremitas pasien
d)
Menyuntikkan haloperidol intramuskular sebelum melepas ikatan
e)
Mengevaluasi terapi psikofarmaka rutin yang diberikan pada pasien
74.
Anda sedang merawat seorang pasien, Tn. C 26 tahun dengan gangguan bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik. Ia baru saja mengalami gaduh gelisah dengan skor PANSS-EC 6 dan 7 sehingga dilakukan restrain fisik dan kimiawi sesuai protokol yang berlaku. Saat ini skor PANSS-EC sudah turun ke skor 1 dan 2, lalu restrain pun dilepaskan. Dokter jaga kemudian meminta arahan untuk mencegah pasien kembali gaduh gelisah. Anda dapat memberikan arahan berikut ini, kecuali …
a)
Mengidentifikasi penyebab spesifik gaduh gelisah
b)
Melakukan debriefing pada pasien setelah restrain dilepas
c)
Mengisolasi pasien di ruang tersendiri selama sisa perawatan
d)
Mengevaluasi respons terapi dari psikofarmaka yang diberikan
e)
Mengupayakan agar ruang rawat tidak terlalu menstimulasi pasien
75.
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 3 bulan datang bersama orang tuanya dengan keluhan bicara tidak jelas seperti bergumam-gumam dan sulit di ajak untuk bermain bersama. Dalam observasi di ruang pemeriksaan tampak anak asik dengan mainannya sendiri, tidak mau diajak bermain bersama dan cenderung distraksi sehingga Anda menduga anak ini mengalami gangguan spektrum autisme. Orangtua anak tersebut menjadi kawatir dan menanyakan apa yang menjadi faktor utama terkait dengan kondisi tersebut? Jawaban yang paling mungkin adalah
a)

Disgenetik

b)

Polimorfisme gen

c)

Malformasi gen

d)

Epigenetik

e)

Mutasi gen

76.
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 2 bulan datang dengan perilaku impulsif dan hiperaktif sehingga orang tua anak menjadi tertekan baik di rumah maupun di sekolah. Ia juga dikeluhkan dengan perilaku berulang seperti mengepak-kepakan lengannya, bermain dengan jari-jemarinya, seringkali menatap ke ata dengan kedua bola matanya naik sudut kanan atas sehingga orang tua menduga anaknya diganggu oleh hal yang kasat mata. Di PAUD anak hanya mau bermain-main sendiri saja dan tidak mau berkomunikasi baik verbal maupun non-verbal. Diagnosis yang diberikan adalah Gangguan spektrum autisme dengan perilaku abberant. Perubahan neurotransmiter apa yang paling berkaitan dengan kondisi perilaku abberant pada anak tersebut?
a)
Dopamin
b)
Serotonin
c)
Epinefrin
d)
Nor-epinefrin
e)
Glutamat/Glutamin
77.
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 2 bulan datang dengan perilaku impulsif dan hiperaktif sehingga orang tua anak menjadi tertekan baik di rumah maupun di sekolah. Ia juga dikeluhkan dengan perilaku berulang seperti mengepak-kepakan lengannya, bermain dengan jari-jemarinya, seringkali menatap ke ata dengan kedua bola matanya naik sudut kanan atas sehingga orang tua menduga anaknya diganggu oleh hal yang kasat mata. Di PAUD anak hanya mau bermain-main sendiri saja dan tidak mau berkomunikasi baik verbal maupun non-verbal. Diagnosis yang diberikan adalah Gangguan spektrum autisme dengan perilaku abberant. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk melakukan penilaian perilaku abberant pada anak tersebut, adalah
a)

Kuesioner M-CHAT

b)

Kuesioner ABC

c)

Kuesioner SDQ

d)

Kuesioner CBCL

e)

Kuesioner CARS

78.
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 3 bulan datang bersama orang tuanya dengan keluhan bicara tidak jelas seperti bergumam-gumam dan sulit di ajak untuk bermain bersama. Dalam observasi di ruang pemeriksaan tampak anak asik dengan mainannya sendiri, tidak mau diajak bermain bersama dan cenderung distraksi. Selain itu, anak tidak mau berespons saat dipanggil, tidak mau di ajak untuk berkomunikasi verbal, tidak mau menjawab saat diminta untuk mengidentifikasi beberapa benda. Anda menduga anak ini mengalami gangguan spektrum autisme, untuk memastikan bahwa anak mengalami gangguan spectrum autisme, maka pemeriksaan awal yang harus dilakukan adalah:
a)
Pemeriksaan fungsi pendengaran
b)
Pemeriksaan dengan Childhood Autism rating Scale
c)
Pemeriksaan kromosom
d)
Pemeriksaan polimorfisme gen
e)
Pemeriksaan dengan functional-Magentic resonance Imaging
79.
Seorang pasien perempuan berusia 23 tahun datang ke poli jiwa dengan keluhan sedih yang semakin memberat sejak 2 minggu terakhir. Pasien juga merasakan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit tidur, nafsu makannya berkurang, serta kesulitan menjalankan perannya sebagai seorang mahasiswa. Diketahui bahwa pasien baru saja mendapatkan nilai yang kurang baik pada salah satu ujian yang dijalaninya. Pasien mengatakan bahwa dirinya merasa tidak berguna, tidak bisa membahagiakan orang tuanya, serta tidak akan mampu untuk menyelesaikan kuliahnya. Pasien saat ini cenderung menghindari masuk kuliah karena merasa malu terhadap teman-temannya karena nilainya kurang baik tersebut. Teknik CBT apakah yang tepat untuk dilakukan terhadap pasien ini untuk membantu pasien mengelola cognitive errornya..?
a)
Graded exposure
b)
Socratic dialogue
c)
Assertive communication
d)
Relapse prevention
e)
Thought stopping
80.
Seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan pikiran untuk bunuh diri yang semakin kuat. Pasien sudah beberapa kali datang ke IGD untuk meminta pertolongan, dan akhirnya dipulangkan setelah pasien ditenangkan di IGD dan tidak ada indikasi rawat inap. Keinginan bunuh diri pasien biasanya tercetus ketika ia mulai merasa kewalahan dan cemas saat mendekati waktu ujian di kuliahnya. Pasien merasa takut karena ia merasa apabila ia menjalani ujian maka pasti akan mendapat nilai tidak bagus. Pasien ingin mengakhiri hidupnya sebagai salah satu cara agar ia tidak menghadapi ujian tersebut. Cognitive error yang nampak ada pasien ini dan perlu diolah selanjutnya dengan psikoterapi reedukatif adalah berupa..?
a)
Fortune telling
b)
Catastrophizing
c)
Overgeneralization
d)
Filtering on the negative
e)
Mind-reading
81.
Perempuan, 59 tahun, datang dengan keluhan sulit tidur yang semakin memberat. Sejak enam bulan yang lalu, pasien mulai sering mengeluh dada berdebar, merasa tegang dan tidak tenang, disertai pikiran khawatir terhadap banyak hal. Keluhan ini dirasakan hampir setiap hari dan sepanjang hari sehingga membuatnya sulit untuk rileks serta mudah terkejut. Rasa cemas yang dialami pasien semakin memberat dalam satu bulan terakhir hingga mengganggu tidurnya dan memengaruhi nafsu makan pasien. Ia juga mulai kesulitan untuk mengerjakan aktivitas harian di rumah karena tangannya sering gemetar. Hingga saat ini ia belum mau memeriksakan diri ke dokter karena takut bila benar-benar mengalami sakit jantung atau sakit berat lainnya. Kecemasan yang terjadi berkepanjangan pada pasien merupakan gambaran gangguan pada:
a)
Isi pikir
b)
Psikomotor
c)
Pembicaraan
d)
Afek
e)
Mood
82.
Perempuan, 59 tahun, datang dengan keluhan sulit tidur yang semakin memberat. Sejak enam bulan yang lalu pasien mulai sering mengeluh dada berdebar, merasa tegang dan tidak tenang, disertai pikiran khawatir terhadap banyak hal. Keluhan ini dirasakan hampir setiap hari dan sepanjang hari sehingga membuatnya sulit untuk rileks serta mudah terkejut. Rasa cemas yang dialami pasien semakin memberat dalam satu bulan terakhir hingga mengganggu tidurnya dan memengaruhi nafsu makan pasien. Kemungkinan diagnosis kerja pada pasien ini adalah
a)
Gangguan panik
b)
Gangguan penyesuaian dengan kecemasan
c)
Gangguan cemas menyeluruh
d)
Insomnia
e)
Gangguan somatoform
83.
Ardi, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa oleh ibunya berobat ke poliklinik psikiatri di RSUD karena tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Ardi selalu banyak gerak, tidak bisa duduk tenang di kelas, ia sering menghampiri tempat duduk teman, menyela saat guru menerangkan dan kesulitan mempertahankan konsentrasi sehingga tugas-tugas banyak yang tidak selesai. Saat ini Ardi duduk di kelas 2 SD, ia memiliki banyak teman di sekolah. Nilai akademis masih cukup baik, ia sangat menyukai pelajaran olah raga, matematika dan Bahasa Inggris. Ardi juga tampak mudah marah jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Di rumah, Ardi juga sangat aktif, selalu berlari-larian, tampak tidak ada rasa lelah. Menurut ibu, tumbuh kembang Ardi normal, tidak terdapat penyakit medis yang dialami sebelumnya. Untuk membantu melakukan deteksi awal pada kondisi seperti Ardi, kuesioner apakah yang dapat diberikan pada orang tua Ardi?
a)
Aberrant Behavior Checklist
b)
Pediatric Symptom Checklist
c)
Child Depression Inventory
d)
Depression, Anxiety, Stress Scale
e)
Abbreviated Conner’s Teacher/parent Rating Scale
84.
Ardi, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa oleh ibunya berobat ke poliklinik psikiatri di RSUD karena tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Ardi selalu banyak gerak, tidak bisa duduk tenang di kelas, ia sering menghampiri tempat duduk teman, menyela saat guru menerangkan dan kesulitan mempertahankan konsentrasi sehingga tugas-tugas banyak yang tidak selesai. Saat ini Ardi duduk di kelas 2 SD, ia memiliki banyak teman di sekolah. Nilai akademis masih cukup baik, ia sangat menyukai pelajaran olah raga, matematika dan Bahasa Inggris. Ardi juga tampak mudah marah jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Di rumah, Ardi juga sangat aktif, selalu berlari-larian, tampak tidak ada rasa lelah. Menurut ibu, tumbuh kembang Ardi normal, tidak terdapat penyakit medis yang dialami sebelumnya. Dalam pemeriksaan status mental, bagaimanakah pemeriksa dapat memastikan adanya gangguan pemusatan perhatian pada Ardi?
a)
Pembicaraan banyak, berpindah-pindah topik, proses pikir flight of ideas
b)
Dalam pemeriksaan psikomotor, ekstremitas Ardi terus bergerak, kadang berpindah posisi duduk dan berjalan, selain itu ada fidgeting
c)
Ketika diberikan satu tugas, Ardi tidak dapat menyelesaikannya karena berpindah fokus ke hal lain yang ada di ruang pemeriksaan
d)
Ketika dipanggil diberikan suatu sumber bunyi, Ardi dapat mengikuti sumber bunyi tersebut, ia melihat sebentar kemudian kembali asik bermain balok.
e)
Dalam observasi, Ardi terus memotong pembicaraan pemeriksa. Ia juga tidak sabar menunggu giliran bicara
85.
Ardi, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa oleh ibunya berobat ke poliklinik psikiatri di RSUD karena tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Ardi selalu banyak gerak, tidak bisa duduk tenang di kelas, ia sering menghampiri tempat duduk teman, menyela saat guru menerangkan dan kesulitan mempertahankan konsentrasi sehingga tugas-tugas banyak yang tidak selesai. Saat ini Ardi duduk di kelas 2 SD, ia memiliki banyak teman di sekolah. Nilai akademis masih cukup baik, ia sangat menyukai pelajaran olah raga, matematika dan Bahasa Inggris. Ardi juga tampak mudah marah jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Di rumah, Ardi juga sangat aktif, selalu berlari-larian, tampak tidak ada rasa lelah. Menurut ibu, tumbuh kembang Ardi normal, tidak terdapat penyakit medis yang dialami sebelumnya. Orang tua Ardi menanyakan apakah ada kemungkinan Ardi mengalami gangguan spektrum autisme. Bagaimanakah dokter dapat menyingkirkan diagnosis gangguan spektrum autisme pada Ardi?
a)
Ardi memiliki keminatan khusus pada kereta api dan terus menggambar kereta api saat pelajaran di sekolah atau di rumah
b)
Ardi sulit untuk berkomunikasi dua arah dengan teman di sekolah, namun di rumah Ardi dapat berkomunikasi dengan baik
c)
Ardi memiliki hipersensitivitas terhadap suara orang tuanya, sehingga ia mudah marah jika didekati orang tua
d)
Komunikasi verbal dan nonverbal Ardi baik, ia punya banyak teman dan keminatannya cukup bervariasi, tidak terdapat perilaku repetitif
e)
Kecerdasan Ardi sama dengan anak-anak lain seusianya, ia sering tidak dapat menyelesaikan tugas karena cemas
86.
Seorang perempuan, 26 tahun, datang ke poli psikiatri dengan dandanan mencolok dan penampilan seksi. Pasien bercerita bahwa ia seringkali menjadi pusat perhatian karena kecantikannya dan saat ini berpacaran dengan beberapa orang pria. Pasien mengatakan bahwa ia sering merasa bosan dengan rutinitas yang dijalaninya. Cara berceritanya dramatis dengan afek yang luas. Ia menceritakan masalahnya dengan lancar, runtut dan sistematis, koheren, tidak ada flight of ideas atau pressured speech. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus ini?
a)
Gangguan kepribadian ambang
b)
Gangguan kepribadian histrionik
c)
Gangguan kepribadian narsistik
d)
Gangguan kepribadian dependen
e)
Gangguan kepribadian antisosial
87.
Seorang laki-laki, 22 tahun, datang ke poli psikiatri karena perasaan gelisah yang dimilikinya. Pasien mengatakan bahwa ia terus merasa gelisah saat bekerja karena takut hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasinya. Ia mengatakan bahwa saat bekerja ia biasanya membuat rencana yang terjadwal dan merasa sangat tertekan saat ada hal yang terjadi diluar rencananya. Pasien juga berulangkali mengecek hasil pekerjaannya supaya tidak membuat kesalahan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a)

Gangguan kepribadian paranoid

b)

Gangguan kepribadian cemas menghindar

c)

Gangguan kepribadian anankastik

d)

Gangguan kepribadian dependen

e)

Gangguan kepribadian obsesif kompulsif

88.
Seorang perempuan berusia 21 tahun dikonsulkan ke UGD akibat percobaan bunuh diri, mengiris pergelangan tangan dengan silet. Pasien sudah lama merasakan perasaan sedih yang mendalam, akibat hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya. Sejak kecil pasien seringkali dimarahi oleh kedua orang tuanya apabila ia mendapatkan nilai yang buruk atau melakukan kesalahan, sehingga pasien merasa bahwa ia harus selalu berhasil. Sebelum kejadian bunuh diri terjadi, pasien baru saja dimarahi oleh atasannya karena melakukan kesalahan dalam membuat laporan. Berdasarkan analisis struktural, unsur status ego apakah yang berperan pada pasien tersebut?
a)
Parent ego state
b)
Family ego state
c)
Adult ego state
d)
Child ego state
e)
Baby ego state
89.
Seorang laki-laki, 24 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan selalu merasa cemas, berkeringat dingin, dan jantung berdebar-debar. Pasien mengatakan bahwa gejala ini sudah berlangsung sejak lama. Pasien merasa cemas terkait pandangan orang terhadap dirinya, pekerjaan nya, dan apakah dia akan bisa menjadi lebih baik di masa depan. Pasien mengatakan bahwa sejak kecil ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang merupakan seorang pengusaha sukses. Berdasarkan drowning person diagram, injunction apakah yang tertanam dalam diri pasien?
a)
Don’t feel
b)
Don’t exist
c)
Don’t grow up
d)
Don’t be a child
e)
Don’t be you
90.
Pasien laki – laki berusia 23 thaun, dibawa oleh keluarga ke IGD dan dikatakan bahwa pasien 2 hari terakhir tiba - tiba tidak bisa tidur dan tampak gelisah. Pasien sudah sekitar 5 tahun terakhir rutin berobat ke bagian psikiatri, selama sekitar 1 tahun terakhir sudah minum obat dosis kecil. Kurang lebih 2 jam sebelum dibawa ke UGD pasien mengamuk dan melempari kaca rumahnya dengan barang - barang, berteriak-teriak dan mengatakan ia melihat beberapa anak kecil yang tidak dikenalnya masuk di rumah. Apakah tindakan yang perlu dilakukan pertama kali pada kasus ini?
a)
melakukan restrain fisik pada pasien dan segera membawanya ke tempat tenang
b)
memberikan injeksi kombinasi antipsikotik dan benzodiazepine
c)
menelusuri penyebab organik atau pengaruh zat pada pasien
d)
memberikan antipsikotik haloperidol oral 5 mg
e)
mengembalikan dosis antipsikotik ke dosis semula
91.
Pasien laki – laki berusia 23 thaun, dibawa oleh keluarga ke IGD dan dikatakan bahwa pasien sudah 4 hari tidak bisa tidur dan tampak gelisah. Pasien sudah 2 bulan tidak mau minum obat karena meyakini obat tersebut adalah racun yang disiapkan oleh kakak ipar yang ingin mencelakainya. Kurang lebih 2 jam sebelum dibawa ke UGD pasien mengamuk dan melempari kaca rumah kakak iparnya dengan batu dan berteriak – teriak. Saat ini pasien masih tampak gelisah. Bagaimanakan cara yang tepat melakukan persuasi untuk menenangkan pasien?
a)
Dimulai dengan memberikan pernyataan dampak negatif dari kondisi kegelisahan pasien
b)
Tatap mata pasien dan terus memaksakan kontak mata secara konsisten
c)
Maksimalkan penggunaan Bahasa tubuh, seperti menggunakan gerakan tangan saat berbicara
d)
Bersikap netral dan menunjukkan postur non-defensif
e)
Atur nada suara yang menampakkan akan selalu mendukung keinginan pasien Identifikasi diri petugas dan pasien, tujuan tindakan
92.
Seorang pasien perempuan usia 24 tahun datang ke poli jiwa dengan keluhan sedih yang memberat sejak 2 minggu terakhir. Pasien mengalami penurunan minat, kurangnya energi, sulit tidur, kurangnya nafsu makan, rasa bersalah terhadap orang tua, dan sempat ada keinginan bunuh diri. Ketika pasien menceritakan tentang permasalahan dengan orang tuanya yang memiliki ekspresi emosi tinggi, Anda sebagai terapis ikut merasakan kesedihan yang dialami pasien. Apakah yang dialami oleh Anda sebagai terapis terhadap pasien ini?
a)

Rescue fantasy countertransference

b)

Bored and sleepy therapist countertransference

c)

Complementary countertransference

d)

Incapacitating countertransference

e)

Concordance countertransference

93.
Pasien laki-laki usia 22 tahun datang dengan keluhan kecemasan yang tinggi apabila ia harus berinteraksi dengan orang lain sejak 6 bulan terakhir. Pasien cenderung menghindari aktivitas yang membuatnya harus tampil di depan umum atau bertemu dengan orang banyak karena ia cemas akan dinilai buruk oleh orang lain dan memalukan dirinya. Pasien menceritakan bahwa sejak kecil ia sangat jarang diberikan apresiasi oleh kedua orang tuanya serta cenderung diberikan kritik. Pasien merasa menjadi kurang percaya diri apabila ia harus berinteraksi dengan orang lain. Aspek psikodinamik apakah yang nampaknya berkaitan dengan kondisi pasien saat ini?
a)
Resolusi Oedipus complex belum tercapai
b)
Mirroring transference yang tidak adekuat
c)
Adanya dorongan memenuhi tyranny of the should
d)
Fiksasi pada fase oral ketika usia balita
e)
Superego yang punitif terhadap pasien
94.
Ny. L, 45 tahun, datang diantar oleh suaminya dengan keluhan sulit tidur sejak 8 hari yang lalu. Pasien menceritakan bahwa ia sulit tidur karena pikirannya seperti berjalan terus dan sulit untuk dihentikan. Pasien mengatakan bahwa banyak hal yang sedang menjadi pikirannya. Hal ini sebetulnya sudah dimulai sejak sekitar 2 bulan yang lalu, semenjak ia mengetahui bahwa di kantor suaminya akan ada pengurangan pegawai besar-besaran. Pasien khawatir bagaimana nasib keluarganya nanti apabila suaminya di PHK. Pasien takut kalau nanti anak-anaknya akan putus sekolah karena suami pasien adalah tulang punggung keluarga. Semenjak mendengar kabar tersebut, pasien menjadi sering melamun, tidak fokus dalam mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan menjadi sering cemas tanpa sebab yang jelas. Pasien merasa gelisah dan menjadi sering berdebar-debar. Pasien menjadi takut ditinggal sendirian di rumah dan sering minta ditemani oleh suaminya. Diagnosis apakah yang mungkin ditegakkan pada pasien ini?
a)
Gangguan depresi sedang dengan gejala somatik
b)
Gangguan penyesuaian dengan afek cemas
c)
Gangguan cemas menyeluruh
d)
Gangguan tidur non organik
e)
Gangguan panik dengan agoraphobia
95.
Ny. L adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara. Sejak kecil ia selalu dimanja oleh kedua orangtuanya dan selalu dipenuhi semua kebutuhannya. Ibu sangat protektif kepada pasien, terlebih karena saat kecil pasien cenderung sakit-sakitan. Pasien memiliki asma yang cukup berat, dan sering kambuh apabila pasien kelelahan dan stres. Pasien tidak pernah diperbolehkan untuk keluar rumah sendirian karena ibu khawatir bila nanti terjadi sesuatu pada pasien. Semua urusan pasien selalu dibantu dan diprioritaskan, sehingga kadang membuat kedua kakaknya iri kepada pasien. Pasien tidak terbiasa untuk membuat keputusan sendiri dalam hidupnya, dan semenjak menikah, pasien cenderung menyerahkan semua keputusan kepada suaminya. Pasien mudah menjadi cemas terutama bila ia harus berada di situasi yang ia tidak familiar dan membutuhkan kehadiran orang lain untuk menenangkannya. Ciri kepribadian yang mungkin dimiliki oleh pasien ini adalah:
a)
Ciri kepribadian anankastik
b)
Ciri kepribadian histrionik
c)
Ciri kepribadian menghindar
d)
Ciri kepribadian dependen
e)
Ciri kepribadian narsisistik
96.
Nn. R, 21 tahun, dikonsultasikan pada Anda karena dalam sebulan terakhir ini ia mengalami luapan kecemasan yang memuncak, disertai keluhan jantung berdebar, nafas tersengal-sengal, leher tercekat, keringat dingin, dan kesemutan di tangan dan kaki. Keluhan tersebut timbul mendadak tanpa ada pemicu yang jelas, dan bertahan selama beberapa menit lalu perlahan mereda sendiri. Meski demikian, saat kecemasan itu memuncak, ia merasa seperti akan mati. Sejak itu, ia menjadi cenderung was-was karena khawatir akan berulang lagi. Tatalaksana farmakologis yang paling tepat untuk meredakan gejala Nn. R adalah …
a)
Clobazam
b)
Fluoxetine
c)
Diazepam
d)
Sertraline
e)
Alprazolam
97.
Tn. J, 27 tahun, datang untuk kontrol karena didiagnosis mengalami gangguan panik setelah mengalami lebih dari 5 serangan panik dalam sebulan terakhir. Psikiaternya telah memberikan pengobatan berupa benzodiazepin dan antidepresan. Selain itu, ia akan menjalani psikoterapi untuk turut mengatasi serangan panik yang dialami. Salah satu langkah awal yang tepat dalam tatalaksana psikoterapi Tn. J adalah …
a)
Meminta Tn. J membaca buku mengenai gangguan panik
b)
Memberikan edukasi pada Tn. J mengenai fisiologi jantung
c)
Meminta Tn. J mengenali gejala awal yang muncul pada serangan panik
d)
Mengedukasi bahwa benzodiadepin dapat menyebabkan ketergantungan
e)
Meminta Tn. J untuk mengurangi bepergian keluar rumah agar lebih aman
98.
Nn. N, 23 tahun mahasiswi Fakultas psikologi suatu universitas negeri, datang konsultasi karena merasa sulit konsentrasi, sulit mengontrol emosi, sulit berteman, seringkali merasa hampa hidupnya, dan akhir-akhir ini merasa tidak ingin melanjutkan kuliah, lebih ingin mati saja. N merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara (kakak dan adiknya laki-laki), merasa sendiri sejak kecil. Ibunya sarjana ekonomi tidak bekerja sejak ia SMP, ayahnya seorang sarjana teknik, pegawai swasta suatu perusahaan multi-nasional. N lebih senang bersama kucingnya, karena bila ia mengeluh pada ibunya, ibunya sering berkata bahwa yang ia alami itu tidak seberapa dibandingkan dengan pengalaman hidup ibunya yang lebih berat, jadi janganlah melebih-lebihkan perasaannya (ia kemudian menjadi malas bercerita kepada ibunya). Ayahnya sangat sibuk, hari libur pun seringkali sibuk dengan pekerjaannya; sedangkan kakak dan adiknya sering tidak bisa diajak bicara, berbeda minat sejak kecil. N sulit berteman sejak sekolah; temannya hanya satu-dua orang. Bila dekat dengan teman, ia akan marah bila temannya itu mempunyai teman lain, merasa ditinggalkan, merasa teman itu tidak setia, yang akhirnya lelah berteman dengannya. Pada saat temannya betul-betul meninggalkannya, N merasa bahwa ia hanya sendiri dalam hidup ini, lalu timbul rasa hampa, kosong, yang diikuti perasaan bahwa ia tidak penting, tidak disayang, tidak ada yang memedulikannya. Untuk menghilangkan perasaan-perasaan tersebut, biasanya ia akan membentur-benturkan kepalanya di dinding, atau melukai lengan atau pahanya dengan cutter -kadang hingga berdarah (yang membuatnya merasa lega). Hal ini pun N alami bila ia mempunyai pacar, sehingga sulit bertahan lama hubungannya. Menurut Anda, kemungkinan jenis kepribadian yang terbentuk pada N adalah:
a)
Kepribadian narsisistik, karena ia merasa bahwa ia merasa harus diperhatikan, marah bila temannya tidak menganggapnya penting
b)
Kepribadian histrionik, karena sulit berteman, tidak bisa memertahankan pertemanannya dalam waktu lama
c)
Kepribadian dependent karena selalu tergantung pada orang lain untuk memeroleh rasa nyaman dan keberadaannya dihargai.
d)
Kepribadian ambang karena sulit mengontrol emosi pada saat merasa ditinggalkan, merasa ia tidak penting, keberadaannya membuatnya justru sedih, marah, tidak layak.
e)
Kepribadian skizoid karena ia sulit berteman, merasa lebih baik sendiri daripada ditinggalkan
99.
Nn. N, 23 tahun mahasiswi Fakultas psikologi suatu universitas negeri, datang konsultasi karena merasa sulit konsentrasi, sulit mengontrol emosi, sulit berteman, seringkali merasa hampa hidupnya, dan akhir-akhir ini merasa tidak ingin melanjutkan kuliah, lebih ingin mati saja. N merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara (kakak dan adiknya laki-laki), merasa sendiri sejak kecil. Ibunya sarjana ekonomi tidak bekerja sejak ia SMP, ayahnya seorang sarjana teknik, pegawai swasta suatu perusahaan multi-nasional. N lebih senang bersama kucingnya, karena bila ia mengeluh pada ibunya, ibunya sering berkata bahwa yang ia alami itu tidak seberapa dibandingkan dengan pengalaman hidup ibunya yang lebih berat, jadi janganlah melebih-lebihkan perasaannya (ia kemudian menjadi malas bercerita kepada ibunya). Ayahnya sangat sibuk, hari libur pun seringkali sibuk dengan pekerjaannya; sedangkan kakak dan adiknya sering tidak bisa diajak bicara, berbeda minat sejak kecil. N sulit berteman sejak sekolah; temannya hanya satu-dua orang. Bila dekat dengan teman, ia akan marah bila temannya itu mempunyai teman lain, merasa ditinggalkan, merasa teman itu tidak setia, yang akhirnya lelah berteman dengannya. Pada saat temannya betul-betul meninggalkannya, N merasa bahwa ia hanya sendiri dalam hidup ini, lalu timbul rasa hampa, kosong, yang diikuti perasaan bahwa ia tidak penting, tidak disayang, tidak ada yang memedulikannya. Untuk menghilangkan perasaan-perasaan tersebut, biasanya ia akan membentur-benturkan kepalanya di dinding, atau melukai lengan atau pahanya dengan cutter -kadang hingga berdarah (yang membuatnya merasa lega). Hal ini pun N alami bila ia mempunyai pacar, sehingga sulit bertahan lama hubungannya. Menelaah kisah kasus Nn. N, kemungkinan kita dapat mengacu pada teori:
a)
Teori psikoanalisis klasik, karena agresivitasnya dalam mengatasi gejolak “id”nya bila tidak terpenuhi keinginannya
b)
Teori relasi obyek karena ia tidak bisa membina relasi dengan orang-orang di sekitarnya
c)
Teori self-psyychology, karena kebutuhan untuk mendapat validasi dari ibu sejak kecil tidak terpenuhi, sehingga ia cenderung mencarinya pada hubungannya dengan orang lain yang juga tidak dapat memberikannya.
d)
Teori attachment karena ia mengalami kesulitan dalam perlekatannya dengan orang lain, sehingga lebih memilih mengatasinya dengan melakukan self-harm.
e)
Teori studi obervasional Margareth Mahler, karena belum mampu membetuk object-constancy dengan baik, sehingga cenderung membutuhkan orang lain agar merasa nyaman.
100.
Nn. N, 23 tahun mahasiswi Fakultas psikologi suatu universitas negeri, datang konsultasi karena merasa sulit konsentrasi, sulit mengontrol emosi, sulit berteman, seringkali merasa hampa hidupnya, dan akhir-akhir ini merasa tidak ingin melanjutkan kuliah, lebih ingin mati saja. N merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara (kakak dan adiknya laki-laki), merasa sendiri sejak kecil. Ibunya sarjana ekonomi tidak bekerja sejak ia SMP, ayahnya seorang sarjana teknik, pegawai swasta suatu perusahaan multi-nasional. N lebih senang bersama kucingnya, karena bila ia mengeluh pada ibunya, ibunya sering berkata bahwa yang ia alami itu tidak seberapa dibandingkan dengan pengalaman hidup ibunya yang lebih berat, jadi janganlah melebih-lebihkan perasaannya (ia kemudian menjadi malas bercerita kepada ibunya). Ayahnya sangat sibuk, hari libur pun seringkali sibuk dengan pekerjaannya; sedangkan kakak dan adiknya sering tidak bisa diajak bicara, berbeda minat sejak kecil. N sulit berteman sejak sekolah; temannya hanya satu-dua orang. Bila dekat dengan teman, ia akan marah bila temannya itu mempunyai teman lain, merasa ditinggalkan, merasa teman itu tidak setia, yang akhirnya lelah berteman dengannya. Pada saat temannya betul-betul meninggalkannya, N merasa bahwa ia hanya sendiri dalam hidup ini, lalu timbul rasa hampa, kosong, yang diikuti perasaan bahwa ia tidak penting, tidak disayang, tidak ada yang memedulikannya. Untuk menghilangkan perasaan-perasaan tersebut, biasanya ia akan membentur-benturkan kepalanya di dinding, atau melukai lengan atau pahanya dengan cutter -kadang hingga berdarah (yang membuatnya merasa lega). Hal ini pun N alami bila ia mempunyai pacar, sehingga sulit bertahan lama hubungannya. Menurut Anda, psikoterapi yang dapat kita pilih untuk Nn N, yaitu:
a)
Psikoterapi suportif, karena ia memerlukan dukungan terus menerus dalam menjalani kehidupannya
b)
Psikoterapi perilaku, mengingat Nn N mempunyai kebiasaan yang “tidak sehat” dalam menyelesaikan problem dan perasaannya.
c)
Psikoterapi kognitif-perilaku, menginngat pikirnnya yang irasional dalam menyelesaikan problem dan kesulitan berteman.
d)
Psikoterapi psikodinamik, karena self-nya yang rapuh dalam mengatasi problem emosi, kesulitan membina relasi dengan orang lain itu dapat dibantu secara bertahap dan dilatih dalam hubungan dokter-pasien.
e)
Psikoterapi analisis transaksional, karena perilakunya yang cenderung berperan sebagai “anak”, sehingga sisi “dewasa”nya perlu dikembangkan agar lebih dominan dalam menyelesaikan problem kehidupan.