NEW
Font size
WorksheetsKISI2 UTS Manajemen Farmasi
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Apa yang dimaksud dengan manajemen dalam konteks farmasi?
Proses pembelian obat dalam jumlah besar
Pengaturan dan pengawasan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu
Penetapan harga obat di apotek
Penjualan obat sesuai resep
Pembagian tugas antar apoteker
Fungsi utama dari manajemen dalam sebuah organisasi adalah:
Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi
Penjualan, pembelian, distribusi, dan produksi
Analisis, penyimpanan, perawatan, dan pengelolaan
Pengendalian, pengolahan data, penelitian, dan publikasi
Promosi, pengiklanan, konsultasi, dan monitoring
Salah satu tujuan manajemen dalam pelayanan farmasi adalah:
Memaksimalkan keuntungan
Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Meningkatkan harga obat
Mengurangi biaya operasional apotek
Menjaga stok obat tetap minimal
Manajemen operasional di apotek mencakup kegiatan berikut, KECUALI:
Pengadaan obat
Penyimpanan obat
Distribusi obat
Pengiklanan obat
Pelayanan resep
Pengertian dari "efisiensi" dalam manajemen farmasi adalah:
Menghasilkan layanan yang berkualitas tinggi
Mengurangi biaya tanpa mengurangi kualitas layanan
Menjual obat dengan harga tinggi
Mengadakan promosi besar-besaran
Mengubah sistem manajemen setiap bulan
Fungsi manajemen yang mengatur bagaimana sumber daya di apotek diatur dan digunakan disebut:
Pengorganisasian
Perencanaan
Pengendalian
Pelaksanaan
Komunikasi
Siapa yang bertanggung jawab atas manajemen pengadaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit?
Dokter spesialis
Direktur rumah sakit
Apoteker penanggung jawab
Manajer pemasaran
Tenaga administrasi
Fungsi manajemen yang bertanggung jawab atas penilaian kinerja disebut:
Pengendalian
Perencanaan
Pengorganisasian
Pelaksanaan
Evaluasi
Di industri farmasi, salah satu tugas penting manajemen adalah memastikan kepatuhan terhadap:
Peraturan pemasaran internasional
Standar mutu obat yang berlaku
Standar akuntansi keuangan
Kebijakan promosi lokal
Harga yang kompetitif di pasar
Apoteker di apotek bertanggung jawab dalam melakukan fungsi manajemen berikut, KECUALI:
Perencanaan stok obat
Konsultasi kesehatan pasien
Penyimpanan obat sesuai prosedur
Evaluasi penggunaan obat
Penelitian klinis
Pengadaan obat yang efisien di apotek bertujuan untuk:
Meminimalkan jumlah stok yang tersedia
Mengoptimalkan persediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien
Meningkatkan penjualan obat mahal
Memastikan semua jenis obat tersedia setiap saat
Mengur
alkan jumlah stok yang tersedia
Mengoptimalkan persediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien
Meningkatkan penjualan obat mahal
Memastikan semua jenis obat tersedia setiap saat
Mengurangi anggaran pengeluaran apotek
Tahapan pertama dalam proses pengadaan obat adalah:
Pemilihan supplier
Pemesanan obat
Penyimpanan obat
Evaluasi kebutuhan obat
Distribusi obat
Kriteria utama dalam pemilihan supplier obat adalah:
Harga yang termurah
Jarak supplier ke apotek
Kualitas produk dan kepatuhan pada regulasi
Kemampuan bernegosiasi
Hubungan pribadi dengan supplier
Salah satu metode yang digunakan untuk merencanakan pengadaan obat adalah:
Metode survei pelanggan
Metode ABC
Metode SWOT
Metode observasi
Metode eksperimen klinis
Pengadaan obat yang baik memerlukan analisis terhadap faktor berikut, KECUALI:
Anggaran yang tersedia
Kebutuhan masyarakat
Kompetitor di sekitar apotek
Tren penyakit yang berkembang
Lokasi penyimpanan obat
Pemilihan obat yang tepat untuk apotek berdasarkan:
Popularitas di kalangan pasien
Kebijakan rumah sakit terdekat
Indikasi klinis dan efektivitas
Promosi dari perusahaan farmasi
Keuntungan maksimal yang dapat diperoleh
Sistem formulary digunakan dalam pemilihan obat untuk:
Menentukan harga jual obat
Menetapkan jenis obat yang akan dijual
Membatasi jumlah obat yang diresepkan
Menghindari kesalahan dalam distribusi
Meningkatkan penjualan produk tertentu
Salah satu prinsip dalam pemilihan obat adalah:
Menjamin keuntungan yang tinggi
Memperhatikan kenyamanan pengguna
Berdasarkan penelitian ilmiah yang valid
Mengikuti tren obat terkini
Mengurangi persaingan dengan apotek lain
Pemilihan obat yang tidak sesuai bisa berdampak pada:
Penurunan harga jual
Penurunan kualitas layanan
Peningkatan stok obat
Peningkatan jumlah pasien
Pengurangan beban kerja staf
Apa tujuan dari evaluasi terhadap daftar obat yang tersedia di apotek?
Mengganti semua obat dengan yang lebih murah
Menentukan obat yang paling menguntungkan
Meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien
Menjaga hubungan baik dengan supplier
Mengurangi jumlah resep yang ditolak
Sistem informasi manajemen di apotek bertujuan untuk:
Mempromosikan produk tertentu
Mengelola data pasien, stok, dan transaksi
Memperbanyak penjualan obat tertentu
Menyederhanakan proses distribusi obat
Memastikan kepatuhan terhadap standar etika
Salah satu komponen utama dalam sistem informasi manajemen farmasi adalah:
Laporan keuangan
Data stok dan persediaan
Informasi pajak
Catatan promosi
Jadwal pemasaran
Manfaat utama penggunaan sistem informasi manajemen dalam apotek adalah:
Meningkatkan biaya operasional
Mempercepat pengambilan keputusan
Memperpanjang waktu pelayanan pasien
Memaksimalkan keuntungan dari penjualan
Mengurangi jumlah karyawan
Dalam sistem informasi manajemen, data pasien harus dijaga kerahasiaannya sesuai dengan:
Etika bisnis
Keputusan manajemen
Peraturan pemerintah dan standar etik
Kebijakan rumah sakit
Keinginan pasien
Salah satu tujuan dari penerapan sistem manajemen mutu di apotek adalah:
Mengurangi interaksi dengan pasien
Meningkatkan kepuasan pelanggan dan hasil pelayanan
Meminimalkan biaya pembelian obat
Meningkatkan jumlah produk yang dijual
Mengurangi jumlah tenaga kerja
Apa yang dimaksud dengan "standar operasional prosedur" (SOP) dalam manajemen mutu di apotek?
Dokumen yang menetapkan harga jual obat
Pedoman yang menjelaskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk mencapai hasil yang konsisten
Laporan keuangan bulanan apotek
Data statistik penjualan obat
Daftar semua obat yang tersedia di apotek
Dalam manajemen mutu, umpan balik dari pasien dapat digunakan untuk:
Mengurangi jumlah obat yang tersedia
Menentukan harga obat yang lebih tinggi
Meningkatkan kualitas pelayanan dan proses
Mengganti tenaga kerja
Memperpanjang waktu pelayanan
Salah satu metode untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di apotek adalah:
Survei kepuasan pasien
Pengurangan harga obat
Penghapusan obat tidak laku
Pengurangan jam kerja pegawai
Menambah jumlah obat yang ditawarkan
Apa yang dimaksud dengan "audit mutu internal" dalam konteks manajemen mutu?
Penilaian dari lembaga luar tentang kualitas produk
Evaluasi yang dilakukan oleh tim internal untuk menilai kesesuaian prosedur dan kebijakan yang ada
Survei dari pasien tentang kepuasan layanan
Pengukuran keuntungan dari penjualan obat
Pelaporan tahunan kepada manajemen
