NEW
Font size
WorksheetsUJIAN SEMESTER GANJIL PJOK
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Dalam lompat jangkit, urutan gerakan yang benar adalah:
Lompat - Hop - Langkah
Langkah - Hop - Lompat
Hop - Langkah - Lompat
Lompat - Langkah - Hop
Langkah - Lompat - Hop
Bagian tubuh yang paling utama dalam memberikan dorongan pada gerakan hop dalam lompat jangkit adalah:
Tangan
Kaki bagian depan
Paha dan pinggul
Betis
Kepala
Dalam teknik lompat jangkit, tahap "hop" dimulai dengan:
Meloncat dengan satu kaki dan mendarat di kaki yang lain
Berlari di tempat
Melompat dengan dua kaki
Melompat dan langsung ke tahap lompat jauh
Meloncat dengan satu kaki dan mendarat di kaki yang sama
Gerakan langkah (step) dalam lompat jangkit bertujuan untuk:
Meningkatkan kecepatan berlari
Menjaga keseimbangan tubuh saat di udara
Mengurangi energi lompatan
Memaksimalkan tenaga pendaratan
Mengalihkan berat badan ke tangan
Ketika melakukan pendaratan dalam lompat jangkit, posisi tubuh yang benar adalah:
Condong ke belakang
Lurus ke atas
Sedikit condong ke depan
Berbalik arah
Jongkok sempurna
Teknik peralihan antara "hop" dan "step" dalam lompat jangkit bertujuan untuk:
Menghindari cedera saat melompat
Menambah estetika gerakan
Memanfaatkan momentum untuk lompatan berikutnya
Menyederhanakan langkah
Mengurangi kecepatan gerak
Peralatan utama yang dibutuhkan dalam lompat jangkit adalah:
Balok start
Matras pendaratan
Pit pasir
Bola basket
Tiang lompat tinggi
Salah satu kesalahan umum dalam lompat jangkit adalah:
Menjaga posisi kepala lurus
Menurunkan kecepatan pada tahap "step"
Mengalihkan berat badan ke depan
Mempercepat langkah setelah "hop"
Mengabaikan kecepatan saat berlari
Kecepatan lari sebelum melakukan lompat jangkit berfungsi untuk:
Mengurangi kecepatan pendaratan
Memberikan tenaga untuk seluruh rangkaian gerakan
Meningkatkan keseimbangan saat pendaratan
Menjaga tubuh tetap rendah
Mengurangi dorongan awal
Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam lompat jangkit, seorang atlet harus memiliki:
Kekuatan tangan
Daya tahan jantung
Kelenturan tubuh
Kekuatan otot tungkai dan koordinasi tubuh
Konsentrasi pada gerakan langkah
Berapa jumlah pelari dalam satu tim pada lari estafet standar 4x100 meter?
2 pelari
3 pelari
4 pelari
5 pelari
6 pelari
Teknik penyerahan tongkat dalam lari estafet yang biasanya dilakukan tanpa melihat disebut:
Visual pass
Overhand pass
Non-visual pass
Direct pass
Rolling pass
Pada lari estafet, tongkat harus diserahkan dalam:
Zona penalti
Zona bebas
Zona pergantian sepanjang 30 meter
Zona start
Zona sprint
Jika pelari menjatuhkan tongkat dalam lari estafet, maka pelari yang diizinkan untuk mengambil tongkat adalah:
Pelari yang akan menerima tongkat berikutnya
Pelari dari tim lawan
Pelari yang menjatuhkan tongkat
Wasit yang berada di dekat lintasan
Pelatih tim
Dalam lomba lari estafet 4x400 meter, teknik pemberian tongkat yang umumnya digunakan adalah:
Non-visual pass
Melalui lemparan
Visual pass
Pemberian ke arah bawah
Langsung melemparkan
Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan tim lari estafet adalah:
Panjang lintasan
Bobot tongkat
Kerja sama dan koordinasi antar pelari
Warna tongkat
Kondisi cuaca
Dalam lari estafet 4x100 meter, posisi awal tangan penerima saat akan menerima tongkat adalah:
Tangan terbuka dan berada di samping tubuh
Tangan lurus ke depan
Tangan setinggi pinggang dengan telapak terbuka
Tangan di belakang p
wal tangan penerima saat akan menerima tongkat adalah:
Tangan terbuka dan berada di samping tubuh
Tangan lurus ke depan
Tangan setinggi pinggang dengan telapak terbuka
Tangan di belakang punggung
Tangan mengepal rapat
Teknik pergantian tongkat yang baik bertujuan untuk:
Memperlambat kecepatan
Memaksimalkan kecepatan tanpa kehilangan kontrol tongkat
Mengganti pelari dengan pelari lain
Menghentikan lari sesaat
Mengubah posisi lintasan
Pelari pertama dalam lari estafet 4x100 meter biasanya memiliki peran sebagai:
Pemberi tongkat terakhir
Pelari dengan kecepatan paling rendah
Pelari dengan start yang baik
Pelari dengan tugas hanya mengamankan tongkat
Penerima tongkat di zona akhir
Dalam lari estafet, pelari kedua biasanya berada di lintasan:
Pertama
Lurus
Berbelok
Di titik start
Di tengah-tengah
Gerakan pivot dalam bola basket adalah gerakan yang bertujuan untuk:
Melompat dengan bola
Melempar bola ke arah lawan
Memutar badan dengan salah satu kaki tetap sebagai poros
Menembak bola dari jarak jauh
Mengoper bola ke lawan
Dalam gerakan pivot, kaki yang tidak bergerak dan tetap berada di tempat disebut sebagai:
Kaki poros
Kaki penggerak
Kaki utama
Kaki melayang
Kaki penendang
Salah satu tujuan utama dari gerakan pivot dalam permainan bola basket adalah:
Membuang waktu
Menghindari penjagaan lawan
Menjatuhkan lawan
Melakukan dribble cepat
Berlari keluar lapangan
Lay-up dalam bola basket adalah jenis tembakan yang dilakukan dengan:
Melompat dari garis tengah
Satu tangan dari posisi berdiri
Gerakan melangkah dan melompat mendekati ring
Menembakkan bola dari belakang lapangan
Menggunakan dua tangan untuk passing
Gerakan lay-up biasanya diawali dengan:
Lari santai di sekitar lapangan
Dribble dan dua langkah sebelum melompat
Lompatan ke belakang
Menjatuhkan bola ke lantai
Pemberian umpan langsung
Pada saat melakukan lay-up dengan tangan kanan, kaki yang digunakan untuk melompat adalah:
Kaki kiri
Kaki kanan
Kedua kaki
Kaki poros
Kaki penggerak
Dalam situasi permainan, pivot dapat digunakan untuk:
Menyulitkan rekan satu tim
Membuka ruang dan mencari sudut umpan yang lebih baik
Menghentikan permainan
Melakukan lemparan jauh
Mengabaikan lawan
Lay-up dianggap berhasil jika:
Bola memantul di papan kemudian masuk ke ring
Bola melewati garis tengah lapangan
Bola langsung menyentuh papan
Bola menyentuh lantai sebelum masuk ke ring
Bola jatuh ke tangan lawan
Pada gerakan pivot, penting untuk menjaga agar:
Bola tidak berpindah tangan
Kaki poros tetap berada di tempat tanpa melangkah
Kaki melayang terus bergerak
Bola dilempar jauh dari lawan
Kaki berganti-ganti sebagai poros
Gerakan lay-up biasanya lebih efektif dilakukan ketika:
Tidak ada penjagaan ketat dari lawan
Lawan berbaris di depan ring
Waktu hampir habis
Tidak ada wasit di lapangan
Hanya dilakukan oleh pemain bertahan
Dalam permainan bola voli, rotasi pemain dilakukan setiap kali tim mendapatkan:
Poin dari smash lawan
Giliran servis setelah memenangkan reli
Pergantian set
Pelanggaran
Time-out
Arah rotasi pemain dalam permainan bola voli adalah:
Ke kiri
Ke kanan
Secara acak
Diagonal
Berdasarkan keputusan wasit
Posisi pemain yang bertugas melakukan servis disebut:
Libero
Setter
Spiker
Server
Blocker
Dalam permainan bola voli, posisi nomor 1 berada di:
Depan tengah
Belakang kanan
Belakang kiri
Depan kiri
Depan kanan
Dalam permainan bola voli, posisi nomor 1 berada di:
Depan tengah
Belakang kanan
Belakang kiri
Depan kiri
Depan kanan
Seorang pemain voli akan berpindah ke posisi baru setelah timnya berhasil mendapatkan:
Poin dari smash
Timeout
Giliran servis dan memenangkan reli
Serangan lawan
Sesi latihan
Ketika melakukan rotasi, posisi pemain libero:
Tetap di posisi semula
Berputar seperti pemain lain
Hanya boleh masuk ke depan net
Digantikan oleh pemain lain di semua posisi
Masuk dan keluar sesuai kebutuhan pertahanan belakang
Rotasi dalam permainan bola voli penting untuk menjaga:
Penampilan individu
Penyesuaian tempat duduk pemain cadangan
Keseimbangan posisi pemain di lapangan
Waktu istirahat pemain
Gaya bermain tetap sama sepanjang pertandingan
Posisi nomor 3 dalam rotasi bola voli adalah:
Depan tengah
Depan kanan
Belakang tengah
Belakang kanan
Depan kiri
Jika tim lawan mendapatkan poin, maka rotasi pemain:
Berlangsung seperti biasa
Dilakukan segera
Tidak dilakukan hingga tim mendapatkan giliran servis
Dihentikan hingga permainan selesai
Mengikuti posisi tim lawan
Saat rotasi dalam permainan bola voli, pemain yang bergerak ke posisi depan harus memperhatikan:
Jarak dengan bola
Urutan poin
Aturan rotasi dan posisi serangan
Serangan lawan
Posisi pelatih
Dalam gerakan headstand, posisi kepala saat melakukan gerakan harus:
Menghadap ke samping
Menyentuh lantai dengan bagian dahi
Berada di atas alas dengan bagian ubun-ubun menyentuh lantai
Menggantung di udara tanpa menyentuh lantai
Menunduk ke depan
Bagian tubuh yang paling penting untuk menyeimbangkan badan saat melakukan headstand adalah:
Lengan dan bahu
Pinggul
Kaki
Leher
Perut
Untuk mencegah cedera saat melakukan handstand, langkah awal yang penting adalah:
Melakukan peregangan kaki
Menahan napas
Menggunakan dinding sebagai penopang awal
Memutar kepala ke samping
Berlari sebelum berdiri dengan tangan
Pada gerakan handstand, bagian tubuh yang menjadi tumpuan utama adalah:
Kepala
Lengan dan telapak tangan
Lutut
Kaki
Punggung
Saat melakukan headstand, posisi tubuh yang benar adalah:
Tubuh melengkung ke belakang
Tubuh lurus tegak dengan kaki di udara
Kaki menyentuh lantai
Lutut ditekuk
Tubuh miring ke satu sisi
Gerakan handstand memerlukan kekuatan otot utama dari bagian:
Paha dan betis
Lengan, bahu, dan inti tubuh (core)
Leher dan kepala
Jari tangan
Telapak kaki
Untuk melatih keseimbangan saat melakukan handstand, pemula disarankan untuk:
Mengangkat satu tangan
Menggunakan tali untuk mengikat kaki
Berlatih di dinding atau dengan bantuan teman
Melompat saat menyeimbangkan diri
Memutar tubuh ke arah lain
Gerakan headstand berisiko jika dilakukan tanpa:
Memulai dari posisi jongkok
Pemanasan yang cukup dan pengawasan
Meluruskan tangan ke samping
Menggunakan matras empuk
Berlari ke depan
