NEW
Font size
WorksheetsP8. Persiapan UAS MK
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Mengapa kualitas menjadi faktor penting dalam persaingan global saat ini?
Karena kualitas identik dengan harga murah
Karena kualitas menunjukkan tingkat konsumsi
Karena kualitas menentukan keberlangsungan perusahaan di pasar kompetitif
Karena kualitas menurunkan produktivitas
Menurut Garvin, dimensi kualitas produk manufaktur TIDAK mencakup:
Aesthetic
Courtesy
Reliability
Performance
Dimensi kualitas jasa menurut Garvin antara lain:
Performance, Durability, Feature
Tangibles, Reliability, Responsiveness
Conformance, Serviceability, Aesthetic
Durability, Access, Feature
Paradigma baru dalam biaya kualitas menyatakan bahwa:
Semakin tinggi kualitas, semakin tinggi biaya
Biaya kualitas tidak dapat ditekan
Kualitas tidak membutuhkan biaya (quality has no cost)
Kualitas selalu membutuhkan inspeksi akhir
Biaya perbaikan produk karena ditemukan cacat sebelum dikirim ke pelanggan disebut:
Prevention cost
External failure cost
Appraisal cost
Internal failure cost
Salah satu contoh dari prevention cost adalah:
Biaya pelatihan karyawan mengenai kualitas
Biaya pengujian dan inspeksi
Biaya komplain konsumen
Biaya jaminan produk
Berikut ini merupakan tujuan dari konsep kualitas yang menyeluruh (Total Quality), KECUALI:
Memberikan kebebasan penuh pada proses
Fokus pada pelanggan
Perbaikan berkelanjutan
Keterlibatan seluruh karyawan
Apa inti dari konsep Total Quality Management (TQM)?
Kontrol kualitas oleh manajemen puncak
Peningkatan efisiensi produksi melalui pengurangan biaya
Perbaikan berkelanjutan yang melibatkan seluruh organisasi
Delegasi kualitas hanya pada departemen produksi
Prinsip dasar TQM yang paling menekankan pada kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah:
Continuous improvement
Employee involvement
Customer focus
Process management
Dalam pendekatan TQM, siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas?
Divisi produksi
Manajer mutu
Semua orang di organisasi
Tim auditor internal
Continuous improvement dalam TQM sering dikaitkan dengan konsep Jepang:
JIT
Kaizen
Kanban
Gemba
Salah satu hambatan terbesar dalam implementasi TQM di organisasi adalah:
Terlalu banyak pelanggan
Kurangnya sistem komputerisasi
Resistensi terhadap perubahan
Biaya pelatihan yang terlalu rendah
Dalam TQM, benchmarking digunakan untuk:
Membandingkan pengeluaran antar departemen
Menentukan harga produk
Membandingkan proses dan hasil dengan organisasi terbaik
Mencari pemasok dengan harga paling murah
Alat yang sering digunakan dalam implementasi TQM untuk mengidentifikasi penyebab utama masalah kualitas adalah:
Flowchart
Control chart
Histogram
Diagram sebab-akibat (Ishikawa)
Tujuan utama dari Statistical Quality Control (SQC) adalah:
Mengurangi jumlah pegawai
Menghapus proses manual
Mengontrol dan memperbaiki kualitas melalui data statistik
Meningkatkan promosi produk
Control chart digunakan untuk:
Menggambarkan hubungan sebab-akibat
Menyusun jadwal produksi
Menentukan apakah suatu proses dalam kendali statistik
Menentukan biaya kualitas
Suatu proses disebut berada dalam kendali statistik jika:
Semua hasil produk sempurna
Semua variasi dalam batas kendali yang dapat diterima
Tidak ada kesalahan pengiriman
Tidak ada variasi sama sekali
Alat statistik yang digunakan untuk menunjukkan frekuensi kejadian suatu nilai data dalam bentuk batang disebut:
Scatter diagram
Histogram
Pareto chart
Control chart
Alat statistik yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas berdasarkan prinsip 80/20 adalah:
Scatter diagram
Histogram
Pareto chart
Flowchart
Dalam pengendalian kualitas, ukuran dispersi data paling umum digunakan adalah:
Median
Modus
Rata-rata
Standar deviasi
Bila titik-titik dalam control chart menunjukkan pola tertentu (misal: naik terus atau turun terus), maka:
Proses stabil dan dalam kendali
Perlu dilakukan penyaringan data
Ada indikasi penyebab khusus yang memerlukan investigasi
Tidak ada hal penting yang perlu diperhatikan
Tujuan utama dari perencanaan kualitas adalah:
Mengatur shift kerja produksi
Menentukan gaji karyawan
Memastikan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan sejak awal
Mengurangi biaya iklan
Salah satu komponen utama dalam perencanaan kualitas menurut Juran adalah:
Quality control chart
Quality improvement report
Quality planning roadmap
Quality trilogy
Langkah awal dalam proses perencanaan kualitas adalah:
Mengumpulkan data kontrol
Menentukan pelanggan dan kebutuhan mereka
Menyusun laporan keuangan
Membuat perintah kerja
Dalam Quality Function Deployment (QFD), "House of Quality" digunakan untuk:
Mengontrol biaya produksi
Menyusun struktur organisasi
Menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan karakteristik teknis produk
Membuat grafik distribusi
Salah satu manfaat utama dari QFD adalah:
Mengurangi kapasitas produksi
Memastikan seluruh kebutuhan pelanggan dipenuhi dalam desain produk
Menambah tenaga kerja
Menurunkan harga jual
Perencanaan kualitas yang buruk dapat menyebabkan:
Kepuasan pelanggan meningkat
Proses produksi yang fleksibel
Biaya koreksi yang tinggi di akhir proses
Loyalitas merek yang kuat
Dalam konteks manajemen kualitas, siapa yang bertanggung jawab terhadap perencanaan kualitas?
Hanya manajer produksi
Hanya tim pemasaran
Semua departemen terkait
Tim sales dan layanan pelanggan
Tujuan utama dari perbaikan kualitas adalah:
Menyusun laporan keuangan perusahaan
Meningkatkan nilai saham
Menghilangkan penyebab utama ketidaksesuaian
Menambah jumlah lini produksi
Langkah pertama dalam siklus perbaikan kualitas PDCA adalah:
Act
Do
Check
Plan
Six Sigma menargetkan tingkat cacat maksimal sebesar:
3,4 cacat per juta peluang
34 cacat per 100 produk
0,34 cacat per ribu produk
6 cacat per 10 produk
Metodologi DMAIC dalam Six Sigma dimulai dengan:
Analyze
Improve
Define
Control
Dalam perbaikan kualitas, "root cause analysis" digunakan untuk:
Menentukan waktu pengiriman
Menentukan strategi pemasaran
Menelusuri penyebab mendasar dari masalah kualitas
Menyusun rencana anggaran
Salah satu pendekatan alat pemecahan masalah yang digunakan dalam Six Sigma adalah:
Scatter diagram
Fishbone diagram (Ishikawa)
Radar chart
Gantt chart
Keberhasilan program perbaikan kualitas sangat tergantung pada:
Harga bahan baku
Dukungan manajemen puncak
Desain kemasan produk
Ukuran fasilitas produksi
Tujuan utama dari sistem Just In Time (JIT) adalah:
Menyediakan produk dalam jumlah besar
Mengurangi biaya transportasi
Menghilangkan pemborosan dengan menyediakan bahan tepat saat dibutuhkan
Menambah gudang penyimpanan
Salah satu tantangan utama dalam penerapan JIT adalah:
Kelebihan produksi
Kurangnya permintaan
Ketergantungan pada pemasok tepat waktu
Keputusan harga yang tidak stabil
Lean Management berfokus pada:
Menurunkan biaya tenaga kerja
Meningkatkan stok barang jadi
Penghapusan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah
Peningkatan anggaran pemasaran
Dalam prinsip Lean, "value stream mapping" digunakan untuk:
Menyusun anggaran tahunan
Memetakan aliran proses dan mengidentifikasi pemborosan
Merancang sistem informasi
Meningkatkan pangsa pasar
Six Sigma berfokus pada:
Peningkatan jumlah produk
Penghapusan seluruh biaya pemasaran
Pengurangan variasi dan peningkatan konsistensi
Penambahan tenaga kerja
Dalam konteks Six Sigma, "Black Belt" merujuk pada:
Pelatih bela diri yang menjadi manajer proyek
Pekerja yang baru belajar konsep kualitas
Profesional yang memimpin proyek peningkatan Six Sigma
Auditor eksternal dari lembaga akreditasi
Hubungan antara Lean dan Six Sigma adalah:
Tidak ada hubungan karena keduanya saling bertentangan
Lean untuk manufaktur, Six Sigma untuk jasa
Lean fokus pada kecepatan dan pemborosan; Six Sigma pada kualitas dan variasi
Keduanya hanya fokus pada pengurangan biaya
Tujuan utama pengukuran kinerja kualitas adalah:
Menentukan harga jual produk
Mengevaluasi efektivitas promosi
Menilai pencapaian standar mutu dan mendorong perbaikan
Meningkatkan jumlah varian produk
Indikator kualitas yang mengukur seberapa baik produk sesuai spesifikasi disebut:
Reliability
Conformance to specifications
Serviceability
Aesthetic
Cost of Quality (CoQ) meliputi semua biaya berikut KECUALI:
Biaya pencegahan
Biaya kegagalan internal
Biaya promosi
Biaya kegagalan eksternal
Biaya yang dikeluarkan karena produk cacat ditemukan sebelum sampai ke pelanggan disebut:
Prevention cost
Internal failure cost
External failure cost
Appraisal cost
Salah satu metode pengukuran kinerja kualitas berbasis pelanggan adalah:
ISO 9001
Balanced Scorecard
SERVQUAL
Six Sigma
Dalam Balanced Scorecard, perspektif kualitas biasanya dimasukkan dalam:
Perspektif keuangan
Perspektif pelanggan dan proses internal
Perspektif pertumbuhan
Perspektif risiko
Salah satu keuntungan utama menggunakan pengukuran kinerja kualitas secara rutin adalah:
Menurunkan anggaran promosi
Meningkatkan jumlah inventaris
Mengidentifikasi masalah sebelum menjadi lebih besar
Mengurangi kebutuhan pelatihan
Tujuan utama penerapan standar ISO 9001 adalah:
Menurunkan biaya promosi
Meningkatkan daya saing melalui sistem manajemen mutu yang terdokumentasi
Meningkatkan penjualan jangka pendek
Menyederhanakan proses rekrutmen
Salah satu prinsip manajemen mutu ISO 9001 yang penting adalah:
Fokus pada promosi digital
Kepemimpinan yang kuat
Diversifikasi produk
Investasi teknologi tinggi
ISO 14001 berfokus pada aspek:
Mutu pelayanan pelanggan
Keselamatan kerja
Manajemen lingkungan
Keamanan siber
Dokumentasi dalam sistem ISO bertujuan untuk:
Meningkatkan biaya operasional
Menyulitkan proses audit
Menjamin konsistensi dan standarisasi proses
Mengurangi keterlibatan karyawan
Salah satu syarat untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001 adalah:
Harus perusahaan manufaktur
Harus memiliki laba selama 3 tahun berturut-turut
Harus memiliki sistem manajemen mutu yang terdokumentasi dan diaudit
Harus beroperasi di lebih dari satu negara
Keuntungan utama dari sertifikasi ISO bagi organisasi adalah:
Menurunkan loyalitas pelanggan
Mengurangi biaya pelatihan
Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan efisiensi operasional
Menghapus proses dokumentasi
Apa yang dimaksud dengan budaya kualitas dalam organisasi?
Sistem dokumentasi produk
Kumpulan nilai dan keyakinan yang mendorong praktik mutu dalam organisasi
Budaya kerja lembur tanpa cacat
Fokus pada penurunan biaya produksi
Salah satu ciri organisasi dengan budaya kualitas tinggi adalah:
Kepatuhan administratif yang ketat
Fokus pada kuantitas produksi
Komitmen seluruh karyawan terhadap peningkatan kualitas
Peningkatan harga jual secara konsisten
Untuk membangun budaya kualitas, manajemen harus:
Menurunkan target produksi
Menyederhanakan prosedur audit
Memberikan contoh dan keterlibatan langsung dalam penerapan mutu
Menghindari evaluasi kinerja
Hambatan umum dalam pengembangan budaya kualitas adalah:
Kelebihan tenaga kerja
Ketidakjelasan visi dan misi organisasi
Terlalu banyak insentif
Over-komunikasi dalam organisasi
Mengapa komunikasi penting dalam membangun budaya kualitas?
Untuk meningkatkan penjualan
Untuk mengurangi persaingan internal
Untuk menyampaikan nilai-nilai kualitas secara konsisten dan menyeluruh
Untuk mempercepat audit keuangan
