NEW
Font size
WorksheetsSoal UAS Patofisiologi - D3 Kep Sem.II, Juni 2025 (FXDotulong)
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Ilmu yg bersifat integratif yg menggambarkan konsep-konsep dari berbagai ilmu dasar & klinis, termasuk anatomi, fisiologi, biokimia, biologi sel dan molekular, genetika, farmakologi, dan patologi:
Patologi
Patofisiologi
Patogenesis
Etiologi
Manifestasi
Perasaan Subjektif terhadap adanya sesuatu yg salah / diluar kewajaran pda diri individu:
Etiologi
Manifestasi Klinis
Tanda
Komplikasi
Gejala
Kondisi Sepsis dapat terjadi pada kasus Appendicitis Perforasi akibat Peritonitis. Keadaan ini disebut:
Etiologi
Manifestasi Klinis
Tanda
Komplikasi
Gejala
Tekanan darah 130/90 mmHg, Nadi 98 x/menit, Respirasi 22 x/menit, Suhu Tubuh 38°C. Data ini termasuk pada:
Etiologi
Manifestasi Klinis
Tanda
Komplikasi
e. Gejala
Struktur Otak yang mempertahankan Homeostasis Tubuh untuk mengendalikan pertumbuhan tubuh, maturasi dan reproduksi:
Medula Oblongata
Otak
Formatio Retikularis
Tumbuh Kembang
Kelenjar Hipofisis
Struktur Otak yang mempertahankan Homeostasis Tubuh untuk berbagai fungsi vital yaitu Respirasi, dan Sirkulasi:
Medula Oblongata
Otak
Formatio Retikularis
Tumbuh Kembang
Kelenjar hipofisis
Keadaan dimana individu tidak berada dlm kondisi sehat yg “normal”:
Homeostasis
Illnes
Disease
Gangguan Tubuh
Abnormal
Kondisi yg terjdi saat homeostasis tidak dpt dipertahankan:
Homeostasis
Illnes
Disease
Gangguan Tubuh
Abnormal
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di RS. Berdasarkan hasil pengkajian, klien mengeluhkan adanya masalah konstipasi. Kondisi konstipasi yang dialami klien merupakan manifestasi klinis yang masuk pada bagian:
Hiperfungsi
Hipofungsi
Gangguan Abdomen
Gangguan Peristaltik Usus
Gangguan Eliminasi
Stadium perkembangan penyakit dimana tanda & gejala biasanya ringan & tidak khas:
Pajanan
Laten
Prodromal
Akut
Remisi
Stadium perkembangan penyakit yang hanya terjadi pada sebagian penyakit & biasanya akan diikuti oleh fase akut lain:
Pajanan
Laten
Prodromal
Akut
Remisi
Stadium perkembangan penyakit dimana tubuh pasien masih bisa berfungsi seolah-olah tidak ada penyakit pada tubuhnya:
Inkubasi
Recovery
Konvalesensi
Cedera
Sub Akut Klinis
Stadium perkembangan penyakit dimana tidak terlihat tanda & gejala pada masa ini:
Inkubasi
Recovery
Konvalesensi
Cedera
Sub Akut Klinis
Stadium perkembangan penyakit dimana tidak nampak tanda & gejala penyakit yg tersisa:
Inkubasi
Recovery
Konvalesensi
Cedera
Sub Akut Klinis
Kondisi lingkungan yang baru dan tidak pernah dihadapi / dialami sebelumnya merupakan situasi yang termasuk dalam stressor:
Fisik
Kimia
Psikis
Adaptif
Maladaptif
Berdasarkan kualifikasi etiologi penyakit, Hemofilia termasuk pada golongan penyakit:
Toksik
Kongenital
Herediter
Traumatik
Infeksi
Penyakit yang disebabkan invasi organisme patogen hidup (bakteri, virus, jamur, protozoa, cacing) termasuk pada golongan penyakit:
Toksik
Kongenital
Herediter
Traumatik
Infeksi
Penyakit Huntington termasuk pada golongan penyakit:
Toksik
Kongenital
Herediter
Traumatik
Infeksi
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) termasuk pada golongan penyakit:
Degeneratif
Imunologik
Neoplastik
Marasmus
Kwashiorkor
Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan di bagian bawah kulit (edema), akibat terlalu banyaknya cairan dalam jaringan tubuh. Pembengkakan dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh dan umumnya dimulai di kaki:
Degeneratif
Imunologik
Neoplastik
Marasmus
Kwashiorkor
Jaudice / sakit kuning akibat kerusakan hati termasuk pada golongan penyakit:
Metabolik
Psikogenik
Molekuler
Latrogenik
Ideopatik
Sickle Cell Anemia termasuk pada golongan penyakit:
Metabolik
Psikogenik
Molekuler
Latrogenik
Ideopatik
Mesenterium yang merupakan selaput pembungkus organ dalam perut termasuk pada jenis sel:
Sel Epitel
Jaringan Ikat Sejati
Jaringan Ikat Cair
Jaringan Ikat Penyokong
Sel Otot
Silia yg melapisi saluran pernapasan termasuk pada sel:
Sel Epitel
Jaringan Ikat Sejati
Jaringan Ikat Cair
Jaringan Ikat Penyokong
Sel Otot
Fasia yang merupakan selaput pembungkus otot termasuk pada jenis sel:
Sel Epitel
Jaringan Ikat Sejati
Jaringan Ikat Cair
Jaringan Ikat Penyokong
Sel Otot
Jaringan tulang keras dan tulang rawan termasuk pada jenis sel:
Sel Epitel
Jaringan Ikat Sejati
Jaringan Ikat Cair
Jaringan Ikat Penyokong
Sel Otot
Jaringan limfa berperan dalam sistem imunitas tubuh termasuk pada jenis sel:
Sel Epitel
Jaringan Ikat Sejati
Jaringan Ikat Cair
Jaringan Ikat Penyokong
Sel Otot
Berkontraksi spontan karena kemampuan interinsiknya untuk depolarisasi dan melepaskan potensial aksi merupakan sifat dari otot:
Polos
Rangka
Jantung
Involunter
Volunter
Sel otot yang terdapat pada sistem vaskular, saluran perkemihan, semua bagian saluran cerna, serta bekerja secara tidak sadar merupakan sifat dari otot:
Polos
Rangka
Jantung
Involunter
Volunter
Sel otot yang berkontraksi secara volunter (sadar) sewaktu dirangsang impuls neuron motorik merupakan sifat dari otot:
Polos
Rangka
Jantung
Involunter
Volunter
Akromegali merupakan bagian dari cedera pada sel yang dalam konsep patofisiologis digolongkan pada:
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasia
Metaplasia
Displasia
Chronic Heart Failure merupakan bagian dari cedera pada sel otot jantung yang dalam konsep patofisiologis digolongkan pada:
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasia
Metaplasia
Displasia
Perubahan sel-sel saluran pernapasan dari sel epitel kolumnar bersilia menjadi sel epitel skuamosa bertingkat, sebagi respon terhadap merokok jangka panjang, tergolong pada:
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasia
Metaplasia
Displasia
Kondisi yang terjadi setiap bulan pada sel-sel uterus selama stadium folikular siklum menstruasi, tergolong pada:
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasia
Metaplasia
Displasia
Gangguan pada serviks wanita akibat infeksi sel oleh Human Papiloma Virus, tergolong pada:
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasia
Metaplasia
Displasia
Fetal Alcohol Syndrome merupakan kecacatan lahir pada bayi akibat bahan:
Trisomi
Hidrosephalus
DNA Tidak Stabil Herediter
Monosomi
Teratogenik
Sindrom Turner tergolong pada kecacatan akibat gangguan kromosom yang tergolong pada:
Trisomi
Hidrosephalus
DNA Tidak Stabil Herediter
Monosomi
Teratogenik
Sindrom Down tergolong pada kecacatan akibat gangguan kromosom yang tergolong pada:
Trisomi
Hidrosephalus
DNA Tidak Stabil Herediter
Monosomi
Teratogenik
Sindrom X Rapuh (Fragile X Syndrome) tergolong pada kecacatan akibat gangguan kromosom yang tergolong pada:
Trisomi
Hidrosephalus
DNA Tidak Stabil Herediter
Monosomi
Teratogenik
TORCH merupakan salah satu penyakit infeksi, yang masuk pada kelompok:
Trisomi
Hidrosephalus
DNA Tidak Stabil Herediter
Monosomi
Teratogenik
Tumor jinak yang tumbuh di jaringan lemak tubuh, biasanya muncul di punggung, bahu, lengan, atau leher:
Nevi
Fibroid
Lipoma
Adenoma
Meningioma
Pertumbuhan tumor jinak di selaput pembungkus otak dan sumsum tulang belakang:
Nevi
Fibroid
Lipoma
Adenoma
Meningioma
Melanoma maligna merupakan tumor ganas yang pada perkembangan awalnya berasal dari jaringan:
Sel pigmen kulit
Sistem imun
Mukosa
Tulang
Otak
Limfoma Hodgkin merupakan tumor ganas yang pada perkembangan awalnya berasal dari jaringan:
Sel pigmen kulit
Sistem imun
Mukosa
Tulang
Otak
Kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening yang berada di sekitar sel kanker primer:
Stadium 0
Stadium 1
Stadium 2
Stadium 3
Stadium 4
Stadium kanker dimana sel kanker telah berkembang ke jaringan serta organ tubuh lainnya termasuk pada stadium:
Stadium 0
Stadium 1
Stadium 2
Stadium 3
Stadium 4
Tingkat keparahan kanker dimana pertumbuhan sel menjadi lebih cepat daripada sel normal termasuk pada tingkat:
Tingkat 0
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4
Salah satu manifestasi klinis dari Malignant Fungating Wounds yaitu peningkatan permeabilitas pembuluh darah dan sekresi faktor permeabilitas vascular oleh sel tumor, yang merupakan penyebab dari masalah:
Bau
Eksudat
Nyeri
Perdarahan
Lemah
Nyeri seperti disayat, ditusuk, dipukul benda tumpul, terbakar/rasa panas., termasuk pada pengkajian nyeri bidang:
Paliative-Provocative
Quality
Region-Radiation
Scale-Severity
Time
Bojes dibawa ke RS karena kecelakaan motor akibat mabuk saat berkendara. Terdapat vulnus laceratum di daerah frontal kepala, sehingga dia mengeluhkan rasa nyeri dengan skala 8, yang tergolong pada:
Tidak nyeri
Nyeri ringan
Nyeri sedang
Nyeri berat terkontrol
Nyeri berat tidak terkontrol
