NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsSoal Ukom Kep. Jiwa
Total questions: 41
Worksheet time: 31mins
Name
Class
Date
1.
Seorang laki-laki, umur 34 tahun, dirawat di RSJ karena mengamuk dan memukul keluarganya. Pasien mengatakan kesal dan tersinggung dengan perkataan keluarganya. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien gelisah, berjalan mondar mandir, tatapan mata tajam, dan nada suara tinggi. Pasien mengenal penyebab, tanda gejala dan akibat dari marah yang dialaminya. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Melatih napas dalam.
b)
Memfasilitasi kegiatan spiritual.
c)
Membantu latihan pukul bantal..
d)
Mengajarkan cara bicara yang baik.
e)
Memasukkan jadual kegiatan harian.
2.
Seorang laki-laki, umur 46 tahun, dibawa ke RSJ karena mengurung diri karena malu, kadang marah tanpa sebab. Pasien mengatakan tidak tertarik untuk berkomunikasi karena menurut pasien tidak ada manfaatnya. Hasil pemeriksaan pasien terlihat lesu, kontak mata kurang nada suara pelan, dan pakaian tidak rapi. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Halusinasi.
b)
Defisit perawatan diri.
c)
Isolasi sosial.
d)
Risiko perilaku kekerasan.
e)
Harga diri rendah.
3.
Seorang laki-laki, umur 55 tahun dirawat di RSJ karena sering marah-marah tanpa sebab, suka melempar benda - benda yang ada disekitarnya dan hampir memukul istrinya sejak tiga hari yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukan pasien sudah mampu mengontrol marahnya dengan teknik napas dalam, pukul bantal, dan minum obat dengan teratur. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Mengajarkan cara bicara yang baik.
b)
Membimbing kegiatan spiritual.
c)
Memberikan obat kembali.
d)
Membuat jadwal kegiatan.
e)
Melatih dengan cara fisik.
4.
Seorang perempuan, umur 17 tahun, dirawat di RSJ karena keluyuran sejak satu minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukan pasien selalu menyendiri, tidak ada kontak mata dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Saat keluarga berkunjung ternyata perawat adalah tetangga pasien dan keluarga berharap perawat tidak menginformasikan keberadaan pasien ke siapapun. Apakah prinsip legal dan etik yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Maleficience.
b)
Beneficienc.
c)
Autonomy.
d)
Veracity.
e)
Justice.
5.
Seorang perempuan, umur 27 tahun, dirawat di RSJ karena marah tanpa sebab. Pasien mengatakan "Saya sedang mendengar suara yang menyuruh saya marah-marah dan memukul orang". Hasil pemeriksaan pasien mondar mandir, komat kamit dan kontak mata kurang. Perawat mengenalkan halusinasi ke pasien. Apakah kalimat yang tepat diucapkan perawat pada kasus tersebut?
a)
"Saya percaya apa yang Ibu dengar, tapi Saya tidak mendengarnya"
b)
"Kapan suara-suara itu muncul?"
c)
"Baiklah Ibu, coba perhatikan Saya."
d)
"Apa yang Ibu lakukan saat ada suara itu?"
e)
"Saya paham yang Ibu alami, tapi sulit bagi Saya untuk percaya"
6.
Seorang laki laki, umur 36 tahun dirawat di RSJ karena dirumah selalu mengurung diri dikamar dan tidak mau mandi. Hasil observasi pasien tampak tenang, berpakaian lusuh, badan berbau, kuku panjang dan kotor, jarang mandi. Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
a)
Melatih makan secara mandiri
b)
Melakukan BAB/BAK secara mandiri
c)
Menjelaskan cara perawatan kebersihan diri
d)
Mengajarkan cara berdandan
e)
Mendemonstrasikan cara merawat pasien kepada keluarga
7.
Seorang perempuan, umur 29 tahun, dirawat di RSJ dengan alasan marah-marah tanpa sebab dan keluyuran sejak satu minggu yang lalu. Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang mengancam untuk dibunuh saat dirinya sendiri. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien berbicara sendiri dan raut muka ketakutan. Pasien sudah mampu mengenal halusinasi yang dialami. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Mengajarkan cara menghardik halusinasi.
b)
Melibatkan pasien dalam kegiatan.
c)
Melatih bercakap-cakap dengan orang lain.
d)
Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi.
e)
Memasukkan ke dalam jadual kegiatan harian.
8.
Seorang laki-laki, umur 50 tahun, dirawat di RSJ karena sudah 2 minggu tidak mau keluar rumah, selalu menyendiri di dalam kamar. Hasil pengkajian, pasien tidak mau berinteraksi dengan orang lain, tidak mau makan, tidak mau mandi, kontak mata kurang. Pasien mengatakan dirinya tidak berguna bagi orang lain. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus tersebut?
a)
Melibatkan pasien dalam Terapi Aktifitas Kelompok
b)
Mengajarkan teknik meningkatkan harga diri
c)
Menilai kemampuan positif yang dimiliki pasien
d)
Mendiskusikan kemampuan positif yang dimiliki pasien
e)
Memilih kemampuan positif yang dimiliki pasien
9.
Seorang laki-laki, umur 27 tahun, dirawat di RSJ dengan alasan marah-marah dan bicara sendiri sejak satu minggu yang lalu. Pasien mengatakan kesal. Hasil observasi pasien berbicara kasar dan suka berkelahi dengan pasien lain, mondar mandir, dan penampilan tidak rapi. Perawat mengajarkan relaksasi napas dalam, dan ia mengatakan belum mampu melakukannya. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien.
b)
Mengulangi kembali cara relaksasi napas dalam.
c)
Melanjutkan latihan kedua memukul bantal.
d)
Melatih pasien dengan cara spiritual.
e)
Minum obat teratur.
10.
Seorang laki-laki, umur 31 tahun, dirawat di RSJ karena mengurung diri sejak satu bulan yang lalu. Pasien mengatakan sangat terganggu dengan suara yang didengarnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien marah-marah tanpa sebab, bicara sendiri, dan mondar mandir. Apakah tindakan keperawatan pertama pada kasus tersebut?
a)
Mengajarkan cara menghardik.
b)
Mengidentifikasi halusinasi.
c)
Mengajak melakukan kegiatan terjadwal.
d)
Membimbing bercakap-cakap dengan pasien lain.
e)
Membantu memanfaatkan obat dengan benar.
11.
Seorang laki-laki, umur 27 tahun, dirawat di RSJ karena bicara dan tertawa sendiri sejak dua mingu yang lalu. Pasien mengatakan mendengar suara-suara yang mengganggu, merasa sangat menjijikkan dan menakutkan. Hasil pemeriksaan menujukkan pasien mampu menyebutkan jenis, waktu, isi, frekuensi dan respon pasien pada saat halusinasi muncul. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Anjurkan pasien untuk bercakap-cakap.
b)
Melatih cara menghardik.
c)
Membimbing aktivitas di ruangan.
d)
Mengajak melakukan kegiatan.
e)
Anjurkan minum obat dengan benar.
12.
Seorang laki-laki, umur 40 tahun, dirawat di RSJ karena mengurung diri sejak satu bulan yang lalu. Pasien mengatakan malas bercakap-cakap dengan orang lain. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tidak mau berbicara namun kadang- kadang masih ada kontak mata, selalu duduk sendiri, dan tidak mau berkumpul dengan teman-temannya. Pasien mampu menyebutkan alasan tidak mau bergaul dengan orang lain. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Melatih melakukan kegiatan yang melibatkan orang lain.
b)
Mendemonstrasikan cara berbelanja.
c)
Mendemonstrasikan cara berbelanja.
d)
Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap
e)
Memasukkan latihan ke dalam jadual kegiatan harian.
13.
Seorang laki-laki, umur 23 tahun, dibawa ke RSJ karena mengurung diri, marah-marah tanpa sebab dan tidak mau beraktivitas sejak enam hari yang lalu. Pasien mengatakan saya malas melakukan perawatan diri. Hasil pemeriksaan menunjukkan penampilan pasien tidak rapih, tercium bau pesing, mulut bau dan gigi kotor. Apakah rencana tindakan keperawatan yang tepat pada kasus utama tersebut?
a)
Ajak pasien bersosialisasi.
b)
Ajarkan teknik menghardik.
c)
Latih teknik relaksasi napas dalam.
d)
Diskusikan cara perawatan diri
e)
Identifikasi aspek positif yang dimiliki.
14.
Seorang laki-laki, umur 33 tahun, dirawat di RSJ karena mengamuk. Hasil observasi saat jam makan siang tiba-tiba pasien mengancam akan memukul orang-orang di sekitarnya.Apakah tindakan utama yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
a)
Membiarkan pasien menyelesaikan makannya terlebih dahulu.
b)
Membiarkan pasien menunggu hingga emosinya reda
c)
Melakukan restrain saat itu juga.
d)
Melakukan fiksasi dan pemberian obat penenang.
e)
Memisahkan pasien dan membawa pasien ke ruangan isolasi.
15.
Seorang laki-laki, umur 39 tahun, dibawa ke RSJ karena mengamuk sejak satu bulan yang lalu akibat tidak minum obat. Keluarga mengatakan pasien pernah dirawat di RSJ satu tahun yang lalu dan memiliki kakek yang gangguan jiwa. Pasien dibesarkan dengan kekerasan, pernah di PHK saat usia 20 tahun, dan pernah dibuly saat usia 10 tahun. Apakah faktor presiitasi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Pola asuh yang salah.
b)
Berhenti bekerja.
c)
Herediter.
d)
Putus obat.
e)
Trauma.
16.
Seorang perempuan umur 28 tahun dibawa ke RSJ karena dirumah selalu mengurung diri. Menurut ibunya, pasien pernah mengalami trauma sebulan yang lalu akibat kekerasan fisik oleh majikannya waktu ia bekerja sebagai TKI. Saat dikaji pasien mengatakan bahwa ia berusaha keras mencoba memendam dan melupakan trauma itu Apakah koping yang digunakan oleh pasien tersebut?
a)
Reaksi formasi.
b)
Rasionalisasi.
c)
Proyeksi.
d)
Supresi.
e)
Denial.
17.
Seorang perempuan, umur 32 tahun, dibawa ke poliklinik RSJ karena tidak bisa tidur sejak satu minggu yang lalu. Pasien mengatakan khawatir tidak ada laki-laki yang suka padanya, merasa dada berdebar-debar dan keringat dingin. Hasil pemeriksaan menunjukan pasien tampak gelisah dan tidak mampu berkonsentrasi. Apakah tindakan keperawatan pertama pada kasus tersebut?
a)
Melatih kegiatan spiritual.
b)
Mempraktikan tehnik relaksasi napas dalam.
c)
Mendemionstrasikan latihan hipnotis 5 jari
d)
Mengajarkan cara pengalihan situasi.
e)
Membantu mengungkapkan perasaannya.
18.
Seorang perempuan, umur 23 tahun dirawat di RSJ karena mengamuk sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Perawat melakukan interaksi singkat dan sering, penuh perhatian di samping pasien, selalu menyapa pasien agar terbina hubungan saling percaya,.Apakah prinsip moral etik yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Beneficience.
b)
Autonomi.
c)
Refresh
d)
Juscite.
e)
Veracity.
19.
Seorang perempuan, umur 27 tahun, dirawat di RSJ karena mengamuk satu minggu yang lalu. Pasien mengatakan kesal dengan ayahnya. Hasil pemeriksaan menunjukan mondar mandir, pandangan tajam. Pasien mampu mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala serta akibat marahnya. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Melatih patuh minum obat.
b)
Mengajarkan kegiatan spiritual.
c)
Mendiskusikan cara bicara yang baik.
d)
Membantu membuat jadual kegiatan harian.
e)
Membimbing cara tarik nafas dalam.
20.
Seorang laki-laki, umur 60 tahun, korban bencana tanah longsor, ditemukan dengan kondisi luka perdarahan pada bagian kepala. Pada saat pengkajian didapatkan korban tidak bernapas dan menunjukkan adanya tanda-tanda kematian. Apakah warna label triase yang diberikan pada kasus tersebut?
a)
Merah
b)
Kuning
c)
Hijau
d)
Hitam
e)
Putih
21.
Seorang laki-laki, umur 37 tahun, dibawa ke RSJ karena mendengar suara-suara. Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara memanggil namanya. Hasil observasi pasien bicara sendiri, tertawa sendiri, komat kamit. Perawat merencanakan latihan untuk mengontrol suara tersebut. Apakah tindakan yang dimaksud pada kasus tersebut?
a)
Ajarkan kepada pasien cara menghardik.
b)
Latih pasien untuk melakukan perawatan diri.
c)
Latih pasien untuk menyusun jadwal kegiatan harian.
d)
Latih pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan pukul bantal.
e)
Jelaskan kepada pasien tentang keuntungan dan kerugian bercakap-cakap dengan orang lain.
22.
Seorang laki-laki, umur 39 tahun, sedang dirawat di RSJ dengan keluhan suka keluyuran sejak satu minggu yang lalu. Pasien mengatakan malas mandi. Hasil pemeriksaan pasien tenang, mondar mandir, pasien belum mau mandi sejak masuk RS, tercium bau kurang sedap, terlihat bajunya tidak rapi. Perawat sedang melatih pasien cara merawat dirinya. Perawat sedang melakukan evaluasi subjektif pada pasien. Apakah komunikasi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
"Mari kita buat jadual latihan Pak, Bapak mau latihan berapa kali?".
b)
"Bagaimana perasaannya Bapak hari ini?".
c)
"Jangan lupa lakukan latihannya sesuai jadwal ya Pak!".
d)
"Bagaimana perasaan Bapak setelah kita latihan tadi?"
e)
"Coba ulangi apa yang sudah kita pelajari tadi Pak!".
23.
Seorang perempuan, umur 23 tahun, dirawat di RSJ dengan alasan mengamuk dan merusak lingkungan. Hasil pemeriksaan pasien terlihat tegang, tangan dikepal muka merah, mengeluarkan kata-kata kasar dengan nada tinggi, tatapan mata tajam, mengancam dan meludahi setiap orang yang mencoba mendekatinya, penampilan tidak rapi, pakaian kotor dan tercium bau keringat.
a)
ajarkan pasien pukul bantal dan kasur
b)
penuhi kebutuhan perawatan diri pasien
c)
ajarkan teknik relaksasi latihan napas dalam
d)
lakukan pengekangan fisik dengan kontrak yang jelas
e)
orientasikan pasien terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya
24.
Seorang perempuan, umur 37 tahun, dirawat di RSJ karena marah-marah dan membanting pintu saat di rumah, merusak dan melempar barang-barang. Pasien mengatakan benci dan kesal pada temannya yang suka menjelek-jelekkannya. Hasil pemeriksaan saat bicara pandangan tajam dan nada suara tinggi. Saat ini pasien mengatakan marahnya sudah berkurang dengan latihan nafas dalam Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
membimbing melakukan kegiatan
b)
membimbing cara minum obat yang tepat
c)
mbantu mengontrol marah secara verbal
d)
Mengajak pasien berdoa
e)
mengajak pasien memukul kasur dan bantal
25.
Seorang laki-laki, umur 20 tahun, dirawat di RSJ dengan isolasi sosial. Pasien mengatakan sudah mau berinteraksi. Hasil pemeriksaan pasien sudah mau diajak interaksi, dan mampu menjawab pertanyaan seperlunya. Pasien akan dilibatkan dalam kegiatan Terapi aktivitas kelompok. Perawat dan tim sedang melaksankan terapi aktifitas kelompok sosialisasi dan sudah melakukan evaluasi validasi. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
menjelaskan aturan kegiatan
b)
menyampaikan tujuan
c)
menyampaikan lama berlangsungnya kegiatan
d)
menyampaikan tempat kegiatan
e)
menyampaikan tata tertib
26.
Seorang perempuan, umur 29 tahun, dirawat di RSJ karena pasien malu dan menghindar dari orang lain. Paien mengatakan tidak berani berkumpul dengan orang lain. Hasil pemeriksaan pasien tampak menyendiri dan murung. Perawat mengidentifikasi kemampuan melakukan kegiatan dan aspek positif dengan membuat daftar kegiatan. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
merencanakan kegiatan yang telah dilatihnya
b)
menilai kemampuan yang dapat digunakan
c)
melatih kegiatan yang telah dipilih sesuai kemampuan
d)
memilih kegiatan yang sesuai kemampuan
e)
memberikan pujian pada pasien
27.
Seorang perempuan, umur 35 tahun, dirawat di RSJ karena mengurung diri sejak anak pertamanya meninggal karena Covid-19 satu bulan yang lalu. Pasien mengatakan dirinya tidak berguna dan bukan ibu yang baik, pasien bercerai dengan suaminya satu tahun yang lalu dan tidak memiliki penghasilan. Apakah faktor presipitasi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Kehilangan.
b)
Masalah ekonomi.
c)
Kegagalan.
d)
Perpisahan.
e)
Tidak bekerja
28.
Seorang laki-laki, umur 33 tahun, dibawa ke RSJ dengan alasan mengamuk dan memukul orang. Keluarga mengatakan pasien menjadi pemarah sejak pernikahan kandas mengurangi rumah tangga sebagai kepala keluarga 3 bulan yang lalu, pernah dirawat di RSJ enam bulan yang lalu. Hasil observasi wajah tegang.Apakah faktor presipitasi pada kasus tersebut?
a)
memukul orang
b)
pengobatan tidak berhasil
c)
mengamuk
d)
gagal dalam pernikahan
e)
riwayat dirawat
29.
Seorang laki-laki, umur 25 tahun, dibawa oleh keluarga ke RSJ dengan keluhan suka tersenyum sendiri dan mondar- mandir sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan kesal karena melihat bayangan yang terus menganggu dan menghina dirinya. Pasien merasa tidak nyaman dan sulit tidur. Apakah pengkajian yang perlu dilengkapi pada kasus tersebut?
a)
Perasaan pasien saat muncul halusinasi.
b)
Durasi terjadinya halusinasi.
c)
Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi.
d)
Isi halusinasi.
e)
Upaya yang dilakukan pasien saat muncul halusinasi.
30.
Seorang perempuan, umur 35 tahun, dirawat di RSJ karena mengurung diri sejak anak pertamanya meninggal karena Covid-19 satu bulan yang lalu. Pasien mengatakan dirinya tidak berguna dan bukan ibu yang baik, pasien bercerai dengan suaminya satu tahun yang lalu dan tidak memiliki penghasilan. Apakah faktor presipitasi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Kehilangan.
b)
Masalah ekonomi.
c)
Kegagalan.
d)
Perpisahan.
e)
Tidak bekerja.
31.
Seorang perempuan berusia 38 tahun masuk di UGD RSJ dengan keluhan utama sering mengamuk atau melakukan kekerasan pada orang lain. Pada saat pengkajian pasien terus berbicara tentang dirinya sendiri dan cenderung diulang-ulang serta sangat mendominasi pembicaraan. Muka tegang, Isi pembicaraan pasien membanjir, tidak mampu membedakan antara kenyataan dan bukan kenyataan. Pasien kadang menghindar dari orang lain dan sering merendahkan diri. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
a)
Harga diri rendah
b)
Resiko perilaku kekerasan
c)
Isolasi sosial : menarik diri
d)
Perubahan persepsi sensori : Halusinasi
e)
Perubahan proses pikir : Waham
32.
Seorang perempuan berusia 41 tahun masuk RS jiwa dengan keluhan mendengar suara-suara dan sering mengamuk. Pada saat diobservasi pasien tampak menyendiri,selalu meghindar dari orang lain dan tampak kurang memperhatikan penampilan dirinya. Saat dikaji oleh perawat pasien mengatakan pasien merasa sepi, merasa tidak aman lagi, orang disekitarnya membencinya dan pasien merasadirinya jelek, miskin dan merasa tidak berguna lagi hidup didunia ini. Apakah masalah utama dari pasien di atas?
a)
Isolasi social
b)
Risiko tinggi perilaku kekerasan
c)
Harga diri rendah
d)
Ganguan sensori persepsi:halusinasi
e)
Percobaan Bunuh diri
33.
Seorang pria berusia 39 tahun masuk RS dengan keluhan mengamuk dan rencana bunuh diri. Saat diobservasi pasien tampak sedih, banyak diam, tertawa sendiri serta selalu menyendiri dan menghindar dari orang lain. Saat dikaji oleh perawat pasien mengatakan merasa ditolak oleh kelompoknya, merasa tidak aman dan tak berguna lagi serta merasa kesepian. Apakah core problem pada kasus diatas ?
a)
Isolasi social
b)
Risiko tinggi perilaku kekerasan
c)
Harga diri rendah
d)
Ganguan sensori persepsi:halusinasi
e)
Defisit perawatan diri
34.
Seorang laki-laki, umur 24 tahun, dirawat di RSJ. Hasil pengkajian menunjukkan pasien tampak duduk sendirian, mulut komat kamit, dan terkadang tersenyum. Perawat lalu datang menemui pasien. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Menyusun aktivitas terjadwal
b)
Menjelaskan obat-obatan pada pasien
c)
Melatih pasien menghardik halusinasi
d)
Melatih pasien mengenal halusinasinya
e)
Menyapa dan mengajak pasien berbicara
35.
Seorang laki-laki, umur 24 tahun, dirawat di RSJ. Hasil pengkajian menunjukkan pasien tampak duduk sendirian, mulut komat kamit, dan terkadang tersenyum. Perawat lalu datang menemui pasien. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Menyusun aktivitas terjadwal
b)
Menjelaskan obat-obatan pada pasien
c)
Melatih pasien menghardik halusinasi
d)
Melatih pasien mengenal halusinasinya
e)
Menyapa dan mengajak pasien berbicara
36.
Seorang laiki-laki, umur 40 tahun, dirawat di RSJ karena mengumpat-ngumpat tetangga. Pasien tampak kotor sering menyendiri di kamar, tampak mulut komat-kamit dan mengumpat-ngumpat dikarenakan merasa disuruh kakeknya yang telah meninggal dunia. Apakah rencana tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Anjurkan melakukan kegiatan sesuai jadwal
b)
Bantu pasien mengenal halusinasinya
c)
Latih berintraksi dengan orang lain
d)
Ajarkan melakukan kebersihan diri
e)
Gunakan obat secara teratur
37.
Seorang laki-laki, umur 45 tahun, dibawah keluarga ke poli jiwa dengan riwayat banyak bicara, gelisah, emosi labil, mondar mandir. Memecahkan TV, dan melempari rumah tetangganya saat perawat akan melakukan interaksi, pasien memaki dan meludahi perawat. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Menegur pasien
b)
Mendekati pasien
c)
Tetap bersikap tenang
d)
Meminta keluarga menenangkan pasien
e)
Meminta perawat lain untuk menggantikannya
38.
Seorang laki-laki, umur 22 tahun, dirawat di RSJ karena mengamuk. Saat dikaji pasien menunjukkan tampak tenang dapat berintraksi dan berbicara dengan baik. Pasien sedang dilahit perawat latihan meminta minuman dengan cara yang baik pada pasien lain. Apakah kemampuan pasien yang harus dievaluasi pada kasus tersebut?
a)
Kemampuan menyalurkan marah dengan memukul bantal
b)
Kemampuan mengendalikan marah dengan berdoa
c)
Kemampuan mengendalikan marah secara verbal
d)
Kemampuan minum obat dengan benar
e)
Kemampuan tarik nafas dalam
39.
Seorang laki-laki, umur 45 tahun, dibawah keluarga ke poli jiwa dengan riwayat banyak bicara, gelisah, emosi labil, mondar mandir. Memecahkan TV, dan melempari rumah tetangganya saat perawat akan melakukan interaksi, pasien memaki dan meludahi perawat. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Menegur pasien
b)
Mendekati pasien
c)
Tetap bersikap tenang
d)
Meminta keluarga menenangkan pasien
e)
Meminta perawat lain untuk menggantikannya
40.
Seorang perempuan, umur 26 tahun, dibawah di RSJ. Hasil pengkajian menunjukan pasien sering menyalahkan dirinya tidak mampu, mengkritik diri sendiri mempunyai perasaan pesimis menghadapi masalah hidup mempunyai pandangan hidup yang hampa, mengalami penurunan pada produktivitas dan menolak semua tugas yang diberikan karena merasa kecil dan bodoh. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Resiko perilaku kekerasan
b)
Defisit perawatan diri
c)
Harga diri rendah
d)
Isolasi sosial
e)
Halusinasi
41.
Seorang laki-laki, umur 24 tahun, dirawat di RSJ. Hasil pengkajian pasien tampak menyendiri, tidak mau bergaul dengan teman, teman di ruangan, tidak ada kontak mata, menunduk, tidak kooperatif, pasiensulit berkomunikasi selama dirawat. Apakah tindakan yang pertaman dilakukan pada kasus tersebut?
a)
Mengajak pasien berkenalan dengan orang lain
b)
Mengajak pasien berkenalan dengan kelompok
c)
Mengajak pasien dalam kegiatan TAK
d)
Membina hubungan saling percaya
e)
Mengkaji penyebab menarik diri
Reset
