wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN SOAL UP PPG

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru mengajarkan kepada siswa tentang pengenalan huruf dan kata dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dalam hal ini, guru menekankan pentingnya mengenal huruf untuk mendalami makna doa-doa yang diucapkan setiap hari. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah sikap adalah:

a)

Siswa dapat mengenal huruf dengan baik dan membaca doa-doa pendek

b)

Siswa dapat meningkatkan rasa cinta terhadap huruf Arab

c)

Siswa dapat menulis huruf dengan tepat dan rapi

d)

Siswa dapat membaca dan menghafal doa-doa harian

e)

Siswa dapat mengembangkan sikap disiplin dalam belajar

2.

Seorang guru mengajarkan tentang Pancasila di kelas. Siswa diminta untuk berpikir kritis mengenai bagaimana nilai-nilai dalam Pancasila diterapkan dalam kehidupan keluarga. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan adalah:

a)

Siswa dapat menjelaskan arti setiap sila dalam Pancasila

b)

Siswa dapat mendiskusikan peran keluarga dalam menjaga nilai-nilai Pancasila

c)

Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh pengagas Pancasila

d)

Siswa dapat menggambarkan hubungan antara Pancasila dan kehidupan bernegara

e)

Siswa dapat mengkritisi penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

3.

Dalam pembelajaran ilmu fisika, guru memberikan contoh penerapan teori hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari, seperti gerakan mobil yang mengalami gaya dorong. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat menyebutkan hukum-hukum Newton

b)

Siswa dapat mengamati gerakan benda yang sesuai dengan hukum Newton

c)

Siswa dapat membuat eksperimen sederhana tentang hukum Newton

d)

Siswa dapat menyelesaikan soal-soal fisika yang berhubungan dengan hukum Newton

e)

Siswa dapat menggambar diagram gaya dalam gerakan benda

4.

Seorang guru membahas tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Guru menjelaskan berbagai tradisi yang ada di masyarakat dan bagaimana sikap toleransi dapat dijaga. Berdasarkan kasus di atas, rumusan tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah sikap adalah:

a)

Siswa dapat menghormati setiap tradisi yang ada di masyarakat

b)

Siswa dapat mengenal lebih dalam tentang budaya lokal

c)

Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis tradisi di masyarakat

d)

Siswa dapat berbicara tentang pentingnya menghormati keberagaman budaya

e)

Siswa dapat menganalisis pengaruh tradisi terhadap kehidupan keluarga

5.

Dalam pelajaran matematika, guru memberikan soal tentang operasi bilangan bulat dan bilangan pecahan. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal-soal yang menantang dan merumuskan cara-cara penyelesaiannya. Berdasarkan kasus di atas, rumusan indikator tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan adalah:

a)

Siswa dapat menyelesaikan soal matematika dengan cara yang benar

b)

Siswa dapat menerapkan operasi bilangan dengan mudah

c)

Siswa dapat berpikir logis dalam menyelesaikan soal matematika

d)

Siswa dapat menyusun rumus untuk menyelesaikan soal matematika

e)

Siswa dapat menganalisis cara yang efektif dalam menyelesaikan soal bilangan

6.

Seorang guru merencanakan pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan Project Based Learning (PBL). Dalam rencana pembelajaran, guru memfokuskan pada materi membaca dan menulis kalimat sederhana, yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik dan karakteristiknya. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan dan keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat membaca dan menulis kalimat dengan benar dan jelas

b)

Siswa dapat menyusun proyek berbasis kalimat sederhana

c)

Siswa dapat berkolaborasi dalam proyek menulis kalimat yang menggambarkan kehidupan sehari-hari

d)

Siswa dapat menyelesaikan soal-soal membaca kalimat dengan tingkat kesulitan yang beragam

e)

Siswa dapat mendiskusikan pentingnya keterampilan menulis kalimat dalam kehidupan sosial

7.

Seorang guru merancang pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL). Dalam pembelajaran ini, siswa diminta untuk mengkaji kehidupan sosial di masyarakat, seperti hubungan antara individu, keluarga, dan negara, serta pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan dan keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat

b)

Siswa dapat menyusun laporan proyek mengenai penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

c)

Siswa dapat berdebat tentang isu-isu sosial dalam masyarakat

d)

Siswa dapat menggambarkan cara-cara masyarakat menjaga kedamaian

e)

Siswa dapat mengenali peran Pancasila dalam perkembangan masyarakat

8.

Seorang guru melakukan evaluasi pembelajaran dengan pendekatan Discovery Based Learning (DBL) pada materi Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya tentang Ilmu Kehidupan dan Getaran dan Gelombang. Siswa diminta untuk mengamati fenomena alam dan mengidentifikasi prinsip-prinsip fisika yang terjadi. Berdasarkan kasus di atas, tujuan evaluasi pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan dan keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat mendemonstrasikan eksperimen tentang getaran dan gelombang

b)

Siswa dapat menjelaskan fenomena gelombang yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari

c)

Siswa dapat menganalisis dampak getaran terhadap kehidupan sosial

d)

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis gelombang yang ditemukan di alam

e)

Siswa dapat membuat laporan tentang eksperimen gelombang dan getaran

9.

Seorang guru merencanakan materi ajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan pendekatan TPACK. Materi yang diajarkan adalah tentang Kehidupan Sosial dan Budaya. Guru memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa memahami berbagai aspek kehidupan sosial melalui media digital. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah pengetahuan dan keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat mengidentifikasi aspek kehidupan sosial dan budaya melalui media digital

b)

Siswa dapat membuat presentasi tentang kehidupan sosial dan budaya

c)

Siswa dapat membandingkan kehidupan sosial di berbagai daerah

d)

Siswa dapat menganalisis pengaruh teknologi terhadap kehidupan sosial

e)

Siswa dapat menyusun laporan tentang kehidupan sosial dan budaya

10.

Seorang guru merencanakan pelaksanaan materi ajar matematika tentang Bilangan Pecahan dengan pendekatan Direct Learning (DL). Siswa diberikan penjelasan langsung mengenai cara mengoperasikan bilangan pecahan dalam berbagai konteks masalah. Berdasarkan kasus di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan ranah keterampilan adalah:

a)

Siswa dapat menyelesaikan soal bilangan pecahan dengan tepat

b)

Siswa dapat menjelaskan cara menghitung pecahan dalam kehidupan nyata

c)

Siswa dapat membuat diagram pecahan untuk memvisualisasikan konsep

d)

Siswa dapat menerapkan konsep pecahan dalam situasi praktis

e)

Siswa dapat mendiskusikan cara-cara praktis untuk mengoperasikan pecahan

11.

Seorang guru merancang pembelajaran tematik dengan pendekatan konseling. Dalam hal ini, guru berfokus pada pembelajaran yang berorientasi pada karakteristik peserta didik, mengidentifikasi kebutuhan emosional dan sosial mereka, serta menyediakan materi yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Berdasarkan kasus di atas, alur materi ajar yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran adalah:

a)

Siswa dapat mengidentifikasi tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari

b)

Siswa dapat menggali informasi terkait tema melalui diskusi kelompok

c)

Siswa dapat merancang proyek tematik yang menyentuh nilai-nilai emosional dan sosial

d)

Siswa dapat melakukan refleksi pribadi tentang tema yang dipelajari

e)

Siswa dapat menyelesaikan tugas individu terkait tema dengan bimbingan konseling

12.

Seorang guru merencanakan program penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam perencanaan ini, guru menyesuaikan materi ajar dengan nilai-nilai Pancasila, bertujuan untuk membangun karakter peserta didik yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan kasus di atas, pengembangan materi ajar yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran berdasarkan nilai-nilai Pancasila adalah:

a)

Siswa dapat menggali dan memahami makna setiap sila dalam Pancasila

b)

Siswa dapat mendiskusikan peran Pancasila dalam kehidupan sosial

c)

Siswa dapat mengidentifikasi contoh-contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

d)

Siswa dapat mengembangkan proyek yang mencerminkan pengalaman nilai Pancasila

e)

Siswa dapat menganalisis penerapan Pancasila dalam konteks global

13.

Seorang guru merencanakan pembelajaran dengan fokus pada penguatan Profil Pelajar Rahmatan LilAlamin (PPRA). Guru ingin menanamkan nilai-nilai rahmatan lil-alamin dalam kehidupan sehari-hari, menekankan pentingnya kasih sayang, kedamaian, dan kesejahteraan bagi umat manusia. Berdasarkan kasus di atas, pengembangan materi ajar yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam konteks PPRA adalah:

a)

Siswa dapat mendiskusikan cara-cara menciptakan kedamaian di lingkungan sekitar

b)

Siswa dapat menyusun rencana aksi sosial yang mencerminkan nilai-nilai rahmatan lil-alamin

c)

Siswa dapat menggambarkan pentingnya toleransi antar umat beragama

d)

Siswa dapat mengidentifikasi cara-cara untuk mengatasi konflik dengan pendekatan damai

e)

Siswa dapat mengevaluasi pengaruh nilai rahmatan lil-alamin dalam kehidupan sosial

14.

Seorang guru mengajarkan tentang nilai-nilai moderasi beragama, dengan fokus pada Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah). Guru menekankan pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga harmoni antar umat beragama dalam konteks kehidupan sosial. Berdasarkan kasus di atas, pengembangan materi ajar yang paling sesuai untuk implementasi moderasi beragama dalam tujuan pembelajaran adalah:

a)

Siswa dapat menjelaskan makna dan pentingnya moderasi dalam agama

b)

Siswa dapat menganalisis contoh-contoh moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat

c)

Siswa dapat mengidentifikasi tindakan ekstremisme dalam agama dan dampaknya

d)

Siswa dapat menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama

e)

Siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari

15.

Seorang guru menjelaskan alasan mengapa nilai-nilai moderasi beragama penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru membahas peran Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah), menekankan keseimbangan antara kebebasan beragama dan penghormatan terhadap perbedaan. Berdasarkan kasus di atas, alasan yang paling tepat untuk pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah dalam tujuan pembelajaran adalah:

a)

Siswa dapat memahami pentingnya kesetaraan antar umat beragama dalam masyarakat

b)

Siswa dapat mengidentifikasi contoh-contoh sikap moderat dalam kehidupan sosial

c)

Siswa dapat menjelaskan dampak dari ketidakmoderatannya dalam kehidupan sosial

d)

Siswa dapat menyarankan cara-cara untuk mengurangi ketegangan antar agama

e)

Siswa dapat membandingkan pandangan agama yang moderat dengan pandangan agama yang ekstrem

16.

Seorang guru mengajarkan materi menulis cerita sederhana dan membaca nyaring. Guru memilih pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk melibatkan siswa dalam merancang cerita mereka sendiri dan membaca cerita secara lantang di depan kelas, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah adalah:

a)

Siswa dapat menulis cerita berdasarkan tema yang ditentukan oleh guru

b)

Siswa dapat mengidentifikasi masalah dalam cerita yang mereka tulis dan menyelesaikannya

c)

Siswa dapat membacakan cerita yang telah mereka buat dengan intonasi yang tepat

d)

Siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan cerita pendek

e)

Siswa dapat memberikan umpan balik kepada teman sekelas mengenai cerita yang dibaca

17.

Seorang guru mengajarkan materi menghargai keragaman kepada siswa. Untuk itu, guru menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, dimana siswa diajak untuk memecahkan masalah sosial yang berkaitan dengan keragaman budaya, suku, agama, dan ras. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah adalah:

a)

Siswa dapat menjelaskan pentingnya keragaman dalam masyarakat

b)

Siswa dapat menyelesaikan studi kasus tentang diskriminasi dan keragaman

c)

Siswa dapat mendiskusikan keuntungan keragaman dalam kehidupan sehari-hari

d)

Siswa dapat membuat presentasi mengenai keragaman budaya di Indonesia

e)

Siswa dapat melakukan kunjungan ke komunitas yang berbeda untuk memahami keragaman

18.

Seorang guru mengajarkan materi tentang makhluk hidup dan lingkungan atau perubahan alam dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Guru mengajak siswa untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan perubahan iklim dan dampaknya terhadap ekosistem. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah adalah:

a)

Siswa dapat mendiskusikan perubahan alam yang terjadi di sekitar mereka

b)

Siswa dapat merancang eksperimen tentang perubahan suhu dan dampaknya terhadap tumbuhan

c)

Siswa dapat menyelidiki masalah perubahan iklim dan mencari solusi untuk menguranginya

d)

Siswa dapat menggambar diagram rantai makanan yang terpengaruh perubahan alam

e)

Siswa dapat membuat laporan tentang pengaruh perubahan iklim terhadap makhluk hidup

19.

Seorang guru mengajarkan materi peta dan bumi kepada siswa dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Guru menyesuaikan gaya belajar siswa, sehingga setiap siswa dapat bekerja dengan kecepatan dan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam memahami topik geografi ini. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu adalah:

a)

Siswa dapat membuat peta sederhana berdasarkan pengamatan mereka

b)

Siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi lokasi pada peta dunia

c)

Siswa dapat memecahkan soal-soal geografi yang terkait dengan peta dan bumi

d)

Siswa dapat memilih metode yang paling sesuai dengan gaya belajar mereka dalam mempelajari peta

e)

Siswa dapat mempresentasikan hasil kerja kelompok mengenai peta bumi

20.

Seorang guru mengajarkan materi geometri dengan pendekatan berbasis perbedaan individu. Guru memberikan berbagai jenis tugas yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan preferensi belajar mereka, seperti tugas menggambar bangun geometri atau memecahkan soal-soal geometri dalam bentuk tulisan. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan berbasis perbedaan individu adalah:

a)

Siswa dapat menggambar bangun geometri dengan menggunakan alat gambar

b)

Siswa dapat menyelesaikan soal-soal geometri yang berfokus pada rumus dan teori

c)

Siswa dapat memilih cara belajar yang paling sesuai untuk mempelajari konsep geometri

d)

Siswa dapat berdiskusi dalam kelompok mengenai geometri dan aplikasinya

e)

Siswa dapat membuat model bangun geometri dalam bentuk tiga dimensi

21.

Seorang guru mengajarkan materi pengukuran kepada siswa dengan pendekatan berbasis perbedaan individu. Apa yang dilakukan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan gaya belajar siswa?

Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah:

a)

Siswa dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk mengukur panjang dan berat

b)

Siswa dapat mengukur objek menggunakan penggaris dan alat ukur lainnya secara manual

c)

Siswa dapat mengembangkan model pengukuran menggunakan teknologi 3D

d)

Siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk melakukan pengukuran di luar kelas

e)

Siswa dapat membuat laporan hasil pengukuran menggunakan perangkat lunak spreadsheet

22.

Seorang guru mengajarkan prinsip-prinsip pembelajaran tematik. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam untuk membimbing siswa dalam menghubungkan berbagai topik dengan pengalaman hidup mereka, sehingga siswa memahami konsep secara menyeluruh dan aplikatif. Pertanyaan: Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam adalah:

a)

Siswa dapat mengidentifikasi tema utama dalam topik yang dipelajari dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari

b)

Siswa dapat membuat proyek kelompok yang mencerminkan penerapan prinsip tematik

c)

Siswa dapat mengorganisir informasi yang mereka peroleh dalam bentuk mind map

d)

Siswa dapat mengerjakan soal-soal yang menguji pemahaman terhadap prinsip pembelajaran tematik

e)

Siswa dapat mendiskusikan konsep-konsep penting yang terdapat dalam materi pembelajaran tematik

23.

Seorang guru mengajarkan materi tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam untuk membantu siswa menganalisis dan menilai aspek positif dan negatif dari metode pembelajaran tematik yang mereka alami selama proses belajar. Pertanyaan: Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam adalah:

a)

Siswa dapat menyusun argumen tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik

b)

Siswa dapat membuat laporan tertulis mengenai pengalaman mereka selama pembelajaran tematik

c)

Siswa dapat berdiskusi dalam kelompok tentang pengalaman mereka dengan pembelajaran tematik

d)

Siswa dapat menggambarkan kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik dalam bentuk diagram

e)

Siswa dapat membuat presentasi kelompok yang membahas evaluasi pembelajaran tematik

24.

Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah:

a)

Siswa dapat menggunakan platform digital untuk berdiskusi tentang nilai-nilai karakter dalam kehidupan mereka

b)

Siswa dapat menulis jurnal pribadi mengenai penerapan nilai-nilai karakter dalam kegiatan sehari-hari

c)

Siswa dapat membuat video yang menggambarkan penerapan pendidikan karakter dalam masyarakat

d)

Siswa dapat berpartisipasi dalam forum online untuk mendiskusikan masalah karakter dan etika

e)

Siswa dapat berkolaborasi dalam proyek kelompok untuk merancang kegiatan yang mempromosikan pendidikan karakter

25.

Seorang guru mengajarkan materi tentang implementasi moderasi beragama di Indonesia. Guru menggunakan pendekatan berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten materi untuk mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama secara efektif. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan berbasis TPACK sesuai dengan materi pembelajaran adalah:

a)

Siswa dapat mengakses artikel online yang membahas moderasi beragama dan berdiskusi menggunakan aplikasi forum

b)

Siswa dapat membuat presentasi digital yang menunjukkan contoh moderasi beragama dalam berbagai agama di Indonesia

c)

Siswa dapat menggunakan aplikasi video untuk merekam wawancara dengan tokoh agama mengenai moderasi beragama

d)

Siswa dapat berpartisipasi dalam diskusi kelas yang berbasis online untuk mengeksplorasi moderasi beragama

e)

Siswa dapat membuat infografis interaktif yang menggambarkan prinsip moderasi beragama di Indonesia

26.

Seorang guru mengajarkan materi struktur teks dan cara membuat surat, namun materi tersebut dirasa kurang relevan dengan perkembangan zaman. Untuk meningkatkan keterlibatan siswa, guru memutuskan untuk menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung karakter unggul serta daya saing siswa. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Menggunakan ceramah untuk menjelaskan teori struktur teks dan surat

b)

Menyajikan materi dengan menggunakan pendekatan berbasis proyek

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan topik yang relevan dengan kebutuhan zaman

d)

Mengadakan kuis berbasis komputer mengenai struktur teks dan surat

e)

Menggunakan metode diskusi kelompok tanpa masalah kontekstual

27.

Materi tentang Pancasila sebagai dasar negara terasa kurang relevan dengan perkembangan zaman. Guru memutuskan untuk mengaplikasikan pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa dapat membuat presentasi tentang sejarah Pancasila secara individual

b)

Siswa dapat merancang proyek tentang penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

c)

Siswa dapat mengerjakan soal-soal mengenai sejarah Pancasila secara mandiri

d)

Siswa dapat menyaksikan video mengenai sejarah Pancasila dan mendiskusikannya

e)

Siswa dapat mengidentifikasi teori tentang Pancasila tanpa menghubungkannya dengan kehidupan nyata

28.

Materi tentang benda dan sifatnya dinilai kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Guru memutuskan untuk menggunakan pendekatan Discovery Based Learning (DBL) untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa melakukan eksperimen tentang benda dan sifatnya untuk menemukan konsep-konsep dasar

b)

Siswa membaca buku tentang benda dan sifatnya

c)

Siswa mengerjakan soal tentang benda dan sifatnya

d)

Siswa menonton video tentang benda dan sifatnya

e)

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang benda dan sifatnya

29.

Materi sejarah bangsa Indonesia dirasa kurang relevan dengan perkembangan zaman, Guru menggunakan pendekatan Direct Learning (DL) untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa mendengarkan ceramah tentang sejarah Indonesia dan menyimpulkan materi secara mandiri

b)

Siswa membuat timeline sejarah bangsa Indonesia secara kelompok

c)

Siswa menonton film dokumenter tentang sejarah Indonesia dan melakukan diskusi

d)

Siswa mengerjakan soal-soal sejarah bangsa Indonesia

e)

Siswa membuat laporan penelitian tentang sejarah Indonesia

30.

Materi tentang statistika atau peluang dianggap kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Guru memilih untuk menggunakan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Menggunakan perangkat lunak statistik untuk mengajarkan konsep-konsep peluang dan statistika

b)

Siswa mengerjakan soal-soal statistik menggunakan kalkulator

c)

Siswa menonton video penjelasan tentang statistika dan peluang

d)

Siswa membuat poster tentang konsep-konsep peluang dan statistika

e)

Siswa berdiskusi dalam kelompok mengenai teori statistika

31.

Materi tentang statistika atau peluang dianggap kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk meningkatkan pemahaman siswa, guru memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling yang progresif, guna menciptakan suasana belajar yang mendukung karakter unggul dan berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa dapat mengikuti sesi konseling untuk memahami aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari

b)

Siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk memecahkan soal-soal statistik dan peluang

c)

Siswa dapat menggunakan simulasi komputer untuk belajar statistik dan peluang

d)

Siswa dapat mengikuti tutorial video tentang statistika dan peluang

e)

Siswa dapat berdiskusi dengan konselor untuk mengidentifikasi tantangan mereka dalam belajar statistika

32.

Materi tentang jaring tema dalam pembelajaran tematik dirasa kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif, guru memilih pendekatan berbasis pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang sesuai dengan karakteristik setiap peserta didik. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk membuat jaring tema secara kolaboratif

b)

Siswa dapat memilih tema yang menarik sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing

c)

Siswa dapat membuat laporan tentang penerapan jaring tema dalam pembelajaran tematik

d)

Siswa dapat menggunakan perangkat digital untuk membuat jaring tema

e)

Siswa dapat bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk membuat jaring tema

33.

Materi tentang ruang lingkup materi tematik di Madrasah Ibtidaiyah dinilai kurang relevan dengan perkembangan zaman. Guru memilih pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa membuat proyek kelompok untuk mengidentifikasi ruang lingkup materi tematik

b)

Siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung yang relevan dengan kehidupan mereka

c)

Siswa mendengarkan penjelasan tentang ruang lingkup materi tematik secara teoritis

d)

Siswa mengerjakan soal-soal tentang ruang lingkup materi tematik

e)

Siswa mempelajari materi tematik dengan cara membaca teks saja

34.

Materi tentang pendidikan nilai atau pendidikan karakter yang diajarkan saat ini dirasa kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Guru memutuskan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa mengikuti diskusi kelompok tentang pendidikan karakter tanpa referensi masa kini

b)

Siswa membuat proyek yang menonjolkan penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari

c)

Siswa mendengarkan ceramah tentang pendidikan karakter dan membuat catatan

d)

Siswa mengerjakan soal-soal tentang nilai-nilai pendidikan karakter

e)

Siswa mempelajari materi pendidikan karakter dengan cara membaca buku teks saja

35.

Materi tentang implementasi moderasi beragama di Indonesia dianggap kurang relevan dengan perkembangan zaman. Guru memutuskan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa berdiskusi mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari

b)

Siswa membuat esai tentang sejarah moderasi beragama di Indonesia

c)

Siswa mendengarkan ceramah tentang moderasi beragama tanpa keterkaitan dengan isu terkini

d)

Siswa membaca artikel tentang moderasi beragama dan mendiskusikannya

e)

Siswa menonton film dokumenter tentang moderasi beragama dan menjawab soal

36.

Guru mengajarkan materi membaca teks dan menyampaikan pendapat dengan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan mengemukakan pendapat secara jelas. Berdasarkan kasus di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk mengukur keterampilan siswa dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah:

a)

Ujian tertulis untuk mengukur pengetahuan teoritis

b)

Observasi selama diskusi kelompok untuk menilai sikap dan kemampuan berpendapat

c)

Penilaian berbasis proyek untuk mengukur penerapan keterampilan membaca teks

d)

Kuis pilihan ganda untuk menilai pemahaman konten

e)

Tes tertulis untuk menilai kemampuan membaca teks dengan cepat

37.

Pada pembelajaran materi hak dan kewajiban warga negara atau sistem pemerintahan di Indonesia, guru menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Siswa diharapkan dapat bekerja sama dalam proyek untuk mengeksplorasi dan memahami konsep-konsep ini secara mendalam. Berdasarkan kasus di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah:

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan tentang hak dan kewajiban warga negara

b)

Rubrik penilaian proyek untuk menilai keterampilan siswa dalam menganalisis materi

c)

Wawancara untuk menilai sikap siswa terhadap kewajiban negara

d)

Kuis pilihan ganda untuk menilai pemahaman terhadap sistem pemerintahan

e)

Laporan individu tentang hak dan kewajiban warga negara

38.

Guru mengajarkan materi tentang energi dan perubahannya dengan pendekatan Direct Learning (DL). Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dasar siswa mengenai konsep-konsep energi dan perubahannya. Berdasarkan kasus di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Tes pilihan ganda untuk menilai pengetahuan siswa tentang konsep-konsep energi

b)

Penilaian praktikum untuk menilai keterampilan siswa dalam eksperimen energi

c)

Penilaian lisan untuk menilai kemampuan siswa dalam menjelaskan konsep-konsep energi

d)

Observasi selama eksperimen untuk menilai sikap dan keterampilan praktis

e)

Ujian tertulis untuk menilai teori energi dan perubahan fisika

39.

Guru mengajarkan materi perubahan sosial dan ekonomi dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter peserta didik. Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dinamika sosial dan ekonomi di masyarakat. Berdasarkan kasus di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Tes tertulis yang mengukur pemahaman teori perubahan sosial dan ekonomi

b)

Rubrik penilaian proyek yang mengukur keterampilan siswa dalam menganalisis perubahan sosial

c)

Observasi kelas untuk menilai sikap siswa terhadap perubahan sosial

d)

Diskusi kelompok untuk menilai pemahaman dan pendapat siswa tentang perubahan sosial

e)

Kuis untuk menilai pengetahuan siswa tentang teori sosial dan ekonomi

40.

Guru mengajarkan materi bilangan pecahan dengan pendekatan yang relevan untuk memastikan siswa memahami konsep dasar pecahan secara menyeluruh. Berdasarkan kasus di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Ujian pilihan ganda untuk mengukur pemahaman teori bilangan pecahan

b)

Rubrik penilaian praktikum untuk menilai keterampilan siswa dalam menghitung pecahan

c)

Penilaian tugas individu yang mengukur pemahaman siswa tentang bilangan pecahan

d)

Diskusi kelompok untuk menilai sikap siswa dalam menyelesaikan soal pecahan

e)

Tes tertulis untuk menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pecahan

41.

Guru mengajarkan materi geometri dengan tujuan agar siswa memahami konsep-konsep dasar geometri secara mendalam. Pembelajaran ini juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menggunakan rumus geometri untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Ujian pilihan ganda tentang rumus-rumus geometri

b)

Penilaian praktikum yang menilai keterampilan siswa dalam menggambar bentuk geometri

c)

Kuis tertulis untuk menilai pemahaman siswa tentang geometri dasar

d)

Rubrik penilaian proyek untuk menilai keterampilan siswa dalam memecahkan masalah geometri

e)

Observasi selama diskusi untuk menilai sikap siswa terhadap materi geometri

42.

Guru mengajarkan materi karakteristik pembelajaran tematik, di mana siswa diharapkan dapat menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan mereka. Pembelajaran ini juga menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Penilaian berbasis proyek untuk menilai kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan nyata

b)

Kuis pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan siswa tentang tema yang diajarkan

c)

Observasi untuk menilai keterampilan berpikir kritis siswa selama pembelajaran

d)

Laporan tertulis untuk menilai kemampuan siswa dalam menulis tentang tema yang dipelajari

e)

Wawancara untuk menilai sikap siswa terhadap pembelajaran tematik

43.

Guru mengajarkan materi prinsip-prinsip pembelajaran tematik yang berfokus pada pendekatan integratif antar mata pelajaran dan relevansi materi dengan kehidupan siswa. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Rubrik penilaian proyek untuk menilai penerapan prinsip-prinsip tematik dalam kehidupan nyata

b)

Tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip tematik

c)

Observasi untuk menilai keterampilan siswa dalam menerapkan prinsip pembelajaran tematik

d)

Laporan tertulis tentang prinsip-prinsip pembelajaran tematik

e)

Diskusi kelompok untuk menilai sikap siswa terhadap prinsip pembelajaran tematik

44.

Guru mengajarkan materi tentang pendidikan nilai atau pendidikan karakter, dengan fokus pada bagaimana siswa dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Penilaian berbasis proyek untuk menilai penerapan nilai karakter dalam kehidupan siswa

b)

Ujian tertulis untuk menilai pemahaman siswa tentang nilai-nilai karakter

c)

Observasi untuk menilai sikap siswa dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter

d)

Laporan tertulis untuk menilai pemahaman siswa tentang konsep-konsep karakter

e)

Kuis pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan siswa tentang nilai karakter

45.

Guru mengajarkan materi implementasi moderasi beragama di Indonesia, dengan tujuan agar siswa memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama di Indonesia yang multikultural. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa adalah:

a)

Penilaian berbasis proyek untuk menilai keterampilan siswa dalam mengimplementasikan sikap moderasi beragama

b)

Tes pilihan ganda untuk menilai pengetahuan siswa tentang konsep moderasi beragama

c)

Observasi untuk menilai sikap siswa dalam berinteraksi dengan berbagai kelompok agama

d)

Laporan tertulis untuk menilai pemahaman siswa tentang moderasi beragama di Indonesia

e)

Kuis untuk mengukur pemahaman siswa tentang nilai-nilai moderasi beragama

46.

Guru mengajarkan materi menulis cerita pendek dan membaca teks informasi. Namun, terdapat masalah dalam penerapan teknologi dan metode pedagogi yang kurang sesuai, yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik dalam merencanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah:

a)

Menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan relevan

b)

Menggunakan ceramah sebagai metode utama dalam menyampaikan materi

c)

Menerapkan metode pembelajaran yang tidak memanfaatkan teknologi

d)

Memfokuskan pembelajaran hanya pada aspek teknis menulis dan membaca

e)

Membatasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar siswa tidak teralihkan

47.

Guru mengajarkan materi pengukuran namun menghadapi masalah dalam penerapan teknologi dan metode pembelajaran yang kurang sesuai, yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah:

a)

Mengintegrasikan teknologi untuk memudahkan siswa memahami konsep pengukuran

b)

Menggunakan metode pengajaran tradisional tanpa teknologi

c)

Fokus hanya pada teori pengukuran tanpa melibatkan praktik langsung

d)

Mengabaikan penggunaan teknologi karena dapat membingungkan siswa

e)

Menyediakan materi pengukuran hanya dalam bentuk teks tanpa media visual

48.

Guru mengajarkan materi tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dan pendekatan pedagogis yang sesuai. Namun, terdapat beberapa masalah dalam penerapannya yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah:

a)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik

b)

Mengabaikan teknologi dalam evaluasi karena dapat membingungkan siswa

c)

Fokus hanya pada tes tertulis tanpa memperhatikan aspek aplikasi teknologi dalam pembelajaran

d)

Menilai siswa hanya berdasarkan teori tanpa melibatkan aspek praktis pembelajaran tematik

e)

Menggunakan metode evaluasi tradisional yang tidak mempertimbangkan perkembangan teknologi

49.

Guru mengajarkan materi pembelajaran tematik dengan menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Guru berusaha meningkatkan kualitas pengajaran dengan memanfaatkan berbagai alat digital untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Berdasarkan narasi di atas, kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran tematik di era digital dan AI dapat digunakan sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan dengan cara:

a)

Mengintegrasikan teknologi dalam setiap aspek pengajaran untuk memfasilitasi pemahaman materi oleh siswa

b)

Menggunakan teknologi hanya untuk mempermudah administrasi pembelajaran

c)

Fokus pada pengajaran materi tanpa memperhatikan penerapan teknologi yang relevan

d)

Menghindari penggunaan teknologi karena dapat mengalihkan perhatian siswa

e)

Menggunakan teknologi hanya di luar jam pelajaran untuk memperkenalkan materi

50.

Guru menggunakan AI untuk mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKn, atau Matematika. Dalam pengajaran ini, AI digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan sesuai dengan karakteristik siswa, terutama siswa Gen Z dan Alpha. Berdasarkan narasi di atas, masalah yang mungkin timbul dalam penggunaan AI untuk pembelajaran dan solusi ilmiah untuk mengatasinya adalah:

a)

Masalah: AI mungkin tidak memahami konteks lokal siswa. Solusi: Mengadaptasi AI dengan materi yang relevan secara budaya dan sosial.

b)

Masalah: AI terlalu mahal untuk diterapkan. Solusi: Menggunakan sumber daya terbuka yang lebih terjangkau.

c)

Masalah: AI dapat menggantikan guru dalam mengajar. Solusi: Memanfaatkan AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti guru.

d)

Masalah: AI terlalu kompleks untuk siswa. Solusi: Menyederhanakan penggunaan AI agar lebih mudah dipahami siswa.

e)

Masalah: Siswa tidak tertarik dengan penggunaan AI. Solusi: Mengintegrasikan teknologi AI dengan pendekatan pembelajaran yang menarik dan relevan.