Font size
WorksheetsLatihan SAS KIMIA XI 2025/2026
Total questions: 110
Worksheet time: 2hrs 18mins
Unsur X dan Y masing-masing mempunyai nomor atom 16 dan 9. Kedua unsur tersebut membentuk senyawa dengan rumus XY6. Bentuk molekul XY6 adalah...
Linear
Segitiga sama sisi
Trignal bipiramida
Tetrahedron
Oktahedron
Jumlah pasangan elektron ikatan dari molekul tetrahedron adalah...
2
3
4
6
8
Jika diketahui suatu senyawa memiliki tiga pasang elektron ikatan dan satu pasang elektron bebas, bentuk molekul senyawa tersebut adalah...
Tetrahedron
Trigonal piramida
Oktahedron
Segitiga planar
Trigonal bipiramida
Unsur A dengan nomor atom 5 dan unsur B dengan nomor atom 35 dapat membentuk senyawa dengan bentuk molekul....
Linear
Tetrahedron
Segitiga planar
Oktahedron
Bujur sangkar
Bentuk molekul SF6 adalah...
Segi empat planar
Trigonal bipiramida
Trigonal piramida
Tetrahedron
Oktahedron
Bentuk molekul gas metana (CH4) adalah...
Segitiga sama sisi
Tetrahedron
Linear
Heksa hedron
Oktahedron
Gas mulia Xe dan unsur elektronegatif F dapat membentuk senyawa dengan rumus XeF4. Betuk molekul dari XeF4 adalah.... (Xe = 54, F=9)
Tetrahedral
Segi empat planar
Segitiga trigonl
Oktahedron
Linear
Suatu senyawa terbentuk dari dua unsur yaitu 7X dan 1Y. Setelah berikatan, bentuk molekul dan kepolaran senyawa tersebut adalah...
Tetrahedral dan polar
Tetrahedral dan non-polar
Trigonal piramida dan polar
Trigonal piramida dan non-polar
Oktahedral dan non-polar
Atom Cl memiliki nomor atom 17 dapat berikatan dengan F dengan nomor atom 9 membentuk ClF3. Pernyataan berikut yang benar mengenai senyawa ClF3.
1. Bersifat polar
2. Memiliki bentuk molekul T
3. Rumus domain elektronnya AX3E2
4. Memiliki sepasang elektron bebas pada atom pusatnya
Diberikan pasangan kelompok senyawa berikut.
NH3 dan HF
H2O dan HCl
HF dan H2O
NH3 dan HBr
NH3 dan H2S
Titik didih NH3 > PH3. Alasan yang paling tepat untuk menjelaskan fakta tersebut adalah....
NH3 lebih bersifat kovalen dibandingkan dengan PH3
pasangan elektron bebas pada molekul NH3 lebih banyak dibanding PH3
Ikatan van der Waals antarmolekul NH3 lebih kuat dibanding PH3
Ikatan hidrogen antarmolekul NH3 lebih kuat dibanding gaya antarmolekul PH3
NH3 lebih mudah terdisosiasi dibandingkan PH3
Senyawa berikut yang tidak bersifat polar adalah...
CO
H2O
NH3
SO3
CO2
Kepolaran suatu senyawa tergantung dari...
Simetris atau tidak posisi antar atom
Bulat atau tidak posisi antar atom
Lonjong atau tidak lonjong posisi antar atom
Bulan atau lonjong posisi antar atom
Tumpang tindih atau tidak posisi antar atom
Kelompok Senyawa berikut yang merupakan senyawa kovalen polar adalah...
HCl, HBr, NH3 dan H2O
CO2, Cl2, Br2 dan H2O
MgO, NH3, CO dan CO2
H2, O2, CO dan HCl
SO2, Cl2, N2 dan NH3
Unsur P dengan nomor atom 15 bersenyawa dengan Cl dengan nomor atom 17 membentuk senyawa PCl3. Banyaknya pasangan elektron bebas atom pusat dalam PCl3 adalah...
0
1
2
3
4
Identifikasi senyawa karbon dalam suatu bahan dapat dilakukan dengan cara membakar bahan tersebut. Apabila bahan mengandung senyawa karbon, pembakaran tidak sempurna bahan tersebut akan menghasilkan ....
Arang (karbon)
gas karbon dioksida
gas oksigen
Air kapur
Endapan kapur
Keistimewaan atom karbon dibandingkan dengan atom lain adalah .....
atom karbon mempunyai 4 elektron valensi sehingga hanya dapat membentuk ikatan kovalen rangkap dua
atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai dengan atom karbon yang lain
atom karbon dengan nomor atom 6 dapat berikatan dengan 6 atom karbon lain sekaligus
atom karbon dapat bersenyawa dengan hampir seluruh atom yang ada di tabel periodik unsur
atom karbon dapat berikatan ion dengan atom lain
Diketahui persamaan termokimia N2 (g)+3H2 (g)→2NH3 (g)ΔH=-90kJ 4NH3 (g)+5O2 (g)→4NO(g)+6H2O(l)ΔH=-1.140kJ 2H2 (g)+O2 (g)→2H2OΔH=-560kJ Untuk reaksi N2 (g)+O2 (g)→2NO(g) Adalah..
+245kJ
+180kJ
-180kJ
-245kJ
-490kJS
reaksi N_2 (g)+O_2 (g)→2NO(g) Adalah..
+245kJ
+180kJ
-180kJ
-245kJ
-490kJS
Entalpi pembakaran C2H4 adalah....
-1.990 kJ
-1.565 kJ
-1.420 kJ
+1.420 kJ
+1.990 kJS
Senyawa berikut yang tidak termasuk hidrokarbon adalah...
Metana
Etuna
Propena
Butena
Karbon dioksida
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh. Rumus umum alkana adalah ..
C_n H_{2n-2}
C_n H_{2n-1}
C_n H_{2n}
C_n H_{2n+1}
C_n H_{2n+2}
Nama senyawa dengan rumus dibawah ini menurut IUPAC adalah.....
3-metil-4-isopropilbutana
4-etil-2-metil pentana
2-metil-4-etil pentana
2,3-dimetilheksana
3,5-dimetilheksana
Nama yang tepat untuk senyawa berikut
2,5-dimetil-5-etil-2-pentena
2-metil-5-etil-2-heksena
2-etil-5-metil-2-heksena
2,5-dimeti-2-heptena
3,6-dimetil-5-heptena
Senyawa hidrokarbon berikut yang tidak mempunyai 7 atom karbon adalah...
3,3-dimetil pentana
2-metilheksana
2,2dimetil pentana
2-metilbutana
2,2,3-trimetil butana
Di dalam senyawa 2,2,4-trimetil pentana terdapat atom karbon primer, sekunder dan tersier masing-masing sebanyak....
1, 2, dan 4
3, 2, dan 1
4, 2, dan 1
5, 1, dan 1
5, 2, dan 1
Jumlah isomer alkana dengan rumus isomer C6H14 adalah...
2
3
4
5
6
Senyawa berikut yang merupakan isomer dari butana adalah...
Butena
Butuna
2-metil propana
2-metil butana
2,2-dimetil pentana
Senyawa berikut yang merupakan isomer dari heksana adalah...
2-metil butana
2-metil heksana
2,2-dimetil propana
2,3-dimetil butana
2,2,3-trimetil butana
Molekul yang mempunyai ikatan rangkap dua adalah....
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 3
2 dan 4
Pernyataan yang benar tentang reaksi endoterm adalah....
Entalpi awal lebih besar dari entalpi akhir dan ΔH>0
Entalpi awal lebih kecil dari entalpi akhir ΔH>0
Entalpi awal lebih besar dari entalpi akhir ΔH<0
Entalpi lebih kecil dari entalpi akhir dan ΔH<0
Entalpi awal sama dengan entalpi akhir dan ΔH=0
Reaksi tersebut membutuhkan kalor sebesar 242 kJ. Persamaan termokimianya adalah . . . .
H2O(g)→H2(g)+1/2O2(g)ΔH=-242kJ
2O(g)→2H2(g)+O2(g)ΔH=-242kJ
2H2(g)+O2(g)→2H2O(g)ΔH=-242kJ
2H2(g)+1/2O2(g)→H2O(g)ΔH=+242kJ
2H2(g)+O2(g)→2H2O(g)ΔH=+242kJ
Pernyataan yang benar dari reaksi tersebut adalah...
Pembentukan 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 8,16kJ
Pembentukan 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 49kJ
Pembentukan 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 49kJ
Peruraian 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 49kJ
Peruraian 1 mol benzena (C6H6) melepaskan kalor sebesar 49kJ
Perubahan entalpinya sama dengan perubahan entalpi pembentukan \(\Delta H^o_f\) CaCO3 adalah...
\(2Ca(s)+2C(s)+3O_2 (g)→2CaCO_3 (s)\)
\(Ca(s)+C(s)+3/2 O_2 (g)→CaCO_3 (s)\)
\(CaO(s)+CO_2 (g)→CaCO_3 (s)\)
\(Ca(OH)_2 (aq)+CO_2 (g)→CaCO_3 (s)+H_2 O(l)\)
\(CaC_2 (aq)+Na_2 CO_3 (aq)→CaCO_3 (s)+2NaCl(aq)\)
Reaksi termokimia berikut, yang perubahan entalpinya merupakan entalpi pembentukan SO3 adalah...
\(SO_2 (g)+1/2 O_2 (g)→SO_3 (g)ΔH=-97kJ\)
\(S(s)+3/2 O_2 (g)→SO_3 (g)ΔH=-290kJ\)
\(2S(s)+3O_2 (g)→2SO_3 (g)ΔH=-580kJ\)
\(H_2 SO_4 (l)→H_2 O(l)+SO_3 (g)ΔH=+57kJ\)
\(SO_3 (g)→SO_2 (g)+1/2 O_2 (g)ΔH=+97kJ\)
Entalpi pembakaran suatu bahan bakar adalah -6.500 kJ/mol. Jika 11,4 gram bahan bakar (Mr=114) tersebut dibakar, entalpi pembakaran yang dihasilkan adalah...
-650 kJ
-48kJ
+48kJ
+273kJ
+650kJ
Seorang pelajaran melakukan percobaan di laboratorium mengenai reaksi eksotermik dan endotermik. Data percobaan yang ia peroleh sebagai berikut. Berdasarkan data hasil percobaan reaksi yang berlangsung secara eksotermik adalah percobaan nomor...
1 dan 3
2 dan 5
2 dan 4
3 dan 5
1 dan 4
Persamaan termokimia di bawah ini yang merupakan reaksi penguraian standar adalah...
\(LiOH(aq)→Li^+ (aq)+OH^- (aq)ΔH=+xkJ\)
\(CaCO_3 (s)→CaO(s)+CO_2 (g) ΔH=+akJ\)
\(Ca(s)+C(s)+3/2 O_2 (g)→CaCO_3 (s)ΔH=-ykJ\)
\(NaNO_3 (s)→Na(s)+1/2 N_2 (g)+3/2 O_2 (g)ΔH=-zkJ\)
\(NaNO_3 (aq)→Na^+ (aq)+NO_3^- (aq)ΔH=+bkJ\)
Gas astilena yang dibakar sempurna pada keadaan standar akan menghasilkan kalor sebsar 1.256kJ. Jika \(\Delta H^o_f CO_2\) =-393,5 kJ/mol dan \(\Delta H^o_f H_2O\)=-242 kJ/mol maka harga untuk gas asetilena (C2H2) pada reaksi : \(C_2 H_2 (g)+5/2 O_2 (g)→2CO_2 (g)+H_2 O ΔH=-1.256 kJ/mol\) Adalah...
+227 kJ/mol
+137 kJ/mol
+74 kJ/mol
-137 kJ/mol
-227 kJ/mol
Dari suatu reaksi kimia dibebaskan kalor 8,4kJ. Jika kalor ini digunakan untuk memanaskan 100mL air. Suhu air naik sebesar.... (Kalor jenis air = 4,2 J/g oC)
0 oC
4,2 oC
8,4 oC
Reaksi kimia dibebaskan kalor 8,4kJ. Jika kalor ini digunakan untuk memanaskan 100mL air. Suhu air naik sebesar.... (Kalor jenis air = 4,2 J/g°C)
0°C
4,2°C
8,4°C
16,8°C
20°C
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 735 gram air dari 30°C menjadi 76°C adalah.... (Kalor jensi air = 4,2 J/g°C)
73,75 kJ
142 kJ
22,25 kJ
295 kJ
368,75kJ
Pada suatu percobaan, pencampuran 50 mL HCl 1 M dan 50 mL NaOH 1M menghasilkan peningkatan suhu sebesar 5°C. Jika massa jenis larutan dianggap sama dengan massa jenis air (1 g/mL) dan kalor jenis air = 4,2 J/g.°C, maka persamaan termokimia yang paling tepat adalah (Kapasitas kalorimeter dapat diabaikan) ....
HCl(aq)+NaOH(aq)→NaCl(aq)+H_2O ΔH=+2,1 kJ/mol
HCl(aq)+NaOH(aq)→NaCl(aq)+H_2O ΔH=-2,1 kJ/mol
HCl(aq)+NaOH(aq)→NaCl(aq)+H_2O ΔH=+42 kJ/mol
HCl(aq)+NaOH(aq)→NaCl(aq)+H_2O ΔH=-42 kJ/mol
HCl(aq)+NaOH(aq)→NaCl(aq)+H_2O ΔH=-4.200 kJ/mol
Perhatikan entalpi reaksi berikut. Besarnya perubahan entalpi (ΔH1) adalah...
+789,6 kJ
+347,6 kJ
+173,8 kJ
-394,8 kJ
-789,6 kJ
Perhatikan diagram siklus berikut. Dari diagram tersebut harga X adalah...
+1.384kJ
+197kJ
-197kJ
-1.383kJ
-1.970kJ
Sebanyak 56 gram serbuk besi (Fe) direaksikan dengan 32 gram gas oksigen dalam ruang tertutup menghasilkan besi(III) oksida (Fe2O3) menurut persamaan kimia: 4Fe(s)+3O2(g) → 2Fe2O3(s) Massa besi(III) oksida (Fe2O3) yang dihasilkan sebanyak... (Ar Fe=56, O=16)
28
32
56
80
88
Sejumlah 3,2 gram gas metana dibakar dengan 16,0 gram oksigen. Menurut persamaan reaksi berikut. CH4(g)+2O2(g) → CO2(g)+H2O(g) Gas karbon dioksida (CO2) yang terbentuk adalah ....
2,24 g
4,40 g
8,80 g
8,96 g
17,6 g
Ke dalam tabung reaksi yang berisi air dilarutkan urea padat. Ternyata jika dipegang pada tabung reaksi terasa dingin. Yang dimaksud dengan sistem pada peristiwa ini adalah .....
Urea
Air
Urea dan Air
Urea, air dan tabung reaksi
Tangan dan tabung reaksi
Siklus suatu reaksi ditunjukkan dengan diagram di atas ....
Dari siklus di atas harga ∆H1 adalah . . .
-225 kJ
+105 kJ
-135 kJ
+225 kJ
-105 kJ
Perhatikan persamaan reaksi termokimia di bawah ini:
1. ½ N2 (g) + ½ O2 (g) → NO (g) ΔH = +kJ/mol
2. NO2 (g) → ½ N2 (g) + O2 (g) ΔH = −kJ/mol
3. CO2 (g) → C (s) + O2 (g) ΔH = +kJ/mol
4. C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O ΔH = −kJ/mol
5. Na (s) + ½ Cl2 (g) → NaCl ΔH = −kJ/mol
Pasangan persamaan reaksi yang merupakan ΔHfo, ΔHdo, dan ΔHco adalah ….
(3), (4), dan (5)
(2), (4), dan (5)
(1), (3), dan (5)
(1), (2), dan (4)
(1), (2), dan (3)
Diketahui :
entalpi pembentukan C2H5OH = - 277,7 KJ/mol,
maka perubahan entalpi untuk penguraian 2 mol C2H5OH adalah ….
+ 138,85 KJ
– 277,70 KJ
+ 277,70 KJ
-555,40 KJ
+ 555,40 KJ
Seorang siswa melarutkan 2 gr NaOH ( Mr=40 ) ke dalam 100 ml air.
Ternyata terjadi kenaikan suhu sebesar 8oC. Jumlah kalor yang dilepaskan adalah ....
Diketahui reaksi :
CaO + H2O → Ca(OH)2 ∆H= -64,26 KJ/mol
Jika ∆Hfo H2O dan CaO masing-masing -286,86 KJ/mol dan -637,56 KJ/mol ,
maka ∆Hfo Ca(OH)2 adalah .... KJ/mol
+ 988,68
- 988,68
+ 860,16
- 860,16
+ 414,96
Jika 4 mol karbon direaksikan dengan 4 mol gas hidrogen terbentuk 2 mol gas etena (C2H4) dan kalor yang dibutuhkan sebesar 104,6 kJ. Persamaan termokimianya adalah ….
4C(s) + 4H2(g) --> 2C2H4(g) ∆H = +209,2 kJ
4C(s) + 4H2(g) --> 2C2H4(g) ∆H = +104,6 kJ
4C(s) + 4H2(g) --> 2C2H4(g) ∆H = -104,6 kJ
2C(s) + 2H2(g) --> C2H4(g) ∆H = -52,3 kJ
2C(s) + 2H2(g) --> C2H4(g) ∆H = +52,3 kJ
Kalor yang dilepas atau dibutuhkan apabila 1 mol zat dibakar disebut ….
kalor lebur
kalor laten
kalor pembakaran
kalor peruraian
kalor netralisasi
Ciri-ciri reaksi eksoterm adalah … .
lingkungan menyerap kalor dari sistem
sistem menyerap kalor dari lingkungan
sistem dan lingkungan memiliki kalor sama
kalor sistem dan lingkungan jika dijumlahkan sama dengan nol
pada akhir reaksi, kalor lingkungan selalu lebih kecil dari kalor sistem
atom karbon memiliki kekhasan. pernyataan yang tepat mengenai kekhasan atom karbon adalah....
karbon memiliki nomor atom 6 dengan 4 elektron valensi, sehingga mampu membentuk ikatan kovalen yang kuat
karbon mempunyai ukuran relatif besar sehingga mampu mengikat semua unsur
karbon memiliki 6 elektron valensi yang dapat berikatan semua
karbon dapat membentuk ikatan ion dari keempat elektron terluarnya
nama dari C7H16 adalah...
pentana
heksana
heptana
oktana
nonana
rumus umum alkana?
CnHn
CnH2n
CnH2n-1
CnH2n+1
CnH2n+2
Dari gambar diatas berapakah jumlah atom C primer, sekunder, tersier, dan kuartener:
Primer 5 sekunder 3, tersier1, kuarterner 1
Primer 4, sekunder 2, tersier 2, kuartener 1
primer 3, sekunder 3, tersier 2, kuartener 2
primer 5, sekunder 2, tersier 2, kuartener 4
primer 6, sekunder 4, tersier 2, kuartener 2
Senyawa berikut yang tidak termasuk alkana adalah ... .
C3H8
C4H6
C5H10
C6H14
C7H16
Rumus 2,3-dimetilbutana adalah . . . .
Perhatikan senyawa-senyawa berikut!
(1) C4H8
(2) C4H10
(3) C5H8
(4) C5H12
(5) C6H12
Pasangan senyawa yang merupakan satu homolog adalah ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(2) dan (5)
Reaksi di atas termasuk reaksi….
Adisi
Eliminasi
Reaksi di atas termasuk reaksi...
Substitusi
Oksidasi
Di antara reaksi-reaksi berikut yang termasuk reaksi substitusi adalah . . . .
C2H4 + 3 O2 → 2 CO2 + 2 H2O
C2H6 + Br2 → C2H5Br + HBr
C2H4 + Br2 → C2H4Br2
C2H5OH → C2H4 + H2O
C2H5Cl → C2H4 + HCl
Pada pembakaran sempurna hidrokarbon jenuh akan dihasilkan .......
Karbon dioksida (CO2)
Air (H2O)
Alkanol
Karbon dioksida dan air
Alkanol dan alkanal
Reaksi pembentukan butana dari 2-butena termasuk reaksi . . . .
adisi
oksidasi
subtitusi
eliminasi
halogenasi
Reaksi subtitusi adalah reaksi …
Alkana dengan gas hydrogen
Penggantian atom H dengan atom atau gugus lain
Perubahan alkana menjadi alkena
Perubahan alkana menjadi alkuna
Perubahan alkena menjadi alkana
Tentukan jenis reaksi yang terjadi pada kedua reaksi berikut :
CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)
C2H2(g) + 3/2 O2(g) → 2CO(g) + H2O(l)
Pembekaran sempurna dan eliminasi
Pembakaran tidak sempurna dan subtitus
Pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna
adisi dan eliminasi
Antara yang berikut, yang manakah merupakan isomer pentana
Jumlah isomer alkana yang mempunyai rumus molekul C4H10 adalah...
2
3
4
5
6
Perhatikan reaksi berikut! reaksi tesebut temasuk reaksi?
pembakaran
subtitusi
adisi
netralisasi
eliminasi
Reaksi yang diunjukkan dibawha ini termasuk reaksi?
adisi
subtitusi
pembakaran
eliminasi
netralisasi
Perhatikan gambar struktur senyawa X berikut. Dibawah ini yang bukan isomer dari senyawa hidrokarbon yang ditunjukkan adalah...
senyawa yang merupakan isomer dari n-heptana adalah...
2-metilbutana
2,3-dimetilbutana
3-etilpentana
2,3,4-trimetilheptana
3-etil-2,2-dimetilheksana
Reaksi berikut adalah reaksi ....
substitusi
oksidasi
eliminasi
adisi
polimerisasi
Bentuk molekul senyawa SF6 adalah … .
oktahedral
linear
trigonal bipiramida
segi empat datar
tetrahedral
Unsur X dan Y masing-masing mempunyai nomor atom 16 dan 9. Kedua unsur ini membentuk senyawa dengan rumus XY6. Bentuk molekul senyawa XY6 adalah… .
Linier
Tetrahedral
Oktahedral
Segitiga sama sisi
Trigonal bipiramid
Pasangan yang memiliki bentuk molekul sama adalah . . . .
BeCl2 dan H2O
BF3 dan NH3
CO2 dan SO2
CH4 dan XeF4
BCl3 dan BF3
HCl tergolong senyawa polar karena … .
mempunyai perbedaan keelektronegatifan = 0
mempunyai perbedaan elektronegativitas besar
HCl mempunyai ikatan hidrogen
mempunyai Mr yang besar
bentuk molekulnya simetris
Di bawah ini adalah senyawa non-polar, kecuali … .
H2
Cl2
CH4
HCl
CCl4
Pasangan senyawa berikut yang merupakan kovalen polar adalah ... .
HCl dan BF3
HF dan H2O
CO2 dan HBr
CH4 dan O2
HCl dan CCl4
Molekul yang memiliki tipe AX3E memiliki bentuk molekul ....
tetrahedral
piramida segitiga
huruf V
segitiga planar
Molekul SF4 memiliki bentuk molekul ....
tetrahedral
trigonal bipiramida
jungkat-jungkit
piramida segiempat
oktahedral
Molekul yang memiliki tipe AX3E memiliki bentuk molekul ....
tetrahedral
piramida segitiga
huruf V
segitiga planar
segitiga bipiramida
Teori VSEPR digunakan untuk menerangkan struktur suatu molekul. Prinsip dasar teori ini adalah…
ikatan kimia antar elektron valensinya.
gaya tarik-menarik antar elektron valensinya
pembauran orbital elektron valensinya
gaya tolak antar pasangan elektronnya
Senyawa PCl5 sering digunakan sebagai pereaksi pengklorinasi. Menurut teori domain elektron, bentuk molekul dan orbital hibrida molekul PCl5 adalah … (NA P=15, Cl=17)
Tetrahedral, AX4
Bipiramida trigonal, AX5
Piramida trigonal, AX3E
Segi empat planar, AX4E2
Jika atom 8X dan 16Y membentuk X2Y , bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terbentuk menggunakan teori domain elektron adalah…
Linear dan polar
Planar V dan non polar
Planar V dan polar
Linear dan non polar
Berikut ini yg termasuk rumus kimia alkana adalah
C2H4
C3H8
C4H6
C5H10
C6H12
Berikut ini yang merupakan rumus molekul alkena adalah
C2H2
C5H10
C4H10
C6H14
C7H16
Atom C primer, sekunder, tersier, kuartener berturut-turut dari gambar berikut adalah …
1, 2, 3, 4
2, 0, 3, 6
6, 3, 0, 2
0, 3, 6, 2
1. Dari rumus-rumus hidrokarbon berikut:
I. C2H2 III. C3H4
II. C2H6 IV. C3H6
Hidrokarbon yang termasuk dalam satu deret homolog adalah . . . .
I dan II
I dan III
I dan IV
II dan III
II dan IV
Nama yang tepat untuk senyawa berikut :
1,1,4,4-tetrametilbutana
2,2,4-trimetilpentana
2,4,4-trimetilpentana
2,2,4-trimetiloktana
2,4,4-trimetiloktana
Nama IUPAC untuk senyawa CH3CH2CH2C(CH3)2CH2C(CH3)3
n-dekana
2,2,4,4,-tetrametilheptana
4,4,6,6-tetrametilheptana
4,4-dimetilnonana
2,4-dimetilnonana
Nama senyawa dwngan rumus C5H10 adalah
n-pentana
1-pentena
n-heksana
1-heksena
n-butan
Rumus kimia C3H8 merupakan homolog dari….
alkuna
alkena
alkana
alifatik
Aluminium bereaksi dengan asam klorida menghasilkan larutan aluminium klorida dan gas hidrogen.
Al (s) + 4 HNO3 (aq) --> Al(NO3)3 (aq) + NO (g) + 2 H2O (l)
Jika 2 mol HNO3 bereaksi dengan aluminium, berapa mol gas NO yang dihasilkan adalah ....
8 mol
4 mol
2 mol
1 mol
0,5 mol
Diketahui persamaan reaksi:
C (s) + 2 H2 (g) --> CH4 (g)
Jika sejumlah karbon tepat bereaksi dengan 2,24 L gas H2 pada STP, jumlah partikel gas CH4 yang dihasilkan adalah .... molekul
3,01 x 1020
3,01 x 1021
3,01 x 1022
6,02 x 1024
12,04 x 1024
Jika 60 gram kalsium direaksikan dengan 32 gram oksigen sesuai dengan persamaan reaksi berikut :
2 Ca (s) + O2 (g) → 2 CaO(s) maka ….. (Ar Ca = 40, O = 16)
Pereaksi pembatas adalah oksigen
Kalsium yang tersisa sebanyak 5 mol
Kalsium yang tersisa sebanyak 0,5 mol
Oksigen yang tersisa 0,25 mol
Kalsium oksida yang terbentuk 0,75 mol
Pengertian pereaksi pembatas adalah ...
Pereaksi yang bereaksi hingga habis
Pereaksi yang tidak bereaksi
Pereaksi yang bereaksi sebagian
Pereaksi dengan koefisien reaksi paling besar
Pereaksi yang koefisien paling kecil
1. Sebanyak 10 gram tembaga direaksikan dengan 20 gram belerang dengan reaksi:
Cu(s) + S(s) → CuS(s)
Yang termasuk pereaksi pembatas adalah…(Ar Cu = 63,5 dan S = 32)
Cu
S
CuS
Cu dan S
CuS dan Cu
Sebanyak 10 gram tembaga direaksikan dengan 20 gram belerang dengan reaksi:
Cu(s) + S(s) → CuS(s)
CuS yang terbentuk… Gram (Ar Cu = 63,5 dan S = 32)
12
13
14
15
16
Banyaknya atom C primer, atom C sekunder, atom C terrier dan atom C kuartener pada 3-etil-2,2,3-trimetilheksana berturuc-turut adalah ...
5, 2, 2, dan 1
5, 2, 2, dan 2
6, 2, 2, dan 1
6, 2, 3, dan 1
Perhatikan senyawa berikut ini, nama senyawanya adalah ...
3-metil-3-pentena
2-metil-3-pentena
3-metil-2-pentena
3-metil-2-butena
Nama hidrokarbon berikut adalah ...
2,2,5 - trimetil - 5 - etil heksana
5 - etil - 2,2,5 - trimetil heksana
2,2,5,5 - tetrametil heptana
3,3,6,6 - tetrametil heptana
Nama hidrokarbon berikut adalah ...
2,2,5 - trimetil - 5 - etil heksana
5 - etil - 2,2,5 - trimetil heksana
2,2,5,5 - tetrametil heptana
3,3,6,6 - tetrametil heptana
Perhatikan reaksi pembakaran etana berikut.
2C2H6 + 7O2 → 4CO2 + 6H2O ∆H = - 3.084 kJ
Pada pembakaran 12 gram etana, C2H6 akan dihasilkan kalor sebanyak ... . (Ar C =12; H = 1)
-308,4 kJ
-616,8 kJ
-771 kJ
-1.542 kJ
-3.084 kJ
∆Hfo H2O : -242 kJ/mol
∆Hfo CO2 : -394 kJ/mol
∆Hfo C2H2 : +52 kJ/mol
Jika 5,2 gram C2H2 dibakar secara sempurna sesuai dengan persamaan :
2C2H2 + 5O2 → 4CO2 + 2H2O
akan menghasilkan kalor sebesar ... . (Ar C = 12; H = 1)
216,4 kJ
432 kJ
1.082 kJ
2.164 kJ
4.328 kJ
Persamaan reaksi berikut yang menunjukkan definisi perubahan entalpi pembentukan karbon monoksida adalah … .
C(s) + O(s) --> CO(g)
C(s) + O(s) --> CO(g)
C(s) + CO2(s) --> 2CO(g)
C(s) + 1/2 O2(g) --> CO(g)
C(s) + CO2(s) --> 2CO(g)
