wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS MANAJEMEN STRATEGI

Total questions: 60

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.
Balanced Scorecard merupakan alat yang digunakan untuk…
a)
Menghitung biaya operasional
b)
Mencatat skor hasil kinerja organisasi
c)
Menentukan target laba perusahaan
d)
Mengukur risiko operasional
e)
Mengatur jadwal pegawai
2.
Kata “berimbang” dalam Balanced Scorecard berarti…
a)
Menimbang keuntungan dan kerugian
b)
Mengukur kinerja keuangan dan non-keuangan
c)
Menentukan beban kerja
d)
Menyeimbangkan biaya dan pendapatan
e)
Menentukan struktur organisasi
3.
Salah satu indikator keuangan dalam balanced score card yaitu…
a)
Indeks kepuasan pelanggan
b)
Profit margin
c)
Tingkat absensi
d)
Waktu tunggu
e)
Tingkat keterisian
4.
Perspektif proses internal menilai…
a)
Aktivitas inti organisasi
b)
Kualitas pelayanan
c)
Absensi pegawai
d)
Kepuasan stakeholder
e)
Pengeluaran
5.
Contoh indikator proses internal…
a)
Produk gagal (%)
b)
Return on Asset
c)
Profit Margin
d)
Kepuasan pelanggan
e)
Efisiensi anggaran
6.
Perspektif pembelajaran menekankan…
a)
Laba jangka pendek
b)
Produksi perusahaan
c)
Perbaikan SDM internal
d)
Promosi layanan
e)
Pengurangan biaya
7.
Tujuan perspektif pembelajaran…
a)
Mengurangi biaya
b)
Penguatan SDM jangka panjang
c)
Marketing
d)
Layanan baru
e)
Revisi SOP
8.
Manfaat Balanced Scorecard yaitu …
a)
Menghapus evaluasi
b)
Fokus laba saja
c)
Menjelaskan visi organisasi
d)
Kurangi kerja pegawai
e)
Hilangkan monitoring
9.
Monitoring adalah…
a)
Penilaian strategi
b)
Pengumpulan data berkala
c)
Analisis beban kerja
d)
Tujuan pelayanan
e)
Hukuman pegawai
10.
Evaluasi adalah…
a)
Target jangka panjang
b)
Pengamatan teknis
c)
Penilaian efektivitas & dampak
d)
Hitung biaya program
e)
Analisis laba
11.
Tujuan Monitoring dan Evaluasi…
a)
Lingkungan sosial
b)
Efisiensi & efektivitas
c)
Inovasi pasar
d)
Biaya fisik
e)
Investor
12.
Komponen Monev meliputi…
a)
Tren pasar
b)
Indikator kinerja
c)
Pengadaan sarana
d)
Rekrutmen
e)
Promosi
13.
Tahapan Monev mulai dari…
a)
Analisis
b)
Pelaporan
c)
Perencanaan
d)
Tindak lanjut
e)
SOP
14.
Tahapan akhir Monev…
a)
Analisis
b)
Tindak lanjut
c)
Pengumpulan
d)
Pelaporan
e)
Anggaran
15.
Hasil Monev dapat dimanfaatkan untuk…
a)
Hukuman
b)
Tambah jam kerja
c)
Perbaiki proses
d)
Hapus program
e)
Kurangi gaji
16.
Kunci sukses Monev yaitu dengan…
a)
Tanpa evaluasi
b)
Sistem lambat
c)
Kepemimpinan mendukung evaluasi
d)
Hapus tim Monev
e)
Monitoring tanpa data
17.
Sistem informasi sebaiknya di menggunakan…
a)
Data realtime akurat
b)
Manual
c)
Parsial
d)
Opini
e)
Keuangan saja
18.
Monev lintas tim dilakukan dengan cara…
a)
Konflik
b)
Beban kerja
c)
Transparansi data
d)
Kolaborasi
e)
Satu arah
19.
30% program tidak selesai tepat waktu. Merupakan contoh perspektif…
a)
Pelanggan
b)
Keuangan
c)
Proses internal
d)
SDM
e)
Lingkungan
20.
60% SDM belum mendapatkan pelatihan digital. Merupakan contoh perspektif…
a)
Keuangan
b)
Proses internal
c)
Pelanggan
d)
Pembelajaran
e)
Regulasi
21.
Waktu tunggu lama dalam mendapatkan layanan di puskesmas. Hal tersebut dapat dilakukan perbaikan pada…
a)
Proses internal
b)
Anggaran
c)
Pimpinan
d)
Promosi
e)
Alat
22.
Data tersedia tapi laporan terlambat. Merupakan komponen…
a)
Indikator
b)
Sistem data
c)
Analisis
d)
Pelaporan
e)
Tindak lanjut
23.
SOP tidak efektif setelah dilakukan Monev. Langkah yang seharusnya dilakukan dengan cara…
a)
Hapus SOP
b)
Diam saja
c)
Salahkan pegawai
d)
Revisi SOP
e)
Kurangi SDM
24.
RSUD A menjadi rujukan kegawatdaruratan selama 7 tahun dengan tingkat keberhasilan resusitasi tinggi. Tim IGD terdiri dari dokter umum dan spesialis emergensi bersertifikat nasional, serta pelatihan ACLS rutin tiap 6 bulan. Faktor SWOT yang menjadi kekuatan utama adalah:
a)
Sarana parkir pasien
b)
Kompetensi tim emergensi
c)
Sistem antrean manual
d)
Lokasi dekat terminal
e)
Jam pelayanan terbatas
25.
Puskesmas X memiliki cakupan wilayah luas mencakup 12 desa. Namun kendaraan operasional hanya satu unit dan sering rusak sehingga skrining ke wilayah terpencil tertunda. Faktor SWOT yang menjadi kelemahan utama adalah:
a)
Luas wilayah binaan
b)
Minimnya sarana transportasi
c)
Banyaknya pasien PTM
d)
Tenaga vaksinator profesional
e)
Dukungan masyarakat desa
26.
Klinik Y berada di kawasan industri dengan pekerja produktif. Mayoritas memiliki jaminan BPJS perusahaan dan ingin kontrak pemeriksaan kesehatan berkala untuk 500 karyawan. Peluang SWOT yang muncul adalah:
a)
Tarif layanan rendah
b)
Program imunisasi kalah saing
c)
Kerja sama MCU dengan perusahaan
d)
Tenaga laboratorium terbatas
e)
Lokasi dekat permukiman
27.
RS swasta premium baru dibuka 1 km dari RSU C dengan layanan kanker unggulan dan promosi agresif untuk pasien BPJS kelas I. Kondisi ini menjadi ancaman karena
a)
Minimnya staf farmasi
b)
Penurunan kebutuhan IGD
c)
Kompetitor dengan fasilitas unggul
d)
Pasien lansia meningkat
e)
SOP lama
28.
Puskesmas D memiliki konselor gizi berpengalaman yang berhasil menurunkan angka stunting selama 3 tahun. Mereka melakukan edukasi rumah tangga dan pemantauan bulanan. Strength utama adalah:
a)
Banyak ibu bekerja
b)
Minimnya dana lokal
c)
Kompetensi konselor gizi
d)
Layanan tidak digital
e)
Jarak desa jauh
29.
Pemda membuka dana CSR untuk program lansia komunitas. Puskesmas E sudah memiliki kader lansia aktif yang rutin melakukan senam dan edukasi obat. Peluang SWOT yang bisa diambil adalah:
a)
Menutup layanan lansia
b)
Mengurangi jumlah kader
c)
Mengajukan CSR kesehatan lansia
d)
Menaikkan tarif pemeriksaan
e)
Menghapus skrining diabetes
30.
Posyandu di desa ramai dikunjungi warga. Namun pencatatan pertumbuhan balita masih manual sehingga grafik sering salah interpretasi. Weakness utama adalah:
a)
Banyaknya peserta
b)
Minimnya ruang tunggu
c)
Pencatatan manual
d)
Tenaga bidan sangat baik
e)
Dukungan kader
31.
Puskesmas G berada dekat universitas kesehatan. Banyak mahasiswa siap magang dan riset komunitas. Peluang SWOT adalah:
a)
Gedung kecil
b)
Kurangnya dokter
c)
Kolaborasi akademik dengan universitas
d)
Lokasi sempit
e)
Biaya konsultasi rendah
32.
Skrining kanker serviks berjalan baik. Namun sistem rujukan tidak terintegrasi sehingga data pasien sering hilang saat administrasi manual. Weakness utama adalah:
a)
Partisipasi ibu rendah
b)
Keterbatasan ruang tindakan
c)
Sistem rujukan tidak standar
d)
Tenaga bidan berlebih
e)
Pasien terlalu banyak
33.
Puskesmas G unggul dalam layanan KIA dengan bidan berpengalaman. Namun tidak ada ruang menyusui layak sehingga ibu memilih fasilitas lain. Weakness dalam kasus ini adalah:
a)
Fasilitas pendukung kurang
b)
Ancaman migrasi pasien
c)
SDM KIA unggul
d)
LSM siap bantu
e)
Jadwal pelayanan tidak tetap
34.
RS X memiliki ICU modern dengan dokter anestesi berpengalaman. Namun biaya tinggi membuat pasien BPJS pindah ke RS tipe C. Threat utama adalah:
a)
Politik biaya
b)
Migrasi pasien ke RS lain
c)
Kurangnya ventilator
d)
Kompetensi SDM rendah
e)
Turun minat rawat inap
35.
Program CKG diinput ke ASIK. Namun petugas belum memahami fitur unggah massal sehingga ratusan data tertunda. Weakness utama adalah:
a)
Kompetensi digital rendah
b)
Pelatihan terbatas
c)
Sumber dana besar
d)
Respon pasien tinggi
e)
Lokasi strategis
36.
RS daerah menjalankan edukasi diabetes berbasis komunitas. Namun tidak ada monitoring HbA1c sehingga dampak program tidak terukur. Weakness utama adalah:
a)
Evaluasi program buruk
b)
Resiko terapi berhenti
c)
Lab terlalu kecil
d)
Dukungan komunitas rendah
e)
Tenaga apoteker kurang
37.
Puskesmas H dekat halte dan pasar sehingga mudah diakses. Namun tenaga triase hanya satu sehingga antrean tinggi. Weakness yang dominan adalah:
a)
Lokasi strategis
b)
Keterbatasan SDM triase
c)
Ancaman kompetitor cepat
d)
Peningkatan pasien
e)
Data BPJS lengkap
38.
RS M memiliki kamar rawat inap premium nyaman. Namun IGD lambat karena administrasi berlapis sebelum tindakan medis. Weakness yang harus diperbaiki adalah:
a)
Proses administrasi IGD
b)
Desain kamar VIP
c)
Tarif IGD tinggi
d)
Jumlah dokter terbatas
e)
Biaya rawat inap rendah
39.
Pemberdayaan kader lansia meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi. Namun tekanan darah tidak dicatat sehingga dampak tidak terverifikasi. Weakness utama adalah:
a)
Tidak ada dokumentasi kesehatan
b)
Kader lansia kurang
c)
Obat mahal
d)
Program tidak diminati
e)
Kader sulit dilatih
40.
Klinik Z memiliki dokter anak populer. Namun tidak ada sistem antrean online sehingga orang tua menunggu lama. SWOT menyarankan:
a)
Membangun antrean digital
b)
Menambah kursi tunggu
c)
Mengurangi jam dokter
d)
Menghapus jadwal favorit
e)
Menaikkan tarif layanan
41.
RS publik mendapat alat USG 4D. Namun operator sonografi belum dilatih sehingga alat jarang digunakan. Weakness utama adalah:
a)
Teknologi mahal
b)
Kompetensi operator rendah
c)
Kritik publik
d)
Biaya operasional tinggi
e)
Instrumen rusak
42.
Puskesmas jauh dari kota mendapat ambulans CSR. Namun tidak ada SOP operasional sehingga sering tidak dipakai saat darurat. Weakness utama adalah:
a)
Manajemen operasional buruk
b)
Potensi rujukan cepat
c)
Penilaian warga rendah
d)
Fasilitas ambulans ada
e)
Geografi luas
43.
Pusat kesehatan ibu hamil menyediakan kelas prenatal. Namun materi edukasi tidak didokumentasikan sehingga kualitas antar batch tidak konsisten. Weakness utama adalah:
a)
Kurangnya standarisasi
b)
Permintaan tinggi
c)
Ancaman klinik swasta
d)
Teleedukasi tersedia
e)
Ruang kelas kecil
44.
RS menerima banyak koas, namun tidak ada SOP supervisi sehingga praktik klinis tidak terarah dan pasien mengeluh. Weakness utama adalah:
a)
Pengawasan tidak memadai
b)
Tenaga tambahan awal baik
c)
Reputasi terancam
d)
Program akademik luas
e)
Ruangan klinik kecil
45.
Puskesmas urban memiliki data PTM lengkap melalui ASIK. Namun tidak ada analisis prediktif untuk perencanaan obat dan intervensi risiko tinggi. Weakness utama adalah:
a)
Pemanfaatan data rendah
b)
Integrasi SatuSehat
c)
Database kuat
d)
Kompetitor aktif
e)
Stok farmasi tinggi
46.
Puskesmas X melaksanakan skrining PTM selama 6 bulan di tiga kelurahan. Data menunjukkan banyak warga hadir, namun tidak ada follow-up pasien risiko tinggi sehingga angka hipertensi tidak berubah. Fokus evaluasi yang tepat adalah:
a)
Outcome program
b)
Proses promosi
c)
Struktur organisasi
d)
Lokasi kegiatan
e)
Input tenaga kesehatan
47.
Program imunisasi balita di Posyandu desa A berjalan tiap bulan. Kader hanya mencatat jumlah peserta tanpa riwayat vaksin sehingga cakupan tidak akurat. Masalah monev utama adalah:
a)
Kurangnya tenaga perawat
b)
Biaya kader tinggi
c)
Jadwal terlalu sering
d)
Tidak ada sarana vaksin
e)
Ketidaklengkapan input data
48.
Puskesmas C melakukan input CKG ke ASIK. Petugas tidak memverifikasi data sehingga banyak NIK ganda dan data hilang saat ekspor. Aspek monev yang perlu diperbaiki adalah:
a)
Validasi mutu data
b)
Sosialisasi ke masyarakat
c)
Penambahan sesi edukasi
d)
Pelatihan medis klinis
e)
Monitoring sarana vaksin
49.
Program TB di RS D memiliki SOP rujukan baik. Namun pasien tidak datang kontrol karena jadwal tidak dijelaskan dan tidak ada tracing. Masalah evaluasi utama adalah:
a)
Proses implementasi program
b)
Efektivitas biaya
c)
Output obat TB
d)
Ketersediaan ruang
e)
Kinerja klinik
50.
RS E membuka layanan poli laktasi gratis. Dokumentasi edukasi tidak seragam sehingga informasi berbeda antar konselor. Masalah evaluasi terkait:
a)
Input sumber daya
b)
Konsistensi proses layanan
c)
Efisiensi biaya
d)
Rujukan ke rumah sakit
e)
Outcome program
51.
Program skrining diabetes menggunakan glukometer tiap 3 bulan. Hasil tidak dianalisis untuk melihat tren kenaikan kasus baru. Proses monev yang gagal:
a)
Rekrutmen pasien
b)
Promosi program
c)
Persiapan logistik
d)
Selksi lokasi
e)
Analisis data
52.
Puskesmas mengadakan workshop kader lansia. Evaluasi hanya berdasarkan absensi tanpa mengukur peningkatan pengetahuan. Metode evaluasi seharusnya:
a)
Pre-test dan post-test
b)
Studi kualitatif
c)
Audit anggaran
d)
Benchmarking RS
e)
Observasi rumah warga
53.
RS F melakukan audit IGD bulanan. Namun hasil audit tidak ditindaklanjuti melalui SOP atau pelatihan. Komponen monev yang hilang adalah:
a)
Evaluasi
b)
Feedback loop perbaikan
c)
Insentif tenaga kesehatan
d)
Pelaporan publik
e)
Monitoring
54.
Program home care hipertensi berjalan di rumah pasien. Tidak ada indikator seperti frekuensi kunjungan atau hasil tekanan darah. Masalah monev utama:
a)
Kurangnya perawat senior
b)
Biaya transportasi tinggi
c)
Pasien tidak disiplin
d)
Sistem ASIK error
e)
Tidak ada indikator terukur
55.
Klinik H menerima keluhan waktu tunggu lama. Laporan monev hanya mencatat jumlah pasien harian tanpa membedakan poli. Variabel evaluasi yang seharusnya dianalisis:
a)
Lama antrean per layanan
b)
Pola rujukan penyakit
c)
Riwayat imunisasi
d)
Jumlah pasien BPJS
e)
Penyedia obat
56.
Posyandu balita K menggunakan timbangan analog tidak terkalibrasi. Data menunjukkan banyak penurunan berat palsu. Monitoring gagal karena:
a)
Promosi buruk
b)
Kader kurang
c)
Anak tidak hadir
d)
Data terlalu banyak
e)
Pengukuran tidak valid
57.
Skrining kanker serviks rutin setiap 2 bulan. Data rujukan IVA positif tidak dicatat sehingga tindak lanjut tidak diketahui. Aspek evaluasi yang hilang:
a)
Outcome
b)
Dampak biaya
c)
Analisis risiko
d)
Waktu pelaksanaan
e)
Output
58.
Vaksin tifoid untuk pekerja pabrik dilakukan di klinik. Tidak ada laporan cakupan berdasarkan divisi kerja. Komponen evaluasi yang hilang:
a)
Output vaksin
b)
Tenaga dokter
c)
Promosi lokasi
d)
Ketersediaan ruang
e)
Segmentasi data
59.
Survey kepuasan IGD dilakukan skala 1–5. Data hanya ditampilkan sebagai grafik tanpa analisis penyebab skor rendah. Kegagalan evaluasi adalah:
a)
Tidak ada analisis kualitatif
b)
Datanya tidak akurat
c)
Biaya belum dihitung
d)
Dokter tidak dilibatkan
e)
Tidak ada visualisasi
60.
Program senam lansia rutin berjalan. Namun tidak ada pencatatan hasil seperti tekanan darah atau keseimbangan. Evaluasi tidak efektif karena:
a)
Biaya pelatih tinggi
b)
Lansia malas datang
c)
Lapangan kecil
d)
Pelatih belum sertifikasi
e)
Tidak ada indikator outcome