wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Psikososial Budaya dalam Keperawatan (C3–C5)

Total questions: 59

Worksheet time: 59mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien pasca amputasi kaki merasa malu, menarik diri, dan mengatakan dirinya “tidak berguna lagi”. Masalah utama pada konsep diri pasien adalah:

a)

A. Ideal diri

b)

B. Identitas diri

c)

C. Citra tubuh

d)

D. Peran diri

e)

E. Harga diri

2.

Mahasiswa keperawatan merasa gagal dan tidak percaya diri setelah beberapa kali tidak lulus ujian praktik, meskipun sebelumnya berprestasi. Komponen konsep diri yang terganggu adalah:

a)

A. Identitas diri

b)

B. Citra tubuh

c)

C. Harga diri

d)

D. Peran diri

e)

E. Ideal diri

3.

Seorang ibu yang sebelumnya bekerja merasa kehilangan makna hidup setelah menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Masalah konsep diri yang dialami adalah gangguan pada:

a)

Citra tubuh

b)

Identitas diri

c)

Peran diri

d)

Ideal diri

e)

Harga diri

4.

Perawat memberikan intervensi dengan mendorong pasien mengenali kelebihan dan keberhasilan yang pernah dicapai. Tujuan utama intervensi tersebut adalah meningkatkan:

a)

Identitas diri

b)

Harga diri

c)

Citra tubuh

d)

Ideal diri

e)

Peran diri

5.

Pasien pasca stroke merasa takut tidak mampu memenuhi kebutuhan seksual pasangannya. Masalah psikososial yang paling mungkin muncul adalah:

a)

Gangguan identitas gender

b)

Gangguan peran seksual

c)

Gangguan konsep diri

d)

Disfungsi seksual

e)

Gangguan citra tubuh

6.

Perawat membahas perubahan fungsi seksual akibat penyakit kronis dengan bahasa yang sopan dan tidak menghakimi. Pendekatan ini mencerminkan:

a)

Sikap etnosentris

b)

Sensitivitas budaya dan seksual

c)

Dominasi nilai perawat

d)

Penghindaran topik sensitif

e)

Intervensi spiritual

7.

Seorang remaja merasa bingung dan cemas terhadap perubahan fisik saat pubertas. Peran perawat yang paling tepat adalah:

a)

Memberikan nasehat moral

b)

Menghindari pembahasan

c)

Memberikan edukasi perkembangan seksual

d)

Menyerahkan pada orang tua

e)

Mengarahkan pada disiplin ketat

8.

Pasien menolak pemeriksaan genital karena alasan nilai budaya dan agama. Sikap perawat yang paling tepat adalah:

a)

Memaksa demi standar medis

b)

Mengabaikan pemeriksaan

c)

Menghormati dan mencari alternatif

d)

Menyerahkan sepenuhnya pada pasien

e)

Menunda tanpa penjelasan

9.

Pasien terminal mengatakan penyakitnya adalah ujian dari Tuhan dan merasa lebih tenang setelah berdoa. Respon perawat yang tepat adalah:

a)

Mengalihkan pembicaraan

b)

Menguatkan keyakinan pasien

c)

Menyangkal pandangan pasien

d)

Fokus pada tindakan medis

e)

Mengubah keyakinan pasien

10.

Pasien menyatakan kehilangan makna hidup setelah didiagnosis penyakit kronis. Masalah yang paling sesuai adalah gangguan:

a)

Harga diri

b)

Spiritualitas

c)

Peran diri

d)

Identitas diri

e)

Koping individu

11.

Perawat memfasilitasi pasien untuk bertemu pemuka agama sesuai kepercayaannya. Intervensi ini termasuk dalam:

a)

Dukungan emosional

b)

Dukungan sosial

c)

Dukungan spiritual

d)

Dukungan instrumental

e)

Dukungan informasional

12.

Tujuan utama asuhan keperawatan spiritual adalah:

a)

Menyembuhkan penyakit

b)

Meningkatkan kualitas hidup

c)

Mengurangi rasa sakit

d)

Mempercepat pemulihan

e)

Menghilangkan kecemasan

13.

Mahasiswa baru merasa cemas, sulit tidur, dan sulit konsentrasi saat awal kuliah. Kondisi ini paling tepat disebut sebagai:

a)

Distres

b)

Eustres

c)

Stres akut

d)

Stres kronik

e)

Burnout

14.

Pasien kanker menggunakan humor dan tetap aktif beraktivitas meskipun menjalani kemoterapi. Strategi koping yang digunakan adalah:

a)

Koping maladaptif

b)

Koping emosional negatif

c)

Koping adaptif

d)

Mekanisme pertahanan ego

e)

Penyangkalan

15.

Perawat membantu pasien mengidentifikasi sumber stres dan memilih cara mengatasinya. Intervensi ini berada pada tahap:

a)

A. Reaksi alarm

b)

B. Reaksi resistensi

16.

Menurut teori adaptasi, keberhasilan adaptasi ditandai dengan:

a)

Tidak adanya stres

b)

Penarikan diri total

c)

Keseimbangan fisiologis dan psikologis

d)

Ketergantungan pada orang lain

e)

Penghindaran masalah

17.

Pasien menghadapi stresor berulang tanpa dukungan sosial hingga mengalami kelelahan emosional. Tahap stres yang dialami adalah:

a)

Alarm

b)

Adaptasi

c)

Resistensi

d)

Kelelahan

e)

Pemulihan

18.

Perawat mengevaluasi efektivitas koping pasien setelah dilakukan intervensi psikososial. Ranah kognitif yang digunakan adalah:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

19.

Memilih intervensi psikososial yang paling tepat berdasarkan kondisi stres pasien merupakan kompetensi:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

20.

Menyimpulkan keberhasilan adaptasi pasien terhadap stres setelah asuhan keperawatan diberikan termasuk ranah:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

21.

Pasien pasca mastektomi mengatakan tidak lagi merasa sebagai perempuan seutuhnya dan enggan bercermin. Masalah utama pada konsep diri pasien adalah:

a)

A. Harga diri rendah

b)

B. Gangguan identitas diri

c)

C. Gangguan peran diri

d)

D. Gangguan citra tubuh

e)

E. Gangguan ideal diri

22.

Seorang pria usia 45 tahun kehilangan pekerjaan dan merasa tidak berguna sebagai kepala keluarga. Komponen konsep diri yang paling terganggu adalah:

a)

A. Identitas diri

b)

B. Citra tubuh

c)

C. Peran diri

d)

D. Ideal diri

e)

E. Harga diri

23.

Pasien sering menyalahkan diri sendiri dan merasa gagal setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan disabilitas. Masalah konsep diri yang paling sesuai adalah:

a)

Gangguan citra tubuh

b)

Harga diri rendah

c)

Gangguan identitas diri

d)

Gangguan peran diri

e)

Konflik ideal diri

24.

Perawat membantu pasien mengenali kemampuan yang masih dimiliki dan menetapkan tujuan realistis. Tujuan utama intervensi ini adalah meningkatkan:

a)

Identitas diri

b)

Peran diri

c)

Harga diri

d)

Citra tubuh

e)

Ideal diri

25.

Seorang lansia kehilangan pasangan hidupnya dan mengatakan hidupnya terasa kosong. Jenis kehilangan yang dialami adalah:

a)

Kehilangan aktual

b)

Kehilangan situasional

c)

Kehilangan perkembangan

d)

Kehilangan simbolik

e)

Kehilangan internal

26.

Pasien yang baru didiagnosis penyakit kronis merasa kehilangan masa depan dan harapan hidup. Jenis kehilangan tersebut termasuk:

a)

Aktual

b)

Situasional

c)

Antisipatori

d)

Perkembangan

e)

Simbolik

27.

Kehilangan yang diperkirakan akan terjadi sebelum kematian disebut kehilangan:

a)

Aktual

b)

Simbolik

c)

Perkembangan

d)

Antisipatori

e)

Situasional

28.

Perawat mendengarkan pasien yang menceritakan perasaan sedih akibat kehilangan tanpa menghakimi. Intervensi ini bertujuan untuk:

a)

Mengalihkan perhatian

b)

Mengurangi tangisan

c)

Memfasilitasi proses berduka

d)

Menghentikan kesedihan

e)

Menguatkan rasionalisasi

29.

Pasien terminal mengatakan, “Saya tidak takut mati, saya hanya ingin bersama keluarga.” Tahap penerimaan kematian menurut Kübler-Ross adalah:

a)

A. Penyangkalan

b)

B. Marah

c)

C. Tawar-menawar

d)

D. Depresi

e)

E. Penerimaan

30.

Pasien terminal menolak membicarakan kondisi penyakitnya dan mengatakan hasil pemeriksaan salah. Pasien berada pada tahap:

a)

Marah

b)

Depresi

c)

Penyangkalan

d)

Penerimaan

e)

Tawar-menawar

31.

Peran utama perawat pada pasien menjelang ajal adalah:

a)

Memperpanjang hidup

b)

Memberikan harapan palsu

c)

Memberikan kenyamanan dan dukungan

d)

Menghindari diskusi kematian

e)

Fokus pada prosedur invasif

32.

Menghormati ritual budaya dan agama pasien menjelang kematian menunjukkan prinsip:

a)

A. Etika profesional

b)

B. Keperawatan holistik

33.

Keluarga pasien yang meninggal tiba-tiba menunjukkan reaksi kaget, menangis, dan sulit menerima kenyataan. Respon ini termasuk fase:

a)

Penyangkalan

b)

Reaksi akut berduka

c)

Resolusi

d)

Adaptasi

e)

Pemulihan

34.

Seseorang masih mengalami kesedihan mendalam dan tidak dapat berfungsi normal lebih dari satu tahun setelah kehilangan. Kondisi ini disebut:

a)

Berduka normal

b)

Berduka antisipatori

c)

Berduka tertunda

d)

Berduka patologis

e)

Berduka situasional

35.

Perawat memfasilitasi keluarga untuk mengekspresikan perasaan kehilangan sesuai budaya setempat. Tindakan ini bertujuan untuk:

4 lines
36.

Perawat menilai kemampuan keluarga melanjutkan fungsi kehidupan sehari-hari setelah kehilangan. Penilaian ini berada pada tahap:

a)

Pengkajian berduka

b)

Diagnosa berduka

c)

Intervensi berduka

d)

Evaluasi adaptasi

e)

Terminasi

37.

Menerapkan strategi komunikasi terapeutik pada pasien berduka termasuk ranah:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

38.

Menganalisis respon pasien terhadap kehilangan berdasarkan tahapan berduka termasuk ranah:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

39.

Menentukan intervensi keperawatan yang paling tepat pada keluarga berduka termasuk kompetensi:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

40.

Mengevaluasi keberhasilan adaptasi pasien dan keluarga terhadap kehilangan dan kematian termasuk ranah:

a)

C2

b)

C3

c)

C4

d)

C5

e)

C1

41.

Seorang perawat menemukan bahwa pasien memiliki kebiasaan pengobatan tradisional yang diwariskan turun-temurun dalam keluarganya. Fenomena tersebut paling tepat menggambarkan budaya sebagai:

a)

Pola perilaku biologis

b)

Warisan genetik

c)

Sistem nilai dan kepercayaan yang dipelajari

d)

Kebiasaan individual

e)

Adaptasi lingkungan semata

42.

Pasien dari daerah tertentu selalu melibatkan keluarga besar dalam pengambilan keputusan kesehatan. Contoh tersebut menunjukkan bahwa budaya berfungsi sebagai:

a)

Identitas personal

b)

Pedoman perilaku sosial

c)

Norma hukum formal

43.

Dalam pengkajian budaya, perawat menyadari bahwa nilai dan kepercayaan pasien dapat berubah seiring waktu. Karakteristik budaya yang dimaksud adalah:

a)

Budaya bersifat statis

b)

Budaya bersifat adaptif dan dinamis

c)

Budaya bersifat individual

d)

Budaya bersifat universal mutlak

e)

Budaya bersifat genetik

44.

Perawat menemukan perbedaan cara pandang sehat-sakit antara pasien dan keluarganya. Hal ini menunjukkan karakteristik budaya sebagai:

a)

Seragam

b)

Bersifat simbolik

c)

Bersifat heterogen

d)

Bersifat biologis

e)

Bersifat tetap

45.

Pasien mengikuti ritual tertentu sebelum menjalani operasi karena diyakini membawa keselamatan. Ritual tersebut mencerminkan budaya yang bersifat:

a)

Material

b)

Rasional ilmiah

c)

Simbolik dan bermakna

46.

Perawat menyadari bahwa budaya memengaruhi cara pasien mengekspresikan nyeri. Pernyataan ini menunjukkan bahwa budaya:

a)

Tidak memengaruhi kesehatan

b)

Memengaruhi persepsi dan perilaku

c)

Hanya berkaitan dengan adat

d)

Terpisah dari sistem kesehatan

e)

Bersifat objektif

47.

Pasien percaya bahwa penyakitnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hubungan manusia dengan alam. Pendekatan yang tepat untuk memahami hal ini adalah melalui:

a)

Ilmu biomedik

b)

Psikologi klinis

c)

Antropologi kesehatan

d)

Epidemiologi

e)

Sosiologi medis

48.

Dalam antropologi kesehatan, konsep illness merujuk pada:

a)

Diagnosis medis oleh tenaga kesehatan

b)

Persepsi subjektif individu tentang sakit

c)

Gangguan fisiologis

d)

Penyakit menular

e)

Hasil pemeriksaan laboratorium

49.

Perawat menilai praktik dukun sebagai bagian dari sistem kepercayaan masyarakat, bukan untuk dihakimi. Sikap ini mencerminkan prinsip:

a)

Etnosentrisme

b)

Relativisme budaya

c)

Dominasi budaya

d)

Penolakan budaya

e)

Asimilasi budaya

50.

Antropologi kesehatan membantu perawat untuk:

a)

Menggantikan pengobatan medis

b)

Menyeragamkan asuhan keperawatan

c)

Memahami makna sehat-sakit dalam konteks budaya

d)

Menentukan diagnosis medis

e)

Menghilangkan praktik tradisional

51.

Pasien lebih memilih jamu dibanding obat medis karena kepercayaan keluarga. Perilaku ini dipengaruhi oleh:

a)

Faktor biologis

b)

Faktor ekonomi semata

c)

Nilai dan kepercayaan budaya

d)

Tingkat pendidikan saja

e)

Usia pasien

52.

Perawat menemukan bahwa pasien menunda berobat karena menganggap sakit adalah takdir. Perilaku kesehatan ini dipengaruhi oleh faktor:

a)

Teknologi

b)

Budaya dan spiritual

c)

Lingkungan fisik

d)

Biologis

e)

Pendidikan formal

53.

Perawat mengedukasi pasien dengan mengaitkan pesan kesehatan pada nilai budaya setempat. Pendekatan ini bertujuan untuk:

a)

Mengubah budaya pasien

b)

Meningkatkan penerimaan perilaku sehat

c)

Menghilangkan kepercayaan lokal

d)

Menyeragamkan perilaku

e)

Mempercepat tindakan medis

54.

Perilaku mencari pengobatan pertama kali ke tenaga tradisional sebelum medis disebut:

a)

Perilaku preventif

b)

Perilaku kuratif

c)

Pola pencarian pelayanan kesehatan berbasis budaya

d)

Perilaku promotif

e)

Perilaku rehabilitatif

55.

15. Perawat menyesuaikan intervensi keperawatan dengan nilai dan keyakinan pasien tanpa mengorbankan keselamatan.

a)

Menyesuaikan intervensi keperawatan dengan nilai dan keyakinan pasien tanpa mengorbankan keselamatan.

b)

Mengabaikan nilai dan keyakinan pasien demi efisiensi waktu.

c)

Mengutamakan keyakinan pribadi perawat dalam intervensi keperawatan.

d)

Melaksanakan intervensi tanpa mempertimbangkan keselamatan pasien.

56.

Pendekatan ini mencerminkan paradigma:

a)

Biomedik

b)

Tradisional

c)

Keperawatan peka budaya

d)

Medikalistik

e)

Kuratif

57.

Tujuan utama keperawatan peka budaya adalah:

a)

Menyeragamkan asuhan

b)

Menghilangkan perbedaan budaya

c)

Memberikan asuhan yang bermakna dan diterima pasien

d)

Mengutamakan standar perawat

e)

Mempercepat proses penyembuhan

58.

Perawat menolak memaksakan nilai pribadinya kepada pasien dari budaya berbeda. Sikap ini menunjukkan:

a)

Dominasi budaya

b)

Etnosentrisme

c)

Sensitivitas dan kompetensi budaya

d)

Relativisme mutlak

e)

Penghindaran budaya

59.

Menganalisis perbedaan perilaku kesehatan pasien berdasarkan latar budaya termasuk ranah kognitif:

a)

C2

b)

C3

c)

C4