wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS FARMAKOLOGI KEP 2026

Total questions: 60

Worksheet time: 51mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perawat akan melakukan pengkajian tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan. Perawat akan melakukan pengkajian kepatuhan minum obat secara langsung. Berikut ini yang dapat dilakukan perawat adalah

a)

Menggunakan kuesioner pelaporan minum obat

b)

Mengidentifikasi jumlah sisa obat

c)

Mengawasi saat pasien minum obat

d)

Menggunakan catatan harian pasien

e)

Menilai pelaporan PMO

2.

Farmakokinetik obat pada lansia mengalami berbagai hambatan, salah satunya adalah hambatan yang berkaitan dengan berkurangnya proporsi air dalam tubuh lansia sebagai agen transport yang semakin jumlahnya menurun, mekanisme tersebut mengganggu proses farmakokinetik pada fungsi

a)

Distribusi

b)

Metabolisme

c)

Absorbsi

d)

Eliminasi

e)

Ekskresi

3.

Hambatan farmakokinetik pengobatan pada lansia yang berkaitan dengan fungsi ekskresi umumnya diperberat oleh kondisi berikut ini, KECUALI

a)

Adanya penyakit gagal ginjal

b)

Penurunan fungsi GFR ginjal

c)

Menipisnya lemak subkutan

d)

Gangguan pada fungsi hepar

e)

Gangguan aliran portal hepar

4.

Penggunaan sejumlah obat-obatan secara bersamaan yang umumnya didasari oleh berbagai penyakit kronis pada lansia disebut

a)

Adiksi

b)

Polifarmasi

c)

Habitua si

d)

Farmakokinetik

e)

Toleransi

5.

Seorang lansia menderita penyakit hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi sebanyak 1 jenis, obat nyeri sebanyak 2 jenis, 1 jenis vitamin tulang dan 2 jenis obat penetralisir asam lambung. Pasien mengeluh badannya lemas saat minum obat-obatan tersebut. Hal utama yang dilakukan oleh perawat berkolaborasi dengan tim medis dan farmasi dalam menghadapi masalah tersebut adalah

a)

Mengidentifikasi kemungkinan interaksi obat

b)

Melakukan pemeriksaan darah lengkap

c)

Menegakkan masalah ketidakpatuhan

d)

Mengatasi gejala khas penuaan

e)

Memberikan edukasi fungsi masing-masing obat

6.

Berikut ini merupakan obat nyeri yang sebaiknya dihindari pada lansia dengan gastritis, adalah

a)

Paracetamol

b)

Kodein

c)

Tramadol

d)

Ibu Profen

e)

Meloxicam

7.

Klien perempuan berusia 58 tahun menderita DM tipe 2 selama 15 tahun. Saat dilakukan kunjungan rumah dan pemeriksaan didapatkan GDP masih cukup tinggi (389 mg/dl). Klien selalu patuh minum obat karena ada PMO. Klien kemudian diberikan edukasi dan resep obat tambahan untuk menurunkan kadar gula darah. Klien tampak murung dan pasif. Istilah kepatuhan pengobatan yang sesuai dengan kondisi klien tersebut adalah

a)

Adherance

b)

Constancy

c)

Compliance

d)

Bargaining

e)

Conformity

8.

Pasien laki-laki berusia 45 tahun menderita PPOK. Pasien mendapatkan terapi symbicort turbuhaler. Klien mengatakan kadang tidak menggunakan obat tersebut karena kesulitan dan sering tersedak saat menghirup serbuk obat. Sesuai dengan teori model kepatuhan maka kondisi klien termasuk

a)

Unintentional non-adherance

b)

Intentional non-adherance

c)

Medication adherance

d)

Planed behavior

e)

Drug compliance

9.

Pasien perempuan berusia 60 tahun menderita decompensasi cordis dan hipertensi mengeluh sering berdebar saat beraktivitas berat. Pasien juga mengeluh nyeri pada kedua lututnya. Pasien mendapatkan resep obat bisoprolol, vit B 12, osteofortis, dan diklofenak. Dokter perlu menambahkan obat antasida pendamping analgesik kuat. Tujuan polifarmasi berdasarkan kasus tersebut adalah

a)

Menambah efek sinergisme

b)

Pencegahan efek samping

c)

Menambah interaksi obat

d)

Menganut fungsi aditif

e)

Meningkatkan fungsi obat

10.

Seorang lansia datang ke praktik dokter mandiri mengeluh demam naik turun disertai batuk pilek. Setelah dilakukan anamnesis pasien mendapatkan advis pengobatan yaitu Paracetamol 500 mg, Ambroxol 30 mg, Demacolin (Parasetamol 500 mg, Pseudoefedrin HCl 7,5 mg, Klorfeniramin Maleat 2 mg), dexamethasone 0,5 mg. Berdasarkan kasus di atas, kesalahan polifarmasinya adalah

a)

Potensi efek samping

b)

Interaksi obat

c)

Ketidakpatuhan pengobatan

d)

Duplikasi obat

e)

Kurang pengetahuan

11.

Lansia datang ke poliklinik psikiatri untuk berobat. Keluarga pasien menyatakan pasien sering murung sejak suaminya meninggal dunia 3 bulan yang lalu. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan dan memberikan resep obat golongan SSRI sebagai agen antidepresan. Edukasi utama yang harus disampaikan pada pasien selain minum obat secara rutin adalah

a)

Pengawasan risiko bunuh diri pada pengobatan awal

b)

Obat menimbulkan efek pada kualitas tidur

c)

Minum obat bersama makan mencegah gangguan pencernaan

d)

Gunakan obat sesuai dosis anjuran medis

e)

Lakukan kontrol rutin saat obat habis

12.

Obat antihipertensi clonidine dihindari untuk diberikan pada lansia karena memiliki efek relaksasi pembuluh darah melalui SSP sehingga menimbulkan efek hemodinamik berat berikut ini, KECUALI

a)

Hipotensi

b)

Bradikardi

c)

Sinkop

d)

Pingsan

e)

Palpitasi

13.

Seorang lansia penderita dementia dilakukan kunjungan rumah oleh tim medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien mengalami penurunan fungsi kognitif berat. Klien diberikan resep obat memantine sebagai obat anti dementia. Berdasarkan kasus tersebut tim medis memberikan obat tersebut bertujuan untuk

a)

Meningkatkan jumlah asetilkolin

b)

Menghambat asetilkolinerase strease

c)

Melancarkan aliran darah ke otak

d)

Menghambat penumpukan protein glutamat

e)

Menghambat fungsi kognitif

14.

Hitunglah dosis penyuntikan insulin pada pasien perempuan berusia 34 tahun penderitan DM tipe 2 dengan kadar glukosa darah tidak terkontrol, hasil pemeriksaan GDA 334 gram/dl, Berat Badan 62 kg, berapakah dosis insulin total pasien?

a)

62 IU

b)

31 IU

c)

25 IU

d)

19 IU

e)

12 IU

15.

Seorang pasien dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri, pasien merupakan penderita DM tipe 2, hasil pemeriksaan GDA didapatkan 623 gram/dl. Berapakah dosis insulin regulasi cepat yang harus diberikan secara intravena pada pasien tersebut?

a)

6x @4 IU/jam

b)

5x @4 IU/jam

c)

4x @4 IU/jam

d)

3x @4 IU/jam

e)

2x @4 IU/jam

16.

Rute terapi obat yang ditujukan langsung menuju reseptor di perifer pernafasan dan kapiler di alveoli yaitu

a)

Jalur oral

b)

Jalur sublingual

c)

Jalur transderma

d)

Jalur intravena

e)

Jalur inhalasi

17.

Pada sistem pernafasan terjadi pertukaran gas (oksigen–karbondioksida) di bagian

a)

Jaringan perifer paru-paru

b)

Pembuluh kapiler di alveoli

c)

Permukaan paru-paru

d)

Bronkhus

e)

Bronkhiolus

18.

Batuk merupakan respon alami tubuh yang bertujuan mengeluarkan zat asing di saluran nafas. Pada batuk kering, golongan yang cocok direkomendasikan adalah

a)

Mucolytic agent

b)

Ekspektoran

c)

Dekongestan

d)

Antitusif

e)

Bronkodilator

19.

Obat yang bekerja dengan cara mengurangi eksitasi neurotransmiter pada aktivasi reseptor sigma 1 yaitu

a)

Dextromehorphan

b)

Pseudoefedrin

c)

Ambroxol

d)

N-Acetylsistein

e)

Guaiafenesin

20.

Obat yang bekerja dengan cara memutus ikatan disulfida pada sputum merupakan kinerja dari obat

a)

Dextromehorphan

b)

Pseudoefedrin

c)

Bromheksin

d)

Phenylpropanolamine

e)

Guaiafenesin

21.

Obat yang bekerja dengan cepat melegakan saluran pernafasan ditujukan pada kondisi kekambuhan (reliver) adalah

a)

Albuterol

b)

Salmeterol

c)

Formoterol

d)

Tiopropium bromide

e)

Budesonide

22.

Lama terapi yang dijalani oleh seorang penderita TBC yang disebabkan oleh bakteri tahan asam yang bernama Mycobacterium tuberculosis yaitu 6 bulan. Fase intensif dilakukan selama

a)

30 hari

b)

60 hari

c)

1 bulan

d)

3 bulan

e)

4 bulan

23.

Lama terapi yang dijalani oleh seorang penderita TBC yang disebabkan oleh bakteri tahan asam yang bernama Mycobacterium tuberculosis yaitu 6 bulan. Fase lanjutan dilakukan selama

a)

30 hari

b)

60 hari

c)

1 bulan

d)

3 bulan

e)

4 bulan

24.

Kondisi mikroorganisme infeksius (bakteri, virus, jamur, dan parasit) yang menjadi kebal terhadap obat yang sebelumnya efektif disebut

a)

Infeksi nosokomial

b)

Resistensi

c)

Intoleransi terapi

d)

Interaksi

e)

Toksisitas

25.

Sediaan yang bersifat terapi substitusi yang dimanfaatkan pada pasien dengan kondisi salah satu gangguan endokrin di bawah ini adalah

a)

Neurotransmitor

b)

Insulin

c)

Dopamine

d)

Serotonin

e)

Normal saline

26.

Terapi insulin dibutuhkan pada pasien diabetes melitus. Insulin diproduksi oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk

a)

Mensekresikan gula darah

b)

Menghambat glukoneogenesis

c)

Membantu gula darah masuk ke dalam sel

d)

Membakar glukosa

e)

Menghambat reabsorpsi glukosa

27.

Terapi antidiabetes yang digunakan sebagai lini pertama dengan cara mengurangi glukosa di hati dan meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer yaitu

a)

Glimepiride

b)

Acarbose

c)

Colesevelam

d)

Metformin

e)

Pioglitazone

28.

Terapi yang tepat diberikan ketika diketahui kadar thyroid stimulating hormone rendah dan T3 dan T4 tinggi untuk pertama kalinya yaitu

a)

Propylthiouracil

b)

Methimazole

c)

Radio aktif iodine

d)

Larutan lugol

e)

Levothyroxine

29.

Kondisi palpitasi, kecemasan, tremor, dan intoleransi panas pada penderita hipertiroid yaitu

a)

Amantadine

b)

Propranolol

c)

Diazepam

d)

Adrenal

e)

Norepinephrine

30.

Pada terapi pasien dengan kondisi Cushing sindrom, terapi yang bekerja menghambat secara langsung produksi hormon kortisol adalah

a)

Deksametason

b)

Asetilkolin

c)

Mifepristone

d)

Mitotan

e)

Metyrapone

31.

Pada penyakit Addison, terapi yang tepat diberikan salah satunya yaitu dengan cara

a)

Steroidogenesis inhibitor

b)

Substitusi hormon kortisol dengan hidrokortison

c)

Agen adrenolitik

d)

Neuromodulator ACTH releasing

e)

Glukokortikoid–reseptor blocking agent

32.

Pada kondisi GH dan IGF-1 tinggi, terapi yang tepat diberikan yaitu

a)

Pegvisomant

b)

Glukokortikoid

c)

Agonis dopamin

d)

Hormon tiroid

e)

Analog somatostatin

33.

Berikut di bawah ini vitamin yang menyebabkan toksisitas yaitu

a)

Calsiferol

b)

Retinol

c)

Menadion

d)

Tokoferol

e)

Semua benar

34.

Vitamin larut lemak yang disebut juga vitamin sinar matahari dan dapat mencegah risiko riketisa yaitu

a)

Calsiferol

b)

Retinol

c)

Menadion

d)

Tokoferol

e)

Semua benar

35.

Penggolongan obat herbal tradisional yang sudah digunakan secara turun-temurun dan terbukti secara klinis kepada manusia yaitu golongan

a)

Jamu

b)

Obat herbal terstandar

c)

Fitofarmaka

d)

Narkotika

e)

Suplemen

36.

Zat yang sifatnya mirip dengan polifenol sebagai antioksidan untuk mencegah paparan radikal bebas penyebab kanker dan sebagai fungsi pewarnaan terdapat pada ekinase untuk meningkatkan imunitas yaitu

a)

Alkaloid

b)

Flavonoid

c)

Tepung/amillum

d)

Glikosida

e)

Terpen

37.

Pada pasien dengan gangguan kecemasan diberikan obat berikut ini

a)

Alprazolam

b)

Attapulgite

c)

Lidokain

d)

Salbutamol

e)

Semua salah

38.

Pada pasien dengan ketakutan dan ingin bunuh diri diberikan obat berikut ini

a)

Gabapentin

b)

Asam valproat

c)

Fluoxetine

d)

Kanamicin

e)

Semua salah

39.

Berikut ini termasuk penyakit degeneratif yang mengenai sistem syaraf pusat

a)

Herpes zoster

b)

Parkinsonisme

c)

Guille Barre Syndrome

d)

Irritable Bowl Syndrome

e)

Semua salah

40.

Berikut ini termasuk obat anestesi lokal

a)

Lidokain

b)

Amikacin

c)

Enfluran

d)

Carbamazepine

e)

Semua benar

41.

Obat-obatan ini termasuk terapi bagi penderita skizofrenia, kecuali

a)

Haloperidol

b)

Chlorpromazin

c)

Clozapin

d)

Lidocain

e)

Risperidon

42.

Substansi berikut ini merupakan neurotransmitter pada sistem syaraf pusat

a)

Dopamin

b)

Glutamat

c)

GABA

d)

Serotonin

e)

Semua benar

43.

Pilihan pertama pada anak dengan kejang demam adalah berikut ini

a)

Asam valproat

b)

Diazepam

c)

Pheniotin

d)

Carbamazepin

e)

Semua salah

44.

Substansi berikut ini bersifat neurostimulant, kecuali

a)

Cafein

b)

Nikotin

c)

Morphin

d)

Teobromin

e)

Amfetamin

45.

Obat-obatan ini termasuk golongan benzodiazepin

a)

Midazolam

b)

Asam valproat

c)

Carbamazepin

d)

Haloperidol

e)

Semua salah

46.

Berikut ini termasuk golongan anestesi general, kecuali

a)

Enfluran

b)

Halotan

c)

N2O

d)

Prilocain

e)

Isofluran

47.

Perhatikan obat berikut: (1) Pheniotin; (2) Prilocain; (3) Asam valproat; (4) Cimetidin. Pada pasien dengan epilepsi dapat diberikan obat

a)

1, 2, 3

b)

1 dan 3

c)

2 dan 4

d)

4

e)

1, 2, 3, 4

48.

Perhatikan obat berikut: (1) Hipotalamus; (2) Syaraf cranialis; (3) Pons; (4) Syaraf spinalis. Yang termasuk sistem syaraf perifer adalah

a)

1, 2, 3

b)

1 dan 3

c)

2 dan 4

d)

4

e)

1, 2, 3, 4

49.

Perhatikan obat berikut: (1) Levodopa; (2) Bromocriptine; (3) Trihexyphenidyl; (4) Midazolam. Obat-obatan yang dapat diberikan kepada pasien dengan Parkinsonism adalah

a)

1, 2, 3

b)

1 dan 3

c)

2 dan 4

d)

4

e)

1, 2, 3, 4

50.

Perhatikan obat berikut: (1) Fenobarbital; (2) Diazepam; (3) Pentobarbital; (4) Lorazepam. Obat-obatan yang termasuk golongan barbiturat adalah

a)

1, 2, 3

b)

1 dan 3

c)

2 dan 4

d)

4

e)

1,2,3,4

51.

Ranitidin 50 mg/2 ml, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Ranitidin 2 × 12,5 mg. Berapa ml setiap injeksi

a)

0,5 ml

b)

1 ml

c)

0,05 ml

d)

0,025 ml

e)

0,25 ml

52.

Ranitidin 50 mg/2 ml, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Ranitidin 2 × 12,5 mg. Habis dalam berapa kali injeksi

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

53.

Primperan 5 mg/ml, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Primperan 3 × 2,5 mg. Berapa ml setiap injeksi

a)

0,5 ml

b)

1 ml

c)

0,05 ml

d)

0,025 ml

e)

0,25 ml

54.

Primperan 5 mg/ml, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Primperan 3 × 2,5 mg. Habis dalam berapa kali injeksi

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

55.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 500 mg. Berapa ml setiap injeksi

a)

0,5 ml

b)

1 ml

c)

1,5 ml

d)

2 ml

e)

2,5 ml

56.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 500 mg. Habis dalam berapa kali injeksi

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

57.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 250 mg. Berapa ml setiap injeksi

a)

0,5 ml

b)

1 ml

c)

1,5 ml

d)

2 ml

e)

2,5 ml

58.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 250 mg. Habis dalam berapa kali injeksi

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

59.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 1000 mg. Berapa ml setiap injeksi

a)

0,5 ml

b)

1 ml

c)

1,5 ml

d)

2 ml

e)

2,5 ml

60.

Norages Metamizoel: tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 1000 mg. Habis dalam berapa kali injeksi

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5