wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

10 PCR konvensional dan elektroforesis

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis laboratorium melakukan deteksi DNA bakteri penyebab penyakit menggunakan PCR konvensional. Setelah siklus PCR selesai, ia memutuskan untuk melakukan elektroforesis gel agarosa untuk mendeteksi produk amplifikasi. Mengapa langkah ini diperlukan?

a)

Untuk mengukur jumlah DNA secara kuantitatif

b)

Untuk memisahkan produk PCR berdasarkan ukuran

c)

Untuk meningkatkan jumlah salinan DNA target

d)

Untuk menentukan urutan basa DNA

e)

Untuk menghentikan reaksi PCR secara permanen

2.

Dalam sebuah pemeriksaan PCR konvensional, teknisi laboratorium menggunakan kontrol negatif berupa air bebas nuklease. Setelah elektroforesis, pita DNA terlihat juga pada kontrol negatif. Apa makna temuan ini?

a)

PCR berjalan normal tanpa kontaminasi

b)

Primer tidak berikatan dengan DNA target

c)

Terjadi kontaminasi reagen atau lingkungan

d)

Konsentrasi DNA terlalu rendah

e)

Reaksi PCR tidak terjadi

3.

Seorang mahasiswa TLM sedang melakukan PCR konvensional untuk mendeteksi gen TTS1 dari Burkholderia pseudomallei. Setelah elektroforesis, tidak ada pita DNA pada sampel maupun kontrol positif. Apa kemungkinan penyebabnya?

a)

Terjadi kontaminasi silang

b)

Terlalu banyak siklus PCR

c)

Kerusakan enzim Taq polimerase

d)

Konsentrasi DNA terlalu tinggi

e)

Suhu annealing terlalu rendah

4.

Dalam PCR konvensional, suhu annealing ditetapkan pada 55°C. Mengapa tahap ini penting?

a)

Untuk membuka heliks ganda DNA

b)

Untuk memanjangkan rantai DNA baru

c)

Untuk memungkinkan primer menempel pada cetakan DNA

d)

Untuk menghentikan reaksi PCR

e)

Untuk memecah dNTP menjadi nukleotida

5.

Saat menganalisis hasil PCR melalui elektroforesis, terlihat beberapa pita tambahan selain pita target. Apa interpretasi yang paling tepat?

a)

Reaksi PCR gagal total

b)

Terjadi amplifikasi nonspesifik

c)

Konsentrasi DNA terlalu rendah

d)

Produk PCR tidak mengandung target

e)

Gel agarosa terlalu encer

6.

Seorang analis menyiapkan gel agarosa 1% untuk elektroforesis. Mengapa konsentrasi agarosa perlu disesuaikan dengan ukuran fragmen DNA?

a)

Untuk mencegah degradasi DNA

b)

Untuk mempercepat reaksi PCR

c)

Untuk memaksimalkan pemisahan berdasarkan ukuran

d)

Untuk meningkatkan sensitivitas primer

e)

Untuk menonaktifkan enzim polimerase

7.

Dalam PCR konvensional, tahap ekstensi dilakukan pada suhu 72°C. Fungsi utama tahap ini adalah:

a)

Memecah heliks ganda DNA

b)

Menempelkan primer ke cetakan

c)

Sintesis rantai DNA baru oleh polimerase

d)

Menghentikan aktivitas enzim

e)

Mengurangi kontaminasi

8.

Seorang mahasiswa menggunakan DNA ladder dalam elektroforesis hasil PCR. Apa fungsi utama DNA ladder tersebut?

a)

Menyediakan kontrol negatif

b)

Mengukur panjang fragmen DNA hasil PCR

c)

Menyediakan enzim polimerase

d)

Mengikat primer spesifik

e)

Meningkatkan jumlah pita

9.

Sebuah hasil elektroforesis menunjukkan pita DNA pada 548 bp sesuai target gen. Apa kesimpulan dari hasil ini?

a)

Reaksi PCR gagal

b)

Produk PCR mengandung target gen

c)

Terjadi kontaminasi silang

d)

Konsentrasi DNA terlalu rendah

e)

Primer tidak spesifik

10.

Fungsi utama kontrol internal dalam PCR konvensional adalah:

a)

Menentukan suhu optimal

b)

Memastikan tidak ada kontaminasi

c)

Memeriksa adanya inhibitor dalam sampel

d)

Menentukan konsentrasi DNA

e)

Memastikan enzim polimerase aktif

11.

Setelah elektroforesis, pita DNA tidak terlihat pada sampel tetapi muncul pada kontrol positif. Apa interpretasi yang paling mungkin?

a)

Reaksi PCR gagal total

b)

Tidak ada DNA target dalam sampel

c)

Terjadi kontaminasi silang

d)

Primer tidak bekerja

e)

Konsentrasi gel terlalu tinggi

12.

Dalam elektroforesis, DNA bermigrasi menuju kutub positif. Apa alasan ilmiah di balik fenomena ini?

a)

DNA bermuatan positif

b)

DNA netral

c)

DNA bermuatan negatif

d)

DNA berikatan dengan anoda

e)

DNA bereaksi dengan buffer

13.

Seorang teknisi mendapati hasil elektroforesis menunjukkan pita yang sangat lemah. Apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

a)

Menurunkan suhu annealing

b)

Meningkatkan jumlah siklus PCR

c)

Mengurangi volume DNA

d)

Mengganti buffer elektroforesis

e)

Menurunkan tegangan

14.

Dalam PCR konvensional, mengapa penting memisahkan area kerja pra-PCR dan pasca-PCR?

a)

Untuk menghemat reagen

b)

Untuk menghindari degradasi DNA

c)

Untuk mencegah kontaminasi silang

d)

Untuk mengoptimalkan suhu

e)

Untuk mengurangi waktu siklus

15.

Seorang mahasiswa lupa menambahkan primer dalam reaksi PCR. Apa hasil yang akan tampak setelah elektroforesis?

a)

Tidak ada pita DNA

b)

Pita target muncul normal

c)

Pita nonspefisik terlihat

d)

Semua kontrol negatif positif

e)

Pita DNA sangat kuat

16.

Pada hasil elektroforesis, pita DNA terlihat lebih dekat ke sumur dibandingkan posisi seharusnya. Apa artinya?

a)

Fragmen DNA sangat kecil

b)

Fragmen DNA lebih besar dari target

c)

Tegangan terlalu tinggi

d)

DNA terlalu encer

e)

Terjadi kontaminasi

17.

Dalam PCR konvensional, mengapa Taq polimerase sering digunakan?

a)

Karena sensitif terhadap suhu tinggi

b)

Karena berasal dari virus

c)

Karena stabil pada suhu tinggi

d)

Karena dapat menghambat kontaminasi

e)

Karena dapat mendeteksi basa nitrogen

18.

Dalam elektroforesis, loading dye ditambahkan ke sampel sebelum dimasukkan ke sumur. Apa tujuan utamanya?

a)

Mengamplifikasi DNA

b)

Menghambat degradasi DNA

c)

Memudahkan pemantauan migrasi

d)

Menyediakan kontrol positif

e)

Menentukan ukuran DNA

19.

Seorang analis mendapati pita DNA sangat menyebar pada gel. Apa penyebab yang paling mungkin?

a)

Konsentrasi gel terlalu tinggi

b)

Tegangan terlalu rendah

c)

Volume sampel terlalu besar

d)

DNA terlalu kecil

e)

Tidak menggunakan buffer

20.

Dalam PCR konvensional, berapa jumlah siklus yang umum digunakan untuk mendapatkan hasil optimal?

a)

5–10

b)

10–15

c)

30-40

d)

50–60

e)

>100

21.

Saat menyiapkan elektroforesis, seorang teknisi lupa menambahkan buffer ke dalam gel box. Apa konsekuensinya?

a)

DNA tidak akan bermigrasi

b)

DNA akan bermigrasi lebih cepat

c)

Fragmen DNA akan pecah

d)

Pita DNA akan lebih jelas

e)

Primer tidak akan bekerja

22.

Dalam PCR konvensional, apa fungsi utama primer?

a)

Menyediakan energi untuk reaksi

b)

Menentukan titik awal sintesis DNA

c)

Memecah heliks ganda DNA

d)

Meningkatkan kecepatan migrasi DNA

e)

Menonaktifkan enzim polimerase

23.

Seorang mahasiswa ingin meningkatkan resolusi pemisahan fragmen kecil pada elektroforesis. Apa langkah yang tepat?

a)

Menggunakan konsentrasi agarosa yang lebih tinggi

b)

Meningkatkan tegangan

c)

Mengurangi waktu migrasi

d)

Menggunakan buffer hipertonik

e)

Menambahkan lebih banyak DNA

24.

Mengapa penting menggunakan DNA template berkualitas tinggi dalam PCR konvensional?

a)

Untuk mempercepat waktu siklus

b)

Untuk mengurangi suhu annealing

c)

Untuk memastikan efisiensi dan spesifisitas amplifikasi

d)

Untuk menurunkan tegangan elektroforesis

e)

Untuk menghasilkan pita DNA yang menyebar

25.

Dalam interpretasi hasil elektroforesis, pita DNA pada kontrol negatif menunjukkan hasil positif. Apa tindakan yang sebaiknya dilakukan?

a)

Laporkan hasil apa adanya

b)

Ulangi PCR dengan reagen baru

c)

Naikkan suhu annealing

d)

Tambahkan lebih banyak primer

e)

Gunakan DNA ladder baru

26.

Seorang analis melakukan PCR konvensional untuk mendeteksi gen patogen, namun setelah elektroforesis, hasil menunjukkan tidak ada pita pada sampel, sedangkan kontrol positif menunjukkan pita sesuai target. Apa interpretasi yang paling mungkin?

a)

Terjadi kontaminasi reagen

b)

DNA target tidak ada dalam sampel

c)

Enzim Taq tidak aktif

d)

Primer rusak

e)

Suhu annealing terlalu rendah

27.

Dalam elektroforesis gel agarosa, mengapa penting menjaga pH buffer tetap stabil?

a)

Untuk menjaga muatan negatif DNA

b)

Untuk meningkatkan kecepatan migrasi

c)

Untuk memecah DNA menjadi fragmen kecil

d)

Untuk mengurangi risiko kontaminasi

e)

Untuk menghentikan amplifikasi PCR

28.

Seorang mahasiswa menambahkan terlalu banyak DNA ke dalam sumur gel. Hasil elektroforesis menunjukkan pita yang tidak jelas. Apa penyebab utama fenomena ini?

a)

DNA terlalu kecil

b)

DNA tidak bermigrasi

c)

Pita menjadi menyebar karena kelebihan DNA

d)

Konsentrasi agarosa terlalu tinggi

e)

Buffer tidak cukup

29.

Dalam tahap denaturasi PCR, suhu tinggi digunakan untuk:

a)

Mengaktifkan Taq polimerase

b)

Mengikat primer ke cetakan

c)

Memisahkan untai ganda DNA

d)

Memanjangkan rantai DNA

e)

Mengendapkan enzim polimerase

30.

Mengapa penting menggunakan pipet dan alat khusus di area pra-PCR?

a)

Untuk mempercepat reaksi

b)

Untuk menghemat reagen

c)

Untuk menghindari kontaminasi DNA target

d)

Untuk meningkatkan resolusi elektroforesis

31.

Seorang analis ingin memisahkan fragmen DNA besar (>2 kb). Apa modifikasi pada elektroforesis yang paling tepat?

a)

Menggunakan gel agarosa 3%

b)

Menggunakan gel agarosa 0,7%

c)

Meningkatkan tegangan hingga 200 V

d)

Mengurangi waktu migrasi

32.

Setelah PCR konvensional, hasil elektroforesis menunjukkan beberapa pita DNA yang tidak diharapkan. Apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan spesifisitas reaksi?

a)

Menurunkan suhu annealing

b)

Mengurangi jumlah siklus

c)

Meningkatkan suhu annealing

d)

Mengurangi konsentrasi buffer

33.

Dalam elektroforesis, mengapa DNA ladder ditempatkan di setiap gel?

a)

Untuk memperkuat sinyal UV

b)

Untuk memastikan gel terpolimerisasi sempurna

c)

Untuk mengidentifikasi ukuran fragmen DNA

d)

Untuk meningkatkan kecepatan migrasi

34.

Seorang teknisi laboratorium mendapati hasil PCR menunjukkan pita pada kontrol negatif dan positif. Apa tindakan yang paling tepat?

a)

Laporkan hasil sebagai positif

b)

Ulangi PCR dengan reagen baru

c)

Tambahkan lebih banyak template

d)

Naikkan tegangan elektroforesis

35.

Jika suhu annealing terlalu rendah, apa yang kemungkinan besar akan terjadi pada hasil PCR?

a)

Tidak ada amplifikasi sama sekali

b)

Amplifikasi spesifik meningkat

c)

Terjadi amplifikasi nonspesifik

d)

Pita DNA menjadi lebih tebal

36.

Mengapa penting melakukan ekstensi akhir pada akhir siklus PCR?

a)

Untuk mengikat primer ke cetakan

b)

Untuk menyelesaikan sintesis DNA yang belum lengkap

c)

Untuk memecah rantai DNA

d)

Untuk menurunkan suhu reaksi

37.

Setelah elektroforesis, pita DNA terlihat di bawah posisi yang diharapkan. Apa artinya?

a)

Fragmen DNA lebih kecil dari target

b)

Fragmen DNA lebih besar dari target

c)

DNA terdegradasi

d)

Konsentrasi gel terlalu tinggi

38.

Mengapa ethidium bromide atau pewarna interkalasi lainnya digunakan dalam elektroforesis?

a)

Untuk meningkatkan kecepatan migrasi DNA

b)

Untuk memudahkan visualisasi DNA di bawah sinar UV

c)

Untuk memisahkan fragmen DNA berdasarkan muatan

d)

Untuk mengubah ukuran fragmen DNA

39.

Dalam PCR konvensional, jumlah siklus terlalu banyak dapat menyebabkan:

a)

Penurunan sensitivitas

b)

Amplifikasi nonspesifik meningkat

c)

Hilangnya pita target

d)

Peningkatan kualitas pita

40.

Seorang mahasiswa melakukan PCR tetapi lupa menambahkan dNTP. Apa yang akan terjadi?

a)

Tidak ada amplifikasi DNA

b)

Pita target tetap muncul

c)

Primer tetap menempel

d)

DNA akan terfragmentasi

41.

Dalam elektroforesis, migrasi DNA dipengaruhi oleh:

a)

Ukuran fragmen dan suhu inkubasi

b)

Muatan listrik dan panjang fragmen DNA

c)

Konsentrasi primer dan dNTP

d)

Jenis enzim polimerase

42.

Mengapa penting melakukan dokumentasi hasil elektroforesis?

a)

Untuk menghentikan amplifikasi

b)

Untuk memverifikasi ukuran dan keberhasilan amplifikasi

c)

Untuk meningkatkan jumlah DNA

d)

Untuk menentukan suhu optimal PCR

43.

Dalam elektroforesis, jika gel dijalankan terlalu lama, apa yang mungkin terjadi pada pita DNA?

a)

Tidak terbentuk

b)

Bermigrasi keluar dari gel

c)

Tetap di tempat asal

d)

Meningkat ketajamannya

44.

Mengapa PCR konvensional memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi dibanding PCR real-time?

a)

Karena tidak menggunakan enzim polimerase

b)

Karena perlu membuka tabung untuk analisis pasca-PCR

c)

Karena tidak memerlukan primer

d)

Karena suhu annealing lebih rendah

45.

Apa fungsi utama kontrol positif dalam PCR konvensional?

a)

Untuk menunjukkan bahwa hasil negatif adalah valid

b)

Untuk memverifikasi bahwa reagen dan kondisi reaksi bekerja

c)

Untuk mencegah kontaminasi silang

d)

Untuk menentukan ukuran DNA

46.

Dalam elektroforesis, apa akibatnya jika tegangan terlalu tinggi digunakan?

a)

DNA bermigrasi terlalu cepat dan pita menjadi kabur

b)

DNA bermigrasi terlalu lambat

c)

DNA tidak akan bermigrasi

d)

DNA menjadi lebih besar

47.

Seorang analis ingin mendeteksi DNA patogen menggunakan PCR konvensional, tetapi hasilnya menunjukkan pita pada semua sampel termasuk kontrol negatif. Apa kemungkinan penyebab utamanya?

a)

Suhu ekstensi terlalu rendah

b)

Terjadi kontaminasi silang

c)

Jumlah siklus terlalu sedikit

d)

Primer terlalu pendek

48.

Mengapa PCR konvensional tidak cocok untuk kuantifikasi DNA?

a)

Karena tidak menggunakan primer

b)

Karena deteksi dilakukan setelah amplifikasi selesai

c)

Karena tidak memerlukan enzim

d)

Karena tidak menggunakan kontrol positif

49.

Dalam elektroforesis, pita DNA yang sangat tebal dapat disebabkan oleh:

a)

Terlalu sedikit DNA

b)

Terlalu banyak DNA dimasukkan ke sumur

c)

Konsentrasi gel terlalu rendah

d)

Suhu terlalu rendah

50.

Setelah PCR konvensional, pita DNA tidak terlihat pada kontrol positif dan negatif. Namun, ada pita pada DNA ladder. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Laporkan hasil sebagai negatif

b)

Ulangi PCR karena kemungkinan ada kesalahan pada reaksi

c)

Ganti primer dengan yang baru

d)

Tambahkan lebih banyak DNA

51.

Seorang teknisi melakukan PCR konvensional untuk mendeteksi gen spesifik bakteri. Setelah elektroforesis, terlihat pita DNA pada sampel, tetapi tidak ada pita pada kontrol positif maupun negatif. Apa interpretasi yang paling tepat?

a)

Reaksi PCR berjalan normal

b)

Terjadi kontaminasi

c)

Kontrol positif gagal berfungsi

d)

Primer terlalu spesifik

e)

DNA target terlalu sedikit

52.

Dalam PCR konvensional, mengapa penggunaan air bebas nuklease sebagai kontrol negatif sangat penting?

a)

Untuk meningkatkan sensitivitas amplifikasi

b)

Untuk memastikan reaksi tidak menghasilkan produk tanpa DNA template

c)

Untuk memicu denaturasi DNA

d)

Untuk mengoptimalkan suhu ekstensi

e)

Untuk mempercepat migrasi DNA

53.

Seorang mahasiswa menjalankan elektroforesis hasil PCR terlalu lama. Saat dianalisis, pita target tidak terlihat dalam gel. Apa kemungkinan yang terjadi?

a)

Fragmen DNA tetap di sumur

b)

Fragmen DNA keluar dari gel

c)

DNA tidak terwarnai

d)

Konsentrasi gel terlalu tinggi

e)

Pita DNA menjadi lebih tajam

54.

Dalam PCR konvensional, mengapa penting menggunakan jumlah siklus yang optimal (sekitar 30-35)?

a)

Agar primer tidak terdegradasi

b)

Untuk mencegah amplifikasi nonspesifik akibat terlalu banyak siklus

c)

Untuk memastikan enzim tetap aktif

d)

Untuk menghindari kontaminasi dari air

e)

Untuk meningkatkan tegangan

55.

Hasil elektroforesis menunjukkan pita DNA dengan ukuran lebih besar dari target. Apa penyebab yang paling mungkin?

a)

Primer tidak bekerja

b)

Amplifikasi nonspesifik menghasilkan fragmen lebih panjang

c)

Template DNA terlalu sedikit

d)

Konsentrasi dNTP terlalu rendah

e)

Buffer terlalu encer

56.

Dalam elektroforesis, jika gel agarosa terlalu pekat (misalnya >3%), apa akibatnya terhadap migrasi DNA?

a)

Fragmen kecil akan bermigrasi lebih cepat

b)

Fragmen besar akan sulit bermigrasi

c)

Semua fragmen bermigrasi lebih cepat

d)

DNA tidak akan terlihat

e)

DNA akan keluar dari gel

57.

Seorang mahasiswa tidak menambahkan loading dye ke sampel sebelum elektroforesis. Apa dampaknya?

a)

DNA tetap terlihat jelas

b)

DNA tidak akan bermigrasi

c)

Sulit memantau migrasi dan sampel bisa keluar dari gel

d)

DNA akan bermigrasi lebih cepat

e)

Pita DNA menjadi lebih tajam

58.

Mengapa suhu denaturasi dalam PCR konvensional biasanya sekitar 94–95°C?

a)

Untuk memecah basa purin dan pirimidin

b)

Untuk mengaktifkan enzim polimerase

c)

Untuk memisahkan untai ganda DNA menjadi untai tunggal

d)

Untuk menempelkan primer ke template

e)

Untuk menghentikan amplifikasi

59.

Setelah elektroforesis, terlihat pita DNA pada semua sampel termasuk kontrol negatif dan blank ekstraksi. Apa langkah selanjutnya?

a)

Laporkan hasil sebagai positif

b)

Ulangi seluruh proses PCR dari tahap ekstraksi

c)

Tambahkan lebih banyak primer

d)

Naikkan suhu denaturasi

e)

Kurangi jumlah siklus

60.

Mengapa penting menggunakan internal positive control (IPC) dalam PCR konvensional?

a)

Untuk mempercepat proses elektroforesis

b)

Untuk mendeteksi adanya inhibitor PCR

c)

Untuk menurunkan suhu annealing

d)

Untuk memecah DNA menjadi fragmen

e)

Untuk meningkatkan ukuran produk PCR

61.

Dalam elektroforesis, DNA yang lebih kecil bermigrasi lebih jauh karena:

a)

Memiliki muatan lebih negatif

b)

Lebih ringan dan lebih mudah melewati pori-pori gel

c)

Terikat lebih kuat oleh pewarna

d)

Lebih banyak primer yang menempel

e)

Memiliki lebih sedikit basa purin

62.

Seorang analis menggunakan tegangan tinggi saat menjalankan gel. Hasil menunjukkan pita yang tidak tajam. Apa penyebabnya?

a)

DNA terlalu kecil

b)

Tegangan tinggi menyebabkan migrasi terlalu cepat

c)

Gel tidak mengandung buffer

d)

Konsentrasi DNA terlalu rendah

e)

Primer terlalu panjang

63.

Dalam PCR konvensional, mengapa dNTP harus ditambahkan dalam jumlah cukup?

a)

Untuk mempercepat denaturasi

b)

Untuk menyediakan bahan dasar sintesis DNA baru

c)

Untuk menempelkan primer ke template

d)

Untuk menurunkan suhu ekstensi

e)

Untuk menghentikan reaksi PCR

64.

Seorang mahasiswa mencampur primer secara terbalik (forward dan reverse tertukar). Apa akibatnya?

a)

PCR tetap berjalan normal

b)

Amplifikasi DNA tidak terjadi

c)

Hanya satu untai DNA yang diamplifikasi

d)

Pita target akan lebih besar

e)

Pita DNA akan menyebar

65.

Apa fungsi utama buffer TAE atau TBE dalam elektroforesis?

a)

Menjaga konduktivitas listrik dan pH agar DNA bermigrasi dengan benar

b)

Mempercepat reaksi PCR

c)

Mengaktifkan Taq polimerase

d)

Mengubah ukuran DNA

e)

Mencegah degradasi primer

66.

Setelah PCR selesai, seorang analis segera membuka tabung reaksi di area pra-PCR. Apa risiko dari tindakan tersebut?

a)

Menurunkan suhu annealing

b)

Terjadi kontaminasi lingkungan

c)

Meningkatkan efisiensi amplifikasi

d)

Menurunkan kecepatan migrasi DNA

e)

Menghambat enzim polimerase

67.

Mengapa primer harus dirancang secara spesifik terhadap target DNA?

a)

Untuk mempercepat elektroforesis

b)

Untuk menghindari amplifikasi fragmen nonspesifik

c)

Untuk menurunkan suhu ekstensi

d)

Untuk meningkatkan jumlah siklus

e)

Untuk mengurangi kebutuhan dNTP

68.

Dalam elektroforesis, mengapa pita DNA lebih jelas terlihat setelah pencucian gel?

a)

Karena pewarna berikatan lebih kuat

b)

Karena buffer menjadi lebih pekat

c)

Karena fragmen DNA terfragmentasi

d)

Karena DNA bermigrasi lebih cepat

e)

Karena primer terdegradasi

69.

Jika tidak ada pita DNA pada sampel, kontrol positif, maupun kontrol negatif setelah elektroforesis, apa kemungkinan penyebabnya?

a)

DNA terlalu banyak

b)

Reaksi PCR gagal total

c)

Primer terlalu sedikit

d)

Buffer terlalu pekat

e)

Tegangan terlalu rendah

70.

Seorang analis menggunakan primer dengan suhu leleh (Tm) yang terlalu tinggi dibanding suhu annealing. Apa akibatnya?

a)

Primer menempel terlalu kuat

b)

Primer gagal menempel sehingga tidak ada amplifikasi

c)

Produk PCR menjadi lebih panjang

d)

Pita DNA lebih tebal

e)

Ekstensi berjalan lebih cepat

71.

Dalam elektroforesis, pita DNA yang berdekatan menunjukkan:

a)

Fragmen DNA memiliki ukuran yang sangat berbeda

b)

Fragmen DNA memiliki ukuran hampir sama

c)

Terjadi degradasi DNA

d)

Tidak ada amplifikasi

e)

Kontrol negatif positif

72.

Seorang teknisi menggunakan gel agarosa terlalu tipis. Apa dampaknya terhadap hasil elektroforesis?

a)

Fragmen DNA terjebak di sumur

b)

Fragmen DNA bermigrasi terlalu cepat dan keluar dari gel

c)

Pita DNA akan lebih tajam

d)

Pita DNA menjadi lebih tebal

e)

DNA tidak akan terwarnai

73.

Mengapa DNA ladder harus dipilih sesuai ukuran produk PCR?

a)

Agar DNA ladder mempercepat reaksi PCR

b)

Agar ukuran produk dapat ditentukan secara akurat

c)

Agar DNA ladder berikatan dengan primer

d)

Agar pita target lebih tebal

e)

Agar kontrol negatif valid

74.

Dalam PCR konvensional, penambahan magnesium ion (Mg2+) penting karena:

a)

Membantu primer berikatan dengan template

b)

Mengaktifkan enzim DNA polimerase

c)

Memecah untai DNA

d)

Meningkatkan kecepatan migrasi DNA

e)

Menghambat kontaminasi

75.

Seorang mahasiswa mencatat bahwa hasil PCR menunjukkan pita DNA yang lebih tebal dari biasanya. Apa kemungkinan penyebabnya?

a)

Jumlah DNA template terlalu sedikit

b)

Jumlah siklus PCR terlalu banyak

c)

Suhu annealing terlalu tinggi

d)

Primer tidak menempel

e)

Gel agarosa terlalu encer